Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat Asy-Syura

سورة الشورى

Surat Asy-Syura

Musyawarah

Surat ke-4253 ayatMakkiyahJuz 25

Surat Asy-Syura (Musyawarah) adalah surat ke-42 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 53 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 42:1Baca di mushaf ↗

    حمٓ﴿١﴾

    Hameem

    Ḥā Mīm.

  2. 42:2Baca di mushaf ↗

    عٓسٓقٓ﴿٢﴾

    ʿaynseenqaf

    Aīn Sīn Qāf.

  3. 42:3Baca di mushaf ↗

    كَذَٰلِكَ يُوحِيٓ إِلَيۡكَ وَ إِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٣﴾

    Kathalika yoohee ilayka waila allatheena min qablika Allahu alʿazeezu alhakeemu

    Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana mewahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada orang-orang yang sebelummu.

  4. 42:4Baca di mushaf ↗

    لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ﴿٤﴾

    Lahu ma fee alssamawati wama fee alardi wahuwa alʿaliyyu alʿatheemu

    Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah Yang Mahaagung, Mahabesar.

  5. 42:5Baca di mushaf ↗

    تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِن فَوۡقِهِنَّ ۚ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَ يَسۡتَغۡفِرُونَ لِمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ﴿٥﴾

    Takadu alssamawatu yatafattarna min fawqihinna waalmalaikatu yusabbihoona bihamdi rabbihim wayastaghfiroona liman fee alardi ala inna Allaha huwa alghafooru alrraheemu

    Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Allah) dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  6. 42:6Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيۡهِمۡ وَ مَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِوَكِيلࣲ﴿٦﴾

    Waallatheena ittakhathoo min doonihi awliyaa Allahu hafeethun ʿalayhim wama anta ʿalayhim biwakeelin

    Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain-Nya, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; adapun engkau (Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.

  7. 42:7Baca di mushaf ↗

    وَ كَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ قُرۡءَانًا عَرَبِيࣰّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَ مَنۡ حَوۡلَهَا وَ تُنذِرَ يَوۡمَ ٱلۡجَمۡعِ لَا رَيۡبَ فِيهِ ۚ فَرِيقࣱ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَ فَرِيقࣱ فِي ٱلسَّعِيرِ﴿٧﴾

    Wakathalika awhayna ilayka quranan ʿarabiyyan litunthira omma alqura waman hawlaha watunthira yawma aljamʿi la rayba feehi fareequn fee aljannati wafareequn fee alssaʿeeri

    Dan demikianlah Kami wahyukan Alquran kepadamu dalam bahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.

  8. 42:8Baca di mushaf ↗

    وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَهُمۡ أُمَّةࣰ وَٰحِدَةࣰ وَ لَٰكِن يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦ ۚ وَ ٱلظَّٰلِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِيࣲّ وَ لَا نَصِيرٍ﴿٨﴾

    Walaw shaa Allahu lajaʿalahum ommatan wahidatan walakin yudkhilu man yashao fee rahmatihi waalththalimoona ma lahum min waliyyin wala naseerin

    Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia jadikan mereka satu umat, tetapi Dia memasukkan orang-orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka pelindung dan penolong.

  9. 42:9Baca di mushaf ↗

    أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ ۖ فَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡوَلِيُّ وَ هُوَ يُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَ هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٩﴾

    Ami ittakhathoo min doonihi awliyaa faAllahu huwa alwaliyyu wahuwa yuhyee almawta wahuwa ʿala kulli shayin qadeerun

    Atau mereka mengambil pelindung-pelindung selain Dia? Padahal Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya). Dan Dia menghidupkan orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  10. 42:10Baca di mushaf ↗

    وَ مَا ٱخۡتَلَفۡتُمۡ فِيهِ مِن شَيۡءࣲ فَحُكۡمُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبِّي عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ وَ إِلَيۡهِ أُنِيبُ﴿١٠﴾

    Wama ikhtalaftum feehi min shayin fahukmuhu ila Allahi thalikumu Allahu rabbee ʿalayhi tawakkaltu wailayhi oneebu

    Dan apa pun yang kamu perselisihkan padanya tentang sesuatu, keputusannya (terserah) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali.

  11. 42:11Baca di mushaf ↗

    فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجࣰا وَ مِنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ أَزۡوَٰجࣰا يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَيۡءࣱ ۖ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ﴿١١﴾

    Fatiru alssamawati waalardi jaʿala lakum min anfusikum azwajan wamina alanʿami azwajan yathraokum feehi laysa kamithlihi shayon wahuwa alssameeʿu albaseeru

    (Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.

  12. 42:12Baca di mushaf ↗

    لَهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَ يَقۡدِرُ ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿١٢﴾

    Lahu maqaleedu alssamawati waalardi yabsutu alrrizqa liman yashao wayaqdiru innahu bikulli shayin ʿaleemun

    Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

  13. 42:13Baca di mushaf ↗

    شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحࣰا وَ ٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَ مَا وَصَّيۡنَا بِهِۦٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَ مُوسَىٰ وَ عِيسَىٰٓ ۖ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَ لَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى ٱلۡمُشۡرِكِينَ مَا تَدۡعُوهُمۡ إِلَيۡهِ ۚ ٱللَّهُ يَجۡتَبِيٓ إِلَيۡهِ مَن يَشَآءُ وَ يَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَن يُنِيبُ﴿١٣﴾

    Sharaʿa lakum mina alddeeni ma wassa bihi noohan waallathee awhayna ilayka wama wassayna bihi ibraheema wamoosa waʿeesa an aqeemoo alddeena wala tatafarraqoo feehi kabura ʿala almushrikeena ma tadʿoohum ilayhi Allahu yajtabee ilayhi man yashao wayahdee ilayhi man yuneebu

    Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).

  14. 42:14Baca di mushaf ↗

    وَ مَا تَفَرَّقُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ بَغۡيَۢا بَيۡنَهُمۡ ۚ وَ لَوۡلَا كَلِمَةࣱ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰٓ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى لَّقُضِيَ بَيۡنَهُمۡ ۚ وَ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُورِثُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ لَفِي شَكࣲّ مِّنۡهُ مُرِيبࣲ﴿١٤﴾

    Wama tafarraqoo illa min baʿdi ma jaahumu alʿilmu baghyan baynahum walawla kalimatun sabaqat min rabbika ila ajalin musamman laqudiya baynahum wainna allatheena oorithoo alkitaba min baʿdihim lafee shakkin minhu mureebin

    Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi), karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Alquran) itu.

  15. 42:15Baca di mushaf ↗

    فَلِذَٰلِكَ فَٱدۡعُ ۖ وَ ٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ ۖ وَ لَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَهُمۡ ۖ وَ قُلۡ ءَامَنتُ بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِن كِتَٰبࣲ ۖ وَ أُمِرۡتُ لِأَعۡدِلَ بَيۡنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ رَبُّنَا وَ رَبُّكُمۡ ۖ لَنَآ أَعۡمَٰلُنَا وَ لَكُمۡ أَعۡمَٰلُكُمۡ ۖ لَا حُجَّةَ بَيۡنَنَا وَ بَيۡنَكُمُ ۖ ٱللَّهُ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا ۖ وَ إِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ﴿١٥﴾

    Falithalika faodʿu waistaqim kama omirta wala tattabiʿ ahwaahum waqul amantu bima anzala Allahu min kitabin waomirtu liaʿdila baynakum Allahu rabbuna warabbukum lana aʿmaluna walakum aʿmalukum la hujjata baynana wabaynakumu Allahu yajmaʿu baynana wailayhi almaseeru

    Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, "Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali."

  16. 42:16Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ يُحَآجُّونَ فِي ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا ٱسۡتُجِيبَ لَهُۥ حُجَّتُهُمۡ دَاحِضَةٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَ عَلَيۡهِمۡ غَضَبࣱ وَ لَهُمۡ عَذَابࣱ شَدِيدٌ﴿١٦﴾

    Waallatheena yuhajjoona fee Allahi min baʿdi ma istujeeba lahu hujjatuhum dahidatun ʿinda rabbihim waʿalayhim ghadabun walahum ʿathabun shadeedun

    Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima, perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras.

  17. 42:17Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ وَ ٱلۡمِيزَانَ ۗ وَ مَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ قَرِيبࣱ﴿١٧﴾

    Allahu allathee anzala alkitaba bialhaqqi waalmeezani wama yudreeka laʿalla alssaʿata qareebun

    Allah yang menurunkan kitab (Alquran) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?

  18. 42:18Baca di mushaf ↗

    يَسۡتَعۡجِلُ بِهَا ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهَا ۖ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مُشۡفِقُونَ مِنۡهَا وَ يَعۡلَمُونَ أَنَّهَا ٱلۡحَقُّ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلَّذِينَ يُمَارُونَ فِي ٱلسَّاعَةِ لَفِي ضَلَٰلِۭ بَعِيدٍ﴿١٨﴾

    Yastaʿjilu biha allatheena la yuminoona biha waallatheena amanoo mushfiqoona minha wayaʿlamoona annaha alhaqqu ala inna allatheena yumaroona fee alssaʿati lafee dalalin baʿeedin

    Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh.

  19. 42:19Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ لَطِيفُۢ بِعِبَادِهِۦ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ﴿١٩﴾

    Allahu lateefun biʿibadihi yarzuqu man yashao wahuwa alqawiyyu alʿazeezu

    Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Mahakuat, Mahaperkasa.

  20. 42:20Baca di mushaf ↗

    مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦ ۖ وَ مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَ مَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ﴿٢٠﴾

    Man kana yureedu hartha alakhirati nazid lahu fee harthihi waman kana yureedu hartha alddunya nutihi minha wama lahu fee alakhirati min naseebin

    Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.

  21. 42:21Baca di mushaf ↗

    أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ شَرَعُواْ لَهُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا لَمۡ يَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُ ۚ وَ لَوۡلَا كَلِمَةُ ٱلۡفَصۡلِ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡ ۗ وَ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٢١﴾

    Am lahum shurakao sharaʿoo lahum mina alddeeni ma lam yathan bihi Allahu walawla kalimatu alfasli laqudiya baynahum wainna alththalimeena lahum ʿathabun aleemun

    Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridai) Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapatkan azab yang sangat pedih.

  22. 42:22Baca di mushaf ↗

    تَرَى ٱلظَّٰلِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا كَسَبُواْ وَ هُوَ وَاقِعُۢ بِهِمۡ ۗ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فِي رَوۡضَاتِ ٱلۡجَنَّاتِ ۖ لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمۡ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ﴿٢٢﴾

    Tara alththalimeena mushfiqeena mimma kasaboo wahuwa waqiʿun bihim waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati fee rawdati aljannati lahum ma yashaoona ʿinda rabbihim thalika huwa alfadlu alkabeeru

    Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

  23. 42:23Baca di mushaf ↗

    ذَٰلِكَ ٱلَّذِي يُبَشِّرُ ٱللَّهُ عِبَادَهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۗ قُل لَّآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًا إِلَّا ٱلۡمَوَدَّةَ فِي ٱلۡقُرۡبَىٰ ۗ وَ مَن يَقۡتَرِفۡ حَسَنَةࣰ نَّزِدۡ لَهُۥ فِيهَا حُسۡنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ شَكُورٌ﴿٢٣﴾

    Thalika allathee yubashshiru Allahu ʿibadahu allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati qul la asalukum ʿalayhi ajran illa almawaddata fee alqurba waman yaqtarif hasanatan nazid lahu feeha husnan inna Allaha ghafoorun shakoorun

    Itulah (karunia) yang diberitahukan Allah untuk menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan." Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.

  24. 42:24Baca di mushaf ↗

    أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبࣰا ۖ فَإِن يَشَإِ ٱللَّهُ يَخۡتِمۡ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ۗ وَ يَمۡحُ ٱللَّهُ ٱلۡبَٰطِلَ وَ يُحِقُّ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ﴿٢٤﴾

    Am yaqooloona iftara ʿala Allahi kathiban fain yashai Allahu yakhtim ʿala qalbika wayamhu Allahu albatila wayuhiqqu alhaqqa bikalimatihi innahu ʿaleemun bithati alssudoori

    Ataukah mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan kebohongan tentang Allah." Sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia kunci hatimu. Dan Allah menghapus yang batil dan membenarkan yang benar dengan firman-Nya (Alquran). Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

  25. 42:25Baca di mushaf ↗

    وَ هُوَ ٱلَّذِي يَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَ يَعۡفُواْ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ﴿٢٥﴾

    Wahuwa allathee yaqbalu alttawbata ʿan ʿibadihi wayaʿfoo ʿani alssayyiati wayaʿlamu ma tafʿaloona

    Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

  26. 42:26Baca di mushaf ↗

    وَ يَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَ يَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦ ۚ وَ ٱلۡكَٰفِرُونَ لَهُمۡ عَذَابࣱ شَدِيدࣱ﴿٢٦﴾

    Wayastajeebu allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati wayazeeduhum min fadlihi waalkafiroona lahum ʿathabun shadeedun

    dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras.

  27. 42:27Baca di mushaf ↗

    وَ لَوۡ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزۡقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرࣲ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرُۢ بَصِيرࣱ﴿٢٧﴾

    Walaw basata Allahu alrrizqa liʿibadihi labaghaw fee alardi walakin yunazzilu biqadarin ma yashao innahu biʿibadihi khabeerun baseerun

    Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.

  28. 42:28Baca di mushaf ↗

    وَ هُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ مِنۢ بَعۡدِ مَا قَنَطُواْ وَ يَنشُرُ رَحۡمَتَهُۥ ۚ وَ هُوَ ٱلۡوَلِيُّ ٱلۡحَمِيدُ﴿٢٨﴾

    Wahuwa allathee yunazzilu alghaytha min baʿdi ma qanatoo wayanshuru rahmatahu wahuwa alwaliyyu alhameedu

    Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji.

  29. 42:29Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَآبَّةࣲ ۚ وَ هُوَ عَلَىٰ جَمۡعِهِمۡ إِذَا يَشَآءُ قَدِيرࣱ﴿٢٩﴾

    Wamin ayatihi khalqu alssamawati waalardi wama baththa feehima min dabbatin wahuwa ʿala jamʿihim itha yashao qadeerun

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila Dia kehendaki.

  30. 42:30Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةࣲ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَ يَعۡفُواْ عَن كَثِيرࣲ﴿٣٠﴾

    Wama asabakum min museebatin fabima kasabat aydeekum wayaʿfoo ʿan katheerin

    Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).

  31. 42:31Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ مَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيࣲّ وَ لَا نَصِيرࣲ﴿٣١﴾

    Wama antum bimuʿjizeena fee alardi wama lakum min dooni Allahi min waliyyin wala naseerin

    Dan Kamu tidak dapat melepaskan diri (dari siksaan Allah) di bumi, dan kamu tidak memperoleh pelindung atau penolong selain Allah.

  32. 42:32Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلۡجَوَارِ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ﴿٣٢﴾

    Wamin ayatihi aljawari fee albahri kaalaʿlami

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.

  33. 42:33Baca di mushaf ↗

    إِن يَشَأۡ يُسۡكِنِ ٱلرِّيحَ فَيَظۡلَلۡنَ رَوَاكِدَ عَلَىٰ ظَهۡرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّكُلِّ صَبَّارࣲ شَكُورٍ﴿٣٣﴾

    In yasha yuskini alrreeha fayathlalna rawakida ʿala thahrihi inna fee thalika laayatin likulli sabbarin shakoorin

    Jika Dia menghendaki, Dia akan menghentikan angin, sehingga jadilah (kapal-kapal) itu terhenti di permukaan laut. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang selalu bersabar dan banyak bersyukur,

  34. 42:34Baca di mushaf ↗

    أَوۡ يُوبِقۡهُنَّ بِمَا كَسَبُواْ وَ يَعۡفُ عَن كَثِيرࣲ﴿٣٤﴾

    Aw yoobiqhunna bima kasaboo wayaʿfu ʿan katheerin

    atau (Dia akan) menghancurkan kapal-kapal itu karena perbuatan (dosa) mereka, dan Dia memaafkan banyak (dari mereka),

  35. 42:35Baca di mushaf ↗

    وَ يَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مَا لَهُم مِّن مَّحِيصࣲ﴿٣٥﴾

    Wayaʿlama allatheena yujadiloona fee ayatina ma lahum min maheesin

    dan agar orang-orang yang membantah tanda-tanda (kekuasaan) Kami mengetahui bahwa mereka tidak akan memperoleh jalan ke luar (dari siksaan).

  36. 42:36Baca di mushaf ↗

    فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَيۡءࣲ فَمَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَ مَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرࣱ وَ أَبۡقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ﴿٣٦﴾

    Fama ooteetum min shayin famataʿu alhayati alddunya wama ʿinda Allahi khayrun waabqa lillatheena amanoo waʿala rabbihim yatawakkaloona

    Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,

  37. 42:37Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَ ٱلۡفَوَٰحِشَ وَ إِذَا مَا غَضِبُواْ هُمۡ يَغۡفِرُونَ﴿٣٧﴾

    Waallatheena yajtaniboona kabaira alithmi waalfawahisha waitha ma ghadiboo hum yaghfiroona

    dan juga (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah segera memberi maaf,

  38. 42:38Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَجَابُواْ لِرَبِّهِمۡ وَ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ أَمۡرُهُمۡ شُورَىٰ بَيۡنَهُمۡ وَ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ﴿٣٨﴾

    Waallatheena istajaboo lirabbihim waaqamoo alssalata waamruhum shoora baynahum wamimma razaqnahum yunfiqoona

    dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,

  39. 42:39Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلۡبَغۡيُ هُمۡ يَنتَصِرُونَ﴿٣٩﴾

    Waallatheena itha asabahumu albaghyu hum yantasiroona

    dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri.

  40. 42:40Baca di mushaf ↗

    وَ جَزَٰٓؤُاْ سَيِّئَةࣲ سَيِّئَةࣱ مِّثۡلُهَا ۖ فَمَنۡ عَفَا وَ أَصۡلَحَ فَأَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٤٠﴾

    Wajazao sayyiatin sayyiatun mithluha faman ʿafa waaslaha faajruhu ʿala Allahi innahu la yuhibbu alththalimeena

    Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.

  41. 42:41Baca di mushaf ↗

    وَ لَمَنِ ٱنتَصَرَ بَعۡدَ ظُلۡمِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَا عَلَيۡهِم مِّن سَبِيلٍ﴿٤١﴾

    Walamani intasara baʿda thulmihi faolaika ma ʿalayhim min sabeelin

    Tetapi orang-orang yang membela diri setelah dizalimi, tidak ada alasan untuk menyalahkan mereka.

  42. 42:42Baca di mushaf ↗

    إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظۡلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَ يَبۡغُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٤٢﴾

    Innama alssabeelu ʿala allatheena yathlimoona alnnasa wayabghoona fee alardi bighayri alhaqqi olaika lahum ʿathabun aleemun

    Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran. Mereka itu mendapat siksaan yang pedih.

  43. 42:43Baca di mushaf ↗

    وَ لَمَن صَبَرَ وَ غَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ﴿٤٣﴾

    Walaman sabara waghafara inna thalika lamin ʿazmi alomoori

    Tetapi barangsiapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.

  44. 42:44Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن وَلِيࣲّ مِّنۢ بَعۡدِهِۦ ۗ وَ تَرَى ٱلظَّٰلِمِينَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ يَقُولُونَ هَلۡ إِلَىٰ مَرَدࣲّ مِّن سَبِيلࣲ﴿٤٤﴾

    Waman yudlili Allahu fama lahu min waliyyin min baʿdihi watara alththalimeena lamma raawoo alʿathaba yaqooloona hal ila maraddin min sabeelin

    Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada baginya pelindung setelah itu. Kamu akan melihat orang-orang zalim ketika mereka melihat azab berkata, "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?"

  45. 42:45Baca di mushaf ↗

    وَ تَرَىٰهُمۡ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا خَٰشِعِينَ مِنَ ٱلذُّلِّ يَنظُرُونَ مِن طَرۡفٍ خَفِيࣲّ ۗ وَ قَالَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَ أَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ فِي عَذَابࣲ مُّقِيمࣲ﴿٤٥﴾

    Watarahum yuʿradoona ʿalayha khashiʿeena mina alththulli yanthuroona min tarfin khafiyyin waqala allatheena amanoo inna alkhasireena allatheena khasiroo anfusahum waahleehim yawma alqiyamati ala inna alththalimeena fee ʿathabin muqeemin

    Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal.

  46. 42:46Baca di mushaf ↗

    وَ مَا كَانَ لَهُم مِّنۡ أَوۡلِيَآءَ يَنصُرُونَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۗ وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن سَبِيلٍ﴿٤٦﴾

    Wama kana lahum min awliyaa yansuroonahum min dooni Allahi waman yudlili Allahu fama lahu min sabeelin

    Dan mereka tidak akan mempunyai pelindung yang dapat menolong mereka selain Allah. Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah tidak akan ada jalan keluar baginya (untuk mendapat petunjuk).

  47. 42:47Baca di mushaf ↗

    ٱسۡتَجِيبُواْ لِرَبِّكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمࣱ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۚ مَا لَكُم مِّن مَّلۡجَإࣲ يَوۡمَئِذࣲ وَ مَا لَكُم مِّن نَّكِيرࣲ﴿٤٧﴾

    Istajeeboo lirabbikum min qabli an yatiya yawmun la maradda lahu mina Allahi ma lakum min maljain yawmaithin wama lakum min nakeerin

    Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah). Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu).

  48. 42:48Baca di mushaf ↗

    فَإِنۡ أَعۡرَضُواْ فَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظًا ۖ إِنۡ عَلَيۡكَ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ۗ وَ إِنَّآ إِذَآ أَذَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِنَّا رَحۡمَةࣰ فَرِحَ بِهَا ۖ وَ إِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ فَإِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ كَفُورࣱ﴿٤٨﴾

    Fain aʿradoo fama arsalnaka ʿalayhim hafeethan in ʿalayka illa albalaghu wainna itha athaqna alinsana minna rahmatan fariha biha wain tusibhum sayyiatun bima qaddamat aydeehim fainna alinsana kafoorun

    Jika mereka berpaling, maka (ingatlah) Kami tidak mengutus engkau sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Dan sungguh, apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat dari Kami, dia menyambutnya dengan gembira; tetapi jika mereka ditimpa kesusahan karena perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar), sungguh, manusia itu sangat ingkar (kepada nikmat).

  49. 42:49Baca di mushaf ↗

    لِّلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثࣰا وَ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ﴿٤٩﴾

    Lillahi mulku alssamawati waalardi yakhluqu ma yashao yahabu liman yashao inathan wayahabu liman yashao alththukoora

    Milik Allah lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,

  50. 42:50Baca di mushaf ↗

    أَوۡ يُزَوِّجُهُمۡ ذُكۡرَانࣰا وَ إِنَٰثࣰا ۖ وَ يَجۡعَلُ مَن يَشَآءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمࣱ قَدِيرࣱ﴿٥٠﴾

    Aw yuzawwijuhum thukranan wainathan wayajʿalu man yashao ʿaqeeman innahu ʿaleemun qadeerun

    atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

  51. 42:51Baca di mushaf ↗

    وَ مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ ٱللَّهُ إِلَّا وَحۡيًا أَوۡ مِن وَرَآيِٕ حِجَابٍ أَوۡ يُرۡسِلَ رَسُولࣰا فَيُوحِيَ بِإِذۡنِهِۦ مَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيٌّ حَكِيمࣱ﴿٥١﴾

    Wama kana libasharin an yukallimahu Allahu illa wahyan aw min warai hijabin aw yursila rasoolan fayoohiya biithnihi ma yashao innahu ʿaliyyun hakeemun

    Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

  52. 42:52Baca di mushaf ↗

    وَ كَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحࣰا مِّنۡ أَمۡرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَ لَا ٱلۡإِيمَٰنُ وَ لَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورࣰا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَا ۚ وَ إِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٥٢﴾

    Wakathalika awhayna ilayka roohan min amrina ma kunta tadree ma alkitabu wala aleemanu walakin jaʿalnahu nooran nahdee bihi man nashao min ʿibadina wainnaka latahdee ila siratin mustaqeemin

    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) rūh (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Alquran) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Alquran itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk pada siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) ke jalan yang lurus,

  53. 42:53Baca di mushaf ↗

    صِرَٰطِ ٱللَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ أَلَآ إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلۡأُمُورُ﴿٥٣﴾

    Sirati Allahi allathee lahu ma fee alssamawati wama fee alardi ala ila Allahi taseeru alomooru

    (Yaitu) jalan Allah yang milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, segala urusan kembali kepada Allah.

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat Asy-Syura terdiri dari 53 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Fussilat.

Dinamai "Asy-Syura" (musyawarat) diambil dari kata "Syura" yang terdapat pada ayat ke-38 surat ini. Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa musyawarah adalah salah satu dasar pemerintahan Islam.

Dinamai juga "Haa Miim 'Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyyah tersebut.

**Pokok-Pokok Isi:**

1. **Keimanan:**

Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya; Allah memberi rezeki kepada hambanya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai dengan hikmah dan ilmu-Nya; Allah memberikan anak-anak laki-laki atau anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki; cara-cara Allah menyampaikan firman-Nya kepada manusia; pokok-pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.

2. **Hukum:**

Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.

3. **Lain-lain:**

Keadaan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin di akhirat; memaafkan lebih baik daripada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas; orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad agar hari kiamat disegerakan; kewajiban rasul hanya menyampaikan risalah.

Surat Asy-Syura dimulai dengan menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan wahyu; keimanan; Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad benar-benar berasal dari Allah; agama yang dibawa Nabi Muhammad sama dalam hal pokok-pokoknya dengan agama yang dibawa para rasul terdahulu; janji kepada orang mukmin dan ancaman kepada orang kafir. Surat ini ditutup dengan menerangkan tata cara Allah berinteraksi dengan manusia.

**Hubungan Surat Asy-Syura Dengan Surat Az-Zukhruf:**

1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan pembicaraan mengenai Al-Qur'an yang diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana.

2. Kedua surat ini sama-sama mengutarakan sikap orang kafir terhadap Al-Qur'an dan mengemukakan dalil-dalil atas keesaan dan kekuasaan Allah.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat FussilatSurat berikutnya →Surat Az-Zukhruf

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026