سورة البقرة
Surat Al-Baqarah
Sapi Betina
Surat Al-Baqarah (Sapi Betina) adalah surat ke-2 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 286 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الٓمٓ﴿١﴾
Aliflammeem
Alif Lām Mīm.
ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِينَ﴿٢﴾
Thalika alkitabu la rayba feehi hudan lilmuttaqeena
Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ﴿٣﴾
Allatheena yuminoona bialghaybi wayuqeemoona alssalata wamimma razaqnahum yunfiqoona
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
وَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَ مَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَ بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ﴿٤﴾
Waallatheena yuminoona bima onzila ilayka wama onzila min qablika wabialakhirati hum yooqinoona
dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدࣰى مِّن رَّبِّهِمۡ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿٥﴾
Olaika ʿala hudan min rabbihim waolaika humu almuflihoona
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿٦﴾
Inna allatheena kafaroo sawaon ʿalayhim aanthartahum am lam tunthirhum la yuminoona
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَ عَلَىٰ سَمۡعِهِمۡ ۖ وَ عَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةࣱ ۖ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمࣱ﴿٧﴾
Khatama Allahu ʿala quloobihim waʿala samʿihim waʿala absarihim ghishawatun walahum ʿathabun ʿatheemun
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.
وَ مِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَ بِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَ مَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ﴿٨﴾
Wamina alnnasi man yaqoolu amanna biAllahi wabialyawmi alakhiri wama hum bimumineena
Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan hari akhir," padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.
يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ مَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَ مَا يَشۡعُرُونَ﴿٩﴾
Yukhadiʿoona Allaha waallatheena amanoo wama yakhdaʿoona illa anfusahum wama yashʿuroona
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضࣱ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضࣰا ۖ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ﴿١٠﴾
Fee quloobihim maradun fazadahumu Allahu maradan walahum ʿathabun aleemun bima kanoo yakthiboona
Dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ﴿١١﴾
Waitha qeela lahum la tufsidoo fee alardi qaloo innama nahnu muslihoona
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."
أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَ لَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ﴿١٢﴾
Ala innahum humu almufsidoona walakin la yashʿuroona
Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُ ۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَ لَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ﴿١٣﴾
Waitha qeela lahum aminoo kama amana alnnasu qaloo anuminu kama amana alssufahao ala innahum humu alssufahao walakin la yaʿlamoona
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain yang telah beriman!" Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.
وَ إِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَ إِذَا خَلَوۡاْ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمۡ قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمۡ إِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَهۡزِءُونَ﴿١٤﴾
Waitha laqoo allatheena amanoo qaloo amanna waitha khalaw ila shayateenihim qaloo inna maʿakum innama nahnu mustahzioona
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."
ٱللَّهُ يَسۡتَهۡزِئُ بِهِمۡ وَ يَمُدُّهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ﴿١٥﴾
Allahu yastahzio bihim wayamudduhum fee tughyanihim yaʿmahoona
Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمۡ وَ مَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ﴿١٦﴾
Olaika allatheena ishtarawoo alddalalata bialhuda fama rabihat tijaratuhum wama kanoo muhtadeena
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ ٱلَّذِي ٱسۡتَوۡقَدَ نَارࣰا فَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهُۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمۡ وَ تَرَكَهُمۡ فِي ظُلُمَٰتࣲ لَّا يُبۡصِرُونَ﴿١٧﴾
Mathaluhum kamathali allathee istawqada naran falamma adaat ma hawlahu thahaba Allahu binoorihim watarakahum fee thulumatin la yubsiroona
Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيࣱ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ﴿١٨﴾
Summun bukmun ʿumyun fahum la yarjiʿoona
Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
أَوۡ كَصَيِّبࣲ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَٰتࣱ وَ رَعۡدࣱ وَ بَرۡقࣱ يَجۡعَلُونَ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِ ۚ وَ ٱللَّهُ مُحِيطُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ﴿١٩﴾
Aw kasayyibin mina alssamai feehi thulumatun waraʿdun wabarqun yajʿaloona asabiʿahum fee athanihim mina alssawaʿiqi hathara almawti waAllahu muheetun bialkafireena
Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.
يَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ أَبۡصَٰرَهُمۡ ۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوۡاْ فِيهِ وَ إِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُواْ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَ أَبۡصَٰرِهِمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٢٠﴾
Yakadu albarqu yakhtafu absarahum kullama adaa lahum mashaw feehi waitha athlama ʿalayhim qamoo walaw shaa Allahu lathahaba bisamʿihim waabsarihim inna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿٢١﴾
Ya ayyuha alnnasu oʿbudoo rabbakumu allathee khalaqakum waallatheena min qablikum laʿallakum tattaqoona
Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشࣰا وَ ٱلسَّمَآءَ بِنَآءࣰ وَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقࣰا لَّكُمۡ ۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادࣰا وَ أَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿٢٢﴾
Allathee jaʿala lakumu alarda firashan waalssamaa binaan waanzala mina alssamai maan faakhraja bihi mina alththamarati rizqan lakum fala tajʿaloo lillahi andadan waantum taʿlamoona
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
وَ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبࣲ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةࣲ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَ ٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٢٣﴾
Wain kuntum fee raybin mimma nazzalna ʿala ʿabdina fatoo bisooratin min mithlihi waodʿoo shuhadaakum min dooni Allahi in kuntum sadiqeena
Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَ لَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَ ٱلۡحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ﴿٢٤﴾
Fain lam tafʿaloo walan tafʿaloo faittaqoo alnnara allatee waqooduha alnnasu waalhijaratu oʿiddat lilkafireena
Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.
وَ بَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةࣲ رِّزۡقࣰا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ ۖ وَ أُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهࣰا ۖ وَ لَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجࣱ مُّطَهَّرَةࣱ ۖ وَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٢٥﴾
Wabashshiri allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati anna lahum jannatin tajree min tahtiha alanharu kullama ruziqoo minha min thamaratin rizqan qaloo hatha allathee ruziqna min qablu waotoo bihi mutashabihan walahum feeha azwajun mutahharatun wahum feeha khalidoona
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, "Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu." Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلࣰا مَّا بَعُوضَةࣰ فَمَا فَوۡقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ ۖ وَ أَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلࣰا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرࣰا وَ يَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرࣰا ۚ وَ مَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ﴿٢٦﴾
Inna Allaha la yastahyee an yadriba mathalan ma baʿoodatan fama fawqaha faamma allatheena amanoo fayaʿlamoona annahu alhaqqu min rabbihim waamma allatheena kafaroo fayaqooloona matha arada Allahu bihatha mathalan yudillu bihi katheeran wayahdee bihi katheeran wama yudillu bihi illa alfasiqeena
Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (pula) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,
ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَٰقِهِۦ وَ يَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿٢٧﴾
Allatheena yanqudoona ʿahda Allahi min baʿdi meethaqihi wayaqtaʿoona ma amara Allahu bihi an yoosala wayufsidoona fee alardi olaika humu alkhasiroona
(yaitu) orang–orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَ كُنتُمۡ أَمۡوَٰتࣰا فَأَحۡيَٰكُمۡ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿٢٨﴾
Kayfa takfuroona biAllahi wakuntum amwatan faahyakum thumma yumeetukum thumma yuhyeekum thumma ilayhi turjaʿoona
Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعࣰا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتࣲ ۚ وَ هُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿٢٩﴾
Huwa allathee khalaqa lakum ma fee alardi jameeʿan thumma istawa ila alssamai fasawwahunna sabʿa samawatin wahuwa bikulli shayin ʿaleemun
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kalian kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلࣱ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةࣰ ۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَ يَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَ نَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٣٠﴾
Waith qala rabbuka lilmalaikati innee jaʿilun fee alardi khaleefatan qaloo atajʿalu feeha man yufsidu feeha wayasfiku alddimaa wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qala innee aʿlamu ma la taʿlamoona
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui."
وَ عَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِي بِأَسۡمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٣١﴾
Waʿallama adama alasmaa kullaha thumma ʿaradahum ʿala almalaikati faqala anbioonee biasmai haolai in kuntum sadiqeena
Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kalian yang benar!"
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٣٢﴾
Qaloo subhanaka la ʿilma lana illa ma ʿallamtana innaka anta alʿaleemu alhakeemu
Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئۡهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡ قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ غَيۡبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ أَعۡلَمُ مَا تُبۡدُونَ وَ مَا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ﴿٣٣﴾
Qala ya adamu anbihum biasmaihim falamma anbaahum biasmaihim qala alam aqul lakum innee aʿlamu ghayba alssamawati waalardi waaʿlamu ma tubdoona wama kuntum taktumoona
Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan?"
وَ إِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَ ٱسۡتَكۡبَرَ وَ كَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٣٤﴾
Waith qulna lilmalaikati osjudoo liadama fasajadoo illa ibleesa aba waistakbara wakana mina alkafireena
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
وَ قُلۡنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَ زَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ وَ كُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَ لَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٣٥﴾
Waqulna ya adamu oskun anta wazawjuka aljannata wakula minha raghadan haythu shituma wala taqraba hathihi alshshajarata fatakoona mina alththalimeena
Dan Kami berfirman: "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!"
فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيۡطَٰنُ عَنۡهَا فَأَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَ قُلۡنَا ٱهۡبِطُواْ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوࣱّ ۖ وَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرࣱّ وَ مَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينࣲ﴿٣٦﴾
Faazallahuma alshshaytanu ʿanha faakhrajahuma mimma kana feehi waqulna ihbitoo baʿdukum libaʿdin ʿaduwwun walakum fee alardi mustaqarrun wamataʿun ila heenin
Lalu setan menggelincirkan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman,"Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتࣲ فَتَابَ عَلَيۡهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴿٣٧﴾
Fatalaqqa adamu min rabbihi kalimatin fataba ʿalayhi innahu huwa alttawwabu alrraheemu
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
قُلۡنَا ٱهۡبِطُواْ مِنۡهَا جَمِيعࣰا ۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدࣰى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٣٨﴾
Qulna ihbitoo minha jameeʿan faimma yatiyannakum minnee hudan faman tabiʿa hudaya fala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Kami berfirman, "Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepada kalian, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut bagi mereka dan mereka tidak bersedih hati."
وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٣٩﴾
Waallatheena kafaroo wakaththaboo biayatina olaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَ أَوۡفُواْ بِعَهۡدِيٓ أُوفِ بِعَهۡدِكُمۡ وَ إِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ﴿٤٠﴾
Ya banee israeela othkuroo niʿmatiya allatee anʿamtu ʿalaykum waawfoo biʿahdee oofi biʿahdikum waiyyaya fairhabooni
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.
وَ ءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلۡتُ مُصَدِّقࣰا لِّمَا مَعَكُمۡ وَ لَا تَكُونُوٓاْ أَوَّلَ كَافِرِۭ بِهِۦ ۖ وَ لَا تَشۡتَرُواْ بِـَٔايَٰتِي ثَمَنࣰا قَلِيلࣰا وَ إِيَّٰيَ فَٱتَّقُونِ﴿٤١﴾
Waaminoo bima anzaltu musaddiqan lima maʿakum wala takoonoo awwala kafirin bihi wala tashtaroo biayatee thamanan qaleelan waiyyaya faittaqooni
Dan berimanlah kalian kepada apa (Alquran) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kalian, dan janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kalian jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.
وَ لَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَ تَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَ أَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿٤٢﴾
Wala talbisoo alhaqqa bialbatili wataktumoo alhaqqa waantum taʿlamoona
Dan janganlah kalian campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kalian sembunyikan kebenaran, sedangkan kalian mengetahuinya.
وَ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَ ٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ﴿٤٣﴾
Waaqeemoo alssalata waatoo alzzakata wairkaʿoo maʿa alrrakiʿeena
Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang yang rukuk.
أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَ تَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَ أَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ﴿٤٤﴾
Atamuroona alnnasa bialbirri watansawna anfusakum waantum tatloona alkitaba afala taʿqiloona
Mengapa kalian menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kalian mengerti?
وَ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَ ٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَ إِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ﴿٤٥﴾
Waistaʿeenoo bialssabri waalssalati wainnaha lakabeeratun illa ʿala alkhashiʿeena
Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَ أَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ﴿٤٦﴾
Allatheena yathunnoona annahum mulaqoo rabbihim waannahum ilayhi rajiʿoona
(yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَ أَنِّي فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٤٧﴾
Ya banee israeela othkuroo niʿmatiya allatee anʿamtu ʿalaykum waannee faddaltukum ʿala alʿalameena
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
وَ ٱتَّقُواْ يَوۡمࣰا لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسࣲ شَيۡـࣰٔا وَ لَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَٰعَةࣱ وَ لَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلࣱ وَ لَا هُمۡ يُنصَرُونَ﴿٤٨﴾
Waittaqoo yawman la tajzee nafsun ʿan nafsin shayan wala yuqbalu minha shafaʿatun wala yukhathu minha ʿadlun wala hum yunsaroona
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun. Sedangkan syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima dan mereka tidak akan ditolong.
وَ إِذۡ نَجَّيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَسُومُونَكُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ وَ يَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡ ۚ وَ فِي ذَٰلِكُم بَلَآءࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمࣱ﴿٤٩﴾
Waith najjaynakum min ali firʿawna yasoomoonakum sooa alʿathabi yuthabbihoona abnaakum wayastahyoona nisaakum wafee thalikum balaon min rabbikum ʿatheemun
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
وَ إِذۡ فَرَقۡنَا بِكُمُ ٱلۡبَحۡرَ فَأَنجَيۡنَٰكُمۡ وَ أَغۡرَقۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ وَ أَنتُمۡ تَنظُرُونَ﴿٥٠﴾
Waith faraqna bikumu albahra faanjaynakum waaghraqna ala firʿawna waantum tanthuroona
Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun sedang kamu menyaksikan.
وَ إِذۡ وَٰعَدۡنَا مُوسَىٰٓ أَرۡبَعِينَ لَيۡلَةࣰ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَ أَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ﴿٥١﴾
Waith waʿadna moosa arbaʿeena laylatan thumma ittakhathtumu alʿijla min baʿdihi waantum thalimoona
Dan (ingatlah) ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam. Kemudian kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kamu (menjadi) orang yang zalim.
ثُمَّ عَفَوۡنَا عَنكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿٥٢﴾
Thumma ʿafawna ʿankum min baʿdi thalika laʿallakum tashkuroona
Kemudian Kami memaafkan kamu setelah itu, agar kamu bersyukur.
وَ إِذۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡفُرۡقَانَ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ﴿٥٣﴾
Waith atayna moosa alkitaba waalfurqana laʿallakum tahtadoona
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan kepada Musa Kitab dan Furqan, agar kamu memperoleh petunjuk.
وَ إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ إِنَّكُمۡ ظَلَمۡتُمۡ أَنفُسَكُم بِٱتِّخَاذِكُمُ ٱلۡعِجۡلَ فَتُوبُوٓاْ إِلَىٰ بَارِئِكُمۡ فَٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ عِندَ بَارِئِكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴿٥٤﴾
Waith qala moosa liqawmihi ya qawmi innakum thalamtum anfusakum biittikhathikumu alʿijla fatooboo ila bariikum faoqtuloo anfusakum thalikum khayrun lakum ʿinda bariikum fataba ʿalaykum innahu huwa alttawwabu alrraheemu
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dialah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
وَ إِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى ٱللَّهَ جَهۡرَةࣰ فَأَخَذَتۡكُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَ أَنتُمۡ تَنظُرُونَ﴿٥٥﴾
Waith qultum ya moosa lan numina laka hatta nara Allaha jahratan faakhathatkumu alssaʿiqatu waantum tanthuroona
Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, "Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas," maka halilintar menyambarmu, sedang kamu menyaksikannya.
ثُمَّ بَعَثۡنَٰكُم مِّنۢ بَعۡدِ مَوۡتِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿٥٦﴾
Thumma baʿathnakum min baʿdi mawtikum laʿallakum tashkuroona
Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kamu mati, agar kamu bersyukur.
وَ ظَلَّلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡغَمَامَ وَ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَنَّ وَ ٱلسَّلۡوَىٰ ۖ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ ۚ وَ مَا ظَلَمُونَا وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿٥٧﴾
Wathallalna ʿalaykumu alghamama waanzalna ʿalaykumu almanna waalssalwa kuloo min tayyibati ma razaqnakum wama thalamoona walakin kanoo anfusahum yathlimoona
Dan Kami menaungi kamu dengan awan, dan Kami menurunkan kepadamu manna dan salwa. Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
وَ إِذۡ قُلۡنَا ٱدۡخُلُواْ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةَ فَكُلُواْ مِنۡهَا حَيۡثُ شِئۡتُمۡ رَغَدࣰا وَ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدࣰا وَ قُولُواْ حِطَّةࣱ نَّغۡفِرۡ لَكُمۡ خَطَٰيَٰكُمۡ ۚ وَ سَنَزِيدُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٥٨﴾
Waith qulna odkhuloo hathihi alqaryata fakuloo minha haythu shitum raghadan waodkhuloo albaba sujjadan waqooloo hittatun naghfir lakum khatayakum wasanazeedu almuhsineena
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman, "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmaqdis), maka makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, dan katakanlah, "Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami)," niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan."
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ قَوۡلًا غَيۡرَ ٱلَّذِي قِيلَ لَهُمۡ فَأَنزَلۡنَا عَلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ رِجۡزࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ﴿٥٩﴾
Fabaddala allatheena thalamoo qawlan ghayra allathee qeela lahum faanzalna ʿala allatheena thalamoo rijzan mina alssamai bima kanoo yafsuqoona
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.
وَ إِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَ ۖ فَٱنفَجَرَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنࣰا ۖ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسࣲ مَّشۡرَبَهُمۡ ۖ كُلُواْ وَ ٱشۡرَبُواْ مِن رِّزۡقِ ٱللَّهِ وَ لَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ﴿٦٠﴾
Waithi istasqa moosa liqawmihi faqulna idrib biʿasaka alhajara fainfajarat minhu ithnata ʿashrata ʿaynan qad ʿalima kullu onasin mashrabahum kuloo waishraboo min rizqi Allahi wala taʿthaw fee alardi mufsideena
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memacarlah darinya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.
وَ إِذۡ قُلۡتُمۡ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصۡبِرَ عَلَىٰ طَعَامࣲ وَٰحِدࣲ فَٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُخۡرِجۡ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۢ بَقۡلِهَا وَ قِثَّآئِهَا وَ فُومِهَا وَ عَدَسِهَا وَ بَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسۡتَبۡدِلُونَ ٱلَّذِي هُوَ أَدۡنَىٰ بِٱلَّذِي هُوَ خَيۡرٌ ۚ ٱهۡبِطُواْ مِصۡرࣰا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلۡتُمۡ ۗ وَ ضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَ ٱلۡمَسۡكَنَةُ وَ بَآءُو بِغَضَبࣲ مِّنَ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ يَقۡتُلُونَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّ كَانُواْ يَعۡتَدُونَ﴿٦١﴾
Waith qultum ya moosa lan nasbira ʿala taʿamin wahidin faodʿu lana rabbaka yukhrij lana mimma tunbitu alardu min baqliha waqiththaiha wafoomiha waʿadasiha wabasaliha qala atastabdiloona allathee huwa adna biallathee huwa khayrun ihbitoo misran fainna lakum ma saaltum waduribat ʿalayhimu alththillatu waalmaskanatu wabaoo bighadabin mina Allahi thalika biannahum kanoo yakfuroona biayati Allahi wayaqtuloona alnnabiyyeena bighayri alhaqqi thalika bima ʿasaw wakanoo yaʿtadoona
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, "Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah." Dia (Musa) menjawab, "Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta." Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ ٱلَّذِينَ هَادُواْ وَ ٱلنَّصَٰرَىٰ وَ ٱلصَّٰبِـِٔينَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَ عَمِلَ صَٰلِحࣰا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٦٢﴾
Inna allatheena amanoo waallatheena hadoo waalnnasara waalssabieena man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waʿamila salihan falahum ajruhum ʿinda rabbihim wala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang ṣābiīn, siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
وَ إِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةࣲ وَ ٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿٦٣﴾
Waith akhathna meethaqakum warafaʿna fawqakumu alttoora khuthoo ma ataynakum biquwwatin waothkuroo ma feehi laʿallakum tattaqoona
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), "Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa."
ثُمَّ تَوَلَّيۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَ رَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ﴿٦٤﴾
Thumma tawallaytum min baʿdi thalika falawla fadlu Allahi ʿalaykum warahmatuhu lakuntum mina alkhasireena
Kemudian setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.
وَ لَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعۡتَدَوۡاْ مِنكُمۡ فِي ٱلسَّبۡتِ فَقُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ﴿٦٥﴾
Walaqad ʿalimtumu allatheena iʿtadaw minkum fee alssabti faqulna lahum koonoo qiradatan khasieena
Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina!"
فَجَعَلۡنَٰهَا نَكَٰلࣰا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا وَ مَا خَلۡفَهَا وَ مَوۡعِظَةࣰ لِّلۡمُتَّقِينَ﴿٦٦﴾
Fajaʿalnaha nakalan lima bayna yadayha wama khalfaha wamawʿithatan lilmuttaqeena
Maka Kami jadikan (yang demikian) itu peringatan bagi orang-orang pada masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَ إِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تَذۡبَحُواْ بَقَرَةࣰ ۖ قَالُوٓاْ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوࣰا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ﴿٦٧﴾
Waith qala moosa liqawmihi inna Allaha yamurukum an tathbahoo baqaratan qaloo atattakhithuna huzuwan qala aʿoothu biAllahi an akoona mina aljahileena
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina." Mereka bertanya, "Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?" Dia (Musa) menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang-orang yang bodoh."
قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ ۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةࣱ لَّا فَارِضࣱ وَ لَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٰلِكَ ۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ﴿٦٨﴾
Qaloo odʿu lana rabbaka yubayyin lana ma hiya qala innahu yaqoolu innaha baqaratun la faridun wala bikrun ʿawanun bayna thalika faifʿaloo ma tumaroona
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman, bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu!"
قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةࣱ صَفۡرَآءُ فَاقِعࣱ لَّوۡنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ﴿٦٩﴾
Qaloo odʿu lana rabbaka yubayyin lana ma lawnuha qala innahu yaqoolu innaha baqaratun safrao faqiʿun lawnuha tasurru alnnathireena
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya." Dia (Musa) menjawab, "Dia Allah berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning cerah warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya)."
قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا وَ إِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ﴿٧٠﴾
Qaloo odʿu lana rabbaka yubayyin lana ma hiya inna albaqara tashabaha ʿalayna wainna in shaa Allahu lamuhtadoona
Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendaki, niscaya kami mendapat petunjuk."
قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةࣱ لَّا ذَلُولࣱ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ وَ لَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةࣱ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَ مَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ﴿٧١﴾
Qala innahu yaqoolu innaha baqaratun la thaloolun tutheeru alarda wala tasqee alhartha musallamatun la shiyata feeha qaloo alana jita bialhaqqi fathabahooha wama kadoo yafʿaloona
Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman, (sapi) itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tidak belang." Mereka berkata, "Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya." Lalu mereka menyembelihnya, dan nyaris mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.
وَ إِذۡ قَتَلۡتُمۡ نَفۡسࣰا فَٱدَّٰرَٰءۡتُمۡ فِيهَا ۖ وَ ٱللَّهُ مُخۡرِجࣱ مَّا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ﴿٧٢﴾
Waith qataltum nafsan faiddaratum feeha waAllahu mukhrijun ma kuntum taktumoona
Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang, lalu kamu tuduh-menuduh tentang itu. Tetapi Allah menyingkapkan apa yang kamu sembunyikan.
فَقُلۡنَا ٱضۡرِبُوهُ بِبَعۡضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحۡيِ ٱللَّهُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَ يُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ﴿٧٣﴾
Faqulna idriboohu bibaʿdiha kathalika yuhyee Allahu almawta wayureekum ayatihi laʿallakum taʿqiloona
Lalu Kami berfirman, "Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!" Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.
ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةࣰ ۚ وَ إِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۚ وَ إِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخۡرُجُ مِنۡهُ ٱلۡمَآءُ ۚ وَ إِنَّ مِنۡهَا لَمَا يَهۡبِطُ مِنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَ مَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ﴿٧٤﴾
Thumma qasat quloobukum min baʿdi thalika fahiya kaalhijarati aw ashaddu qaswatan wainna mina alhijarati lama yatafajjaru minhu alanharu wainna minha lama yashshaqqaqu fayakhruju minhu almao wainna minha lama yahbitu min khashyati Allahi wama Allahu bighafilin ʿamma taʿmaloona
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar darinya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
أَفَتَطۡمَعُونَ أَن يُؤۡمِنُواْ لَكُمۡ وَ قَدۡ كَانَ فَرِيقࣱ مِّنۡهُمۡ يَسۡمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعۡدِ مَا عَقَلُوهُ وَ هُمۡ يَعۡلَمُونَ﴿٧٥﴾
Afatatmaʿoona an yuminoo lakum waqad kana fareequn minhum yasmaʿoona kalama Allahi thumma yuharrifoonahu min baʿdi ma ʿaqaloohu wahum yaʿlamoona
Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?
وَ إِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَ إِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضࣲ قَالُوٓاْ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمۡ ۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ﴿٧٦﴾
Waitha laqoo allatheena amanoo qaloo amanna waitha khala baʿduhum ila baʿdin qaloo atuhaddithoonahum bima fataha Allahu ʿalaykum liyuhajjookum bihi ʿinda rabbikum afala taʿqiloona
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, "Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?"
أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَ مَا يُعۡلِنُونَ﴿٧٧﴾
Awala yaʿlamoona anna Allaha yaʿlamu ma yusirroona wama yuʿlinoona
Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan?
وَ مِنۡهُمۡ أُمِّيُّونَ لَا يَعۡلَمُونَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِيَّ وَ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَظُنُّونَ﴿٧٨﴾
Waminhum ommiyyoona la yaʿlamoona alkitaba illa amaniyya wain hum illa yathunnoona
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.
فَوَيۡلࣱ لِّلَّذِينَ يَكۡتُبُونَ ٱلۡكِتَٰبَ بِأَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنࣰا قَلِيلࣰا ۖ فَوَيۡلࣱ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَ وَيۡلࣱ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ﴿٧٩﴾
Fawaylun lillatheena yaktuboona alkitaba biaydeehim thumma yaqooloona hatha min ʿindi Allahi liyashtaroo bihi thamanan qaleelan fawaylun lahum mimma katabat aydeehim wawaylun lahum mimma yaksiboona
Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, "Ini dari Allah," (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
وَ قَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامࣰا مَّعۡدُودَةࣰ ۚ قُلۡ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدࣰا فَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ عَهۡدَهُۥٓ ۖ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٨٠﴾
Waqaloo lan tamassana alnnaru illa ayyaman maʿdoodatan qul attakhathtum ʿinda Allahi ʿahdan falan yukhlifa Allahu ʿahdahu am taqooloona ʿala Allahi ma la taʿlamoona
Dan mereka berkata, "Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja." Katakanlah, "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah, sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, ataukah kamu mengatakan tentang Allah, sesuatu yang tidak kamu ketahui?"
بَلَىٰ ۚ مَن كَسَبَ سَيِّئَةࣰ وَ أَحَٰطَتۡ بِهِۦ خَطِيٓـَٔتُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٨١﴾
Bala man kasaba sayyiatan waahatat bihi khateeatuhu faolaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Tidaklah demikian! Barang siapa berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٨٢﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati olaika ashabu aljannati hum feeha khalidoona
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
وَ إِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ لَا تَعۡبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَ بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَانࣰا وَ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينِ وَ قُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنࣰا وَ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيۡتُمۡ إِلَّا قَلِيلࣰا مِّنكُمۡ وَ أَنتُم مُّعۡرِضُونَ﴿٨٣﴾
Waith akhathna meethaqa banee israeela la taʿbudoona illa Allaha wabialwalidayni ihsanan wathee alqurba waalyatama waalmasakeeni waqooloo lilnnasi husnan waaqeemoo alssalata waatoo alzzakata thumma tawallaytum illa qaleelan minkum waantum muʿridoona
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.
وَ إِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ لَا تَسۡفِكُونَ دِمَآءَكُمۡ وَ لَا تُخۡرِجُونَ أَنفُسَكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ ثُمَّ أَقۡرَرۡتُمۡ وَ أَنتُمۡ تَشۡهَدُونَ﴿٨٤﴾
Waith akhathna meethaqakum la tasfikoona dimaakum wala tukhrijoona anfusakum min diyarikum thumma aqrartum waantum tashhadoona
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu, "Janganlah kamu menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu." kemudian kamu berikrar dan bersaksi.
ثُمَّ أَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تَقۡتُلُونَ أَنفُسَكُمۡ وَ تُخۡرِجُونَ فَرِيقࣰا مِّنكُم مِّن دِيَٰرِهِمۡ تَظَٰهَرُونَ عَلَيۡهِم بِٱلۡإِثۡمِ وَ ٱلۡعُدۡوَٰنِ وَ إِن يَأۡتُوكُمۡ أُسَٰرَىٰ تُفَٰدُوهُمۡ وَ هُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيۡكُمۡ إِخۡرَاجُهُمۡ ۚ أَفَتُؤۡمِنُونَ بِبَعۡضِ ٱلۡكِتَٰبِ وَ تَكۡفُرُونَ بِبَعۡضࣲ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفۡعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمۡ إِلَّا خِزۡيࣱ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلۡعَذَابِ ۗ وَ مَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ﴿٨٥﴾
Thumma antum haolai taqtuloona anfusakum watukhrijoona fareeqan minkum min diyarihim tathaharoona ʿalayhim bialithmi waalʿudwani wain yatookum osara tufadoohum wahuwa muharramun ʿalaykum ikhrajuhum afatuminoona bibaʿdi alkitabi watakfuroona bibaʿdin fama jazao man yafʿalu thalika minkum illa khizyun fee alhayati alddunya wayawma alqiyamati yuraddoona ila ashaddi alʿathabi wama Allahu bighafilin ʿamma taʿmaloona
Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu), dan mengusir segolongan dari kamu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan kepada azab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا بِٱلۡأٓخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَ لَا هُمۡ يُنصَرُونَ﴿٨٦﴾
Olaika allatheena ishtarawoo alhayata alddunya bialakhirati fala yukhaffafu ʿanhumu alʿathabu wala hum yunsaroona
Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka tidak akan diringankan azabnya dan mereka tidak akan ditolong.
وَ لَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَ قَفَّيۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ بِٱلرُّسُلِ ۖ وَ ءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَ أَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ فَفَرِيقࣰا كَذَّبۡتُمۡ وَ فَرِيقࣰا تَقۡتُلُونَ﴿٨٧﴾
Walaqad atayna moosa alkitaba waqaffayna min baʿdihi bialrrusuli waatayna ʿeesa ibna maryama albayyinati waayyadnahu biroohi alqudusi afakullama jaakum rasoolun bima la tahwa anfusukumu istakbartum fafareeqan kaththabtum wafareeqan taqtuloona
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul, dan kami telah berikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti kebenaran serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap Rasul yang datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri, lalu sebagian kamu dustakan dan sebagian kamu bunuh?
وَ قَالُواْ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَقَلِيلࣰا مَّا يُؤۡمِنُونَ﴿٨٨﴾
Waqaloo quloobuna ghulfun bal laʿanahumu Allahu bikufrihim faqaleelan ma yuminoona
Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup." Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
وَ لَمَّا جَآءَهُمۡ كِتَٰبࣱ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقࣱ لِّمَا مَعَهُمۡ وَ كَانُواْ مِن قَبۡلُ يَسۡتَفۡتِحُونَ عَلَى ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَمَّا جَآءَهُم مَّا عَرَفُواْ كَفَرُواْ بِهِۦ ۚ فَلَعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٨٩﴾
Walamma jaahum kitabun min ʿindi Allahi musaddiqun lima maʿahum wakanoo min qablu yastaftihoona ʿala allatheena kafaroo falamma jaahum ma ʿarafoo kafaroo bihi falaʿnatu Allahi ʿala alkafireena
Dan setelah sampai kepada mereka Kitab (Alquran) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka laknat Allah bagi orang-orang yang ingkar.
بِئۡسَمَا ٱشۡتَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡ أَن يَكۡفُرُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بَغۡيًا أَن يُنَزِّلَ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ ۖ فَبَآءُو بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبࣲ ۚ وَ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابࣱ مُّهِينࣱ﴿٩٠﴾
Bisama ishtaraw bihi anfusahum an yakfuroo bima anzala Allahu baghyan an yunazzila Allahu min fadlihi ʿala man yashao min ʿibadihi fabaoo bighadabin ʿala ghadabin walilkafireena ʿathabun muheenun
Sangatlah buruk (perbuatan) mereka menjual dirinya, dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki, bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itulah mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Dan kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ نُؤۡمِنُ بِمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَ يَكۡفُرُونَ بِمَا وَرَآءَهُۥ وَ هُوَ ٱلۡحَقُّ مُصَدِّقࣰا لِّمَا مَعَهُمۡ ۗ قُلۡ فَلِمَ تَقۡتُلُونَ أَنۢبِيَآءَ ٱللَّهِ مِن قَبۡلُ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴿٩١﴾
Waitha qeela lahum aminoo bima anzala Allahu qaloo numinu bima onzila ʿalayna wayakfuroona bima waraahu wahuwa alhaqqu musaddiqan lima maʿahum qul falima taqtuloona anbiyaa Allahi min qablu in kuntum mumineena
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah (Alquran)," mereka menjawab, "Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami."Dan mereka ingkar kepada apa yang setelahnya, padahal (Alquran) itu adalah hak yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang beriman?"
وَ لَقَدۡ جَآءَكُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ثُمَّ ٱتَّخَذۡتُمُ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَ أَنتُمۡ ظَٰلِمُونَ﴿٩٢﴾
Walaqad jaakum moosa bialbayyinati thumma ittakhathtumu alʿijla min baʿdihi waantum thalimoona
Dan sungguh, Musa telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran, kemudian kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian) nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.
وَ إِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةࣲ وَ ٱسۡمَعُواْ ۖ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَ عَصَيۡنَا وَ أُشۡرِبُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡعِجۡلَ بِكُفۡرِهِمۡ ۚ قُلۡ بِئۡسَمَا يَأۡمُرُكُم بِهِۦٓ إِيمَٰنُكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴿٩٣﴾
Waith akhathna meethaqakum warafaʿna fawqakumu alttoora khuthoo ma ataynakum biquwwatin waismaʿoo qaloo samiʿna waʿasayna waoshriboo fee quloobihimu alʿijla bikufrihim qul bisama yamurukum bihi eemanukum in kuntum mumineena
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), "Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab, "Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati." Dan diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah, "Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh kepercayaanmu kepadamu jika kamu orang-orang beriman!"
قُلۡ إِن كَانَتۡ لَكُمُ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ ٱللَّهِ خَالِصَةࣰ مِّن دُونِ ٱلنَّاسِ فَتَمَنَّوُاْ ٱلۡمَوۡتَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٩٤﴾
Qul in kanat lakumu alddaru alakhiratu ʿinda Allahi khalisatan min dooni alnnasi fatamannawoo almawta in kuntum sadiqeena
Katakanlah (Muhammad), "Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar."
وَ لَن يَتَمَنَّوۡهُ أَبَدَۢا بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ۚ وَ ٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ﴿٩٥﴾
Walan yatamannawhu abadan bima qaddamat aydeehim waAllahu ʿaleemun bialththalimeena
Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
وَ لَتَجِدَنَّهُمۡ أَحۡرَصَ ٱلنَّاسِ عَلَىٰ حَيَوٰةࣲ وَ مِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمۡ لَوۡ يُعَمَّرُ أَلۡفَ سَنَةࣲ وَ مَا هُوَ بِمُزَحۡزِحِهِۦ مِنَ ٱلۡعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَ ٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ﴿٩٦﴾
Walatajidannahum ahrasa alnnasi ʿala hayatin wamina allatheena ashrakoo yawaddu ahaduhum law yuʿammaru alfa sanatin wama huwa bimuzahzihihi mina alʿathabi an yuʿammara waAllahu baseerun bima yaʿmaloona
Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha melihat apa yang mereka kerjakan.
قُلۡ مَن كَانَ عَدُوࣰّا لِّـجِبۡرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلۡبِكَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقࣰا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَ هُدࣰى وَ بُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٩٧﴾
Qul man kana ʿaduwwan lijibreela fainnahu nazzalahu ʿala qalbika biithni Allahi musaddiqan lima bayna yadayhi wahudan wabushra lilmumineena
Katakanlah (Muhammad), "Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Alquran) ke dalam hatimu dengan izin Allah membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman."
مَن كَانَ عَدُوࣰّا لِّلَّهِ وَ مَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَ رُسُلِهِۦ وَ جِبۡرِيلَ وَ مِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوࣱّ لِّلۡكَٰفِرِينَ﴿٩٨﴾
Man kana ʿaduwwan lillahi wamalaikatihi warusulihi wajibreela wameekala fainna Allaha ʿaduwwun lilkafireena
Barang siapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.
وَ لَقَدۡ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتࣲ ۖ وَ مَا يَكۡفُرُ بِهَآ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقُونَ﴿٩٩﴾
Walaqad anzalna ilayka ayatin bayyinatin wama yakfuru biha illa alfasiqoona
Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.
أَوَكُلَّمَا عَٰهَدُواْ عَهۡدࣰا نَّبَذَهُۥ فَرِيقࣱ مِّنۡهُم ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿١٠٠﴾
Awakullama ʿahadoo ʿahdan nabathahu fareequn minhum bal aktharuhum la yuminoona
Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.
وَ لَمَّا جَآءَهُمۡ رَسُولࣱ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُصَدِّقࣱ لِّمَا مَعَهُمۡ نَبَذَ فَرِيقࣱ مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَرَآءَ ظُهُورِهِمۡ كَأَنَّهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿١٠١﴾
Walamma jaahum rasoolun min ʿindi Allahi musaddiqun lima maʿahum nabatha fareequn mina allatheena ootoo alkitaba kitaba Allahi waraa thuhoorihim kaannahum la yaʿlamoona
Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang (punggung), seakan-akan mereka tidak tahu.
وَ ٱتَّبَعُواْ مَا تَتۡلُواْ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَيۡمَٰنَ ۖ وَ مَا كَفَرَ سُلَيۡمَٰنُ وَ لَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ وَ مَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَيۡنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَ مَٰرُوتَ ۚ وَ مَا يُعَلِّمَانِ مِنۡ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةࣱ فَلَا تَكۡفُرۡ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَ زَوۡجِهِۦ ۚ وَ مَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ۚ وَ يَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمۡ وَ لَا يَنفَعُهُمۡ ۚ وَ لَقَدۡ عَلِمُواْ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقࣲ ۚ وَ لَبِئۡسَ مَا شَرَوۡاْ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمۡ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿١٠٢﴾
Waittabaʿoo ma tatloo alshshayateenu ʿala mulki sulaymana wama kafara sulaymanu walakinna alshshayateena kafaroo yuʿallimoona alnnasa alssihra wama onzila ʿala almalakayni bibabila haroota wamaroota wama yuʿallimani min ahadin hatta yaqoola innama nahnu fitnatun fala takfur fayataʿallamoona minhuma ma yufarriqoona bihi bayna almari wazawjihi wama hum bidarreena bihi min ahadin illa biithni Allahi wayataʿallamoona ma yadurruhum wala yanfaʿuhum walaqad ʿalimoo lamani ishtarahu ma lahu fee alakhirati min khalaqin walabisa ma sharaw bihi anfusahum law kanoo yaʿlamoona
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir!" Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan isterinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.
وَ لَوۡ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ وَ ٱتَّقَوۡاْ لَمَثُوبَةࣱ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ خَيۡرࣱ ۚ لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿١٠٣﴾
Walaw annahum amanoo waittaqaw lamathoobatun min ʿindi Allahi khayrun law kanoo yaʿlamoona
Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقُولُواْ رَٰعِنَا وَ قُولُواْ ٱنظُرۡنَا وَ ٱسۡمَعُواْ ۗ وَ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿١٠٤﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo la taqooloo raʿina waqooloo onthurna waismaʿoo walilkafireena ʿathabun aleemun
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, Rā'inā, tetapi katakanlah, "Unẓurnā," dan "dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَ لَا ٱلۡمُشۡرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ خَيۡرࣲ مِّن رَّبِّكُمۡ ۚ وَ ٱللَّهُ يَخۡتَصُّ بِرَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَ ٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ﴿١٠٥﴾
Ma yawaddu allatheena kafaroo min ahli alkitabi wala almushrikeena an yunazzala ʿalaykum min khayrin min rabbikum waAllahu yakhtassu birahmatihi man yashao waAllahu thoo alfadli alʿatheemi
Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.
مَا نَنسَخۡ مِنۡ ءَايَةٍ أَوۡ نُنسِهَا نَأۡتِ بِخَيۡرࣲ مِّنۡهَآ أَوۡ مِثۡلِهَآ ۗ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرٌ﴿١٠٦﴾
Ma nansakh min ayatin aw nunsiha nati bikhayrin minha aw mithliha alam taʿlam anna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu tahu bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?
أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ مَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيࣲّ وَ لَا نَصِيرٍ﴿١٠٧﴾
Alam taʿlam anna Allaha lahu mulku alssamawati waalardi wama lakum min dooni Allahi min waliyyin wala naseerin
Tidakkah kamu tahu bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? Dan tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
أَمۡ تُرِيدُونَ أَن تَسۡـَٔلُواْ رَسُولَكُمۡ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِن قَبۡلُ ۗ وَ مَن يَتَبَدَّلِ ٱلۡكُفۡرَ بِٱلۡإِيمَٰنِ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ﴿١٠٨﴾
Am tureedoona an tasaloo rasoolakum kama suila moosa min qablu waman yatabaddali alkufra bialeemani faqad dalla sawaa alssabeeli
Ataukah kamu hendak meminta kepada Rasulmu (Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? Barang siapa mengganti iman dengan kekafiran, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
وَدَّ كَثِيرࣱ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدࣰا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّ ۖ فَٱعۡفُواْ وَ ٱصۡفَحُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿١٠٩﴾
Wadda katheerun min ahli alkitabi law yaruddoonakum min baʿdi eemanikum kuffaran hasadan min ʿindi anfusihim min baʿdi ma tabayyana lahumu alhaqqu faoʿfoo waisfahoo hatta yatiya Allahu biamrihi inna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَ مَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرࣲ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرࣱ﴿١١٠﴾
Waaqeemoo alssalata waatoo alzzakata wama tuqaddimoo lianfusikum min khayrin tajidoohu ʿinda Allahi inna Allaha bima taʿmaloona baseerun
Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ قَالُواْ لَن يَدۡخُلَ ٱلۡجَنَّةَ إِلَّا مَن كَانَ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰ ۗ تِلۡكَ أَمَانِيُّهُمۡ ۗ قُلۡ هَاتُواْ بُرۡهَٰنَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿١١١﴾
Waqaloo lan yadkhula aljannata illa man kana hoodan aw nasara tilka amaniyyuhum qul hatoo burhanakum in kuntum sadiqeena
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, "Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani." Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang yang benar."
بَلَىٰ ۚ مَنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ وَ هُوَ مُحۡسِنࣱ فَلَهُۥٓ أَجۡرُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿١١٢﴾
Bala man aslama wajhahu lillahi wahuwa muhsinun falahu ajruhu ʿinda rabbihi wala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
وَ قَالَتِ ٱلۡيَهُودُ لَيۡسَتِ ٱلنَّصَٰرَىٰ عَلَىٰ شَيۡءࣲ وَ قَالَتِ ٱلنَّصَٰرَىٰ لَيۡسَتِ ٱلۡيَهُودُ عَلَىٰ شَيۡءࣲ وَ هُمۡ يَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ مِثۡلَ قَوۡلِهِمۡ ۚ فَٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ﴿١١٣﴾
Waqalati alyahoodu laysati alnnasara ʿala shayin waqalati alnnasara laysati alyahoodu ʿala shayin wahum yatloona alkitaba kathalika qala allatheena la yaʿlamoona mithla qawlihim faAllahu yahkumu baynahum yawma alqiyamati feema kanoo feehi yakhtalifoona
Dan orang Yahudi berkata, "Orang Nasrani itu tidak memiliki sesuatu (pegangan)," dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, "Orang-orang Yahudi tidak memiliki sesuatu (pegangan)," padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu, berkata seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang mereka perselisihkan.
وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ وَ سَعَىٰ فِي خَرَابِهَآ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآئِفِينَ ۚ لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيࣱ وَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمࣱ﴿١١٤﴾
Waman athlamu mimman manaʿa masajida Allahi an yuthkara feeha ismuhu wasaʿa fee kharabiha olaika ma kana lahum an yadkhulooha illa khaifeena lahum fee alddunya khizyun walahum fee alakhirati ʿathabun ʿatheemun
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat.
وَ لِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَ ٱلۡمَغۡرِبُ ۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمࣱ﴿١١٥﴾
Walillahi almashriqu waalmaghribu faaynama tuwalloo fathamma wajhu Allahi inna Allaha wasiʿun ʿaleemun
Dan milik Allah timur dan barat. Ke manapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
وَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدࣰا ۗ سُبۡحَٰنَهُۥ ۖ بَل لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ كُلࣱّ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ﴿١١٦﴾
Waqaloo itakhatha Allahu waladan subhanahu bal lahu ma fee alssamawati waalardi kullun lahu qanitoona
Dan mereka berkata, "Allah mempunyai anak." Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرࣰا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ﴿١١٧﴾
Badeeʿu alssamawati waalardi waitha qada amran fainnama yaqoolu lahu kun fayakoonu
(Allah) Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ لَوۡلَا يُكَلِّمُنَا ٱللَّهُ أَوۡ تَأۡتِينَآ ءَايَةࣱ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّثۡلَ قَوۡلِهِمۡ ۘ تَشَٰبَهَتۡ قُلُوبُهُمۡ ۗ قَدۡ بَيَّنَّا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يُوقِنُونَ﴿١١٨﴾
Waqala allatheena la yaʿlamoona lawla yukallimuna Allahu aw tateena ayatun kathalika qala allatheena min qablihim mithla qawlihim tashabahat quloobuhum qad bayyanna alayati liqawmin yooqinoona
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, "Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin.
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ بَشِيرࣰا وَ نَذِيرࣰا ۖ وَ لَا تُسۡـَٔلُ عَنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡجَحِيمِ﴿١١٩﴾
Inna arsalnaka bialhaqqi basheeran wanatheeran wala tusalu Aaan ashabi aljaheemi
Sungguh, Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan engkau tidak akan diminta (pertanggung jawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
وَ لَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَ لَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡ ۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰ ۗ وَ لَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيࣲّ وَ لَا نَصِيرٍ﴿١٢٠﴾
Walan tarda ʿanka alyahoodu wala alnnasara hatta tattabiʿa millatahum qul inna huda Allahi huwa alhuda walaini ittabaʿta ahwaahum baʿda allathee jaaka mina alʿilmi ma laka mina Allahi min waliyyin wala naseerin
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَتۡلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ ۗ وَ مَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿١٢١﴾
Allatheena ataynahumu alkitaba yatloonahu haqqa tilawatihi olaika yuminoona bihi waman yakfur bihi faolaika humu alkhasiroona
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَ أَنِّي فَضَّلۡتُكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٢٢﴾
Ya banee israeela othkuroo niʿmatiya allatee anʿamtu ʿalaykum waannee faddaltukum ʿala alʿalameena
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).
وَ ٱتَّقُواْ يَوۡمࣰا لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسࣲ شَيۡـࣰٔا وَ لَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا عَدۡلࣱ وَ لَا تَنفَعُهَا شَفَٰعَةࣱ وَ لَا هُمۡ يُنصَرُونَ﴿١٢٣﴾
Waittaqoo yawman la tajzee nafsun ʿan nafsin shayan wala yuqbalu minha ʿadlun wala tanfaʿuha shafaʿatun wala hum yunsaroona
Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seorangpun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.
وَ إِذِ ٱبۡتَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتࣲ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامࣰا ۖ قَالَ وَ مِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِي ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٢٤﴾
Waithi ibtala ibraheema rabbuhu bikalimatin faatammahunna qala innee jaʿiluka lilnnasi imaman qala wamin thurriyyatee qala la yanalu ʿahdee alththalimeena
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia." Dia (Ibrahim) berkata, "Dan (juga) dari anak cucuku?" Allah berfirman, "(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim."
وَ إِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ مَثَابَةࣰ لِّلنَّاسِ وَ أَمۡنࣰا وَ ٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِـۧمَ مُصَلࣰّى ۖ وَ عَهِدۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَ إِسۡمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَ ٱلۡعَٰكِفِينَ وَ ٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ﴿١٢٥﴾
Waith jaʿalna albayta mathabatan lilnnasi waamnan waittakhithoo min maqami ibraheema musallan waʿahidna ila ibraheema waismaʿeela an tahhira baytiya lilttaifeena waalʿakifeena waalrrukkaʿi alssujoodi
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"
وَ إِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنࣰا وَ ٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۚ قَالَ وَ مَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلࣰا ثُمَّ أَضۡطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَ بِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ﴿١٢٦﴾
Waith qala ibraheemu rabbi ijʿal hatha baladan aminan waorzuq ahlahu mina alththamarati man amana minhum biAllahi waalyawmi alakhiri qala waman kafara faomattiʿuhu qaleelan thumma adtarruhu ila ʿathabi alnnari wabisa almaseeru
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian," Dia (Allah) berfirman, "Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
وَ إِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٰهِـۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَ إِسۡمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿١٢٧﴾
Waith yarfaʿu ibraheemu alqawaʿida mina albayti waismaʿeelu rabbana taqabbal minna innaka anta alssameeʿu alʿaleemu
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui".
رَبَّنَا وَ ٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَ مِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةࣰ مُّسۡلِمَةࣰ لَّكَ وَ أَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَ تُبۡ عَلَيۡنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴿١٢٨﴾
Rabbana waijʿalna muslimayni laka wamin thurriyyatina ommatan muslimatan laka waarina manasikana watub ʿalayna innaka anta alttawwabu alrraheemu
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
رَبَّنَا وَ ٱبۡعَثۡ فِيهِمۡ رَسُولࣰا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِكَ وَ يُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡحِكۡمَةَ وَ يُزَكِّيهِمۡ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿١٢٩﴾
Rabbana waibʿath feehim rasoolan minhum yatloo ʿalayhim ayatika wayuʿallimuhumu alkitaba waalhikmata wayuzakkeehim innaka anta alʿazeezu alhakeemu
Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ مَن يَرۡغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥ ۚ وَ لَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ إِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ﴿١٣٠﴾
Waman yarghabu ʿan millati ibraheema illa man safiha nafsahu walaqadi istafaynahu fee alddunya wainnahu fee alakhirati lamina alssaliheena
Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh.
إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسۡلِمۡ ۖ قَالَ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٣١﴾
Ith qala lahu rabbuhu aslim qala aslamtu lirabbi alʿalameena
(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), "Berserah dirilah!" Dia menjawab, "Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam."
وَ وَصَّىٰ بِهَآ إِبۡرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَ يَعۡقُوبُ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَ أَنتُم مُّسۡلِمُونَ﴿١٣٢﴾
Wawassa biha ibraheemu baneehi wayaʿqoobu ya baniyya inna Allaha istafa lakumu alddeena fala tamootunna illa waantum muslimoona
Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِي ۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَ إِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَ إِسۡمَٰعِيلَ وَ إِسۡحَٰقَ إِلَٰهࣰا وَٰحِدࣰا وَ نَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ﴿١٣٣﴾
Am kuntum shuhadaa ith hadara yaʿqooba almawtu ith qala libaneehi ma taʿbudoona min baʿdee qaloo naʿbudu ilahaka wailaha abaika ibraheema waismaʿeela waishaqa ilahan wahidan wanahnu lahu muslimoona
Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Mahaesa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya."
تِلۡكَ أُمَّةࣱ قَدۡ خَلَتۡ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَ لَكُم مَّا كَسَبۡتُمۡ ۖ وَ لَا تُسۡـَٔلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٣٤﴾
Tilka ommatun qad khalat laha ma kasabat walakum ma kasabtum wala tusaloona ʿamma kano yaʿmaloona
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَ قَالُواْ كُونُواْ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰ تَهۡتَدُواْ ۗ قُلۡ بَلۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِـۧمَ حَنِيفࣰا ۖ وَ مَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٣٥﴾
Waqaloo koonoo hoodan aw nasara tahtadoo qul bal millata ibraheema haneefan wama kana mina almushrikeena
Dan mereka berkata, "Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah, "(Tidak!) Tetapi (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia termasuk golongan orang yang mempersekutukan Tuhan."
قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَ مَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَ إِسۡمَٰعِيلَ وَ إِسۡحَٰقَ وَ يَعۡقُوبَ وَ ٱلۡأَسۡبَاطِ وَ مَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ وَ عِيسَىٰ وَ مَآ أُوتِيَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمۡ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدࣲ مِّنۡهُمۡ وَ نَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ﴿١٣٦﴾
Qooloo amanna biAllahi wama onzila ilayna wama onzila ila ibraheema waismaʿeela waishaqa wayaʿqooba waalasbati wama ootiya moosa waʿeesa wama ootiya alnnabiyyoona min rabbihim la nufarriqu bayna ahadin minhum wanahnu lahu muslimoona
Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya."
فَإِنۡ ءَامَنُواْ بِمِثۡلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْ ۖ وَّ إِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا هُمۡ فِي شِقَاقࣲ ۖ فَسَيَكۡفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿١٣٧﴾
Fain amanoo bimithli ma amantum bihi faqadi ihtadaw wain tawallaw fainnama hum fee shiqaqin fasayakfeekahumu Allahu wahuwa alssameeʿu alʿaleemu
Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
صِبۡغَةَ ٱللَّهِ وَ مَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبۡغَةࣰ ۖ وَ نَحۡنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ﴿١٣٨﴾
Sibghata Allahi waman ahsanu mina Allahi sibghatan wanahnu lahu ʿabidoona
"Ṣibgah Allah" Siapa yang lebih baik ṣibgah-nya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah.
قُلۡ أَتُحَآجُّونَنَا فِي ٱللَّهِ وَ هُوَ رَبُّنَا وَ رَبُّكُمۡ وَ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَ لَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ وَ نَحۡنُ لَهُۥ مُخۡلِصُونَ﴿١٣٩﴾
Qul atuhajjoonana fee Allahi wahuwa rabbuna warabbukum walana aʿmaluna walakum aʿmalukum wanahnu lahu mukhlisoona
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.
أَمۡ تَقُولُونَ إِنَّ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَ إِسۡمَٰعِيلَ وَ إِسۡحَٰقَ وَ يَعۡقُوبَ وَ ٱلۡأَسۡبَاطَ كَانُواْ هُودًا أَوۡ نَصَٰرَىٰ ۗ قُلۡ ءَأَنتُمۡ أَعۡلَمُ أَمِ ٱللَّهُ ۗ وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۗ وَ مَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ﴿١٤٠﴾
Am taqooloona inna ibraheema waismaʿeela waishaqa wayaʿqooba waalasbata kanoo hoodan aw nasara qul aantum aʿlamu ami Allahu waman athlamu mimman katama shahadatan ʿindahu mina Allahi wama Allahu bighafilin ʿamma taʿmaloona
Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, "Kamukah yang lebih tahu atau Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?" Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
تِلۡكَ أُمَّةࣱ قَدۡ خَلَتۡ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَ لَكُم مَّا كَسَبۡتُمۡ ۖ وَ لَا تُسۡـَٔلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٤١﴾
Tilka ommatun qad khalat laha ma kasabat walakum ma kasabtum wala tusaloona ʿamma kanoo yaʿmaloona
Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.
سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّىٰهُمۡ عَن قِبۡلَتِهِمُ ٱلَّتِي كَانُواْ عَلَيۡهَا ۚ قُل لِّلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَ ٱلۡمَغۡرِبُ ۚ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿١٤٢﴾
Sayaqoolu alssufahao mina alnnasi ma wallahum ʿan qiblatihimu allatee kanoo ʿalayha qul lillahi almashriqu waalmaghribu yahdee man yashao ila siratin mustaqeemin
Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, "Apakah yang memalingkan mereka (muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?" Katakanlah (Muhammad), "Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus."
وَ كَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةࣰ وَسَطࣰا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَ يَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدࣰا ۗ وَ مَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِي كُنتَ عَلَيۡهَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ ۚ وَ إِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَ مَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٤٣﴾
Wakathalika jaʿalnakum ommatan wasatan litakoonoo shuhadaa ʿala alnnasi wayakoona alrrasoolu ʿalaykum shaheedan wama jaʿalna alqiblata allatee kunta ʿalayha illa linaʿlama man yattabiʿu alrrasoola mimman yanqalibu ʿala ʿaqibayhi wain kanat lakabeeratan illa ʿala allatheena hada Allahu wama kana Allahu liyudeeʿa eemanakum inna Allaha bialnnasi laraoofun raheemun
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةࣰ تَرۡضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ ۚ وَ حَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥ ۗ وَ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ لَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ ۗ وَ مَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ﴿١٤٤﴾
Qad nara taqalluba wajhika fee alssamai falanuwalliyannaka qiblatan tardaha fawalli wajhaka shatra almasjidi alharami wahaythu ma kuntum fawalloo wujoohakum shatrahu wainna allatheena ootoo alkitaba layaʿlamoona annahu alhaqqu min rabbihim wama Allahu bighafilin ʿamma yaʿmaloona
Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
وَ لَئِنۡ أَتَيۡتَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ بِكُلِّ ءَايَةࣲ مَّا تَبِعُواْ قِبۡلَتَكَ ۚ وَ مَآ أَنتَ بِتَابِعࣲ قِبۡلَتَهُمۡ ۚ وَ مَا بَعۡضُهُم بِتَابِعࣲ قِبۡلَةَ بَعۡضࣲ ۚ وَ لَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ إِنَّكَ إِذࣰا لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٤٥﴾
Walain atayta allatheena ootoo alkitaba bikulli ayatin ma tabiʿoo qiblataka wama anta bitabiʿin qiblatahum wama baʿduhum bitabiʿin qiblata baʿdin walaini ittabaʿta ahwaahum min baʿdi ma jaaka mina alʿilmi innaka ithan lamina alththalimeena
Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمۡ ۖ وَ إِنَّ فَرِيقࣰا مِّنۡهُمۡ لَيَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَ هُمۡ يَعۡلَمُونَ﴿١٤٦﴾
Allatheena ataynahumu alkitaba yaʿrifoonahu kama yaʿrifoona abnaahum wainna fareeqan minhum layaktumoona alhaqqa wahum yaʿlamoona
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui(nya).
ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ﴿١٤٧﴾
Alhaqqu min rabbika fala takoonanna mina almumtareena
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
وَ لِكُلࣲّ وِجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَٱسۡتَبِقُواْ ٱلۡخَيۡرَٰتِ ۚ أَيۡنَ مَا تَكُونُواْ يَأۡتِ بِكُمُ ٱللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿١٤٨﴾
Walikullin wijhatun huwa muwalleeha faistabiqoo alkhayrati ayna ma takoonoo yati bikumu Allahu jameeʿan inna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَ مِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ ۖ وَ إِنَّهُۥ لَلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۗ وَ مَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ﴿١٤٩﴾
Wamin haythu kharajta fawalli wajhaka shatra almasjidi alharami wainnahu lalhaqqu min rabbika wama Allahu bighafilin ʿamma taʿmaloona
Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
وَ مِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ ۚ وَ حَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُۥ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيۡكُمۡ حُجَّةٌ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡ فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَ ٱخۡشَوۡنِي وَ لِأُتِمَّ نِعۡمَتِي عَلَيۡكُمۡ وَ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ﴿١٥٠﴾
Wamin haythu kharajta fawalli wajhaka shatra almasjidi alharami wahaythu ma kuntum fawalloo wujoohakum shatrahu lialla yakoona lilnnasi ʿalaykum hujjatun illa allatheena thalamoo minhum fala takhshawhum waikhshawnee waliotimma niʿmatee ʿalaykum walaʿallakum tahtadoona
Dan dari mana pun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.
كَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِيكُمۡ رَسُولࣰا مِّنكُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِنَا وَ يُزَكِّيكُمۡ وَ يُعَلِّمُكُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡحِكۡمَةَ وَ يُعَلِّمُكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ﴿١٥١﴾
Kama arsalna feekum rasoolan minkum yatloo ʿalaykum ayatina wayuzakkeekum wayuʿallimukumu alkitaba waalhikmata wayuʿallimukum ma lam takoonoo taʿlamoona
Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَ ٱشۡكُرُواْ لِي وَ لَا تَكۡفُرُونِ﴿١٥٢﴾
Faothkuroonee athkurkum waoshkuroo lee wala takfurooni
Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَ ٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ﴿١٥٣﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo istaʿeenoo bialssabri waalssalati inna Allaha maʿa alssabireena
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
وَ لَا تَقُولُواْ لِمَن يُقۡتَلُ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٰتُۢ ۚ بَلۡ أَحۡيَآءࣱ وَ لَٰكِن لَّا تَشۡعُرُونَ﴿١٥٤﴾
Wala taqooloo liman yuqtalu fee sabeeli Allahi amwatun bal ahyaon walakin la tashʿuroona
Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
وَ لَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءࣲ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَ ٱلۡجُوعِ وَ نَقۡصࣲ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَ ٱلۡأَنفُسِ وَ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَ بَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ﴿١٥٥﴾
Walanabluwannakum bishayin mina alkhawfi waaljooʿi wanaqsin mina alamwali waalanfusi waalththamarati wabashshiri alssabireena
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةࣱ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَ إِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ﴿١٥٦﴾
Allatheena itha asabathum museebatun qaloo inna lillahi wainna ilayhi rajiʿoona
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتࣱ مِّن رَّبِّهِمۡ وَ رَحۡمَةࣱ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ﴿١٥٧﴾
Olaika ʿalayhim salawatun min rabbihim warahmatun waolaika humu almuhtadoona
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
إِنَّ ٱلصَّفَا وَ ٱلۡمَرۡوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنۡ حَجَّ ٱلۡبَيۡتَ أَوِ ٱعۡتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَ مَن تَطَوَّعَ خَيۡرࣰا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ﴿١٥٨﴾
Inna alssafa waalmarwata min shaʿairi Allahi faman hajja albayta awi iʿtamara fala junaha ʿalayhi an yattawwafa bihima waman tatawwaʿa khayran fainna Allaha shakirun ʿaleemun
Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡتُمُونَ مَآ أَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَ ٱلۡهُدَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أُوْلَٰٓئِكَ يَلۡعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَ يَلۡعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ﴿١٥٩﴾
Inna allatheena yaktumoona ma anzalna mina albayyinati waalhuda min baʿdi ma bayyannahu lilnnasi fee alkitabi olaika yalʿanuhumu Allahu wayalʿanuhumu allaʿinoona
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Alquran), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh orang-orang yang melaknat,
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَ أَصۡلَحُواْ وَ بَيَّنُواْ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيۡهِمۡ وَ أَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴿١٦٠﴾
Illa allatheena taboo waaslahoo wabayyanoo faolaika atoobu ʿalayhim waana alttawwabu alrraheemu
kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ مَاتُواْ وَ هُمۡ كُفَّارٌ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ لَعۡنَةُ ٱللَّهِ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَ ٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ﴿١٦١﴾
Inna allatheena kafaroo wamatoo wahum kuffarun olaika ʿalayhim laʿnatu Allahi waalmalaikati waalnnasi ajmaʿeena
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya,
خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَ لَا هُمۡ يُنظَرُونَ﴿١٦٢﴾
Khalideena feeha la yukhaffafu ʿanhumu alʿathabu wala hum yuntharoona
mereka kekal di dalamnya (laknat), tidak akan diringankan azabnya, dan mereka tidak diberi penangguhan.
وَ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ﴿١٦٣﴾
Wailahukum ilahun wahidun la ilaha illa huwa alrrahmanu alrraheemu
Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ ٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَ ٱلنَّهَارِ وَ ٱلۡفُلۡكِ ٱلَّتِي تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءࣲ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَ بَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةࣲ وَ تَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَ ٱلسَّحَابِ ٱلۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ ٱلسَّمَآءِ وَ ٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿١٦٤﴾
Inna fee khalqi alssamawati waalardi waikhtilafi allayli waalnnahari waalfulki allatee tajree fee albahri bima yanfaʿu alnnasa wama anzala Allahu mina alssamai min main faahya bihi alarda baʿda mawtiha wabaththa feeha min kulli dabbatin watasreefi alrriyahi waalssahabi almusakhkhari bayna alssamai waalardi laayatin liqawmin yaʿqiloona
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
وَ مِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادࣰا يُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبࣰّا لِّلَّهِ ۗ وَ لَوۡ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِذۡ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعࣰا وَ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعَذَابِ﴿١٦٥﴾
Wamina alnnasi man yattakhithu min dooni Allahi andadan yuhibboonahum kahubbi Allahi waallatheena amanoo ashaddu hubban lillahi walaw yara allatheena thalamoo ith yarawna alʿathaba anna alquwwata lillahi jameeʿan waanna Allaha shadeedu alʿathabi
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).
إِذۡ تَبَرَّأَ ٱلَّذِينَ ٱتُّبِعُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ وَ رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ وَ تَقَطَّعَتۡ بِهِمُ ٱلۡأَسۡبَابُ﴿١٦٦﴾
Ith tabarraa allatheena ittubiʿoo mina allatheena ittabaʿoo waraawoo alʿathaba wataqattaʿat bihimu alasbabu
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُواْ لَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةࣰ فَنَتَبَرَّأَ مِنۡهُمۡ كَمَا تَبَرَّءُواْ مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡ حَسَرَٰتٍ عَلَيۡهِمۡ ۖ وَ مَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنَ ٱلنَّارِ﴿١٦٧﴾
Waqala allatheena ittabaʿoo law anna lana karratan fanatabarraa minhum kama tabarraoo minna kathalika yureehimu Allahu aʿmalahum hasaratin ʿalayhim wama hum bikharijeena mina alnnari
Dan orang-orang yang mengikuti berkata, "Sekiranya kami mendapat kesempatan (kembali ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka, sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka perbuatan mereka yang menjadi penyesalan mereka. Dan mereka tidak akan ke luar dari api neraka.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلࣰا طَيِّبࣰا وَ لَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِينٌ﴿١٦٨﴾
Ya ayyuha alnnasu kuloo mimma fee alardi halalan tayyiban wala tattabiʿoo khutuwati alshshaytani innahu lakum ʿaduwwun mubeenun
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
إِنَّمَا يَأۡمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَ أَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿١٦٩﴾
Innama yamurukum bialssooi waalfahshai waan taqooloo ʿala Allahi ma la taʿlamoona
Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلۡ نَتَّبِعُ مَآ أَلۡفَيۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَآ ۚ أَوَلَوۡ كَانَ ءَابَآؤُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ شَيۡـࣰٔا وَ لَا يَهۡتَدُونَ﴿١٧٠﴾
Waitha qeela lahumu ittabiʿoo ma anzala Allahu qaloo bal nattabiʿu ma alfayna ʿalayhi abaana awalaw kana abaohum la yaʿqiloona shayan wala yahtadoona
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab, "(Tidak!) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya)." Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.
وَ مَثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ كَمَثَلِ ٱلَّذِي يَنۡعِقُ بِمَا لَا يَسۡمَعُ إِلَّا دُعَآءࣰ وَ نِدَآءࣰ ۚ صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيࣱ فَهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ﴿١٧١﴾
Wamathalu allatheena kafaroo kamathali allathee yanʿiqu bima la yasmaʿu illa duʿaan wanidaan summun bukmun ʿumyun fahum la yaʿqiloona
Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَ ٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ﴿١٧٢﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo kuloo min tayyibati ma razaqnakum waoshkuroo lillahi in kuntum iyyahu taʿbudoona
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَيۡتَةَ وَ ٱلدَّمَ وَ لَحۡمَ ٱلۡخِنزِيرِ وَ مَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيۡرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغࣲ وَ لَا عَادࣲ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمٌ﴿١٧٣﴾
Innama harrama ʿalaykumu almaytata waalddama walahma alkhinzeeri wama ohilla bihi lighayri Allahi famani idturra ghayra baghin wala ʿadin fala ithma ʿalayhi inna Allaha ghafoorun raheemun
Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡتُمُونَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَ يَشۡتَرُونَ بِهِۦ ثَمَنࣰا قَلِيلًا أُوْلَٰٓئِكَ مَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ إِلَّا ٱلنَّارَ وَ لَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَ لَا يُزَكِّيهِمۡ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴿١٧٤﴾
Inna allatheena yaktumoona ma anzala Allahu mina alkitabi wayashtaroona bihi thamanan qaleelan olaika ma yakuloona fee butoonihim illa alnnara wala yukallimuhumu Allahu yawma alqiyamati wala yuzakkeehim walahum ʿathabun aleemun
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ وَ ٱلۡعَذَابَ بِٱلۡمَغۡفِرَةِ ۚ فَمَآ أَصۡبَرَهُمۡ عَلَى ٱلنَّارِ﴿١٧٥﴾
Olaika allatheena ishtarawoo alddalalata bialhuda waalʿathaba bialmaghfirati fama asbarahum ʿala alnnari
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ ۗ وَ إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِي ٱلۡكِتَٰبِ لَفِي شِقَاقِۭ بَعِيدࣲ﴿١٧٦﴾
Thalika bianna Allaha nazzala alkitaba bialhaqqi wainna allatheena ikhtalafoo fee alkitabi lafee shiqaqin baʿeedin
Yang demikian itu karena Allah telah menurunkan Kitab (Alquran) dengan (membawa) kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) Kitab itu, mereka dalam perpecahan yang parah.
لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَ ٱلۡمَغۡرِبِ وَ لَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَ ٱلۡكِتَٰبِ وَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَ ءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينَ وَ ٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَ ٱلسَّآئِلِينَ وَ فِي ٱلرِّقَابِ وَ أَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَ ٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَٰهَدُواْ ۖ وَ ٱلصَّٰبِرِينَ فِي ٱلۡبَأۡسَآءِ وَ ٱلضَّرَّآءِ وَ حِينَ ٱلۡبَأۡسِ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ﴿١٧٧﴾
Laysa albirra an tuwalloo wujoohakum qibala almashriqi waalmaghribi walakinna albirra man amana biAllahi waalyawmi alakhiri waalmalaikati waalkitabi waalnnabiyyeena waata almala ʿala hubbihi thawee alqurba waalyatama waalmasakeena waibna alssabeeli waalssaileena wafee alrriqabi waaqama alssalata waata alzzakata waalmoofoona biʿahdihim itha ʿahadoo waalssabireena fee albasai waalddarrai waheena albasi olaika allatheena sadaqoo waolaika humu almuttaqoona
Kebajikan itu bukanlah mengahadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِصَاصُ فِي ٱلۡقَتۡلَى ۖ ٱلۡحُرُّ بِٱلۡحُرِّ وَ ٱلۡعَبۡدُ بِٱلۡعَبۡدِ وَ ٱلۡأُنثَىٰ بِٱلۡأُنثَىٰ ۚ فَمَنۡ عُفِيَ لَهُۥ مِنۡ أَخِيهِ شَيۡءࣱ فَٱتِّبَاعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَ أَدَآءٌ إِلَيۡهِ بِإِحۡسَٰنࣲ ۗ ذَٰلِكَ تَخۡفِيفࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ وَ رَحۡمَةࣱ ۗ فَمَنِ ٱعۡتَدَىٰ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿١٧٨﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo kutiba ʿalaykumu alqisasu fee alqatla alhurru bialhurri waalʿabdu bialʿabdi waalontha bialontha faman ʿufiya lahu min akheehi shayon faittibaʿun bialmaʿroofi waadaon ilayhi biihsanin thalika takhfeefun min rabbikum warahmatun famani iʿtada baʿda thalika falahu ʿathabun aleemun
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barang siapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat (tebusan) kepadanya dengan baik (pula). Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barang siapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
وَ لَكُمۡ فِي ٱلۡقِصَاصِ حَيَوٰةࣱ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿١٧٩﴾
Walakum fee alqisasi hayatun ya olee alalbabi laʿallakum tattaqoona
Dan dalam kisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.
كُتِبَ عَلَيۡكُمۡ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ إِن تَرَكَ خَيۡرًا ٱلۡوَصِيَّةُ لِلۡوَٰلِدَيۡنِ وَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلۡمُتَّقِينَ﴿١٨٠﴾
Kutiba ʿalaykum itha hadara ahadakumu almawtu in taraka khayran alwasiyyatu lilwalidayni waalaqrabeena bialmaʿroofi haqqan ʿala almuttaqeena
Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang diantara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
فَمَنۢ بَدَّلَهُۥ بَعۡدَ مَا سَمِعَهُۥ فَإِنَّمَآ إِثۡمُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمࣱ﴿١٨١﴾
Faman baddalahu baʿdama samiʿahu fainnama ithmuhu ʿala allatheena yubaddiloonahu inna Allaha sameeʿun ʿaleemun
Barang siapa mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
فَمَنۡ خَافَ مِن مُّوصࣲ جَنَفًا أَوۡ إِثۡمࣰا فَأَصۡلَحَ بَيۡنَهُمۡ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٨٢﴾
Faman khafa min moosin janafan aw ithman faaslaha baynahum fala ithma ʿalayhi inna Allaha ghafoorun raheemun
Tetapi barang siapa khawatir bahwa pemberi wasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat salah, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka dia tidak berdosa. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿١٨٣﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo kutiba ʿalaykumu alssiyamu kama kutiba ʿala allatheena min qablikum laʿallakum tattaqoona
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
أَيَّامࣰا مَّعۡدُودَٰتࣲ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَ عَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدۡيَةࣱ طَعَامُ مِسۡكِينࣲ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيۡرࣰا فَهُوَ خَيۡرࣱ لَّهُۥ ۚ وَ أَن تَصُومُواْ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿١٨٤﴾
Ayyaman maʿdoodatin faman kana minkum mareedan aw ʿala safarin faʿiddatun min ayyamin okhara waʿala allatheena yuteeqoonahu fidyatun taʿamu miskeenin faman tatawwaʿa khayran fahuwa khayrun lahu waan tasoomoo khayrun lakum in kuntum taʿlamoona
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنَٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَ ٱلۡفُرۡقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ ۖ وَ مَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَ لَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَ لِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿١٨٥﴾
Shahru ramadana allathee onzila feehi alquranu hudan lilnnasi wabayyinatin mina alhuda waalfurqani faman shahida minkumu alshshahra falyasumhu waman kana mareedan aw ʿala safarin faʿiddatun min ayyamin okhara yureedu Allahu bikumu alyusra wala yureedu bikumu alʿusra walitukmiloo alʿiddata walitukabbiroo Allaha ʿala ma hadakum walaʿallakum tashkuroona
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu mendapati bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.
وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَ لۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ﴿١٨٦﴾
Waitha saalaka ʿibadee ʿannee fainnee qareebun ojeebu daʿwata alddaʿi itha daʿani falyastajeeboo lee walyuminoo bee laʿallahum yarshudoona
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
أُحِلَّ لَكُمۡ لَيۡلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمۡ ۚ هُنَّ لِبَاسࣱ لَّكُمۡ وَ أَنتُمۡ لِبَاسࣱ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَخۡتَانُونَ أَنفُسَكُمۡ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡ وَ عَفَا عَنكُمۡ ۖ فَٱلۡـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَ ٱبۡتَغُواْ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمۡ ۚ وَ كُلُواْ وَ ٱشۡرَبُواْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلۡخَيۡطُ ٱلۡأَبۡيَضُ مِنَ ٱلۡخَيۡطِ ٱلۡأَسۡوَدِ مِنَ ٱلۡفَجۡرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِ ۚ وَ لَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَ أَنتُمۡ عَٰكِفُونَ فِي ٱلۡمَسَٰجِدِ ۗ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقۡرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ﴿١٨٧﴾
Ohilla lakum laylata alssiyami alrrafathu ila nisaikum hunna libasun lakum waantum libasun lahunna ʿalima Allahu annakum kuntum takhtanoona anfusakum fataba ʿalaykum waʿafa ʿankum faalana bashiroohunna waibtaghoo ma kataba Allahu lakum wakuloo waishraboo hatta yatabayyana lakumu alkhaytu alabyadu mina alkhayti alaswadi mina alfajri thumma atimmoo alssiyama ila allayli wala tubashiroohunna waantum ʿakifoona fee almasajidi tilka hudoodu Allahi fala taqrabooha kathalika yubayyinu Allahu ayatihi lilnnasi laʿallahum yattaqoona
Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan isterimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.
وَ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ وَ تُدۡلُواْ بِهَآ إِلَى ٱلۡحُكَّامِ لِتَأۡكُلُواْ فَرِيقࣰا مِّنۡ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ بِٱلۡإِثۡمِ وَ أَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿١٨٨﴾
Wala takuloo amwalakum baynakum bialbatili watudloo biha ila alhukkami litakuloo fareeqan min amwali alnnasi bialithmi waantum taʿlamoona
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَهِلَّةِ ۖ قُلۡ هِيَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَ ٱلۡحَجِّ ۗ وَ لَيۡسَ ٱلۡبِرُّ بِأَن تَأۡتُواْ ٱلۡبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَ لَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَ أۡتُواْ ٱلۡبُيُوتَ مِنۡ أَبۡوَٰبِهَا ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ﴿١٨٩﴾
Yasaloonaka ʿani alahillati qul hiya mawaqeetu lilnnasi waalhajji walaysa albirru bian tatoo albuyoota min thuhooriha walakinna albirra mani ittaqa watoo albuyoota min abwabiha waittaqoo Allaha laʿallakum tuflihoona
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, "itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji." Dan bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari atasnya, tetapi kebajikan adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
وَ قَٰتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَكُمۡ وَ لَا تَعۡتَدُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ﴿١٩٠﴾
Waqatiloo fee sabeeli Allahi allatheena yuqatiloonakum wala taʿtadoo inna Allaha la yuhibbu almuʿtadeena
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَ ٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوهُمۡ وَ أَخۡرِجُوهُم مِّنۡ حَيۡثُ أَخۡرَجُوكُمۡ ۚ وَ ٱلۡفِتۡنَةُ أَشَدُّ مِنَ ٱلۡقَتۡلِ ۚ وَ لَا تُقَٰتِلُوهُمۡ عِندَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِيهِ ۖ فَإِن قَٰتَلُوكُمۡ فَٱقۡتُلُوهُمۡ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿١٩١﴾
Waoqtuloohum haythu thaqiftumoohum waakhrijoohum min haythu akhrajookum waalfitnatu ashaddu mina alqatli wala tuqatiloohum ʿinda almasjidi alharami hatta yuqatilookum feehi fain qatalookum faoqtuloohum kathalika jazao alkafireena
Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.
فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٩٢﴾
Faini intahaw fainna Allaha ghafoorun raheemun
Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ قَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةࣱ وَ يَكُونَ ٱلدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ فَلَا عُدۡوَٰنَ إِلَّا عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٩٣﴾
Waqatiloohum hatta la takoona fitnatun wayakoona alddeenu lillahi faini intahaw fala ʿudwana illa ʿala alththalimeena
Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.
ٱلشَّهۡرُ ٱلۡحَرَامُ بِٱلشَّهۡرِ ٱلۡحَرَامِ وَ ٱلۡحُرُمَٰتُ قِصَاصࣱ ۚ فَمَنِ ٱعۡتَدَىٰ عَلَيۡكُمۡ فَٱعۡتَدُواْ عَلَيۡهِ بِمِثۡلِ مَا ٱعۡتَدَىٰ عَلَيۡكُمۡ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ﴿١٩٤﴾
Alshshahru alharamu bialshshahri alharami waalhurumatu qisasun famani iʿtada ʿalaykum faiʿtadoo ʿalayhi bimithli ma iʿtada ʿalaykum waittaqoo Allaha waiʿlamoo anna Allaha maʿa almuttaqeena
Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
وَ أَنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ لَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَ أَحۡسِنُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿١٩٥﴾
Waanfiqoo fee sabeeli Allahi wala tulqoo biaydeekum ila alttahlukati waahsinoo inna Allaha yuhibbu almuhsineena
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَ أَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَ ٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنۡ أُحۡصِرۡتُمۡ فَمَا ٱسۡتَيۡسَرَ مِنَ ٱلۡهَدۡيِ ۖ وَ لَا تَحۡلِقُواْ رُءُوسَكُمۡ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ ٱلۡهَدۡيُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوۡ بِهِۦٓ أَذࣰى مِّن رَّأۡسِهِۦ فَفِدۡيَةࣱ مِّن صِيَامٍ أَوۡ صَدَقَةٍ أَوۡ نُسُكࣲ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمۡ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلۡعُمۡرَةِ إِلَى ٱلۡحَجِّ فَمَا ٱسۡتَيۡسَرَ مِنَ ٱلۡهَدۡيِ ۚ فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامࣲ فِي ٱلۡحَجِّ وَ سَبۡعَةٍ إِذَا رَجَعۡتُمۡ ۗ تِلۡكَ عَشَرَةࣱ كَامِلَةࣱ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمۡ يَكُنۡ أَهۡلُهُۥ حَاضِرِي ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ﴿١٩٦﴾
Waatimmoo alhajja waalʿumrata lillahi fain ohsirtum fama istaysara mina alhadyi wala tahliqoo ruoosakum hatta yablugha alhadyu mahillahu faman kana minkum mareedan aw bihi athan min rasihi fafidyatun min siyamin aw sadaqatin aw nusukin faitha amintum faman tamattaʿa bialʿumrati ila alhajji fama istaysara mina alhadyi faman lam yajid fasiyamu thalathati ayyamin fee alhajji wasabʿatin itha rajaʿtum tilka ʿasharatun kamilatun thalika liman lam yakun ahluhu hadiree almasjidi alharami waittaqoo Allaha waiʿlamoo anna Allaha shadeedu alʿiqabi
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah atau berkurban. Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barang siapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh (hari) yang lengkap. Demikian itu, bagi orang yang keluarganya tidak ada (tinggal) disekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.
ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرࣱ مَّعۡلُومَٰتࣱ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَ لَا فُسُوقَ وَ لَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّ ۗ وَ مَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُ ۗ وَ تَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰ ۖ وَ ٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ﴿١٩٧﴾
Alhajju ashhurun maʿloomatun faman farada feehinna alhajja fala rafatha wala fusooqa wala jidala fee alhajji wama tafʿaloo min khayrin yaʿlamhu Allahu watazawwadoo fainna khayra alzzadi alttaqwa waittaqooni ya olee alalbabi
(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barang siapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafaṡ), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku Wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!
لَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَبۡتَغُواْ فَضۡلࣰا مِّن رَّبِّكُمۡ ۚ فَإِذَآ أَفَضۡتُم مِّنۡ عَرَفَٰتࣲ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ عِندَ ٱلۡمَشۡعَرِ ٱلۡحَرَامِ ۖ وَ ٱذۡكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمۡ وَ إِن كُنتُم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمِنَ ٱلضَّآلِّينَ﴿١٩٨﴾
Laysa ʿalaykum junahun an tabtaghoo fadlan min rabbikum faitha afadtum min ʿarafatin faothkuroo Allaha ʿinda almashʿari alharami waothkuroohu kama hadakum wain kuntum min qablihi lamina alddalleena
Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.
ثُمَّ أَفِيضُواْ مِنۡ حَيۡثُ أَفَاضَ ٱلنَّاسُ وَ ٱسۡتَغۡفِرُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٩٩﴾
Thumma afeedoo min haythu afada alnnasu waistaghfiroo Allaha inna Allaha ghafoorun raheemun
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
فَإِذَا قَضَيۡتُم مَّنَٰسِكَكُمۡ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَذِكۡرِكُمۡ ءَابَآءَكُمۡ أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرࣰا ۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا وَ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنۡ خَلَٰقࣲ﴿٢٠٠﴾
Faitha qadaytum manasikakum faothkuroo Allaha kathikrikum abaakum aw ashadda thikran famina alnnasi man yaqoolu rabbana atina fee alddunya wama lahu fee alakhirati min khalaqin
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada orang berdoa, "Ya Tuhan Kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
وَ مِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣰ وَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَ قِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ﴿٢٠١﴾
Waminhum man yaqoolu rabbana atina fee alddunya hasanatan wafee alakhirati hasanatan waqina ʿathaba alnnari
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ نَصِيبࣱ مِّمَّا كَسَبُواْ ۚ وَ ٱللَّهُ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ﴿٢٠٢﴾
Olaika lahum naseebun mimma kasaboo waAllahu sareeʿu alhisabi
Mereka itulah orang yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
وَ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ فِيٓ أَيَّامࣲ مَّعۡدُودَٰتࣲ ۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوۡمَيۡنِ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِ وَ مَن تَأَخَّرَ فَلَآ إِثۡمَ عَلَيۡهِ ۖ لِمَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُمۡ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ﴿٢٠٣﴾
Waothkuroo Allaha fee ayyamin maʿdoodatin faman taʿajjala fee yawmayni fala ithma ʿalayhi waman taakhkhara fala ithma ʿalayhi limani ittaqa waittaqoo Allaha waiʿlamoo annakum ilayhi tuhsharoona
Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka ia tak berdosa. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan pada-Nya.
وَ مِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُعۡجِبُكَ قَوۡلُهُۥ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَ يُشۡهِدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلۡبِهِۦ وَ هُوَ أَلَدُّ ٱلۡخِصَامِ﴿٢٠٤﴾
Wamina alnnasi man yuʿjibuka qawluhu fee alhayati alddunya wayushhidu Allaha ʿala ma fee qalbihi wahuwa aladdu alkhisami
Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.
وَ إِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيُفۡسِدَ فِيهَا وَ يُهۡلِكَ ٱلۡحَرۡثَ وَ ٱلنَّسۡلَ ۚ وَ ٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ﴿٢٠٥﴾
Waitha tawalla saʿa fee alardi liyufsida feeha wayuhlika alhartha waalnnasla waAllahu la yuhibbu alfasada
Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُ ٱتَّقِ ٱللَّهَ أَخَذَتۡهُ ٱلۡعِزَّةُ بِٱلۡإِثۡمِ ۚ فَحَسۡبُهُۥ جَهَنَّمُ ۖ وَ لَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ﴿٢٠٦﴾
Waitha qeela lahu ittaqi Allaha akhathathu alʿizzatu bialithmi fahasbuhu jahannamu walabisa almihadu
Dan apabila dikatakan kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah," bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka pantaslah baginya neraka Jahanam, dan sungguh (Jahanam itu) tempat tinggal yang terburuk.
وَ مِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشۡرِي نَفۡسَهُ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ ۚ وَ ٱللَّهُ رَءُوفُۢ بِٱلۡعِبَادِ﴿٢٠٧﴾
Wamina alnnasi man yashree nafsahu ibtighaa mardati Allahi waAllahu raoofun bialʿibadi
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةࣰ وَ لَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِينࣱ﴿٢٠٨﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo odkhuloo fee alssilmi kaffatan wala tattabiʿoo khutuwati alshshaytani innahu lakum ʿaduwwun mubeenun
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
فَإِن زَلَلۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡكُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ﴿٢٠٩﴾
Fain zalaltum min baʿdi ma jaatkumu albayyinatu faiʿlamoo anna Allaha ʿazeezun hakeemun
Tetapi jika kamu tergelincir setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن يَأۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ فِي ظُلَلࣲ مِّنَ ٱلۡغَمَامِ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَ قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ۚ وَ إِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ﴿٢١٠﴾
Hal yanthuroona illa an yatiyahumu Allahu fee thulalin mina alghamami waalmalaikatu waqudiya alamru waila Allahi turjaʿu alomooru
Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu kecuali datangnya (azab) Allah bersama malaikat dalam naungan awan, sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Dan kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.
سَلۡ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ كَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُم مِّنۡ ءَايَةِۭ بَيِّنَةࣲ ۗ وَ مَن يُبَدِّلۡ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ﴿٢١١﴾
Sal banee israeela kam ataynahum min ayatin bayyinatin waman yubaddil niʿmata Allahi min baʿdi ma jaathu fainna Allaha shadeedu alʿiqabi
Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak bukti nyata yang telah Kami berikan kepada mereka. Barang siapa menukar nikmat Allah setelah (nikmat itu) datang kepadanya, maka sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَ يَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ۘ وَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۗ وَ ٱللَّهُ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابࣲ﴿٢١٢﴾
Zuyyina lillatheena kafaroo alhayatu alddunya wayaskharoona mina allatheena amanoo waallatheena ittaqaw fawqahum yawma alqiyamati waAllahu yarzuqu man yashao bighayri hisabin
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةࣰ وَٰحِدَةࣰ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَ مُنذِرِينَ وَ أَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ ۚ وَ مَا ٱخۡتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡ ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ مِنَ ٱلۡحَقِّ بِإِذۡنِهِۦ ۗ وَ ٱللَّهُ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمٍ﴿٢١٣﴾
Kana alnnasu ommatan wahidatan fabaʿatha Allahu alnnabiyyeena mubashshireena wamunthireena waanzala maʿahumu alkitaba bialhaqqi liyahkuma bayna alnnasi feema ikhtalafoo feehi wama ikhtalafa feehi illa allatheena ootoohu min baʿdi ma jaathumu albayyinatu baghyan baynahum fahada Allahu allatheena amanoo lima ikhtalafoo feehi mina alhaqqi biithnihi waAllahu yahdee man yashao ila siratin mustaqeemin
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.
أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَ لَمَّا يَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُم ۖ مَّسَّتۡهُمُ ٱلۡبَأۡسَآءُ وَ ٱلضَّرَّآءُ وَ زُلۡزِلُواْ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبࣱ﴿٢١٤﴾
Am hasibtum an tadkhuloo aljannata walamma yatikum mathalu allatheena khalaw min qablikum massathumu albasao waalddarrao wazulziloo hatta yaqoola alrrasoolu waallatheena amanoo maʿahu mata nasru Allahi ala inna nasra Allahi qareebun
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
يَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلۡ مَآ أَنفَقۡتُم مِّنۡ خَيۡرࣲ فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ وَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينِ وَ ٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَ مَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمࣱ﴿٢١٥﴾
Yasaloonaka matha yunfiqoona qul ma anfaqtum min khayrin falilwalidayni waalaqrabeena waalyatama waalmasakeeni waibni alssabeeli wama tafʿaloo min khayrin fainna Allaha bihi ʿaleemun
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ وَ هُوَ كُرۡهࣱ لَّكُمۡ ۖ وَ عَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـࣰٔا وَ هُوَ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ ۖ وَ عَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـࣰٔا وَ هُوَ شَرࣱّ لَّكُمۡ ۚ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَ أَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿٢١٦﴾
Kutiba ʿalaykumu alqitalu wahuwa kurhun lakum waʿasa an takrahoo shayan wahuwa khayrun lakum waʿasa an tuhibboo shayan wahuwa sharrun lakum waAllahu yaʿlamu waantum la taʿlamoona
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهۡرِ ٱلۡحَرَامِ قِتَالࣲ فِيهِ ۖ قُلۡ قِتَالࣱ فِيهِ كَبِيرࣱ ۚ وَ صَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ كُفۡرُۢ بِهِۦ وَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ وَ إِخۡرَاجُ أَهۡلِهِۦ مِنۡهُ أَكۡبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَ ٱلۡفِتۡنَةُ أَكۡبَرُ مِنَ ٱلۡقَتۡلِ ۗ وَ لَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمۡ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمۡ عَن دِينِكُمۡ إِنِ ٱسۡتَطَٰعُواْ ۚ وَ مَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَ هُوَ كَافِرࣱ فَأُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَ ٱلۡأٓخِرَةِ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٢١٧﴾
Yasaloonaka ʿani alshshahri alharami qitalin feehi qul qitalun feehi kabeerun wasaddun ʿan sabeeli Allahi wakufrun bihi waalmasjidi alharami waikhraju ahlihi minhu akbaru ʿinda Allahi waalfitnatu akbaru mina alqatli wala yazaloona yuqatiloonakum hatta yaruddookum ʿan deenikum ini istataʿoo waman yartadid minkum ʿan deenihi fayamut wahuwa kafirun faolaika habitat aʿmaluhum fee alddunya waalakhirati waolaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Tetapi menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ ٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَ جَٰهَدُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ يَرۡجُونَ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَ ٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿٢١٨﴾
Inna allatheena amanoo waallatheena hajaroo wajahadoo fee sabeeli Allahi olaika yarjoona rahmata Allahi waAllahu ghafoorun raheemun
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَ ٱلۡمَيۡسِرِ ۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمࣱ كَبِيرࣱ وَ مَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَ إِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَا ۗ وَ يَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ﴿٢١٩﴾
Yasaloonaka ʿani alkhamri waalmaysiri qul feehima ithmun kabeerun wamanafiʿu lilnnasi waithmuhuma akbaru min nafʿihima wayasaloonaka matha yunfiqoona quli alʿafwa kathalika yubayyinu Allahu lakumu alayati laʿallakum tatafakkaroona
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya." Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, "Kelebihan (dari apa yang diperlukan)." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan,
فِي ٱلدُّنۡيَا وَ ٱلۡأٓخِرَةِ ۗ وَ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡيَتَٰمَىٰ ۖ قُلۡ إِصۡلَاحࣱ لَّهُمۡ خَيۡرࣱ ۖ وَ إِن تُخَالِطُوهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ ۚ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ ٱلۡمُفۡسِدَ مِنَ ٱلۡمُصۡلِحِ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعۡنَتَكُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمࣱ﴿٢٢٠﴾
Fee alddunya waalakhirati wayasaloonaka ʿani alyatama qul islahun lahum khayrun wain tukhalitoohum faikhwanukum waAllahu yaʿlamu almufsida mina almuslihi walaw shaa Allahu laaʿnatakum inna Allaha ʿazeezun hakeemun
tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!" Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia datangkan kesulitan kepadamu. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ لَا تَنكِحُواْ ٱلۡمُشۡرِكَٰتِ حَتَّىٰ يُؤۡمِنَّ ۚ وَ لَأَمَةࣱ مُّؤۡمِنَةٌ خَيۡرࣱ مِّن مُّشۡرِكَةࣲ وَ لَوۡ أَعۡجَبَتۡكُمۡ ۗ وَ لَا تُنكِحُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤۡمِنُواْ ۚ وَ لَعَبۡدࣱ مُّؤۡمِنٌ خَيۡرࣱ مِّن مُّشۡرِكࣲ وَ لَوۡ أَعۡجَبَكُمۡ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلنَّارِ ۖ وَ ٱللَّهُ يَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ وَ ٱلۡمَغۡفِرَةِ بِإِذۡنِهِۦ ۖ وَ يُبَيِّنُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ﴿٢٢١﴾
Wala tankihoo almushrikati hatta yuminna walaamatun muminatun khayrun min mushrikatin walaw aʿjabatkum wala tunkihoo almushrikeena hatta yuminoo walaʿabdun muminun khayrun min mushrikin walaw aʿjabakum olaika yadʿoona ila alnnari waAllahu yadʿoo ila aljannati waalmaghfirati biithnihi wayubayyinu ayatihi lilnnasi laʿallahum yatathakkaroona
Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.
وَ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِ ۖ قُلۡ هُوَ أَذࣰى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِي ٱلۡمَحِيضِ وَ لَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ﴿٢٢٢﴾
Wayasaloonaka ʿani almaheedi qul huwa athan faiʿtaziloo alnnisaa fee almaheedi wala taqraboohunna hatta yathurna faitha tatahharna fatoohunna min haythu amarakumu Allahu inna Allaha yuhibbu alttawwabeena wayuhibbu almutatahhireena
Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, "Itu adalah gangguan (sesuatu yang kotor)." Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.
نِسَآؤُكُمۡ حَرۡثࣱ لَّكُمۡ فَأۡتُواْ حَرۡثَكُمۡ أَنَّىٰ شِئۡتُمۡ ۖ وَ قَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُمۡ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُ ۗ وَ بَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٢٢٣﴾
Nisaokum harthun lakum fatoo harthakum anna shitum waqaddimoo lianfusikum waittaqoo Allaha waiʿlamoo annakum mulaqoohu wabashshiri almumineena
Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.
وَ لَا تَجۡعَلُواْ ٱللَّهَ عُرۡضَةࣰ لِّأَيۡمَٰنِكُمۡ أَن تَبَرُّواْ وَ تَتَّقُواْ وَ تُصۡلِحُواْ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَ ٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمࣱ﴿٢٢٤﴾
Wala tajʿaloo Allaha ʿurdatan liaymanikum an tabarroo watattaqoo watuslihoo bayna alnnasi waAllahu sameeʿun ʿaleemun
Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
لَّا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغۡوِ فِيٓ أَيۡمَٰنِكُمۡ وَ لَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتۡ قُلُوبُكُمۡ ۗ وَ ٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمࣱ﴿٢٢٥﴾
La yuakhithukumu Allahu biallaghwi fee aymanikum walakin yuakhithukum bima kasabat quloobukum waAllahu ghafoorun haleemun
Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat yang terkandung dalam hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
لِّلَّذِينَ يُؤۡلُونَ مِن نِّسَآئِهِمۡ تَرَبُّصُ أَرۡبَعَةِ أَشۡهُرࣲ ۖ فَإِن فَآءُو فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿٢٢٦﴾
Lillatheena yuloona min nisaihim tarabbusu arbaʿati ashhurin fain faoo fainna Allaha ghafoorun raheemun
Bagi orang yang meng-ila` istrinya harus menunggu empat bulan. Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ إِنۡ عَزَمُواْ ٱلطَّلَٰقَ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمࣱ﴿٢٢٧﴾
Wain ʿazamoo alttalaqa fainna Allaha sameeʿun ʿaleemun
Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَ ٱلۡمُطَلَّقَٰتُ يَتَرَبَّصۡنَ بِأَنفُسِهِنَّ ثَلَٰثَةَ قُرُوٓءࣲ ۚ وَ لَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكۡتُمۡنَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِيٓ أَرۡحَامِهِنَّ إِن كُنَّ يُؤۡمِنَّ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۚ وَ بُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنۡ أَرَادُوٓاْ إِصۡلَٰحࣰا ۚ وَ لَهُنَّ مِثۡلُ ٱلَّذِي عَلَيۡهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۚ وَ لِلرِّجَالِ عَلَيۡهِنَّ دَرَجَةࣱ ۗ وَ ٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ﴿٢٢٨﴾
Waalmutallaqatu yatarabbasna bianfusihinna thalathata qurooin wala yahillu lahunna an yaktumna ma khalaqa Allahu fee arhamihinna in kunna yuminna biAllahi waalyawmi alakhiri wabuʿoolatuhunna ahaqqu biraddihinna fee thalika in aradoo islahan walahunna mithlu allathee ʿalayhinna bialmaʿroofi walilrrijali ʿalayhinna darajatun waAllahu ʿazeezun hakeemun
Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru`. Mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami, mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
ٱلطَّلَٰقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمۡسَاكُۢ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ تَسۡرِيحُۢ بِإِحۡسَٰنࣲ ۗ وَ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَأۡخُذُواْ مِمَّآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ شَيۡـًٔا إِلَّآ أَن يَخَافَآ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۖ فَإِنۡ خِفۡتُمۡ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَا فِيمَا ٱفۡتَدَتۡ بِهِۦ ۗ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَعۡتَدُوهَا ۚ وَ مَن يَتَعَدَّ حُدُودَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ﴿٢٢٩﴾
Alttalaqu marratani faimsakun bimaʿroofin aw tasreehun biihsanin wala yahillu lakum an takhuthoo mimma ataytumoohunna shayan illa an yakhafa alla yuqeema hudooda Allahi fain khiftum alla yuqeema hudooda Allahi fala junaha ʿalayhima feema iftadat bihi tilka hudoodu Allahi fala taʿtadooha waman yataʿadda hudooda Allahi faolaika humu alththalimoona
Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu (wali) Khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim.
فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدُ حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوۡجًا غَيۡرَهُۥ ۗ فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَآ أَن يَتَرَاجَعَآ إِن ظَنَّآ أَن يُقِيمَا حُدُودَ ٱللَّهِ ۗ وَ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوۡمࣲ يَعۡلَمُونَ﴿٢٣٠﴾
Fain tallaqaha fala tahillu lahu min baʿdu hatta tankiha zawjan ghayrahu fain tallaqaha fala junaha ʿalayhima an yatarajaʿa in thanna an yuqeema hudooda Allahi watilka hudoodu Allahi yubayyinuha liqawmin yaʿlamoona
Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas istri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.
وَ إِذَا طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمۡسِكُوهُنَّ بِمَعۡرُوفٍ أَوۡ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعۡرُوفࣲ ۚ وَ لَا تُمۡسِكُوهُنَّ ضِرَارࣰا لِّتَعۡتَدُواْ ۚ وَ مَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَقَدۡ ظَلَمَ نَفۡسَهُۥ ۚ وَ لَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ هُزُوࣰا ۚ وَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَ مَآ أَنزَلَ عَلَيۡكُم مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَ ٱلۡحِكۡمَةِ يَعِظُكُم بِهِۦ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿٢٣١﴾
Waitha tallaqtumu alnnisaa fabalaghna ajalahunna faamsikoohunna bimaʿroofin aw sarrihoohunna bimaʿroofin wala tumsikoohunna diraran litaʿtadoo waman yafʿal thalika faqad thalama nafsahu wala tattakhithoo ayati Allahi huzuwan waothkuroo niʿmata Allahi ʿalaykum wama anzala ʿalaykum mina alkitabi waalhikmati yaʿithukum bihi waittaqoo Allaha waiʿlamoo anna Allaha bikulli shayin ʿaleemun
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai (akhir) idahnya, maka tahanlah mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula). Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka. Barang siapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri. Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepada kamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepada kamu yaitu kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَ إِذَا طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَبَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ أَن يَنكِحۡنَ أَزۡوَٰجَهُنَّ إِذَا تَرَٰضَوۡاْ بَيۡنَهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِۦ مَن كَانَ مِنكُمۡ يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۗ ذَٰلِكُمۡ أَزۡكَىٰ لَكُمۡ وَ أَطۡهَرُ ۚ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَ أَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿٢٣٢﴾
Waitha tallaqtumu alnnisaa fabalaghna ajalahunna fala taʿduloohunna an yankihna azwajahunna itha taradaw baynahum bialmaʿroofi thalika yooʿathu bihi man kana minkum yuminu biAllahi waalyawmi alakhiri thalikum azka lakum waatharu waAllahu yaʿlamu waantum la taʿlamoona
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu), lalu sampai idahnya, maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya, apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Itu lebih suci bagimu dan lebih bersih. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
وَ ٱلۡوَٰلِدَٰتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِ ۖ لِمَنۡ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَ عَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُۥ رِزۡقُهُنَّ وَ كِسۡوَتُهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفۡسٌ إِلَّا وُسۡعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةُۢ بِوَلَدِهَا وَ لَا مَوۡلُودࣱ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَ عَلَى ٱلۡوَارِثِ مِثۡلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنۡ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضࣲ مِّنۡهُمَا وَ تَشَاوُرࣲ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَا ۗ وَ إِنۡ أَرَدتُّمۡ أَن تَسۡتَرۡضِعُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُمۡ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ إِذَا سَلَّمۡتُم مَّآ ءَاتَيۡتُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۗ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرࣱ﴿٢٣٣﴾
Waalwalidatu yurdiʿna awladahunna hawlayni kamilayni liman arada an yutimma alrradaʿata waʿala almawloodi lahu rizquhunna wakiswatuhunna bialmaʿroofi la tukallafu nafsun illa wusʿaha la tudarra walidatun biwaladiha wala mawloodun lahu biwaladihi waʿala alwarithi mithlu thalika fain arada fisalan ʿan taradin minhuma watashawurin fala junaha ʿalayhima wain aradtum an tastardiʿoo awladakum fala junaha ʿalaykum itha sallamtum ma ataytum bialmaʿroofi waittaqoo Allaha waiʿlamoo anna Allaha bima taʿmaloona baseerun
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan bayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ ٱلَّذِينَ يُتَوَفَّوۡنَ مِنكُمۡ وَ يَذَرُونَ أَزۡوَٰجࣰا يَتَرَبَّصۡنَ بِأَنفُسِهِنَّ أَرۡبَعَةَ أَشۡهُرࣲ وَ عَشۡرࣰا ۖ فَإِذَا بَلَغۡنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِيمَا فَعَلۡنَ فِيٓ أَنفُسِهِنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۗ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣱ﴿٢٣٤﴾
Waallatheena yutawaffawna minkum wayatharoona azwajan yatarabbasna bianfusihinna arbaʿata ashhurin waʿashran faitha balaghna ajalahunna fala junaha ʿalaykum feema faʿalna fee anfusihinna bialmaʿroofi waAllahu bima taʿmaloona khabeerun
Dan Orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah sampai (akhir) idah mereka, maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَ لَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِيمَا عَرَّضۡتُم بِهِۦ مِنۡ خِطۡبَةِ ٱلنِّسَآءِ أَوۡ أَكۡنَنتُمۡ فِيٓ أَنفُسِكُمۡ ۚ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمۡ سَتَذۡكُرُونَهُنَّ وَ لَٰكِن لَّا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّآ أَن تَقُولُواْ قَوۡلࣰا مَّعۡرُوفࣰا ۚ وَ لَا تَعۡزِمُواْ عُقۡدَةَ ٱلنِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ ٱلۡكِتَٰبُ أَجَلَهُۥ ۚ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُ ۚ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمࣱ﴿٢٣٥﴾
Wala junaha ʿalaykum feema ʿarradtum bihi min khitbati alnnisai aw aknantum fee anfusikum ʿalima Allahu annakum satathkuroonahunna walakin la tuwaʿidoohunna sirran illa an taqooloo qawlan maʿroofan wala taʿzimoo ʿuqdata alnnikahi hatta yablugha alkitabu ajalahu waiʿlamoo anna Allaha yaʿlamu ma fee anfusikum faihtharoohu waiʿlamoo anna Allaha ghafoorun haleemun
Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik. Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa idahnya. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
لَّا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ إِن طَلَّقۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ مَا لَمۡ تَمَسُّوهُنَّ أَوۡ تَفۡرِضُواْ لَهُنَّ فَرِيضَةࣰ ۚ وَ مَتِّعُوهُنَّ عَلَى ٱلۡمُوسِعِ قَدَرُهُۥ وَ عَلَى ٱلۡمُقۡتِرِ قَدَرُهُۥ مَتَٰعَۢا بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٢٣٦﴾
La junaha ʿalaykum in tallaqtumu alnnisaa ma lam tamassoohunna aw tafridoo lahunna fareedatan wamattiʿoohunna ʿala almoosiʿi qadaruhu waʿala almuqtiri qadaruhu mataʿan bialmaʿroofi haqqan ʿala almuhsineena
Tidak ada dosa bagimu jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut'ah, bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَ إِن طَلَّقۡتُمُوهُنَّ مِن قَبۡلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ وَ قَدۡ فَرَضۡتُمۡ لَهُنَّ فَرِيضَةࣰ فَنِصۡفُ مَا فَرَضۡتُمۡ إِلَّآ أَن يَعۡفُونَ أَوۡ يَعۡفُوَاْ ٱلَّذِي بِيَدِهِۦ عُقۡدَةُ ٱلنِّكَاحِ ۚ وَ أَن تَعۡفُوٓاْ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰ ۚ وَ لَا تَنسَوُاْ ٱلۡفَضۡلَ بَيۡنَكُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ﴿٢٣٧﴾
Wain tallaqtumoohunna min qabli an tamassoohunna waqad faradtum lahunna fareedatan fanisfu ma faradtum illa an yaʿfoona aw yaʿfuwa allathee biyadihi ʿuqdatu alnnikahi waan taʿfoo aqrabu lilttaqwa wala tansawoo alfadla baynakum inna Allaha bima taʿmaloona baseerun
Dan jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) seperdua dari yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka (membebaskan) atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada ditangannya. Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَ ٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَ قُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ﴿٢٣٨﴾
Hafithoo ʿala alssalawati waalssalati alwusta waqoomoo lillahi qaniteena
Peliharalah semua salat dan salat wusṭa. Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk.
فَإِنۡ خِفۡتُمۡ فَرِجَالًا أَوۡ رُكۡبَانࣰا ۖ فَإِذَآ أَمِنتُمۡ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ﴿٢٣٩﴾
Fain khiftum farijalan aw rukbanan faitha amintum faothkuroo Allaha kama ʿallamakum ma lam takoonoo taʿlamoona
Jika kamu takut (ada bahaya), salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (salatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.
وَ ٱلَّذِينَ يُتَوَفَّوۡنَ مِنكُمۡ وَ يَذَرُونَ أَزۡوَٰجࣰا وَصِيَّةࣰ لِّأَزۡوَٰجِهِم مَّتَٰعًا إِلَى ٱلۡحَوۡلِ غَيۡرَ إِخۡرَاجࣲ ۚ فَإِنۡ خَرَجۡنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِي مَا فَعَلۡنَ فِيٓ أَنفُسِهِنَّ مِن مَّعۡرُوفࣲ ۗ وَ ٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمࣱ﴿٢٤٠﴾
Waallatheena yutawaffawna minkum wayatharoona azwajan wasiyyatan liazwajihim mataʿan ila alhawli ghayra ikhrajin fain kharajna fala junaha ʿalaykum fee ma faʿalna fee anfusihinna min maʿroofin waAllahu ʿazeezun hakeemun
Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Tetapi jika mereka keluar (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (mengenai apa) yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ لِلۡمُطَلَّقَٰتِ مَتَٰعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى ٱلۡمُتَّقِينَ﴿٢٤١﴾
Walilmutallaqati mataʿun bialmaʿroofi haqqan ʿala almuttaqeena
Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut'ah menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa.
كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ﴿٢٤٢﴾
Kathalika yubayyinu Allahu lakum ayatihi laʿallakum taʿqiloona
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَ هُمۡ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُواْ ثُمَّ أَحۡيَٰهُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ﴿٢٤٣﴾
Alam tara ila allatheena kharajoo min diyarihim wahum oloofun hathara almawti faqala lahumu Allahu mootoo thumma ahyahum inna Allaha lathoo fadlin ʿala alnnasi walakinna akthara alnnasi la yashkuroona
Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka, "Matilah kamu!" Kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
وَ قَٰتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمࣱ﴿٢٤٤﴾
Waqatiloo fee sabeeli Allahi waiʿlamoo anna Allaha sameeʿun ʿaleemun
Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنࣰا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافࣰا كَثِيرَةࣰ ۚ وَ ٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَ يَبۡصُۜطُ وَ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿٢٤٥﴾
Man tha allathee yuqridu Allaha qardan hasanan fayudaʿifahu lahu adʿafan katheeratan waAllahu yaqbidu wayabsutu wailayhi turjaʿoona
Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipat gandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰٓ إِذۡ قَالُواْ لِنَبِيࣲّ لَّهُمُ ٱبۡعَثۡ لَنَا مَلِكࣰا نُّقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ هَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِتَالُ أَلَّا تُقَٰتِلُواْ ۖ قَالُواْ وَ مَا لَنَآ أَلَّا نُقَٰتِلَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ قَدۡ أُخۡرِجۡنَا مِن دِيَٰرِنَا وَ أَبۡنَآئِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقِتَالُ تَوَلَّوۡاْ إِلَّا قَلِيلࣰا مِّنۡهُمۡ ۚ وَ ٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ﴿٢٤٦﴾
Alam tara ila almalai min banee israeela min baʿdi moosa ith qaloo linabiyyin lahumu ibʿath lana malikan nuqatil fee sabeeli Allahi qala hal ʿasaytum in kutiba ʿalaykumu alqitalu alla tuqatiloo qaloo wama lana alla nuqatila fee sabeeli Allahi waqad okhrijna min diyarina waabnaina falamma kutiba ʿalayhimu alqitalu tawallaw illa qaleelan minhum waAllahu ʿaleemun bialththalimeena
Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah." Nabi mereka menjawab, "Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga?" Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?" Tetapi ketika perang itu diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
وَ قَالَ لَهُمۡ نَبِيُّهُمۡ إِنَّ ٱللَّهَ قَدۡ بَعَثَ لَكُمۡ طَالُوتَ مَلِكࣰا ۚ قَالُوٓاْ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ عَلَيۡنَا وَ نَحۡنُ أَحَقُّ بِٱلۡمُلۡكِ مِنۡهُ وَ لَمۡ يُؤۡتَ سَعَةࣰ مِّنَ ٱلۡمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰهُ عَلَيۡكُمۡ وَ زَادَهُۥ بَسۡطَةࣰ فِي ٱلۡعِلۡمِ وَ ٱلۡجِسۡمِ ۖ وَ ٱللَّهُ يُؤۡتِي مُلۡكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَ ٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمࣱ﴿٢٤٧﴾
Waqala lahum nabiyyuhum inna Allaha qad baʿatha lakum taloota malikan qaloo anna yakoonu lahu almulku ʿalayna wanahnu ahaqqu bialmulki minhu walam yuta saʿatan mina almali qala inna Allaha istafahu ʿalaykum wazadahu bastatan fee alʿilmi waaljismi waAllahu yutee mulkahu man yashao waAllahu wasiʿun ʿaleemun
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu." Mereka menjawab, "Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?" (Nabi) menjawab, "Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik." Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
وَ قَالَ لَهُمۡ نَبِيُّهُمۡ إِنَّ ءَايَةَ مُلۡكِهِۦٓ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلتَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ وَ بَقِيَّةࣱ مِّمَّا تَرَكَ ءَالُ مُوسَىٰ وَ ءَالُ هَٰرُونَ تَحۡمِلُهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴿٢٤٨﴾
Waqala lahum nabiyyuhum inna ayata mulkihi an yatiyakumu alttabootu feehi sakeenatun min rabbikum wabaqiyyatun mimma taraka alu moosa waalu haroona tahmiluhu almalaikatu inna fee thalika laayatan lakum in kuntum mumineena
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, "Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat." Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu, jika kamu orang beriman.
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِٱلۡجُنُودِ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ مُبۡتَلِيكُم بِنَهَرࣲ فَمَن شَرِبَ مِنۡهُ فَلَيۡسَ مِنِّي وَ مَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ إِلَّا مَنِ ٱغۡتَرَفَ غُرۡفَةَۢ بِيَدِهِۦ ۚ فَشَرِبُواْ مِنۡهُ إِلَّا قَلِيلࣰا مِّنۡهُمۡ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ قَالُواْ لَا طَاقَةَ لَنَا ٱلۡيَوۡمَ بِجَالُوتَ وَ جُنُودِهِۦ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ ٱللَّهِ كَم مِّن فِئَةࣲ قَلِيلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةࣰ كَثِيرَةَۢ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ۗ وَ ٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ﴿٢٤٩﴾
Falamma fasala talootu bialjunoodi qala inna Allaha mubtaleekum binaharin faman shariba minhu falaysa minnee waman lam yatʿamhu fainnahu minnee illa mani ightarafa ghurfatan biyadihi fashariboo minhu illa qaleelan minhum falamma jawazahu huwa waallatheena amanoo maʿahu qaloo la taqata lana alyawma bijaloota wajunoodihi qala allatheena yathunnoona annahum mulaqoo Allahi kam min fiatin qaleelatin ghalabat fiatan katheeratan biithni Allahi waAllahu maʿa alssabireena
Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, "Allah akan menguji kamu dengan satu sungai. Maka barang siapa meminum (airnya), dia bukanlah pengikutku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan." Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian kecil dari mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya." Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah." Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
وَ لَمَّا بَرَزُواْ لِجَالُوتَ وَ جُنُودِهِۦ قَالُواْ رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرࣰا وَ ثَبِّتۡ أَقۡدَامَنَا وَ ٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٢٥٠﴾
Walamma barazoo lijaloota wajunoodihi qaloo rabbana afrigh ʿalayna sabran wathabbit aqdamana waonsurna ʿala alqawmi alkafireena
Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
فَهَزَمُوهُم بِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَ قَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلۡمُلۡكَ وَ ٱلۡحِكۡمَةَ وَ عَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَ لَوۡلَا دَفۡعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعۡضَهُم بِبَعۡضࣲ لَّفَسَدَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَ لَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٢٥١﴾
Fahazamoohum biithni Allahi waqatala dawoodu jaloota waatahu Allahu almulka waalhikmata waʿallamahu mimma yashao walawla dafʿu Allahi alnnasa baʿdahum bibaʿdin lafasadati alardu walakinna Allaha thoo fadlin ʿala alʿalameena
Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Dawud membunuh Jalut. Kemudian Allah memberinya (Dawud) kerajaan, dan hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ نَتۡلُوهَا عَلَيۡكَ بِٱلۡحَقِّ ۚ وَ إِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ﴿٢٥٢﴾
Tilka ayatu Allahi natlooha ʿalayka bialhaqqi wainnaka lamina almursaleena
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau (Muhammad) adalah benar-benar seorang rasul.
تِلۡكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲ ۘ مِّنۡهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَ رَفَعَ بَعۡضَهُمۡ دَرَجَٰتࣲ ۚ وَ ءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَ أَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِ ۗ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقۡتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعۡدِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ وَ لَٰكِنِ ٱخۡتَلَفُواْ فَمِنۡهُم مَّنۡ ءَامَنَ وَ مِنۡهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقۡتَتَلُواْ وَ لَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفۡعَلُ مَا يُرِيدُ﴿٢٥٣﴾
Tilka alrrusulu faddalna baʿdahum ʿala baʿdin minhum man kallama Allahu warafaʿa baʿdahum darajatin waatayna ʿeesa ibna maryama albayyinati waayyadnahu biroohi alqudusi walaw shaa Allahu ma iqtatala allatheena min baʿdihim min baʿdi ma jaathumu albayyinatu walakini ikhtalafoo faminhum man amana waminhum man kafara walaw shaa Allahu ma iqtataloo walakinna Allaha yafʿalu ma yureedu
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kahendak-Nya.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمࣱ لَّا بَيۡعࣱ فِيهِ وَ لَا خُلَّةࣱ وَ لَا شَفَٰعَةࣱ ۗ وَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ﴿٢٥٤﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo anfiqoo mimma razaqnakum min qabli an yatiya yawmun la bayʿun feehi wala khullatun wala shafaʿatun waalkafiroona humu alththalimoona
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُ ۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةࣱ وَ لَا نَوۡمࣱ ۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَ مَا خَلۡفَهُمۡ ۖ وَ لَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءࣲ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ ۖ وَ لَا يَـُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ﴿٢٥٥﴾
Allahu la ilaha illa huwa alhayyu alqayyoomu la takhuthuhu sinatun wala nawmun lahu ma fee alssamawati wama fee alardi man tha allathee yashfaʿu ʿindahu illa biithnihi yaʿlamu ma bayna aydeehim wama khalfahum wala yuheetoona bishayin min ʿilmihi illa bima shaa wasiʿa kursiyyuhu alssamawati waalarda wala yaooduhu hifthuhuma wahuwa alʿaliyyu alʿatheemu
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّ ۚ فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَ يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَ ٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ﴿٢٥٦﴾
La ikraha fee alddeeni qad tabayyana alrrushdu mina alghayyi faman yakfur bialttaghooti wayumin biAllahi faqadi istamsaka bialʿurwati alwuthqa la infisama laha waAllahu sameeʿun ʿaleemun
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٢٥٧﴾
Allahu waliyyu allatheena amanoo yukhrijuhum mina alththulumati ila alnnoori waallatheena kafaroo awliyaohumu alttaghootu yukhrijoonahum mina alnnoori ila alththulumati olaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِي حَآجَّ إِبۡرَٰهِـۧمَ فِي رَبِّهِۦٓ أَنۡ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلۡمُلۡكَ إِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّيَ ٱلَّذِي يُحۡيِۦ وَ يُمِيتُ قَالَ أَنَا۠ أُحۡيِۦ وَ أُمِيتُ ۖ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأۡتِي بِٱلشَّمۡسِ مِنَ ٱلۡمَشۡرِقِ فَأۡتِ بِهَا مِنَ ٱلۡمَغۡرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِي كَفَرَ ۗ وَ ٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٢٥٨﴾
Alam tara ila allathee hajja ibraheema fee rabbihi an atahu Allahu almulka ith qala ibraheemu rabbiya allathee yuhyee wayumeetu qala ana ohyee waomeetu qala ibraheemu fainna Allaha yatee bialshshamsi mina almashriqi fati biha mina almaghribi fabuhita allathee kafara waAllahu la yahdee alqawma alththalimeena
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," dia berkata, "Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat." Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
أَوۡ كَٱلَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرۡيَةࣲ وَ هِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحۡيِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِاْئَةَ عَامࣲ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمۡ لَبِثۡتَ ۖ قَالَ لَبِثۡتُ يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمࣲ ۖ قَالَ بَل لَّبِثۡتَ مِاْئَةَ عَامࣲ فَٱنظُرۡ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَ شَرَابِكَ لَمۡ يَتَسَنَّهۡ ۖ وَ ٱنظُرۡ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَ لِنَجۡعَلَكَ ءَايَةࣰ لِّلنَّاسِ ۖ وَ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡعِظَامِ كَيۡفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكۡسُوهَا لَحۡمࣰا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعۡلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٢٥٩﴾
Aw kaallathee marra ʿala qaryatin wahiya khawiyatun ʿala ʿurooshiha qala anna yuhyee hathihi Allahu baʿda mawtiha faamatahu Allahu miata ʿamin thumma baʿathahu qala kam labithta qala labithtu yawman aw baʿda yawmin qala bal labithta miata ʿamin faonthur ila taʿamika washarabika lam yatasannah waonthur ila himarika walinajʿalaka ayatan lilnnasi waonthur ila alʿithami kayfa nunshizuha thumma naksooha lahman falamma tabayyana lahu qala aʿlamu anna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah runtuh hingga menutupi (puing-puing) atap-atapnya, dia berkata, "Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?" Lalu Allah mematikannya (orang itu) selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan (Allah) bertanya, "Berapa lama engkau tinggal (disini)?" Dia (orang itu) menjawab, "Aku tinggal (disini) sehari atau setengah hari." Allah berfirman, "Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, tetapi lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging." Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, "Saya mengetahui (yakin) bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
وَ إِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّ أَرِنِي كَيۡفَ تُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمۡ تُؤۡمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَ لَٰكِن لِّيَطۡمَئِنَّ قَلۡبِي ۖ قَالَ فَخُذۡ أَرۡبَعَةࣰ مِّنَ ٱلطَّيۡرِ فَصُرۡهُنَّ إِلَيۡكَ ثُمَّ ٱجۡعَلۡ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلࣲ مِّنۡهُنَّ جُزۡءࣰا ثُمَّ ٱدۡعُهُنَّ يَأۡتِينَكَ سَعۡيࣰا ۚ وَ ٱعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمࣱ﴿٢٦٠﴾
Waith qala ibraheemu rabbi arinee kayfa tuhyee almawta qala awalam tumin qala bala walakin liyatmainna qalbee qala fakhuth arbaʿatan mina alttayri fasurhunna ilayka thumma ijʿal ʿala kulli jabalin minhunna juzan thumma odʿuhunna yateenaka saʿyan waiʿlam anna Allaha ʿazeezun hakeemun
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةࣲ مِّاْئَةُ حَبَّةࣲ ۗ وَ ٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَ ٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ﴿٢٦١﴾
Mathalu allatheena yunfiqoona amwalahum fee sabeeli Allahi kamathali habbatin anbatat sabʿa sanabila fee kulli sunbulatin miatu habbatin waAllahu yudaʿifu liman yashao waAllahu wasiʿun ʿaleemun
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتۡبِعُونَ مَآ أَنفَقُواْ مَنࣰّا وَ لَآ أَذࣰى لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٢٦٢﴾
Allatheena yunfiqoona amwalahum fee sabeeli Allahi thumma la yutbiʿoona ma anfaqoo mannan wala athan lahum ajruhum ʿinda rabbihim wala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
قَوۡلࣱ مَّعۡرُوفࣱ وَ مَغۡفِرَةٌ خَيۡرࣱ مِّن صَدَقَةࣲ يَتۡبَعُهَآ أَذࣰى ۗ وَ ٱللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمࣱ﴿٢٦٣﴾
Qawlun maʿroofun wamaghfiratun khayrun min sadaqatin yatbaʿuha athan waAllahu ghaniyyun haleemun
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبۡطِلُواْ صَدَقَٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَ ٱلۡأَذَىٰ كَٱلَّذِي يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفۡوَانٍ عَلَيۡهِ تُرَابࣱ فَأَصَابَهُۥ وَابِلࣱ فَتَرَكَهُۥ صَلۡدࣰا ۖ لَّا يَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَيۡءࣲ مِّمَّا كَسَبُواْ ۗ وَ ٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٢٦٤﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo la tubtiloo sadaqatikum bialmanni waalatha kaallathee yunfiqu malahu riaa alnnasi wala yuminu biAllahi waalyawmi alakhiri famathaluhu kamathali safwanin ʿalayhi turabun faasabahu wabilun fatarakahu saldan la yaqdiroona ʿala shayin mimma kasaboo waAllahu la yahdee alqawma alkafireena
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya` (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
وَ مَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمُ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ وَ تَثۡبِيتࣰا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةِۭ بِرَبۡوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلࣱ فَـَٔاتَتۡ أُكُلَهَا ضِعۡفَيۡنِ فَإِن لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلࣱ فَطَلࣱّ ۗ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ﴿٢٦٥﴾
Wamathalu allatheena yunfiqoona amwalahumu ibtighaa mardati Allahi watathbeetan min anfusihim kamathali jannatin birabwatin asabaha wabilun faatat okulaha diʿfayni fain lam yusibha wabilun fatallun waAllahu bima taʿmaloona baseerun
Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang di siram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمۡ أَن تَكُونَ لَهُۥ جَنَّةࣱ مِّن نَّخِيلࣲ وَ أَعۡنَابࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ لَهُۥ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَ أَصَابَهُ ٱلۡكِبَرُ وَ لَهُۥ ذُرِّيَّةࣱ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعۡصَارࣱ فِيهِ نَارࣱ فَٱحۡتَرَقَتۡ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ﴿٢٦٦﴾
Ayawaddu ahadukum an takoona lahu jannatun min nakheelin waaʿnabin tajree min tahtiha alanharu lahu feeha min kulli alththamarati waasabahu alkibaru walahu thurriyyatun duʿafao faasabaha iʿsarun feehi narun faihtaraqat kathalika yubayyinu Allahu lakumu alayati laʿallakum tatafakkaroona
Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tuanya sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَ مِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ لَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَ لَسۡتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِ ۚ وَ ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ﴿٢٦٧﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo anfiqoo min tayyibati ma kasabtum wamimma akhrajna lakum mina alardi wala tayammamoo alkhabeetha minhu tunfiqoona walastum biakhitheehi illa an tughmidoo feehi waiʿlamoo anna Allaha ghaniyyun hameedun
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.
ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَ يَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِ ۖ وَ ٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةࣰ مِّنۡهُ وَ فَضۡلࣰا ۗ وَ ٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمࣱ﴿٢٦٨﴾
Alshshaytanu yaʿidukumu alfaqra wayamurukum bialfahshai waAllahu yaʿidukum maghfiratan minhu wafadlan waAllahu wasiʿun ʿaleemun
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَ مَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرࣰا كَثِيرࣰا ۗ وَ مَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ﴿٢٦٩﴾
Yutee alhikmata man yashao waman yuta alhikmata faqad ootiya khayran katheeran wama yaththakkaru illa oloo alalbabi
Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
وَ مَآ أَنفَقۡتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوۡ نَذَرۡتُم مِّن نَّذۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُهُۥ ۗ وَ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ﴿٢٧٠﴾
Wama anfaqtum min nafaqatin aw nathartum min nathrin fainna Allaha yaʿlamuhu wama lilththalimeena min ansarin
Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun.
إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَ إِن تُخۡفُوهَا وَ تُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ ۚ وَ يُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمۡ ۗ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣱ﴿٢٧١﴾
In tubdoo alssadaqati faniʿimma hiya wain tukhfooha watutooha alfuqaraa fahuwa khayrun lakum wayukaffiru ʿankum min sayyiatikum waAllahu bima taʿmaloona khabeerun
Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
لَّيۡسَ عَلَيۡكَ هُدَىٰهُمۡ وَ لَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ ۗ وَ مَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ فَلِأَنفُسِكُمۡ ۚ وَ مَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ ٱللَّهِ ۚ وَ مَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَ أَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ﴿٢٧٢﴾
Laysa ʿalayka hudahum walakinna Allaha yahdee man yashao wama tunfiqoo min khayrin falianfusikum wama tunfiqoona illa ibtighaa wajhi Allahi wama tunfiqoo min khayrin yuwaffa ilaykum waantum la tuthlamoona
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Apa pun harta yang kamu infakkan, maka (kebaikannya) untuk dirimu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak melainkan karena mencari rida Allah. Dan apa pun harta yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحۡصِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ ضَرۡبࣰا فِي ٱلۡأَرۡضِ يَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِيمَٰهُمۡ لَا يَسۡـَٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافࣰا ۗ وَ مَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ﴿٢٧٣﴾
Lilfuqarai allatheena ohsiroo fee sabeeli Allahi la yastateeʿoona darban fee alardi yahsabuhumu aljahilu aghniyaa mina alttaʿaffufi taʿrifuhum biseemahum la yasaloona alnnasa ilhafan wama tunfiqoo min khayrin fainna Allaha bihi ʿaleemun
(Apa yang kamu infakkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah, sehingga dia yang tidak dapat berusaha di bumi; (orang lain) yang tidak tahu, menyangka bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta). Engkau (Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Apa pun harta yang baik yang kamu infakkan, sungguh Allah Maha Mengetahui.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُم بِٱلَّيۡلِ وَ ٱلنَّهَارِ سِرࣰّا وَ عَلَانِيَةࣰ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٢٧٤﴾
Allatheena yunfiqoona amwalahum biallayli waalnnahari sirran waʿalaniyatan falahum ajruhum ʿinda rabbihim wala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang hari (secara) sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْ ۗ وَ أَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَ حَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوۡعِظَةࣱ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَ أَمۡرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَ مَنۡ عَادَ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٢٧٥﴾
Allatheena yakuloona alrriba la yaqoomoona illa kama yaqoomu allathee yatakhabbatuhu alshshaytanu mina almassi thalika biannahum qaloo innama albayʿu mithlu alrriba waahalla Allahu albayʿa waharrama alrriba faman jaahu mawʿithatun min rabbihi faintaha falahu ma salafa waamruhu ila Allahi waman ʿada faolaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kesurupan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah di perolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
يَمۡحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰاْ وَ يُرۡبِي ٱلصَّدَقَٰتِ ۗ وَ ٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ﴿٢٧٦﴾
Yamhaqu Allahu alrriba wayurbee alssadaqati waAllahu la yuhibbu kulla kaffarin atheemin
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٢٧٧﴾
Inna allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati waaqamoo alssalata waatawoo alzzakata lahum ajruhum ʿinda rabbihim wala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ ذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴿٢٧٨﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo ittaqoo Allaha watharoo ma baqiya mina alrriba in kuntum mumineena
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.
فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ فَأۡذَنُواْ بِحَرۡبࣲ مِّنَ ٱللَّهِ وَ رَسُولِهِۦ ۖ وَ إِن تُبۡتُمۡ فَلَكُمۡ رُءُوسُ أَمۡوَٰلِكُمۡ لَا تَظۡلِمُونَ وَ لَا تُظۡلَمُونَ﴿٢٧٩﴾
Fain lam tafʿaloo fathanoo biharbin mina Allahi warasoolihi wain tubtum falakum ruoosu amwalikum la tathlimoona wala tuthlamoona
Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).
وَ إِن كَانَ ذُو عُسۡرَةࣲ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيۡسَرَةࣲ ۚ وَ أَن تَصَدَّقُواْ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿٢٨٠﴾
Wain kana thoo ʿusratin fanathiratun ila maysaratin waan tasaddaqoo khayrun lakum in kuntum taʿlamoona
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
وَ ٱتَّقُواْ يَوۡمࣰا تُرۡجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسࣲ مَّا كَسَبَتۡ وَ هُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴿٢٨١﴾
Waittaqoo yawman turjaʿoona feehi ila Allahi thumma tuwaffa kullu nafsin ma kasabat wahum la yuthlamoona
Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيۡنٍ إِلَىٰٓ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى فَٱكۡتُبُوهُ ۚ وَ لۡيَكۡتُب بَّيۡنَكُمۡ كَاتِبُۢ بِٱلۡعَدۡلِ ۚ وَ لَا يَأۡبَ كَاتِبٌ أَن يَكۡتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُ ۚ فَلۡيَكۡتُبۡ وَ لۡيُمۡلِلِ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ وَ لۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَ لَا يَبۡخَسۡ مِنۡهُ شَيۡـࣰٔا ۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ سَفِيهًا أَوۡ ضَعِيفًا أَوۡ لَا يَسۡتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلۡيُمۡلِلۡ وَلِيُّهُۥ بِٱلۡعَدۡلِ ۚ وَ ٱسۡتَشۡهِدُواْ شَهِيدَيۡنِ مِن رِّجَالِكُمۡ ۖ فَإِن لَّمۡ يَكُونَا رَجُلَيۡنِ فَرَجُلࣱ وَ ٱمۡرَأَتَانِ مِمَّن تَرۡضَوۡنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحۡدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحۡدَىٰهُمَا ٱلۡأُخۡرَىٰ ۚ وَ لَا يَأۡبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُواْ ۚ وَ لَا تَسۡـَٔمُوٓاْ أَن تَكۡتُبُوهُ صَغِيرًا أَوۡ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمۡ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَ أَقۡوَمُ لِلشَّهَٰدَةِ وَ أَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَرۡتَابُوٓاْ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً حَاضِرَةࣰ تُدِيرُونَهَا بَيۡنَكُمۡ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَلَّا تَكۡتُبُوهَا ۗ وَ أَشۡهِدُوٓاْ إِذَا تَبَايَعۡتُمۡ ۚ وَ لَا يُضَآرَّ كَاتِبࣱ وَ لَا شَهِيدࣱ ۚ وَ إِن تَفۡعَلُواْ فَإِنَّهُۥ فُسُوقُۢ بِكُمۡ ۗ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۖ وَ يُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُ ۗ وَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿٢٨٢﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo itha tadayantum bidaynin ila ajalin musamman faoktuboohu walyaktub baynakum katibun bialʿadli wala yaba katibun an yaktuba kama ʿallamahu Allahu falyaktub walyumlili allathee ʿalayhi alhaqqu walyattaqi Allaha rabbahu wala yabkhas minhu shayan fain kana allathee ʿalayhi alhaqqu safeehan aw daʿeefan aw la yastateeʿu an yumilla huwa falyumlil waliyyuhu bialʿadli waistashhidoo shaheedayni min rijalikum fain lam yakoona rajulayni farajulun waimraatani mimman tardawna mina alshshuhadai an tadilla ihdahuma fatuthakkira ihdahuma alokhra wala yaba alshshuhadao itha ma duʿoo wala tasamoo an taktuboohu sagheeran aw kabeeran ila ajalihi thalikum aqsatu ʿinda Allahi waaqwamu lilshshahadati waadna alla tartaboo illa an takoona tijaratan hadiratan tudeeroonaha baynakum falaysa ʿalaykum junahun alla taktubooha waashhidoo itha tabayaʿtum wala yudarra katibun wala shaheedun wain tafʿaloo fainnahu fusooqun bikum waittaqoo Allaha wayuʿallimukumu Allahu waAllahu bikulli shayin ʿaleemun
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikitpun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki diantara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan diantara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa maka yang lain mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan diantara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah menulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَ إِن كُنتُمۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ وَ لَمۡ تَجِدُواْ كَاتِبࣰا فَرِهَٰنࣱ مَّقۡبُوضَةࣱ ۖ فَإِنۡ أَمِنَ بَعۡضُكُم بَعۡضࣰا فَلۡيُؤَدِّ ٱلَّذِي ٱؤۡتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَ لۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَ لَا تَكۡتُمُواْ ٱلشَّهَٰدَةَ ۚ وَ مَن يَكۡتُمۡهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمࣱ قَلۡبُهُۥ ۗ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمࣱ﴿٢٨٣﴾
Wain kuntum ʿala safarin walam tajidoo katiban farihanun maqboodatun fain amina baʿdukum baʿdan falyuaddi allathee itumina amanatahu walyattaqi Allaha rabbahu wala taktumoo alshshahadata waman yaktumha fainnahu athimun qalbuhu waAllahu bima taʿmaloona ʿaleemun
Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapat seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Tetapi, jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena barang siapa menyembunyikannya, sungguh, hatinya kotor (berdosa). Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
لِّلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ إِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَ يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرٌ﴿٢٨٤﴾
Lillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wain tubdoo ma fee anfusikum aw tukhfoohu yuhasibkum bihi Allahu fayaghfiru liman yashao wayuʿaththibu man yashao waAllahu ʿala kulli shayin qadeerun
Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungankannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَ مَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَ كُتُبِهِۦ وَ رُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدࣲ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَ أَطَعۡنَا ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَ إِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ﴿٢٨٥﴾
Amana alrrasoolu bima onzila ilayhi min rabbihi waalmuminoona kullun amana biAllahi wamalaikatihi wakutubihi warusulihi la nufarriqu bayna ahadin min rusulihi waqaloo samiʿna waataʿna ghufranaka rabbana wailayka almaseeru
Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Alquran) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَ عَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَا ۚ رَبَّنَا وَ لَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرࣰا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَا ۚ رَبَّنَا وَ لَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَ ٱعۡفُ عَنَّا وَ ٱغۡفِرۡ لَنَا وَ ٱرۡحَمۡنَآ ۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٢٨٦﴾
La yukallifu Allahu nafsan illa wusʿaha laha ma kasabat waʿalayha ma iktasabat rabbana la tuakhithna in naseena aw akhtana rabbana wala tahmil ʿalayna isran kama hamaltahu ʿala allatheena min qablina rabbana wala tuhammilna ma la taqata lana bihi waoʿfu ʿanna waighfir lana wairhamna anta mawlana faonsurna ʿala alqawmi alkafireena
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat "Al Baqarah" terdiri atas 286 ayat dan sebagian besar diturunkan di Madinah pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina pada Haji wadaa' (haji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah dan merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Qur'an yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpanjang (ayat 282).
Surat ini dinamai "Al Baqarah" karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan 74), di mana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai "Fusthaathul-Qur'an" (puncak Al Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga surat "Alif-laam-miim" karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.
Pokok-Pokok Isi:
1. Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.
2. Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan shalat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; halal dan haram; berinfak di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; utang-piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiat kepada ibu-bapak dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanah; sihir; hukum merusak masjid; hukum mengubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, 'iddah, thalak, khulu', ilaa' dan susuan; hukum melamar, mahar, larangan menikahi wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.
3. Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.
4. Lain-lain:
Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat-sifat orang munafik; sifat-sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati.
Kesimpulan surat Al Baqarah:
1. Menjelaskan beberapa hukum dalam agama Islam.
2. Mengemukakan beberapa perumpamaan.
3. Mengemukakan hujjah-hujjah.
Hubungan Surat Al Baqarah Dengan Surat Ali 'Imran:
1. Dalam surat Al Baqarah, disebutkan Nabi Adam a.s. yang langsung diciptakan Allah, sedang dalam surat Ali'Imran, disebutkan tentang kelahiran Nabi 'Isa a.s. yang kedua-duanya diciptakan Allah secara menyelisihi kebiasaan.
2. Dalam surat Al Baqarah, sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi dibentangkan secara luas disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah mereka yang membela kesesatan, sedang dalam surat Ali 'Imran, dibentangkan hal-hal serupa yang berhubungan dengan orang Nasrani.
3. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan tiga golongan manusia, yaitu orang mukmin, orang yang mengimani hari akhir, dan orang munafik. Sementara itu, surat Ali 'Imran dimulai dengan menyebutkan orang yang suka mentakwilkan ayat yang mutasyabihaat secara salah untuk memfitnah orang mukmin, dan menyebutkan orang yang mempunyai keahlian dalam menakwilkannya.
4. Surat Al Baqarah disudahi dengan permohonan kepada Allah agar kesalahan-kesalahan dan kealpaan dalam melaksanakan ketaatan diampuni, sedang surat Ali 'Imran disudahi dengan permohonan kepada Allah agar Dia memberi pahala atas amal saleh yang dilakukan hamba-Nya.
5. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertakwa, sedang surat Ali 'Imran dimulai dengan perintah bertakwa.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex