سورة الزمر
Surat Az-Zumar
Rombongan-Rombongan
Surat Az-Zumar (Rombongan-Rombongan) adalah surat ke-39 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 75 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ﴿١﴾
Tanzeelu alkitabi mina Allahi alʿazeezi alhakeemi
Kitab (Alquran) ini diturunkan oleh Allah Yang Mahamulia, Mahabijaksana.
إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّينَ﴿٢﴾
Inna anzalna ilayka alkitaba bialhaqqi faoʿbudi Allaha mukhlisan lahu alddeena
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.
أَلَا لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلۡخَالِصُ ۚ وَ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوۡلِيَآءَ مَا نَعۡبُدُهُمۡ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلۡفَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ فِي مَا هُمۡ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ كَٰذِبࣱ كَفَّارࣱ﴿٣﴾
Ala lillahi alddeenu alkhalisu waallatheena ittakhathoo min doonihi awliyaa ma naʿbuduhum illa liyuqarriboona ila Allahi zulfa inna Allaha yahkumu baynahum fee ma hum feehi yakhtalifoona inna Allaha la yahdee man huwa kathibun kaffarun
Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya." Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.
لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدࣰا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ سُبۡحَٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ﴿٤﴾
Law arada Allahu an yattakhitha waladan laistafa mimma yakhluqu ma yashao subhanahu huwa Allahu alwahidu alqahharu
Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ ٱلَّيۡلَ عَلَى ٱلنَّهَارِ وَ يُكَوِّرُ ٱلنَّهَارَ عَلَى ٱلَّيۡلِ ۖ وَ سَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَ ٱلۡقَمَرَ ۖ كُلࣱّ يَجۡرِي لِأَجَلࣲ مُّسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفَّٰرُ﴿٥﴾
Khalaqa alssamawati waalarda bialhaqqi yukawwiru allayla ʿala alnnahari wayukawwiru alnnahara ʿala allayli wasakhkhara alshshamsa waalqamara kullun yajree liajalin musamman ala huwa alʿazeezu alghaffaru
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.
خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَٰحِدَةࣲ ثُمَّ جَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَ أَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ ثَمَٰنِيَةَ أَزۡوَٰجࣲ ۚ يَخۡلُقُكُمۡ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ خَلۡقࣰا مِّنۢ بَعۡدِ خَلۡقࣲ فِي ظُلُمَٰتࣲ ثَلَٰثࣲ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصۡرَفُونَ﴿٦﴾
Khalaqakum min nafsin wahidatin thumma jaʿala minha zawjaha waanzala lakum mina alanʿami thamaniyata azwajin yakhluqukum fee butooni ommahatikum khalqan min baʿdi khalqin fee thulumatin thalathin thalikumu Allahu rabbukum lahu almulku la ilaha illa huwa faanna tusrafoona
Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?
إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمۡ ۖ وَ لَا يَرۡضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلۡكُفۡرَ ۖ وَ إِن تَشۡكُرُواْ يَرۡضَهُ لَكُمۡ ۗ وَ لَا تَزِرُ وَازِرَةࣱ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرۡجِعُكُمۡ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ﴿٧﴾
In takfuroo fainna Allaha ghaniyyun ʿankum wala yarda liʿibadihi alkufra wain tashkuroo yardahu lakum wala taziru waziratun wizra okhra thumma ila rabbikum marjiʿukum fayunabbiokum bima kuntum taʿmaloona innahu ʿaleemun bithati alssudoori
Jika kamu kafir (ketahuilah) maka sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu dan Dia tidak meridai kekafiran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada(mu).
وَ إِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرࣱّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيۡهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعۡمَةࣰ مِّنۡهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدۡعُوٓاْ إِلَيۡهِ مِن قَبۡلُ وَ جَعَلَ لِلَّهِ أَندَادࣰا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ قُلۡ تَمَتَّعۡ بِكُفۡرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ﴿٨﴾
Waitha massa alinsana durrun daʿa rabbahu muneeban ilayhi thumma itha khawwalahu niʿmatan minhu nasiya ma kana yadʿoo ilayhi min qablu wajaʿala lillahi andadan liyudilla ʿan sabeelihi qul tamattaʿ bikufrika qaleelan innaka min ashabi alnnari
Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka."
أَمَّنۡ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدࣰا وَ قَآئِمࣰا يَحۡذَرُ ٱلۡأٓخِرَةَ وَ يَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ﴿٩﴾
Amman huwa qanitun anaa allayli sajidan waqaiman yahtharu alakhirata wayarjoo rahmata rabbihi qul hal yastawee allatheena yaʿlamoona waallatheena la yaʿlamoona innama yatathakkaru oloo alalbabi
(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.
قُلۡ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡ ۚ لِلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣱ ۗ وَ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابࣲ﴿١٠﴾
Qul ya ʿibadi allatheena amanoo ittaqoo rabbakum lillatheena ahsanoo fee hathihi alddunya hasanatun waardu Allahi wasiʿatun innama yuwaffa alssabiroona ajrahum bighayri hisabin
Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصࣰا لَّهُ ٱلدِّينَ﴿١١﴾
Qul innee omirtu an aʿbuda Allaha mukhlisan lahu alddeena
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
وَ أُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ﴿١٢﴾
Waomirtu lian akoona awwala almuslimeena
Dan aku diperintahkan agar menjadi orang yang pertama-tama berserah diri."
قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمࣲ﴿١٣﴾
Qul innee akhafu in ʿasaytu rabbee ʿathaba yawmin ʿatheemin
Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan azab pada hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku."
قُلِ ٱللَّهَ أَعۡبُدُ مُخۡلِصࣰا لَّهُۥ دِينِي﴿١٤﴾
Quli Allaha aʿbudu mukhlisan lahu deenee
Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."
فَٱعۡبُدُواْ مَا شِئۡتُم مِّن دُونِهِۦ ۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَ أَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡخُسۡرَانُ ٱلۡمُبِينُ﴿١٥﴾
Faoʿbudoo ma shitum min doonihi qul inna alkhasireena allatheena khasiroo anfusahum waahleehim yawma alqiyamati ala thalika huwa alkhusranu almubeenu
Maka sembahlah selain Dia sesukamu! (wahai orang-orang musyrik). Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat." Ingatlah! Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلࣱ مِّنَ ٱلنَّارِ وَ مِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلࣱ ۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥ ۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ﴿١٦﴾
Lahum min fawqihim thulalun mina alnnari wamin tahtihim thulalun thalika yukhawwifu Allahu bihi ʿibadahu ya ʿibadi faittaqooni
Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). "Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku."
وَ ٱلَّذِينَ ٱجۡتَنَبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ أَن يَعۡبُدُوهَا وَ أَنَابُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ ۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ﴿١٧﴾
Waallatheena ijtanaboo alttaghoota an yaʿbudooha waanaboo ila Allahi lahumu albushra fabashshir ʿibadi
Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ﴿١٨﴾
Allatheena yastamiʿoona alqawla fayattabiʿoona ahsanahu olaika allatheena hadahumu Allahu waolaika hum oloo alalbabi
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي ٱلنَّارِ﴿١٩﴾
Afaman haqqa ʿalayhi kalimatu alʿathabi afaanta tunqithu man fee alnnari
Maka apakah (engkau hendak mengubah nasib) orang-orang yang telah dipastikan mendapat azab? Apakah engkau (Muhammad) akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?
لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ غُرَفࣱ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفࣱ مَّبۡنِيَّةࣱ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ لَا يُخۡلِفُ ٱللَّهُ ٱلۡمِيعَادَ﴿٢٠﴾
Lakini allatheena ittaqaw rabbahum lahum ghurafun min fawqiha ghurafun mabniyyatun tajree min tahtiha alanharu waʿda Allahi la yukhlifu Allahu almeeʿada
Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, mereka mendapat kamar-kamar (di surga), di atasnya terdapat pula kamar-kamar yang dibangun (bertingkat-tingkat), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Itulah) janji Allah. Allah tidak akan memungkiri janji(-Nya).
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعࣰا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرࣰّا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ﴿٢١﴾
Alam tara anna Allaha anzala mina alssamai maan fasalakahu yanabeeʿa fee alardi thumma yukhriju bihi zarʿan mukhtalifan alwanuhu thumma yaheeju fatarahu musfarran thumma yajʿaluhu hutaman inna fee thalika lathikra liolee alalbabi
Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berkeping-keping. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورࣲ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيۡلࣱ لِّلۡقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينٍ﴿٢٢﴾
Afaman sharaha Allahu sadrahu lilislami fahuwa ʿala noorin min rabbihi fawaylun lilqasiyati quloobuhum min thikri Allahi olaika fee dalalin mubeenin
Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحۡسَنَ ٱلۡحَدِيثِ كِتَٰبࣰا مُّتَشَٰبِهࣰا مَّثَانِيَ تَقۡشَعِرُّ مِنۡهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُمۡ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمۡ وَ قُلُوبُهُمۡ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهۡدِي بِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادٍ﴿٢٣﴾
Allahu nazzala ahsana alhadeethi kitaban mutashabihan mathaniya taqshaʿirru minhu juloodu allatheena yakhshawna rabbahum thumma taleenu julooduhum waquloobuhum ila thikri Allahi thalika huda Allahi yahdee bihi man yashao waman yudlili Allahu fama lahu min hadin
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Alquran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
أَفَمَن يَتَّقِي بِوَجۡهِهِۦ سُوٓءَ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۚ وَ قِيلَ لِلظَّٰلِمِينَ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ﴿٢٤﴾
Afaman yattaqee biwajhihi sooa alʿathabi yawma alqiyamati waqeela lilththalimeena thooqoo ma kuntum taksiboona
Maka apakah orang-orang yang melindungi wajahnya menghindari azab yang buruk pada hari Kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan."
كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٢٥﴾
Kaththaba allatheena min qablihim faatahumu alʿathabu min haythu la yashʿuroona
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
فَأَذَاقَهُمُ ٱللَّهُ ٱلۡخِزۡيَ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ لَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿٢٦﴾
Faathaqahumu Allahu alkhizya fee alhayati alddunya walaʿathabu alakhirati akbaru law kanoo yaʿlamoona
Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.
وَ لَقَدۡ ضَرَبۡنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ مِن كُلِّ مَثَلࣲ لَّعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ﴿٢٧﴾
Walaqad darabna lilnnasi fee hatha alqurani min kulli mathalin laʿallahum yatathakkaroona
Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Alquran ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.
قُرۡءَانًا عَرَبِيًّا غَيۡرَ ذِي عِوَجࣲ لَّعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ﴿٢٨﴾
Quranan ʿarabiyyan ghayra thee ʿiwajin laʿallahum yattaqoona
(Yaitu) Alquran dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلࣰا رَّجُلࣰا فِيهِ شُرَكَآءُ مُتَشَٰكِسُونَ وَ رَجُلࣰا سَلَمࣰا لِّرَجُلٍ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٢٩﴾
Daraba Allahu mathalan rajulan feehi shurakao mutashakisoona warajulan salaman lirajulin hal yastawiyani mathalan alhamdu lillahi bal aktharuhum la yaʿlamoona
Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
إِنَّكَ مَيِّتࣱ وَ إِنَّهُم مَّيِّتُونَ﴿٣٠﴾
Innaka mayyitun wainnahum mayyitoona
Sesungguhnya engkau (Muhammad) akan mati dan mereka akan mati (pula).
ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عِندَ رَبِّكُمۡ تَخۡتَصِمُونَ﴿٣١﴾
Thumma innakum yawma alqiyamati ʿinda rabbikum takhtasimoona
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari Kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.
فَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَذَبَ عَلَى ٱللَّهِ وَ كَذَّبَ بِٱلصِّدۡقِ إِذۡ جَآءَهُۥٓ ۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوࣰى لِّلۡكَٰفِرِينَ﴿٣٢﴾
Faman athlamu mimman kathaba ʿala Allahi wakaththaba bialssidqi ith jaahu alaysa fee jahannama mathwan lilkafireena
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kebohongan terhadap Allah dan mendustakan kebenaran yang datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir?
وَ ٱلَّذِي جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَ صَدَّقَ بِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ﴿٣٣﴾
Waallathee jaa bialssidqi wasaddaqa bihi olaika humu almuttaqoona
Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang yang bertakwa.
لَهُم مَّا يَشَآءُونَ عِندَ رَبِّهِمۡ ۚ ذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٣٤﴾
Lahum ma yashaoona ʿinda rabbihim thalika jazao almuhsineena
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhannya. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik,
لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ وَ يَجۡزِيَهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٣٥﴾
Liyukaffira Allahu ʿanhum aswaa allathee ʿamiloo wayajziyahum ajrahum biahsani allathee kanoo yaʿmaloona
agar Allah menghapus perbuatan mereka yang paling buruk yang pernah mereka lakukan dan memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang mereka kerjakan.
أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبۡدَهُۥ ۖ وَ يُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنۡ هَادࣲ﴿٣٦﴾
Alaysa Allahu bikafin ʿabdahu wayukhawwifoonaka biallatheena min doonihi waman yudlili Allahu fama lahu min hadin
Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan sesembahan yang selain Dia. Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
وَ مَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ ۗ أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزࣲ ذِي ٱنتِقَامࣲ﴿٣٧﴾
Waman yahdi Allahu fama lahu min mudillin alaysa Allahu biʿazeezin thee intiqamin
Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum?
وَ لَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلۡ أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَنِيَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلۡ هُنَّ كَٰشِفَٰتُ ضُرِّهِۦٓ أَوۡ أَرَادَنِي بِرَحۡمَةٍ هَلۡ هُنَّ مُمۡسِكَٰتُ رَحۡمَتِهِۦ ۚ قُلۡ حَسۡبِيَ ٱللَّهُ ۖ عَلَيۡهِ يَتَوَكَّلُ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ﴿٣٨﴾
Walain saaltahum man khalaqa alssamawati waalarda layaqoolunna Allahu qul afaraaytum ma tadʿoona min dooni Allahi in aradaniya Allahu bidurrin hal hunna kashifatu durrihi aw aradanee birahmatin hal hunna mumsikatu rahmatihi qul hasbiya Allahu ʿalayhi yatawakkalu almutawakkiloona
Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka menjawab, "Allah." Katakanlah, "Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?" Katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri."
قُلۡ يَٰقَوۡمِ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ إِنِّي عَٰمِلࣱ ۖ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ﴿٣٩﴾
Qul ya qawmi iʿmaloo ʿala makanatikum innee ʿamilun fasawfa taʿlamoona
Katakanlah (Muhammad), "Wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian). Kelak kamu akan mengetahui,
مَن يَأۡتِيهِ عَذَابࣱ يُخۡزِيهِ وَ يَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابࣱ مُّقِيمٌ﴿٤٠﴾
Man yateehi ʿathabun yukhzeehi wayahillu ʿalayhi ʿathabun muqeemun
siapa yang mendapat siksa yang menghinakan dan kepadanya ditimpakan azab yang kekal."
إِنَّآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ لِلنَّاسِ بِٱلۡحَقِّ ۖ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ فَلِنَفۡسِهِۦ ۖ وَ مَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَا ۖ وَ مَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِوَكِيلٍ﴿٤١﴾
Inna anzalna ʿalayka alkitaba lilnnasi bialhaqqi famani ihtada falinafsihi waman dalla fainnama yadillu ʿalayha wama anta ʿalayhim biwakeelin
Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab (Alquran) dengan membawa kebenaran untuk manusia; barang siapa mendapat petunjuk maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
ٱللَّهُ يَتَوَفَّى ٱلۡأَنفُسَ حِينَ مَوۡتِهَا وَ ٱلَّتِي لَمۡ تَمُتۡ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمۡسِكُ ٱلَّتِي قَضَىٰ عَلَيۡهَا ٱلۡمَوۡتَ وَ يُرۡسِلُ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ إِلَىٰٓ أَجَلࣲ مُّسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَتَفَكَّرُونَ﴿٤٢﴾
Allahu yatawaffa alanfusa heena mawtiha waallatee lam tamut fee manamiha fayumsiku allatee qada ʿalayha almawta wayursilu alokhra ila ajalin musamman inna fee thalika laayatin liqawmin yatafakkaroona
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.
أَمِ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُفَعَآءَ ۚ قُلۡ أَوَلَوۡ كَانُواْ لَا يَمۡلِكُونَ شَيۡـࣰٔا وَ لَا يَعۡقِلُونَ﴿٤٣﴾
Ami ittakhathoo min dooni Allahi shufaʿaa qul awalaw kanoo la yamlikoona shayan wala yaʿqiloona
Ataukah mereka mengambil penolong selain Allah. Katakanlah, "Apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak mengerti?"
قُل لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ جَمِيعࣰا ۖ لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ﴿٤٤﴾
Qul lillahi alshshafaʿatu jameeʿan lahu mulku alssamawati waalardi thumma ilayhi turjaʿoona
Katakanlah, "Pertolongan itu hanya milik Allah semuanya. Dia memiliki kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan."
وَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحۡدَهُ ٱشۡمَأَزَّتۡ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ۖ وَ إِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ﴿٤٥﴾
Waitha thukira Allahu wahdahu ishmaazzat quloobu allatheena la yuminoona bialakhirati waitha thukira allatheena min doonihi itha hum yastabshiroona
Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira.
قُلِ ٱللَّهُمَّ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ عَٰلِمَ ٱلۡغَيۡبِ وَ ٱلشَّهَٰدَةِ أَنتَ تَحۡكُمُ بَيۡنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ﴿٤٦﴾
Quli allahumma fatira alssamawati waalardi ʿalima alghaybi waalshshahadati anta tahkumu bayna ʿibadika fee ma kanoo feehi yakhtalifoona
Katakanlah, "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan."
وَ لَوۡ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعࣰا وَ مِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفۡتَدَوۡاْ بِهِۦ مِن سُوٓءِ ٱلۡعَذَابِ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۚ وَ بَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمۡ يَكُونُواْ يَحۡتَسِبُونَ﴿٤٧﴾
Walaw anna lillatheena thalamoo ma fee alardi jameeʿan wamithlahu maʿahu laiftadaw bihi min sooi alʿathabi yawma alqiyamati wabada lahum mina Allahi ma lam yakoonoo yahtasiboona
Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai segala apa yang ada di bumi dan ditambah lagi sebanyak itu, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari azab yang buruk pada hari Kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan.
وَ بَدَا لَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ وَ حَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿٤٨﴾
Wabada lahum sayyiatu ma kasaboo wahaqa bihim ma kanoo bihi yastahzioona
Dan jelaslah bagi mereka kejahatan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.
فَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرࣱّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلۡنَٰهُ نِعۡمَةࣰ مِّنَّا قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمِۭ ۚ بَلۡ هِيَ فِتۡنَةࣱ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٤٩﴾
Faitha massa alinsana durrun daʿana thumma itha khawwalnahu niʿmatan minna qala innama ooteetuhu ʿala ʿilmin bal hiya fitnatun walakinna aktharahum la yaʿlamoona
Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, "Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
قَدۡ قَالَهَا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ﴿٥٠﴾
Qad qalaha allatheena min qablihim fama aghna ʿanhum ma kanoo yaksiboona
Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu, maka tidak berguna lagi bagi mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
فَأَصَابَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ ۚ وَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنۡ هَٰٓؤُلَآءِ سَيُصِيبُهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا كَسَبُواْ وَ مَا هُم بِمُعۡجِزِينَ﴿٥١﴾
Faasabahum sayyiatu ma kasaboo waallatheena thalamoo min haolai sayuseebuhum sayyiatu ma kasaboo wama hum bimuʿjizeena
Lalu mereka ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka perbuat. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka juga akan ditimpa (bencana) dari akibat buruk apa yang mereka kerjakan dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
أَوَلَمۡ يَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَ يَقۡدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٥٢﴾
Awalam yaʿlamoo anna Allaha yabsutu alrrizqa liman yashao wayaqdiru inna fee thalika laayatin liqawmin yuminoona
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki)? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ﴿٥٣﴾
Qul ya ʿibadiya allatheena asrafoo ʿala anfusihim la taqnatoo min rahmati Allahi inna Allaha yaghfiru alththunooba jameeʿan innahu huwa alghafooru alrraheemu
Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ أَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَ أَسۡلِمُواْ لَهُۥ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ﴿٥٤﴾
Waaneeboo ila rabbikum waaslimoo lahu min qabli an yatiyakumu alʿathabu thumma la tunsaroona
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.
وَ ٱتَّبِعُوٓاْ أَحۡسَنَ مَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَكُمُ ٱلۡعَذَابُ بَغۡتَةࣰ وَ أَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ﴿٥٥﴾
Waittabiʿoo ahsana ma onzila ilaykum min rabbikum min qabli an yatiyakumu alʿathabu baghtatan waantum la tashʿuroona
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Alquran) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya,
أَن تَقُولَ نَفۡسࣱ يَٰحَسۡرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِي جَنۢبِ ٱللَّهِ وَ إِن كُنتُ لَمِنَ ٱلسَّٰخِرِينَ﴿٥٦﴾
An taqoola nafsun ya hasrata ʿala ma farrattu fee janbi Allahi wain kuntu lamina alssakhireena
agar jangan ada orang yang mengatakan, "Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)",
أَوۡ تَقُولَ لَوۡ أَنَّ ٱللَّهَ هَدَىٰنِي لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُتَّقِينَ﴿٥٧﴾
Aw taqoola law anna Allaha hadanee lakuntu mina almuttaqeena
atau (agar jangan) ada yang berkata, ‘Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa,
أَوۡ تَقُولَ حِينَ تَرَى ٱلۡعَذَابَ لَوۡ أَنَّ لِي كَرَّةࣰ فَأَكُونَ مِنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ﴿٥٨﴾
Aw taqoola heena tara alʿathaba law anna lee karratan faakoona mina almuhsineena
atau (agar jangan) ada yang berkata ketika melihat azab, "Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik."
بَلَىٰ قَدۡ جَآءَتۡكَ ءَايَٰتِي فَكَذَّبۡتَ بِهَا وَ ٱسۡتَكۡبَرۡتَ وَ كُنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٥٩﴾
Bala qad jaatka ayatee fakaththabta biha waistakbarta wakunta mina alkafireena
Sungguh, "sebenarnya keterangan-keterangan-Ku telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir."
وَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌ ۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوࣰى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ﴿٦٠﴾
Wayawma alqiyamati tara allatheena kathaboo ʿala Allahi wujoohuhum muswaddatun alaysa fee jahannama mathwan lilmutakabbireena
Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?
وَ يُنَجِّي ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ بِمَفَازَتِهِمۡ لَا يَمَسُّهُمُ ٱلسُّوٓءُ وَ لَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ﴿٦١﴾
Wayunajjee Allahu allatheena ittaqaw bimafazatihim la yamassuhumu alssooo wala hum yahzanoona
Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka. Mereka tidak disentuh oleh azab dan tidak bersedih hati.
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَيۡءࣲ ۖ وَ هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ وَكِيلࣱ﴿٦٢﴾
Allahu khaliqu kulli shayin wahuwa ʿala kulli shayin wakeelun
Allah pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.
لَّهُۥ مَقَالِيدُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿٦٣﴾
Lahu maqaleedu alssamawati waalardi waallatheena kafaroo biayati Allahi olaika humu alkhasiroona
Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi.
قُلۡ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَأۡمُرُوٓنِّيٓ أَعۡبُدُ أَيُّهَا ٱلۡجَٰهِلُونَ﴿٦٤﴾
Qul afaghayra Allahi tamuroonnee aʿbudu ayyuha aljahiloona
Katakanlah (Muhammad), "Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, wahai orang-orang yang bodoh?"
وَ لَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَ إِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ﴿٦٥﴾
Walaqad oohiya ilayka waila allatheena min qablika lain ashrakta layahbatanna ʿamaluka walatakoonanna mina alkhasireena
Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, "Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.
بَلِ ٱللَّهَ فَٱعۡبُدۡ وَ كُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ﴿٦٦﴾
Bali Allaha faoʿbud wakun mina alshshakireena
Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur."
وَ مَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدۡرِهِۦ وَ ٱلۡأَرۡضُ جَمِيعࣰا قَبۡضَتُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَ ٱلسَّمَٰوَٰتُ مَطۡوِيَّٰتُۢ بِيَمِينِهِۦ ۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿٦٧﴾
Wama qadaroo Allaha haqqa qadrihi waalardu jameeʿan qabdatuhu yawma alqiyamati waalssamawatu matwiyyatun biyameenihi subhanahu wataʿala ʿamma yushrikoona
Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
وَ نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخۡرَىٰ فَإِذَا هُمۡ قِيَامࣱ يَنظُرُونَ﴿٦٨﴾
Wanufikha fee alssoori fasaʿiqa man fee alssamawati waman fee alardi illa man shaa Allahu thumma nufikha feehi okhra faitha hum qiyamun yanthuroona
Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).
وَ أَشۡرَقَتِ ٱلۡأَرۡضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَ وُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ وَ جِاْيٓءَ بِٱلنَّبِيِّـۧنَ وَ ٱلشُّهَدَآءِ وَ قُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ وَ هُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴿٦٩﴾
Waashraqati alardu binoori rabbiha wawudiʿa alkitabu wajeea bialnnabiyyeena waalshshuhadai waqudiya baynahum bialhaqqi wahum la yuthlamoona
Dan bumi (padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan.
وَ وُفِّيَتۡ كُلُّ نَفۡسࣲ مَّا عَمِلَتۡ وَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَا يَفۡعَلُونَ﴿٧٠﴾
Wawuffiyat kullu nafsin ma ʿamilat wahuwa aʿlamu bima yafʿaloona
Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَ سِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَ قَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ رُسُلࣱ مِّنكُمۡ يَتۡلُونَ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِ رَبِّكُمۡ وَ يُنذِرُونَكُمۡ لِقَآءَ يَوۡمِكُمۡ هَٰذَا ۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَ لَٰكِنۡ حَقَّتۡ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٧١﴾
Waseeqa allatheena kafaroo ila jahannama zumaran hatta itha jaooha futihat abwabuha waqala lahum khazanatuha alam yatikum rusulun minkum yatloona ʿalaykum ayati rabbikum wayunthiroonakum liqaa yawmikum hatha qaloo bala walakin haqqat kalimatu alʿathabi ʿala alkafireena
Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?" Mereka menjawab, "Benar, ada," tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
قِيلَ ٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ﴿٧٢﴾
Qeela odkhuloo abwaba jahannama khalideena feeha fabisa mathwa almutakabbireena
Dikatakan (kepada mereka), "Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, (kamu) kekal di dalamnya." Maka (neraka Jahanam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri."
وَ سِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا وَ قَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ طِبۡتُمۡ فَٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ﴿٧٣﴾
Waseeqa allatheena ittaqaw rabbahum ila aljannati zumaran hatta itha jaooha wafutihat abwabuha waqala lahum khazanatuha salamun ʿalaykum tibtum faodkhulooha khalideena
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya."
وَ قَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي صَدَقَنَا وَعۡدَهُۥ وَ أَوۡرَثَنَا ٱلۡأَرۡضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ ٱلۡجَنَّةِ حَيۡثُ نَشَآءُ ۖ فَنِعۡمَ أَجۡرُ ٱلۡعَٰمِلِينَ﴿٧٤﴾
Waqaloo alhamdu lillahi allathee sadaqana waʿdahu waawrathana alarda natabawwao mina aljannati haythu nashao faniʿma ajru alʿamileena
Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki." Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
وَ تَرَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ حَآفِّينَ مِنۡ حَوۡلِ ٱلۡعَرۡشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ ۚ وَ قُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡحَقِّ ۚ وَ قِيلَ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿٧٥﴾
Watara almalaikata haffeena min hawli alʿarshi yusabbihoona bihamdi rabbihim waqudiya baynahum bialhaqqi waqeela alhamdu lillahi rabbi alʿalameena
Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling Arasy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Az-Zumar terdiri dari 75 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Saba'.
Dinamakan "Az-Zumar" (rombongan-rombongan) karena kata "Az-Zumar" terdapat pada ayat ke-71 dan ke-73.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia pada hari kiamat setelah mereka dihisab, ketika itu mereka terbagi menjadi dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga. Masing-masing rombongan memperoleh balasan atas apa yang mereka kerjakan di dunia.
Surat ini dinamakan juga "Al Ghuraf" (kamar-kamar) berhubung kata "ghuraf" terdapat pada ayat ke-20, yang menerangkan kondisi kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Dalil-dalil keesaan dan kekuasaan Allah; malaikat-malaikat berkumpul di sekeliling 'Arsy bertasbih kepada Allah; pada hari kiamat setiap orang mempunyai catatan amal masing-masing.
2. **Kisah-kisah:**
Perintah memurnikan ketaatan kepada Allah; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.
3. **Lain-lain:**
Tabiat orang-orang musyrik ketika senang dan susah; perumpamaan yang tercantum dalam Al-Qur'an dan faedahnya; kedahsyatan hari kiamat; rona wajah orang musyrik dan rona wajah orang mukmin pada hari kiamat; janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah jika mereka bertaubat.
Dari surat Az-Zumar dapat diambil pelajaran sebagai berikut:
a. Al-Qur'an adalah petunjuk yang paling sempurna bagi manusia.
b. Setiap makhluk akan mati dan di akhirat akan dihisab tentang amal-amalnya.
c. Sekalipun manusia banyak dosa, dilarang berputus asa dari rahmat Allah.
**Hubungan Surat Az-Zumar Dengan Surat Ghafir (Al-Mukmin):**
1. Surat Az-Zumar menerangkan tentang kesudahan orang-orang mukmin dan kesudahan orang-orang kafir yang selalu mengingkari nabi yang diutus kepada mereka. Surat Al-Mukmin menerangkan bahwa Allah mengampuni segala dosa hamba-Nya yang mau mengikuti jalan yang benar. Hal ini merupakan ajakan Allah kepada orang-orang kafir agar mereka beriman.
2. Kedua surat ini sama-sama mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan hari kiamat, keadaan mahsyar, surga dan neraka.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex