Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat Ar-Rum

سورة الروم

Surat Ar-Rum

Bangsa Romawi

Surat ke-3060 ayatMakkiyahJuz 21

Surat Ar-Rum (Bangsa Romawi) adalah surat ke-30 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 60 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 30:1Baca di mushaf ↗

    الٓمٓ﴿١﴾

    Aliflammeem

    Alif Lām Mīm.

  2. 30:2Baca di mushaf ↗

    غُلِبَتِ ٱلرُّومُ﴿٢﴾

    Ghulibati alrroomu

    Bangsa Romawi telah dikalahkan,

  3. 30:3Baca di mushaf ↗

    فِيٓ أَدۡنَى ٱلۡأَرۡضِ وَ هُم مِّنۢ بَعۡدِ غَلَبِهِمۡ سَيَغۡلِبُونَ﴿٣﴾

    Fee adna alardi wahum min baʿdi ghalabihim sayaghliboona

    di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang,

  4. 30:4Baca di mushaf ↗

    فِي بِضۡعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡرُ مِن قَبۡلُ وَ مِنۢ بَعۡدُ ۚ وَ يَوۡمَئِذࣲ يَفۡرَحُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ﴿٤﴾

    Fee bidʿi sineena lillahi alamru min qablu wamin baʿdu wayawmaithin yafrahu almuminoona

    dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

  5. 30:5Baca di mushaf ↗

    بِنَصۡرِ ٱللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَآءُ ۖ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ﴿٥﴾

    Binasri Allahi yansuru man yashao wahuwa alʿazeezu alrraheemu

    karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.

  6. 30:6Baca di mushaf ↗

    وَعۡدَ ٱللَّهِ ۖ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ وَعۡدَهُۥ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٦﴾

    Waʿda Allahi la yukhlifu Allahu waʿdahu walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona

    (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

  7. 30:7Baca di mushaf ↗

    يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرࣰا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَ هُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ غَٰفِلُونَ﴿٧﴾

    Yaʿlamoona thahiran mina alhayati alddunya wahum ʿani alakhirati hum ghafiloona

    Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.

  8. 30:8Baca di mushaf ↗

    أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِم ۗ مَّا خَلَقَ ٱللَّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ مَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى ۗ وَ إِنَّ كَثِيرࣰا مِّنَ ٱلنَّاسِ بِلِقَآيِٕ رَبِّهِمۡ لَكَٰفِرُونَ﴿٨﴾

    Awalam yatafakkaroo fee anfusihim ma khalaqa Allahu alssamawati waalarda wama baynahuma illa bialhaqqi waajalin musamman wainna katheeran mina alnnasi biliqai rabbihim lakafiroona

    Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya banyak di antara manusia benar-benar mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

  9. 30:9Baca di mushaf ↗

    أَوَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۚ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنۡهُمۡ قُوَّةࣰ وَ أَثَارُواْ ٱلۡأَرۡضَ وَ عَمَرُوهَآ أَكۡثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿٩﴾

    Awalam yaseeroo fee alardi fayanthuroo kayfa kana ʿaqibatu allatheena min qablihim kanoo ashadda minhum quwwatan waatharoo alarda waʿamarooha akthara mimma ʿamarooha wajaathum rusuluhum bialbayyinati fama kana Allahu liyathlimahum walakin kanoo anfusahum yathlimoona

    Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)? Orang-orang itu lebih kuat dari mereka (sendiri) dan mereka telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya melebihi apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Maka Allah sama sekali tidak berlaku zalim kepada mereka, tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri mereka sendiri.

  10. 30:10Baca di mushaf ↗

    ثُمَّ كَانَ عَٰقِبَةَ ٱلَّذِينَ أَسَٰٓـُٔواْ ٱلسُّوٓأَىٰٓ أَن كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ كَانُواْ بِهَا يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿١٠﴾

    Thumma kana ʿaqibata allatheena asaoo alssooa an kaththaboo biayati Allahi wakanoo biha yastahzioona

    Kemudian, azab yang lebih buruk adalah kesudahan bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan. Karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-olokkannya.

  11. 30:11Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿١١﴾

    Allahu yabdao alkhalqa thumma yuʿeeduhu thumma ilayhi turjaʿoona

    Allah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengulanginya kembali; kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan.

  12. 30:12Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُبۡلِسُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ﴿١٢﴾

    Wayawma taqoomu alssaʿatu yublisu almujrimoona

    Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, orang-orang yang berdosa (kaum musyrik) terdiam berputus asa.

  13. 30:13Baca di mushaf ↗

    وَ لَمۡ يَكُن لَّهُم مِّن شُرَكَآئِهِمۡ شُفَعَٰٓؤُاْ وَ كَانُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ كَٰفِرِينَ﴿١٣﴾

    Walam yakun lahum min shurakaihim shufaʿao wakanoo bishurakaihim kafireena

    Dan tidak mungkin ada pemberi syafaat (pertolongan) bagi mereka dari berhala-berhala mereka, sedangkan mereka mengingkari berhala-berhala mereka itu.

  14. 30:14Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوۡمَئِذࣲ يَتَفَرَّقُونَ﴿١٤﴾

    Wayawma taqoomu alssaʿatu yawmaithin yatafarraqoona

    Dan pada hari (ketika) terjadi Kiamat, pada hari itu manusia terpecah-pecah (dalam kelompok).

  15. 30:15Baca di mushaf ↗

    فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَهُمۡ فِي رَوۡضَةࣲ يُحۡبَرُونَ﴿١٥﴾

    Faamma allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati fahum fee rawdatin yuhbaroona

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.

  16. 30:16Baca di mushaf ↗

    وَ أَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ لِقَآيِٕ ٱلۡأٓخِرَةِ فَأُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ﴿١٦﴾

    Waamma allatheena kafaroo wakaththaboo biayatina waliqai alakhirati faolaika fee alʿathabi muhdaroona

    Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami serta (mendustakan) pertemuan hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam azab (neraka).

  17. 30:17Baca di mushaf ↗

    فَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ حِينَ تُمۡسُونَ وَ حِينَ تُصۡبِحُونَ﴿١٧﴾

    Fasubhana Allahi heena tumsoona waheena tusbihoona

    Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh),

  18. 30:18Baca di mushaf ↗

    وَ لَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ عَشِيࣰّا وَ حِينَ تُظۡهِرُونَ﴿١٨﴾

    Walahu alhamdu fee alssamawati waalardi waʿashiyyan waheena tuthhiroona

    dan segala puji bagi-Nya di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari).

  19. 30:19Baca di mushaf ↗

    يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَ يُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَيِّ وَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا ۚ وَ كَذَٰلِكَ تُخۡرَجُونَ﴿١٩﴾

    Yukhriju alhayya mina almayyiti wayukhriju almayyita mina alhayyi wayuhyee alarda baʿda mawtiha wakathalika tukhrajoona

    Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi setelah mati (kering). Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).

  20. 30:20Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَكُم مِّن تُرَابࣲ ثُمَّ إِذَآ أَنتُم بَشَرࣱ تَنتَشِرُونَ﴿٢٠﴾

    Wamin ayatihi an khalaqakum min turabin thumma itha antum basharun tantashiroona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

  21. 30:21Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجࣰا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَ جَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةࣰ وَ رَحۡمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَتَفَكَّرُونَ﴿٢١﴾

    Wamin ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajan litaskunoo ilayha wajaʿala baynakum mawaddatan warahmatan inna fee thalika laayatin liqawmin yatafakkaroona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

  22. 30:22Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦ خَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ ٱخۡتِلَٰفُ أَلۡسِنَتِكُمۡ وَ أَلۡوَٰنِكُمۡ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّلۡعَٰلِمِينَ﴿٢٢﴾

    Wamin ayatihi khalqu alssamawati waalardi waikhtilafu alsinatikum waalwanikum inna fee thalika laayatin lilʿalimeena

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

  23. 30:23Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيۡلِ وَ ٱلنَّهَارِ وَ ٱبۡتِغَآؤُكُم مِّن فَضۡلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَسۡمَعُونَ﴿٢٣﴾

    Wamin ayatihi manamukum biallayli waalnnahari waibtighaokum min fadlihi inna fee thalika laayatin liqawmin yasmaʿoona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

  24. 30:24Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦ يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفࣰا وَ طَمَعࣰا وَ يُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَيُحۡيِۦ بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿٢٤﴾

    Wamin ayatihi yureekumu albarqa khawfan watamaʿan wayunazzilu mina alssamai maan fayuhyee bihi alarda baʿda mawtiha inna fee thalika laayatin liqawmin yaʿqiloona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.

  25. 30:25Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن تَقُومَ ٱلسَّمَآءُ وَ ٱلۡأَرۡضُ بِأَمۡرِهِۦ ۚ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمۡ دَعۡوَةࣰ مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ إِذَآ أَنتُمۡ تَخۡرُجُونَ﴿٢٥﴾

    Wamin ayatihi an taqooma alssamao waalardu biamrihi thumma itha daʿakum daʿwatan mina alardi itha antum takhrujoona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan kehendak-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (dari kubur).

  26. 30:26Baca di mushaf ↗

    وَ لَهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ كُلࣱّ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ﴿٢٦﴾

    Walahu man fee alssamawati waalardi kullun lahu qanitoona

    Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

  27. 30:27Baca di mushaf ↗

    وَ هُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَ هُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِ ۚ وَ لَهُ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٢٧﴾

    Wahuwa allathee yabdao alkhalqa thumma yuʿeeduhu wahuwa ahwanu ʿalayhi walahu almathalu alaʿla fee alssamawati waalardi wahuwa alʿazeezu alhakeemu

    Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  28. 30:28Baca di mushaf ↗

    ضَرَبَ لَكُم مَّثَلࣰا مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ ۖ هَل لَّكُم مِّن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن شُرَكَآءَ فِي مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ فَأَنتُمۡ فِيهِ سَوَآءࣱ تَخَافُونَهُمۡ كَخِيفَتِكُمۡ أَنفُسَكُمۡ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿٢٨﴾

    Daraba lakum mathalan min anfusikum hal lakum mi mma malakat aymanukum min shurakaa fee ma razaqnakum faantum feehi sawaon takhafoonahum kakheefatikum anfusakum kathalika nufassilu alayati liqawmin yaʿqiloona

    Dia membuat perumpamaan bagimu dari dirimu sendiri. Apakah (kamu rela jika) ada di antara hamba sahaya yang kamu miliki, menjadi sekutu bagimu dalam (memiliki) rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sehingga kamu menjadi setara dengan mereka dalam hal ini, lalu kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada sesamamu. Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengerti.

  29. 30:29Baca di mushaf ↗

    بَلِ ٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمࣲ ۖ فَمَن يَهۡدِي مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَ مَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ﴿٢٩﴾

    Bali ittabaʿa allatheena thalamoo ahwaahum bighayri ʿilmin faman yahdee man adalla Allahu wama lahum min nasireena

    Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang telah disesatkan Allah. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.

  30. 30:30Baca di mushaf ↗

    فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفࣰا ۚ فِطۡرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيۡهَا ۚ لَا تَبۡدِيلَ لِخَلۡقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٣٠﴾

    Faaqim wajhaka lilddeeni haneefan fitrata Allahi allatee fatara alnnasa ʿalayha la tabdeela likhalqi Allahi thalika alddeenu alqayyimu walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

  31. 30:31Baca di mushaf ↗

    مُنِيبِينَ إِلَيۡهِ وَ ٱتَّقُوهُ وَ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ لَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿٣١﴾

    Muneebeena ilayhi waittaqoohu waaqeemoo alssalata wala takoonoo mina almushrikeena

    dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,

  32. 30:32Baca di mushaf ↗

    مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَ كَانُواْ شِيَعࣰا ۖ كُلُّ حِزۡبِۭ بِمَا لَدَيۡهِمۡ فَرِحُونَ﴿٣٢﴾

    Mina allatheena farraqoo deenahum wakanoo shiyaʿan kullu hizbin bima ladayhim farihoona

    yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

  33. 30:33Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا مَسَّ ٱلنَّاسَ ضُرࣱّ دَعَوۡاْ رَبَّهُم مُّنِيبِينَ إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَآ أَذَاقَهُم مِّنۡهُ رَحۡمَةً إِذَا فَرِيقࣱ مِّنۡهُم بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُونَ﴿٣٣﴾

    Waitha massa alnnasa durrun daʿaw rabbahum muneebeena ilayhi thumma itha athaqahum minhu rahmatan itha fareequn minhum birabbihim yushrikoona

    Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah,

  34. 30:34Baca di mushaf ↗

    لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ ۚ فَتَمَتَّعُواْ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ﴿٣٤﴾

    Liyakfuroo bima ataynahum fatamattaʿoo fasawfa taʿlamoona

    biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu).

  35. 30:35Baca di mushaf ↗

    أَمۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنࣰا فَهُوَ يَتَكَلَّمُ بِمَا كَانُواْ بِهِۦ يُشۡرِكُونَ﴿٣٥﴾

    Am anzalna ʿalayhim sultanan fahuwa yatakallamu bima kanoo bihi yushrikoona

    Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, yang menjelaskan (membenarkan) apa yang (selalu) mereka persekutukan dengan Tuhan?

  36. 30:36Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَآ أَذَقۡنَا ٱلنَّاسَ رَحۡمَةࣰ فَرِحُواْ بِهَا ۖ وَ إِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ إِذَا هُمۡ يَقۡنَطُونَ﴿٣٦﴾

    Waitha athaqna alnnasa rahmatan farihoo biha wain tusibhum sayyiatun bima qaddamat aydeehim itha hum yaqnatoona

    Dan apabila Kami berikan suatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri, seketika itu mereka berputus asa.

  37. 30:37Baca di mushaf ↗

    أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَ يَقۡدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٣٧﴾

    Awalam yaraw anna Allaha yabsutu alrrizqa liman yashao wayaqdiru inna fee thalika laayatin liqawmin yuminoona

    Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.

  38. 30:38Baca di mushaf ↗

    فَـَٔاتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَ ٱلۡمِسۡكِينَ وَ ٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيۡرࣱ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجۡهَ ٱللَّهِ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿٣٨﴾

    Faati tha alqurba haqqahu waalmiskeena waibna alssabeeli thalika khayrun lillatheena yureedoona wajha Allahi waolaika humu almuflihoona

    Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

  39. 30:39Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ ءَاتَيۡتُم مِّن رِّبࣰا لِّيَرۡبُوَاْ فِيٓ أَمۡوَٰلِ ٱلنَّاسِ فَلَا يَرۡبُواْ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَ مَآ ءَاتَيۡتُم مِّن زَكَوٰةࣲ تُرِيدُونَ وَجۡهَ ٱللَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُضۡعِفُونَ﴿٣٩﴾

    Wama ataytum min riban liyarbuwa fee amwali alnnasi fala yarboo ʿinda Allahi wama ataytum min zakatin tureedoona wajha Allahi faolaika humu almudʿifoona

    Dan suatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

  40. 30:40Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ ثُمَّ رَزَقَكُمۡ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ۖ هَلۡ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَفۡعَلُ مِن ذَٰلِكُم مِّن شَيۡءࣲ ۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿٤٠﴾

    Allahu allathee khalaqakum thumma razaqakum thumma yumeetukum thumma yuhyeekum hal min shurakaikum man yafʿalu min thalikum min shayin subhanahu wataʿala ʿamma yushrikoona

    Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah yang dapat berbuat hal yang demikian? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.

  41. 30:41Baca di mushaf ↗

    ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَ ٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿٤١﴾

    Thahara alfasadu fee albarri waalbahri bima kasabat aydee alnnasi liyutheeqahum baʿda allathee ʿamiloo laʿallahum yarjiʿoona

    Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

  42. 30:42Baca di mushaf ↗

    قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلُ ۚ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ﴿٤٢﴾

    Qul seeroo fee alardi faonthuroo kayfa kana ʿaqibatu allatheena min qablu kana aktharuhum mushrikeena

    Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

  43. 30:43Baca di mushaf ↗

    فَأَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ ٱلۡقَيِّمِ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ يَوۡمࣱ لَّا مَرَدَّ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۖ يَوۡمَئِذࣲ يَصَّدَّعُونَ﴿٤٣﴾

    Faaqim wajhaka lilddeeni alqayyimi min qabli an yatiya yawmun la maradda lahu mina Allahi yawmaithin yassaddaʿoona

    Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.

  44. 30:44Baca di mushaf ↗

    مَن كَفَرَ فَعَلَيۡهِ كُفۡرُهُۥ ۖ وَ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحࣰا فَلِأَنفُسِهِمۡ يَمۡهَدُونَ﴿٤٤﴾

    Man kafara faʿalayhi kufruhu waman ʿamila salihan falianfusihim yamhadoona

    Barangsiapa kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya; dan barangsiapa mengerjakan kebajikan maka mereka menyiapkan untuk diri mereka sendiri (tempat yang menyenangkan),

  45. 30:45Baca di mushaf ↗

    لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن فَضۡلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٤٥﴾

    Liyajziya allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati min fadlihi innahu la yuhibbu alkafireena

    agar Allah memberi balasan (pahala) kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dari karunia-Nya. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar (kafir).

  46. 30:46Baca di mushaf ↗

    وَ مِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرۡسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتࣲ وَ لِيُذِيقَكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَ لِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ بِأَمۡرِهِۦ وَ لِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿٤٦﴾

    Wamin ayatihi an yursila alrriyaha mubashshiratin waliyutheeqakum min rahmatihi walitajriya alfulku biamrihi walitabtaghoo min fadlihi walaʿallakum tashkuroona

    Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan agar kamu merasakan sebagian dari rahmat-Nya dan agar kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) agar kamu dapat mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

  47. 30:47Baca di mushaf ↗

    وَ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ رُسُلًا إِلَىٰ قَوۡمِهِمۡ فَجَآءُوهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَٱنتَقَمۡنَا مِنَ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ ۖ وَ كَانَ حَقًّا عَلَيۡنَا نَصۡرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٤٧﴾

    Walaqad arsalna min qablika rusulan ila qawmihim fajaoohum bialbayyinati faintaqamna mina allatheena ajramoo wakana haqqan ʿalayna nasru almumineena

    Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.

  48. 30:48Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابࣰا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَ يَجۡعَلُهُۥ كِسَفࣰا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ﴿٤٨﴾

    Allahu allathee yursilu alrriyaha fatutheeru sahaban fayabsutuhu fee alssamai kayfa yashao wayajʿaluhu kisafan fatara alwadqa yakhruju min khilalihi faitha asaba bihi man yashao min ʿibadihi itha hum yastabshiroona

    Allah lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira.

  49. 30:49Baca di mushaf ↗

    وَ إِن كَانُواْ مِن قَبۡلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡهِم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمُبۡلِسِينَ﴿٤٩﴾

    Wain kanoo min qabli an yunazzala ʿalayhim min qablihi lamubliseena

    Padahal sebelum hujan diturunkan kepada mereka, sungguh mereka benar-benar telah berputus asa.

  50. 30:50Baca di mushaf ↗

    فَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ ءَاثَٰرِ رَحۡمَتِ ٱللَّهِ كَيۡفَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ ۖ وَ هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٥٠﴾

    Faonthur ila athari rahmati Allahi kayfa yuhyee alarda baʿda mawtiha inna thalika lamuhyee almawta wahuwa ʿala kulli shayin qadeerun

    Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  51. 30:51Baca di mushaf ↗

    وَ لَئِنۡ أَرۡسَلۡنَا رِيحࣰا فَرَأَوۡهُ مُصۡفَرࣰّا لَّظَلُّواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ يَكۡفُرُونَ﴿٥١﴾

    Walain arsalna reehan faraawhu musfarran lathalloo min baʿdihi yakfuroona

    Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), niscaya setelah itu mereka tetap ingkar.

  52. 30:52Baca di mushaf ↗

    فَإِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَ لَا تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوۡاْ مُدۡبِرِينَ﴿٥٢﴾

    Fainnaka la tusmiʿu almawta wala tusmiʿu alssumma aldduʿaa itha wallaw mudbireena

    Maka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.

  53. 30:53Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ أَنتَ بِهَٰدِ ٱلۡعُمۡيِ عَن ضَلَٰلَتِهِمۡ ۖ إِن تُسۡمِعُ إِلَّا مَن يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا فَهُم مُّسۡلِمُونَ﴿٥٣﴾

    Wama anta bihadi alʿumyi ʿan dalalatihim in tusmiʿu illa man yuminu biayatina fahum muslimoona

    Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).

  54. 30:54Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعۡفࣲ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ ضَعۡفࣲ قُوَّةࣰ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةࣲ ضَعۡفࣰا وَ شَيۡبَةࣰ ۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَ هُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ﴿٥٤﴾

    Allahu allathee khalaqakum min daʿfin thumma jaʿala min baʿdi daʿfin quwwatan thumma jaʿala min baʿdi quwwatin daʿfan washaybatan yakhluqu ma yashao wahuwa alʿaleemu alqadeeru

    Allah lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.

  55. 30:55Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يُقۡسِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ مَا لَبِثُواْ غَيۡرَ سَاعَةࣲ ۚ كَذَٰلِكَ كَانُواْ يُؤۡفَكُونَ﴿٥٥﴾

    Wayawma taqoomu alssaʿatu yuqsimu almujrimoona ma labithoo ghayra saʿatin kathalika kanoo yufakoona

    Dan pada hari (ketika) terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah, bahwa mereka berdiam (dalam kubur) hanya sesaat (saja). Begitulah dahulu mereka dipalingkan (dari kebenaran).

  56. 30:56Baca di mushaf ↗

    وَ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَ ٱلۡإِيمَٰنَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡبَعۡثِ ۖ فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَ لَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿٥٦﴾

    Waqala allatheena ootoo alʿilma waaleemana laqad labithtum fee kitabi Allahi ila yawmi albaʿthi fahatha yawmu albaʿthi walakinnakum kuntum la taʿlamoona

    Dan orang-orang yang diberi ilmu dan keimanan berkata (kepada orang-orang kafir), "Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi (dahulu) kamu tidak meyakini(nya)."

  57. 30:57Baca di mushaf ↗

    فَيَوۡمَئِذࣲ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَ لَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ﴿٥٧﴾

    Fayawmaithin la yanfaʿu allatheena thalamoo maʿthiratuhum wala hum yustaʿtaboona

    Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) permintaan maaf orang-orang yang zalim, dan mereka tidak pula diberi kesempatan bertobat lagi.

  58. 30:58Baca di mushaf ↗

    وَ لَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلࣲ ۚ وَ لَئِن جِئۡتَهُم بِـَٔايَةࣲ لَّيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُبۡطِلُونَ﴿٥٨﴾

    Walaqad darabna lilnnasi fee hatha alqurani min kulli mathalin walain jitahum biayatin layaqoolanna allatheena kafaroo in antum illa mubtiloona

    Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Alquran ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir itu akan berkata, "Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka."

  59. 30:59Baca di mushaf ↗

    كَذَٰلِكَ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٥٩﴾

    Kathalika yatbaʿu Allahu ʿala quloobi allatheena la yaʿlamoona

    Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.

  60. 30:60Baca di mushaf ↗

    فَٱصۡبِرۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣱّ ۖ وَ لَا يَسۡتَخِفَّنَّكَ ٱلَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ﴿٦٠﴾

    Faisbir inna waʿda Allahi haqqun wala yastakhiffannaka allatheena la yooqinoona

    Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh, janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan engkau.

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat Ar-Rum yang terdiri dari 60 ayat, termasuk surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Insyiqaq.

Dinamakan Ar-Rum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat ke-2, ke-3, dan ke-4 terdapat berita tentang bangsa Romawi yang pada mulanya dikalahkan bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Romawi dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu mukjizat Al-Qur'an, yaitu memberitahukan hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemahnya pada waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin. Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

**Pokok-Pokok Isi:**

1. **Keimanan:**

Bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad terkait perkara gaib, seperti kemenangan bangsa Romawi atas kerajaan Persia; bukti-bukti keesaan Allah yang terdapat pada alam dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri; bukti-bukti keberadaan hari kebangkitan; contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhala dan sembahan tidak dapat menolong dan memberi manfaat kepada penyembah-penyembahnya sedikit pun.

2. **Hukum-hukum:**

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui keesaan-Nya karena sesuai dengan fitrah manusia; kewajiban berdakwah; kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir, dan sebagainya; larangan mengikuti orang musyrik; hukum riba.

3. **Kisah-kisah:**

Berita tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api namun akhirnya meraih kemenangan kembali.

4. **Lain-lain:**

Manusia bergembira dan bangga apabila mendapat nikmat tetapi berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang beriman; kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah; kejadian-kejadian yang dialami umat-umat terdahulu wajib menjadi pelajaran bagi umat yang datang kemudian.

Surat Ar-Rum menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kekuasaan Allah yang mutlak terhadap semua urusan baik sebelum, setelah, maupun saat terjadinya suatu peristiwa; agama tauhid (Islam) pasti menang; ancaman-ancaman terhadap kaum musyrikin; watak-watak manusia; penyebutan kejadian-kejadian pada alam ini sebagai bukti kekuasaan dan keesaan Allah.

**Hubungan Surat Ar-Rum Dengan Surat Luqman:**

1. Dalam surat Ar-Rum disebutkan bahwa di dalam Al-Qur'an Allah membuat banyak perumpamaan yang bermanfaat bagi manusia, sedangkan dalam surat Luqman Allah mengisyaratkan hal yang serupa.

2. Pada bagian akhir surat Ar-Rum disebutkan bahwa keadaan orang kafir, ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an, selalu membantah dan mendustakannya, sedangkan pada permulaan surat Luqman diterangkan keadaan orang kafir yang selalu berpaling dan bersifat sombong terhadap ayat-ayat Al-Qur'an itu.

3. Pada surat Ar-Rum terdapat ketegasan bahwa Allahlah yang memulai penciptaan makhluk dan Dia pulalah yang membangkitkannya pada kali yang kedua. Hal itu angat mudah bagi-Nya. Dalam surat Luqman Allah menegaskan bahwa penciptaan manusia dan membangkitkannya kembali di akhirat adalah mudah pula bagi Allah.

4. Pada surat Ar-Rum Allah menerangkan tabiat manusia bahwa apabila mereka ditimpa bahaya mereka berserah diri kepada Tuhannya dan bila mendapat rahmat sebagian mereka kembali mempersekutukan-Nya. Dalam surat Luqman diterangkan tentang watak manusia itu dengan memberikan contoh, yaitu ketika manusia ditimpa bahaya di tengah lautan dan ketika telah selamat sampai di darat.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat Al-AnkabutSurat berikutnya →Surat Luqman

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026