سورة محمد
Surat Muhammad
Nabi Muhammad
Surat Muhammad (Nabi Muhammad) adalah surat ke-47 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 38 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ صَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ أَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿١﴾
Allatheena kafaroo wasaddoo ʿan sabeeli Allahi adalla aʿmalahum
Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka.
وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَ ءَامَنُواْ بِمَا نُزِّلَ عَلَىٰ مُحَمَّدࣲ وَ هُوَ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡ كَفَّرَ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَ أَصۡلَحَ بَالَهُمۡ﴿٢﴾
Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati waamanoo bima nuzzila ʿala muhammadin wahuwa alhaqqu min rabbihim kaffara ʿanhum sayyiatihim waaslaha balahum
Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad, dan itulah kebenaran dari Tuhan mereka; Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan memperbaiki keadaan mereka.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱتَّبَعُواْ ٱلۡبَٰطِلَ وَ أَنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبَعُواْ ٱلۡحَقَّ مِن رَّبِّهِمۡ ۚ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ أَمۡثَٰلَهُمۡ﴿٣﴾
Thalika bianna allatheena kafaroo ittabaʿoo albatila waanna allatheena amanoo ittabaʿoo alhaqqa min rabbihim kathalika yadribu Allahu lilnnasi amthalahum
Yang demikian itu, karena sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil (sesat), dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia.
فَإِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَضَرۡبَ ٱلرِّقَابِ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَثۡخَنتُمُوهُمۡ فَشُدُّواْ ٱلۡوَثَاقَ فَإِمَّا مَنَّۢا بَعۡدُ وَ إِمَّا فِدَآءً حَتَّىٰ تَضَعَ ٱلۡحَرۡبُ أَوۡزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ ۖ وَ لَوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَٱنتَصَرَ مِنۡهُمۡ وَ لَٰكِن لِّيَبۡلُوَاْ بَعۡضَكُم بِبَعۡضࣲ ۗ وَ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿٤﴾
Faitha laqeetumu allatheena kafaroo fadarba alrriqabi hatta itha athkhantumoohum fashuddoo alwathaqa faimma mannan baʿdu waimma fidaan hatta tadaʿa alharbu awzaraha thalika walaw yashao Allahu laintasara minhum walakin liyabluwa baʿdakum bibaʿdin waallatheena qutiloo fee sabeeli Allahi falan yudilla aʿmalahum
Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), maka pukullah batang leher mereka. Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan, sampai perang selesai. Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
سَيَهۡدِيهِمۡ وَ يُصۡلِحُ بَالَهُمۡ﴿٥﴾
Sayahdeehim wayuslihu balahum
Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka,
وَ يُدۡخِلُهُمُ ٱلۡجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمۡ﴿٦﴾
Wayudkhiluhumu aljannata ʿarrafaha lahum
dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَ يُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ﴿٧﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo in tansuroo Allaha yansurkum wayuthabbit aqdamakum
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَتَعۡسࣰا لَّهُمۡ وَ أَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿٨﴾
Waallatheena kafaroo fataʿsan lahum waadalla aʿmalahum
Dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan Allah menghapus segala amalnya.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَرِهُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿٩﴾
Thalika biannahum karihoo ma anzala Allahu faahbata aʿmalahum
Yang demikian itu karena mereka membenci apa (Alquran) yang diturunkan Allah, maka Allah menghapus segala amal mereka.
أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۖ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ۖ وَ لِلۡكَٰفِرِينَ أَمۡثَٰلُهَا﴿١٠﴾
Afalam yaseeroo fee alardi fayanthuroo kayfa kana ʿaqibatu allatheena min qablihim dammara Allahu ʿalayhim walilkafireena amthaluha
Maka apakah mereka tidak pernah mengadakan perjalanan di bumi, sehingga dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Allah telah membinasakan mereka, dan bagi orang-orang kafir akan menerima (nasib) yang serupa.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ أَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ﴿١١﴾
Thalika bianna Allaha mawla allatheena amanoo waanna alkafireena la mawla lahum
Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman; sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka.
إِنَّ ٱللَّهَ يُدۡخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۖ وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَتَمَتَّعُونَ وَ يَأۡكُلُونَ كَمَا تَأۡكُلُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ وَ ٱلنَّارُ مَثۡوࣰى لَّهُمۡ﴿١٢﴾
Inna Allaha yudkhilu allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati jannatin tajree min tahtiha alanharu waallatheena kafaroo yatamattaʿoona wayakuloona kama takulu alanʿamu waalnnaru mathwan lahum
Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia), dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka.
وَ كَأَيِّن مِّن قَرۡيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةࣰ مِّن قَرۡيَتِكَ ٱلَّتِيٓ أَخۡرَجَتۡكَ أَهۡلَكۡنَٰهُمۡ فَلَا نَاصِرَ لَهُمۡ﴿١٣﴾
Wakaayyin min qaryatin hiya ashaddu quwwatan min qaryatika allatee akhrajatka ahlaknahum fala nasira lahum
Dan betapa banyak negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang pun yang menolong mereka.
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةࣲ مِّن رَّبِّهِۦ كَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَ ٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُم﴿١٤﴾
Afaman kana ʿala bayyinatin min rabbihi kaman zuyyina lahu sooo ʿamalihi waittabaʿoo ahwaahum
Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya dan mengikuti keinginannya?
مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنۡهَٰرࣱ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنࣲ وَ أَنۡهَٰرࣱ مِّن لَّبَنࣲ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَ أَنۡهَٰرࣱ مِّنۡ خَمۡرࣲ لَّذَّةࣲ لِّلشَّٰرِبِينَ وَ أَنۡهَٰرࣱ مِّنۡ عَسَلࣲ مُّصَفࣰّى ۖ وَ لَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَ مَغۡفِرَةࣱ مِّن رَّبِّهِمۡ ۖ كَمَنۡ هُوَ خَٰلِدࣱ فِي ٱلنَّارِ وَ سُقُواْ مَآءً حَمِيمࣰا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ﴿١٥﴾
Mathalu aljannati allatee wuʿida almuttaqoona feeha anharun min main ghayri asinin waanharun min labanin lam yataghayyar taʿmuhu waanharun min khamrin laththatin lilshsharibeena waanharun min ʿasalin musaffan walahum feeha min kulli alththamarati wamaghfiratun min rabbihim kaman huwa khalidun fee alnnari wasuqoo maan hameeman faqattaʿa amʿaahum
Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?
وَ مِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُ إِلَيۡكَ حَتَّىٰٓ إِذَا خَرَجُواْ مِنۡ عِندِكَ قَالُواْ لِلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَ ٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡ﴿١٦﴾
Waminhum man yastamiʿu ilayka hatta itha kharajoo min ʿindika qaloo lillatheena ootoo alʿilma matha qala anifan olaika allatheena tabaʿa Allahu ʿala quloobihim waittabaʿoo ahwaahum
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci hatinya oleh Allah, dan mengikuti keinginannya.
وَ ٱلَّذِينَ ٱهۡتَدَوۡاْ زَادَهُمۡ هُدࣰى وَ ءَاتَىٰهُمۡ تَقۡوَىٰهُمۡ﴿١٧﴾
Waallatheena ihtadaw zadahum hudan waatahum taqwahum
Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan pada mereka.
فَهَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأۡتِيَهُم بَغۡتَةࣰ ۖ فَقَدۡ جَآءَ أَشۡرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمۡ إِذَا جَآءَتۡهُمۡ ذِكۡرَىٰهُمۡ﴿١٨﴾
Fahal yanthuroona illa alssaʿata an tatiyahum baghtatan faqad jaa ashratuha faanna lahum itha jaathum thikrahum
Maka apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu, apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?
فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَ ٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَ لِلۡمُؤۡمِنِينَ وَ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ۗ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَ مَثۡوَىٰكُمۡ﴿١٩﴾
Faiʿlam annahu la ilaha illa Allahu waistaghfir lithanbika walilmumineena waalmuminati waAllahu yaʿlamu mutaqallabakum wamathwakum
Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.
وَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَوۡلَا نُزِّلَتۡ سُورَةࣱ ۖ فَإِذَآ أُنزِلَتۡ سُورَةࣱ مُّحۡكَمَةࣱ وَ ذُكِرَ فِيهَا ٱلۡقِتَالُ رَأَيۡتَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضࣱ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ نَظَرَ ٱلۡمَغۡشِيِّ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِ ۖ فَأَوۡلَىٰ لَهُمۡ﴿٢٠﴾
Wayaqoolu allatheena amanoo lawla nuzzilat sooratun faitha onzilat sooratun muhkamatun wathukira feeha alqitalu raayta allatheena fee quloobihim maradun yanthuroona ilayka nathara almaghshiyyi ʿalayhi mina almawti faawla lahum
Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?" Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya terdapat (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.
طَاعَةࣱ وَ قَوۡلࣱ مَّعۡرُوفࣱ ۚ فَإِذَا عَزَمَ ٱلۡأَمۡرُ فَلَوۡ صَدَقُواْ ٱللَّهَ لَكَانَ خَيۡرࣰا لَّهُمۡ﴿٢١﴾
Taʿatun waqawlun maʿroofun faitha ʿazama alamru falaw sadaqoo Allaha lakana khayran lahum
(Yang lebih baik bagi mereka adalah) taat (kepada Allah) dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila perintah (perang) ditetapkan (mereka tidak menyukainya). Padahal jika mereka benar-benar (beriman) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.
فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ تُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ﴿٢٢﴾
Fahal ʿasaytum in tawallaytum an tufsidoo fee alardi watuqattiʿoo arhamakum
Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, lalu kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَ أَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ﴿٢٣﴾
Olaika allatheena laʿanahumu Allahu faasammahum waaʿma absarahum
Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah; lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ﴿٢٤﴾
Afala yatadabbaroona alqurana am ʿala quloobin aqfaluha
Maka tidakkah mereka menghayati Alquran, ataukah hati mereka sudah terkunci?
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱرۡتَدُّواْ عَلَىٰٓ أَدۡبَٰرِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡهُدَى ٱلشَّيۡطَٰنُ سَوَّلَ لَهُمۡ وَ أَمۡلَىٰ لَهُمۡ﴿٢٥﴾
Inna allatheena irtaddoo ʿala adbarihim min baʿdi ma tabayyana lahumu alhuda alshshaytanu sawwala lahum waamla lahum
Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُواْ لِلَّذِينَ كَرِهُواْ مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ سَنُطِيعُكُمۡ فِي بَعۡضِ ٱلۡأَمۡرِ ۖ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ إِسۡرَارَهُمۡ﴿٢٦﴾
Thalika biannahum qaloo lillatheena karihoo ma nazzala Allahu sanuteeʿukum fee baʿdi alamri waAllahu yaʿlamu israrahum
Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka telah mengatakan kepada orang-orang (Yahudi) yang tidak senang kepada apa yang diturunkan Allah, "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan," tetapi Allah mengetahui rahasia mereka.
فَكَيۡفَ إِذَا تَوَفَّتۡهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَضۡرِبُونَ وُجُوهَهُمۡ وَ أَدۡبَٰرَهُمۡ﴿٢٧﴾
Fakayfa itha tawaffathumu almalaikatu yadriboona wujoohahum waadbarahum
Maka bagaimana (nasib mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka, memukul wajah dan punggung mereka?
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱتَّبَعُواْ مَآ أَسۡخَطَ ٱللَّهَ وَ كَرِهُواْ رِضۡوَٰنَهُۥ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿٢٨﴾
Thalika biannahumu ittabaʿoo ma askhata Allaha wakarihoo ridwanahu faahbata aʿmalahum
Yang demikian itu, karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan membenci (apa yang menimbulkan) keridaan-Nya; sebab itu Allah menghapus segala amal mereka.
أَمۡ حَسِبَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخۡرِجَ ٱللَّهُ أَضۡغَٰنَهُمۡ﴿٢٩﴾
Am hasiba allatheena fee quloobihim maradun an lan yukhrija Allahu adghanahum
Atau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
وَ لَوۡ نَشَآءُ لَأَرَيۡنَٰكَهُمۡ فَلَعَرَفۡتَهُم بِسِيمَٰهُمۡ ۚ وَ لَتَعۡرِفَنَّهُمۡ فِي لَحۡنِ ٱلۡقَوۡلِ ۚ وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ أَعۡمَٰلَكُمۡ﴿٣٠﴾
Walaw nashao laaraynakahum falaʿaraftahum biseemahum walataʿrifannahum fee lahni alqawli waAllahu yaʿlamu aʿmalakum
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami perlihatkan mereka kepadamu (Muhammad) sehingga engkau benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan engkau benar-benar akan mengenal mereka dari nada bicaranya, dan Allah mengetahui segala perbuatan kamu.
وَ لَنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَ ٱلصَّٰبِرِينَ وَ نَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ﴿٣١﴾
Walanabluwannakum hatta naʿlama almujahideena minkum waalssabireena wanabluwa akhbarakum
Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ صَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ شَآقُّواْ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡهُدَىٰ لَن يَضُرُّواْ ٱللَّهَ شَيۡـࣰٔا وَ سَيُحۡبِطُ أَعۡمَٰلَهُمۡ﴿٣٢﴾
Inna allatheena kafaroo wasaddoo ʿan sabeeli Allahi washaqqoo alrrasoola min baʿdi ma tabayyana lahumu alhuda lan yaduroo Allaha shayan wasayuhbitu aʿmalahum
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah ada petunjuk yang jelas bagi mereka, mereka tidak akan dapat memberi mudarat (bahaya) kepada Allah sedikit pun. Dan kelak Allah akan menghapus segala amal mereka.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَ أَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَ لَا تُبۡطِلُوٓاْ أَعۡمَٰلَكُمۡ﴿٣٣﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo ateeʿoo Allaha waateeʿoo alrrasoola wala tubtiloo aʿmalakum
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu!
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ صَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُواْ وَ هُمۡ كُفَّارࣱ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ﴿٣٤﴾
Inna allatheena kafaroo wasaddoo ʿan sabeeli Allahi thumma matoo wahum kuffarun falan yaghfira Allahu lahum
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan mengampuni mereka.
فَلَا تَهِنُواْ وَ تَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَ أَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَ ٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَ لَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ﴿٣٥﴾
Fala tahinoo watadʿoo ila alssalmi waantumu alaʿlawna waAllahu maʿakum walan yatirakum aʿmalakum
Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai, karena kamulah yang lebih unggul, dan Allah (pun) bersama kamu, dan Dia tidak akan mengurangi segala amalmu.
إِنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبࣱ وَ لَهۡوࣱ ۚ وَ إِن تُؤۡمِنُواْ وَ تَتَّقُواْ يُؤۡتِكُمۡ أُجُورَكُمۡ وَ لَا يَسۡـَٔلۡكُمۡ أَمۡوَٰلَكُمۡ﴿٣٦﴾
Innama alhayatu alddunya laʿibun walahwun wain tuminoo watattaqoo yutikum ojoorakum wala yasalkum amwalakum
Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu, dan Dia tidak akan meminta hartamu.
إِن يَسۡـَٔلۡكُمُوهَا فَيُحۡفِكُمۡ تَبۡخَلُواْ وَ يُخۡرِجۡ أَضۡغَٰنَكُمۡ﴿٣٧﴾
In yasalkumooha fayuhfikum tabkhaloo wayukhrij adghanakum
Sekiranya Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (agar memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir, dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.
هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُ ۖ وَ مَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦ ۚ وَ ٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ ۚ وَ إِن تَتَوَلَّوۡاْ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم﴿٣٨﴾
Haantum haolai tudʿawna litunfiqoo fee sabeeli Allahi faminkum man yabkhalu waman yabkhal fainnama yabkhalu ʿan nafsihi waAllahu alghaniyyu waantumu alfuqarao wain tatawallaw yastabdil qawman ghayrakum thumma la yakoonoo amthalakum
Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah lah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Muhammad terdiri dari 38 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Hadid.
Surat ini diberi nama "Muhammad" diambil dari kata "Muhammad" yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Pada ayat 1, 2 dan 3 surat ini Allah membandingkan hasil yang diperoleh orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan hasil yang diperoleh orang yang tidak percaya kepadanya. Orang yang percaya kepada apa yang dibawa Muhammad maka termasuk orang yang beriman dan mengikuti jejak kebenaran; semua amalnya diterima dan semua kesalahannya diampuni oleh Allah. Adapun orang yang tidak percaya kepada Muhammad maka termasuk orang yang mengikuti kebatilan; amalnya tidak diterima dan kesalahannya tidak diampuni, dan kepadanya dijanjikan azab di dunia dan di akhirat.
Surat ini juga dinamai dengan "Al-Qital" (peperangan), karena sebagian besar surat ini mengutarakan tentang peperangan dan pokok-pokok hukumnya, serta bagaimana seharusnya sikap orang-orang mukmin terhadap orang-orang kafir.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Orang yang mati syahid akan masuk surga; balasan-balasan yang disediakan di akhirat bagi orang-orang yang takwa dan orang-orang yang durhaka; keesaan Allah.
2. **Hukum-hukum:**
Menumpas musuh pada permulaan peperangan (sebelum ada tanda-tanda kemenangan), menawan musuh jika sudah ada tanda-tanda kemenangan, membebaskan tawanan dengan menerima tebusan atau tidak, larangan mengajak damai apabila kemenangan telah nyata.
3. **Lain-lain:**
Allah selalu memberi cobaan kepada orang-orang mukmin untuk mengetahui siapa yang berjihad dan sabar; kehidupan dunia adalah permainan belaka, iman dan takwa yang bisa menghasilkan pahala; Allah akan menolong orang yang menolong agama-Nya.
Surat Muhammad menerangkan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin di dunia dan akhirat serta menyatakan perbedaan keadaan dan hasil yang mereka peroleh. Surat ini juga menerangkan tentang hukum perang dan cara orang-orang mukmin menghadapi orang-orang kafir.
**Hubungan Surat Muhammad Dengan Surat Al-Fath:**
1. Pada kedua surat ini terdapat keterangan mengenai orang-orang mukmin yang ikhlas dan orang-orang musyrik dan munafik.
2. Pada surat Muhammad terdapat perintah agar memohon ampunan kepada Allah sedangkan pada surat Al-Fath disebutkan janji Allah bahwa orang-orang mukmin yang beramal saleh akan mendapat ampunan dan pahala yang banyak dari Allah.
3. Pada surat Muhammad diperintahkan supaya Nabi Muhammad memerangi musuh-musuh Allah, sedangkan dalam surat Al-Fath dinyatakan bahwa Allah akan memberikan kebahagiaan kepada Nabi Muhammad.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex