Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat Al-Ahqaf

سورة الأحقاف

Surat Al-Ahqaf

Bukit-Bukit Pasir

Surat ke-4635 ayatMakkiyahJuz 26

Surat Al-Ahqaf (Bukit-Bukit Pasir) adalah surat ke-46 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 35 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 46:1Baca di mushaf ↗

    حمٓ﴿١﴾

    Hameem

    Ḥā Mīm.

  2. 46:2Baca di mushaf ↗

    تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ﴿٢﴾

    Tanzeelu alkitabi mina Allahi alʿazeezi alhakeemi

    Kitab ini diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  3. 46:3Baca di mushaf ↗

    مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ مَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى ۚ وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَمَّآ أُنذِرُواْ مُعۡرِضُونَ﴿٣﴾

    Ma khalaqna alssamawati waalarda wama baynahuma illa bialhaqqi waajalin musamman waallatheena kafaroo ʿamma onthiroo muʿridoona

    Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.

  4. 46:4Baca di mushaf ↗

    قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُواْ مِنَ ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ لَهُمۡ شِرۡكࣱ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ ۖ ٱئۡتُونِي بِكِتَٰبࣲ مِّن قَبۡلِ هَٰذَآ أَوۡ أَثَٰرَةࣲ مِّنۡ عِلۡمٍ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٤﴾

    Qul araaytum ma tadʿoona min dooni Allahi aroonee matha khalaqoo mina alardi am lahum shirkun fee alssamawati eetoonee bikitabin min qabli hatha aw atharatin min ʿilmin in kuntum sadiqeena

    Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah (kepadaku) tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepadaku kitab sebelum (Alquran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu orang yang benar."

  5. 46:5Baca di mushaf ↗

    وَ مَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَ هُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ﴿٥﴾

    Waman adallu mimman yadʿoo min dooni Allahi man la yastajeebu lahu ila yawmi alqiyamati wahum ʿan duʿaihim ghafiloona

    Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah, (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

  6. 46:6Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا حُشِرَ ٱلنَّاسُ كَانُواْ لَهُمۡ أَعۡدَآءࣰ وَ كَانُواْ بِعِبَادَتِهِمۡ كَٰفِرِينَ﴿٦﴾

    Waitha hushira alnnasu kanoo lahum aʿdaan wakanoo biʿibadatihim kafireena

    Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari Kiamat), sesembahan itu menjadi musuh mereka, dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang mereka lakukan kepadanya.

  7. 46:7Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتࣲ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ هَٰذَا سِحۡرࣱ مُّبِينٌ﴿٧﴾

    Waitha tutla ʿalayhim ayatuna bayyinatin qala allatheena kafaroo lilhaqqi lamma jaahum hatha sihrun mubeenun

    Dan apabila dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas kepada mereka, orang-orang yang kafir berkata, ketika kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini adalah sihir yang nyata."

  8. 46:8Baca di mushaf ↗

    أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُ ۖ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَلَا تَمۡلِكُونَ لِي مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا ۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَا تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ كَفَىٰ بِهِۦ شَهِيدَۢا بَيۡنِي وَ بَيۡنَكُمۡ ۖ وَ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ﴿٨﴾

    Am yaqooloona iftarahu qul ini iftaraytuhu fala tamlikoona lee mina Allahi shayan huwa aʿlamu bima tufeedoona feehi kafa bihi shaheedan baynee wabaynakum wahuwa alghafooru alrraheemu

    Bahkan mereka berkata, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Alquran)." Katakanlah, "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari (azab) Allah. Dia lebih tahu apa yang kamu percakapkan tentang Alquran ini. Cukuplah Dia menjadi saksi antara aku dengan kamu. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."

  9. 46:9Baca di mushaf ↗

    قُلۡ مَا كُنتُ بِدۡعࣰا مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَ مَآ أَدۡرِي مَا يُفۡعَلُ بِي وَ لَا بِكُمۡ ۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّ وَ مَآ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرࣱ مُّبِينࣱ﴿٩﴾

    Qul ma kuntu bidʿan mina alrrusuli wama adree ma yufʿalu bee wala bikum in attabiʿu illa ma yooha ilayya wama ana illa natheerun mubeenun

    Katakanlah (Muhammad), "Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara rasul-rasul, dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan."

  10. 46:10Baca di mushaf ↗

    قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كَانَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَ كَفَرۡتُم بِهِۦ وَ شَهِدَ شَاهِدࣱ مِّنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ مِثۡلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٠﴾

    Qul araaytum in kana min ʿindi Allahi wakafartum bihi washahida shahidun min banee israeela ʿala mithlihi faamana waistakbartum inna Allaha la yahdee alqawma alththalimeena

    Katakanlah, "Terangkan kepadaku, bagaimana pendapatmu jika sebenarnya (Alquran) ini datang dari Allah, dan kamu mengingkarinya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Alquran lalu dia beriman; kamu menyombongkan diri. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

  11. 46:11Baca di mushaf ↗

    وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡ كَانَ خَيۡرࣰا مَّا سَبَقُونَآ إِلَيۡهِ ۚ وَ إِذۡ لَمۡ يَهۡتَدُواْ بِهِۦ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَآ إِفۡكࣱ قَدِيمࣱ﴿١١﴾

    Waqala allatheena kafaroo lillatheena amanoo law kana khayran ma sabaqoona ilayhi waith lam yahtadoo bihi fasayaqooloona hatha ifkun qadeemun

    Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Sekiranya Alquran itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya. Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya, maka mereka akan berkata, "Ini adalah dusta yang lama."

  12. 46:12Baca di mushaf ↗

    وَ مِن قَبۡلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامࣰا وَ رَحۡمَةࣰ ۚ وَ هَٰذَا كِتَٰبࣱ مُّصَدِّقࣱ لِّسَانًا عَرَبِيࣰّا لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَ بُشۡرَىٰ لِلۡمُحۡسِنِينَ﴿١٢﴾

    Wamin qablihi kitabu moosa imaman warahmatan wahatha kitabun musaddiqun lisanan ʿarabiyyan liyunthira allatheena thalamoo wabushra lilmuhsineena

    Dan sebelum (Alquran) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Alquran) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

  13. 46:13Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿١٣﴾

    Inna allatheena qaloo rabbuna Allahu thumma istaqamoo fala khawfun ʿalayhim wala hum yahzanoona

    Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istikamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.

  14. 46:14Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٤﴾

    Olaika ashabu aljannati khalideena feeha jazaan bima kanoo yaʿmaloona

    Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

  15. 46:15Baca di mushaf ↗

    وَ وَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًا ۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهࣰا وَ وَضَعَتۡهُ كُرۡهࣰا ۖ وَ حَمۡلُهُۥ وَ فِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَ بَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةࣰ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَ عَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَ أَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحࣰا تَرۡضَىٰهُ وَ أَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓ ۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَ إِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ﴿١٥﴾

    Wawassayna alinsana biwalidayhi ihsanan hamalathu ommuhu kurhan wawadaʿathu kurhan wahamluhu wafisaluhu thalathoona shahran hatta itha balagha ashuddahu wabalagha arbaʿeena sanatan qala rabbi awziʿnee an ashkura niʿmataka allatee anʿamta ʿalayya waʿala walidayya waan aʿmala salihan tardahu waaslih lee fee thurriyyatee innee tubtu ilayka wainnee mina almuslimeena

    Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang muslim."

  16. 46:16Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنۡهُمۡ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ وَ نَتَجَاوَزُ عَن سَيِّـَٔاتِهِمۡ فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلۡجَنَّةِ ۖ وَعۡدَ ٱلصِّدۡقِ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ﴿١٦﴾

    Olaika allatheena nataqabbalu ʿanhum ahsana ma ʿamiloo wanatajawazu ʿan sayyiatihim fee ashabi aljannati waʿda alssidqi allathee kanoo yooʿadoona

    Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan, dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu adalah janji benar yang telah dijanjikan kepada mereka.

  17. 46:17Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ أُفࣲّ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ وَ قَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي وَ هُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣱّ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ﴿١٧﴾

    Waallathee qala liwalidayhi offin lakuma ataʿidaninee an okhraja waqad khalati alquroonu min qablee wahuma yastagheethani Allaha waylaka amin inna waʿda Allahi haqqun fayaqoolu ma hatha illa asateeru alawwaleena

    Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah." Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu? Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), "Celaka kamu, berimanlah! Sungguh, janji Allah itu benar." Lalu dia (anak itu) berkata, "Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu."

  18. 46:18Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلُ فِيٓ أُمَمࣲ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَ ٱلۡإِنسِ ۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ خَٰسِرِينَ﴿١٨﴾

    Olaika allatheena haqqa ʿalayhimu alqawlu fee umamin qad khalat min qablihim mina aljinni waalinsi innahum kanoo khasireena

    Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi.

  19. 46:19Baca di mushaf ↗

    وَ لِكُلࣲّ دَرَجَٰتࣱ مِّمَّا عَمِلُواْ ۖ وَ لِيُوَفِّيَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ وَ هُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴿١٩﴾

    Walikullin darajatun mimma ʿamiloo waliyuwaffiyahum aʿmalahum wahum la yuthlamoona

    Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka, dan mereka tidak dirugikan.

  20. 46:20Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ يُعۡرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَلَى ٱلنَّارِ أَذۡهَبۡتُمۡ طَيِّبَٰتِكُمۡ فِي حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنۡيَا وَ ٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِهَا فَٱلۡيَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ عَذَابَ ٱلۡهُونِ بِمَا كُنتُمۡ تَسۡتَكۡبِرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ وَ بِمَا كُنتُمۡ تَفۡسُقُونَ﴿٢٠﴾

    Wayawma yuʿradu allatheena kafaroo ʿala alnnari athhabtum tayyibatikum fee hayatikumu alddunya waistamtaʿtum biha faalyawma tujzawna ʿathaba alhooni bima kuntum tastakbiroona fee alardi bighayri alhaqqi wabima kuntum tafsuqoona

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), "Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu, dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran, dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah)."

  21. 46:21Baca di mushaf ↗

    وَ ٱذۡكُرۡ أَخَا عَادٍ إِذۡ أَنذَرَ قَوۡمَهُۥ بِٱلۡأَحۡقَافِ وَ قَدۡ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَ مِنۡ خَلۡفِهِۦٓ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمࣲ﴿٢١﴾

    Waothkur akha ʿadin ith anthara qawmahu bialahqafi waqad khalati alnnuthuru min bayni yadayhi wamin khalfihi alla taʿbudoo illa Allaha innee akhafu ʿalaykum ʿathaba yawmin ʿatheemin

    Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Ād, yaitu ketika dia mengingatkan kaumnya tentang bukit-bukit pasir, dan sesungguhnya telah berlalu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan setelahnya (dengan berkata), "Janganlah kamu menyembah selain Allah, aku sungguh khawatir nanti kamu ditimpa azab pada hari yang besar."

  22. 46:22Baca di mushaf ↗

    قَالُوٓاْ أَجِئۡتَنَا لِتَأۡفِكَنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴿٢٢﴾

    Qaloo ajitana litafikana ʿan alihatina fatina bima taʿiduna in kunta mina alssadiqeena

    Mereka menjawab, "Apakah engkau datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah engkau ancamkan kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar."

  23. 46:23Baca di mushaf ↗

    قَالَ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَ أُبَلِّغُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ وَ لَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمࣰا تَجۡهَلُونَ﴿٢٣﴾

    Qala innama alʿilmu ʿinda Allahi waoballighukum ma orsiltu bihi walakinnee arakum qawman tajhaloona

    Dia (Hud) berkata, "Sesungguhnya ilmu (tentang itu) hanya pada Allah, dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang diwahyukan kepadaku, tetapi aku melihat kamu adalah kaum yang berlaku bodoh."

  24. 46:24Baca di mushaf ↗

    فَلَمَّا رَأَوۡهُ عَارِضࣰا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِيَتِهِمۡ قَالُواْ هَٰذَا عَارِضࣱ مُّمۡطِرُنَا ۚ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦ ۖ رِيحࣱ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٢٤﴾

    Falamma raawhu ʿaridan mustaqbila awdiyatihim qaloo hatha ʿaridun mumtiruna bal huwa ma istaʿjaltum bihi reehun feeha ʿathabun aleemun

    Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,

  25. 46:25Baca di mushaf ↗

    تُدَمِّرُ كُلَّ شَيۡءِۭ بِأَمۡرِ رَبِّهَا فَأَصۡبَحُواْ لَا يُرَىٰٓ إِلَّا مَسَٰكِنُهُمۡ ۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ﴿٢٥﴾

    Tudammiru kulla shayin biamri rabbiha faasbahoo la yura illa masakinuhum kathalika najzee alqawma almujrimeena

    yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, sehingga mereka (kaum 'Ād) menjadi tidak tampak lagi (di bumi) kecuali hanya (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.

  26. 46:26Baca di mushaf ↗

    وَ لَقَدۡ مَكَّنَّٰهُمۡ فِيمَآ إِن مَّكَّنَّٰكُمۡ فِيهِ وَ جَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعࣰا وَ أَبۡصَٰرࣰا وَ أَفۡـِٔدَةࣰ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَ لَآ أَبۡصَٰرُهُمۡ وَ لَآ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَيۡءٍ إِذۡ كَانُواْ يَجۡحَدُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ حَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿٢٦﴾

    Walaqad makkannahum feema in makkannakum feehi wajaʿalna lahum samʿan waabsaran waafidatan fama aghna ʿanhum samʿuhum wala absaruhum wala afidatuhum min shayin ith kanoo yajhadoona biayati Allahi wahaqa bihim ma kanoo bihi yastahzioona

    Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka perolok-olokkan telah mengepung mereka.

  27. 46:27Baca di mushaf ↗

    وَ لَقَدۡ أَهۡلَكۡنَا مَا حَوۡلَكُم مِّنَ ٱلۡقُرَىٰ وَ صَرَّفۡنَا ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ﴿٢٧﴾

    Walaqad ahlakna ma hawlakum mina alqura wasarrafna alayati laʿallahum yarjiʿoona

    Dan sungguh, telah Kami binasakan negeri-negeri di sekitarmu, dan juga telah Kami jelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami), agar mereka kembali (bertobat).

  28. 46:28Baca di mushaf ↗

    فَلَوۡلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرۡبَانًا ءَالِهَةَۢ ۖ بَلۡ ضَلُّواْ عَنۡهُمۡ ۚ وَ ذَٰلِكَ إِفۡكُهُمۡ وَ مَا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿٢٨﴾

    Falawla nasarahumu allatheena ittakhathoo min dooni Allahi qurbanan alihatan bal dalloo ʿanhum wathalika ifkuhum wama kanoo yaftaroona

    Maka mengapa (berhala-berhala dan tuhan-tuhan) yang mereka sembah selain Allah untuk mendekatkan diri (kepada-Nya) tidak dapat menolong mereka? Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka; dan itulah akibat kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan.

  29. 46:29Baca di mushaf ↗

    وَ إِذۡ صَرَفۡنَآ إِلَيۡكَ نَفَرࣰا مِّنَ ٱلۡجِنِّ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوٓاْ أَنصِتُواْ ۖ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوۡاْ إِلَىٰ قَوۡمِهِم مُّنذِرِينَ﴿٢٩﴾

    Waith sarafna ilayka nafaran mina aljinni yastamiʿoona alqurana falamma hadaroohu qaloo ansitoo falamma qudiya wallaw ila qawmihim munthireena

    Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Alquran, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, "Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya)" Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.

  30. 46:30Baca di mushaf ↗

    قَالُواْ يَٰقَوۡمَنَآ إِنَّا سَمِعۡنَا كِتَٰبًا أُنزِلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰ مُصَدِّقࣰا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلۡحَقِّ وَ إِلَىٰ طَرِيقࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٣٠﴾

    Qaloo ya qawmana inna samiʿna kitaban onzila min baʿdi moosa musaddiqan lima bayna yadayhi yahdee ila alhaqqi waila tareeqin mustaqeemin

    Mereka berkata, "Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Alquran) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran, dan kepada jalan yang lurus.

  31. 46:31Baca di mushaf ↗

    يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ وَ ءَامِنُواْ بِهِۦ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَ يُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمࣲ﴿٣١﴾

    Ya qawmana ajeeboo daʿiya Allahi waaminoo bihi yaghfir lakum min thunoobikum wayujirkum min ʿathabin aleemin

    Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang (Muhammad) yang menyeru kepada Allah. Dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu, dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

  32. 46:32Baca di mushaf ↗

    وَ مَن لَّا يُجِبۡ دَاعِيَ ٱللَّهِ فَلَيۡسَ بِمُعۡجِزࣲ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَيۡسَ لَهُۥ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءُ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينٍ﴿٣٢﴾

    Waman la yujib daʿiya Allahi falaysa bimuʿjizin fee alardi walaysa lahu min doonihi awliyaa olaika fee dalalin mubeenin

    Dan barangsiapa tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah (Muhammad) maka dia tidak akan dapat melepaskan diri dari siksaan Allah di bumi, padahal tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata."

  33. 46:33Baca di mushaf ↗

    أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ لَمۡ يَعۡيَ بِخَلۡقِهِنَّ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ ۚ بَلَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٣٣﴾

    Awalam yaraw anna Allaha allathee khalaqa alssamawati waalarda walam yaʿya bikhalqihinna biqadirin ʿala an yuhyiya almawta bala innahu ʿala kulli shayin qadeerun

    Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi, dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, dan Dia kuasa menghidupkan yang mati? Begitulah, sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

  34. 46:34Baca di mushaf ↗

    وَ يَوۡمَ يُعۡرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ عَلَى ٱلنَّارِ أَلَيۡسَ هَٰذَا بِٱلۡحَقِّ ۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَ رَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ﴿٣٤﴾

    Wayawma yuʿradu allatheena kafaroo ʿala alnnari alaysa hatha bialhaqqi qaloo bala warabbina qala fathooqoo alʿathaba bima kuntum takfuroona

    Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang yang kafir dihadapkan kepada neraka, (mereka akan ditanya), "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab, "Ya benar, demi Tuhan kami." Allah berfirman, "Maka rasakanlah azab ini, karena dahulu kamu mengingkarinya."

  35. 46:35Baca di mushaf ↗

    فَٱصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ أُوْلُواْ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَ لَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡ ۚ كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةࣰ مِّن نَّهَارِۭ ۚ بَلَٰغࣱ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ﴿٣٥﴾

    Faisbir kama sabara oloo alʿazmi mina alrrusuli wala tastaʿjil lahum kaannahum yawma yarawna ma yooʿadoona lam yalbathoo illa saʿatan min naharin balaghun fahal yuhlaku illa alqawmu alfasiqoona

    Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah tinggal (di dunia) hanya sesaat saja dari siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan, kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat Al-Ahqaf terdiri dari 35 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Jatsiyah.

Dinamai "Al-Ahqaf" (bukit-bukit pasir) dari kata "Al-Ahqaf" yang terdapat pada ayat ke-21 surat ini. Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat setelahnya diterangkan bahwa Nabi Huud telah menyampaikan risalah kepada kaumnya di bukit pasir "Al-Ahqaf" yang sekarang dikenal dengan nama Ar-Rub'ul Khali, tetapi mereka tetap ingkar meski telah diberi peringatan oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Maka, Allah membinasakan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dibinasakan bila tidak mengindahkan seruan Rasul.

**Pokok-Pokok Isi:**

1. **Keimanan:**

Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat; orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab; risalah Nabi Muhammad tidak hanya terbatas pada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

2. **Hukum-hukum:**

Perintah kepada manusia agar patuh dan memuliakan kedua orang tua, mengerjakan apa yang diridhai Allah terkait keduanya dan larangan menyakiti mereka berdua.

3. **Kisah-kisah:**

Kisah Nabi Huud dan kaumnya.

4. **Lain-lain:**

Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi akan rugi di akhirat; orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Surat Al-Ahqaf menerangkan tentang diturunkannya Al-Qur'an dari Allah dan berimannya segolongan jin kepada Nabi Muhammad, keimanan, kebatilan syirik, pernyataan bahwa risalah Muhammad adalah dari Allah, perintah Allah agar menghormati dan mendoakan kedua orang tua, dan memperingatkan kaum musyrikin tentang azab yang telah ditimpakan kepada kaum Hud. Surat ini ditutup dengan nasihat keharusan bersabar bagi Nabi Muhammad.

**Hubungan Surat Al-Ahqaf Dengan Surat Muhammad:**

Hubungan surat Al-Ahqaf dengan surat Muhammad ialah pada akhir surat Al-Ahqaf Allah mengancam orang-orang kafir dengan kebinasaan sedangkan pada permulaan surat Muhammad disebutkan bahwa Allah membinasakan semua amal orang kafir dan Allah memerintahkan Nabi Muhammad memerangi mereka.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat Al-JasiyahSurat berikutnya →Surat Muhammad

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026