سورة الأنعام
Surat Al-An’am
Binatang Ternak
Surat Al-An’am (Binatang Ternak) adalah surat ke-6 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 165 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ جَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَ ٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ﴿١﴾
Alhamdu lillahi allathee khalaqa alssamawati waalarda wajaʿala alththulumati waalnnoora thumma allatheena kafaroo birabbihim yaʿdiloona
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.
هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن طِينࣲ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلࣰا ۖ وَ أَجَلࣱ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمۡ تَمۡتَرُونَ﴿٢﴾
Huwa allathee khalaqakum min teenin thumma qada ajalan waajalun musamman ʿindahu thumma antum tamtaroona
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.
وَ هُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَعۡلَمُ سِرَّكُمۡ وَ جَهۡرَكُمۡ وَ يَعۡلَمُ مَا تَكۡسِبُونَ﴿٣﴾
Wahuwa Allahu fee alssamawati wafee alardi yaʿlamu sirrakum wajahrakum wayaʿlamu ma taksiboona
Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan.
وَ مَا تَأۡتِيهِم مِّنۡ ءَايَةࣲ مِّنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِمۡ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ﴿٤﴾
Wama tateehim min ayatin min ayati rabbihim illa kanoo ʿanha muʿrideena
Dan setiap ayat dari ayat-ayat Tuhan yang sampai kepada mereka (orang kafir), semuanya selalu diingkarinya.
فَقَدۡ كَذَّبُواْ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَسَوۡفَ يَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿٥﴾
Faqad kaththaboo bialhaqqi lamma jaahum fasawfa yateehim anbao ma kanoo bihi yastahzioona
Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Alquran) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنࣲ مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَا لَمۡ نُمَكِّن لَّكُمۡ وَ أَرۡسَلۡنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡهِم مِّدۡرَارࣰا وَ جَعَلۡنَا ٱلۡأَنۡهَٰرَ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمۡ فَأَهۡلَكۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ وَ أَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قَرۡنًا ءَاخَرِينَ﴿٦﴾
Alam yaraw kam ahlakna min qablihim min qarnin makkannahum fee alardi ma lam numakkin lakum waarsalna alssamaa ʿalayhim midraran wajaʿalna alanhara tajree min tahtihim faahlaknahum bithunoobihim waanshana min baʿdihim qarnan akhareena
Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.
وَ لَوۡ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ كِتَٰبࣰا فِي قِرۡطَاسࣲ فَلَمَسُوهُ بِأَيۡدِيهِمۡ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرࣱ مُّبِينࣱ﴿٧﴾
Walaw nazzalna ʿalayka kitaban fee qirtasin falamasoohu biaydeehim laqala allatheena kafaroo in hatha illa sihrun mubeenun
Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (Muhammad) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
وَ قَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ مَلَكࣱ ۖ وَ لَوۡ أَنزَلۡنَا مَلَكࣰا لَّقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ﴿٨﴾
Waqaloo lawla onzila ʿalayhi malakun walaw anzalna malakan laqudiya alamru thumma la yuntharoona
Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?" Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu, tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).
وَ لَوۡ جَعَلۡنَٰهُ مَلَكࣰا لَّجَعَلۡنَٰهُ رَجُلࣰا وَ لَلَبَسۡنَا عَلَيۡهِم مَّا يَلۡبِسُونَ﴿٩﴾
Walaw jaʿalnahu malakan lajaʿalnahu rajulan walalabasna ʿalayhim ma yalbisoona
Dan sekiranya Rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (dengan demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
وَ لَقَدِ ٱسۡتُهۡزِئَ بِرُسُلࣲ مِّن قَبۡلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنۡهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿١٠﴾
Walaqadi istuhzia birusulin min qablika fahaqa biallatheena sakhiroo minhum ma kanoo bihi yastahzioona
Dan sungguh, beberapa Rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokkan, sehingga turunlah azab kepada orang-orang yang mencemoohkan itu sebagai balasan atas olok-olokan mereka.
قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ ٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ﴿١١﴾
Qul seeroo fee alardi thumma onthuroo kayfa kana ʿaqibatu almukaththibeena
Katakanlah (Muhammad), "Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu!"
قُل لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ ۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿١٢﴾
Qul liman ma fee alssamawati waalardi qul lillahi kataba ʿala nafsihi alrrahmata layajmaʿannakum ila yawmi alqiyamati la rayba feehi allatheena khasiroo anfusahum fahum la yuminoona
Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah, "Milik Allah." Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.
وَ لَهُۥ مَا سَكَنَ فِي ٱلَّيۡلِ وَ ٱلنَّهَارِ ۚ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿١٣﴾
Walahu ma sakana fee allayli waalnnahari wahuwa alssameeʿu alʿaleemu
Dan milik-Nyalah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيࣰّا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ هُوَ يُطۡعِمُ وَ لَا يُطۡعَمُ ۗ قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَ ۖ وَ لَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٤﴾
Qul aghayra Allahi attakhithu waliyyan fatiri alssamawati waalardi wahuwa yutʿimu wala yutʿamu qul innee omirtu an akoona awwala man aslama wala takoonanna mina almushrikeena
Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?" Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik."
قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمࣲ﴿١٥﴾
Qul innee akhafu in ʿasaytu rabbee ʿathaba yawmin ʿatheemin
Katakanlah (Muhammad), "Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku."
مَّن يُصۡرَفۡ عَنۡهُ يَوۡمَئِذࣲ فَقَدۡ رَحِمَهُۥ ۚ وَ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡمُبِينُ﴿١٦﴾
Man yusraf ʿanhu yawmaithin faqad rahimahu wathalika alfawzu almubeenu
Barang siapa yang dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.
وَ إِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرࣲّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَ إِن يَمۡسَسۡكَ بِخَيۡرࣲ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿١٧﴾
Wain yamsaska Allahu bidurrin fala kashifa lahu illa huwa wain yamsaska bikhayrin fahuwa ʿala kulli shayin qadeerun
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَ هُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ﴿١٨﴾
Wahuwa alqahiru fawqa ʿibadihi wahuwa alhakeemu alkhabeeru
Dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
قُلۡ أَيُّ شَيۡءٍ أَكۡبَرُ شَهَٰدَةࣰ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدُۢ بَيۡنِي وَ بَيۡنَكُمۡ ۚ وَ أُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَ مَنۢ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمۡ لَتَشۡهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخۡرَىٰ ۚ قُل لَّآ أَشۡهَدُ ۚ قُلۡ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ وَ إِنَّنِي بَرِيٓءࣱ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ﴿١٩﴾
Qul ayyu shayin akbaru shahadatan quli Allahu shaheedun baynee wabaynakum waoohiya ilayya hatha alquranu lionthirakum bihi waman balagha ainnakum latashhadoona anna maʿa Allahi alihatan okhra qul la ashhadu qul innama huwa ilahun wahidun wainnanee bareeon mimma tushrikoona
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?" Katakanlah, "Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Alquran ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Alquran kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?" Katakanlah, "Aku tidak dapat bersaksi." Katakanlah, "Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)."
ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡرِفُونَهُۥ كَمَا يَعۡرِفُونَ أَبۡنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿٢٠﴾
Allatheena ataynahumu alkitaba yaʿrifoonahu kama yaʿrifoona abnaahum allatheena khasiroo anfusahum fahum la yuminoona
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah).
وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ﴿٢١﴾
Waman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban aw kaththaba biayatihi innahu la yuflihu alththalimoona
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.
وَ يَوۡمَ نَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعࣰا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَيۡنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ﴿٢٢﴾
Wayawma nahshuruhum jameeʿan thumma naqoolu lillatheena ashrakoo ayna shurakaokumu allatheena kuntum tazʿumoona
Dan (ingatlah), pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, "Dimanakah sembahan-sembahanmu yang dahulu kamu klaim (sebagai sekutu-sekutu Kami)?"
ثُمَّ لَمۡ تَكُن فِتۡنَتُهُمۡ إِلَّآ أَن قَالُواْ وَ ٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشۡرِكِينَ﴿٢٣﴾
Thumma lam takun fitnatuhum illa an qaloo waAllahi rabbina ma kunna mushrikeena
Kemudian tidaklah ada jawaban bohong mereka, kecuali mengatakan, "Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."
ٱنظُرۡ كَيۡفَ كَذَبُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ ۚ وَ ضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿٢٤﴾
Onthur kayfa kathaboo ʿala anfusihim wadalla ʿanhum ma kanoo yaftaroona
Lihatlah, bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu akan hilang dari mereka.
وَ مِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَ ۖ وَ جَعَلۡنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ أَكِنَّةً أَن يَفۡقَهُوهُ وَ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَقۡرࣰا ۚ وَ إِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةࣲ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ﴿٢٥﴾
Waminhum man yastamiʿu ilayka wajaʿalna ʿala quloobihim akinnatan an yafqahoohu wafee athanihim waqran wain yaraw kulla ayatin la yuminoo biha hatta itha jaooka yujadiloonaka yaqoolu allatheena kafaroo in hatha illa asateeru alawwaleena
Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (Muhammad), dan Kami telah menjadikan hati mereka tertutup (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan telinganya tersumbat. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, "Ini (Alquran) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."
وَ هُمۡ يَنۡهَوۡنَ عَنۡهُ وَ يَنۡـَٔوۡنَ عَنۡهُ ۖ وَ إِن يُهۡلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَ مَا يَشۡعُرُونَ﴿٢٦﴾
Wahum yanhawna ʿanhu wayanawna ʿanhu wain yuhlikoona illa anfusahum wama yashʿuroona
Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Alquran) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.
وَ لَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُواْ يَٰلَيۡتَنَا نُرَدُّ وَ لَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَ نَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٢٧﴾
Walaw tara ith wuqifoo ʿala alnnari faqaloo ya laytana nuraddu wala nukaththiba biayati rabbina wanakoona mina almumineena
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, "Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
بَلۡ بَدَا لَهُم مَّا كَانُواْ يُخۡفُونَ مِن قَبۡلُ ۖ وَ لَوۡ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ﴿٢٨﴾
Bal bada lahum ma kanoo yukhfoona min qablu walaw ruddoo laʿadoo lima nuhoo ʿanhu wainnahum lakathiboona
Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.
وَ قَالُوٓاْ إِنۡ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا وَ مَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ﴿٢٩﴾
Waqaloo in hiya illa hayatuna alddunya wama nahnu bimabʿootheena
Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan."
وَ لَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ ۚ قَالَ أَلَيۡسَ هَٰذَا بِٱلۡحَقِّ ۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَ رَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ﴿٣٠﴾
Walaw tara ith wuqifoo ʿala rabbihim qala alaysa hatha bialhaqqi qaloo bala warabbina qala fathooqoo alʿathaba bima kuntum takfuroona
Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah engkau melihat peristiwa yang mengharukan). Dia Berfirman, "Bukankah (kebangkitan) ini benar?" Mereka menjawab, "Sungguh benar, demi Tuhan kami." Dia berfirman, "Rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."
قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةࣰ قَالُواْ يَٰحَسۡرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطۡنَا فِيهَا وَ هُمۡ يَحۡمِلُونَ أَوۡزَارَهُمۡ عَلَىٰ ظُهُورِهِمۡ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ﴿٣١﴾
Qad khasira allatheena kaththaboo biliqai Allahi hatta itha jaathumu alssaʿatu baghtatan qaloo ya hasratana ʿala ma farratna feeha wahum yahmiloona awzarahum ʿala thuhoorihim ala saa ma yaziroona
Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu," sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul.
وَ مَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبࣱ وَ لَهۡوࣱ ۖ وَ لَلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرࣱ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ﴿٣٢﴾
Wama alhayatu alddunya illa laʿibun walahwun walalddaru alakhirati khayrun lillatheena yattaqoona afala taʿqiloona
Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?
قَدۡ نَعۡلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحۡزُنُكَ ٱلَّذِي يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمۡ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَ لَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ﴿٣٣﴾
Qad naʿlamu innahu layahzunuka allathee yaqooloona fainnahum la yukaththiboonaka walakinna alththalimeena biayati Allahi yajhadoona
Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
وَ لَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلࣱ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَ أُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَا ۚ وَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِ ۚ وَ لَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ﴿٣٤﴾
Walaqad kuththibat rusulun min qablika fasabaroo ʿala ma kuththiboo waoothoo hatta atahum nasruna wala mubaddila likalimati Allahi walaqad jaaka min nabai almursaleena
Dan sesungguhnya Rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita Rasul-rasul itu.
وَ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيۡكَ إِعۡرَاضُهُمۡ فَإِنِ ٱسۡتَطَعۡتَ أَن تَبۡتَغِيَ نَفَقࣰا فِي ٱلۡأَرۡضِ أَوۡ سُلَّمࣰا فِي ٱلسَّمَآءِ فَتَأۡتِيَهُم بِـَٔايَةࣲ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمۡ عَلَى ٱلۡهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ﴿٣٥﴾
Wain kana kabura ʿalayka iʿraduhum faini istataʿta an tabtaghiya nafaqan fee alardi aw sullaman fee alssamai fatatiyahum biayatin walaw shaa Allahu lajamaʿahum ʿala alhuda fala takoonanna mina aljahileena
Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (Muhammad), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh.
إِنَّمَا يَسۡتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسۡمَعُونَ ۘ وَ ٱلۡمَوۡتَىٰ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ﴿٣٦﴾
Innama yastajeebu allatheena yasmaʿoona waalmawta yabʿathuhumu Allahu thumma ilayhi yurjaʿoona
Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepada-Nya mereka dikembalikan.
وَ قَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ءَايَةࣱ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةࣰ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٣٧﴾
Waqaloo lawla nuzzila ʿalayhi ayatun min rabbihi qul inna Allaha qadirun ʿala an yunazzila ayatan walakinna aktharahum la yaʿlamoona
Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah berkuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
وَ مَا مِن دَآبَّةࣲ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَا طَٰٓئِرࣲ يَطِيرُ بِجَنَاحَيۡهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءࣲ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ﴿٣٨﴾
Wama min dabbatin fee alardi wala tairin yateeru bijanahayhi illa omamun amthalukum ma farratna fee alkitabi min shayin thumma ila rabbihim yuhsharoona
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan.
وَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا صُمࣱّ وَ بُكۡمࣱ فِي ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضۡلِلۡهُ وَ مَن يَشَأۡ يَجۡعَلۡهُ عَلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٣٩﴾
Waallatheena kaththaboo biayatina summun wabukmun fee alththulumati man yashai Allahu yudlilhu waman yasha yajʿalhu ʿala siratin mustaqeemin
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوۡ أَتَتۡكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَدۡعُونَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٤٠﴾
Qul araaytakum in atakum ʿathabu Allahi aw atatkumu alssaʿatu aghayra Allahi tadʿoona in kuntum sadiqeena
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu, atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu akan menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang yang benar!"
بَلۡ إِيَّاهُ تَدۡعُونَ فَيَكۡشِفُ مَا تَدۡعُونَ إِلَيۡهِ إِن شَآءَ وَ تَنسَوۡنَ مَا تُشۡرِكُونَ﴿٤١﴾
Bal iyyahu tadʿoona fayakshifu ma tadʿoona ilayhi in shaa watansawna ma tushrikoona
(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong. Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).
وَ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمࣲ مِّن قَبۡلِكَ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَ ٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ﴿٤٢﴾
Walaqad arsalna ila omamin min qablika faakhathnahum bialbasai waalddarrai laʿallahum yatadarraʿoona
Dan sungguh, Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati.
فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَ لَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٤٣﴾
Falawla ith jaahum basuna tadarraʿoo walakin qasat quloobuhum wazayyana lahumu alshshaytanu ma kanoo yaʿmaloona
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةࣰ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ﴿٤٤﴾
Falamma nasoo ma thukkiroo bihi fatahna ʿalayhim abwaba kulli shayin hatta itha farihoo bima ootoo akhathnahum baghtatan faitha hum mublisoona
Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.
فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ۚ وَ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٤٥﴾
Faqutiʿa dabiru alqawmi allatheena thalamoo waalhamdu lillahi rabbi alʿalameena
Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَ أَبۡصَٰرَكُمۡ وَ خَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ثُمَّ هُمۡ يَصۡدِفُونَ﴿٤٦﴾
Qul araaytum in akhatha Allahu samʿakum waabsarakum wakhatama ʿala quloobikum man ilahun ghayru Allahi yateekum bihi onthur kayfa nusarrifu alayati thumma hum yasdifoona
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda kekuasaan (Kami), tetapi mereka tetap berpaling.
قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغۡتَةً أَوۡ جَهۡرَةً هَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلظَّٰلِمُونَ﴿٤٧﴾
Qul araaytakum in atakum ʿathabu Allahi baghtatan aw jahratan hal yuhlaku illa alqawmu alththalimoona
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika siksaan Allah sampai kepadamu secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zalim?"
وَ مَا نُرۡسِلُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَ مُنذِرِينَ ۖ فَمَنۡ ءَامَنَ وَ أَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٤٨﴾
Wama nursilu almursaleena illa mubashshireena wamunthireena faman amana waaslaha fala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Para Rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
وَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلۡعَذَابُ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ﴿٤٩﴾
Waallatheena kaththaboo biayatina yamassuhumu alʿathabu bima kanoo yafsuqoona
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa).
قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَ لَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَ لَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌ ۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ ۚ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَ ٱلۡبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ﴿٥٠﴾
Qul la aqoolu lakum ʿindee khazainu Allahi wala aʿlamu alghayba wala aqoolu lakum innee malakun in attabiʿu illa ma yooha ilayya qul hal yastawee alaʿma waalbaseeru afala tatafakkaroona
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku." Katakanlah, "Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan (nya)?"
وَ أَنذِرۡ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحۡشَرُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ لَيۡسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِيࣱّ وَ لَا شَفِيعࣱ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ﴿٥١﴾
Waanthir bihi allatheena yakhafoona an yuhsharoo ila rabbihim laysa lahum min doonihi waliyyun wala shafeeʿun laʿallahum yattaqoona
Peringatkanlah dengannya (Alquran) itu orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhannya (pada hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa.
وَ لَا تَطۡرُدِ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَ ٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥ ۖ مَا عَلَيۡكَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءࣲ وَ مَا مِنۡ حِسَابِكَ عَلَيۡهِم مِّن شَيۡءࣲ فَتَطۡرُدَهُمۡ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٥٢﴾
Wala tatrudi allatheena yadʿoona rabbahum bialghadati waalʿashiyyi yureedoona wajhahu ma ʿalayka min hisabihim min shayin wama min hisabika ʿalayhim min shayin fatatrudahum fatakoona mina alththalimeena
Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.
وَ كَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعۡضَهُم بِبَعۡضࣲ لِّيَقُولُوٓاْ أَهَٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنۢ بَيۡنِنَآ ۗ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَعۡلَمَ بِٱلشَّٰكِرِينَ﴿٥٣﴾
Wakathalika fatanna baʿdahum bibaʿdin liyaqooloo ahaolai manna Allahu ʿalayhim min baynina alaysa Allahu biaʿlama bialshshakireena
Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?" (Allah berfirman), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepada-Nya)?"
وَ إِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلۡ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمۡ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَ أَنَّهُۥ مَنۡ عَمِلَ مِنكُمۡ سُوٓءَۢا بِجَهَٰلَةࣲ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ وَ أَصۡلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿٥٤﴾
Waitha jaaka allatheena yuminoona biayatina faqul salamun ʿalaykum kataba rabbukum ʿala nafsihi alrrahmata annahu man ʿamila minkum sooan bijahalatin thumma taba min baʿdihi waaslaha faannahu ghafoorun raheemun
Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, "Salāmun 'alaikum" (selamat sejahtera untuk kamu)." Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan di antara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ وَ لِتَسۡتَبِينَ سَبِيلُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ﴿٥٥﴾
Wakathalika nufassilu alayati walitastabeena sabeelu almujrimeena
Dan Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Alquran, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang saleh) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.
قُلۡ إِنِّي نُهِيتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهۡوَآءَكُمۡ قَدۡ ضَلَلۡتُ إِذࣰا وَ مَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِينَ﴿٥٦﴾
Qul innee nuheetu an aʿbuda allatheena tadʿoona min dooni Allahi qul la attabiʿu ahwaakum qad dalaltu ithan wama ana mina almuhtadeena
Katakanlah (Muhammad), "Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah." Katakanlah, "Aku tidak akan mengikuti keinginanmu. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang yang mendapat petunjuk."
قُلۡ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةࣲ مِّن رَّبِّي وَ كَذَّبۡتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِي مَا تَسۡتَعۡجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلۡحَقَّ ۖ وَ هُوَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰصِلِينَ﴿٥٧﴾
Qul innee ʿala bayyinatin min rabbee wakaththabtum bihi ma ʿindee ma tastaʿjiloona bihi ini alhukmu illa lillahi yaqussu alhaqqa wahuwa khayru alfasileena
Katakanlah (Muhammad), "Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Alquran) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia Pemberi keputusan yang terbaik.
قُل لَّوۡ أَنَّ عِندِي مَا تَسۡتَعۡجِلُونَ بِهِۦ لَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنِي وَ بَيۡنَكُمۡ ۗ وَ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِٱلظَّٰلِمِينَ﴿٥٨﴾
Qul law anna ʿindee ma tastaʿjiloona bihi laqudiya alamru baynee wabaynakum waAllahu aʿlamu bialththalimeena
Katakanlah (Muhammad) "Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu." Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
وَ عِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡبَرِّ وَ ٱلۡبَحۡرِ ۚ وَ مَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَ لَا حَبَّةࣲ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَ لَا رَطۡبࣲ وَ لَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَٰبࣲ مُّبِينࣲ﴿٥٩﴾
Waʿindahu mafatihu alghaybi la yaʿlamuha illa huwa wayaʿlamu ma fee albarri waalbahri wama tasqutu min waraqatin illa yaʿlamuha wala habbatin fee thulumati alardi wala ratbin wala yabisin illa fee kitabin mubeenin
Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ).
وَ هُوَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيۡلِ وَ يَعۡلَمُ مَا جَرَحۡتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبۡعَثُكُمۡ فِيهِ لِيُقۡضَىٰٓ أَجَلࣱ مُّسَمࣰّى ۖ ثُمَّ إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٦٠﴾
Wahuwa allathee yatawaffakum biallayli wayaʿlamu ma jarahtum bialnnahari thumma yabʿathukum feehi liyuqda ajalun musamman thumma ilayhi marjiʿukum thumma yunabbiokum bima kuntum taʿmaloona
Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
وَ هُوَ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَ يُرۡسِلُ عَلَيۡكُمۡ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا وَ هُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ﴿٦١﴾
Wahuwa alqahiru fawqa ʿibadihi wayursilu ʿalaykum hafathatan hatta itha jaa ahadakumu almawtu tawaffathu rusuluna wahum la yufarritoona
Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan di utus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
ثُمَّ رُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوۡلَىٰهُمُ ٱلۡحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلۡحُكۡمُ وَ هُوَ أَسۡرَعُ ٱلۡحَٰسِبِينَ﴿٦٢﴾
Thumma ruddoo ila Allahi mawlahumu alhaqqi ala lahu alhukmu wahuwa asraʿu alhasibeena
Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
قُلۡ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَ ٱلۡبَحۡرِ تَدۡعُونَهُۥ تَضَرُّعࣰا وَ خُفۡيَةࣰ لَّئِنۡ أَنجَىٰنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ﴿٦٣﴾
Qul man yunajjeekum min thulumati albarri waalbahri tadʿoonahu tadarruʿan wakhufyatan lain anjana min hathihi lanakoonanna mina alshshakireena
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan), "Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."
قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنۡهَا وَ مِن كُلِّ كَرۡبࣲ ثُمَّ أَنتُمۡ تُشۡرِكُونَ﴿٦٤﴾
Quli Allahu yunajjeekum minha wamin kulli karbin thumma antum tushrikoona
Katakanlah (Muhammad), "Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya."
قُلۡ هُوَ ٱلۡقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبۡعَثَ عَلَيۡكُمۡ عَذَابࣰا مِّن فَوۡقِكُمۡ أَوۡ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِكُمۡ أَوۡ يَلۡبِسَكُمۡ شِيَعࣰا وَ يُذِيقَ بَعۡضَكُم بَأۡسَ بَعۡضٍ ۗ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَفۡقَهُونَ﴿٦٥﴾
Qul huwa alqadiru ʿala an yabʿatha ʿalaykum ʿathaban min fawqikum aw min tahti arjulikum aw yalbisakum shiyaʿan wayutheeqa baʿdakum basa baʿdin onthur kayfa nusarrifu alayati laʿallahum yafqahoona
Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami (nya).
وَ كَذَّبَ بِهِۦ قَوۡمُكَ وَ هُوَ ٱلۡحَقُّ ۚ قُل لَّسۡتُ عَلَيۡكُم بِوَكِيلࣲ﴿٦٦﴾
Wakaththaba bihi qawmuka wahuwa alhaqqu qul lastu ʿalaykum biwakeelin
Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), "Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu."
لِّكُلِّ نَبَإࣲ مُّسۡتَقَرࣱّ ۚ وَ سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ﴿٦٧﴾
Likulli nabain mustaqarrun wasawfa taʿlamoona
Setiap berita (yang dibawa oleh Rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
وَ إِذَا رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦ ۚ وَ إِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَلَا تَقۡعُدۡ بَعۡدَ ٱلذِّكۡرَىٰ مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٦٨﴾
Waitha raayta allatheena yakhoodoona fee ayatina faaʿrid ʿanhum hatta yakhoodoo fee hadeethin ghayrihi waimma yunsiyannaka alshshaytanu fala taqʿud baʿda alththikra maʿa alqawmi alththalimeena
Apabila engkau (Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim!
وَ مَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءࣲ وَ لَٰكِن ذِكۡرَىٰ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ﴿٦٩﴾
Wama ʿala allatheena yattaqoona min hisabihim min shayin walakin thikra laʿallahum yattaqoona
Orang-orang yang bertakwa tidak bertanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.
وَ ذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمۡ لَعِبࣰا وَ لَهۡوࣰا وَ غَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَ ذَكِّرۡ بِهِۦٓ أَن تُبۡسَلَ نَفۡسُۢ بِمَا كَسَبَتۡ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيࣱّ وَ لَا شَفِيعࣱ وَ إِن تَعۡدِلۡ كُلَّ عَدۡلࣲ لَّا يُؤۡخَذۡ مِنۡهَآ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبۡسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ ۖ لَهُمۡ شَرَابࣱ مِّنۡ حَمِيمࣲ وَ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ﴿٧٠﴾
Wathari allatheena ittakhathoo deenahum laʿiban walahwan wagharrathumu alhayatu alddunya wathakkir bihi an tubsala nafsun bima kasabat laysa laha min dooni Allahi waliyyun wala shafeeʿun wain taʿdil kulla ʿadlin la yukhath minha olaika allatheena obsiloo bima kasaboo lahum sharabun min hameemin waʿathabun aleemun bima kanoo yakfuroona
Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Alquran agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.
قُلۡ أَنَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَ لَا يَضُرُّنَا وَ نُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعۡقَابِنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِي ٱسۡتَهۡوَتۡهُ ٱلشَّيَٰطِينُ فِي ٱلۡأَرۡضِ حَيۡرَانَ لَهُۥٓ أَصۡحَٰبࣱ يَدۡعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلۡهُدَى ٱئۡتِنَا ۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰ ۖ وَ أُمِرۡنَا لِنُسۡلِمَ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٧١﴾
Qul anadʿoo min dooni Allahi ma la yanfaʿuna wala yadurruna wanuraddu ʿala aʿqabina baʿda ith hadana Allahu kaallathee istahwathu alshshayateenu fee alardi hayrana lahu ashabun yadʿoonahu ila alhuda itina qul inna huda Allahi huwa alhuda waomirna linuslima lirabbi alʿalameena
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan."Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Ikutilah kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,
وَ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ٱتَّقُوهُ ۚ وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ﴿٧٢﴾
Waan aqeemoo alssalata waittaqoohu wahuwa allathee ilayhi tuhsharoona
dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
وَ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ ۖ وَ يَوۡمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوۡلُهُ ٱلۡحَقُّ ۚ وَ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ ۚ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَ ٱلشَّهَٰدَةِ ۚ وَ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ﴿٧٣﴾
Wahuwa allathee khalaqa alssamawati waalarda bialhaqqi wayawma yaqoolu kun fayakoonu qawluhu alhaqqu walahu almulku yawma yunfakhu fee alssoori ʿalimu alghaybi waalshshahadati wahuwa alhakeemu alkhabeeru
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.
وَ إِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصۡنَامًا ءَالِهَةً إِنِّيٓ أَرَىٰكَ وَ قَوۡمَكَ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينࣲ﴿٧٤﴾
Waith qala ibraheemu liabeehi azara atattakhithu asnaman alihatan innee araka waqawmaka fee dalalin mubeenin
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
وَ كَذَٰلِكَ نُرِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ لِيَكُونَ مِنَ ٱلۡمُوقِنِينَ﴿٧٥﴾
Wakathalika nuree ibraheema malakoota alssamawati waalardi waliyakoona mina almooqineena
Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيۡهِ ٱلَّيۡلُ رَءَا كَوۡكَبࣰا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلۡأٓفِلِينَ﴿٧٦﴾
Falamma janna ʿalayhi allaylu raa kawkaban qala hatha rabbee falamma afala qala la ohibbu alafileena
Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."
فَلَمَّا رَءَا ٱلۡقَمَرَ بَازِغࣰا قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمۡ يَهۡدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلضَّآلِّينَ﴿٧٧﴾
Falamma raa alqamara bazighan qala hatha rabbee falamma afala qala lain lam yahdinee rabbee laakoonanna mina alqawmi alddalleena
Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمۡسَ بَازِغَةࣰ قَالَ هَٰذَا رَبِّي هَٰذَآ أَكۡبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتۡ قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي بَرِيٓءࣱ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ﴿٧٨﴾
Falamma raa alshshamsa bazighatan qala hatha rabbee hatha akbaru falamma afalat qala ya qawmi innee bareeon mimma tushrikoona
Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar."Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ حَنِيفࣰا ۖ وَ مَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿٧٩﴾
Innee wajjahtu wajhiya lillathee fatara alssamawati waalarda haneefan wama ana mina almushrikeena
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
وَ حَآجَّهُۥ قَوۡمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّي فِي ٱللَّهِ وَ قَدۡ هَدَىٰنِ ۚ وَ لَآ أَخَافُ مَا تُشۡرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّي شَيۡـࣰٔا ۚ وَسِعَ رَبِّي كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمًا ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ﴿٨٠﴾
Wahajjahu qawmuhu qala atuhajjoonnee fee Allahi waqad hadani wala akhafu ma tushrikoona bihi illa an yashaa rabbee shayan wasiʿa rabbee kulla shayin ʿilman afala tatathakkaroona
Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?
وَ كَيۡفَ أَخَافُ مَآ أَشۡرَكۡتُمۡ وَ لَا تَخَافُونَ أَنَّكُمۡ أَشۡرَكۡتُم بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنࣰا ۚ فَأَيُّ ٱلۡفَرِيقَيۡنِ أَحَقُّ بِٱلۡأَمۡنِ ۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿٨١﴾
Wakayfa akhafu ma ashraktum wala takhafoona annakum ashraktum biAllahi ma lam yunazzil bihi ʿalaykum sultanan faayyu alfareeqayni ahaqqu bialamni in kuntum taʿlamoona
Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ لَمۡ يَلۡبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَ هُم مُّهۡتَدُونَ﴿٨٢﴾
Allatheena amanoo walam yalbisoo eemanahum bithulmin olaika lahumu alamnu wahum muhtadoona
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.
وَ تِلۡكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيۡنَٰهَآ إِبۡرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ ۚ نَرۡفَعُ دَرَجَٰتࣲ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمࣱ﴿٨٣﴾
Watilka hujjatuna ataynaha ibraheema ʿala qawmihi narfaʿu darajatin man nashao inna rabbaka hakeemun ʿaleemun
Dan itulah keterangan Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
وَ وَهَبۡنَا لَهُۥٓ إِسۡحَٰقَ وَ يَعۡقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيۡنَا ۚ وَ نُوحًا هَدَيۡنَا مِن قَبۡلُ ۖ وَ مِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَ سُلَيۡمَٰنَ وَ أَيُّوبَ وَ يُوسُفَ وَ مُوسَىٰ وَ هَٰرُونَ ۚ وَ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٨٤﴾
Wawahabna lahu ishaqa wayaʿqooba kullan hadayna wanoohan hadayna min qablu wamin thurriyyatihi dawooda wasulaymana waayyooba wayoosufa wamoosa waharoona wakathalika najzee almuhsineena
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Dawud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,
وَ زَكَرِيَّا وَ يَحۡيَىٰ وَ عِيسَىٰ وَ إِلۡيَاسَ ۖ كُلࣱّ مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ﴿٨٥﴾
Wazakariyya wayahya waʿeesa wailyasa kullun mina alssaliheena
dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh,
وَ إِسۡمَٰعِيلَ وَ ٱلۡيَسَعَ وَ يُونُسَ وَ لُوطࣰا ۚ وَ كُلࣰّا فَضَّلۡنَا عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٨٦﴾
Waismaʿeela wailyasaʿa wayoonusa walootan wakullan faddalna ʿala alʿalameena
Dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Lut. Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),
وَ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَ ذُرِّيَّٰتِهِمۡ وَ إِخۡوَٰنِهِمۡ ۖ وَ ٱجۡتَبَيۡنَٰهُمۡ وَ هَدَيۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٨٧﴾
Wamin abaihim wathurriyyatihim waikhwanihim waijtabaynahum wahadaynahum ila siratin mustaqeemin
(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Kami telah memilih mereka (menjadi Nabi dan Rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus.
ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ ۚ وَ لَوۡ أَشۡرَكُواْ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٨٨﴾
Thalika huda Allahi yahdee bihi man yashao min ʿibadihi walaw ashrakoo lahabita ʿanhum ma kanoo yaʿmaloona
Itulah petunjuk Allah, dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡحُكۡمَ وَ ٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكۡفُرۡ بِهَا هَٰٓؤُلَآءِ فَقَدۡ وَكَّلۡنَا بِهَا قَوۡمࣰا لَّيۡسُواْ بِهَا بِكَٰفِرِينَ﴿٨٩﴾
Olaika allatheena ataynahumu alkitaba waalhukma waalnnubuwwata fain yakfur biha haolai faqad wakkalna biha qawman laysoo biha bikafireena
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقۡتَدِهۡ ۗ قُل لَّآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًا ۖ إِنۡ هُوَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡعَٰلَمِينَ﴿٩٠﴾
Olaika allatheena hada Allahu fabihudahumu iqtadih qul la asalukum ʿalayhi ajran in huwa illa thikra lilʿalameena
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutlah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Alquran)." Alquran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam.
وَ مَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدۡرِهِۦٓ إِذۡ قَالُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرࣲ مِّن شَيۡءࣲ ۗ قُلۡ مَنۡ أَنزَلَ ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِي جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورࣰا وَ هُدࣰى لِّلنَّاسِ ۖ تَجۡعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبۡدُونَهَا وَ تُخۡفُونَ كَثِيرࣰا ۖ وَ عُلِّمۡتُم مَّا لَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنتُمۡ وَ لَآ ءَابَآؤُكُمۡ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرۡهُمۡ فِي خَوۡضِهِمۡ يَلۡعَبُونَ﴿٩١﴾
Wama qadaroo Allaha haqqa qadrihi ith qaloo ma anzala Allahu ʿala basharin min shayin qul man anzala alkitaba allathee jaa bihi moosa nooran wahudan lilnnasi tajʿaloonahu qarateesa tubdoonaha watukhfoona katheeran waʿullimtum ma lam taʿlamoo antum wala abaokum quli Allahu thumma tharhum fee khawdihim yalʿaboona
Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." Katakanlah (Muhammad) "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan Kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui, baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu." Katakanlah, "Allahlah (yang menurunkannya)," kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
وَ هَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكࣱ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَ لِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَ مَنۡ حَوۡلَهَا ۚ وَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾
Wahatha kitabun anzalnahu mubarakun musaddiqu allathee bayna yadayhi walitunthira omma alqura waman hawlaha waallatheena yuminoona bialakhirati yuminoona bihi wahum ʿala salatihim yuhafithoona
Dan ini (Alquran), Kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Alquran), dan mereka selalu memelihara salatnya.
وَ مَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَ لَمۡ يُوحَ إِلَيۡهِ شَيۡءࣱ وَ مَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثۡلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَ لَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيۡدِيهِمۡ أَخۡرِجُوٓاْ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ بِمَا كُنتُمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيۡرَ ٱلۡحَقِّ وَ كُنتُمۡ عَنۡ ءَايَٰتِهِۦ تَسۡتَكۡبِرُونَ﴿٩٣﴾
Waman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban aw qala oohiya ilayya walam yooha ilayhi shayon waman qala saonzilu mithla ma anzala Allahu walaw tara ithi alththalimoona fee ghamarati almawti waalmalaikatu basitoo aydeehim akhrijoo anfusakumu alyawma tujzawna ʿathaba alhooni bima kuntum taqooloona ʿala Allahi ghayra alhaqqi wakuntum ʿan ayatihi tastakbiroona
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepadaku," padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah." (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zalim (berada) dalam sakitnya sekarat, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu." pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.
وَ لَقَدۡ جِئۡتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّةࣲ وَ تَرَكۡتُم مَّا خَوَّلۡنَٰكُمۡ وَرَآءَ ظُهُورِكُمۡ ۖ وَ مَا نَرَىٰ مَعَكُمۡ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُمۡ أَنَّهُمۡ فِيكُمۡ شُرَكَٰٓؤُاْ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيۡنَكُمۡ وَ ضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمۡ تَزۡعُمُونَ﴿٩٤﴾
Walaqad jitumoona furada kama khalaqnakum awwala marratin wataraktum ma khawwalnakum waraa thuhoorikum wama nara maʿakum shufaʿaakumu allatheena zaʿamtum annahum feekum shurakao laqad taqattaʿa baynakum wadalla ʿankum ma kuntum tazʿumoona
Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).
إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلۡحَبِّ وَ ٱلنَّوَىٰ ۖ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَ مُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتِ مِنَ ٱلۡحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ﴿٩٥﴾
Inna Allaha faliqu alhabbi waalnnawa yukhriju alhayya mina almayyiti wamukhriju almayyiti mina alhayyi thalikumu Allahu faanna tufakoona
Sungguh, Allah menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?
فَالِقُ ٱلۡإِصۡبَاحِ وَ جَعَلَ ٱلَّيۡلَ سَكَنࣰا وَ ٱلشَّمۡسَ وَ ٱلۡقَمَرَ حُسۡبَانࣰا ۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ﴿٩٦﴾
Faliqu alisbahi wajaʿala allayla sakanan waalshshamsa waalqamara husbanan thalika taqdeeru alʿazeezi alʿaleemi
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهۡتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَ ٱلۡبَحۡرِ ۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَعۡلَمُونَ﴿٩٧﴾
Wahuwa allathee jaʿala lakumu alnnujooma litahtadoo biha fee thulumati albarri waalbahri qad fassalna alayati liqawmin yaʿlamoona
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَٰحِدَةࣲ فَمُسۡتَقَرࣱّ وَ مُسۡتَوۡدَعࣱ ۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَفۡقَهُونَ﴿٩٨﴾
Wahuwa allathee anshaakum min nafsin wahidatin famustaqarrun wamustawdaʿun qad fassalna alayati liqawmin yafqahoona
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَيۡءࣲ فَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهُ خَضِرࣰا نُّخۡرِجُ مِنۡهُ حَبࣰّا مُّتَرَاكِبࣰا وَ مِنَ ٱلنَّخۡلِ مِن طَلۡعِهَا قِنۡوَانࣱ دَانِيَةࣱ وَ جَنَّٰتࣲ مِّنۡ أَعۡنَابࣲ وَ ٱلزَّيۡتُونَ وَ ٱلرُّمَّانَ مُشۡتَبِهࣰا وَ غَيۡرَ مُتَشَٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓاْ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثۡمَرَ وَ يَنۡعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمۡ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٩٩﴾
Wahuwa allathee anzala mina alssamai maan faakhrajna bihi nabata kulli shayin faakhrajna minhu khadiran nukhriju minhu habban mutarakiban wamina alnnakhli min talʿiha qinwanun daniyatun wajannatin min aʿnabin waalzzaytoona waalrrummana mushtabihan waghayra mutashabihin onthuroo ila thamarihi itha athmara wayanʿihi inna fee thalikum laayatin liqawmin yuminoona
Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَ جَعَلُواْ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلۡجِنَّ وَ خَلَقَهُمۡ ۖ وَ خَرَقُواْ لَهُۥ بَنِينَ وَ بَنَٰتِۭ بِغَيۡرِ عِلۡمࣲ ۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ﴿١٠٠﴾
Wajaʿaloo lillahi shurakaa aljinna wakhalaqahum wakharaqoo lahu baneena wabanatin bighayri ʿilmin subhanahu wataʿala ʿamma yasifoona
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan Jin itu sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) pengetahuan. Maha Suci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدࣱ وَ لَمۡ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةࣱ ۖ وَ خَلَقَ كُلَّ شَيۡءࣲ ۖ وَ هُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣱ﴿١٠١﴾
Badeeʿu alssamawati waalardi anna yakoonu lahu waladun walam takun lahu sahibatun wakhalaqa kulla shayin wahuwa bikulli shayin ʿaleemun
Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.
ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءࣲ فَٱعۡبُدُوهُ ۚ وَ هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ وَكِيلࣱ﴿١٠٢﴾
Thalikumu Allahu rabbukum la ilaha illa huwa khaliqu kulli shayin faoʿbudoohu wahuwa ʿala kulli shayin wakeelun
Itulah Allah, Tuhan kamu; tidak ada tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dialah Pemelihara segala sesuatu.
لَّا تُدۡرِكُهُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَ هُوَ يُدۡرِكُ ٱلۡأَبۡصَٰرَ ۖ وَ هُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ﴿١٠٣﴾
La tudrikuhu alabsaru wahuwa yudriku alabsara wahuwa allateefu alkhabeeru
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti.
قَدۡ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمۡ ۖ فَمَنۡ أَبۡصَرَ فَلِنَفۡسِهِۦ ۖ وَ مَنۡ عَمِيَ فَعَلَيۡهَا ۚ وَ مَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِحَفِيظࣲ﴿١٠٤﴾
Qad jaakum basairu min rabbikum faman absara falinafsihi waman ʿamiya faʿalayha wama ana ʿalaykum bihafeethin
Sungguh, bukti-bukti yang nyata telah datang dari Tuhanmu. Barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka dialah yang rugi. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga(mu).
وَ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ وَ لِيَقُولُواْ دَرَسۡتَ وَ لِنُبَيِّنَهُۥ لِقَوۡمࣲ يَعۡلَمُونَ﴿١٠٥﴾
Wakathalika nusarrifu alayati waliyaqooloo darasta walinubayyinahu liqawmin yaʿlamoona
Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar orang-orang musyrik mengatakan, "Engkau telah mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab)." dan agar Kami menjelaskan Alquran itu kepada orang-orang yang mengetahui.
ٱتَّبِعۡ مَآ أُوحِيَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَ أَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٠٦﴾
Ittabiʿ ma oohiya ilayka min rabbika la ilaha illa huwa waaʿrid ʿani almushrikeena
Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشۡرَكُواْ ۗ وَ مَا جَعَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظࣰا ۖ وَ مَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِوَكِيلࣲ﴿١٠٧﴾
Walaw shaa Allahu ma ashrakoo wama jaʿalnaka ʿalayhim hafeethan wama anta ʿalayhim biwakeelin
Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukan (-Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula pemelihara mereka.
وَ لَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدۡوَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمࣲ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٠٨﴾
Wala tasubboo allatheena yadʿoona min dooni Allahi fayasubboo Allaha ʿadwan bighayri ʿilmin kathalika zayyanna likulli ommatin ʿamalahum thumma ila rabbihim marjiʿuhum fayunabbiohum bima kanoo yaʿmaloona
Dan Janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
وَ أَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَئِن جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةࣱ لَّيُؤۡمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡأٓيَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَ مَا يُشۡعِرُكُمۡ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتۡ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿١٠٩﴾
Waaqsamoo biAllahi jahda aymanihim lain jaathum ayatun layuminunna biha qul innama alayatu ʿinda Allahi wama yushʿirukum annaha itha jaat la yuminoona
Dan Mereka bersumpah atas nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepada-Nya. Katakanlah, "mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah." Dan tahukah kamu, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) datang, mereka tidak juga akan beriman.
وَ نُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَ أَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةࣲ وَ نَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ﴿١١٠﴾
Wanuqallibu afidatahum waabsarahum kama lam yuminoo bihi awwala marratin wanatharuhum fee tughyanihim yaʿmahoona
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Alquran), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.
وَ لَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَ كَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَ حَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءࣲ قُبُلࣰا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ﴿١١١﴾
Walaw annana nazzalna ilayhimu almalaikata wakallamahumu almawta wahasharna ʿalayhim kulla shayin qubulan ma kanoo liyuminoo illa an yashaa Allahu walakinna aktharahum yajhaloona
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
وَ كَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوࣰّا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَ ٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضࣲ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورࣰا ۚ وَ لَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرۡهُمۡ وَ مَا يَفۡتَرُونَ﴿١١٢﴾
Wakathalika jaʿalna likulli nabiyyin ʿaduwwan shayateena alinsi waaljinni yoohee baʿduhum ila baʿdin zukhrufa alqawli ghurooran walaw shaa rabbuka ma faʿaloohu fatharhum wama yaftaroona
Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
وَ لِتَصۡغَىٰٓ إِلَيۡهِ أَفۡـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ وَ لِيَرۡضَوۡهُ وَ لِيَقۡتَرِفُواْ مَا هُم مُّقۡتَرِفُونَ﴿١١٣﴾
Walitasgha ilayhi afidatu allatheena la yuminoona bialakhirati waliyardawhu waliyaqtarifoo ma hum muqtarifoona
Dan agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan.
أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡتَغِي حَكَمࣰا وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكِتَٰبَ مُفَصَّلࣰا ۚ وَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَعۡلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلࣱ مِّن رَّبِّكَ بِٱلۡحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ﴿١١٤﴾
Afaghayra Allahi abtaghee hakaman wahuwa allathee anzala ilaykumu alkitaba mufassalan waallatheena ataynahumu alkitaba yaʿlamoona annahu munazzalun min rabbika bialhaqqi fala takoonanna mina almumtareena
Pantaskah aku mencari hakim selain Allah, padahal Dialah yang menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab tahu betul bahwa (Alquran) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu.
وَ تَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدۡقࣰا وَ عَدۡلࣰا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِۦ ۚ وَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ﴿١١٥﴾
Watammat kalimatu rabbika sidqan waʿadlan la mubaddila likalimatihi wahuwa alssameeʿu alʿaleemu
Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Alquran) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
وَ إِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَ إِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ﴿١١٦﴾
Wain tutiʿ akthara man fee alardi yudillooka ʿan sabeeli Allahi in yattabiʿoona illa alththanna wain hum illa yakhrusoona
Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَ هُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ﴿١١٧﴾
Inna rabbaka huwa aʿlamu man yadillu ʿan sabeelihi wahuwa aʿlamu bialmuhtadeena
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
فَكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ ٱسۡمُ ٱللَّهِ عَلَيۡهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَٰتِهِۦ مُؤۡمِنِينَ﴿١١٨﴾
Fakuloo mimma thukira ismu Allahi ʿalayhi in kuntum biayatihi mumineena
Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.
وَ مَا لَكُمۡ أَلَّا تَأۡكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ ٱسۡمُ ٱللَّهِ عَلَيۡهِ وَ قَدۡ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيۡكُمۡ إِلَّا مَا ٱضۡطُرِرۡتُمۡ إِلَيۡهِ ۗ وَ إِنَّ كَثِيرࣰا لَّيُضِلُّونَ بِأَهۡوَآئِهِم بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُعۡتَدِينَ﴿١١٩﴾
Wama lakum alla takuloo mimma thukira ismu Allahi ʿalayhi waqad fassala lakum ma harrama ʿalaykum illa ma idturirtum ilayhi wainna katheeran layudilloona biahwaihim bighayri ʿilmin inna rabbaka huwa aʿlamu bialmuʿtadeena
Dan mengapa kamu tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepadamu apa yang diharamkan-Nya kepadamu, kecuali jika kamu dalam keadaan terpaksa. Dan sungguh, banyak yang menyesatkan orang dengan keinginannya tanpa dasar pengetahuan. Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
وَ ذَرُواْ ظَٰهِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَ بَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡسِبُونَ ٱلۡإِثۡمَ سَيُجۡزَوۡنَ بِمَا كَانُواْ يَقۡتَرِفُونَ﴿١٢٠﴾
Watharoo thahira alithmi wabatinahu inna allatheena yaksiboona alithma sayujzawna bima kanoo yaqtarifoona
Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
وَ لَا تَأۡكُلُواْ مِمَّا لَمۡ يُذۡكَرِ ٱسۡمُ ٱللَّهِ عَلَيۡهِ وَ إِنَّهُۥ لَفِسۡقࣱ ۗ وَ إِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوۡلِيَآئِهِمۡ لِيُجَٰدِلُوكُمۡ ۖ وَ إِنۡ أَطَعۡتُمُوهُمۡ إِنَّكُمۡ لَمُشۡرِكُونَ﴿١٢١﴾
Wala takuloo mimma lam yuthkari ismu Allahi ʿalayhi wainnahu lafisqun wainna alshshayateena layoohoona ila awliyaihim liyujadilookum wain ataʿtumoohum innakum lamushrikoona
Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik.
أَوَمَن كَانَ مَيۡتࣰا فَأَحۡيَيۡنَٰهُ وَ جَعَلۡنَا لَهُۥ نُورࣰا يَمۡشِي بِهِۦ فِي ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِي ٱلظُّلُمَٰتِ لَيۡسَ بِخَارِجࣲ مِّنۡهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡكَٰفِرِينَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٢٢﴾
Awa man kana maytan faahyaynahu wajaʿalna lahu nooran yamshee bihi fee alnnasi kaman mathaluhu fee alththulumati laysa bikharijin minha kathalika zuyyina lilkafireena ma kanoo yaʿmaloona
Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
وَ كَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا فِي كُلِّ قَرۡيَةٍ أَكَٰبِرَ مُجۡرِمِيهَا لِيَمۡكُرُواْ فِيهَا ۖ وَ مَا يَمۡكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمۡ وَ مَا يَشۡعُرُونَ﴿١٢٣﴾
Wakathalika jaʿalna fee kulli qaryatin akabira mujrimeeha liyamkuroo feeha wama yamkuroona illa bianfusihim wama yashʿuroona
Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.
وَ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةࣱ قَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ حَتَّىٰ نُؤۡتَىٰ مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ حَيۡثُ يَجۡعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَ عَذَابࣱ شَدِيدُۢ بِمَا كَانُواْ يَمۡكُرُونَ﴿١٢٤﴾
Waitha jaathum ayatun qaloo lan numina hatta nuta mithla ma ootiya rusulu Allahi Allahu aʿlamu haythu yajʿalu risalatahu sayuseebu allatheena ajramoo sagharun ʿinda Allahi waʿathabun shadeedun bima kanoo yamkuroona
Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, tentu mereka berkata, "Kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti yang diberikan kepada Rasul-rasul Allah." Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan.
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ ۖ وَ مَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجࣰا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿١٢٥﴾
Faman yuridi Allahu an yahdiyahu yashrah sadrahu lilislami waman yurid an yudillahu yajʿal sadrahu dayyiqan harajan kaannama yassaʿʿadu fee alssamai kathalika yajʿalu Allahu alrrijsa ʿala allatheena la yuminoona
Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
وَ هَٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسۡتَقِيمࣰا ۗ قَدۡ فَصَّلۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَذَّكَّرُونَ﴿١٢٦﴾
Wahatha siratu rabbika mustaqeeman qad fassalna alayati liqawmin yaththakkaroona
Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang menerima peringatan.
لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡ ۖ وَ هُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٢٧﴾
Lahum daru alssalami ʿinda rabbihim wahuwa waliyyuhum bima kanoo yaʿmaloona
Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhannya. Dan Dialah pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan.
وَ يَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعࣰا يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ قَدِ ٱسۡتَكۡثَرۡتُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ ۖ وَ قَالَ أَوۡلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلۡإِنسِ رَبَّنَا ٱسۡتَمۡتَعَ بَعۡضُنَا بِبَعۡضࣲ وَ بَلَغۡنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِيٓ أَجَّلۡتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثۡوَىٰكُمۡ خَٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمࣱ﴿١٢٨﴾
Wayawma yahshuruhum jameeʿan ya maʿshara aljinni qadi istakthartum mina alinsi waqala awliyaohum mina alinsi rabbana istamtaʿa baʿduna bibaʿdin wabalaghna ajalana allathee ajjalta lana qala alnnaru mathwakum khalideena feeha illa ma shaa Allahu inna rabbaka hakeemun ʿaleemun
Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), "Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia." Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, "Ya Tuhan, kami telah saling mendapatkan kesenangan dan sekarang waktu yang telah Engkau tentukan buat kami telah datang." Allah berfirman, "Nerakalah tempat kamu selama-lamanya, kecuali jika Allah menghendaki lain." Sungguh, Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
وَ كَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعۡضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعۡضَۢا بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ﴿١٢٩﴾
Wakathalika nuwallee baʿda alththalimeena baʿdan bima kanoo yaksiboona
Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.
يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَ ٱلۡإِنسِ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلࣱ مِّنكُمۡ يَقُصُّونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِي وَ يُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَا ۚ قَالُواْ شَهِدۡنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَ غَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَ شَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ﴿١٣٠﴾
Ya maʿshara aljinni waalinsi alam yatikum rusulun minkum yaqussoona ʿalaykum ayatee wayunthiroonakum liqaa yawmikum hatha qaloo shahidna ʿala anfusina wagharrathumu alhayatu alddunya washahidoo ʿala anfusihim annahum kanoo kafireena
Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, "(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri." Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
ذَٰلِكَ أَن لَّمۡ يَكُن رَّبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمࣲ وَ أَهۡلُهَا غَٰفِلُونَ﴿١٣١﴾
Thalika an lam yakun rabbuka muhlika alqura bithulmin waahluha ghafiloona
Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam lengah (belum tahu).
وَ لِكُلࣲّ دَرَجَٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُواْ ۚ وَ مَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعۡمَلُونَ﴿١٣٢﴾
Walikullin darajatun mimma ʿamiloo wama rabbuka bighafilin ʿamma yaʿmaloona
Dan masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
وَ رَبُّكَ ٱلۡغَنِيُّ ذُو ٱلرَّحۡمَةِ ۚ إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَ يَسۡتَخۡلِفۡ مِنۢ بَعۡدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوۡمٍ ءَاخَرِينَ﴿١٣٣﴾
Warabbuka alghaniyyu thoo alrrahmati in yasha yuthhibkum wayastakhlif min baʿdikum ma yashao kama anshaakum min thurriyyati qawmin akhareena
Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan setelah kamu (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kamu dari keturunan golongan lain.
إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَأٓتࣲ ۖ وَ مَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ﴿١٣٤﴾
Inna ma tooʿadoona laatin wama antum bimuʿjizeena
Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepadamu pasti datang dan kamu tidak mampu menolaknya.
قُلۡ يَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ إِنِّي عَامِلࣱ ۖ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ﴿١٣٥﴾
Qul ya qawmi iʿmaloo ʿala makanatikum innee ʿamilun fasawfa taʿlamoona man takoonu lahu ʿaqibatu alddari innahu la yuflihu alththalimoona
Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, akupun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
وَ جَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلۡحَرۡثِ وَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ نَصِيبࣰا فَقَالُواْ هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعۡمِهِمۡ وَ هَٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمۡ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَ مَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمۡ ۗ سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ﴿١٣٦﴾
Wajaʿaloo lillahi mimma tharaa mina alharthi waalanʿami naseeban faqaloo hatha lillahi bizaʿmihim wahatha lishurakaina fama kana lishurakaihim fala yasilu ila Allahi wama kana lillahi fahuwa yasilu ila shurakaihim saa ma yahkumoona
Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami." Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.
وَ كَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرࣲ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ قَتۡلَ أَوۡلَٰدِهِمۡ شُرَكَآؤُهُمۡ لِيُرۡدُوهُمۡ وَ لِيَلۡبِسُواْ عَلَيۡهِمۡ دِينَهُمۡ ۖ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرۡهُمۡ وَ مَا يَفۡتَرُونَ﴿١٣٧﴾
Wakathalika zayyana likatheerin mina almushrikeena qatla awladihim shurakaohum liyurdoohum waliyalbisoo ʿalayhim deenahum walaw shaa Allahu ma faʿaloohu fatharhum wama yaftaroona
Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan tampak indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan.
وَ قَالُواْ هَٰذِهِۦٓ أَنۡعَٰمࣱ وَ حَرۡثٌ حِجۡرࣱ لَّا يَطۡعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعۡمِهِمۡ وَ أَنۡعَٰمٌ حُرِّمَتۡ ظُهُورُهَا وَ أَنۡعَٰمࣱ لَّا يَذۡكُرُونَ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَيۡهَا ٱفۡتِرَآءً عَلَيۡهِ ۚ سَيَجۡزِيهِم بِمَا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿١٣٨﴾
Waqaloo hathihi anʿamun waharthun hijrun la yatʿamuha illa man nashao bizaʿmihim waanʿamun hurrimat thuhooruha waanʿamun la yathkuroona isma Allahi ʿalayha iftiraan ʿalayhi sayajzeehim bima kanoo yaftaroona
Dan mereka berkata (menurut anggapan mereka), "Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki." Dan ada pula hewan yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut nama Allah, itu sebagai kebohongan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas semua yang mereka ada-adakan.
وَ قَالُواْ مَا فِي بُطُونِ هَٰذِهِ ٱلۡأَنۡعَٰمِ خَالِصَةࣱ لِّذُكُورِنَا وَ مُحَرَّمٌ عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِنَا ۖ وَ إِن يَكُن مَّيۡتَةࣰ فَهُمۡ فِيهِ شُرَكَآءُ ۚ سَيَجۡزِيهِمۡ وَصۡفَهُمۡ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمࣱ﴿١٣٩﴾
Waqaloo ma fee butooni hathihi alanʿami khalisatun lithukoorina wamuharramun ʿala azwajina wain yakun maytatan fahum feehi shurakao sayajzeehim wasfahum innahu hakeemun ʿaleemun
Dan mereka berkata (pula), "Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami, haram bagi istri-istri kami." Dan Jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓاْ أَوۡلَٰدَهُمۡ سَفَهَۢا بِغَيۡرِ عِلۡمࣲ وَ حَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفۡتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدۡ ضَلُّواْ وَ مَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ﴿١٤٠﴾
Qad khasira allatheena qataloo awladahum safahan bighayri ʿilmin waharramoo ma razaqahumu Allahu iftiraan ʿala Allahi qad dalloo wama kanoo muhtadeena
Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anaknya karena kebodohan tanpa pengetahuan, dan mengharamkan rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka dengan semata-mata membuat-buat kebohongan terhadap Allah. Sungguh, mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk.
وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ جَنَّٰتࣲ مَّعۡرُوشَٰتࣲ وَ غَيۡرَ مَعۡرُوشَٰتࣲ وَ ٱلنَّخۡلَ وَ ٱلزَّرۡعَ مُخۡتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَ ٱلزَّيۡتُونَ وَ ٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهࣰا وَ غَيۡرَ مُتَشَٰبِهࣲ ۚ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثۡمَرَ وَ ءَاتُواْ حَقَّهُۥ يَوۡمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَ لَا تُسۡرِفُوٓاْ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ﴿١٤١﴾
Wahuwa allathee anshaa jannatin maʿrooshatin waghayra maʿrooshatin waalnnakhla waalzzarʿa mukhtalifan okuluhu waalzzaytoona waalrrummana mutashabihan waghayra mutashabihin kuloo min thamarihi itha athmara waatoo haqqahu yawma hasadihi wala tusrifoo innahu la yuhibbu almusrifeena
Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
وَ مِنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ حَمُولَةࣰ وَ فَرۡشࣰا ۚ كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَ لَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوࣱّ مُّبِينࣱ﴿١٤٢﴾
Wamina alanʿami hamoolatan wafarshan kuloo mimma razaqakumu Allahu wala tattabiʿoo khutuwati alshshaytani innahu lakum ʿaduwwun mubeenun
dan di antara hewan-hewan itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجࣲ ۖ مِّنَ ٱلضَّأۡنِ ٱثۡنَيۡنِ وَ مِنَ ٱلۡمَعۡزِ ٱثۡنَيۡنِ ۗ قُلۡ ءَآلذَّكَرَيۡنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ أَمَّا ٱشۡتَمَلَتۡ عَلَيۡهِ أَرۡحَامُ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ ۖ نَبِّـُٔونِي بِعِلۡمٍ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿١٤٣﴾
Thamaniyata azwajin mina alddani ithnayni wamina almaʿzi ithnayni qul alththakarayni harrama ami alonthayayni amma ishtamalat ʿalayhi arhamu alonthayayni nabbioonee biʿilmin in kuntum sadiqeena
Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar."
وَ مِنَ ٱلۡإِبِلِ ٱثۡنَيۡنِ وَ مِنَ ٱلۡبَقَرِ ٱثۡنَيۡنِ ۗ قُلۡ ءَآلذَّكَرَيۡنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ أَمَّا ٱشۡتَمَلَتۡ عَلَيۡهِ أَرۡحَامُ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ ۖ أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبࣰا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٤٤﴾
Wamina alibili ithnayni wamina albaqari ithnayni qul alththakarayni harrama ami alonthayayni amma ishtamalat ʿalayhi arhamu alonthayayni am kuntum shuhadaa ith wassakumu Allahu bihatha faman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban liyudilla alnnasa bighayri ʿilmin inna Allaha la yahdee alqawma alththalimeena
Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, "Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
قُل لَّآ أَجِدُ فِي مَآ أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمࣲ يَطۡعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيۡتَةً أَوۡ دَمࣰا مَّسۡفُوحًا أَوۡ لَحۡمَ خِنزِيرࣲ فَإِنَّهُۥ رِجۡسٌ أَوۡ فِسۡقًا أُهِلَّ لِغَيۡرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغࣲ وَ لَا عَادࣲ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٤٥﴾
Qul la ajidu fee ma oohiya ilayya muharraman ʿala taʿimin yatʿamuhu illa an yakoona maytatan aw daman masfoohan aw lahma khinzeerin fainnahu rijsun aw fisqan ohilla lighayri Allahi bihi famani idturra ghayra baghin wala ʿadin fainna rabbaka ghafoorun raheemun
Katakanlah, "Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi – karena semua itu kotor – atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ عَلَى ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمۡنَا كُلَّ ذِي ظُفُرࣲ ۖ وَ مِنَ ٱلۡبَقَرِ وَ ٱلۡغَنَمِ حَرَّمۡنَا عَلَيۡهِمۡ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتۡ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلۡحَوَايَآ أَوۡ مَا ٱخۡتَلَطَ بِعَظۡمࣲ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيۡنَٰهُم بِبَغۡيِهِمۡ ۖ وَ إِنَّا لَصَٰدِقُونَ﴿١٤٦﴾
Waʿala allatheena hadoo harramna kulla thee thufurin wamina albaqari waalghanami harramna ʿalayhim shuhoomahuma illa ma hamalat thuhooruhuma awi alhawaya aw ma ikhtalata biʿathmin thalika jazaynahum bibaghyihim wainna lasadiqoona
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Mahabenar.
فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمۡ ذُو رَحۡمَةࣲ وَٰسِعَةࣲ وَ لَا يُرَدُّ بَأۡسُهُۥ عَنِ ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ﴿١٤٧﴾
Fain kaththabooka faqul rabbukum thoo rahmatin wasiʿatin wala yuraddu basuhu ʿani alqawmi almujrimeena
Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan."
سَيَقُولُ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشۡرَكۡنَا وَ لَآ ءَابَآؤُنَا وَ لَا حَرَّمۡنَا مِن شَيۡءࣲ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ حَتَّىٰ ذَاقُواْ بَأۡسَنَا ۗ قُلۡ هَلۡ عِندَكُم مِّنۡ عِلۡمࣲ فَتُخۡرِجُوهُ لَنَآ ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا تَخۡرُصُونَ﴿١٤٨﴾
Sayaqoolu allatheena ashrakoo law shaa Allahu ma ashrakna wala abaona wala harramna min shayin kathalika kaththaba allatheena min qablihim hatta thaqoo basana qul hal ʿindakum min ʿilmin fatukhrijoohu lana in tattabiʿoona illa alththanna wain antum illa takhrusoona
Orang-orang musyrik akan berkata, "Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun." Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan azab Kami. Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu mempunyai pengetahuan yang dapat kamu kemukakan kepada kami? Yang kamu ikuti hanya persangkaan belaka, dan kamu hanya mengira."
قُلۡ فَلِلَّهِ ٱلۡحُجَّةُ ٱلۡبَٰلِغَةُ ۖ فَلَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ﴿١٤٩﴾
Qul falillahi alhujjatu albalighatu falaw shaa lahadakum ajmaʿeena
Katakanlah (Muhammad), "Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk."
قُلۡ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ يَشۡهَدُونَ أَنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُواْ فَلَا تَشۡهَدۡ مَعَهُمۡ ۚ وَ لَا تَتَّبِعۡ أَهۡوَآءَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ وَ هُم بِرَبِّهِمۡ يَعۡدِلُونَ﴿١٥٠﴾
Qul halumma shuhadaakumu allatheena yashhadoona anna Allaha harrama hatha fain shahidoo fala tashhad maʿahum wala tattabiʿ ahwaa allatheena kaththaboo biayatina waallatheena la yuminoona bialakhirati wahum birabbihim yaʿdiloona
Katakanlah (Muhammad), "Bawalah saksi-saksimu yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini." Jika mereka memberikan kesaksian, engkau jangan (ikut pula) memberikan kesaksian bersama mereka. Jangan engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan.
قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡ ۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـࣰٔا ۖ وَ بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنࣰا ۖ وَ لَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُم مِّنۡ إِمۡلَٰقࣲ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَ إِيَّاهُمۡ ۖ وَ لَا تَقۡرَبُواْ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَ مَا بَطَنَ ۖ وَ لَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ﴿١٥١﴾
Qul taʿalaw atlu ma harrama rabbukum ʿalaykum alla tushrikoo bihi shayan wabialwalidayni ihsanan wala taqtuloo awladakum min imlaqin nahnu narzuqukum waiyyahum wala taqraboo alfawahisha ma thahara minha wama batana wala taqtuloo alnnafsa allatee harrama Allahu illa bialhaqqi thalikum wassakum bihi laʿallakum taʿqiloona
Katakanlah (Muhammad), "Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti.
وَ لَا تَقۡرَبُواْ مَالَ ٱلۡيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ حَتَّىٰ يَبۡلُغَ أَشُدَّهُۥ ۚ وَ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَ ٱلۡمِيزَانَ بِٱلۡقِسۡطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَا ۖ وَ إِذَا قُلۡتُمۡ فَٱعۡدِلُواْ وَ لَوۡ كَانَ ذَا قُرۡبَىٰ ۖ وَ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ أَوۡفُواْ ۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ﴿١٥٢﴾
Wala taqraboo mala alyateemi illa biallatee hiya ahsanu hatta yablugha ashuddahu waawfoo alkayla waalmeezana bialqisti la nukallifu nafsan illa wusʿaha waitha qultum faiʿdiloo walaw kana tha qurba wabiʿahdi Allahi awfoo thalikum wassakum bihi laʿallakum tathakkaroona
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat (mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.
وَ أَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمࣰا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَ لَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿١٥٣﴾
Waanna hatha siratee mustaqeeman faittabiʿoohu wala tattabiʿoo alssubula fatafarraqa bikum ʿan sabeelihi thalikum wassakum bihi laʿallakum tattaqoona
Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
ثُمَّ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ وَ تَفۡصِيلࣰا لِّكُلِّ شَيۡءࣲ وَ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣰ لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمۡ يُؤۡمِنُونَ﴿١٥٤﴾
Thumma atayna moosa alkitaba tamaman ʿala allathee ahsana watafseelan likulli shayin wahudan warahmatan laʿallahum biliqai rabbihim yuminoona
Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk meyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhannya.
وَ هَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكࣱ فَٱتَّبِعُوهُ وَ ٱتَّقُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ﴿١٥٥﴾
Wahatha kitabun anzalnahu mubarakun faittabiʿoohu waittaqoo laʿallakum turhamoona
Dan ini adalah Kitab (Alquran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat.
أَن تَقُولُوٓاْ إِنَّمَآ أُنزِلَ ٱلۡكِتَٰبُ عَلَىٰ طَآئِفَتَيۡنِ مِن قَبۡلِنَا وَ إِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمۡ لَغَٰفِلِينَ﴿١٥٦﴾
An taqooloo innama onzila alkitabu ʿala taifatayni min qablina wain kunna ʿan dirasatihim laghafileena
(Kami turunkan Alquran itu) agar kamu (tidak) mengatakan, "Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca,"
أَوۡ تَقُولُواْ لَوۡ أَنَّآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡكِتَٰبُ لَكُنَّآ أَهۡدَىٰ مِنۡهُمۡ ۚ فَقَدۡ جَآءَكُم بَيِّنَةࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ وَ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣱ ۚ فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ صَدَفَ عَنۡهَا ۗ سَنَجۡزِي ٱلَّذِينَ يَصۡدِفُونَ عَنۡ ءَايَٰتِنَا سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يَصۡدِفُونَ﴿١٥٧﴾
Aw taqooloo law anna onzila ʿalayna alkitabu lakunna ahda minhum faqad jaakum bayyinatun min rabbikum wahudan warahmatun faman athlamu mimman kaththaba biayati Allahi wasadafa ʿanha sanajzee allatheena yasdifoona ʿan ayatina sooa alʿathabi bima kanoo yasdifoona
atau agar kamu (tidak) mengatakan, "Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka." Sungguh, telah datang kepadamu penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhanmu. Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling.
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ يَأۡتِيَ رَبُّكَ أَوۡ يَأۡتِيَ بَعۡضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوۡمَ يَأۡتِي بَعۡضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَٰنُهَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِيٓ إِيمَٰنِهَا خَيۡرࣰا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓاْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ﴿١٥٨﴾
Hal yanthuroona illa an tatiyahumu almalaikatu aw yatiya rabbuka aw yatiya baʿdu ayati rabbika yawma yatee baʿdu ayati rabbika la yanfaʿu nafsan eemanuha lam takun amanat min qablu aw kasabat fee eemaniha khayran quli intathiroo inna muntathiroona
Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, "Tunggulah! Kami pun menunggu."
إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَ كَانُواْ شِيَعࣰا لَّسۡتَ مِنۡهُمۡ فِي شَيۡءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمۡرُهُمۡ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ﴿١٥٩﴾
Inna allatheena farraqoo deenahum wakanoo shiyaʿan lasta minhum fee shayin innama amruhum ila Allahi thumma yunabbiohum bima kanoo yafʿaloona
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَا ۖ وَ مَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَ هُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴿١٦٠﴾
Man jaa bialhasanati falahu ʿashru amthaliha waman jaa bialssayyiati fala yujza illa mithlaha wahum la yuthlamoona
Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).
قُلۡ إِنَّنِي هَدَىٰنِي رَبِّيٓ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ دِينࣰا قِيَمࣰا مِّلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفࣰا ۚ وَ مَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٦١﴾
Qul innanee hadanee rabbee ila siratin mustaqeemin deenan qiyaman millata ibraheema haneefan wama kana mina almushrikeena
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik."
قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَ نُسُكِي وَ مَحۡيَايَ وَ مَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٦٢﴾
Qul inna salatee wanusukee wamahyaya wamamatee lillahi rabbi alʿalameena
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,
لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَ بِذَٰلِكَ أُمِرۡتُ وَ أَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ﴿١٦٣﴾
La shareeka lahu wabithalika omirtu waana awwalu almuslimeena
tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)."
قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِي رَبࣰّا وَ هُوَ رَبُّ كُلِّ شَيۡءࣲ ۚ وَ لَا تَكۡسِبُ كُلُّ نَفۡسٍ إِلَّا عَلَيۡهَا ۚ وَ لَا تَزِرُ وَازِرَةࣱ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ﴿١٦٤﴾
Qul aghayra Allahi abghee rabban wahuwa rabbu kulli shayin wala taksibu kullu nafsin illa ʿalayha wala taziru waziratun wizra okhra thumma ila rabbikum marjiʿukum fayunabbiokum bima kuntum feehi takhtalifoona
Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
وَ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَكُمۡ خَلَٰٓئِفَ ٱلۡأَرۡضِ وَ رَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضࣲ دَرَجَٰتࣲ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَ إِنَّهُۥ لَغَفُورࣱ رَّحِيمُۢ﴿١٦٥﴾
Wahuwa allathee jaʿalakum khalaifa alardi warafaʿa baʿdakum fawqa baʿdin darajatin liyabluwakum fee ma atakum inna rabbaka sareeʿu alʿiqabi wainnahu laghafoorun raheemun
Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Al-An'am (binatang ternak: unta, sapi, dan kambing) terdiri dari 165 ayat dan termasuk surat Makkiyyah, karena hampir seluruh ayatnya diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An'am karena di dalamnya disebut kata "An'am" yang memiliki kaitan erat dengan adat istiadat kaum musyrikin; mereka biasa mempergunakan binatang ternak untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Selain itu, juga disebutkan hukum-hukum yang berkenaan dengan binatang ternak itu.
Pokok-pokok Isi:
1. Keimanan:
Bukti-bukti keesaan Allah dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya; kebenaran kenabian Nabi Muhammad s.a.w.; persaksian Allah atas kenabian Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakariya, Yahya, 'Isa, Ilyas, Alyasa', Yunus, dan Luth; penegasan tentang keberadaan risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan; kepalsuan kepercayaan orang-orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari kiamat.
2. Hukum-hukum:
Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum Jahiliyah; makanan yang halal dan yang haram; wasiat yang sepuluh dan Al-Qur'an, tentang tauhid keadilan dan hukum-hukum; larangan mencaci maki berhala orang musyrik karena mereka akan membalas dengan mencaci maki Allah.
3. Kisah-kisah:
Kisah umat-umat yang menentang rasul-rasul; kisah pengalaman Nabi Muhammad s.a.w. dan para nabi pada umumnya; cerita Nabi Ibrahim a.s. membimbing kaumnya kepada tauhid.
4. Lain-lain:
Sikap keras kepala kaum musyrikin: tata cara seorang nabi memimpin umatnya; bidang-bidang kerasulan dan tugas rasul-rasul; tantangan kaum musyrikin untuk melemahkan rasul; kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, setan, dan malaikat; beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan; nilai hidup duniawi.
Dalam surat Al-An'am Allah menjelaskan keesaan dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya, menyatakan kebatilan kepercayaan orang-orang musyrik dengan bantahan-bantahan yang logis dan mudah diterima oleh akal. Hukuman yang berat akan dijatuhkan kepada orang yang keras kepala menolak kebenaran.
Hubungan Surat Al-An'Am Dengan Surat Al-A'raf:
1. Kedua surat tersebut termasuk di antara tujuh surat yang panjang (assab'uth thiwaal), sama-sama membicarakan pokok aqidah agama. Dalam surat Al-An'am dikemukakan garis-garis besar aqidah sedangkan surat Al-A'raf menjelaskannya.
2. Dalam surat Al-An'am Allah menerangkan asal usul kejadian manusia, yaitu dari tanah, dan menjelaskan tentang beberapa generasi manusia yang telah dibinasakan, kemudian disinggung pula tentang rasul-rasul dengan menyebut beberapa nama mereka secara garis besar, sedangkan surat Al-A'raf menjelaskannya.
3. Pada bagian terakhir surat Al-An'am, Allah mengatakan bahwa Dia menjadikan manusia sebagai khalifah-khalifah di bumi dan mengangkat derajat sebagian mereka, maka bagian permulaan surat Al-A'raf mengemukakan penciptaan Adam dan anak cucunya yang dijadikan sebagai khalifah di bumi.
4. Hubungan bagian akhir Al-An'am dengan permulaan surat Al-A'raf:
a. Bagian akhir Al-An'am, Allah mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah kitab pedoman yang benar, jalan yang lurus dan diberkahi, maka umat manusia diperintahkan mengikutinya. Pada bagian permulaan surat Al-A'raf, Allah mengulangi lagi perintah ini dan melarang mengikuti selainnya.
b. Pada bagian akhir surat Al-An'am, Allah berfirman bahwa Dia akan memberikan keterangan tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia dan yang menjadi perselisihan mereka. Maka pada bagian permulaan surat Al-A'raf, Allah menjelaskan apa yang disebut dengan "Allah memberi keterangan," yaitu pengutusan para rasul yang bertugas memberi keterangan dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban.
c. Pada bagian akhir surat Al-An'am, Allah menyatakan bahwa orang yang berbuat kebajikan akan diberi ganjaran sepuluh kali lipat dan yang berbuat kejahatan akan dibalas sesuai dengan perbuatannya. Untuk menentukan kadar kebajikan dan kejahatan itu ada timbangannya, maka Allah mengemukakan di bagian muka surat Al-A'raf, bahwa timbangan pada hari itu ialah kebenaran dan keadilan. Siapa yang timbangannya berat maka dialah yang beruntung dan siapa yang timbangannya ringan maka dialah yang merugi. Kemudian Allah menceritakan keadaan dan nasib ashhabul A'raaf.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex