Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat Al-Kahfi

سورة الكهف

Surat Al-Kahfi

Penghuni-Penghuni Gua

Surat ke-18110 ayatMakkiyahJuz 15

Surat Al-Kahfi (Penghuni-Penghuni Gua) adalah surat ke-18 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 110 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

Juga dicari sebagai: Surat Al Kahfi

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 18:1Baca di mushaf ↗

    ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَ لَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ﴿١﴾

    Alhamdu lillahi allathee anzala ʿala ʿabdihi alkitaba walam yajʿal lahu ʿiwajan

    Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;

  2. 18:2Baca di mushaf ↗

    قَيِّمࣰا لِّيُنذِرَ بَأۡسࣰا شَدِيدࣰا مِّن لَّدُنۡهُ وَ يُبَشِّرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرًا حَسَنࣰا﴿٢﴾

    Qayyiman liyunthira basan shadeedan min ladunhu wayubashshira almumineena allatheena yaʿmaloona alssalihati anna lahum ajran hasanan

    sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,

  3. 18:3Baca di mushaf ↗

    مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدࣰا﴿٣﴾

    Makitheena feehi abadan

    mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

  4. 18:4Baca di mushaf ↗

    وَ يُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدࣰا﴿٤﴾

    Wayunthira allatheena qaloo ittakhatha Allahu waladan

    Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

  5. 18:5Baca di mushaf ↗

    مَّا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمࣲ وَ لَا لِأٓبَآئِهِمۡ ۚ كَبُرَتۡ كَلِمَةࣰ تَخۡرُجُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبࣰا﴿٥﴾

    Ma lahum bihi min ʿilmin wala liabaihim kaburat kalimatan takhruju min afwahihim in yaqooloona illa kathiban

    Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (suatu) kebohongan belaka.

  6. 18:6Baca di mushaf ↗

    فَلَعَلَّكَ بَٰخِعࣱ نَّفۡسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ إِن لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَسَفًا﴿٦﴾

    Falaʿallaka bakhiʿun nafsaka ʿala atharihim in lam yuminoo bihatha alhadeethi asafan

    Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran).

  7. 18:7Baca di mushaf ↗

    إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةࣰ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلࣰا﴿٧﴾

    Inna jaʿalna ma ʿala alardi zeenatan laha linabluwahum ayyuhum ahsanu ʿamalan

    Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya.

  8. 18:8Baca di mushaf ↗

    وَ إِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدࣰا جُرُزًا﴿٨﴾

    Wainna lajaʿiloona ma ʿalayha saʿeedan juruzan

    Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

  9. 18:9Baca di mushaf ↗

    أَمۡ حَسِبۡتَ أَنَّ أَصۡحَٰبَ ٱلۡكَهۡفِ وَ ٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنۡ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا﴿٩﴾

    Am hasibta anna ashaba alkahfi waalrraqeemi kanoo min ayatina ʿajaban

    Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqīm itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

  10. 18:10Baca di mushaf ↗

    إِذۡ أَوَى ٱلۡفِتۡيَةُ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةࣰ وَ هَيِّئۡ لَنَا مِنۡ أَمۡرِنَا رَشَدࣰا﴿١٠﴾

    Ith awa alfityatu ila alkahfi faqaloo rabbana atina min ladunka rahmatan wahayyi lana min amrina rashadan

    (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

  11. 18:11Baca di mushaf ↗

    فَضَرَبۡنَا عَلَىٰٓ ءَاذَانِهِمۡ فِي ٱلۡكَهۡفِ سِنِينَ عَدَدࣰا﴿١١﴾

    Fadarabna ʿala athanihim fee alkahfi sineena ʿadadan

    Maka Kami tutup telinga mereka di dalam gua itu, selama beberapa tahun,

  12. 18:12Baca di mushaf ↗

    ثُمَّ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِنَعۡلَمَ أَيُّ ٱلۡحِزۡبَيۡنِ أَحۡصَىٰ لِمَا لَبِثُوٓاْ أَمَدࣰا﴿١٢﴾

    Thumma baʿathnahum linaʿlama ayyu alhizbayni ahsa lima labithoo amadan

    kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara ke dua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu).

  13. 18:13Baca di mushaf ↗

    نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّ ۚ إِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ ءَامَنُواْ بِرَبِّهِمۡ وَ زِدۡنَٰهُمۡ هُدࣰى﴿١٣﴾

    Nahnu naqussu ʿalayka nabaahum bialhaqqi innahum fityatun amanoo birabbihim wazidnahum hudan

    Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.

  14. 18:14Baca di mushaf ↗

    وَ رَبَطۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ إِذۡ قَامُواْ فَقَالُواْ رَبُّنَا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ لَن نَّدۡعُوَاْ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهࣰا ۖ لَّقَدۡ قُلۡنَآ إِذࣰا شَطَطًا﴿١٤﴾

    Warabatna ʿala quloobihim ith qamoo faqaloo rabbuna rabbu alssamawati waalardi lan nadʿuwa min doonihi ilahan laqad qulna ithan shatatan

    dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri) lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."

  15. 18:15Baca di mushaf ↗

    هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمُنَا ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةࣰ ۖ لَّوۡلَا يَأۡتُونَ عَلَيۡهِم بِسُلۡطَٰنِۭ بَيِّنࣲ ۖ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبࣰا﴿١٥﴾

    Haolai qawmuna ittakhathoo min doonihi alihatan lawla yatoona ʿalayhim bisultanin bayyinin faman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban

    Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?

  16. 18:16Baca di mushaf ↗

    وَ إِذِ ٱعۡتَزَلۡتُمُوهُمۡ وَ مَا يَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ فَأۡوُۥٓاْ إِلَى ٱلۡكَهۡفِ يَنشُرۡ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَ يُهَيِّئۡ لَكُم مِّنۡ أَمۡرِكُم مِّرۡفَقࣰا﴿١٦﴾

    Waithi iʿtazaltumoohum wama yaʿbudoona illa Allaha fawoo ila alkahfi yanshur lakum rabbukum min rahmatihi wayuhayyi lakum min amrikum mirfaqan

    Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu.

  17. 18:17Baca di mushaf ↗

    وَ تَرَى ٱلشَّمۡسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَٰوَرُ عَن كَهۡفِهِمۡ ذَاتَ ٱلۡيَمِينِ وَ إِذَا غَرَبَت تَّقۡرِضُهُمۡ ذَاتَ ٱلشِّمَالِ وَ هُمۡ فِي فَجۡوَةࣲ مِّنۡهُ ۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ۗ مَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلۡمُهۡتَدِ ۖ وَ مَن يُضۡلِلۡ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ وَلِيࣰّا مُّرۡشِدࣰا﴿١٧﴾

    Watara alshshamsa itha talaʿat tazawaru ʿan kahfihim thata alyameeni waitha gharabat taqriduhum thata alshshimali wahum fee fajwatin minhu thalika min ayati Allahi man yahdi Allahu fahuwa almuhtadi waman yudlil falan tajida lahu waliyyan murshidan

    Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan apabila matahari itu terbenam, menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas di dalam (gua) itu. Itulah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

  18. 18:18Baca di mushaf ↗

    وَ تَحۡسَبُهُمۡ أَيۡقَاظࣰا وَ هُمۡ رُقُودࣱ ۚ وَ نُقَلِّبُهُمۡ ذَاتَ ٱلۡيَمِينِ وَ ذَاتَ ٱلشِّمَالِ ۖ وَ كَلۡبُهُم بَٰسِطࣱ ذِرَاعَيۡهِ بِٱلۡوَصِيدِ ۚ لَوِ ٱطَّلَعۡتَ عَلَيۡهِمۡ لَوَلَّيۡتَ مِنۡهُمۡ فِرَارࣰا وَ لَمُلِئۡتَ مِنۡهُمۡ رُعۡبࣰا﴿١٨﴾

    Watahsabuhum ayqathan wahum ruqoodun wanuqallibuhum thata alyameeni wathata alshshimali wakalbuhum basitun thiraʿayhi bialwaseedi lawi ittalaʿta ʿalayhim lawallayta minhum firaran walamulita minhum ruʿban

    Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.

  19. 18:19Baca di mushaf ↗

    وَ كَذَٰلِكَ بَعَثۡنَٰهُمۡ لِيَتَسَآءَلُواْ بَيۡنَهُمۡ ۚ قَالَ قَآئِلࣱ مِّنۡهُمۡ كَمۡ لَبِثۡتُمۡ ۖ قَالُواْ لَبِثۡنَا يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمࣲ ۚ قَالُواْ رَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَا لَبِثۡتُمۡ فَٱبۡعَثُوٓاْ أَحَدَكُم بِوَرِقِكُمۡ هَٰذِهِۦٓ إِلَى ٱلۡمَدِينَةِ فَلۡيَنظُرۡ أَيُّهَآ أَزۡكَىٰ طَعَامࣰا فَلۡيَأۡتِكُم بِرِزۡقࣲ مِّنۡهُ وَ لۡيَتَلَطَّفۡ وَ لَا يُشۡعِرَنَّ بِكُمۡ أَحَدًا﴿١٩﴾

    Wakathalika baʿathnahum liyatasaaloo baynahum qala qailun minhum kam labithtum qaloo labithna yawman aw baʿda yawmin qaloo rabbukum aʿlamu bima labithtum faibʿathoo ahadakum biwariqikum hathihi ila almadeenati falyanthur ayyuha azka taʿaman falyatikum birizqin minhu walyatalattaf wala yushʿiranna bikum ahadan

    Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi), "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun.

  20. 18:20Baca di mushaf ↗

    إِنَّهُمۡ إِن يَظۡهَرُواْ عَلَيۡكُمۡ يَرۡجُمُوكُمۡ أَوۡ يُعِيدُوكُمۡ فِي مِلَّتِهِمۡ وَ لَن تُفۡلِحُوٓاْ إِذًا أَبَدࣰا﴿٢٠﴾

    Innahum in yathharoo ʿalaykum yarjumookum aw yuʿeedookum fee millatihim walan tuflihoo ithan abadan

    Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempari kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya."

  21. 18:21Baca di mushaf ↗

    وَ كَذَٰلِكَ أَعۡثَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ لِيَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣱّ وَ أَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيۡبَ فِيهَآ إِذۡ يَتَنَٰزَعُونَ بَيۡنَهُمۡ أَمۡرَهُمۡ ۖ فَقَالُواْ ٱبۡنُواْ عَلَيۡهِم بُنۡيَٰنࣰا ۖ رَّبُّهُمۡ أَعۡلَمُ بِهِمۡ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ غَلَبُواْ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِمۡ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيۡهِم مَّسۡجِدࣰا﴿٢١﴾

    Wakathalika aʿtharna ʿalayhim liyaʿlamoo anna waʿda Allahi haqqun waanna alsaʿata la rayba feeha ith yatanazaʿoona baynahum amrahum faqaloo ibnoo ʿalayhim bunyanan rabbuhum aʿlamu bihim qala allatheena ghalaboo ʿala amrihim lanattakhithanna ʿalayhim masjidan

    Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, "Dirikanlah suatu bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka." Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, "Kami pasti akan mendirikan suatu rumah ibadah di atasnya."

  22. 18:22Baca di mushaf ↗

    سَيَقُولُونَ ثَلَٰثَةࣱ رَّابِعُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ وَ يَقُولُونَ خَمۡسَةࣱ سَادِسُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ رَجۡمَۢا بِٱلۡغَيۡبِ ۖ وَ يَقُولُونَ سَبۡعَةࣱ وَ ثَامِنُهُمۡ كَلۡبُهُمۡ ۚ قُل رَّبِّيٓ أَعۡلَمُ بِعِدَّتِهِم مَّا يَعۡلَمُهُمۡ إِلَّا قَلِيلࣱ ۗ فَلَا تُمَارِ فِيهِمۡ إِلَّا مِرَآءࣰ ظَٰهِرࣰا وَ لَا تَسۡتَفۡتِ فِيهِم مِّنۡهُمۡ أَحَدࣰا﴿٢٢﴾

    Sayaqooloona thalathatun rabiʿuhum kalbuhum wayaqooloona khamsatun sadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaqooloona sabʿatun wathaminuhum kalbuhum qul rabbee aʿlamu biʿiddatihim ma yaʿlamuhum illa qaleelun fala tumari feehim illa miraan thahiran wala tastafti feehim minhum ahadan

    Nanti (ada orang yang akan) mengatakan," (Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya," dan (yang lain) mengatakan, "(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya," sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, "(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya." Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit." Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.

  23. 18:23Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تَقُولَنَّ لِشَاْيۡءٍ إِنِّي فَاعِلࣱ ذَٰلِكَ غَدًا﴿٢٣﴾

    Wala taqoolanna lishayin innee faʿilun thalika ghadan

    Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, "Aku pasti melakukan itu besok pagi,"

  24. 18:24Baca di mushaf ↗

    إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَ ٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَ قُلۡ عَسَىٰٓ أَن يَهۡدِيَنِ رَبِّي لِأَقۡرَبَ مِنۡ هَٰذَا رَشَدࣰا﴿٢٤﴾

    Illa an yashaa Allahu waothkur rabbaka itha naseeta waqul ʿasa an yahdiyani rabbee liaqraba min hatha rashadan

    kecuali (dengan mengatakan), "Insyā Allah." Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberi petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini."

  25. 18:25Baca di mushaf ↗

    وَ لَبِثُواْ فِي كَهۡفِهِمۡ ثَلَٰثَ مِاْئَةࣲ سِنِينَ وَ ٱزۡدَادُواْ تِسۡعࣰا﴿٢٥﴾

    Walabithoo fee kahfihim thalatha miatin sineena waizdadoo tisʿan

    Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.

  26. 18:26Baca di mushaf ↗

    قُلِ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا لَبِثُواْ ۖ لَهُۥ غَيۡبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ أَبۡصِرۡ بِهِۦ وَ أَسۡمِعۡ ۚ مَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيࣲّ وَ لَا يُشۡرِكُ فِي حُكۡمِهِۦٓ أَحَدࣰا﴿٢٦﴾

    Quli Allahu aʿlamu bima labithoo lahu ghaybu alssamawati waalardi absir bihi waasmiʿ ma lahum min doonihi min waliyyin wala yushriku fee hukmihi ahadan

    Katakanlah, "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain Dia; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan."

  27. 18:27Baca di mushaf ↗

    وَ ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِۦ وَ لَن تَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلۡتَحَدࣰا﴿٢٧﴾

    Waotlu ma oohiya ilayka min kitabi rabbika la mubaddila likalimatihi walan tajida min doonihi multahadan

    Dan bacakanlah (Muhammad) apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Alquran). Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan engkau tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain kepada-Nya.

  28. 18:28Baca di mushaf ↗

    وَ ٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَ ٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ ۖ وَ لَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ لَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَ كَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطࣰا﴿٢٨﴾

    Waisbir nafsaka maʿa allatheena yadʿoona rabbahum bialghadati waalʿashiyyi yureedoona wajhahu wala taʿdu ʿaynaka ʿanhum tureedu zeenata alhayati alddunya wala tutiʿ man aghfalna qalbahu ʿan thikrina waittabaʿa hawahu wakana amruhu furutan

    Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.

  29. 18:29Baca di mushaf ↗

    وَ قُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡ ۖ فَمَن شَآءَ فَلۡيُؤۡمِن وَ مَن شَآءَ فَلۡيَكۡفُرۡ ۚ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَا ۚ وَ إِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءࣲ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَ ۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَ سَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا﴿٢٩﴾

    Waquli alhaqqu min rabbikum faman shaa falyumin waman shaa falyakfur inna aʿtadna lilththalimeena naran ahata bihim suradiquha wain yastagheethoo yughathoo bimain kaalmuhli yashwee alwujooha bisa alshsharabu wasaat murtafaqan

    Dan katakanlah (Muhammad), "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barang siapa menghendaki (beriman) hendaklah dia beriman, dan barang siapa menghendaki (kafir) biarlah dia kafir." Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta pertolongan (minum), mereka akan diberi air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan wajah. (Itulah) minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

  30. 18:30Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ مَنۡ أَحۡسَنَ عَمَلًا﴿٣٠﴾

    Inna allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati inna la nudeeʿu ajra man ahsana ʿamalan

    Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu.

  31. 18:31Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبࣲ وَ يَلۡبَسُونَ ثِيَابًا خُضۡرࣰا مِّن سُندُسࣲ وَ إِسۡتَبۡرَقࣲ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ ۚ نِعۡمَ ٱلثَّوَابُ وَ حَسُنَتۡ مُرۡتَفَقࣰا﴿٣١﴾

    Olaika lahum jannatu ʿadnin tajree min tahtihimu alanharu yuhallawna feeha min asawira min thahabin wayalbasoona thiyaban khudran min sundusin waistabraqin muttakieena feeha ʿala alaraiki niʿma alththawabu wahasunat murtafaqan

    Mereka itulah yang memperoleh surga Aden, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala, dan tempat istirahat yang indah;

  32. 18:32Baca di mushaf ↗

    وَ ٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلࣰا رَّجُلَيۡنِ جَعَلۡنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيۡنِ مِنۡ أَعۡنَٰبࣲ وَ حَفَفۡنَٰهُمَا بِنَخۡلࣲ وَ جَعَلۡنَا بَيۡنَهُمَا زَرۡعࣰا﴿٣٢﴾

    Waidrib lahum mathalan rajulayni jaʿalna liahadihima jannatayni min aʿnabin wahafafnahuma binakhlin wajaʿalna baynahuma zarʿan

    Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka suatu perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang (yang kafir) Kami beri dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara keduanya (kebun itu) Kami buatkan ladang.

  33. 18:33Baca di mushaf ↗

    كِلۡتَا ٱلۡجَنَّتَيۡنِ ءَاتَتۡ أُكُلَهَا وَ لَمۡ تَظۡلِم مِّنۡهُ شَيۡـࣰٔا ۚ وَ فَجَّرۡنَا خِلَٰلَهُمَا نَهَرࣰا﴿٣٣﴾

    Kilta aljannatayni atat okulaha walam tathlim minhu shayan wafajjarna khilalahuma naharan

    Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,

  34. 18:34Baca di mushaf ↗

    وَ كَانَ لَهُۥ ثَمَرࣱ فَقَالَ لِصَٰحِبِهِۦ وَ هُوَ يُحَاوِرُهُۥٓ أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالࣰا وَ أَعَزُّ نَفَرࣰا﴿٣٤﴾

    Wakana lahu thamarun faqala lisahibihi wahuwa yuhawiruhu ana aktharu minka malan waaʿazzu nafaran

    dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, "Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat."

  35. 18:35Baca di mushaf ↗

    وَ دَخَلَ جَنَّتَهُۥ وَ هُوَ ظَالِمࣱ لِّنَفۡسِهِۦ قَالَ مَآ أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَٰذِهِۦٓ أَبَدࣰا﴿٣٥﴾

    Wadakhala jannatahu wahuwa thalimun linafsihi qala ma athunnu an tabeeda hathihi abadan

    Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri (karena angkuh dan kafir); dia berkata, "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

  36. 18:36Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ أَظُنُّ ٱلسَّاعَةَ قَآئِمَةࣰ وَ لَئِن رُّدِدتُّ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيۡرࣰا مِّنۡهَا مُنقَلَبࣰا﴿٣٦﴾

    Wama athunnu alssaʿata qaimatan walain rudidtu ila rabbee laajidanna khayran minha munqalaban

    dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini."

  37. 18:37Baca di mushaf ↗

    قَالَ لَهُۥ صَاحِبُهُۥ وَ هُوَ يُحَاوِرُهُۥٓ أَكَفَرۡتَ بِٱلَّذِي خَلَقَكَ مِن تُرَابࣲ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةࣲ ثُمَّ سَوَّىٰكَ رَجُلࣰا﴿٣٧﴾

    Qala lahu sahibuhu wahuwa yuhawiruhu akafarta biallathee khalaqaka min turabin thumma min nutfatin thumma sawwaka rajulan

    Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, "Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?

  38. 18:38Baca di mushaf ↗

    لَّٰكِنَّا۠ هُوَ ٱللَّهُ رَبِّي وَ لَآ أُشۡرِكُ بِرَبِّيٓ أَحَدࣰا﴿٣٨﴾

    Lakinna huwa Allahu rabbee wala oshriku birabbee ahadan

    Tetapi aku (percaya bahwa), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.

  39. 18:39Baca di mushaf ↗

    وَ لَوۡلَآ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالࣰا وَ وَلَدࣰا﴿٣٩﴾

    Walawla ith dakhalta jannataka qulta ma shaa Allahu la quwwata illa biAllahi in tarani ana aqalla minka malan wawaladan

    Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan "Māsyā Allāh, lā quwwata illā billāh" (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.

  40. 18:40Baca di mushaf ↗

    فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرࣰا مِّن جَنَّتِكَ وَ يُرۡسِلَ عَلَيۡهَا حُسۡبَانࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَتُصۡبِحَ صَعِيدࣰا زَلَقًا﴿٤٠﴾

    Faʿasa rabbee an yutiyani khayran min jannatika wayursila ʿalayha husbanan mina alssamai fatusbiha saʿeedan zalaqan

    Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

  41. 18:41Baca di mushaf ↗

    أَوۡ يُصۡبِحَ مَآؤُهَا غَوۡرࣰا فَلَن تَسۡتَطِيعَ لَهُۥ طَلَبࣰا﴿٤١﴾

    Aw yusbiha maoha ghawran falan tastateeʿa lahu talaban

    atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi."

  42. 18:42Baca di mushaf ↗

    وَ أُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصۡبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيۡهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَ هِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُشۡرِكۡ بِرَبِّيٓ أَحَدࣰا﴿٤٢﴾

    Waoheeta bithamarihi faasbaha yuqallibu kaffayhi ʿala ma anfaqa feeha wahiya khawiyatun ʿala ʿurooshiha wayaqoolu ya laytanee lam oshrik birabbee ahadan

    Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (tiangnya) lalu dia berkata, "Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun."

  43. 18:43Baca di mushaf ↗

    وَ لَمۡ تَكُن لَّهُۥ فِئَةࣱ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَ مَا كَانَ مُنتَصِرًا﴿٤٣﴾

    Walam takun lahu fiatun yansuroonahu min dooni Allahi wama kana muntasiran

    Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.

  44. 18:44Baca di mushaf ↗

    هُنَالِكَ ٱلۡوَلَٰيَةُ لِلَّهِ ٱلۡحَقِّ ۚ هُوَ خَيۡرࣱ ثَوَابࣰا وَ خَيۡرٌ عُقۡبࣰا﴿٤٤﴾

    Hunalika alwalayatu lillahi alhaqqi huwa khayrun thawaban wakhayrun ʿuqban

    Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik.

  45. 18:45Baca di mushaf ↗

    وَ ٱضۡرِبۡ لَهُم مَّثَلَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ فَأَصۡبَحَ هَشِيمࣰا تَذۡرُوهُ ٱلرِّيَٰحُ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ مُّقۡتَدِرًا﴿٤٥﴾

    Waidrib lahum mathala alhayati alddunya kamain anzalnahu mina alssamai faikhtalata bihi nabatu alardi faasbaha hasheeman tathroohu alrriyahu wakana Allahu ʿala kulli shayin muqtadiran

    Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

  46. 18:46Baca di mushaf ↗

    ٱلۡمَالُ وَ ٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ ٱلۡبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيۡرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابࣰا وَ خَيۡرٌ أَمَلࣰا﴿٤٦﴾

    Almalu waalbanoona zeenatu alhayati alddunya waalbaqiyatu alssalihatu khayrun ʿinda rabbika thawaban wakhayrun amalan

    Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

  47. 18:47Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ نُسَيِّرُ ٱلۡجِبَالَ وَ تَرَى ٱلۡأَرۡضَ بَارِزَةࣰ وَ حَشَرۡنَٰهُمۡ فَلَمۡ نُغَادِرۡ مِنۡهُمۡ أَحَدࣰا﴿٤٧﴾

    Wayawma nusayyiru aljibala watara alarda barizatan wahasharnahum falam nughadir minhum ahadan

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau akan melihat bumi itu rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.

  48. 18:48Baca di mushaf ↗

    وَ عُرِضُواْ عَلَىٰ رَبِّكَ صَفࣰّا لَّقَدۡ جِئۡتُمُونَا كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةِۭ ۚ بَلۡ زَعَمۡتُمۡ أَلَّن نَّجۡعَلَ لَكُم مَّوۡعِدࣰا﴿٤٨﴾

    Waʿuridoo ʿala rabbika saffan laqad jitumoona kama khalaqnakum awwala marratin bal zaʿamtum allan najʿala lakum mawʿidan

    Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. (Allah berfirman), "Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada pertama kali; bahkan kamu menganggap bahwa Kami tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (berbangkit untuk memenuhi) perjanjian."

  49. 18:49Baca di mushaf ↗

    وَ وُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَ يَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةࣰ وَ لَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَا ۚ وَ وَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرࣰا ۗ وَ لَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدࣰا﴿٤٩﴾

    Wawudiʿa alkitabu fatara almujrimeena mushfiqeena mimma feehi wayaqooloona ya waylatana ma lihatha alkitabi la yughadiru sagheeratan wala kabeeratan illa ahsaha wawajadoo ma ʿamiloo hadiran wala yathlimu rabbuka ahadan

    Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya," dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun."

  50. 18:50Baca di mushaf ↗

    وَ إِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَ ذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَ هُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢ ۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلࣰا﴿٥٠﴾

    Waith qulna lilmalaikati osjudoo liadama fasajadoo illa ibleesa kana mina aljinni fafasaqa ʿan amri rabbihi afatattakhithoonahu wathurriyyatahu awliyaa min doonee wahum lakum ʿaduwwun bisa lilththalimeena badalan

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim.

  51. 18:51Baca di mushaf ↗

    مَّآ أَشۡهَدتُّهُمۡ خَلۡقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ لَا خَلۡقَ أَنفُسِهِمۡ وَ مَا كُنتُ مُتَّخِذَ ٱلۡمُضِلِّينَ عَضُدࣰا﴿٥١﴾

    Ma ashhadtuhum khalqa alssamawati waalardi wala khalqa anfusihim wama kuntu muttakhitha almudilleena ʿadudan

    Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan Aku tidak menjadikan orang yang menyesatkan itu sebagai penolong.

  52. 18:52Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ يَقُولُ نَادُواْ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ فَدَعَوۡهُمۡ فَلَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُمۡ وَ جَعَلۡنَا بَيۡنَهُم مَّوۡبِقࣰا﴿٥٢﴾

    Wayawma yaqoolu nadoo shurakaiya allatheena zaʿamtum fadaʿawhum falam yastajeeboo lahum wajaʿalna baynahum mawbiqan

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Dia berfirman, "Panggillah olehmu sekutu-sekutu-Ku yang kamu klaim itu!" Mereka lalu memanggilnya, tetapi mereka (sekutu-sekutu) tidak membalas (seruan) mereka dan Kami adakan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka).

  53. 18:53Baca di mushaf ↗

    وَ رَءَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٱلنَّارَ فَظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مُّوَاقِعُوهَا وَ لَمۡ يَجِدُواْ عَنۡهَا مَصۡرِفࣰا﴿٥٣﴾

    Waraa almujrimoona alnnara fathannoo annahum muwaqiʿooha walam yajidoo ʿanha masrifan

    Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling darinya.

  54. 18:54Baca di mushaf ↗

    وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلࣲ ۚ وَ كَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ أَكۡثَرَ شَيۡءࣲ جَدَلࣰا﴿٥٤﴾

    Walaqad sarrafna fee hatha alqurani lilnnasi min kulli mathalin wakana alinsanu akthara shayin jadalan

    Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Alquran ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah.

  55. 18:55Baca di mushaf ↗

    وَ مَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤۡمِنُوٓاْ إِذۡ جَآءَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ وَ يَسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّهُمۡ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ أَوۡ يَأۡتِيَهُمُ ٱلۡعَذَابُ قُبُلࣰا﴿٥٥﴾

    Wama manaʿa alnnasa an yuminoo ith jaahumu alhuda wayastaghfiroo rabbahum illa an tatiyahum sunnatu alawwaleena aw yatiyahumu alʿathabu qubulan

    Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.

  56. 18:56Baca di mushaf ↗

    وَ مَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَ مُنذِرِينَ ۚ وَ يُجَٰدِلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ لِيُدۡحِضُواْ بِهِ ٱلۡحَقَّ ۖ وَ ٱتَّخَذُوٓاْ ءَايَٰتِي وَ مَآ أُنذِرُواْ هُزُوࣰا﴿٥٦﴾

    Wama nursilu almursaleena illa mubashshireena wamunthireena wayujadilu allatheena kafaroo bialbatili liyudhidoo bihi alhaqqa waittakhathoo ayatee wama onthiroo huzuwan

    Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan.

  57. 18:57Baca di mushaf ↗

    وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن ذُكِّرَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ فَأَعۡرَضَ عَنۡهَا وَ نَسِيَ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ ۚ إِنَّا جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرࣰا ۖ وَ إِن تَدۡعُهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ فَلَن يَهۡتَدُوٓاْ إِذًا أَبَدࣰا﴿٥٧﴾

    Waman athlamu mimman thukkira biayati rabbihi faaʿrada ʿanha wanasiya ma qaddamat yadahu inna jaʿalna ʿala quloobihim akinnatan an yafqahoohu wafee athanihim waqran wain tadʿuhum ila alhuda falan yahtadoo ithan abadan

    Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendati pun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.

  58. 18:58Baca di mushaf ↗

    وَ رَبُّكَ ٱلۡغَفُورُ ذُو ٱلرَّحۡمَةِ ۖ لَوۡ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُواْ لَعَجَّلَ لَهُمُ ٱلۡعَذَابَ ۚ بَل لَّهُم مَّوۡعِدࣱ لَّن يَجِدُواْ مِن دُونِهِۦ مَوۡئِلࣰا﴿٥٨﴾

    Warabbuka alghafooru thoo alrrahmati law yuakhithuhum bima kasaboo laʿajjala lahumu alʿathaba bal lahum mawʿidun lan yajidoo min doonihi mawilan

    Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya.

  59. 18:59Baca di mushaf ↗

    وَ تِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰٓ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ لَمَّا ظَلَمُواْ وَ جَعَلۡنَا لِمَهۡلِكِهِم مَّوۡعِدࣰا﴿٥٩﴾

    Watilka alqura ahlaknahum lamma thalamoo wajaʿalna limahlikihim mawʿidan

    Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.

  60. 18:60Baca di mushaf ↗

    وَ إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبۡرَحُ حَتَّىٰٓ أَبۡلُغَ مَجۡمَعَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ أَوۡ أَمۡضِيَ حُقُبࣰا﴿٦٠﴾

    Waith qala moosa lifatahu la abrahu hatta ablugha majmaʿa albahrayni aw amdiya huquban

    Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun."

  61. 18:61Baca di mushaf ↗

    فَلَمَّا بَلَغَا مَجۡمَعَ بَيۡنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِي ٱلۡبَحۡرِ سَرَبࣰا﴿٦١﴾

    Falamma balagha majmaʿa baynihima nasiya hootahuma faittakhatha sabeelahu fee albahri saraban

    Maka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.

  62. 18:62Baca di mushaf ↗

    فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدۡ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبࣰا﴿٦٢﴾

    Falamma jawaza qala lifatahu atina ghadaana laqad laqeena min safarina hatha nasaban

    Maka ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, "Bawalah ke mari makanan kita; sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini."

  63. 18:63Baca di mushaf ↗

    قَالَ أَرَءَيۡتَ إِذۡ أَوَيۡنَآ إِلَى ٱلصَّخۡرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ ٱلۡحُوتَ وَ مَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيۡطَٰنُ أَنۡ أَذۡكُرَهُۥ ۚ وَ ٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِي ٱلۡبَحۡرِ عَجَبࣰا﴿٦٣﴾

    Qala araayta ith awayna ila alssakhrati fainnee naseetu alhoota wama ansaneehu illa alshshaytanu an athkurahu waittakhatha sabeelahu fee albahri ʿajaban

    Dia (pembantunya) menjawab, "Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuat aku lupa untuk mengingatnya kecuali setan, dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."

  64. 18:64Baca di mushaf ↗

    قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبۡغِ ۚ فَٱرۡتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصࣰا﴿٦٤﴾

    Qala thalika ma kunna nabghi fairtadda ʿala atharihima qasasan

    Dia (Musa) berkata, "Itulah (tempat) yang kita cari." Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula,

  65. 18:65Baca di mushaf ↗

    فَوَجَدَا عَبۡدࣰا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَٰهُ رَحۡمَةࣰ مِّنۡ عِندِنَا وَ عَلَّمۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمࣰا﴿٦٥﴾

    Fawajada ʿabdan min ʿibadina ataynahu rahmatan min ʿindina waʿallamnahu min ladunna ʿilman

    lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.

  66. 18:66Baca di mushaf ↗

    قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلۡ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمۡتَ رُشۡدࣰا﴿٦٦﴾

    Qala lahu moosa hal attabiʿuka ʿala an tuʿallimani mimma ʿullimta rushdan

    Musa berkata kepadanya, "Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?"

  67. 18:67Baca di mushaf ↗

    قَالَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرࣰا﴿٦٧﴾

    Qala innaka lan tastateeʿa maʿiya sabran

    Dia menjawab, "Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.

  68. 18:68Baca di mushaf ↗

    وَ كَيۡفَ تَصۡبِرُ عَلَىٰ مَا لَمۡ تُحِطۡ بِهِۦ خُبۡرࣰا﴿٦٨﴾

    Wakayfa tasbiru ʿala ma lam tuhit bihi khubran

    Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

  69. 18:69Baca di mushaf ↗

    قَالَ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِرࣰا وَ لَآ أَعۡصِي لَكَ أَمۡرࣰا﴿٦٩﴾

    Qala satajidunee in shaa Allahu sabiran wala aʿsee laka amran

    Dia (Musa) berkata, "Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun."

  70. 18:70Baca di mushaf ↗

    قَالَ فَإِنِ ٱتَّبَعۡتَنِي فَلَا تَسۡـَٔلۡنِي عَن شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ أُحۡدِثَ لَكَ مِنۡهُ ذِكۡرࣰا﴿٧٠﴾

    Qala faini ittabaʿtanee fala tasalnee ʿan shayin hatta ohditha laka minhu thikran

    Dia berkata, "Jika engkau mengikutiku, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, sampai aku menerangkannya kepadamu."

  71. 18:71Baca di mushaf ↗

    فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا رَكِبَا فِي ٱلسَّفِينَةِ خَرَقَهَا ۖ قَالَ أَخَرَقۡتَهَا لِتُغۡرِقَ أَهۡلَهَا لَقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـًٔا إِمۡرࣰا﴿٧١﴾

    Faintalaqa hatta itha rakiba fee alssafeenati kharaqaha qala akharaqtaha litughriqa ahlaha laqad jita shayan imran

    Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya. Dia (Musa) berkata, "Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?" Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.

  72. 18:72Baca di mushaf ↗

    قَالَ أَلَمۡ أَقُلۡ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرࣰا﴿٧٢﴾

    Qala alam aqul innaka lan tastateeʿa maʿiya sabran

    Dia berkata, "Bukankah sudah kukatakan, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"

  73. 18:73Baca di mushaf ↗

    قَالَ لَا تُؤَاخِذۡنِي بِمَا نَسِيتُ وَ لَا تُرۡهِقۡنِي مِنۡ أَمۡرِي عُسۡرࣰا﴿٧٣﴾

    Qala la tuakhithnee bima naseetu wala turhiqnee min amree ʿusran

    Dia (Musa) berkata, "Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah engkau membebani aku dengan suatu kesulitan dalam urusanku."

  74. 18:74Baca di mushaf ↗

    فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمࣰا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلۡتَ نَفۡسࣰا زَكِيَّةَۢ بِغَيۡرِ نَفۡسࣲ لَّقَدۡ جِئۡتَ شَيۡـࣰٔا نُّكۡرࣰا﴿٧٤﴾

    Faintalaqa hatta itha laqiya ghulaman faqatalahu qala aqatalta nafsan zakiyyatan bighayri nafsin laqad jita shayan nukran

    Maka berjalanlah keduanya; hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak muda, maka dia membunuhnya. Dia (Musa) berkata, "Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar."

  75. 18:75Baca di mushaf ↗

    قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكَ إِنَّكَ لَن تَسۡتَطِيعَ مَعِيَ صَبۡرࣰا﴿٧٥﴾

    Qala alam aqul laka innaka lan tastateeʿa maʿiya sabran

    Dia berkata, "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?"

  76. 18:76Baca di mushaf ↗

    قَالَ إِن سَأَلۡتُكَ عَن شَيۡءِۭ بَعۡدَهَا فَلَا تُصَٰحِبۡنِي ۖ قَدۡ بَلَغۡتَ مِن لَّدُنِّي عُذۡرࣰا﴿٧٦﴾

    Qala in saaltuka ʿan shayin baʿdaha fala tusahibnee qad balaghta min ladunnee ʿuthran

    Dia (Musa) berkata, "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku."

  77. 18:77Baca di mushaf ↗

    فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَيَآ أَهۡلَ قَرۡيَةٍ ٱسۡتَطۡعَمَآ أَهۡلَهَا فَأَبَوۡاْ أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارࣰا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُۥ ۖ قَالَ لَوۡ شِئۡتَ لَتَّخَذۡتَ عَلَيۡهِ أَجۡرࣰا﴿٧٧﴾

    Faintalaqa hatta itha ataya ahla qaryatin istatʿama ahlaha faabaw an yudayyifoohuma fawajada feeha jidaran yureedu an yanqadda faaqamahu qala law shita laittakhathta ʿalayhi ajran

    Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, "Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu."

  78. 18:78Baca di mushaf ↗

    قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيۡنِي وَ بَيۡنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأۡوِيلِ مَا لَمۡ تَسۡتَطِع عَّلَيۡهِ صَبۡرًا﴿٧٨﴾

    Qala hatha firaqu baynee wabaynika saonabbioka bitaweeli ma lam tastatiʿ ʿalayhi sabran

    Dia berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan engkau; aku akan memberikan penjelasan kepadamu atas perbuatan yang engkau tidak mampu sabar terhadapnya.

  79. 18:79Baca di mushaf ↗

    أَمَّا ٱلسَّفِينَةُ فَكَانَتۡ لِمَسَٰكِينَ يَعۡمَلُونَ فِي ٱلۡبَحۡرِ فَأَرَدتُّ أَنۡ أَعِيبَهَا وَ كَانَ وَرَآءَهُم مَّلِكࣱ يَأۡخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصۡبࣰا﴿٧٩﴾

    Amma alssafeenatu fakanat limasakeena yaʿmaloona fee albahri faaradtu an aʿeebaha wakana waraahum malikun yakhuthu kulla safeenatin ghasban

    Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu.

  80. 18:80Baca di mushaf ↗

    وَ أَمَّا ٱلۡغُلَٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤۡمِنَيۡنِ فَخَشِينَآ أَن يُرۡهِقَهُمَا طُغۡيَٰنࣰا وَ كُفۡرࣰا﴿٨٠﴾

    Waamma alghulamu fakana abawahu muminayni fakhasheena an yurhiqahuma tughyanan wakufran

    Dan adapun anak muda (kafir) itu, kedua orang tuanya mukmin, dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran.

  81. 18:81Baca di mushaf ↗

    فَأَرَدۡنَآ أَن يُبۡدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيۡرࣰا مِّنۡهُ زَكَوٰةࣰ وَ أَقۡرَبَ رُحۡمࣰا﴿٨١﴾

    Faaradna an yubdilahuma rabbuhuma khayran minhu zakatan waaqraba ruhman

    Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka menggantinya dengan (seorang anak lain) yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).

  82. 18:82Baca di mushaf ↗

    وَ أَمَّا ٱلۡجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيۡنِ يَتِيمَيۡنِ فِي ٱلۡمَدِينَةِ وَ كَانَ تَحۡتَهُۥ كَنزࣱ لَّهُمَا وَ كَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحࣰا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبۡلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَ يَسۡتَخۡرِجَا كَنزَهُمَا رَحۡمَةࣰ مِّن رَّبِّكَ ۚ وَ مَا فَعَلۡتُهُۥ عَنۡ أَمۡرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأۡوِيلُ مَا لَمۡ تَسۡطِع عَّلَيۡهِ صَبۡرࣰا﴿٨٢﴾

    Waamma aljidaru fakana lighulamayni yateemayni fee almadeenati wakana tahtahu kanzun lahuma wakana aboohuma salihan faarada rabbuka an yablugha ashuddahuma wayastakhrija kanzahuma rahmatan min rabbika wama faʿaltuhu ʿan amree thalika taweelu ma lam tastiʿ ʿalayhi sabran

    Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."

  83. 18:83Baca di mushaf ↗

    وَ يَسۡـَٔلُونَكَ عَن ذِي ٱلۡقَرۡنَيۡنِ ۖ قُلۡ سَأَتۡلُواْ عَلَيۡكُم مِّنۡهُ ذِكۡرًا﴿٨٣﴾

    Wayasaloonaka ʿan thee alqarnayni qul saatloo ʿalaykum minhu thikran

    Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah, "Akan kubacakan kepadamu kisahnya."

  84. 18:84Baca di mushaf ↗

    إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ ءَاتَيۡنَٰهُ مِن كُلِّ شَيۡءࣲ سَبَبࣰا﴿٨٤﴾

    Inna makkanna lahu fee alardi waataynahu min kulli shayin sababan

    Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu,

  85. 18:85Baca di mushaf ↗

    فَأَتۡبَعَ سَبَبًا﴿٨٥﴾

    Faatbaʿa sababan

    maka dia pun menempuh suatu jalan.

  86. 18:86Baca di mushaf ↗

    حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ مَغۡرِبَ ٱلشَّمۡسِ وَجَدَهَا تَغۡرُبُ فِي عَيۡنٍ حَمِئَةࣲ وَ وَجَدَ عِندَهَا قَوۡمࣰا ۖ قُلۡنَا يَٰذَا ٱلۡقَرۡنَيۡنِ إِمَّآ أَن تُعَذِّبَ وَ إِمَّآ أَن تَتَّخِذَ فِيهِمۡ حُسۡنࣰا﴿٨٦﴾

    Hatta itha balagha maghriba alshshamsi wajadaha taghrubu fee ʿaynin hamiatin wawajada ʿindaha qawman qulna ya tha alqarnayni imma an tuʿaththiba waimma an tattakhitha feehim husnan

    Hingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam, dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum (tidak beragama). Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan (mengajak beriman) kepada mereka."

  87. 18:87Baca di mushaf ↗

    قَالَ أَمَّا مَن ظَلَمَ فَسَوۡفَ نُعَذِّبُهُۥ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِۦ فَيُعَذِّبُهُۥ عَذَابࣰا نُّكۡرࣰا﴿٨٧﴾

    Qala amma man thalama fasawfa nuʿaththibuhu thumma yuraddu ila rabbihi fayuʿaththibuhu ʿathaban nukran

    Dia (Zulkarnain) berkata, "Barangsiapa berbuat zalim, Kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.

  88. 18:88Baca di mushaf ↗

    وَ أَمَّا مَنۡ ءَامَنَ وَ عَمِلَ صَٰلِحࣰا فَلَهُۥ جَزَآءً ٱلۡحُسۡنَىٰ ۖ وَ سَنَقُولُ لَهُۥ مِنۡ أَمۡرِنَا يُسۡرࣰا﴿٨٨﴾

    Waamma man amana waʿamila salihan falahu jazaan alhusna wasanaqoolu lahu min amrina yusran

    Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah."

  89. 18:89Baca di mushaf ↗

    ثُمَّ أَتۡبَعَ سَبَبًا﴿٨٩﴾

    Thumma atbaʿa sababan

    Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain).

  90. 18:90Baca di mushaf ↗

    حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ مَطۡلِعَ ٱلشَّمۡسِ وَجَدَهَا تَطۡلُعُ عَلَىٰ قَوۡمࣲ لَّمۡ نَجۡعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتۡرࣰا﴿٩٠﴾

    Hatta itha balagha matliʿa alshshamsi wajadaha tatluʿu ʿala qawmin lam najʿal lahum min dooniha sitran

    Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah Timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu,

  91. 18:91Baca di mushaf ↗

    كَذَٰلِكَ ۖ وَ قَدۡ أَحَطۡنَا بِمَا لَدَيۡهِ خُبۡرࣰا﴿٩١﴾

    Kathalika waqad ahatna bima ladayhi khubran

    demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Zulkarnain).

  92. 18:92Baca di mushaf ↗

    ثُمَّ أَتۡبَعَ سَبَبًا﴿٩٢﴾

    Thumma atbaʿa sababan

    Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).

  93. 18:93Baca di mushaf ↗

    حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ بَيۡنَ ٱلسَّدَّيۡنِ وَجَدَ مِن دُونِهِمَا قَوۡمࣰا لَّا يَكَادُونَ يَفۡقَهُونَ قَوۡلࣰا﴿٩٣﴾

    Hatta itha balagha bayna alssaddayni wajada min doonihima qawman la yakadoona yafqahoona qawlan

    Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.

  94. 18:94Baca di mushaf ↗

    قَالُواْ يَٰذَا ٱلۡقَرۡنَيۡنِ إِنَّ يَأۡجُوجَ وَ مَأۡجُوجَ مُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَهَلۡ نَجۡعَلُ لَكَ خَرۡجًا عَلَىٰٓ أَن تَجۡعَلَ بَيۡنَنَا وَ بَيۡنَهُمۡ سَدࣰّا﴿٩٤﴾

    Qaloo ya tha alqarnayni inna yajooja wamajooja mufsidoona fee alardi fahal najʿalu laka kharjan ʿala an tajʿala baynana wabaynahum saddan

    Mereka berkata, "Wahai Zulkarnain! Sungguh, Ya`jūj dan Ma`jūj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?"

  95. 18:95Baca di mushaf ↗

    قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيۡرࣱ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجۡعَلۡ بَيۡنَكُمۡ وَ بَيۡنَهُمۡ رَدۡمًا﴿٩٥﴾

    Qala ma makkannee feehi rabbee khayrun faaʿeenoonee biquwwatin ajʿal baynakum wabaynahum radman

    Dia (Zulkarnain) berkata, "Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka,

  96. 18:96Baca di mushaf ↗

    ءَاتُونِي زُبَرَ ٱلۡحَدِيدِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا سَاوَىٰ بَيۡنَ ٱلصَّدَفَيۡنِ قَالَ ٱنفُخُواْ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَعَلَهُۥ نَارࣰا قَالَ ءَاتُونِيٓ أُفۡرِغۡ عَلَيۡهِ قِطۡرࣰا﴿٩٦﴾

    Atoonee zubara alhadeedi hatta itha sawa bayna alsadafayni qala onfukhoo hatta itha jaʿalahu naran qala atoonee ofrigh ʿalayhi qitran

    berilah aku potongan-potongan besi!" Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, "Tiuplah (api itu)!" Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)."

  97. 18:97Baca di mushaf ↗

    فَمَا ٱسۡطَٰعُوٓاْ أَن يَظۡهَرُوهُ وَ مَا ٱسۡتَطَٰعُواْ لَهُۥ نَقۡبࣰا﴿٩٧﴾

    Fama istaʿoo an yathharoohu wama istataʿoo lahu naqban

    Maka mereka (Ya`jūj dan Ma`jūj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.

  98. 18:98Baca di mushaf ↗

    قَالَ هَٰذَا رَحۡمَةࣱ مِّن رَّبِّي ۖ فَإِذَا جَآءَ وَعۡدُ رَبِّي جَعَلَهُۥ دَكَّآءَ ۖ وَ كَانَ وَعۡدُ رَبِّي حَقࣰّا﴿٩٨﴾

    Qala hatha rahmatun min rabbee faitha jaa waʿdu rabbee jaʿalahu dakkaa wakana waʿdu rabbee haqqan

    Dia (Zulkarnain) berkata, "(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu benar."

  99. 18:99Baca di mushaf ↗

    وَ تَرَكۡنَا بَعۡضَهُمۡ يَوۡمَئِذࣲ يَمُوجُ فِي بَعۡضࣲ ۖ وَ نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَجَمَعۡنَٰهُمۡ جَمۡعࣰا﴿٩٩﴾

    Watarakna baʿdahum yawmaithin yamooju fee baʿdin wanufikha fee alssoori fajamaʿnahum jamʿan

    Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya`jūj dan Ma`jūj) berbaur antara satu dengan yang lain, dan (apabila) sangkakala ditiup (lagi), akan Kami kumpulkan mereka semuanya,

  100. 18:100Baca di mushaf ↗

    وَ عَرَضۡنَا جَهَنَّمَ يَوۡمَئِذࣲ لِّلۡكَٰفِرِينَ عَرۡضًا﴿١٠٠﴾

    Waʿaradna jahannama yawmaithin lilkafireena ʿardan

    dan Kami perlihatkan (neraka) Jahanam dengan jelas pada hari itu kepada orang kafir,

  101. 18:101Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ كَانَتۡ أَعۡيُنُهُمۡ فِي غِطَآءٍ عَن ذِكۡرِي وَ كَانُواْ لَا يَسۡتَطِيعُونَ سَمۡعًا﴿١٠١﴾

    Allatheena kanat aʿyunuhum fee ghitain ʿan thikree wakanoo la yastateeʿoona samʿan

    (yaitu) orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran)-Ku, dan mereka tidak sanggup mendengar.

  102. 18:102Baca di mushaf ↗

    أَفَحَسِبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن يَتَّخِذُواْ عِبَادِي مِن دُونِيٓ أَوۡلِيَآءَ ۚ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا جَهَنَّمَ لِلۡكَٰفِرِينَ نُزُلࣰا﴿١٠٢﴾

    Afahasiba allatheena kafaroo an yattakhithoo ʿibadee min doonee awliyaa inna aʿtadna jahannama lilkafireena nuzulan

    Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.

  103. 18:103Baca di mushaf ↗

    قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا﴿١٠٣﴾

    Qul hal nunabbiokum bialakhsareena aʿmalan

    Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?"

  104. 18:104Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَ هُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا﴿١٠٤﴾

    Allatheena dalla saʿyuhum fee alhayati alddunya wahum yahsaboona annahum yuhsinoona sunʿan

    (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.

  105. 18:105Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ وَ لِقَآئِهِۦ فَحَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فَلَا نُقِيمُ لَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَزۡنࣰا﴿١٠٥﴾

    Olaika allatheena kafaroo biayati rabbihim waliqaihi fahabitat aʿmaluhum fala nuqeemu lahum yawma alqiyamati waznan

    Mereka itulah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.

  106. 18:106Baca di mushaf ↗

    ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُمۡ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُواْ وَ ٱتَّخَذُوٓاْ ءَايَٰتِي وَ رُسُلِي هُزُوًا﴿١٠٦﴾

    Thalika jazaohum jahannamu bima kafaroo waittakhathoo ayatee warusulee huzuwan

    Demikianlah, balasan mereka itu neraka Jahanam, karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai bahan olok-olok.

  107. 18:107Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا﴿١٠٧﴾

    Inna allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati kanat lahum jannatu alfirdawsi nuzulan

    Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal,

  108. 18:108Baca di mushaf ↗

    خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يَبۡغُونَ عَنۡهَا حِوَلࣰا﴿١٠٨﴾

    Khalideena feeha la yabghoona ʿanha hiwalan

    mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin pindah dari sana.

  109. 18:109Baca di mushaf ↗

    قُل لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ مِدَادࣰا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي وَ لَوۡ جِئۡنَا بِمِثۡلِهِۦ مَدَدࣰا﴿١٠٩﴾

    Qul law kana albahru midadan likalimati rabbee lanafida albahru qabla an tanfada kalimatu rabbee walaw jina bimithlihi madadan

    Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)."

  110. 18:110Baca di mushaf ↗

    قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرࣱ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ ۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلࣰا صَٰلِحࣰا وَ لَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا﴿١١٠﴾

    Qul innama ana basharun mithlukum yooha ilayya annama ilahukum ilahun wahidun faman kana yarjoo liqaa rabbihi falyaʿmal ʿamalan salihan wala yushrik biʿibadati rabbihi ahadan

    Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat ini terdiri daris 110 ayat dan termasuk surat Makkiyyah. Dinamai "Al-Kahfi" yang berarti "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang berarti "Penghuni gua". Kedua nama ini diambil dari kata yang terdapat dalam surat ini pada ayat ke-9 sampai dengan ke-26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur di dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, dalam surat ini juga terdapat beberapa buah kisah, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Banyak hadits Rasulullah yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

**Pokok-Pokok Isi:**

1. **Keimanan:**

Kekuasaan Allah untuk memberikan hidup kepada manusia di luar hukum kebiasaan; dasar-dasar Tauhid dan keadilan Allah tidak akan berubah untuk selama-lamanya; kalimat-kalimat Allah (ilmu-Nya) sangat luas sekali meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak akan mampu menulisnya; kepastian datangnya hari kebangkitan; Al-Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekurangan dan kepalsuan.

2. **Hukum-hukum:**

Dasar hukum wakalah (perwakilan); larangan membangun tempat ibadah di atas kubur; hukum membaca "Insya Allah"; perbuatan salah yang dilakukan karena lupa dimaafkan; boleh merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

3. **Kisah-kisah:**

kisah Ashabul Kahfi; kisah dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin, kisah Nabi Musa dengan Khidhir; kisah Zulkarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

4. **Lain-lain:**

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya; kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu); adab sopan-santun antara murid dengan guru; dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Surat Al-Kahfi dimulai dengan menerangkan sifat Al-Qur'an sebagai petunjuk dan peringatan bagi manusia, dan sebagai peringatan terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Semua yang ada di permukaan bumi merupakan perhiasan bagi bumi dan sengaja diciptakan Allah agar manusia memikirkan bagaimana cara mengambil manfaat dari semuanya itu.

Kekuasaan Allah dan betapa luasnya pengetahuan-Nya dikemukakan dalam surat ini dengan menyebutkan kisah Nabi Musa dengan Khidhir dan kisah Zulkarnain. Juga dengan mengibaratkan bahwa seandainya semua air yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu pula dijadikan tinta untuk menulis ilmu Allah, tentu tidak akan mencukupi. Kemudian diterangkan bahwa semua amal orang musyrik tidak diberi pahala di akhirat, sedangkan untuk orang mukmin disediakan Jannatun Na'im.

**Hubungan Surat Al-Kahfi Dengan Surat Maryam:**

1. Kedua surat ini sama-sama mengandung kisah yang ajaib, seperti surat Al-Kahfi mengemukakan kisah Ashhabul kahfi, kisah Musa dengan Khidhr, dan kisah Zulkarnain, sedangkan surat Maryam mengemukakan kisah kelahiran Yahya ketika bapaknya, Zakariya, sudah tua renta dan ibunya seorang perempuan tua yang mandul, dan kisah kelahiran 'Isa tanpa bapak.

2. Bagian akhir surat Al-Kahfi menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang kafir yang mengambil pelindung selain Allah, semua amal mereka sia-sia dan mereka dimasukkan ke dalam neraka, sedangkan pada bagian akhir surat Maryam diulangi lagi celaan dan ancaman Allah terhadap orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat Al-IsraSurat berikutnya →Surat Maryam

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026