سورة الأعراف
Surat Al-A’raf
Tempat yang Tertinggi
Surat Al-A’raf (Tempat yang Tertinggi) adalah surat ke-7 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 206 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
الٓمٓصٓ﴿١﴾
Aliflammeemsad
Alif Lām Mīm ṣād.
كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيۡكَ فَلَا يَكُن فِي صَدۡرِكَ حَرَجࣱ مِّنۡهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَ ذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٢﴾
Kitabun onzila ilayka fala yakun fee sadrika harajun minhu litunthira bihi wathikra lilmumineena
(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad); maka janganlah engkau sesak dada karenanya, agar engkau memberi peringatan dengan (Kitab) itu dan menjadi pelajaran bagi orang yang beriman.
ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ وَ لَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ ۗ قَلِيلࣰا مَّا تَذَكَّرُونَ﴿٣﴾
Ittabiʿoo ma onzila ilaykum min rabbikum wala tattabiʿoo min doonihi awliyaa qaleelan ma tathakkaroona
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.
وَ كَم مِّن قَرۡيَةٍ أَهۡلَكۡنَٰهَا فَجَآءَهَا بَأۡسُنَا بَيَٰتًا أَوۡ هُمۡ قَآئِلُونَ﴿٤﴾
Wakam min qaryatin ahlaknaha fajaaha basuna bayatan aw hum qailoona
Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduk)nya pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.
فَمَا كَانَ دَعۡوَىٰهُمۡ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ﴿٥﴾
Fama kana daʿwahum ith jaahum basuna illa an qaloo inna kunna thalimeena
Maka ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain, hanya mengucap, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
فَلَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرۡسِلَ إِلَيۡهِمۡ وَ لَنَسۡـَٔلَنَّ ٱلۡمُرۡسَلِينَ﴿٦﴾
Falanasalanna allatheena orsila ilayhim walanasalanna almursaleena
Maka pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari Rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul,
فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيۡهِم بِعِلۡمࣲ ۖ وَ مَا كُنَّا غَآئِبِينَ﴿٧﴾
Falanaqussanna ʿalayhim biʿilmin wama kunna ghaibeena
dan pasti akan Kami beritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami) dan Kami tidak jauh (dari mereka).
وَ ٱلۡوَزۡنُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿٨﴾
Waalwaznu yawmaithini alhaqqu faman thaqulat mawazeenuhu faolaika humu almuflihoona
Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan (kebaikan) nya, mereka itulah orang yang beruntung,
وَ مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَظۡلِمُونَ﴿٩﴾
Waman khaffat mawazeenuhu faolaika allatheena khasiroo anfusahum bima kanoo biayatina yathlimoona
dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
وَ لَقَدۡ مَكَّنَّٰكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ جَعَلۡنَا لَكُمۡ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلࣰا مَّا تَشۡكُرُونَ﴿١٠﴾
Walaqad makkannakum fee alardi wajaʿalna lakum feeha maʿayisha qaleelan ma tashkuroona
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu yang bersyukur.
وَ لَقَدۡ خَلَقۡنَٰكُمۡ ثُمَّ صَوَّرۡنَٰكُمۡ ثُمَّ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ لَمۡ يَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ﴿١١﴾
Walaqad khalaqnakum thumma sawwarnakum thumma qulna lilmalaikati osjudoo liadama fasajadoo illa ibleesa lam yakun mina alssajideena
Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat. "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسۡجُدَ إِذۡ أَمَرۡتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيۡرࣱ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارࣲ وَ خَلَقۡتَهُۥ مِن طِينࣲ﴿١٢﴾
Qala ma manaʿaka alla tasjuda ith amartuka qala ana khayrun minhu khalaqtanee min narin wakhalaqtahu min teenin
(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخۡرُجۡ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ﴿١٣﴾
Qala faihbit minha fama yakoonu laka an tatakabbara feeha faokhruj innaka mina alssaghireena
(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."
قَالَ أَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ﴿١٤﴾
Qala anthirnee ila yawmi yubʿathoona
(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan."
قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ﴿١٥﴾
Qala innaka mina almunthareena
(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu."
قَالَ فَبِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَٰطَكَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ﴿١٦﴾
Qala fabima aghwaytanee laaqʿudanna lahum sirataka almustaqeema
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,
ثُمَّ لَأٓتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ وَ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَ عَنۡ أَيۡمَٰنِهِمۡ وَ عَن شَمَآئِلِهِمۡ ۖ وَ لَا تَجِدُ أَكۡثَرَهُمۡ شَٰكِرِينَ﴿١٧﴾
Thumma laatiyannahum min bayni aydeehim wamin khalfihim waʿan aymanihim waʿan shamailihim wala tajidu aktharahum shakireena
kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.
قَالَ ٱخۡرُجۡ مِنۡهَا مَذۡءُومࣰا مَّدۡحُورࣰا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمۡ أَجۡمَعِينَ﴿١٨﴾
Qala okhruj minha mathooman madhooran laman tabiʿaka minhum laamlaanna jahannama minkum ajmaʿeena
(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi neraka Jahanam dengan kamu semua."
وَ يَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَ زَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ فَكُلَا مِنۡ حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَ لَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٩﴾
Waya adamu oskun anta wazawjuka aljannata fakula min haythu shituma wala taqraba hathihi alshshajarata fatakoona mina alththalimeena
Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama istrimu dalam surga dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua akan termasuk orang-orang yang zalim."
فَوَسۡوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيۡطَٰنُ لِيُبۡدِيَ لَهُمَا مَا وُۥرِيَ عَنۡهُمَا مِن سَوۡءَٰتِهِمَا وَ قَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ﴿٢٠﴾
Fawaswasa lahuma alshshaytanu liyubdiya lahuma ma wooriya ʿanhuma min sawatihima waqala ma nahakuma rabbukuma ʿan hathihi alshshajarati illa an takoona malakayni aw takoona mina alkhalideena
Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)."
وَ قَاسَمَهُمَآ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ﴿٢١﴾
Waqasamahuma innee lakuma lamina alnnasiheena
Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,"
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورࣲ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتۡ لَهُمَا سَوۡءَٰتُهُمَا وَ طَفِقَا يَخۡصِفَانِ عَلَيۡهِمَا مِن وَرَقِ ٱلۡجَنَّةِ ۖ وَ نَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمۡ أَنۡهَكُمَا عَن تِلۡكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَ أَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمَا عَدُوࣱّ مُّبِينࣱ﴿٢٢﴾
Fadallahuma bighuroorin falamma thaqa alshshajarata badat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani ʿalayhima min waraqi aljannati wanadahuma rabbuhuma alam anhakuma ʿan tilkuma alshshajarati waaqul lakuma inna alshshaytana lakuma ʿaduwwun mubeenun
dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَ إِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَ تَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ﴿٢٣﴾
Qala rabbana thalamna anfusana wain lam taghfir lana watarhamna lanakoonanna mina alkhasireena
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
قَالَ ٱهۡبِطُواْ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوࣱّ ۖ وَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرࣱّ وَ مَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينࣲ﴿٢٤﴾
Qala ihbitoo baʿdukum libaʿdin ʿaduwwun walakum fee alardi mustaqarrun wamataʿun ila heenin
(Allah) berfirman, "Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan."
قَالَ فِيهَا تَحۡيَوۡنَ وَ فِيهَا تَمُوتُونَ وَ مِنۡهَا تُخۡرَجُونَ﴿٢٥﴾
Qala feeha tahyawna wafeeha tamootoona waminha tukhrajoona
(Allah) berfirman, "Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan."
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسࣰا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَ رِيشࣰا ۖ وَ لِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرࣱ ۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ﴿٢٦﴾
Ya banee adama qad anzalna ʿalaykum libasan yuwaree sawatikum wareeshan walibasu alttaqwa thalika khayrun thalika min ayati Allahi laʿallahum yaththakkaroona
Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٰتِهِمَآ ۚ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَ قَبِيلُهُۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡ ۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ﴿٢٧﴾
Ya banee adama la yaftinannakumu alshshaytanu kama akhraja abawaykum mina aljannati yanziʿu ʿanhuma libasahuma liyuriyahuma sawatihima innahu yarakum huwa waqabeeluhu min haythu la tarawnahum inna jaʿalna alshshayateena awliyaa lillatheena la yuminoona
Wahai anak cucu Adam! Janganlah sampai kamu tertipu oleh setan sebagaimana halnya dia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
وَ إِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةࣰ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا وَ ٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٢٨﴾
Waitha faʿaloo fahishatan qaloo wajadna ʿalayha abaana waAllahu amarana biha qul inna Allaha la yamuru bialfahshai ataqooloona ʿala Allahi ma la taʿlamoona
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak pernah menyuruh berbuat keji. Mengapa kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِ ۖ وَ أَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدࣲ وَ ٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمۡ تَعُودُونَ﴿٢٩﴾
Qul amara rabbee bialqisti waaqeemoo wujoohakum ʿinda kulli masjidin waodʿoohu mukhliseena lahu alddeena kama badaakum taʿoodoona
Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepadanya sebagaimana kamu diciptakan semula.
فَرِيقًا هَدَىٰ وَ فَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ﴿٣٠﴾
Fareeqan hada wafareeqan haqqa ʿalayhimu alddalalatu innahumu ittakhathoo alshshayateena awliyaa min dooni Allahi wayahsaboona annahum muhtadoona
Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدࣲ وَ كُلُواْ وَ ٱشۡرَبُواْ وَ لَا تُسۡرِفُوٓاْ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ﴿٣١﴾
Ya banee adama khuthoo zeenatakum ʿinda kulli masjidin wakuloo waishraboo wala tusrifoo innahu la yuhibbu almusrifeena
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
قُلۡ مَنۡ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَ ٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزۡقِ ۚ قُلۡ هِيَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا خَالِصَةࣰ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَعۡلَمُونَ﴿٣٢﴾
Qul man harrama zeenata Allahi allatee akhraja liʿibadihi waalttayyibati mina alrrizqi qul hiya lillatheena amanoo fee alhayati alddunya khalisatan yawma alqiyamati kathalika nufassilu alayati liqawmin yaʿlamoona
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, "Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.
قُلۡ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَ مَا بَطَنَ وَ ٱلۡإِثۡمَ وَ ٱلۡبَغۡيَ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَ أَن تُشۡرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمۡ يُنَزِّلۡ بِهِۦ سُلۡطَٰنࣰا وَ أَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٣٣﴾
Qul innama harrama rabbiya alfawahisha ma thahara minha wama batana waalithma waalbaghya bighayri alhaqqi waan tushrikoo biAllahi ma lam yunazzil bihi sultanan waan taqooloo ʿala Allahi ma la taʿlamoona
Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui."
وَ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلࣱ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةࣰ وَ لَا يَسۡتَقۡدِمُونَ﴿٣٤﴾
Walikulli ommatin ajalun faitha jaa ajaluhum la yastakhiroona saʿatan wala yastaqdimoona
Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأۡتِيَنَّكُمۡ رُسُلࣱ مِّنكُمۡ يَقُصُّونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِي فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَ أَصۡلَحَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٣٥﴾
Ya banee adama imma yatiyannakum rusulun minkum yaqussoona ʿalaykum ayatee famani ittaqa waaslaha fala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona
Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu Rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
وَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٣٦﴾
Waallatheena kaththaboo biayatina waistakbaroo ʿanha olaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona
Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوۡ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ يَنَالُهُمۡ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوۡنَهُمۡ قَالُوٓاْ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا وَ شَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰفِرِينَ﴿٣٧﴾
Faman athlamu mimmani iftara ʿala Allahi kathiban aw kaththaba biayatihi olaika yanaluhum naseebuhum mina alkitabi hatta itha jaathum rusuluna yatawaffawnahum qaloo ayna ma kuntum tadʿoona min dooni Allahi qaloo dalloo ʿanna washahidoo ʿala anfusihim annahum kanoo kafireena
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya. Mereka (para malaikat) berkata, Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?" Mereka (orang musyrik) menjawab, "Semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka memberikan kesaksian diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
قَالَ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمࣲ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَ ٱلۡإِنسِ فِي ٱلنَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةࣱ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعࣰا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمۡ عَذَابࣰا ضِعۡفࣰا مِّنَ ٱلنَّارِ ۖ قَالَ لِكُلࣲّ ضِعۡفࣱ وَ لَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ﴿٣٨﴾
Qala odkhuloo fee omamin qad khalat min qablikum mina aljinni waalinsi fee alnnari kullama dakhalat ommatun laʿanat okhtaha hatta itha iddarakoo feeha jameeʿan qalat okhrahum lioolahum rabbana haolai adalloona faatihim ʿathaban diʿfan mina alnnari qala likullin diʿfun walakin la taʿlamoona
Allah berfirman, "Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama golongan jin dan manusia yang telah lebih dahulu dari kamu. Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, "Ya Tuhan kami, Mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka" Allah berfirman, "Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui."
وَ قَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلࣲ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ﴿٣٩﴾
Waqalat oolahum liokhrahum fama kana lakum ʿalayna min fadlin fathooqoo alʿathaba bima kuntum taksiboona
Dan orang-orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan," Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan."
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَ لَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِ ۚ وَ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ﴿٤٠﴾
Inna allatheena kaththaboo biayatina waistakbaroo ʿanha la tufattahu lahum abwabu alssamai wala yadkhuloona aljannata hatta yalija aljamalu fee sammi alkhiyati wakathalika najzee almujrimeena
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.
لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادࣱ وَ مِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشࣲ ۚ وَ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٤١﴾
Lahum min jahannama mihadun wamin fawqihim ghawashin wakathalika najzee alththalimeena
Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿٤٢﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati la nukallifu nafsan illa wusʿaha olaika ashabu aljannati hum feeha khalidoona
Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya,
وَ نَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلࣲّ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۖ وَ قَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَ مَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ ۖ وَ نُودُوٓاْ أَن تِلۡكُمُ ٱلۡجَنَّةُ أُورِثۡتُمُوهَا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٤٣﴾
Wanazaʿna ma fee sudoorihim min ghillin tajree min tahtihimu alanharu waqaloo alhamdu lillahi allathee hadana lihatha wama kunna linahtadiya lawla an hadana Allahu laqad jaat rusulu rabbina bialhaqqi wanoodoo an tilkumu aljannatu oorithtumooha bima kuntum taʿmaloona
dan kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjukan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukan kami. Sesungguhnya Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran." Diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan."
وَ نَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقࣰّا فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقࣰّا ۖ قَالُواْ نَعَمۡ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٤٤﴾
Wanada ashabu aljannati ashaba alnnari an qad wajadna ma waʿadana rabbuna haqqan fahal wajadtum ma waʿada rabbukum haqqan qaloo naʿam faaththana muaththinun baynahum an laʿnatu Allahi ʿala alththalimeena
Dan para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, "Sungguh, Kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?" Mereka menjawab, "Benar." Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, "Laknat Allah bagi orang-orang zalim,
ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ يَبۡغُونَهَا عِوَجࣰا وَ هُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ﴿٤٥﴾
Allatheena yasuddoona ʿan sabeeli Allahi wayabghoonaha ʿiwajan wahum bialakhirati kafiroona
(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat."
وَ بَيۡنَهُمَا حِجَابࣱ ۚ وَ عَلَى ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالࣱ يَعۡرِفُونَ كُلَّۢا بِسِيمَىٰهُمۡ ۚ وَ نَادَوۡاْ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ۚ لَمۡ يَدۡخُلُوهَا وَ هُمۡ يَطۡمَعُونَ﴿٤٦﴾
Wabaynahuma hijabun waʿala alaʿrafi rijalun yaʿrifoona kullan biseemahum wanadaw ashaba aljannati an salamun ʿalaykum lam yadkhulooha wahum yatmaʿoona
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan nereka) ada tabir dan di atas A'rāf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, "Salāmun 'alaikum" (salam sejahtera bagimu). Mereka belum dapat masuk, tetapi mereka ingin segera (masuk).
وَ إِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿٤٧﴾
Waitha surifat absaruhum tilqaa ashabi alnnari qaloo rabbana la tajʿalna maʿa alqawmi alththalimeena
Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang zalim itu."
وَ نَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالࣰا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ قَالُواْ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ جَمۡعُكُمۡ وَ مَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ﴿٤٨﴾
Wanada ashabu alaʿrafi rijalan yaʿrifoonahum biseemahum qaloo ma aghna ʿankum jamʿukum wama kuntum tastakbiroona
Dan orang-orang di atas A'rāf (tempat yang tertinggi) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tandanya sambil berkata, "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang kamu sombongkan, (ternyata) tidak ada manfaatnya buat kamu.
أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍ ۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَ لَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ﴿٤٩﴾
Ahaolai allatheena aqsamtum la yanaluhumu Allahu birahmatin odkhuloo aljannata la khawfun ʿalaykum wala antum tahzanoona
Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah, bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Allah berfirman), "Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu tidak pula akan bersedih hati."
وَ نَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ أَنۡ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٥٠﴾
Wanada ashabu alnari ashaba aljannati an afeedoo ʿalayna mina almai aw mimma razaqakumu Allahu qaloo inna Allaha harramahuma ʿala alkafireena
Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, "Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka menjawab, "Sungguh, Allah telah mengharamkan keduanya bagi orang-orang kafir,"
ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمۡ لَهۡوࣰا وَ لَعِبࣰا وَ غَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ۚ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا وَ مَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ﴿٥١﴾
Allatheena ittakhathoo deenahum lahwan walaʿiban wagharrathumu alhayatu alddunya faalyawma nansahum kama nasoo liqaa yawmihim hatha wama kanoo biayatina yajhadoona
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan sendagurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini, dan karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
وَ لَقَدۡ جِئۡنَٰهُم بِكِتَٰبࣲ فَصَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ عِلۡمٍ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٥٢﴾
Walaqad jinahum bikitabin fassalnahu ʿala ʿilmin hudan warahmatan liqawmin yuminoona
Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Alquran) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأۡوِيلَهُۥ ۚ يَوۡمَ يَأۡتِي تَأۡوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبۡلُ قَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلۡحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشۡفَعُواْ لَنَآ أَوۡ نُرَدُّ فَنَعۡمَلَ غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُ ۚ قَدۡ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَ ضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿٥٣﴾
Hal yanthuroona illa taweelahu yawma yatee taweeluhu yaqoolu allatheena nasoohu min qablu qad jaat rusulu rabbina bialhaqqi fahal lana min shufaʿaa fayashfaʿoo lana aw nuraddu fanaʿmala ghayra allathee kunna naʿmalu qad khasiroo anfusahum wadalla ʿanhum ma kanoo yaftaroona
Tidakkah mereka hanya menanti-nanti bukti kebenaran (Alquran) itu. Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, "Sungguh, Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?" Mereka sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri dan apa yang mereka ada-adakan dahulu telah hilang lenyap dari mereka.
إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامࣲ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثࣰا وَ ٱلشَّمۡسَ وَ ٱلۡقَمَرَ وَ ٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۭ بِأَمۡرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَ ٱلۡأَمۡرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٥٤﴾
Inna rabbakumu Allahu allathee khalaqa alssamawati waalarda fee sittati ayyamin thumma istawa ʿala alʿarshi yughshee allayla alnnahara yatlubuhu hatheethan waalshshamsa waalqamara waalnnujooma musakhkharatin biamrihi ala lahu alkhalqu waalamru tabaraka Allahu rabbu alʿalameena
Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.
ٱدۡعُواْ رَبَّكُمۡ تَضَرُّعࣰا وَ خُفۡيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ﴿٥٥﴾
Odʿoo rabbakum tadarruʿan wakhufyatan innahu la yuhibbu almuʿtadeena
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَ ٱدۡعُوهُ خَوۡفࣰا وَ طَمَعًا ۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبࣱ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٥٦﴾
Wala tufsidoo fee alardi baʿda islahiha waodʿoohu khawfan watamaʿan inna rahmata Allahi qareebun mina almuhsineena
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.
وَ هُوَ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتۡ سَحَابࣰا ثِقَالࣰا سُقۡنَٰهُ لِبَلَدࣲ مَّيِّتࣲ فَأَنزَلۡنَا بِهِ ٱلۡمَآءَ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخۡرِجُ ٱلۡمَوۡتَىٰ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ﴿٥٧﴾
Wahuwa allathee yursilu alrriyaha bushran bayna yaday rahmatihi hatta itha aqallat sahaban thiqalan suqnahu libaladin mayyitin faanzalna bihi almaa faakhrajna bihi min kulli alththamarati kathalika nukhriju almawta laʿallakum tathakkaroona
Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
وَ ٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦ ۖ وَ ٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدࣰا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمࣲ يَشۡكُرُونَ﴿٥٨﴾
Waalbaladu alttayyibu yakhruju nabatuhu biithni rabbihi waallathee khabutha la yakhruju illa nakidan kathalika nusarrifu alayati liqawmin yashkuroona
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمࣲ﴿٥٩﴾
Laqad arsalna noohan ila qawmihi faqala ya qawmi oʿbudoo Allaha ma lakum min ilahin ghayruhu innee akhafu ʿalaykum ʿathaba yawmin ʿatheemin
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (Kiamat).
قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينࣲ﴿٦٠﴾
Qala almalao min qawmihi inna lanaraka fee dalalin mubeenin
Pemuka-pemuka kaumnya berkata, " Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata."
قَالَ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي ضَلَٰلَةࣱ وَ لَٰكِنِّي رَسُولࣱ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٦١﴾
Qala ya qawmi laysa bee dalalatun walakinnee rasoolun min rabbi alʿalameena
Dia (Nuh) menjawab, "Wahai kaumku! Aku tidak sesat; tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam.
أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَ أَنصَحُ لَكُمۡ وَ أَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٦٢﴾
Oballighukum risalati rabbee waansahu lakum waaʿlamu mina Allahi ma la taʿlamoona
Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui."
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلࣲ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡ وَ لِتَتَّقُواْ وَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ﴿٦٣﴾
Awaʿajibtum an jaakum thikrun min rabbikum ʿala rajulin minkum liyunthirakum walitattaqoo walaʿallakum turhamoona
Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?
فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَ ٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ وَ أَغۡرَقۡنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمًا عَمِينَ﴿٦٤﴾
Fakaththaboohu faanjaynahu waallatheena maʿahu fee alfulki waaghraqna allatheena kaththaboo biayatina innahum kanoo qawman ʿameena
Maka mereka mendustakan (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
وَ إِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمۡ هُودࣰا ۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ﴿٦٥﴾
Waila ʿadin akhahum hoodan qala ya qawmi oʿbudoo Allaha ma lakum min ilahin ghayruhu afala tattaqoona
Dan kepada kaum 'Ād (Kami utus) Hud, saudara mereka. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sesembahan) bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?"
قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِي سَفَاهَةࣲ وَ إِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ﴿٦٦﴾
Qala almalao allatheena kafaroo min qawmihi inna lanaraka fee safahatin wainna lanathunnuka mina alkathibeena
Pemuka-pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya Kami memandang kamu benar-benar kurang waras dan kami kira kamu termasuk orang-orang yang berdusta."
قَالَ يَٰقَوۡمِ لَيۡسَ بِي سَفَاهَةࣱ وَ لَٰكِنِّي رَسُولࣱ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٦٧﴾
Qala ya qawmi laysa bee safahatun walakinnee rasoolun min rabbi alʿalameena
Dia (Hud) menjawab, "Wahai kaumku! Bukan aku kurang waras, Tetapi aku ini adalah Rasul dari Tuhan seluruh alam.
أُبَلِّغُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَ أَنَا۠ لَكُمۡ نَاصِحٌ أَمِينٌ﴿٦٨﴾
Oballighukum risalati rabbee waana lakum nasihun ameenun
Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasehat yang terpercaya kepada kamu.
أَوَعَجِبۡتُمۡ أَن جَآءَكُمۡ ذِكۡرࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلࣲ مِّنكُمۡ لِيُنذِرَكُمۡ ۚ وَ ٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعۡدِ قَوۡمِ نُوحࣲ وَ زَادَكُمۡ فِي ٱلۡخَلۡقِ بَصۜۡطَةࣰ ۖ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ﴿٦٩﴾
Awaʿajibtum an jaakum thikrun min rabbikum ʿala rajulin minkum liyunthirakum waothkuroo ith jaʿalakum khulafaa min baʿdi qawmi noohin wazadakum fee alkhalqi bastatan faothkuroo alaa Allahi laʿallakum tuflihoona
Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu? Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. Maka ingatlah akan nikmat-nikmat Allah agar kamu beruntung. "
قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِنَعۡبُدَ ٱللَّهَ وَحۡدَهُۥ وَ نَذَرَ مَا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴿٧٠﴾
Qaloo ajitana linaʿbuda Allaha wahdahu wanathara ma kana yaʿbudu abaona fatina bima taʿiduna in kunta mina alssadiqeena
Mereka berkata, "Apakah kedatanganmu kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka buktikanlah ancamanmu kepada kami, jika kamu benar!"
قَالَ قَدۡ وَقَعَ عَلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡ رِجۡسࣱ وَ غَضَبٌ ۖ أَتُجَٰدِلُونَنِي فِيٓ أَسۡمَآءࣲ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَ ءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنࣲ ۚ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ﴿٧١﴾
Qala qad waqaʿa ʿalaykum min rabbikum rijsun waghadabun atujadiloonanee fee asmain sammaytumooha antum waabaokum ma nazzala Allahu biha min sultanin faintathiroo innee maʿakum mina almuntathireena
Dia (Hud) menjawab, "Sungguh, kebencian dan kemurkaan dari Tuhan akan menimpa kamu. Apakah kamu hendak berbantah denganku tentang nama-nama (berhala) yang kamu dan nenek moyangmu buat sendiri, padahal Allah tidak menurunkan keterangan untuk itu? Jika demikian tunggulah! Sesungguhnya aku pun bersamamu termasuk yang menunggu."
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَ ٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةࣲ مِّنَّا وَ قَطَعۡنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ۖ وَ مَا كَانُواْ مُؤۡمِنِينَ﴿٧٢﴾
Faanjaynahu waallatheena maʿahu birahmatin minna waqataʿna dabira allatheena kaththaboo biayatina wama kanoo mumineena
Maka Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat Kami dan Kami musnahkan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Mereka bukanlah orang-orang beriman.
وَ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَٰلِحࣰا ۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥ ۖ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ ۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةࣰ ۖ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِ ۖ وَ لَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءࣲ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٧٣﴾
Waila thamooda akhahum salihan qala ya qawmi oʿbudoo Allaha ma lakum min ilahin ghayruhu qad jaatkum bayyinatun min rabbikum hathihi naqatu Allahi lakum ayatan fatharooha takul fee ardi Allahi wala tamassooha bisooin fayakhuthakum ʿathabun aleemun
Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) Unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih."
وَ ٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ جَعَلَكُمۡ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعۡدِ عَادࣲ وَ بَوَّأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورࣰا وَ تَنۡحِتُونَ ٱلۡجِبَالَ بُيُوتࣰا ۖ فَٱذۡكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَ لَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ﴿٧٤﴾
Waothkuroo ith jaʿalakum khulafaa min baʿdi ʿadin wabawwaakum fee alardi tattakhithoona min suhooliha qusooran watanhitoona aljibala buyootan faothkuroo alaa Allahi wala taʿthaw fee alardi mufsideena
Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum 'Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.
قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِمَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُمۡ أَتَعۡلَمُونَ أَنَّ صَٰلِحࣰا مُّرۡسَلࣱ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلَ بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ﴿٧٥﴾
Qala almalao allatheena istakbaroo min qawmihi lillatheena istudʿifoo liman amana minhum ataʿlamoona anna salihan mursalun min rabbihi qaloo inna bima orsila bihi muminoona
Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, "Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang Rasul dari Tuhannya?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya."
قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُوٓاْ إِنَّا بِٱلَّذِيٓ ءَامَنتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ﴿٧٦﴾
Qala allatheena istakbaroo inna biallathee amantum bihi kafiroona
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai."
فَعَقَرُواْ ٱلنَّاقَةَ وَ عَتَوۡاْ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِمۡ وَ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ ٱئۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ﴿٧٧﴾
Faʿaqaroo alnnaqata waʿataw ʿan amri rabbihim waqaloo ya salihu itina bima taʿiduna in kunta mina almursaleena
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, "Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau termasuk salah seorang rasul."
فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ﴿٧٨﴾
Faakhathathumu alrrajfatu faasbahoo fee darihim jathimeena
Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.
فَتَوَلَّىٰ عَنۡهُمۡ وَ قَالَ يَٰقَوۡمِ لَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُمۡ رِسَالَةَ رَبِّي وَ نَصَحۡتُ لَكُمۡ وَ لَٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّٰصِحِينَ﴿٧٩﴾
Fatawalla ʿanhum waqala ya qawmi laqad ablaghtukum risalata rabbee wanasahtu lakum walakin la tuhibboona alnnasiheena
Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasehat."
وَ لُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدࣲ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٨٠﴾
Walootan ith qala liqawmihi atatoona alfahishata ma sabaqakum biha min ahadin mina alʿalameena
Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).
إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةࣰ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمࣱ مُّسۡرِفُونَ﴿٨١﴾
Innakum latatoona alrrijala shahwatan min dooni alnnisai bal antum qawmun musrifoona
Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."
وَ مَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡ ۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسࣱ يَتَطَهَّرُونَ﴿٨٢﴾
Wama kana jawaba qawmihi illa an qaloo akhrijoohum min qaryatikum innahum onasun yatatahharoona
Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, "Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci."
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَ أَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ﴿٨٣﴾
Faanjaynahu waahlahu illa imraatahu kanat mina alghabireena
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal.
وَ أَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرࣰا ۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ﴿٨٤﴾
Waamtarna ʿalayhim mataran faonthur kayfa kana ʿaqibatu almujrimeena
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu.
وَ إِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبࣰا ۚ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥ ۖ قَدۡ جَآءَتۡكُم بَيِّنَةࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ ۖ فَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَ ٱلۡمِيزَانَ وَ لَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴿٨٥﴾
Waila madyana akhahum shuʿayban qala ya qawmi oʿbudoo Allaha ma lakum min ilahin ghayruhu qad jaatkum bayyinatun min rabbikum faawfoo alkayla waalmeezana wala tabkhasoo alnnasa ashyaahum wala tufsidoo fee alardi baʿda islahiha thalikum khayrun lakum in kuntum mumineena
Dan kepada penduduk Madyan, Kami (utus) Syu'aib, saudara mereka sendiri. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman."
وَ لَا تَقۡعُدُواْ بِكُلِّ صِرَٰطࣲ تُوعِدُونَ وَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِهِۦ وَ تَبۡغُونَهَا عِوَجࣰا ۚ وَ ٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ كُنتُمۡ قَلِيلࣰا فَكَثَّرَكُمۡ ۖ وَ ٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ﴿٨٦﴾
Wala taqʿudoo bikulli siratin tooʿidoona watasuddoona ʿan sabeeli Allahi man amana bihi watabghoonaha ʿiwajan waothkuroo ith kuntum qaleelan fakaththarakum waonthuroo kayfa kana ʿaqibatu almufsideena
Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَ إِن كَانَ طَآئِفَةࣱ مِّنكُمۡ ءَامَنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ وَ طَآئِفَةࣱ لَّمۡ يُؤۡمِنُواْ فَٱصۡبِرُواْ حَتَّىٰ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ بَيۡنَنَا ۚ وَ هُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ﴿٨٧﴾
Wain kana taifatun minkum amanoo biallathee orsiltu bihi wataifatun lam yuminoo faisbiroo hatta yahkuma Allahu baynana wahuwa khayru alhakimeena
Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah hakim yang terbaik.
قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ لَنُخۡرِجَنَّكَ يَٰشُعَيۡبُ وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَكَ مِن قَرۡيَتِنَآ أَوۡ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوۡ كُنَّا كَٰرِهِينَ﴿٨٨﴾
Qala almalao allatheena istakbaroo min qawmihi lanukhrijannaka ya shuʿaybu waallatheena amanoo maʿaka min qaryatina aw lataʿoodunna fee millatina qala awalaw kunna kariheena
Pemuka-pemuka yang meyombongkan diri dari kaum Syu'aib berkata, "Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali engkau kembali kepada agama kami."Syu'aib berkata. "Apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak suka?
قَدِ ٱفۡتَرَيۡنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنۡ عُدۡنَا فِي مِلَّتِكُم بَعۡدَ إِذۡ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنۡهَا ۚ وَ مَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيۡءٍ عِلۡمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا ۚ رَبَّنَا ٱفۡتَحۡ بَيۡنَنَا وَ بَيۡنَ قَوۡمِنَا بِٱلۡحَقِّ وَ أَنتَ خَيۡرُ ٱلۡفَٰتِحِينَ﴿٨٩﴾
Qadi iftarayna ʿala Allahi kathiban in ʿudna fee millatikum baʿda ith najjana Allahu minha wama yakoonu lana an naʿooda feeha illa an yashaa Allahu rabbuna wasiʿa rabbuna kulla shayin ʿilman ʿala Allahi tawakkalna rabbana iftah baynana wabayna qawmina bialhaqqi waanta khayru alfatiheena
Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah Pemberi keputusan terbaik."
وَ قَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعۡتُمۡ شُعَيۡبًا إِنَّكُمۡ إِذࣰا لَّخَٰسِرُونَ﴿٩٠﴾
Waqala almalao allatheena kafaroo min qawmihi laini ittabaʿtum shuʿayban innakum ithan lakhasiroona
Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu menjadi orang-orang yang rugi."
فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ فَأَصۡبَحُواْ فِي دَارِهِمۡ جَٰثِمِينَ﴿٩١﴾
Faakhathathumu alrrajfatu faasbahoo fee darihim jathimeena
Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,
ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيۡبࣰا كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَا ۚ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيۡبࣰا كَانُواْ هُمُ ٱلۡخَٰسِرِينَ﴿٩٢﴾
Allatheena kaththaboo shuʿayban kaan lam yaghnaw feeha allatheena kaththaboo shuʿayban kanoo humu alkhasireena
Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi.
فَتَوَلَّىٰ عَنۡهُمۡ وَ قَالَ يَٰقَوۡمِ لَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُمۡ رِسَٰلَٰتِ رَبِّي وَ نَصَحۡتُ لَكُمۡ ۖ فَكَيۡفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوۡمࣲ كَٰفِرِينَ﴿٩٣﴾
Fatawalla ʿanhum waqala ya qawmi laqad ablaghtukum risalati rabbee wanasahtu lakum fakayfa asa ʿala qawmin kafireena
Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?"
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَا فِي قَرۡيَةࣲ مِّن نَّبِيٍّ إِلَّآ أَخَذۡنَآ أَهۡلَهَا بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَ ٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمۡ يَضَّرَّعُونَ﴿٩٤﴾
Wama arsalna fee qaryatin min nabiyyin illa akhathna ahlaha bialbasai waalddarrai laʿallahum yaddarraʿoona
Dan Kami tidak mengutus seorang Nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan Nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri.
ثُمَّ بَدَّلۡنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلۡحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَواْ وَّ قَالُواْ قَدۡ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَ ٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةࣰ وَ هُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٩٥﴾
Thumma baddalna makana alssayyiati alhasanata hatta ʿafaw waqaloo qad massa abaana alddarrao waalssarrao faakhathnahum baghtatan wahum la yashʿuroona
Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, "Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan," maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari.
وَ لَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَ ٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتࣲ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ لَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ﴿٩٦﴾
Walaw anna ahla alqura amanoo waittaqaw lafatahna ʿalayhim barakatin mina alssamai waalardi walakin kaththaboo faakhathnahum bima kanoo yaksiboona
Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai apa yang telah mereka kerjakan.
أَفَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا بَيَٰتࣰا وَ هُمۡ نَآئِمُونَ﴿٩٧﴾
Afaamina ahlu alqura an yatiyahum basuna bayatan wahum naimoona
Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?
أَوَأَمِنَ أَهۡلُ ٱلۡقُرَىٰٓ أَن يَأۡتِيَهُم بَأۡسُنَا ضُحࣰى وَ هُمۡ يَلۡعَبُونَ﴿٩٨﴾
Awa amina ahlu alqura an yatiyahum basuna duhan wahum yalʿaboona
Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain?
أَفَأَمِنُواْ مَكۡرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأۡمَنُ مَكۡرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿٩٩﴾
Afaaminoo makra Allahi fala yamanu makra Allahi illa alqawmu alkhasiroona
Atau apakah mereka merasa aman dari siksaan Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada yang merasa aman dari siksaan Allah selain orang-orang yang rugi.
أَوَلَمۡ يَهۡدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ أَهۡلِهَآ أَن لَّوۡ نَشَآءُ أَصَبۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ ۚ وَ نَطۡبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ﴿١٠٠﴾
Awalam yahdi lillatheena yarithoona alarda min baʿdi ahliha an law nashao asabnahum bithunoobihim wanatbaʿu ʿala quloobihim fahum la yasmaʿoona
Atau apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya? Bahwa kalau Kami menghendaki pasti Kami siksa mereka karena dengan dosa-dosanya; dan Kami mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran).
تِلۡكَ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآئِهَا ۚ وَ لَقَدۡ جَآءَتۡهُمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ مِن قَبۡلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿١٠١﴾
Tilka alqura naqussu ʿalayka min anbaiha walaqad jaathum rusuluhum bialbayyinati fama kanoo liyuminoo bima kaththaboo min qablu kathalika yatbaʿu Allahu ʿala quloobi alkafireena
Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu. Rasul-rasul mereka benar-benar telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Tetapi mereka tidak beriman (juga) kepada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang kafir.
وَ مَا وَجَدۡنَا لِأَكۡثَرِهِم مِّنۡ عَهۡدࣲ ۖ وَ إِن وَجَدۡنَآ أَكۡثَرَهُمۡ لَفَٰسِقِينَ﴿١٠٢﴾
Wama wajadna liaktharihim min ʿahdin wain wajadna aktharahum lafasiqeena
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.
ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِم مُّوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَ مَلَإِيْهِۦ فَظَلَمُواْ بِهَا ۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُفۡسِدِينَ﴿١٠٣﴾
Thumma baʿathna min baʿdihim moosa biayatina ila firʿawna wamalaihi fathalamoo biha faonuthur kayfa kana ʿaqibatu almufsideena
Setelah mereka, kemudian Kami utus Musa dengan membawa bukti-bukti Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari bukti-bukti itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَ قَالَ مُوسَىٰ يَٰفِرۡعَوۡنُ إِنِّي رَسُولࣱ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٠٤﴾
Waqala moosa ya firʿawnu innee rasoolun min rabbi alʿalameena
Dan Musa berkata, "Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam,
حَقِيقٌ عَلَىٰٓ أَن لَّآ أَقُولَ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّ ۚ قَدۡ جِئۡتُكُم بِبَيِّنَةࣲ مِّن رَّبِّكُمۡ فَأَرۡسِلۡ مَعِيَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ﴿١٠٥﴾
Haqeequn ʿala an la aqoola ʿala Allahi illa alhaqqa qad jitukum bibayyinatin min rabbikum faarsil maʿiya banee israeela
aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang Allah. Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku."
قَالَ إِن كُنتَ جِئۡتَ بِـَٔايَةࣲ فَأۡتِ بِهَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴿١٠٦﴾
Qala in kunta jita biayatin fati biha in kunta mina alssadiqeena
Dia (Fir'aun) menjawab, "Jika benar engkau membawa sesuatu bukti, maka tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar."
فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانࣱ مُّبِينࣱ﴿١٠٧﴾
Faalqa ʿasahu faitha hiya thuʿbanun mubeenun
Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.
وَ نَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ﴿١٠٨﴾
Wanazaʿa yadahu faitha hiya baydao lilnnathireena
Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمࣱ﴿١٠٩﴾
Qala almalao min qawmi firʿawna inna hatha lasahirun ʿaleemun
Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, "Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,
يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُمۡ ۖ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ﴿١١٠﴾
Yureedu an yukhrijakum min ardikum famatha tamuroona
yang hendak mengusir kamu dari negerimu." (Fir'aun berkata), "Maka apa saran kamu?"
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَ أَخَاهُ وَ أَرۡسِلۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ﴿١١١﴾
Qaloo arjih waakhahu waarsil fee almadaini hashireena
(Pemuka-pemuka) itu menjawab, "Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),
يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمࣲ﴿١١٢﴾
Yatooka bikulli sahirin ʿaleemin
agar mereka membawa semua pesihir yang pandai kepadamu."
وَ جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرۡعَوۡنَ قَالُوٓاْ إِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ﴿١١٣﴾
Wajaa alssaharatu firʿawna qaloo inna lana laajran in kunna nahnu alghalibeena
Dan para pesihir datang kepada Fir'aun. Mereka berkata, "(Apakah) kami akan mendapat imbalan, jika kami menang?"
قَالَ نَعَمۡ وَ إِنَّكُمۡ لَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ﴿١١٤﴾
Qala naʿam wainnakum lamina almuqarrabeena
Dia (Fir'aun) menjawab, "Ya, bahkan kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)."
قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلۡقِيَ وَ إِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحۡنُ ٱلۡمُلۡقِينَ﴿١١٥﴾
Qaloo ya moosa imma an tulqiya waimma an nakoona nahnu almulqeena
Mereka (para pesihir) berkata, "Wahai Musa! Engkaukah yang akan melemparkan lebih dahulu, atau kami yang melemparkan?"
قَالَ أَلۡقُواْ ۖ فَلَمَّآ أَلۡقَوۡاْ سَحَرُوٓاْ أَعۡيُنَ ٱلنَّاسِ وَ ٱسۡتَرۡهَبُوهُمۡ وَ جَآءُو بِسِحۡرٍ عَظِيمࣲ﴿١١٦﴾
Qala alqoo falamma alqaw saharoo aʿyuna alnnasi waistarhaboohum wajaoo bisihrin ʿatheemin
Dia (Musa) menjawab, "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
وَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَلۡقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ﴿١١٧﴾
Waawhayna ila moosa an alqi ʿasaka faitha hiya talqafu ma yafikoona
Dan Kami wahyukan kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka.
فَوَقَعَ ٱلۡحَقُّ وَ بَطَلَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١١٨﴾
Fawaqaʿa alhaqqu wabatala ma kanoo yaʿmaloona
Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia.
فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَ ٱنقَلَبُواْ صَٰغِرِينَ﴿١١٩﴾
Faghuliboo hunalika wainqalaboo saghireena
Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.
وَ أُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ﴿١٢٠﴾
Waolqiya alssaharatu sajideena
Dan para pesihir itu serta merta menjatuhkan diri dengan bersujud,
قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٢١﴾
Qaloo amanna birabbi alʿalameena
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَ هَٰرُونَ﴿١٢٢﴾
Rabbi moosa waharoona
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."
قَالَ فِرۡعَوۡنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكۡرࣱ مَّكَرۡتُمُوهُ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لِتُخۡرِجُواْ مِنۡهَآ أَهۡلَهَا ۖ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ﴿١٢٣﴾
Qala firʿawnu amantum bihi qabla an athana lakum inna hatha lamakrun makartumoohu fee almadeenati litukhrijoo minha ahlaha fasawfa taʿlamoona
Fir'aun berkata, "Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).
لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَ أَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفࣲ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ﴿١٢٤﴾
Laoqatiʿanna aydiyakum waarjulakum min khilafin thumma laosallibannakum ajmaʿeena
Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua."
قَالُوٓاْ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ﴿١٢٥﴾
Qaloo inna ila rabbina munqaliboona
Mereka (para pesihir) menjawab, "Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
وَ مَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتۡنَا ۚ رَبَّنَآ أَفۡرِغۡ عَلَيۡنَا صَبۡرࣰا وَ تَوَفَّنَا مُسۡلِمِينَ﴿١٢٦﴾
Wama tanqimu minna illa an amanna biayati rabbina lamma jaatna rabbana afrigh ʿalayna sabran watawaffana muslimeena
dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."
وَ قَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِ فِرۡعَوۡنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَ قَوۡمَهُۥ لِيُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ يَذَرَكَ وَ ءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَ نَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡ وَ إِنَّا فَوۡقَهُمۡ قَٰهِرُونَ﴿١٢٧﴾
Waqala almalao min qawmi firʿawna atatharu moosa waqawmahu liyufsidoo fee alardi wayatharaka waalihataka qala sanuqattilu abnaahum wanastahyee nisaahum wainna fawqahum qahiroona
Dan para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, "Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?" (Fir'aun) menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱللَّهِ وَ ٱصۡبِرُوٓاْ ۖ إِنَّ ٱلۡأَرۡضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ ۖ وَ ٱلۡعَٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ﴿١٢٨﴾
Qala moosa liqawmihi istaʿeenoo biAllahi waisbiroo inna alarda lillahi yoorithuha man yashao min ʿibadihi waalʿaqibatu lilmuttaqeena
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
قَالُوٓاْ أُوذِينَا مِن قَبۡلِ أَن تَأۡتِيَنَا وَ مِنۢ بَعۡدِ مَا جِئۡتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمۡ أَن يُهۡلِكَ عَدُوَّكُمۡ وَ يَسۡتَخۡلِفَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ﴿١٢٩﴾
Qaloo ootheena min qabli an tatiyana wamin baʿdi ma jitana qala ʿasa rabbukum an yuhlika ʿaduwwakum wayastakhlifakum fee alardi fayanthura kayfa taʿmaloona
Mereka (kaum Musa) berkata, "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang." (Musa) menjawab, "Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu."
وَ لَقَدۡ أَخَذۡنَآ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ بِٱلسِّنِينَ وَ نَقۡصࣲ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ﴿١٣٠﴾
Walaqad akhathna ala firʿawna bialssineena wanaqsin mina alththamarati laʿallahum yaththakkaroona
Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir'aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.
فَإِذَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡحَسَنَةُ قَالُواْ لَنَا هَٰذِهِۦ ۖ وَ إِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةࣱ يَطَّيَّرُواْ بِمُوسَىٰ وَ مَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَٰٓئِرُهُمۡ عِندَ ٱللَّهِ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿١٣١﴾
Faitha jaathumu alhasanatu qaloo lana hathihi wain tusibhum sayyiatun yattayyaroo bimoosa waman maʿahu ala innama tairuhum ʿinda Allahi walakinna aktharahum la yaʿlamoona
Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah karena (usaha) kami." Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَ قَالُواْ مَهۡمَا تَأۡتِنَا بِهِۦ مِنۡ ءَايَةࣲ لِّتَسۡحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ﴿١٣٢﴾
Waqaloo mahma tatina bihi min ayatin litasharana biha fama nahnu laka bimumineena
Dan mereka berkata (kepada Musa), "Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu."
فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَ ٱلۡجَرَادَ وَ ٱلۡقُمَّلَ وَ ٱلضَّفَادِعَ وَ ٱلدَّمَ ءَايَٰتࣲ مُّفَصَّلَٰتࣲ فَٱسۡتَكۡبَرُواْ وَ كَانُواْ قَوۡمࣰا مُّجۡرِمِينَ﴿١٣٣﴾
Faarsalna ʿalayhimu alttoofana waaljarada waalqummala waalddafadiʿa waalddama ayatin mufassalatin faistakbaroo wakanoo qawman mujrimeena
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.
وَ لَمَّا وَقَعَ عَلَيۡهِمُ ٱلرِّجۡزُ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفۡتَ عَنَّا ٱلرِّجۡزَ لَنُؤۡمِنَنَّ لَكَ وَ لَنُرۡسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ﴿١٣٤﴾
Walamma waqaʿa ʿalayhimu alrrijzu qaloo ya moosa odʿu lana rabbaka bima ʿahida ʿindaka lain kashafta ʿanna alrrijza lanuminanna laka walanursilanna maʿaka banee israeela
Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, "Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu."
فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُمُ ٱلرِّجۡزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَٰلِغُوهُ إِذَا هُمۡ يَنكُثُونَ﴿١٣٥﴾
Falamma kashafna ʿanhumu alrrijza ila ajalin hum balighoohu itha hum yankuthoona
Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.
فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ فَأَغۡرَقۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ كَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ﴿١٣٦﴾
Faintaqamna minhum faaghraqnahum fee alyammi biannahum kaththaboo biayatina wakanoo ʿanha ghafileena
Maka Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.
وَ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡقَوۡمَ ٱلَّذِينَ كَانُواْ يُسۡتَضۡعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلۡأَرۡضِ وَ مَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَا ۖ وَ تَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلۡحُسۡنَىٰ عَلَىٰ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُواْ ۖ وَ دَمَّرۡنَا مَا كَانَ يَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَ قَوۡمُهُۥ وَ مَا كَانُواْ يَعۡرِشُونَ﴿١٣٧﴾
Waawrathna alqawma allatheena kanoo yustadʿafoona mashariqa alardi wamagharibaha allatee barakna feeha watammat kalimatu rabbika alhusna ʿala banee israeela bima sabaroo wadammarna ma kana yasnaʿu firʿawnu waqawmuhu wama kanoo yaʿrishoona
Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.
وَ جَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتَوۡاْ عَلَىٰ قَوۡمࣲ يَعۡكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصۡنَامࣲ لَّهُمۡ ۚ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱجۡعَل لَّنَآ إِلَٰهࣰا كَمَا لَهُمۡ ءَالِهَةࣱ ۚ قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمࣱ تَجۡهَلُونَ﴿١٣٨﴾
Wajawazna bibanee israeela albahra faataw ʿala qawmin yaʿkufoona ʿala asnamin lahum qaloo ya moosa ijʿal lana ilahan kama lahum alihatun qala innakum qawmun tajhaloona
Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani israil) berkata, "Wahai Musa! Buatlah untuk kami satu tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)." (Musa) menjawab, "Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh."
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرࣱ مَّا هُمۡ فِيهِ وَ بَٰطِلࣱ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٣٩﴾
Inna haolai mutabbarun ma hum feehi wabatilun ma kanoo yaʿmaloona
Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.
قَالَ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِيكُمۡ إِلَٰهࣰا وَ هُوَ فَضَّلَكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٤٠﴾
Qala aghayra Allahi abgheekum ilahan wahuwa faddalakum ʿala alʿalameena
Dia (Musa) berkata, "Pantaskah aku mencari tuhan untukmu selain Allah, padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).
وَ إِذۡ أَنجَيۡنَٰكُم مِّنۡ ءَالِ فِرۡعَوۡنَ يَسُومُونَكُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يُقَتِّلُونَ أَبۡنَآءَكُمۡ وَ يَسۡتَحۡيُونَ نِسَآءَكُمۡ ۚ وَ فِي ذَٰلِكُم بَلَآءࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ عَظِيمࣱ﴿١٤١﴾
Waith anjaynakum min ali firʿawna yasoomoonakum sooa alʿathabi yuqattiloona abnaakum wayastahyoona nisaakum wafee thalikum balaon min rabbikum ʿatheemun
Dan (ingatlah Wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang menyiksa kamu dengan siksaan yang sangat berat, mereka membunuh anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
وَ وَٰعَدۡنَا مُوسَىٰ ثَلَٰثِينَ لَيۡلَةࣰ وَ أَتۡمَمۡنَٰهَا بِعَشۡرࣲ فَتَمَّ مِيقَٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرۡبَعِينَ لَيۡلَةࣰ ۚ وَ قَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخۡلُفۡنِي فِي قَوۡمِي وَ أَصۡلِحۡ وَ لَا تَتَّبِعۡ سَبِيلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ﴿١٤٢﴾
Wawaʿadna moosa thalatheena laylatan waatmamnaha biʿashrin fatamma meeqatu rabbihi arbaʿeena laylatan waqala moosa liakheehi haroona okhlufnee fee qawmee waaslih wala tattabiʿ sabeela almufsideena
Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
وَ لَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَ كَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِيٓ أَنظُرۡ إِلَيۡكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِي وَ لَٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكࣰّا وَ خَرَّ مُوسَىٰ صَعِقࣰا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَ أَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ﴿١٤٣﴾
Walamma jaa moosa limeeqatina wakallamahu rabbuhu qala rabbi arinee anthur ilayka qala lan taranee walakini onthur ila aljabali faini istaqarra makanahu fasawfa taranee falamma tajalla rabbuhu liljabali jaʿalahu dakkan wakharra moosa saʿiqan falamma afaqa qala subhanaka tubtu ilayka waana awwalu almumineena
Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, " Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."
قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّي ٱصۡطَفَيۡتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِي وَ بِكَلَٰمِي فَخُذۡ مَآ ءَاتَيۡتُكَ وَ كُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ﴿١٤٤﴾
Qala ya moosa innee istafaytuka ʿala alnnasi birisalatee wabikalamee fakhuth ma ataytuka wakun mina alshshakireena
(Allah) berfirman, "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur."
وَ كَتَبۡنَا لَهُۥ فِي ٱلۡأَلۡوَاحِ مِن كُلِّ شَيۡءࣲ مَّوۡعِظَةࣰ وَ تَفۡصِيلࣰا لِّكُلِّ شَيۡءࣲ فَخُذۡهَا بِقُوَّةࣲ وَ أۡمُرۡ قَوۡمَكَ يَأۡخُذُواْ بِأَحۡسَنِهَا ۚ سَأُوْرِيكُمۡ دَارَ ٱلۡفَٰسِقِينَ﴿١٤٥﴾
Wakatabna lahu fee alalwahi min kulli shayin mawʿithatan watafseelan likulli shayin fakhuthha biquwwatin wamur qawmaka yakhuthoo biahsaniha saoreekum dara alfasiqeena
Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."
سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَ إِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةࣲ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا وَ إِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلࣰا وَ إِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلࣰا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ كَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ﴿١٤٦﴾
Saasrifu ʿan ayatiya allatheena yatakabbaroona fee alardi bighayri alhaqqi wain yaraw kulla ayatin la yuminoo biha wain yaraw sabeela alrrushdi la yattakhithoohu sabeelan wain yaraw sabeela alghayyi yattakhithoohu sabeelan thalika biannahum kaththaboo biayatina wakanoo ʿanha ghafileena
Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.
وَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ لِقَآءِ ٱلۡأٓخِرَةِ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ ۚ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٤٧﴾
Waallatheena kaththaboo biayatina waliqai alakhirati habitat aʿmaluhum hal yujzawna illa ma kanoo yaʿmaloona
Dan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan (mendustakan) adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Mereka diberi balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
وَ ٱتَّخَذَ قَوۡمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعۡدِهِۦ مِنۡ حُلِيِّهِمۡ عِجۡلࣰا جَسَدࣰا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمۡ وَ لَا يَهۡدِيهِمۡ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَ كَانُواْ ظَٰلِمِينَ﴿١٤٨﴾
Waittakhatha qawmu moosa min baʿdihi min huliyyihim ʿijlan jasadan lahu khuwarun alam yaraw annahu la yukallimuhum wala yahdeehim sabeelan ittakhathoohu wakanoo thalimeena
Dan kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai) mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.
وَ لَمَّا سُقِطَ فِيٓ أَيۡدِيهِمۡ وَ رَأَوۡاْ أَنَّهُمۡ قَدۡ ضَلُّواْ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ يَرۡحَمۡنَا رَبُّنَا وَ يَغۡفِرۡ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ﴿١٤٩﴾
Walamma suqita fee aydeehim waraaw annahum qad dalloo qaloo lain lam yarhamna rabbuna wayaghfir lana lanakoonanna mina alkhasireena
Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa telah sesat, mereka pun berkata, "Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi."
وَ لَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ غَضۡبَٰنَ أَسِفࣰا قَالَ بِئۡسَمَا خَلَفۡتُمُونِي مِنۢ بَعۡدِيٓ ۖ أَعَجِلۡتُمۡ أَمۡرَ رَبِّكُمۡ ۖ وَ أَلۡقَى ٱلۡأَلۡوَاحَ وَ أَخَذَ بِرَأۡسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيۡهِ ۚ قَالَ ٱبۡنَ أُمَّ إِنَّ ٱلۡقَوۡمَ ٱسۡتَضۡعَفُونِي وَ كَادُواْ يَقۡتُلُونَنِي فَلَا تُشۡمِتۡ بِيَ ٱلۡأَعۡدَآءَ وَ لَا تَجۡعَلۡنِي مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٥٠﴾
Walamma rajaʿa moosa ila qawmihi ghadbana asifan qala bisama khalaftumoonee min baʿdee aʿajiltum amra rabbikum waalqa alalwaha waakhatha birasi akheehi yajurruhu ilayhi qala ibna omma inna alqawma istadʿafoonee wakadoo yaqtuloonanee fala tushmit biya alaʿdaa wala tajʿalnee maʿa alqawmi alththalimeena
Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya, dengan marah dan sedih hati dia berkata, "Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?" Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala saudaranya (Harun) sambil menarik ke arahnya. (Harun) berkata, "Wahai anak ibuku! Kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyoraki melihat kemalanganku, dan janganlah engkau jadikan aku sebagai orang-orang yang zalim."
قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَ لِأَخِي وَ أَدۡخِلۡنَا فِي رَحۡمَتِكَ ۖ وَ أَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ﴿١٥١﴾
Qala rabbi ighfir lee waliakhee waadkhilna fee rahmatika waanta arhamu alrrahimeena
Dia (Musa) berdoa, "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang."
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ ٱلۡعِجۡلَ سَيَنَالُهُمۡ غَضَبࣱ مِّن رَّبِّهِمۡ وَ ذِلَّةࣱ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۚ وَ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُفۡتَرِينَ﴿١٥٢﴾
Inna allatheena ittakhathoo alʿijla sayanaluhum ghadabun min rabbihim wathillatun fee alhayati alddunya wakathalika najzee almuftareena
Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kelak akan menerima kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebohongan.
وَ ٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِهَا وَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٥٣﴾
Waallatheena ʿamiloo alssayyiati thumma taboo min baʿdiha waamanoo inna rabbaka min baʿdiha laghafoorun raheemun
Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ لَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلۡغَضَبُ أَخَذَ ٱلۡأَلۡوَاحَ ۖ وَ فِي نُسۡخَتِهَا هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣱ لِّلَّذِينَ هُمۡ لِرَبِّهِمۡ يَرۡهَبُونَ﴿١٥٤﴾
Walamma sakata ʿan moosa alghadabu akhatha alalwaha wafee nuskhatiha hudan warahmatun lillatheena hum lirabbihim yarhaboona
Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu, di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.
وَ ٱخۡتَارَ مُوسَىٰ قَوۡمَهُۥ سَبۡعِينَ رَجُلࣰا لِّمِيقَٰتِنَا ۖ فَلَمَّآ أَخَذَتۡهُمُ ٱلرَّجۡفَةُ قَالَ رَبِّ لَوۡ شِئۡتَ أَهۡلَكۡتَهُم مِّن قَبۡلُ وَ إِيَّٰيَ ۖ أَتُهۡلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ إِنۡ هِيَ إِلَّا فِتۡنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَ تَهۡدِي مَن تَشَآءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَ ٱرۡحَمۡنَا ۖ وَ أَنتَ خَيۡرُ ٱلۡغَٰفِرِينَ﴿١٥٥﴾
Waikhtara moosa qawmahu sabʿeena rajulan limeeqatina falamma akhathathumu alrrajfatu qala rabbi law shita ahlaktahum min qablu waiyyaya atuhlikuna bima faʿala alssufahao minna in hiya illa fitnatuka tudillu biha man tashao watahdee man tashao anta waliyyuna faighfir lana wairhamna waanta khayru alghafireena
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, "Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau binasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah Pemberi ampun yang terbaik."
وَ ٱكۡتُبۡ لَنَا فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣰ وَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِنَّا هُدۡنَآ إِلَيۡكَ ۚ قَالَ عَذَابِيٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنۡ أَشَآءُ ۖ وَ رَحۡمَتِي وَسِعَتۡ كُلَّ شَيۡءࣲ ۚ فَسَأَكۡتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَ يُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَ ٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِنَا يُؤۡمِنُونَ﴿١٥٦﴾
Waoktub lana fee hathihi alddunya hasanatan wafee alakhirati inna hudna ilayka qala ʿathabee oseebu bihi man ashao warahmatee wasiʿat kulla shayin fasaaktubuha lillatheena yattaqoona wayutoona alzzakata waallatheena hum biayatina yuminoona
Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِيَّ ٱلۡأُمِّيَّ ٱلَّذِي يَجِدُونَهُۥ مَكۡتُوبًا عِندَهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَ ٱلۡإِنجِيلِ يَأۡمُرُهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَ يَنۡهَىٰهُمۡ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَ يُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَ يُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَٰٓئِثَ وَ يَضَعُ عَنۡهُمۡ إِصۡرَهُمۡ وَ ٱلۡأَغۡلَٰلَ ٱلَّتِي كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِۦ وَ عَزَّرُوهُ وَ نَصَرُوهُ وَ ٱتَّبَعُواْ ٱلنُّورَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿١٥٧﴾
Allatheena yattabiʿoona alrrasoola alnnabiyya alommiyya allathee yajidoonahu maktooban ʿindahum fee alttawrati waalinjeeli yamuruhum bialmaʿroofi wayanhahum ʿani almunkari wayuhillu lahumu alttayyibati wayuharrimu ʿalayhimu alkhabaitha wayadaʿu ʿanhum israhum waalaghlala allatee kanat ʿalayhim faallatheena amanoo bihi waʿazzaroohu wanasaroohu waittabaʿoo alnnoora allathee onzila maʿahu olaika humu almuflihoona
(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Alquran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡ جَمِيعًا ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحۡيِۦ وَ يُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَ رَسُولِهِ ٱلنَّبِيِّ ٱلۡأُمِّيِّ ٱلَّذِي يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَ كَلِمَٰتِهِۦ وَ ٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ﴿١٥٨﴾
Qul ya ayyuha alnnasu innee rasoolu Allahi ilaykum jameeʿan allathee lahu mulku alssamawati waalardi la ilaha illa huwa yuhyee wayumeetu faaminoo biAllahi warasoolihi alnnabiyyi alommiyyi allathee yuminu biAllahi wakalimatihi waittabiʿoohu laʿallakum tahtadoona
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
وَ مِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةࣱ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَ بِهِۦ يَعۡدِلُونَ﴿١٥٩﴾
Wamin qawmi moosa ommatun yahdoona bialhaqqi wabihi yaʿdiloona
Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.
وَ قَطَّعۡنَٰهُمُ ٱثۡنَتَيۡ عَشۡرَةَ أَسۡبَاطًا أُمَمࣰا ۚ وَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ إِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰهُ قَوۡمُهُۥٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَ ۖ فَٱنۢبَجَسَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنࣰا ۖ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسࣲ مَّشۡرَبَهُمۡ ۚ وَ ظَلَّلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلۡغَمَٰمَ وَ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَنَّ وَ ٱلسَّلۡوَىٰ ۖ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ ۚ وَ مَا ظَلَمُونَا وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿١٦٠﴾
Waqattaʿnahumu ithnatay ʿashrata asbatan omaman waawhayna ila moosa ithi istasqahu qawmuhu ani idrib biʿasaka alhajara fainbajasat minhu ithnata ʿashrata ʿaynan qad ʿalima kullu onasin mashrabahum wathallalna ʿalayhimu alghamama waanzalna ʿalayhimu almanna waalssalwa kuloo min tayyibati ma razaqnakum wama thalamoona walakin kanoo anfusahum yathlimoona
Dan Kami membagi menjadi dua belas suku yang masing-masing berjumlah besar, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka mann dan salwa. (Kami berfirman), "Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu." Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri.
وَ إِذۡ قِيلَ لَهُمُ ٱسۡكُنُواْ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةَ وَ كُلُواْ مِنۡهَا حَيۡثُ شِئۡتُمۡ وَ قُولُواْ حِطَّةࣱ وَ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدࣰا نَّغۡفِرۡ لَكُمۡ خَطِيٓـَٰٔتِكُمۡ ۚ سَنَزِيدُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿١٦١﴾
Waith qeela lahumu oskunoo hathihi alqaryata wakuloo minha haythu shitum waqooloo hittatun waodkhuloo albaba sujjadan naghfir lakum khateeatikum sanazeedu almuhsineena
Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), "Diamlah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki." Dan katakanlah, "Bebaskanlah kami dari dosa kami, dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu." Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.
فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡهُمۡ قَوۡلًا غَيۡرَ ٱلَّذِي قِيلَ لَهُمۡ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِجۡزࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَظۡلِمُونَ﴿١٦٢﴾
Fabaddala allatheena thalamoo minhum qawlan ghayra allathee qeela lahum faarsalna ʿalayhim rijzan mina alssamai bima kanoo yathlimoona
Maka orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.
وَ سۡـَٔلۡهُمۡ عَنِ ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِي كَانَتۡ حَاضِرَةَ ٱلۡبَحۡرِ إِذۡ يَعۡدُونَ فِي ٱلسَّبۡتِ إِذۡ تَأۡتِيهِمۡ حِيتَانُهُمۡ يَوۡمَ سَبۡتِهِمۡ شُرَّعࣰا وَ يَوۡمَ لَا يَسۡبِتُونَ لَا تَأۡتِيهِمۡ ۚ كَذَٰلِكَ نَبۡلُوهُم بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ﴿١٦٣﴾
Waisalhum ʿani alqaryati allatee kanat hadirata albahri ith yaʿdoona fee alssabti ith tateehim heetanuhum yawma sabtihim shurraʿan wayawma la yasbitoona la tateehim kathalika nabloohum bima kanoo yafsuqoona
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, padahal pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik.
وَ إِذۡ قَالَتۡ أُمَّةࣱ مِّنۡهُمۡ لِمَ تَعِظُونَ قَوۡمًا ٱللَّهُ مُهۡلِكُهُمۡ أَوۡ مُعَذِّبُهُمۡ عَذَابࣰا شَدِيدࣰا ۖ قَالُواْ مَعۡذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ﴿١٦٤﴾
Waith qalat ommatun minhum lima taʿithoona qawman Allahu muhlikuhum aw muʿaththibuhum ʿathaban shadeedan qaloo maʿthiratan ila rabbikum walaʿallahum yattaqoona
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, "Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?" Mereka menjawab, "Agar Kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa."
فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦٓ أَنجَيۡنَا ٱلَّذِينَ يَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَ أَخَذۡنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابِۭ بَـِٔيسِۭ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ﴿١٦٥﴾
Falamma nasoo ma thukkiroo bihi anjayna allatheena yanhawna ʿani alssooi waakhathna allatheena thalamoo biʿathabin baeesin bima kanoo yafsuqoona
Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang yang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
فَلَمَّا عَتَوۡاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنۡهُ قُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ﴿١٦٦﴾
Falamma ʿataw ʿan ma nuhoo ʿanhu qulna lahum koonoo qiradatan khasieena
Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang. Kami katakan kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina."
وَ إِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبۡعَثَنَّ عَلَيۡهِمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَن يَسُومُهُمۡ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلۡعِقَابِ وَ إِنَّهُۥ لَغَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٦٧﴾
Waith taaththana rabbuka layabʿathanna ʿalayhim ila yawmi alqiyamati man yasoomuhum sooa alʿathabi inna rabbaka lasareeʿu alʿiqabi wainnahu laghafoorun raheemun
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sungguh, Dia akan mengirim orang-orang yang akan menimpakan azab yang seburuk-buruknya kepada mereka (orang Yahudi) sampai hari Kiamat. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ قَطَّعۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أُمَمࣰا ۖ مِّنۡهُمُ ٱلصَّٰلِحُونَ وَ مِنۡهُمۡ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَ بَلَوۡنَٰهُم بِٱلۡحَسَنَٰتِ وَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿١٦٨﴾
Waqattaʿnahum fee alardi omaman minhumu alssalihoona waminhum doona thalika wabalawnahum bialhasanati waalssayyiati laʿallahum yarjiʿoona
Dan Kami pecahkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; diantaranya ada orang-orang yang saleh dan ada yang tidak demikian. Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
فَخَلَفَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفࣱ وَرِثُواْ ٱلۡكِتَٰبَ يَأۡخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلۡأَدۡنَىٰ وَ يَقُولُونَ سَيُغۡفَرُ لَنَا وَ إِن يَأۡتِهِمۡ عَرَضࣱ مِّثۡلُهُۥ يَأۡخُذُوهُ ۚ أَلَمۡ يُؤۡخَذۡ عَلَيۡهِم مِّيثَٰقُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّ وَ دَرَسُواْ مَا فِيهِ ۗ وَ ٱلدَّارُ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرࣱ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ﴿١٦٩﴾
Fakhalafa min baʿdihim khalfun warithoo alkitaba yakhuthoona ʿarada hatha aladna wayaqooloona sayughfaru lana wain yatihim ʿaradun mithluhu yakhuthoohu alam yukhath ʿalayhim meethaqu alkitabi an la yaqooloo ʿala Allahi illa alhaqqa wadarasoo ma feehi waalddaru alakhiratu khayrun lillatheena yattaqoona afala taʿqiloona
Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata,"Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?
وَ ٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ وَ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ﴿١٧٠﴾
Waallatheena yumassikoona bialkitabi waaqamoo alssalata inna la nudeeʿu ajra almusliheena
Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.
وَ إِذۡ نَتَقۡنَا ٱلۡجَبَلَ فَوۡقَهُمۡ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةࣱ وَ ظَنُّوٓاْ أَنَّهُۥ وَاقِعُۢ بِهِمۡ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةࣲ وَ ٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ﴿١٧١﴾
Waith nataqna aljabala fawqahum kaannahu thullatun wathannoo annahu waqiʿun bihim khuthoo ma ataynakum biquwwatin waothkuroo ma feehi laʿallakum tattaqoona
Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka, seakan-akan (gunung) itu naungan awan dan mereka yakin bahwa (gunung) itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami firmankan kepada mereka), "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa."
وَ إِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ أَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ ۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآ ۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ﴿١٧٢﴾
Waith akhatha rabbuka min banee adama min thuhoorihim thurriyyatahum waashhadahum ʿala anfusihim alastu birabbikum qaloo bala shahidna an taqooloo yawma alqiyamati inna kunna ʿan hatha ghafileena
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), "Bukanlah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,"
أَوۡ تَقُولُوٓاْ إِنَّمَآ أَشۡرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ وَ كُنَّا ذُرِّيَّةࣰ مِّنۢ بَعۡدِهِمۡ ۖ أَفَتُهۡلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ﴿١٧٣﴾
Aw taqooloo innama ashraka abaona min qablu wakunna thurriyyatan min baʿdihim afatuhlikuna bima faʿala almubtiloona
atau agar kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami adalah keturunan yang (datang) setelah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang (dahulu) yang sesat?"
وَ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ وَ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿١٧٤﴾
Wakathalika nufassilu alayati walaʿallahum yarjiʿoona
Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
وَ ٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنۡهَا فَأَتۡبَعَهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ﴿١٧٥﴾
Waotlu ʿalayhim nabaa allathee ataynahu ayatina fainsalakha minha faatbaʿahu alshshaytanu fakana mina alghaweena
Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), lalu jadilah dia termasuk orang yang sesat.
وَ لَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا وَ لَٰكِنَّهُۥٓ أَخۡلَدَ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ وَ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقۡصُصِ ٱلۡقَصَصَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ﴿١٧٦﴾
Walaw shina larafaʿnahu biha walakinnahu akhlada ila alardi waittabaʿa hawahu famathaluhu kamathali alkalbi in tahmil ʿalayhi yalhath aw tatrukhu yalhath thalika mathalu alqawmi allatheena kaththaboo biayatina faoqsusi alqasasa laʿallahum yatafakkaroona
Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
سَآءَ مَثَلًا ٱلۡقَوۡمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَ أَنفُسَهُمۡ كَانُواْ يَظۡلِمُونَ﴿١٧٧﴾
Saa mathalan alqawmu allatheena kaththaboo biayatina waanfusahum kanoo yathlimoona
Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri.
مَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلۡمُهۡتَدِي ۖ وَ مَن يُضۡلِلۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿١٧٨﴾
Man yahdi Allahu fahuwa almuhtadee waman yudlil faolaika humu alkhasiroona
Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi.
وَ لَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرࣰا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَ ٱلۡإِنسِ ۖ لَهُمۡ قُلُوبࣱ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا وَ لَهُمۡ أَعۡيُنࣱ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا وَ لَهُمۡ ءَاذَانࣱ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ﴿١٧٩﴾
Walaqad tharana lijahannama katheeran mina aljinni waalinsi lahum quloobun la yafqahoona biha walahum aʿyunun la yubsiroona biha walahum athanun la yasmaʿoona biha olaika kaalanʿami bal hum adallu olaika humu alghafiloona
Dan Sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.
وَ لِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَا ۖ وَ ذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِيٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٨٠﴾
Walillahi alasmao alhusna faodʿoohu biha watharoo allatheena yulhidoona fee asmaihi sayujzawna ma kanoo yaʿmaloona
Dan Allah memiliki Asmāul Ḥusnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmāul Ḥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
وَ مِمَّنۡ خَلَقۡنَآ أُمَّةࣱ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَ بِهِۦ يَعۡدِلُونَ﴿١٨١﴾
Wamimman khalaqna ommatun yahdoona bialhaqqi wabihi yaʿdiloona
Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.
وَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ﴿١٨٢﴾
Waallatheena kaththaboo biayatina sanastadrijuhum min haythu la yaʿlamoona
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
وَ أُمۡلِي لَهُمۡ ۚ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ﴿١٨٣﴾
Waomlee lahum inna kaydee mateenun
Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرࣱ مُّبِينٌ﴿١٨٤﴾
Awalam yatafakkaroo ma bisahibihim min jinnatin in huwa illa natheerun mubeenun
Dan apakah mereka tidak merenungkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak gila. Dia (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.
أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءࣲ وَ أَنۡ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقۡتَرَبَ أَجَلُهُمۡ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ﴿١٨٥﴾
Awalam yanthuroo fee malakooti alssamawati waalardi wama khalaqa Allahu min shayin waan ʿasa an yakoona qadi iqtaraba ajaluhum fabiayyi hadeethin baʿdahu yuminoona
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala apa yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya waktu (kebinasaan) mereka? Lalu berita mana lagi setelah ini yang mereka percayai?
مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِيَ لَهُۥ ۚ وَ يَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ﴿١٨٦﴾
Man yudlili Allahu fala hadiya lahu wayatharuhum fee tughyanihim yaʿmahoona
Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak ada yang mampu memberi petunjuk. Allah membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatan.
يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَا ۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ لَا تَأۡتِيكُمۡ إِلَّا بَغۡتَةࣰ ۗ يَسۡـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنۡهَا ۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿١٨٧﴾
Yasaloonaka ʿani alssaʿati ayyana mursaha qul innama ʿilmuha ʿinda rabbee la yujalleeha liwaqtiha illa huwa thaqulat fee alssamawati waalardi la tateekum illa baghtatan yasaloonaka kaannaka hafiyyun ʿanha qul innama ʿilmuha ʿinda Allahi walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعࣰا وَ لَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَ لَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَ مَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرࣱ وَ بَشِيرࣱ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿١٨٨﴾
Qul la amliku linafsee nafʿan wala darran illa ma shaa Allahu walaw kuntu aʿlamu alghayba laistakthartu mina alkhayri wama massaniya alssooo in ana illa natheerun wabasheerun liqawmin yuminoona
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."
هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَٰحِدَةࣲ وَ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا لِيَسۡكُنَ إِلَيۡهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتۡ حَمۡلًا خَفِيفࣰا فَمَرَّتۡ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثۡقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحࣰا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ﴿١٨٩﴾
Huwa allathee khalaqakum min nafsin wahidatin wajaʿala minha zawjaha liyaskuna ilayha falamma taghashshaha hamalat hamlan khafeefan famarrat bihi falamma athqalat daʿawa Allaha rabbahuma lain ataytana salihan lanakoonanna mina alshshakireena
Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."
فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحࣰا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿١٩٠﴾
Falamma atahuma salihan jaʿala lahu shurakaa feema atahuma fataʿala Allahu ʿamma yushrikoona
Maka setelah Dia memberi kepada keduanya seorang anak yang saleh, mereka menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
أَيُشۡرِكُونَ مَا لَا يَخۡلُقُ شَيۡـࣰٔا وَ هُمۡ يُخۡلَقُونَ﴿١٩١﴾
Ayushrikoona ma la yakhluqu shayan wahum yukhlaqoona
Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.
وَ لَا يَسۡتَطِيعُونَ لَهُمۡ نَصۡرࣰا وَ لَآ أَنفُسَهُمۡ يَنصُرُونَ﴿١٩٢﴾
Wala yastateeʿoona lahum nasran wala anfusahum yansuroona
Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.
وَ إِن تَدۡعُوهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمۡ ۚ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡ أَدَعَوۡتُمُوهُمۡ أَمۡ أَنتُمۡ صَٰمِتُونَ﴿١٩٣﴾
Wain tadʿoohum ila alhuda la yattabiʿookum sawaon ʿalaykum adaʿawtumoohum am antum samitoona
Dan jika kamu (Wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمۡثَالُكُمۡ ۖ فَٱدۡعُوهُمۡ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿١٩٤﴾
Inna allatheena tadʿoona min dooni Allahi ʿibadun amthalukum faodʿoohum falyastajeeboo lakum in kuntum sadiqeena
Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.
أَلَهُمۡ أَرۡجُلࣱ يَمۡشُونَ بِهَآ ۖ أَمۡ لَهُمۡ أَيۡدࣲ يَبۡطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمۡ لَهُمۡ أَعۡيُنࣱ يُبۡصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمۡ لَهُمۡ ءَاذَانࣱ يَسۡمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ﴿١٩٥﴾
Alahum arjulun yamshoona biha am lahum aydin yabtishoona biha am lahum aʿyunun yubsiroona biha am lahum athanun yasmaʿoona biha quli odʿoo shurakaakum thumma keedooni fala tunthirooni
Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras, atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad) "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.
إِنَّ وَلِـِّۧيَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَ ۖ وَ هُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ﴿١٩٦﴾
Inna waliyyiya Allahu allathee nazzala alkitaba wahuwa yatawalla alssaliheena
Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Alquran). Dia melindungi orang-orang saleh.
وَ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَكُمۡ وَ لَآ أَنفُسَهُمۡ يَنصُرُونَ﴿١٩٧﴾
Waallatheena tadʿoona min doonihi la yastateeʿoona nasrakum wala anfusahum yansuroona
Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."
وَ إِن تَدۡعُوهُمۡ إِلَى ٱلۡهُدَىٰ لَا يَسۡمَعُواْ ۖ وَ تَرَىٰهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ وَ هُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ﴿١٩٨﴾
Wain tadʿoohum ila alhuda la yasmaʿoo watarahum yanthuroona ilayka wahum la yubsiroona
Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.
خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَ أۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَ أَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَٰهِلِينَ﴿١٩٩﴾
Khuthi alʿafwa wamur bialʿurfi waaʿrid ʿani aljahileena
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.
وَ إِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغࣱ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ﴿٢٠٠﴾
Waimma yanzaghannaka mina alshshaytani nazghun faistaʿith biAllahi innahu sameeʿun ʿaleemun
Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ إِذَا مَسَّهُمۡ طَٰٓئِفࣱ مِّنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبۡصِرُونَ﴿٢٠١﴾
Inna allatheena ittaqaw itha massahum taifun mina alshshaytani tathakkaroo faitha hum mubsiroona
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).
وَ إِخۡوَٰنُهُمۡ يَمُدُّونَهُمۡ فِي ٱلۡغَيِّ ثُمَّ لَا يُقۡصِرُونَ﴿٢٠٢﴾
Waikhwanuhum yamuddoonahum fee alghayyi thumma la yuqsiroona
Dan teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).
وَ إِذَا لَمۡ تَأۡتِهِم بِـَٔايَةࣲ قَالُواْ لَوۡلَا ٱجۡتَبَيۡتَهَا ۚ قُلۡ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ مِن رَّبِّي ۚ هَٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمۡ وَ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣱ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٢٠٣﴾
Waitha lam tatihim biayatin qaloo lawla ijtabaytaha qul innama attabiʿu ma yooha ilayya min rabbee hatha basairu min rabbikum wahudan warahmatun liqawmin yuminoona
Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. (Alquran) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."
وَ إِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَ أَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ﴿٢٠٤﴾
Waitha quria alquranu faistamiʿoo lahu waansitoo laʿallakum turhamoona
Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."
وَ ٱذۡكُر رَّبَّكَ فِي نَفۡسِكَ تَضَرُّعࣰا وَ خِيفَةࣰ وَ دُونَ ٱلۡجَهۡرِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ بِٱلۡغُدُوِّ وَ ٱلۡأٓصَالِ وَ لَا تَكُن مِّنَ ٱلۡغَٰفِلِينَ﴿٢٠٥﴾
Waothkur rabbaka fee nafsika tadarruʿan wakheefatan wadoona aljahri mina alqawli bialghuduwwi waalasali wala takun mina alghafileena
Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.
إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِهِۦ وَ يُسَبِّحُونَهُۥ وَ لَهُۥ يَسۡجُدُونَۤ ۩﴿٢٠٦﴾
Inna allatheena ʿinda rabbika la yastakbiroona ʿan ʿibadatihi wayusabbihoonahu walahu yasjudoona
Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Al-A'raf berjumlah 206 ayat, termasuk surat Makkiyyah, diturunkan sebelum surat Al-An'am, dan termasuk golongan surat "Assab'uththiwaal" (tujuh surat yang panjang). Dinamakan "Al-A'raf" karena perkataan Al-A'raf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A'raf, tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka. Mereka itulah orang-orang yang antara kebaikan dan kejahatan mereka sama banyaknya.
Pokok-Pokok Isi:
1. Keimanan:
Mentauhidkan Allah dalam berdoa dan beribadah; hanya Allah yang mengatur dan menjaga alam; menciptakan undang-undang dan hukum-hukum untuk mengatur kehidupan manusia di dunia dan di akhirat; Allah bersemayam di 'Arsy; bantahan terhadap kepalsuan syirik; ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia; Musa berbicara dengan Allah; tentang melihat Allah; perintah beribadah sambil menundukkan diri kepada Allah; Allah memiliki al-asmaaul husnaa (nama-nama yang indah).
2. Hukum-hukum:
Larangan mengikuti perbuatan dan adat istiadat yang buruk; kewajiban mengikuti Allah dan rasul, perintah berhias ketika hendak shalat; bantahan terhadap orang yang mengharamkan perhiasan yang dianugerahkan Allah; perintah memakan makanan yang halal lagi baik dan larangan memakan yang sebaliknya.
3. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Adam a.s. dengan Iblis; kisah Nabi Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Syu'aib a.s. dengan kaumnya; kisah Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun.
4. Lain-lain:
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi terakhir dan perintah mengikutinya; Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia; adab orang mukmin, adab mendengar bacaan Al-Qur'an dan berzikir; rasul bertanggung jawab menyampaikan seruan Allah; balasan terhadap orang-orang yang mengikuti dan mengingkari rasul; dakwah rasul-rasul yang pertama ialah mentauhidkan Allah; tentang ashhaabul A'raaf yang berada di antara surga dan neraka; Allah pencipta makhluk; manusia adalah makhluk terbaik yang diciptakan Allah serta memiliki kesediaan untuk berbuat baik dan berbuat buruk; permusuhan setan terhadap manusia; manusia khalifah Allah di bumi; kehancuran suatu kaum karena perbuatan mereka sendiri; setiap bangsa memiliki masa jaya dan masa kehancuran; Allah memberikan cobaan kepada manusia dengan kekayaan dan kemiskinan; istidraj azab Allah terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya.
Surat Al-A'raf dimulai dengan pengutaraan tentang kewajiban manusia mengikuti rasul dan akibat mengingkarinya. Selanjutnya, diterangkan tentang perselisihan antara Nabi Adam dan Iblis di surga yang merupakan permulaan perselisihan antara golongan yang taat kepada perintah Allah dan golongan yang mengingkari sebagaimana yang terjadi pada nabi-nabi terdahulu dengan umat-umatnya. Kemudian surat ini ditutup dengan penjelasan tentang adab-adab orang mukmin, adab-adab mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an, dan tata cara berdoa dan berzikir kepada-Nya.
Hubungan Antara Surat Al-A'Raf Dengan Surat Al-Anfal:
1. Akhir surat Al-A'raf mengemukakan keadaan beberapa orang rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad dalam menghadapi kaumnya, sedang permulaan surat Al-Anfal menerangkan keadaan Nabi Muhammad dalam menghadapi umatnya.
2. Permusuhan antara Adam dan Iblis di surga dilanjutkan dengan permusuhan antara manusia yang menerima petunjuk dari Allah dengan yang tidak menerimanya. Ini diterangkan dalam surat Al-A'raf. Hal yang serupa diterangkan lebih jelas dalam surat Al-Anfal; pertentangan kedua golongan itu serta tingkah laku mereka dalam perang Badar. Surat Al-A'raf termasuk surat yang banyak persesuaiannya dengan surat-surat yang lain, seperti: Al-Baqarah, Ali 'Imran, At-Taubah, danYunus.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex