سورة الزخرف
Surat Az-Zukhruf
Perhiasan
Surat Az-Zukhruf (Perhiasan) adalah surat ke-43 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 89 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
حمٓ﴿١﴾
Hameem
Ḥā Mīm.
وَ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ﴿٢﴾
Waalkitabi almubeeni
Demi Kitab (Alquran) yang jelas.
إِنَّا جَعَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ﴿٣﴾
Inna jaʿalnahu quranan ʿarabiyyan laʿallakum taʿqiloona
Kami menjadikan Alquran dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
وَ إِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ﴿٤﴾
Wainnahu fee ommi alkitabi ladayna laʿaliyyun hakeemun
Dan sesungguhnya Alquran itu dalam ummul Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh hikmah.
أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا أَن كُنتُمۡ قَوۡمࣰا مُّسۡرِفِينَ﴿٥﴾
Afanadribu ʿankumu alththikra safhan an kuntum qawman musrifeena
Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Alquran kepadamu, karena kamu kaum yang melampuai batas?
وَ كَمۡ أَرۡسَلۡنَا مِن نَّبِيࣲّ فِي ٱلۡأَوَّلِينَ﴿٦﴾
Wakam arsalna min nabiyyin fee alawwaleena
Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
وَ مَا يَأۡتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿٧﴾
Wama yateehim min nabiyyin illa kanoo bihi yastahzioona
Dan setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
فَأَهۡلَكۡنَآ أَشَدَّ مِنۡهُم بَطۡشࣰا وَ مَضَىٰ مَثَلُ ٱلۡأَوَّلِينَ﴿٨﴾
Faahlakna ashadda minhum batshan wamada mathalu alawwaleena
Karena itu, Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu.
وَ لَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡعَلِيمُ﴿٩﴾
Walain saaltahum man khalaqa alssamawati waalarda layaqoolunna khalaqahunna alʿazeezu alʿaleemu
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" pastilah mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ مَهۡدࣰا وَ جَعَلَ لَكُمۡ فِيهَا سُبُلࣰا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ﴿١٠﴾
Allathee jaʿala lakumu alarda mahdan wajaʿala lakum feeha subulan laʿallakum tahtadoona
Yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk.
وَ ٱلَّذِي نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرࣲ فَأَنشَرۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةࣰ مَّيۡتࣰا ۚ كَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ﴿١١﴾
Waallathee nazzala mina alssamai maan biqadarin faansharna bihi baldatan maytan kathalika tukhrajoona
Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
وَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَزۡوَٰجَ كُلَّهَا وَ جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡفُلۡكِ وَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ مَا تَرۡكَبُونَ﴿١٢﴾
Waallathee khalaqa alazwaja kullaha wajaʿala lakum mina alfulki waalanʿami ma tarkaboona
Dan yang menciptakan semua berpasangan-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,
لِتَسۡتَوُۥاْ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ رَبِّكُمۡ إِذَا ٱسۡتَوَيۡتُمۡ عَلَيۡهِ وَ تَقُولُواْ سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَ مَا كُنَّا لَهُۥ مُقۡرِنِينَ﴿١٣﴾
Litastawoo ʿala thuhoorihi thumma tathkuroo niʿmata rabbikum itha istawaytum ʿalayhi wataqooloo subhana allathee sakhkhara lana hatha wama kunna lahu muqrineena
agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
وَ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ﴿١٤﴾
Wainna ila rabbina lamunqaliboona
dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
وَ جَعَلُواْ لَهُۥ مِنۡ عِبَادِهِۦ جُزۡءًا ۚ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَكَفُورࣱ مُّبِينٌ﴿١٥﴾
Wajaʿaloo lahu min ʿibadihi juzan inna alinsana lakafoorun mubeenun
Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.
أَمِ ٱتَّخَذَ مِمَّا يَخۡلُقُ بَنَاتࣲ وَ أَصۡفَىٰكُم بِٱلۡبَنِينَ﴿١٦﴾
Ami ittakhatha mimma yakhluqu banatin waasfakum bialbaneena
Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?
وَ إِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحۡمَٰنِ مَثَلࣰا ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدࣰّا وَ هُوَ كَظِيمٌ﴿١٧﴾
Waitha bushshira ahaduhum bima daraba lilrrahmani mathalan thalla wajhuhu muswaddan wahuwa katheemun
Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat karena menahan sedih (dan marah).
أَوَمَن يُنَشَّؤُاْ فِي ٱلۡحِلۡيَةِ وَ هُوَ فِي ٱلۡخِصَامِ غَيۡرُ مُبِينࣲ﴿١٨﴾
Awaman yunashshao fee alhilyati wahuwa fee alkhisami ghayru mubeenin
Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
وَ جَعَلُواْ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمۡ عِبَٰدُ ٱلرَّحۡمَٰنِ إِنَٰثًا ۚ أَشَهِدُواْ خَلۡقَهُمۡ ۚ سَتُكۡتَبُ شَهَٰدَتُهُمۡ وَ يُسۡـَٔلُونَ﴿١٩﴾
Wajaʿaloo almalaikata allatheena hum ʿibadu alrrahmani inathan ashahidoo khalqahum satuktabu shahadatuhum wayusaloona
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
وَ قَالُواْ لَوۡ شَآءَ ٱلرَّحۡمَٰنُ مَا عَبَدۡنَٰهُم ۗ مَّا لَهُم بِذَٰلِكَ مِنۡ عِلۡمٍ ۖ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ﴿٢٠﴾
Waqaloo law shaa alrrahmanu ma ʿabadnahum ma lahum bithalika min ʿilmin in hum illa yakhrusoona
Dan mereka berkata, "Sekiranya (Allah) Yang Mahapengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.
أَمۡ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ كِتَٰبࣰا مِّن قَبۡلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسۡتَمۡسِكُونَ﴿٢١﴾
Am ataynahum kitaban min qablihi fahum bihi mustamsikoona
Atau apakah pernah Kami berikan suatu kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?
بَلۡ قَالُوٓاْ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةࣲ وَ إِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّهۡتَدُونَ﴿٢٢﴾
Bal qaloo inna wajadna abaana ʿala ommatin wainna ʿala atharihim muhtadoona
Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka."
وَ كَذَٰلِكَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ فِي قَرۡيَةࣲ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةࣲ وَ إِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم مُّقۡتَدُونَ﴿٢٣﴾
Wakathalika ma arsalna min qablika fee qaryatin min natheerin illa qala mutrafooha inna wajadna abaana ʿala ommatin wainna ʿala atharihim muqtadoona
Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka."
قَٰلَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكُم بِأَهۡدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمۡ عَلَيۡهِ ءَابَآءَكُمۡ ۖ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ﴿٢٤﴾
Qala awalaw jitukum biahda mimma wajadtum ʿalayhi abaakum qaloo inna bima orsiltum bihi kafiroona
(Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya."
فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ ۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ﴿٢٥﴾
Faintaqamna minhum faonthur kayfa kana ʿaqibatu almukaththibeena
Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).
وَ إِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَ قَوۡمِهِۦٓ إِنَّنِي بَرَآءࣱ مِّمَّا تَعۡبُدُونَ﴿٢٦﴾
Waith qala ibraheemu liabeehi waqawmihi innanee baraon mimma taʿbudoona
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
إِلَّا ٱلَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُۥ سَيَهۡدِينِ﴿٢٧﴾
Illa allathee fataranee fainnahu sayahdeeni
kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
وَ جَعَلَهَا كَلِمَةَۢ بَاقِيَةࣰ فِي عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿٢٨﴾
Wajaʿalaha kalimatan baqiyatan fee ʿaqibihi laʿallahum yarjiʿoona
Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).
بَلۡ مَتَّعۡتُ هَٰٓؤُلَآءِ وَ ءَابَآءَهُمۡ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ وَ رَسُولࣱ مُّبِينࣱ﴿٢٩﴾
Bal mattaʿtu haolai waabaahum hatta jaahumu alhaqqu warasoolun mubeenun
Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Alquran) datang kepada mereka bersama seorang Rasul yang memberi penjelasan.
وَ لَمَّا جَآءَهُمُ ٱلۡحَقُّ قَالُواْ هَٰذَا سِحۡرࣱ وَ إِنَّا بِهِۦ كَٰفِرُونَ﴿٣٠﴾
Walamma jaahumu alhaqqu qaloo hatha sihrun wainna bihi kafiroona
Tetapi ketika kebenaran (Alquran) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami mengingkarinya."
وَ قَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلࣲ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ﴿٣١﴾
Waqaloo lawla nuzzila hatha alquranu ʿala rajulin mina alqaryatayni ʿatheemun
Dan mereka (juga) berkata, "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekkah dan Taif)?"
أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَ رَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضࣲ دَرَجَٰتࣲ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضࣰا سُخۡرِيࣰّا ۗ وَ رَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرࣱ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ﴿٣٢﴾
Ahum yaqsimoona rahmata rabbika nahnu qasamna baynahum maʿeeshatahum fee alhayati alddunya warafaʿna baʿdahum fawqa baʿdin darajatin liyattakhitha baʿduhum baʿdan sukhriyyan warahmatu rabbika khayrun mimma yajmaʿoona
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
وَ لَوۡلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةࣰ وَٰحِدَةࣰ لَّجَعَلۡنَا لِمَن يَكۡفُرُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ لِبُيُوتِهِمۡ سُقُفࣰا مِّن فِضَّةࣲ وَ مَعَارِجَ عَلَيۡهَا يَظۡهَرُونَ﴿٣٣﴾
Walawla an yakoona alnnasu ommatan wahidatan lajaʿalna liman yakfuru bialrrahmani libuyootihim suqufan min fiddatin wamaʿarija ʿalayha yathharoona
Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,
وَ لِبُيُوتِهِمۡ أَبۡوَٰبࣰا وَ سُرُرًا عَلَيۡهَا يَتَّكِـُٔونَ﴿٣٤﴾
Walibuyootihim abwaban wasururan ʿalayha yattakioona
dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar,
وَ زُخۡرُفࣰا ۚ وَ إِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَ ٱلۡأٓخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُتَّقِينَ﴿٣٥﴾
Wazukhrufan wain kullu thalika lamma mataʿu alhayati alddunya waalakhiratu ʿinda rabbika lilmuttaqeena
dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
وَ مَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنࣰا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينࣱ﴿٣٦﴾
Waman yaʿshu ʿan thikri alrrahmani nuqayyid lahu shaytanan fahuwa lahu qareenun
Dan barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Alquran), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.
وَ إِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ﴿٣٧﴾
Wainnahum layasuddoonahum ʿani alssabeeli wayahsaboona annahum muhtadoona
Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَٰلَيۡتَ بَيۡنِي وَ بَيۡنَكَ بُعۡدَ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرِينُ﴿٣٨﴾
Hatta itha jaana qala ya layta baynee wabaynaka buʿda almashriqayni fabisa alqareenu
Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)."
وَ لَن يَنفَعَكُمُ ٱلۡيَوۡمَ إِذ ظَّلَمۡتُمۡ أَنَّكُمۡ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ﴿٣٩﴾
Walan yanfaʿakumu alyawma ith thalamtum annakum fee alʿathabi mushtarikoona
Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ أَوۡ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَ مَن كَانَ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينࣲ﴿٤٠﴾
Afaanta tusmiʿu alssumma aw tahdee alʿumya waman kana fee dalalin mubeenin
Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya), dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
فَإِمَّا نَذۡهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنۡهُم مُّنتَقِمُونَ﴿٤١﴾
Faimma nathhabanna bika fainna minhum muntaqimoona
Maka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat),
أَوۡ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِي وَعَدۡنَٰهُمۡ فَإِنَّا عَلَيۡهِم مُّقۡتَدِرُونَ﴿٤٢﴾
Aw nuriyannaka allathee waʿadnahum fainna ʿalayhim muqtadiroona
atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka.
فَٱسۡتَمۡسِكۡ بِٱلَّذِيٓ أُوحِيَ إِلَيۡكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٤٣﴾
Faistamsik biallathee oohiya ilayka innaka ʿala siratin mustaqeemin
Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus.
وَ إِنَّهُۥ لَذِكۡرࣱ لَّكَ وَ لِقَوۡمِكَ ۖ وَ سَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ﴿٤٤﴾
Wainnahu lathikrun laka waliqawmika wasawfa tusaloona
Dan sungguh, Alquran itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.
وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةࣰ يُعۡبَدُونَ﴿٤٥﴾
Waisal man arsalna min qablika min rusulina ajaʿalna min dooni alrrahmani alihatan yuʿbadoona
Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, "Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?"
وَ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَ مَلَإِيْهِۦ فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٤٦﴾
Walaqad arsalna moosa biayatina ila firʿawna wamalaihi faqala innee rasoolu rabbi alʿalameena
Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam."
فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔايَٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَضۡحَكُونَ﴿٤٧﴾
Falamma jaahum biayatina itha hum minha yadhakoona
Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka menertawakannya.
وَ مَا نُرِيهِم مِّنۡ ءَايَةٍ إِلَّا هِيَ أَكۡبَرُ مِنۡ أُخۡتِهَا ۖ وَ أَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡعَذَابِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿٤٨﴾
Wama nureehim min ayatin illa hiya akbaru min okhtiha waakhathnahum bialʿathabi laʿallahum yarjiʿoona
Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
وَ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهۡتَدُونَ﴿٤٩﴾
Waqaloo ya ayyuha alsahiru odʿu lana rabbaka bima ʿahida ʿindaka innana lamuhtadoona
Dan mereka berkata, "Wahai pesihir! berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk."
فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابَ إِذَا هُمۡ يَنكُثُونَ﴿٥٠﴾
Falamma kashafna ʿanhumu alʿathaba itha hum yankuthoona
Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.
وَ نَادَىٰ فِرۡعَوۡنُ فِي قَوۡمِهِۦ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَلَيۡسَ لِي مُلۡكُ مِصۡرَ وَ هَٰذِهِ ٱلۡأَنۡهَٰرُ تَجۡرِي مِن تَحۡتِيٓ ۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ﴿٥١﴾
Wanada firʿawnu fee qawmihi qala ya qawmi alaysa lee mulku misra wahathihi alanharu tajree min tahtee afala tubsiroona
Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
أَمۡ أَنَا۠ خَيۡرࣱ مِّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ مَهِينࣱ وَ لَا يَكَادُ يُبِينُ﴿٥٢﴾
Am ana khayrun min hatha allathee huwa maheenun wala yakadu yubeenu
Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
فَلَوۡلَآ أُلۡقِيَ عَلَيۡهِ أَسۡوِرَةࣱ مِّن ذَهَبٍ أَوۡ جَآءَ مَعَهُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ مُقۡتَرِنِينَ﴿٥٣﴾
Falawla olqiya ʿalayhi aswiratun min thahabin aw jaa maʿahu almalaikatu muqtarineena
Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?"
فَٱسۡتَخَفَّ قَوۡمَهُۥ فَأَطَاعُوهُ ۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمࣰا فَٰسِقِينَ﴿٥٤﴾
Faistakhaffa qawmahu faataʿoohu innahum kanoo qawman fasiqeena
Maka (Firaun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَٰهُمۡ أَجۡمَعِينَ﴿٥٥﴾
Falamma asafoona intaqamna minhum faaghraqnahum ajmaʿeena
Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
فَجَعَلۡنَٰهُمۡ سَلَفࣰا وَ مَثَلࣰا لِّلۡأٓخِرِينَ﴿٥٦﴾
Fajaʿalnahum salafan wamathalan lilakhireena
maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.
وَ لَمَّا ضُرِبَ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوۡمُكَ مِنۡهُ يَصِدُّونَ﴿٥٧﴾
Walamma duriba ibnu maryama mathalan itha qawmuka minhu yasiddoona
Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
وَ قَالُوٓاْ ءَأَٰلِهَتُنَا خَيۡرٌ أَمۡ هُوَ ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلَۢا ۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٌ خَصِمُونَ﴿٥٨﴾
Waqaloo aalihatuna khayrun am huwa ma daraboohu laka illa jadalan bal hum qawmun khasimoona
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
إِنۡ هُوَ إِلَّا عَبۡدٌ أَنۡعَمۡنَا عَلَيۡهِ وَ جَعَلۡنَٰهُ مَثَلࣰا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ﴿٥٩﴾
In huwa illa ʿabdun anʿamna ʿalayhi wajaʿalnahu mathalan libanee israeela
Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil.
وَ لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَا مِنكُم مَّلَٰٓئِكَةࣰ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَخۡلُفُونَ﴿٦٠﴾
Walaw nashao lajaʿalna minkum malaikatan fee alardi yakhlufoona
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai pengganti kamu di bumi.
وَ إِنَّهُۥ لَعِلۡمࣱ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا وَ ٱتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَٰطࣱ مُّسۡتَقِيمࣱ﴿٦١﴾
Wainnahu laʿilmun lilssaʿati fala tamtarunna biha waittabiʿooni hatha siratun mustaqeemun
Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
وَ لَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِينࣱ﴿٦٢﴾
Wala yasuddannakumu alshshaytanu innahu lakum ʿaduwwun mubeenun
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
وَ لَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ قَالَ قَدۡ جِئۡتُكُم بِٱلۡحِكۡمَةِ وَ لِأُبَيِّنَ لَكُم بَعۡضَ ٱلَّذِي تَخۡتَلِفُونَ فِيهِ ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ أَطِيعُونِ﴿٦٣﴾
Walamma jaa ʿeesa bialbayyinati qala qad jitukum bialhikmati waliobayyina lakum baʿda allathee takhtalifoona feehi faittaqoo Allaha waateeʿooni
Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّي وَ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَٰطࣱ مُّسۡتَقِيمࣱ﴿٦٤﴾
Inna Allaha huwa rabbee warabbukum faoʿbudoohu hatha siratun mustaqeemun
Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
فَٱخۡتَلَفَ ٱلۡأَحۡزَابُ مِنۢ بَيۡنِهِمۡ ۖ فَوَيۡلࣱ لِّلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡ عَذَابِ يَوۡمٍ أَلِيمٍ﴿٦٥﴾
Faikhtalafa alahzabu min baynihim fawaylun lillatheena thalamoo min ʿathabi yawmin aleemin
Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةࣰ وَ هُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٦٦﴾
Hal yanthuroona illa alssaʿata an tatiyahum baghtatan wahum la yashʿuroona
Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۭ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ﴿٦٧﴾
Alakhillao yawmaithin baʿduhum libaʿdin ʿaduwwun illa almuttaqeena
Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
يَٰعِبَادِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَ وَ لَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ﴿٦٨﴾
Ya ʿibadi la khawfun ʿalaykumu alyawma wala antum tahzanoona
"Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ كَانُواْ مُسۡلِمِينَ﴿٦٩﴾
Allatheena amanoo biayatina wakanoo muslimeena
(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ أَنتُمۡ وَ أَزۡوَٰجُكُمۡ تُحۡبَرُونَ﴿٧٠﴾
Odkhuloo aljannata antum waazwajukum tuhbaroona
Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan."
يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافࣲ مِّن ذَهَبࣲ وَ أَكۡوَابࣲ ۖ وَ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَ تَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُ ۖ وَ أَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٧١﴾
Yutafu ʿalayhim bisihafin min thahabin waakwabin wafeeha ma tashtaheehi alanfusu watalaththu alaʿyunu waantum feeha khalidoona
Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
وَ تِلۡكَ ٱلۡجَنَّةُ ٱلَّتِيٓ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٧٢﴾
Watilka aljannatu allatee oorithtumooha bima kuntum taʿmaloona
Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.
لَكُمۡ فِيهَا فَٰكِهَةࣱ كَثِيرَةࣱ مِّنۡهَا تَأۡكُلُونَ﴿٧٣﴾
Lakum feeha fakihatun katheeratun minha takuloona
Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ﴿٧٤﴾
Inna almujrimeena fee ʿathabi jahannama khalidoona
Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَ هُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ﴿٧٥﴾
La yufattaru ʿanhum wahum feehi mublisoona
Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
وَ مَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَ لَٰكِن كَانُواْ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٧٦﴾
Wama thalamnahum walakin kanoo humu alththalimeena
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
وَ نَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ﴿٧٧﴾
Wanadaw ya maliku liyaqdi ʿalayna rabbuka qala innakum makithoona
Dan mereka berseru, "Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ﴿٧٨﴾
Laqad jinakum bialhaqqi walakinna aktharakum lilhaqqi karihoona
Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
أَمۡ أَبۡرَمُوٓاْ أَمۡرࣰا فَإِنَّا مُبۡرِمُونَ﴿٧٩﴾
Am abramoo amran fainna mubrimoona
Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).
أَمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّا لَا نَسۡمَعُ سِرَّهُمۡ وَ نَجۡوَىٰهُم ۚ بَلَىٰ وَ رُسُلُنَا لَدَيۡهِمۡ يَكۡتُبُونَ﴿٨٠﴾
Am yahsaboona anna la nasmaʿu sirrahum wanajwahum bala warusuluna ladayhim yaktuboona
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
قُلۡ إِن كَانَ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدࣱ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡعَٰبِدِينَ﴿٨١﴾
Qul in kana lilrrahmani waladun faana awwalu alʿabideena
Katakanlah (Muhammad), "Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
سُبۡحَٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُونَ﴿٨٢﴾
Subhana rabbi alssamawati waalardi rabbi alʿarshi ʿamma yasifoona
Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu."
فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَ يَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ﴿٨٣﴾
Fatharhum yakhoodoo wayalʿaboo hatta yulaqoo yawmahumu allathee yooʿadoona
Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
وَ هُوَ ٱلَّذِي فِي ٱلسَّمَآءِ إِلَٰهࣱ وَ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَٰهࣱ ۚ وَ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡعَلِيمُ﴿٨٤﴾
Wahuwa allathee fee alssamai ilahun wafee alardi ilahun wahuwa alhakeemu alʿaleemu
Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
وَ تَبَارَكَ ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا بَيۡنَهُمَا وَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿٨٥﴾
Watabaraka allathee lahu mulku alssamawati waalardi wama baynahuma waʿindahu ʿilmu alssaʿati wailayhi turjaʿoona
Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
وَ لَا يَمۡلِكُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلۡحَقِّ وَ هُمۡ يَعۡلَمُونَ﴿٨٦﴾
Wala yamliku allatheena yadʿoona min doonihi alshshafaʿata illa man shahida bialhaqqi wahum yaʿlamoona
Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
وَ لَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَهُمۡ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ﴿٨٧﴾
Walain saaltahum man khalaqahum layaqoolunna Allahu faanna yufakoona
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah; jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),
وَ قِيلِهِۦ يَٰرَبِّ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمࣱ لَّا يُؤۡمِنُونَ﴿٨٨﴾
Waqeelihi yarabbi inna haolai qawmun la yuminoona
dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman."
فَٱصۡفَحۡ عَنۡهُمۡ وَ قُلۡ سَلَٰمࣱ ۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ﴿٨٩﴾
Faisfah ʿanhum waqul salamun fasawfa yaʿlamoona
Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Az-Zukhruf terdiri dari 89 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Asy-Syura.
Dinamai Az-Zukhruf (perhiasan) diambil dari kata "Az-Zukhruf" yang terdapat pada ayat ke-35 surat ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi-rendahnya derajat seseorang tergantung pada perhiasan dan harta yang ia miliki. Maka karena Nabi Muhammad adalah seorang anak yatim dan miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi-rendahnya derajat seseorang, karena harta merupakan perhiasan kehidupan duniawi, bukan kesenangan akhirat.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Al-Qur'an berasal dari Lauh Mahfuzh; Nabi 'Isa itu hanyalah seorang hamba Allah; pengakuan Nabi 'Isa bahwa Allahlah Tuhan yang sebenarnya; menjelaskan kesenangan di dalam surga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka; Allah tidak mempunyai anak.
2. **Hukum-hukum:**
Perintah Allah kepada Nabi Muhammad agar menjauhi orang-orang yang tidak beriman.
3. **Kisah-kisah:**
Kisah Nabi Ibrahim, Musa, dan 'Isa sebagai perbandingan bagi Nabi Muhammad dan sebagai penawar ketika menghadapi kesulitan dalam melakukan dakwah.
4. **Lain-lain:**
Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allahlah Yang menciptakan langit dan bumi tetapi mereka tetap menyembah berhala; kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu; Nabi Muhammad sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan dari kaumnya adalah hal biasa, karena rasul-rasul terdahulu pun demikian; orang-orang musyrik sangat berpegang teguh pada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga hati mereka tertutup untuk menerima kebenaran.
Surat Az-Zukhruf dimulai dengan menerangkan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Ilahi dan diambil dari Lauh Mahfuzh. Kemudian menerangkan sikap orang musyrik terhadap para nabi dan menyebutkan sebagian hikmah yang Allah limpahkan kepada manusia. Selain itu, juga dikemukakan tentang sifat orang-orang musyrik yang suka mengada-ada kebatilan beserta kepercayaan rusak dan sifat-sifat sombong mereka, walaupun mereka telah diperingatkan dengan nasib umat-umat terdahulu yang mendurhakai Allah.
Pada bagian akhir, surat ini mengingatkan tentang tindakan-tindakan orang-orang musyrik yang lebih mementingkan perhiasan duniawi. Lalu, surat ini ditutup dengan perintah Allah agar Nabi Muhammad berpaling dari orang-orang musyrik itu, nanti mereka akan merasakan dan mengetahui kebenaran ancaman Allah.
**Hubungan Surat Az-Zukhruf Dengan Surat Ad-Dukhan:**
1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat Al-Qur'an.
2. Pada akhir surat Az-Zukhruf disebutkan ancaman kepada orang-orang kafir dan pada permulaan surat Ad-Dukhan terdapat pula peringatan dan ancaman itu.
3. Pada kedua surat ini terdapat kesatuan sikap antara Nabi Muhammad dan Nabi Musa. Pada surat Az-Zukhruf Nabi Muhammad mengadu kepada Allah bahwa kaumnya tidak mau beriman, sedangkan pada surat Ad-Dukhan Nabi Musa mengadu kepada Allah bahwa kaumnya berlaku durhaka dan banyak dosa.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex