سورة طه
Surat Taha
Surat Taha adalah surat ke-20 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 135 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
طه﴿١﴾
Taha
Ṭāhā.
مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰٓ﴿٢﴾
Ma anzalna ʿalayka alqurana litashqa
Kami tidak menurunkan Alquran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;
إِلَّا تَذۡكِرَةࣰ لِّمَن يَخۡشَىٰ﴿٣﴾
Illa tathkiratan liman yakhsha
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),
تَنزِيلࣰا مِّمَّنۡ خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ وَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلۡعُلَى﴿٤﴾
Tanzeelan mimman khalaqa alarda waalssamawati alʿula
diturunkan dari (Allah) yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,
ٱلرَّحۡمَٰنُ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ٱسۡتَوَىٰ﴿٥﴾
Alrrahmanu ʿala alʿarshi istawa
(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas Arasy.
لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا بَيۡنَهُمَا وَ مَا تَحۡتَ ٱلثَّرَىٰ﴿٦﴾
Lahu ma fee alssamawati wama fee alardi wama baynahuma wama tahta alththara
Milik-Nyalah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.
وَ إِن تَجۡهَرۡ بِٱلۡقَوۡلِ فَإِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ وَ أَخۡفَى﴿٧﴾
Wain tajhar bialqawli fainnahu yaʿlamu alssirra waakhfa
Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu, sungguh, Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ﴿٨﴾
Allahu la ilaha illa huwa lahu alasmao alhusna
(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik.
وَ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ﴿٩﴾
Wahal ataka hadeethu moosa
Dan apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?
إِذۡ رَءَا نَارࣰا فَقَالَ لِأَهۡلِهِ ٱمۡكُثُوٓاْ إِنِّيٓ ءَانَسۡتُ نَارࣰا لَّعَلِّيٓ ءَاتِيكُم مِّنۡهَا بِقَبَسٍ أَوۡ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدࣰى﴿١٠﴾
Ith raa naran faqala liahlihi omkuthoo innee anastu naran laʿallee ateekum minha biqabasin aw ajidu ʿala alnnari hudan
Ketika dia (Musa) melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, "Tinggallah kamu (disini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu."
فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِيَ يَٰمُوسَىٰٓ﴿١١﴾
Falamma ataha noodiya ya moosa
Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, "Wahai Musa!
إِنِّيٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخۡلَعۡ نَعۡلَيۡكَ إِنَّكَ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوࣰى﴿١٢﴾
Innee ana rabbuka faikhlaʿ naʿlayka innaka bialwadi almuqaddasi tuwan
Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Ṭuwā.
وَ أَنَا ٱخۡتَرۡتُكَ فَٱسۡتَمِعۡ لِمَا يُوحَىٰٓ﴿١٣﴾
Waana ikhtartuka faistamiʿ lima yooha
Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِي وَ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ﴿١٤﴾
Innanee ana Allahu la ilaha illa ana faoʿbudnee waaqimi alssalata lithikree
Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخۡفِيهَا لِتُجۡزَىٰ كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا تَسۡعَىٰ﴿١٥﴾
Inna alssaʿata atiyatun akadu okhfeeha litujza kullu nafsin bima tasʿa
Sungguh, hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنۡهَا مَن لَّا يُؤۡمِنُ بِهَا وَ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ فَتَرۡدَىٰ﴿١٦﴾
Fala yasuddannaka ʿanha man la yuminu biha waittabaʿa hawahu fatarda
Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa."
وَ مَا تِلۡكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ﴿١٧﴾
Wama tilka biyameenika ya moosa
"Dan apakah yang ada di tangan kananmu, wahai Musa?"
قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّؤُاْ عَلَيۡهَا وَ أَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي وَ لِيَ فِيهَا مَـَٔارِبُ أُخۡرَىٰ﴿١٨﴾
Qala hiya ʿasaya atawakkao ʿalayha waahushshu biha ʿala ghanamee waliya feeha maaribu okhra
Dia (Musa) berkata, "Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain."
قَالَ أَلۡقِهَا يَٰمُوسَىٰ﴿١٩﴾
Qala alqiha ya moosa
Dia (Allah) berfirman, "Lemparkanlah ia, wahai Musa!"
فَأَلۡقَىٰهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةࣱ تَسۡعَىٰ﴿٢٠﴾
Faalqaha faitha hiya hayyatun tasʿa
Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
قَالَ خُذۡهَا وَ لَا تَخَفۡ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا ٱلۡأُولَىٰ﴿٢١﴾
Qala khuthha wala takhaf sanuʿeeduha seerataha aloola
Dia (Allah) berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
وَ ٱضۡمُمۡ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخۡرُجۡ بَيۡضَآءَ مِنۡ غَيۡرِ سُوٓءٍ ءَايَةً أُخۡرَىٰ﴿٢٢﴾
Waodmum yadaka ila janahika takhruj baydaa min ghayri sooin ayatan okhra
dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia ke luar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,
لِنُرِيَكَ مِنۡ ءَايَٰتِنَا ٱلۡكُبۡرَى﴿٢٣﴾
Linuriyaka min ayatina alkubra
untuk Kami perlihatkan kepadamu (sebagian) dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar.
ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ﴿٢٤﴾
Ithhab ila firʿawna innahu tagha
Pergilah kepada Fir'aun; dia benar-benar telah melampaui batas."
قَالَ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي﴿٢٥﴾
Qala rabbi ishrah lee sadree
Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
وَ يَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي﴿٢٦﴾
Wayassir lee amree
dan mudahkanlah untukku urusanku,
وَ ٱحۡلُلۡ عُقۡدَةࣰ مِّن لِّسَانِي﴿٢٧﴾
Waohlul ʿuqdatan min lisanee
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
يَفۡقَهُواْ قَوۡلِي﴿٢٨﴾
Yafqahoo qawlee
agar mereka mengerti perkataanku,
وَ ٱجۡعَل لِّي وَزِيرࣰا مِّنۡ أَهۡلِي﴿٢٩﴾
Waijʿal lee wazeeran min ahlee
dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
هَٰرُونَ أَخِي﴿٣٠﴾
Haroona akhee
(yaitu) Harun, saudaraku,
ٱشۡدُدۡ بِهِۦٓ أَزۡرِي﴿٣١﴾
Oshdud bihi azree
teguhkanlah kekuatanku dengan (keberadaan) dia,
وَ أَشۡرِكۡهُ فِيٓ أَمۡرِي﴿٣٢﴾
Waashrikhu fee amree
dan jadikanlah dia teman dalam urusanku,
كَيۡ نُسَبِّحَكَ كَثِيرࣰا﴿٣٣﴾
Kay nusabbihaka katheeran
agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
وَ نَذۡكُرَكَ كَثِيرًا﴿٣٤﴾
Wanathkuraka katheeran
dan banyak mengingat-Mu,
إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِيرࣰا﴿٣٥﴾
Innaka kunta bina baseeran
sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami."
قَالَ قَدۡ أُوتِيتَ سُؤۡلَكَ يَٰمُوسَىٰ﴿٣٦﴾
Qala qad ooteeta sulaka ya moosa
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!
وَ لَقَدۡ مَنَنَّا عَلَيۡكَ مَرَّةً أُخۡرَىٰٓ﴿٣٧﴾
Walaqad mananna ʿalayka marratan okhra
Dan sungguh, Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),
إِذۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰٓ﴿٣٨﴾
Ith awhayna ila ommika ma yooha
(yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan,
أَنِ ٱقۡذِفِيهِ فِي ٱلتَّابُوتِ فَٱقۡذِفِيهِ فِي ٱلۡيَمِّ فَلۡيُلۡقِهِ ٱلۡيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأۡخُذۡهُ عَدُوࣱّ لِّي وَ عَدُوࣱّ لَّهُۥ ۚ وَ أَلۡقَيۡتُ عَلَيۡكَ مَحَبَّةࣰ مِّنِّي وَ لِتُصۡنَعَ عَلَىٰ عَيۡنِيٓ﴿٣٩﴾
Ani iqthifeehi fee alttabooti faiqthifeehi fee alyammi falyulqihi alyammu bialssahili yakhuthhu ʿaduwwun lee waʿaduwwun lahu waalqaytu ʿalayka mahabbatan minnee walitusnaʿa ʿala ʿaynee
(yaitu), letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi, dia akan diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
إِذۡ تَمۡشِيٓ أُخۡتُكَ فَتَقُولُ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ مَن يَكۡفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعۡنَٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَيۡ تَقَرَّ عَيۡنُهَا وَ لَا تَحۡزَنَ ۚ وَ قَتَلۡتَ نَفۡسࣰا فَنَجَّيۡنَٰكَ مِنَ ٱلۡغَمِّ وَ فَتَنَّٰكَ فُتُونࣰا ۚ فَلَبِثۡتَ سِنِينَ فِيٓ أَهۡلِ مَدۡيَنَ ثُمَّ جِئۡتَ عَلَىٰ قَدَرࣲ يَٰمُوسَىٰ﴿٤٠﴾
Ith tamshee okhtuka fataqoolu hal adullukum ʿala man yakfuluhu farajaʿnaka ila ommika kay taqarra ʿaynuha wala tahzana waqatalta nafsan fanajjaynaka mina alghammi wafatannaka futoonan falabithta sineena fee ahli madyana thumma jita ʿala qadarin ya moosa
(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata (kepada keluarga Fir'aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati. Dan engkau pernah membunuh seseorang, lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat); lalu engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan, kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan,
وَ ٱصۡطَنَعۡتُكَ لِنَفۡسِي﴿٤١﴾
Waistanaʿtuka linafsee
dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku.
ٱذۡهَبۡ أَنتَ وَ أَخُوكَ بِـَٔايَٰتِي وَ لَا تَنِيَا فِي ذِكۡرِي﴿٤٢﴾
Ithhab anta waakhooka biayatee wala taniya fee thikree
Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku;
ٱذۡهَبَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ﴿٤٣﴾
Ithhaba ila firʿawna innahu tagha
pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلࣰا لَّيِّنࣰا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوۡ يَخۡشَىٰ﴿٤٤﴾
Faqoola lahu qawlan layyinan laʿallahu yatathakkaru aw yakhsha
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut."
قَالَا رَبَّنَآ إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفۡرُطَ عَلَيۡنَآ أَوۡ أَن يَطۡغَىٰ﴿٤٥﴾
Qala rabbana innana nakhafu an yafruta ʿalayna aw an yatgha
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas,"
قَالَ لَا تَخَافَآ ۖ إِنَّنِي مَعَكُمَآ أَسۡمَعُ وَ أَرَىٰ﴿٤٦﴾
Qala la takhafa innanee maʿakuma asmaʿu waara
Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.
فَأۡتِيَاهُ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَ لَا تُعَذِّبۡهُمۡ ۖ قَدۡ جِئۡنَٰكَ بِـَٔايَةࣲ مِّن رَّبِّكَ ۖ وَ ٱلسَّلَٰمُ عَلَىٰ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلۡهُدَىٰٓ﴿٤٧﴾
Fatiyahu faqoola inna rasoola rabbika faarsil maʿana banee israeela wala tuʿaththibhum qad jinaka biayatin min rabbika waalssalamu ʿala mani ittabaʿa alhuda
Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah, "Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
إِنَّا قَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡنَآ أَنَّ ٱلۡعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَ تَوَلَّىٰ﴿٤٨﴾
Inna qad oohiya ilayna anna alʿathaba ʿala man kaththaba watawalla
Sungguh telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) pada siapa pun yang mendustakan (ajaran agama yang kami bawa) dan berpaling (tidak memperdulikannya)."
قَالَ فَمَن رَّبُّكُمَا يَٰمُوسَىٰ﴿٤٩﴾
Qala faman rabbukuma ya moosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?"
قَالَ رَبُّنَا ٱلَّذِيٓ أَعۡطَىٰ كُلَّ شَيۡءٍ خَلۡقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ﴿٥٠﴾
Qala rabbuna allathee aʿta kulla shayin khalqahu thumma hada
Dia (Musa) menjawab, "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk."
قَالَ فَمَا بَالُ ٱلۡقُرُونِ ٱلۡأُولَىٰ﴿٥١﴾
Qala fama balu alqurooni aloola
Dia (Fir'aun) berkata, "Jadi bagaimana keadaan umat-umat yang dahulu?"
قَالَ عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّي فِي كِتَٰبࣲ ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّي وَ لَا يَنسَى﴿٥٢﴾
Qala ʿilmuha ʿinda rabbee fee kitabin la yadillu rabbee wala yansa
Dia (Musa) menjawab, "Pengetahuan tentang itu ada pada Tuhanku, di dalam suatu Kitab (lauḥ Maḥfūẓ), Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa;
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدࣰا وَ سَلَكَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلࣰا وَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجࣰا مِّن نَّبَاتࣲ شَتَّىٰ﴿٥٣﴾
Allathee jaʿala lakumu alarda mahdan wasalaka lakum feeha subulan waanzala mina alssamai maan faakhrajna bihi azwajan min nabatin shatta
(Tuhan) yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu, dan menjadikan jalan-jalan di atasnya bagimu, dan yang menurunkan air (hujan) dari langit." Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis aneka macam tumbuh-tumbuhan.
كُلُواْ وَ ٱرۡعَوۡاْ أَنۡعَٰمَكُمۡ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّأُوْلِي ٱلنُّهَىٰ﴿٥٤﴾
Kuloo wairʿaw anʿamakum inna fee thalika laayatin liolee alnnuha
Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewanmu. Sungguh, pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
مِنۡهَا خَلَقۡنَٰكُمۡ وَ فِيهَا نُعِيدُكُمۡ وَ مِنۡهَا نُخۡرِجُكُمۡ تَارَةً أُخۡرَىٰ﴿٥٥﴾
Minha khalaqnakum wafeeha nuʿeedukum waminha nukhrijukum taratan okhra
Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
وَ لَقَدۡ أَرَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَ أَبَىٰ﴿٥٦﴾
Walaqad araynahu ayatina kullaha fakaththaba waaba
Dan sungguh, Kami telah memperlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda (kebesaran) Kami semuanya, ternyata dia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
قَالَ أَجِئۡتَنَا لِتُخۡرِجَنَا مِنۡ أَرۡضِنَا بِسِحۡرِكَ يَٰمُوسَىٰ﴿٥٧﴾
Qala ajitana litukhrijana min ardina bisihrika ya moosa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah engkau datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami dengan sihirmu, wahai Musa?
فَلَنَأۡتِيَنَّكَ بِسِحۡرࣲ مِّثۡلِهِۦ فَٱجۡعَلۡ بَيۡنَنَا وَ بَيۡنَكَ مَوۡعِدࣰا لَّا نُخۡلِفُهُۥ نَحۡنُ وَ لَآ أَنتَ مَكَانࣰا سُوࣰى﴿٥٨﴾
Falanatiyannaka bisihrin mithlihi faijʿal baynana wabaynaka mawʿidan la nukhlifuhu nahnu wala anta makanan suwan
Maka kami pun pasti akan mendatangkan sihir semacam itu kepadamu, maka buatlah suatu perjanjian untuk pertemuan antara kami dan engkau yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) engkau, di suatu tempat yang terbuka."
قَالَ مَوۡعِدُكُمۡ يَوۡمُ ٱلزِّينَةِ وَ أَن يُحۡشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحࣰى﴿٥٩﴾
Qala mawʿidukum yawmu alzzeenati waan yuhshara alnnasu duhan
Dia (Musa) berkata, "(Perjanjian) waktu (untuk pertemuan kami dengan kamu itu) ialah pada hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha)."
فَتَوَلَّىٰ فِرۡعَوۡنُ فَجَمَعَ كَيۡدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ﴿٦٠﴾
Fatawalla firʿawnu fajamaʿa kaydahu thumma ata
Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang kembali (pada hari yang ditentukan).
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيۡلَكُمۡ لَا تَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبࣰا فَيُسۡحِتَكُم بِعَذَابࣲ ۖ وَ قَدۡ خَابَ مَنِ ٱفۡتَرَىٰ﴿٦١﴾
Qala lahum moosa waylakum la taftaroo ʿala Allahi kathiban fayushitakum biʿathabin waqad khaba mani iftara
Musa berkata kepada mereka (para pesihir), "Celakalah kamu! Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, nanti Dia membinasakan kamu dengan azab." Dan sungguh rugi orang yang mengada-adakan kebohongan.
فَتَنَٰزَعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡ وَ أَسَرُّواْ ٱلنَّجۡوَىٰ﴿٦٢﴾
Fatanazaʿoo amrahum baynahum waasarroo alnnajwa
Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).
قَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخۡرِجَاكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِمَا وَ يَذۡهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلۡمُثۡلَىٰ﴿٦٣﴾
Qaloo in hathani lasahirani yureedani an yukhrijakum min ardikum bisihrihima wayathhaba bitareeqatikumu almuthla
Mereka (para pesihir) berkata, "Sesungguhnya dua orang ini adalah pesihir yang hendak mengusirmu (Fir'aun) dari negerimu dengan sihir mereka berdua dan hendak melenyapkan adat kebiasaanmu yang utama.
فَأَجۡمِعُواْ كَيۡدَكُمۡ ثُمَّ ٱئۡتُواْ صَفࣰّا ۚ وَ قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡيَوۡمَ مَنِ ٱسۡتَعۡلَىٰ﴿٦٤﴾
Faajmiʿoo kaydakum thumma itoo saffan waqad aflaha alyawma mani istaʿla
Maka kumpulkanlah segala tipu daya (sihir) kamu, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntung orang yang menang pada hari ini."
قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلۡقِيَ وَ إِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَلۡقَىٰ﴿٦٥﴾
Qaloo ya moosa imma an tulqiya waimma an nakoona awwala man alqa
Mereka berkata, "Wahai Musa! Apakah engkau yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?"
قَالَ بَلۡ أَلۡقُواْ ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمۡ وَ عِصِيُّهُمۡ يُخَيَّلُ إِلَيۡهِ مِن سِحۡرِهِمۡ أَنَّهَا تَسۡعَىٰ﴿٦٦﴾
Qala bal alqoo faitha hibaluhum waʿisiyyuhum yukhayyalu ilayhi min sihrihim annaha tasʿa
Dia (Musa) berkata, "Silakan kamu melemparkan!" Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat, karena sihir mereka.
فَأَوۡجَسَ فِي نَفۡسِهِۦ خِيفَةࣰ مُّوسَىٰ﴿٦٧﴾
Faawjasa fee nafsihi kheefatan moosa
Maka Musa merasa takut dalam hatinya.
قُلۡنَا لَا تَخَفۡ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡأَعۡلَىٰ﴿٦٨﴾
Qulna la takhaf innaka anta alaʿla
Kami berfirman, "Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang).
وَ أَلۡقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلۡقَفۡ مَا صَنَعُوٓاْ ۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيۡدُ سَٰحِرࣲ ۖ وَ لَا يُفۡلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيۡثُ أَتَىٰ﴿٦٩﴾
Waalqi ma fee yameenika talqaf ma sanaʿoo innama sanaʿoo kaydu sahirin wala yuflihu alssahiru haythu ata
Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang."
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدࣰا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَٰرُونَ وَ مُوسَىٰ﴿٧٠﴾
Faolqiya alssaharatu sujjadan qaloo amanna birabbi haroona wamoosa
Lalu para pesihir itu merunduk bersujud, seraya berkata, "Kami telah percaya kepada Tuhannya Harun dan Musa."
قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَ أَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفࣲ وَ لَأُصَلِّبَنَّكُمۡ فِي جُذُوعِ ٱلنَّخۡلِ وَ لَتَعۡلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابࣰا وَ أَبۡقَىٰ﴿٧١﴾
Qala amantum lahu qabla an athana lakum innahu lakabeerukumu allathee ʿallamakumu alssihra falaoqattiʿanna aydiyakum waarjulakum min khilafin walaosallibannakum fee juthooʿi alnnakhli walataʿlamunna ayyuna ashaddu ʿathaban waabqa
Dia (Fir'aun) berkata, "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia itu pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Maka sungguh, akan kupotong tangan dan kakimu secara bersilang, dan sungguh, akan aku salib kamu pada pangkal pohon kurma dan sungguh, kamu pasti akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya."
قَالُواْ لَن نُّؤۡثِرَكَ عَلَىٰ مَا جَآءَنَا مِنَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَ ٱلَّذِي فَطَرَنَا ۖ فَٱقۡضِ مَآ أَنتَ قَاضٍ ۖ إِنَّمَا تَقۡضِي هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَآ﴿٧٢﴾
Qaloo lan nuthiraka ʿala ma jaana mina albayyinati waallathee fatarana faiqdi ma anta qadin innama taqdee hathihi alhayata alddunya
Mereka (para pesihir) berkata, "Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
إِنَّآ ءَامَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغۡفِرَ لَنَا خَطَٰيَٰنَا وَ مَآ أَكۡرَهۡتَنَا عَلَيۡهِ مِنَ ٱلسِّحۡرِ ۗ وَ ٱللَّهُ خَيۡرࣱ وَ أَبۡقَىٰٓ﴿٧٣﴾
Inna amanna birabbina liyaghfira lana khatayana wama akrahtana ʿalayhi mina alssihri waAllahu khayrun waabqa
Kami benar-benar telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah engkau paksakan kepada kami. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)."
إِنَّهُۥ مَن يَأۡتِ رَبَّهُۥ مُجۡرِمࣰا فَإِنَّ لَهُۥ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَ لَا يَحۡيَىٰ﴿٧٤﴾
Innahu man yati rabbahu mujriman fainna lahu jahannama la yamootu feeha wala yahya
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sungguh, baginya adalah neraka Jahanam. Dia tidak mati (terus merasakan azab) di dalamnya dan tidak (pula) hidup (untuk dapat bertobat).
وَ مَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنࣰا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلۡعُلَىٰ﴿٧٥﴾
Waman yatihi muminan qad ʿamila alssalihati faolaika lahumu alddarajatu alʿula
Tetapi barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia),
جَنَّٰتُ عَدۡنࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَ ذَٰلِكَ جَزَآءُ مَن تَزَكَّىٰ﴿٧٦﴾
Jannatu ʿadnin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha wathalika jazao man tazakka
(yaitu) surga-surga Aden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.
وَ لَقَدۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِي فَٱضۡرِبۡ لَهُمۡ طَرِيقࣰا فِي ٱلۡبَحۡرِ يَبَسࣰا لَّا تَخَٰفُ دَرَكࣰا وَ لَا تَخۡشَىٰ﴿٧٧﴾
Walaqad awhayna ila moosa an asri biʿibadee faidrib lahum tareeqan fee albahri yabasan la takhafu darakan wala takhsha
Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, "Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam)."
فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِيَهُم مِّنَ ٱلۡيَمِّ مَا غَشِيَهُمۡ﴿٧٨﴾
Faatbaʿahum firʿawnu bijunoodihi faghashiyahum mina alyammi ma ghashiyahum
Kemudian Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.
وَ أَضَلَّ فِرۡعَوۡنُ قَوۡمَهُۥ وَ مَا هَدَىٰ﴿٧٩﴾
Waadalla firʿawnu qawmahu wama hada
Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ قَدۡ أَنجَيۡنَٰكُم مِّنۡ عَدُوِّكُمۡ وَ وَٰعَدۡنَٰكُمۡ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلۡأَيۡمَنَ وَ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَنَّ وَ ٱلسَّلۡوَىٰ﴿٨٠﴾
Ya banee israeela qad anjaynakum min ʿaduwwikum wawaʿadnakum janiba alttoori alaymana wanazzalna ʿalaykumu almanna waalssalwa
Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu manna dan salwā.
كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَ لَا تَطۡغَوۡاْ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيۡكُمۡ غَضَبِي ۖ وَ مَن يَحۡلِلۡ عَلَيۡهِ غَضَبِي فَقَدۡ هَوَىٰ﴿٨١﴾
Kuloo min tayyibati ma razaqnakum wala tatghaw feehi fayahilla ʿalaykum ghadabee waman yahlil ʿalayhi ghadabee faqad hawa
Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Barangsiapa ditimpa kemurkaan-Ku, maka sungguh, binasalah dia.
وَ إِنِّي لَغَفَّارࣱ لِّمَن تَابَ وَ ءَامَنَ وَ عَمِلَ صَٰلِحࣰا ثُمَّ ٱهۡتَدَىٰ﴿٨٢﴾
Wainnee laghaffarun liman taba waamana waʿamila salihan thumma ihtada
Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
وَ مَآ أَعۡجَلَكَ عَن قَوۡمِكَ يَٰمُوسَىٰ﴿٨٣﴾
Wama aʿjalaka ʿan qawmika ya moosa
"Dan mengapa engkau datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?"
قَالَ هُمۡ أُوْلَآءِ عَلَىٰٓ أَثَرِي وَ عَجِلۡتُ إِلَيۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ﴿٨٤﴾
Qala hum olai ʿala atharee waʿajiltu ilayka rabbi litarda
Dia (Musa) berkata, "Itu mereka sedang menyusul aku dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku, agar Engkau rida (kepadaku)."
قَالَ فَإِنَّا قَدۡ فَتَنَّا قَوۡمَكَ مِنۢ بَعۡدِكَ وَ أَضَلَّهُمُ ٱلسَّامِرِيُّ﴿٨٥﴾
Qala fainna qad fatanna qawmaka min baʿdika waadallahumu alssamiriyyu
Dia (Allah) berfirman, "Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri."
فَرَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ غَضۡبَٰنَ أَسِفࣰا ۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَلَمۡ يَعِدۡكُمۡ رَبُّكُمۡ وَعۡدًا حَسَنًا ۚ أَفَطَالَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡعَهۡدُ أَمۡ أَرَدتُّمۡ أَن يَحِلَّ عَلَيۡكُمۡ غَضَبࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ فَأَخۡلَفۡتُم مَّوۡعِدِي﴿٨٦﴾
Farajaʿa moosa ila qawmihi ghadbana asifan qala ya qawmi alam yaʿidkum rabbukum waʿdan hasanan afatala ʿalaykumu alʿahdu am aradtum an yahilla ʿalaykum ghadabun min rabbikum faakhlaftum mawʿidee
Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Dia (Musa) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan menimpamu, mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
قَالُواْ مَآ أَخۡلَفۡنَا مَوۡعِدَكَ بِمَلۡكِنَا وَ لَٰكِنَّا حُمِّلۡنَآ أَوۡزَارࣰا مِّن زِينَةِ ٱلۡقَوۡمِ فَقَذَفۡنَٰهَا فَكَذَٰلِكَ أَلۡقَى ٱلسَّامِرِيُّ﴿٨٧﴾
Qaloo ma akhlafna mawʿidaka bimalkina walakinna hummilna awzaran min zeenati alqawmi faqathafnaha fakathalika alqa alssamiriyyu
Mereka berkata, "Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir'aun) itu, kemudian kami melemparkannya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melemparkannya,
فَأَخۡرَجَ لَهُمۡ عِجۡلࣰا جَسَدࣰا لَّهُۥ خُوَارࣱ فَقَالُواْ هَٰذَآ إِلَٰهُكُمۡ وَ إِلَٰهُ مُوسَىٰ فَنَسِيَ﴿٨٨﴾
Faakhraja lahum ʿijlan jasadan lahu khuwarun faqaloo hatha ilahukum wailahu moosa fanasiya
kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, "Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa."
أَفَلَا يَرَوۡنَ أَلَّا يَرۡجِعُ إِلَيۡهِمۡ قَوۡلࣰا وَ لَا يَمۡلِكُ لَهُمۡ ضَرࣰّا وَ لَا نَفۡعࣰا﴿٨٩﴾
Afala yarawna alla yarjiʿu ilayhim qawlan wala yamliku lahum darran wala nafʿan
Maka tidakkah mereka memperhatikan bahwa (patung anak sapi itu) tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat untuk mereka?
وَ لَقَدۡ قَالَ لَهُمۡ هَٰرُونُ مِن قَبۡلُ يَٰقَوۡمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِۦ ۖ وَ إِنَّ رَبَّكُمُ ٱلرَّحۡمَٰنُ فَٱتَّبِعُونِي وَ أَطِيعُوٓاْ أَمۡرِي﴿٩٠﴾
Walaqad qala lahum haroonu min qablu ya qawmi innama futintum bihi wainna rabbakumu alrrahmanu faittabiʿoonee waateeʿoo amree
Dan sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, "Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku!"
قَالُواْ لَن نَّبۡرَحَ عَلَيۡهِ عَٰكِفِينَ حَتَّىٰ يَرۡجِعَ إِلَيۡنَا مُوسَىٰ﴿٩١﴾
Qaloo lan nabraha ʿalayhi ʿakifeena hatta yarjiʿa ilayna moosa
Mereka menjawab, "Kami tidak akan meninggalkannya (dan) tetap menyembahnya (patung anak sapi) sampai Musa kembali kepada kami."
قَالَ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَيۡتَهُمۡ ضَلُّوٓاْ﴿٩٢﴾
Qala ya haroonu ma manaʿaka ith raaytahum dalloo
Dia (Musa) berkata, "Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat,
أَلَّا تَتَّبِعَنِ ۖ أَفَعَصَيۡتَ أَمۡرِي﴿٩٣﴾
Alla tattabiʿani afaʿasayta amree
(sehingga) engkau tidak mengikuti aku? Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?"
قَالَ يَبۡنَؤُمَّ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡيَتِي وَ لَا بِرَأۡسِيٓ ۖ إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَيۡنَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَ لَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِي﴿٩٤﴾
Qala ya bna omma la takhuth bilihyatee wala birasee innee khasheetu an taqoola farraqta bayna banee israeela walam tarqub qawlee
Dia (Harun) menjawab, "Wahai putra ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku), "Engkau telah memecah belah antara Bani Israil dan engkau tidak memelihara amanatku."
قَالَ فَمَا خَطۡبُكَ يَٰسَٰمِرِيُّ﴿٩٥﴾
Qala fama khatbuka ya samiriyyu
Dia (Musa) berkata, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?"
قَالَ بَصُرۡتُ بِمَا لَمۡ يَبۡصُرُواْ بِهِۦ فَقَبَضۡتُ قَبۡضَةࣰ مِّنۡ أَثَرِ ٱلرَّسُولِ فَنَبَذۡتُهَا وَ كَذَٰلِكَ سَوَّلَتۡ لِي نَفۡسِي﴿٩٦﴾
Qala basurtu bima lam yabsuroo bihi faqabadtu qabdatan min athari alrrasooli fanabathtuha wakathalika sawwalat lee nafsee
Dia (Samiri) menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku."
قَالَ فَٱذۡهَبۡ فَإِنَّ لَكَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَ ۖ وَ إِنَّ لَكَ مَوۡعِدࣰا لَّن تُخۡلَفَهُۥ ۖ وَ ٱنظُرۡ إِلَىٰٓ إِلَٰهِكَ ٱلَّذِي ظَلۡتَ عَلَيۡهِ عَاكِفࣰا ۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِي ٱلۡيَمِّ نَسۡفًا﴿٩٧﴾
Qala faithhab fainna laka fee alhayati an taqoola la misasa wainna laka mawʿidan lan tukhlafahu waonthur ila ilahika allathee thalta ʿalayhi ʿakifan lanuharriqannahu thumma lanansifannahu fee alyammi nasfan
Dia (Musa) berkata, "Pergilah kau! Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan, ‘Janganlah menyentuh (aku)’! Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat) yang tidak mungkin engkau hindari, dan lihatlah tuhanmu itu yang engkau tetap menyembahnya. Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya) ke dalam laut (berserakan).
إِنَّمَآ إِلَٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَسِعَ كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمࣰا﴿٩٨﴾
Innama ilahukumu Allahu allathee la ilaha illa huwa wasiʿa kulla shayin ʿilman
Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu."
كَذَٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ مَا قَدۡ سَبَقَ ۚ وَ قَدۡ ءَاتَيۡنَٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكۡرࣰا﴿٩٩﴾
Kathalika naqussu ʿalayka min anbai ma qad sabaqa waqad ataynaka min ladunna thikran
Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh, telah Kami berikan kepadamu suatu peringatan (Alquran) dari sisi Kami.
مَّنۡ أَعۡرَضَ عَنۡهُ فَإِنَّهُۥ يَحۡمِلُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وِزۡرًا﴿١٠٠﴾
Man aʿrada ʿanhu fainnahu yahmilu yawma alqiyamati wizran
Barang siapa berpaling darinya (Alquran), maka sesungguhnya dia akan memikul beban yang berat (dosa) pada hari Kiamat,
خَٰلِدِينَ فِيهِ ۖ وَ سَآءَ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ حِمۡلࣰا﴿١٠١﴾
Khalideena feehi wasaa lahum yawma alqiyamati himlan
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan sungguh buruk beban dosa itu bagi mereka pada hari Kiamat,
يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ ۚ وَ نَحۡشُرُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ يَوۡمَئِذࣲ زُرۡقࣰا﴿١٠٢﴾
Yawma yunfakhu fee alssoori wanahshuru almujrimeena yawmaithin zurqan
pada hari (Kiamat) sangkakala ditiup (yang kedua kali) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram,
يَتَخَٰفَتُونَ بَيۡنَهُمۡ إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا عَشۡرࣰا﴿١٠٣﴾
Yatakhafatoona baynahum in labithtum illa ʿashran
mereka saling berbisik satu sama lain, "Kamu tinggal (di dunia) tidak lebih dari sepuluh (hari)."
نَّحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذۡ يَقُولُ أَمۡثَلُهُمۡ طَرِيقَةً إِن لَّبِثۡتُمۡ إِلَّا يَوۡمࣰا﴿١٠٤﴾
Nahnu aʿlamu bima yaqooloona ith yaqoolu amthaluhum tareeqatan in labithtum illa yawman
Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, "Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja."
وَ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡجِبَالِ فَقُلۡ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسۡفࣰا﴿١٠٥﴾
Wayasaloonaka ʿani aljibali faqul yansifuha rabbee nasfan
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur-hancurnya,
فَيَذَرُهَا قَاعࣰا صَفۡصَفࣰا﴿١٠٦﴾
Fayatharuha qaʿan safsafan
kemudian Dia akan menjadikan (bekas gunung-gunung) itu rata sama sekali,
لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجࣰا وَ لَآ أَمۡتࣰا﴿١٠٧﴾
La tara feeha ʿiwajan wala amtan
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."
يَوۡمَئِذࣲ يَتَّبِعُونَ ٱلدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُۥ ۖ وَ خَشَعَتِ ٱلۡأَصۡوَاتُ لِلرَّحۡمَٰنِ فَلَا تَسۡمَعُ إِلَّا هَمۡسࣰا﴿١٠٨﴾
Yawmaithin yattabiʿoona alddaʿiya la ʿiwaja lahu wakhashaʿati alaswatu lilrrahmani fala tasmaʿu illa hamsan
Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.
يَوۡمَئِذࣲ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَ رَضِيَ لَهُۥ قَوۡلࣰا﴿١٠٩﴾
Yawmaithin la tanfaʿu alshshafaʿatu illa man athina lahu alrrahmanu waradiya lahu qawlan
Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.
يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَ مَا خَلۡفَهُمۡ وَ لَا يُحِيطُونَ بِهِۦ عِلۡمࣰا﴿١١٠﴾
Yaʿlamu ma bayna aydeehim wama khalfahum wala yuheetoona bihi ʿilman
Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.
وَ عَنَتِ ٱلۡوُجُوهُ لِلۡحَيِّ ٱلۡقَيُّومِ ۖ وَ قَدۡ خَابَ مَنۡ حَمَلَ ظُلۡمࣰا﴿١١١﴾
Waʿanati alwujoohu lilhayyi alqayyoomi waqad khaba man hamala thulman
Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri. Sungguh rugi orang yang melakukan kezaliman.
وَ مَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَ هُوَ مُؤۡمِنࣱ فَلَا يَخَافُ ظُلۡمࣰا وَ لَا هَضۡمࣰا﴿١١٢﴾
Waman yaʿmal mina alssalihati wahuwa muminun fala yakhafu thulman wala hadman
Dan barang siapa mengerjakan kebajikan sedang dia (dalam keadaan) beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan zalim (terhadapnya) dan tidak (pula khawatir) akan pengurangan haknya.
وَ كَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَٰهُ قُرۡءَانًا عَرَبِيࣰّا وَ صَرَّفۡنَا فِيهِ مِنَ ٱلۡوَعِيدِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ أَوۡ يُحۡدِثُ لَهُمۡ ذِكۡرࣰا﴿١١٣﴾
Wakathalika anzalnahu quranan ʿarabiyyan wasarrafna feehi mina alwaʿeedi laʿallahum yattaqoona aw yuhdithu lahum thikran
Dan demikianlah Kami menurunkan Alquran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa, atau agar (Alquran) itu memberi pengajaran bagi mereka.
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّ ۗ وَ لَا تَعۡجَلۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مِن قَبۡلِ أَن يُقۡضَىٰٓ إِلَيۡكَ وَحۡيُهُۥ ۖ وَ قُل رَّبِّ زِدۡنِي عِلۡمࣰا﴿١١٤﴾
Fataʿala Allahu almaliku alhaqqu wala taʿjal bialqurani min qabli an yuqda ilayka wahyuhu waqul rabbi zidnee ʿilman
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Alquran sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
وَ لَقَدۡ عَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبۡلُ فَنَسِيَ وَ لَمۡ نَجِدۡ لَهُۥ عَزۡمࣰا﴿١١٥﴾
Walaqad ʿahidna ila adama min qablu fanasiya walam najid lahu ʿazman
Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.
وَ إِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ﴿١١٦﴾
Waith qulna lilmalaikati osjudoo liadama fasajadoo illa ibleesa aba
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Lalu mereka pun sujud kecuali Iblis; dia menolak.
فَقُلۡنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوࣱّ لَّكَ وَ لِزَوۡجِكَ فَلَا يُخۡرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلۡجَنَّةِ فَتَشۡقَىٰٓ﴿١١٧﴾
Faqulna ya adamu inna hatha ʿaduwwun laka walizawjika fala yukhrijannakuma mina aljannati fatashqa
Kemudian Kami berfirman, "Wahai Adam! Sungguh ini (Iblis) musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, nanti kamu celaka.
إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَ لَا تَعۡرَىٰ﴿١١٨﴾
Inna laka alla tajooʿa feeha wala taʿra
Sungguh, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,
وَ أَنَّكَ لَا تَظۡمَؤُاْ فِيهَا وَ لَا تَضۡحَىٰ﴿١١٩﴾
Waannaka la tathmao feeha wala tadha
dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari."
فَوَسۡوَسَ إِلَيۡهِ ٱلشَّيۡطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَ مُلۡكࣲ لَّا يَبۡلَىٰ﴿١٢٠﴾
Fawaswasa ilayhi alshshaytanu qala ya adamu hal adulluka ʿala shajarati alkhuldi wamulkin la yabla
Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?"
فَأَكَلَا مِنۡهَا فَبَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءَٰتُهُمَا وَ طَفِقَا يَخۡصِفَانِ عَلَيۡهِمَا مِن وَرَقِ ٱلۡجَنَّةِ ۚ وَ عَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ﴿١٢١﴾
Faakala minha fabadat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani ʿalayhima min waraqi aljannati waʿasa adamu rabbahu faghawa
Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.
ثُمَّ ٱجۡتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيۡهِ وَ هَدَىٰ﴿١٢٢﴾
Thumma ijtabahu rabbuhu fataba ʿalayhi wahada
Kemudian Tuhannya memilih dia, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.
قَالَ ٱهۡبِطَا مِنۡهَا جَمِيعَۢا ۖ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوࣱّ ۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدࣰى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَ لَا يَشۡقَىٰ﴿١٢٣﴾
Qala ihbita minha jameeʿan baʿdukum libaʿdin ʿaduwwun faimma yatiyannakum minnee hudan famani ittabaʿa hudaya fala yadillu wala yashqa
Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَ مَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةࣰ ضَنكࣰا وَ نَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ﴿١٢٤﴾
Waman aʿrada ʿan thikree fainna lahu maʿeeshatan dankan wanahshuruhu yawma alqiyamati aʿman
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَ قَدۡ كُنتُ بَصِيرࣰا﴿١٢٥﴾
Qala rabbi lima hashartanee aʿma waqad kuntu baseeran
Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتۡكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَ كَذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمَ تُنسَىٰ﴿١٢٦﴾
Qala kathalika atatka ayatuna fanaseetaha wakathalika alyawma tunsa
Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
وَ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي مَنۡ أَسۡرَفَ وَ لَمۡ يُؤۡمِنۢ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ ۚ وَ لَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَشَدُّ وَ أَبۡقَىٰٓ﴿١٢٧﴾
Wakathalika najzee man asrafa walam yumin biayati rabbihi walaʿathabu alakhirati ashaddu waabqa
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.
أَفَلَمۡ يَهۡدِ لَهُمۡ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا قَبۡلَهُم مِّنَ ٱلۡقُرُونِ يَمۡشُونَ فِي مَسَٰكِنِهِمۡ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّأُوْلِي ٱلنُّهَىٰ﴿١٢٨﴾
Afalam yahdi lahum kam ahlakna qablahum mina alqurooni yamshoona fee masakinihim inna fee thalika laayatin liolee alnnuha
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
وَ لَوۡلَا كَلِمَةࣱ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامࣰا وَ أَجَلࣱ مُّسَمࣰّى﴿١٢٩﴾
Walawla kalimatun sabaqat min rabbika lakana lizaman waajalun musamman
Dan kalau tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu serta tidak ada batas yang telah ditentukan (ajal), pasti (siksaan itu) menimpa mereka.
فَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ قَبۡلَ طُلُوعِ ٱلشَّمۡسِ وَ قَبۡلَ غُرُوبِهَا ۖ وَ مِنۡ ءَانَآيِٕ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡ وَ أَطۡرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرۡضَىٰ﴿١٣٠﴾
Faisbir ʿala ma yaqooloona wasabbih bihamdi rabbika qabla tulooʿi alshshamsi waqabla ghuroobiha wamin anai allayli fasabbih waatrafa alnnahari laʿallaka tarda
Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang.
وَ لَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجࣰا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِ ۚ وَ رِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرࣱ وَ أَبۡقَىٰ﴿١٣١﴾
Wala tamuddanna ʿaynayka ila ma mattaʿna bihi azwajan minhum zahrata alhayati alddunya linaftinahum feehi warizqu rabbika khayrun waabqa
Dan janganlah engkau belalakkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
وَ أۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَ ٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَا ۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقࣰا ۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَ ۗ وَ ٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ﴿١٣٢﴾
Wamur ahlaka bialssalati waistabir ʿalayha la nasaluka rizqan nahnu narzuquka waalʿaqibatu lilttaqwa
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
وَ قَالُواْ لَوۡلَا يَأۡتِينَا بِـَٔايَةࣲ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۚ أَوَلَمۡ تَأۡتِهِم بَيِّنَةُ مَا فِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ﴿١٣٣﴾
Waqaloo lawla yateena biayatin min rabbihi awalam tatihim bayyinatu ma fee alssuhufi aloola
Dan mereka berkata, "Mengapa dia tidak membawa tanda (bukti) kepada kami dari Tuhannya?" Bukankah telah datang kepada mereka bukti (yang nyata) sebagaimana yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?
وَ لَوۡ أَنَّآ أَهۡلَكۡنَٰهُم بِعَذَابࣲ مِّن قَبۡلِهِۦ لَقَالُواْ رَبَّنَا لَوۡلَآ أَرۡسَلۡتَ إِلَيۡنَا رَسُولࣰا فَنَتَّبِعَ ءَايَٰتِكَ مِن قَبۡلِ أَن نَّذِلَّ وَ نَخۡزَىٰ﴿١٣٤﴾
Walaw anna ahlaknahum biʿathabin min qablihi laqaloo rabbana lawla arsalta ilayna rasoolan fanattabiʿa ayatika min qabli an nathilla wanakhza
Dan kalau mereka Kami binasakan dengan suatu siksaan sebelumnya (Alquran diturunkan), tentulah mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan rendah?"
قُلۡ كُلࣱّ مُّتَرَبِّصࣱ فَتَرَبَّصُواْ ۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ أَصۡحَٰبُ ٱلصِّرَٰطِ ٱلسَّوِيِّ وَ مَنِ ٱهۡتَدَىٰ﴿١٣٥﴾
Qul kullun mutarabbisun fatarabbasoo fasataʿlamoona man ashabu alssirati alssawiyyi wamani ihtada
Katakanlah (Muhammad), "Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah olehmu! Dan kelak kamu akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus, dan siapa yang telah mendapat petunjuk."
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Thaha terdiri dari 135 ayat, diturunkan setelah diturunkannya surat Maryam, dan termasuk surat Makkiyyah.
Surat ini dinamai "Thaha", diambil dari perkataan yang berasal dari ayat pertama surat ini. Sebagaimana yang lazim terdapat pada surat-surat yang memakai huruf-huruf abjad pada permulaannya, di mana huruf tersebut seakan-akan merupakan pemberitahuan Allah kepada orang-orang yang membacanya, bahwa setelah huruf itu akan dikemukakan hal-hal yang sangat penting untuk diketahui, maka demikian pula halnya dengan ayat-ayat yang terdapat setelah huruf "Thaha" dalam surat ini. Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an merupakan peringatan bagi manusia dan wahyu dari Allah, Pencipta semesta alam. Kemudian Allah menerangkan kisah beberapa orang nabi; akibat-akibat yang akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Allah dan orang-orang yang mengingkari-Nya, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain hal-hal tersebut di atas, maka surat ini mengandung pokok-pokok isi sebagai berikut:
1. **Keimanan:**
Al-Qur'an adalah peringatan bagi manusia terutama bagi orang-orang yang bertakwa; Musa langsung menerima wahyu dari Allah tanpa perantara Jibril; Allah bersemayam di atas 'Arsy, mengetahui sesuatu yang samar dan yang lebih samar; keadaan orang berdosa ketika dikumpulkan pada hari kiamat; syafaat tidak bermanfaat pada hari kiamat kecuali dari orang yang mendapat izin dari Allah.
2. **Hukum-hukum:**
Perintah mengerjakan shalat dan keutamaan waktu-waktunya; kewajiban menyuruh keluarga melakukan shalat.
3. **Kisah-kisah:**
Kisah Musa dan Harun dalam menghadapi Fir'aun dan Bani Israil; kisah Nabi Adam dan iblis.
4. **Lain-lain:**
Perintah Allah kepada Nabi Muhammad supaya meminta tambahan ilmu kepada Allah meskipun sudah menjadi rasul; Allah tidak akan mengazab suatu kaum sebelum rasul diutus kepada mereka; larangan teperdaya oleh kesenangan kehidupan dunia.
Dalam surat Thaha ini diterangkan bahwa Al-Qur'an, sebagai kitab yang diwahyukan Allah kepada Nabi Muhammad, adalah peringatan dan kabar gembira bagi manusia, yang wajib diikuti dan diimani. Sangat besar akibat yang dialami oleh orang terdahulu yang tidak mempercayai dan mengingkari rasul-rasul, seperti Fir'aun dan pengikutnya. Kitab Bani Israil pun dipaparkan Allah dalam surat ini sebagai suatu umat yang banyak mengingkari perintah nabinya.
**Hubungan Surat Thaha Dengan Surat Al-Anbiya':**
Surat Thaha diakhiri dengan menerangkan bahwa manusia mudah dipengaruhi oleh kenikmatan hidup dunia, yang oleh Allah dijadikan sebagai cobaan bagi manusia, juga diakhiri dengan menyuruh bersabar dan mendirikan shalat, serta menerangkan apa yang diterima oleh orang yang bertakwa. Hal ini diulangi kembali pada permulaan surat Al-Anbiya' dan ditegaskan bahwa manusia selalu lalai dan lupa terhadap perbuatan yang harus dilakukan untuk menghadapi hari kiamat dan hisab di akhirat nanti.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex