سورة العنكبوت
Surat Al-Ankabut
Laba-Laba
Surat Al-Ankabut (Laba-Laba) adalah surat ke-29 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 69 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الٓمٓ﴿١﴾
Aliflammeem
Alif lām mīm.
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَ هُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ﴿٢﴾
Ahasiba alnnasu an yutrakoo an yaqooloo amanna wahum la yuftanoona
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?
وَ لَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَ لَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ﴿٣﴾
Walaqad fatanna allatheena min qablihim falayaʿlamanna Allahu allatheena sadaqoo walayaʿlamanna alkathibeena
Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.
أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَسۡبِقُونَا ۚ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ﴿٤﴾
Am hasiba allatheena yaʿmaloona alssayyiati an yasbiqoona saa ma yahkumoona
Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!
مَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَأٓتࣲ ۚ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿٥﴾
Man kana yarjoo liqaa Allahi fainna ajala Allahi laatin wahuwa alssameeʿu alʿaleemu
Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَ مَن جَٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَٰهِدُ لِنَفۡسِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٦﴾
Waman jahada fainnama yujahidu linafsihi inna Allaha laghaniyyun ʿani alʿalameena
Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَ لَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٧﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati lanukaffiranna ʿanhum sayyiatihim walanajziyannahum ahsana allathee kanoo yaʿmaloona
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, pasti akan Kami hapus kesalahan-kesalahannya dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.
وَ وَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنࣰا ۖ وَ إِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمࣱ فَلَا تُطِعۡهُمَآ ۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٨﴾
Wawassayna alinsana biwalidayhi husnan wain jahadaka litushrika bee ma laysa laka bihi ʿilmun fala tutiʿhuma ilayya marjiʿukum faonabbiokum bima kuntum taʿmaloona
Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُدۡخِلَنَّهُمۡ فِي ٱلصَّٰلِحِينَ﴿٩﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati lanudkhilannahum fee alssaliheena
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka pasti akan Kami masukkan ke dalam (golongan) orang yang saleh.
وَ مِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِ ۖ وَ لَئِن جَآءَ نَصۡرࣱ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمۡ ۚ أَوَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٠﴾
Wamina alnnasi man yaqoolu amanna biAllahi faitha oothiya fee Allahi jaʿala fitnata alnnasi kaʿathabi Allahi walain jaa nasrun min rabbika layaqoolunna inna kunna maʿakum awalaysa Allahu biaʿlama bima fee sudoori alʿalameena
Dan di antara manusia ada sebagian yang berkata, "Kami beriman kepada Allah," tetapi apabila dia disakiti (karena dia beriman) kepada Allah, dia menganggap cobaan manusia itu sebagai siksaan Allah. Dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu, niscaya mereka akan berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia ?
وَ لَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ لَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ﴿١١﴾
Walayaʿlamanna Allahu allatheena amanoo walayaʿlamanna almunafiqeena
Dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang yang munafik.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا وَ لۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ وَ مَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍ ۖ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ﴿١٢﴾
Waqala allatheena kafaroo lillatheena amanoo ittabiʿoo sabeelana walnahmil khatayakum wama hum bihamileena min khatayahum min shayin innahum lakathiboona
Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosamu," padahal mereka sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka sendiri. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
وَ لَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَ أَثۡقَالࣰا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡ ۖ وَ لَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿١٣﴾
Walayahmilunna athqalahum waathqalan maʿa athqalihim walayusalunna yawma alqiyamati ʿamma kanoo yaftaroona
Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.
وَ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامࣰا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَ هُمۡ ظَٰلِمُونَ﴿١٤﴾
Walaqad arsalna noohan ila qawmihi falabitha feehim alfa sanatin illa khamseena ʿaman faakhathahumu alttoofanu wahum thalimoona
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia tinggal bersama mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian mereka dilanda banjir besar, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim.
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَ أَصۡحَٰبَ ٱلسَّفِينَةِ وَ جَعَلۡنَٰهَآ ءَايَةࣰ لِّلۡعَٰلَمِينَ﴿١٥﴾
Faanjaynahu waashaba alssafeenati wajaʿalnaha ayatan lilʿalameena
Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang berada di kapal itu, dan Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai pelajaran bagi semua manusia.
وَ إِبۡرَٰهِيمَ إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَ ٱتَّقُوهُ ۖ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿١٦﴾
Waibraheema ith qala liqawmihi oʿbudoo Allaha waittaqoohu thalikum khayrun lakum in kuntum taʿlamoona
Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Sembahlah Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
إِنَّمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنࣰا وَ تَخۡلُقُونَ إِفۡكًا ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ لَكُمۡ رِزۡقࣰا فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَ ٱعۡبُدُوهُ وَ ٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓ ۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿١٧﴾
Innama taʿbudoona min dooni Allahi awthanan watakhluqoona ifkan inna allatheena taʿbudoona min dooni Allahi la yamlikoona lakum rizqan faibtaghoo ʿinda Allahi alrrizqa waoʿbudoohu waoshkuroo lahu ilayhi turjaʿoona
Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
وَ إِن تُكَذِّبُواْ فَقَدۡ كَذَّبَ أُمَمࣱ مِّن قَبۡلِكُمۡ ۖ وَ مَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ﴿١٨﴾
Wain tukaththiboo faqad kaththaba omamun min qablikum wama ʿala alrrasooli illa albalaghu almubeenu
Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka sungguh, umat sebelum kamu juga telah mendustakan (para rasul). Dan kewajiban rasul itu hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan jelas."
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ كَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥٓ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرࣱ﴿١٩﴾
Awalam yaraw kayfa yubdio Allahu alkhalqa thumma yuʿeeduhu inna thalika ʿala Allahi yaseerun
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَ ۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأٓخِرَةَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٢٠﴾
Qul seeroo fee alardi faonthuroo kayfa badaa alkhalqa thumma Allahu yunshio alnnashata alakhirata inna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Katakanlah, "Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَ يَرۡحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَ إِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَ﴿٢١﴾
Yuʿaththibu man yashao wayarhamu man yashao wailayhi tuqlaboona
Dia (Allah) mengazab siapa yang Dia kehendaki dan memberi rahmat kepada siapa yang Dia kehendaki, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
وَ مَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَا فِي ٱلسَّمَآءِ ۖ وَ مَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِيࣲّ وَ لَا نَصِيرࣲ﴿٢٢﴾
Wama antum bimuʿjizeena fee alardi wala fee alssamai wama lakum min dooni Allahi min waliyyin wala naseerin
Dan kamu sama sekali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) baik di bumi maupun di langit, dan tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah.
وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ لِقَآئِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يَئِسُواْ مِن رَّحۡمَتِي وَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٢٣﴾
Waallatheena kafaroo biayati Allahi waliqaihi olaika yaisoo min rahmatee waolaika lahum ʿathabun aleemun
Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan-Nya, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu akan mendapat azab yang pedih.
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٢٤﴾
Fama kana jawaba qawmihi illa an qaloo oqtuloohu aw harriqoohu faanjahu Allahu mina alnnari inna fee thalika laayatin liqawmin yuminoona
Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia," lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.
وَ قَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنࣰا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضࣲ وَ يَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضࣰا وَ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُ وَ مَا لَكُم مِّن نَّٰصِرِينَ﴿٢٥﴾
Waqala innama ittakhathtum min dooni Allahi awthanan mawaddata baynikum fee alhayati alddunya thumma yawma alqiyamati yakfuru baʿdukum bibaʿdin wayalʿanu baʿdukum baʿdan wamawakumu alnnaru wama lakum min nasireena
Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu."
فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطࣱ ۘ وَ قَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٢٦﴾
Faamana lahu lootun waqala innee muhajirun ila rabbee innahu huwa alʿazeezu alhakeemu
Maka Luṭ membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
وَ وَهَبۡنَا لَهُۥٓ إِسۡحَٰقَ وَ يَعۡقُوبَ وَ جَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ ٱلنُّبُوَّةَ وَ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ءَاتَيۡنَٰهُ أَجۡرَهُۥ فِي ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ إِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ﴿٢٧﴾
Wawahabna lahu ishaqa wayaʿqooba wajaʿalna fee thurriyyatihi alnnubuwwata waalkitaba waataynahu ajrahu fee alddunya wainnahu fee alakhirati lamina alssaliheena
Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yakub, dan Kami jadikan kenabian dan kitab kepada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, termasuk orang yang saleh.
وَ لُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدࣲ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٢٨﴾
Walootan ith qala liqawmihi innakum latatoona alfahishata ma sabaqakum biha min ahadin mina alʿalameena
Dan (ingatlah) ketika Luṭ berkata kepada kaumnya, "Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.
أَئِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ وَ تَقۡطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَ تَأۡتُونَ فِي نَادِيكُمُ ٱلۡمُنكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱئۡتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴿٢٩﴾
Ainnakum latatoona alrrijala wataqtaʿoona alssabeela watatoona fee nadeekumu almunkara fama kana jawaba qawmihi illa an qaloo itina biʿathabi Allahi in kunta mina alssadiqeena
Apakah pantas kamu mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?" Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika engkau termasuk orang-orang yang benar."
قَالَ رَبِّ ٱنصُرۡنِي عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُفۡسِدِينَ﴿٣٠﴾
Qala rabbi onsurnee ʿala alqawmi almufsideena
Dia (Luṭ) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas golongan yang berbuat kerusakan itu."
وَ لَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُوٓاْ إِنَّا مُهۡلِكُوٓاْ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ ۖ إِنَّ أَهۡلَهَا كَانُواْ ظَٰلِمِينَ﴿٣١﴾
Walamma jaat rusuluna ibraheema bialbushra qaloo inna muhlikoo ahli hathihi alqaryati inna ahlaha kanoo thalimeena
Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, "Sungguh, kami akan membinasakan penduduk kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim."
قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطࣰا ۚ قَالُواْ نَحۡنُ أَعۡلَمُ بِمَن فِيهَا ۖ لَنُنَجِّيَنَّهُۥ وَ أَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ﴿٣٢﴾
Qala inna feeha lootan qaloo nahnu aʿlamu biman feeha lanunajjiyannahu waahlahu illa imraatahu kanat mina alghabireena
Ibrahim berkata, "Sesungguhnya di kota itu ada Luṭ." Mereka (para malaikat) berkata, "Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami pasti akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)."
وَ لَمَّآ أَن جَآءَتۡ رُسُلُنَا لُوطࣰا سِيٓءَ بِهِمۡ وَ ضَاقَ بِهِمۡ ذَرۡعࣰا ۖ وَ قَالُواْ لَا تَخَفۡ وَ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَ أَهۡلَكَ إِلَّا ٱمۡرَأَتَكَ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ﴿٣٣﴾
Walamma an jaat rusuluna lootan seea bihim wadaqa bihim tharʿan waqaloo la takhaf wala tahzan inna munajjooka waahlaka illa imraataka kanat mina alghabireena
Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) datang kepada Luṭ, dia merasa bersedih hati karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka, dan mereka (para utusan) berkata, "Janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu, kecuali istrimu, dia termasuk orang-orang yang ditinggal (dibinasakan)."
إِنَّا مُنزِلُونَ عَلَىٰٓ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ رِجۡزࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ﴿٣٤﴾
Inna munziloona ʿala ahli hathihi alqaryati rijzan mina alssamai bima kanoo yafsuqoona
Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit kepada penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.
وَ لَقَد تَّرَكۡنَا مِنۡهَآ ءَايَةَۢ بَيِّنَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿٣٥﴾
Walaqad tarakna minha ayatan bayyinatan liqawmin yaʿqiloona
Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti.
وَ إِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبࣰا فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَ ٱرۡجُواْ ٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَ لَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ﴿٣٦﴾
Waila madyana akhahum shuʿayban faqala ya qawmi oʿbudoo Allaha waorjoo alyawma alakhira wala taʿthaw fee alardi mufsideena
Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syu'aib, dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan."
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ﴿٣٧﴾
Fakaththaboohu faakhathathumu alrrajfatu faasbahoo fee darihim jathimeena
Mereka mendustakannya (Syu'aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,
وَ عَادࣰا وَ ثَمُودَاْ وَ قَد تَّبَيَّنَ لَكُم مِّن مَّسَٰكِنِهِمۡ ۖ وَ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَصَدَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَ كَانُواْ مُسۡتَبۡصِرِينَ﴿٣٨﴾
Waʿadan wathamooda waqad tabayyana lakum min masakinihim wazayyana lahumu alshshaytanu aʿmalahum fasaddahum ʿani alssabeeli wakanoo mustabsireena
juga (ingatlah) kaum 'Ād dan Samud, sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam,
وَ قَٰرُونَ وَ فِرۡعَوۡنَ وَ هَٰمَٰنَ ۖ وَ لَقَدۡ جَآءَهُم مُّوسَىٰ بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا كَانُواْ سَٰبِقِينَ﴿٣٩﴾
Waqaroona wafirʿawna wahamana walaqad jaahum moosa bialbayyinati faistakbaroo fee alardi wama kanoo sabiqeena
dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah).
فَكُلًّا أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦ ۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبࣰا وَ مِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَ مِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ وَ مِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَا ۚ وَ مَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿٤٠﴾
Fakullan akhathna bithanbihi faminhum man arsalna ʿalayhi hasiban waminhum man akhathathu alssayhatu waminhum man khasafna bihi alarda waminhum man aghraqna wama kana Allahu liyathlimahum walakin kanoo anfusahum yathlimoona
Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتࣰا ۖ وَ إِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿٤١﴾
Mathalu allatheena ittakhathoo min dooni Allahi awliyaa kamathali alʿankabooti ittakhathat baytan wainna awhana albuyooti labaytu alʿankabooti law kanoo yaʿlamoona
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.
إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ مِن شَيۡءࣲ ۚ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٤٢﴾
Inna Allaha yaʿlamu ma yadʿoona min doonihi min shayin wahuwa alʿazeezu alhakeemu
Sungguh, Allah mengetahui apa saja yang mereka sembah selain Dia. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ تِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَ مَا يَعۡقِلُهَآ إِلَّا ٱلۡعَٰلِمُونَ﴿٤٣﴾
Watilka alamthalu nadribuha lilnnasi wama yaʿqiluha illa alʿalimoona
Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu.
خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٤٤﴾
Khalaqa Allahu alssamawati waalarda bialhaqqi inna fee thalika laayatan lilmumineena
Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
ٱتۡلُ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَ أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَ ٱلۡمُنكَرِ ۗ وَ لَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُ ۗ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ﴿٤٥﴾
Otlu ma oohiya ilayka mina alkitabi waaqimi alssalata inna alssalata tanha ʿani alfahshai waalmunkari walathikru Allahi akbaru waAllahu yaʿlamu ma tasnaʿoona
Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَ لَا تُجَٰدِلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ إِلَّا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡ ۖ وَ قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَ إِلَٰهُنَا وَ إِلَٰهُكُمۡ وَٰحِدࣱ وَ نَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ﴿٤٦﴾
Wala tujadiloo ahla alkitabi illa biallatee hiya ahsanu illa allatheena thalamoo minhum waqooloo amanna biallathee onzila ilayna waonzila ilaykum wailahuna wailahukum wahidun wanahnu lahu muslimoona
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim diantara mereka, dan katakanlah, "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri."
وَ كَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَ مِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ مَن يُؤۡمِنُ بِهِۦ ۚ وَ مَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلۡكَٰفِرُونَ﴿٤٧﴾
Wakathalika anzalna ilayka alkitaba faallatheena ataynahumu alkitaba yuminoona bihi wamin haolai man yuminu bihi wama yajhadu biayatina illa alkafiroona
Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Alquran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekkah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.
وَ مَا كُنتَ تَتۡلُواْ مِن قَبۡلِهِۦ مِن كِتَٰبࣲ وَ لَا تَخُطُّهُۥ بِيَمِينِكَ ۖ إِذࣰا لَّٱرۡتَابَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ﴿٤٨﴾
Wama kunta tatloo min qablihi min kitabin wala takhuttuhu biyameenika ithan lairtaba almubtiloona
Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu kitab sebelum (Alquran) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya.
بَلۡ هُوَ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتࣱ فِي صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ۚ وَ مَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ﴿٤٩﴾
Bal huwa ayatun bayyinatun fee sudoori allatheena ootoo alʿilma wama yajhadu biayatina illa alththalimoona
Sebenarnya, (Alquran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.
وَ قَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَٰتࣱ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ وَ إِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرࣱ مُّبِينٌ﴿٥٠﴾
Waqaloo lawla onzila ʿalayhi ayatun min rabbihi qul innama alayatu ʿinda Allahi wainnama ana natheerun mubeenun
Dan mereka (orang-orang kafir Mekkah) berkata, "Mengapa tidak diturunkan mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Aku hanya seorang pemberi peringatan yang jelas."
أَوَلَمۡ يَكۡفِهِمۡ أَنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحۡمَةࣰ وَ ذِكۡرَىٰ لِقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٥١﴾
Awalam yakfihim anna anzalna ʿalayka alkitaba yutla ʿalayhim inna fee thalika larahmatan wathikra liqawmin yuminoona
Apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Kitab (Alquran) yang dibacakan kepada mereka? Sungguh, dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
قُلۡ كَفَىٰ بِٱللَّهِ بَيۡنِي وَ بَيۡنَكُمۡ شَهِيدࣰا ۖ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡبَٰطِلِ وَ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿٥٢﴾
Qul kafa biAllahi baynee wabaynakum shaheedan yaʿlamu ma fee alssamawati waalardi waallatheena amanoo bialbatili wakafaroo biAllahi olaika humu alkhasiroona
Katakanlah (Muhammad), "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi."
وَ يَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَ لَوۡلَآ أَجَلࣱ مُّسَمࣰّى لَّجَآءَهُمُ ٱلۡعَذَابُ ۚ وَ لَيَأۡتِيَنَّهُم بَغۡتَةࣰ وَ هُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٥٣﴾
Wayastaʿjiloonaka bialʿathabi walawla ajalun musamman lajaahumu alʿathabu walayatiyannahum baghtatan wahum la yashʿuroona
Dan mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Kalau bukan karena waktunya yang telah ditetapkan, niscaya datang azab kepada mereka, dan (azab itu) pasti akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.
يَسۡتَعۡجِلُونَكَ بِٱلۡعَذَابِ وَ إِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٥٤﴾
Yastaʿjiloonaka bialʿathabi wainna jahannama lamuheetatun bialkafireena
Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir,
يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَ يَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٥٥﴾
Yawma yaghshahumu alʿathabu min fawqihim wamin tahti arjulihim wayaqoolu thooqoo ma kuntum taʿmaloona
Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) berkata (kepada mereka), "Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kamu kerjakan!"
يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ أَرۡضِي وَٰسِعَةࣱ فَإِيَّٰيَ فَٱعۡبُدُونِ﴿٥٦﴾
Ya ʿibadiya allatheena amanoo inna ardee wasiʿatun faiyyaya faoʿbudooni
Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Sungguh, bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku (saja).
كُلُّ نَفۡسࣲ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِ ۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ﴿٥٧﴾
Kullu nafsin thaiqatu almawti thumma ilayna turjaʿoona
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ غُرَفࣰا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ نِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ﴿٥٨﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati lanubawwiannahum mina aljannati ghurafan tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha niʿma ajru alʿamileena
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan,
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ﴿٥٩﴾
Allatheena sabaroo waʿala rabbihim yatawakkaloona
(yaitu) orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhannya.
وَ كَأَيِّن مِّن دَآبَّةࣲ لَّا تَحۡمِلُ رِزۡقَهَا ٱللَّهُ يَرۡزُقُهَا وَ إِيَّاكُمۡ ۚ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿٦٠﴾
Wakaayyin min dabbatin la tahmilu rizqaha Allahu yarzuquha waiyyakum wahuwa alssameeʿu alʿaleemu
Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَ لَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ سَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَ ٱلۡقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ﴿٦١﴾
Walain saaltahum man khalaqa alssamawati waalarda wasakhkhara alshshamsa waalqamara layaqoolunna Allahu faanna yufakoona
Dan jika engkau bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Maka mengapa mereka bisa dipalingkan (dari kebenaran).
ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَ يَقۡدِرُ لَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿٦٢﴾
Allahu yabsutu alrrizqa liman yashao min ʿibadihi wayaqdiru lahu inna Allaha bikulli shayin ʿaleemun
Allah melapangkan rezeki bagi orang yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang membatasi baginya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَ لَئِن سَأَلۡتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ﴿٦٣﴾
Walain saaltahum man nazzala mina alssamai maan faahya bihi alarda min baʿdi mawtiha layaqoolunna Allahu quli alhamdu lillahi bal aktharuhum la yaʿqiloona
Dan jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?" Pasti mereka akan menjawab, "Allah." Katakanlah, "Segala puji bagi Allah," tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.
وَ مَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوࣱ وَ لَعِبࣱ ۚ وَ إِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿٦٤﴾
Wama hathihi alhayatu alddunya illa lahwun walaʿibun wainna alddara alakhirata lahiya alhayawanu law kanoo yaʿlamoona
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.
فَإِذَا رَكِبُواْ فِي ٱلۡفُلۡكِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ إِذَا هُمۡ يُشۡرِكُونَ﴿٦٥﴾
Faitha rakiboo fee alfulki daʿawoo Allaha mukhliseena lahu alddeena falamma najjahum ila albarri itha hum yushrikoona
Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),
لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ وَ لِيَتَمَتَّعُواْ ۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ﴿٦٦﴾
Liyakfuroo bima ataynahum waliyatamattaʿoo fasawfa yaʿlamoona
biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan silahkan mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنࣰا وَ يُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ حَوۡلِهِمۡ ۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَ بِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ﴿٦٧﴾
Awalam yaraw anna jaʿalna haraman aminan wayutakhattafu alnnasu min hawlihim afabialbatili yuminoona wabiniʿmati Allahi yakfuroona
Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah?
وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوࣰى لِّلۡكَٰفِرِينَ﴿٦٨﴾
Waman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban aw kaththaba bialhaqqi lamma jaahu alaysa fee jahannama mathwan lilkafireena
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah atau orang yang mendustakan yang hak ketika (yang hak) itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam ada tempat bagi orang-orang kafir?
وَ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ۚ وَ إِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٦٩﴾
Waallatheena jahadoo feena lanahdiyannahum subulana wainna Allaha lamaʿa almuhsineena
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Al-'Ankabut terdiri dari 69 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah.
Dinamai "Al-'Ankabut" berhubung kata Al-'Ankabut yang berarti "laba-laba" terdapat pada ayat 41 surat ini, ketika Allah mengumpamakan para penyembah berhala dengan laba-laba yang meyakini kekuatan sarangnya sebagai tempat berlindung dan tempat menjerat mangsa, padahal jika dihembuskan angin atau ditimpa suatu barang yang kecil, sarang itu akan hancur. Begitu pula halnya kaum musyrikin yang meyakini kekuatan sembahan mereka sebagai tempat berlindung dan meminta sesuatu, padahal sembahan itu tidak mampu sedikit pun menolong mereka dari azab Allah ketika di dunia, seperti yang terjadi pada kaum Nuh, kaum Ibrahim, kaum Luth, kaum Syu'aib, kaum Shaleh, dan lain-lain. Terlebih, menghadapi azab Allah di akhirat nanti, sembahan mereka itu lebih tidak mampu lagi menghindarkan dan melindungi mereka.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Bukti-bukti tentang keberadaan hari kebangkitan dan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkarinya; setiap jiwa akan merasakan mati dan hanya kepada Allah mereka akan kembali; Allah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.
2. **Hukum-hukum:**
Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua; kewajiban mengerjakan shalat karena bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar; kewajiban menentang ajakan mempersekutukan Allah sekalipun dari ibu bapak.
3. **Kisah-kisah:**
Kisah-kisah ujiaan yang dialami oleh Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Syu'aib, Nabi Dawud, Nabi Shaleh, dan Nabi Musa
4. **Lain-lain:**
Cobaan diperlukan untuk menguji keimanan seseorang; manfaat usaha manusia kembali kepada dirinya sendiri, bukan kepada Allah; perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur.
Surat Al-'Ankabut menerangkan bahwa seseorang yang mengatakan diri beriman belum bisa dikatakan benar-benar beriman sebelum imannya itu diuji. Orang yang imannya lemah, setelah disakiti sedikit saja, maka hancurlah imannya. Adakalanya mereka menjadi munafik dan adakalanya kembali menjadi kafir. Orang munafik dan orang kafir tidak akan luput dari azab Allah sebagaimana yang telah dialami oleh umat-umat terdahulu.
Allah juga mengumpamakan kepercayaan orang-orang musyrikin terhadap kekuatan berhala-berhala yang disembahnya sama dengan kepercayaan laba-laba terhadap kekuatan sarangnya. Allah menyuruh orang yang beriman mengerjakan shalat, mengingat Allah, dan menyampaikan agama-Nya. Apabila orang-orang musyrik tetap enggan menerima ajakan maka itu adalah urusan Allah. Apabila mereka bertindak sewenang-wenang dan kaum muslimin belum mempunyai kekuatan, kaum muslimin harus berhijrah ke tempat lain karena bumi Allah luas, dan Allah yang menentukan dan menjamin rezeki setiap makhluk.
Dunia adalah fana sedangkan akhirat adalah kekal. Di akhirat, orang-orang kafir mendapat azab yang kekal sedangkan orang-orang yang berjihad di jalan Allah mendapat kesenangan yang abadi.
**Hubungan Surat Al-'Ankabut Dengan Surat Ar-Rum:**
1. Bagian permulaan surat Al-'Ankabut menerangkan tentang jihad sebagai ujian bagi orang-orang mukmin, bahwa manusia itu diciptakan Allah bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk berusaha dan berjihad di jalan Allah sampai akhir hayat. Dalam berusaha dan berjihad di jalan Allah serta berjuang, manusia biasa mendapat halangan dan rintangan, namun hanya orang-orang mukmin saja yang sanggup mengatasi halangan dan rintangan ini sehingga mendapat kesenangan. Kemudian pada akhir surat Al-'Ankabut ini diulangi kembali tentang berjihad itu. Permulaan surat Ar-Rum mengandung arti bahwa orang mukmin akan mengalahkan orang-orang musyrik dalam waktu dekat. Maka ditinjau dari segi berjihad dan usaha mewujudkannya, surat Ar-Rum dianggap sebagai penyempurnaan dari apa yang dikemukakan dalam surat Al-'Ankabut.
2. Surat Al-'Ankabut mengemukakan tentang keesaan Allah dan hari kebangkitan secara global, sedangkan surat Ar-Rum mengemukakan bukti-bukti hal tersebut secara terperinci.
3. Surat Al-'Ankabut menyebutkan bahwa kewajiban para rasul hanya menyampaikan agama Allah, sedangkan surat Ar-Rum menyebutkan bahwa rasul-rasul tidak dapat memberikan taufik dan tidak mampu menjadikan seseorang menerima apa yang disampaikannya. Hanya Allah yang mampu melakukan hal tersebut.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex