Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat An-Nisa

سورة النساء

Surat An-Nisa

Wanita

Surat ke-4176 ayatMadaniyahJuz 4

Surat An-Nisa (Wanita) adalah surat ke-4 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 176 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 4:1Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَٰحِدَةࣲ وَ خَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَ بَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِيرࣰا وَ نِسَآءࣰ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَ ٱلۡأَرۡحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبࣰا﴿١﴾

    Ya ayyuha alnnasu ittaqoo rabbakumu allathee khalaqakum min nafsin wahidatin wakhalaqa minha zawjaha wabaththa minhuma rijalan katheeran wanisaan waittaqoo Allaha allathee tasaaloona bihi waalarhama inna Allaha kana ʿalaykum raqeeban

    Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

  2. 4:2Baca di mushaf ↗

    وَ ءَاتُواْ ٱلۡيَتَٰمَىٰٓ أَمۡوَٰلَهُمۡ ۖ وَ لَا تَتَبَدَّلُواْ ٱلۡخَبِيثَ بِٱلطَّيِّبِ ۖ وَ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَهُمۡ إِلَىٰٓ أَمۡوَٰلِكُمۡ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ حُوبࣰا كَبِيرࣰا﴿٢﴾

    Waatoo alyatama amwalahum wala tatabaddaloo alkhabeetha bialttayyibi wala takuloo amwalahum ila amwalikum innahu kana hooban kabeeran

    Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar.

  3. 4:3Baca di mushaf ↗

    وَ إِنۡ خِفۡتُمۡ أَلَّا تُقۡسِطُواْ فِي ٱلۡيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثۡنَىٰ وَ ثُلَٰثَ وَ رُبَٰعَ ۖ فَإِنۡ خِفۡتُمۡ أَلَّا تَعۡدِلُواْ فَوَٰحِدَةً أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ ۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُواْ﴿٣﴾

    Wain khiftum alla tuqsitoo fee alyatama fainkihoo ma taba lakum mina alnnisai mathna wathulatha warubaʿa fain khiftum alla taʿdiloo fawahidatan aw ma malakat aymanukum thalika adna alla taʿooloo

    Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.

  4. 4:4Baca di mushaf ↗

    وَ ءَاتُواْ ٱلنِّسَآءَ صَدُقَٰتِهِنَّ نِحۡلَةࣰ ۚ فَإِن طِبۡنَ لَكُمۡ عَن شَيۡءࣲ مِّنۡهُ نَفۡسࣰا فَكُلُوهُ هَنِيٓـࣰٔا مَّرِيٓـࣰٔا﴿٤﴾

    Waatoo alnnisaa saduqatihinna nihlatan fain tibna lakum ʿan shayin minhu nafsan fakuloohu haneean mareean

    Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatillah pemberian itu dengan senang hati.

  5. 4:5Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تُؤۡتُواْ ٱلسُّفَهَآءَ أَمۡوَٰلَكُمُ ٱلَّتِي جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمۡ قِيَٰمࣰا وَ ٱرۡزُقُوهُمۡ فِيهَا وَ ٱكۡسُوهُمۡ وَ قُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلࣰا مَّعۡرُوفࣰا﴿٥﴾

    Wala tutoo alssufahaa amwalakumu allatee jaʿala Allahu lakum qiyaman waorzuqoohum feeha waoksoohum waqooloo lahum qawlan maʿroofan

    Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

  6. 4:6Baca di mushaf ↗

    وَ ٱبۡتَلُواْ ٱلۡيَتَٰمَىٰ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغُواْ ٱلنِّكَاحَ فَإِنۡ ءَانَسۡتُم مِّنۡهُمۡ رُشۡدࣰا فَٱدۡفَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَٰلَهُمۡ ۖ وَ لَا تَأۡكُلُوهَآ إِسۡرَافࣰا وَ بِدَارًا أَن يَكۡبَرُواْ ۚ وَ مَن كَانَ غَنِيࣰّا فَلۡيَسۡتَعۡفِفۡ ۖ وَ مَن كَانَ فَقِيرࣰا فَلۡيَأۡكُلۡ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۚ فَإِذَا دَفَعۡتُمۡ إِلَيۡهِمۡ أَمۡوَٰلَهُمۡ فَأَشۡهِدُواْ عَلَيۡهِمۡ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبࣰا﴿٦﴾

    Waibtaloo alyatama hatta itha balaghoo alnnikaha fain anastum minhum rushdan faidfaʿoo ilayhim amwalahum wala takulooha israfan wabidaran an yakbaroo waman kana ghaniyyan falyastaʿfif waman kana faqeeran falyakul bialmaʿroofi faitha dafaʿtum ilayhim amwalahum faashhidoo ʿalayhim wakafa biAllahi haseeban

    Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Dan janganlah kamu memakannya (harta anak yatim) melebihi batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (menyerahkannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah dia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah dia makan harta itu menurut cara yang patut. Kemudian, apabila kamu menyerahkan harta itu kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi. Dan cukuplah Allah sebagai pengawas.

  7. 4:7Baca di mushaf ↗

    لِّلرِّجَالِ نَصِيبࣱ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَ ٱلۡأَقۡرَبُونَ وَ لِلنِّسَآءِ نَصِيبࣱ مِّمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَ ٱلۡأَقۡرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنۡهُ أَوۡ كَثُرَ ۚ نَصِيبࣰا مَّفۡرُوضࣰا﴿٧﴾

    Lilrrijali naseebun mimma taraka alwalidani waalaqraboona walilnnisai naseebun mimma taraka alwalidani waalaqraboona mimma qalla minhu aw kathura naseeban mafroodan

    Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

  8. 4:8Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا حَضَرَ ٱلۡقِسۡمَةَ أُوْلُواْ ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينُ فَٱرۡزُقُوهُم مِّنۡهُ وَ قُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلࣰا مَّعۡرُوفࣰا﴿٨﴾

    Waitha hadara alqismata oloo alqurba waalyatama waalmasakeenu faorzuqoohum minhu waqooloo lahum qawlan maʿroofan

    Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

  9. 4:9Baca di mushaf ↗

    وَ لۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةࣰ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ لۡيَقُولُواْ قَوۡلࣰا سَدِيدًا﴿٩﴾

    Walyakhsha allatheena law tarakoo min khalfihim thurriyyatan diʿafan khafoo ʿalayhim falyattaqoo Allaha walyaqooloo qawlan sadeedan

    Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

  10. 4:10Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ ظُلۡمًا إِنَّمَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ نَارࣰا ۖ وَ سَيَصۡلَوۡنَ سَعِيرࣰا﴿١٠﴾

    Inna allatheena yakuloona amwala alyatama thulman innama yakuloona fee butoonihim naran wasayaslawna saʿeeran

    Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

  11. 4:11Baca di mushaf ↗

    يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِيٓ أَوۡلَٰدِكُمۡ ۖ لِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءࣰ فَوۡقَ ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَ إِن كَانَتۡ وَٰحِدَةࣰ فَلَهَا ٱلنِّصۡفُ ۚ وَ لِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٰحِدࣲ مِّنۡهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدࣱ ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُۥ وَلَدࣱ وَ وَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخۡوَةࣱ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةࣲ يُوصِي بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمۡ وَ أَبۡنَآؤُكُمۡ لَا تَدۡرُونَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ لَكُمۡ نَفۡعࣰا ۚ فَرِيضَةࣰ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿١١﴾

    Yooseekumu Allahu fee awladikum lilththakari mithlu haththi alonthayayni fain kunna nisaan fawqa ithnatayni falahunna thulutha ma taraka wain kanat wahidatan falaha alnnisfu waliabawayhi likulli wahidin minhuma alssudusu mimma taraka in kana lahu waladun fain lam yakun lahu waladun wawarithahu abawahu faliommihi alththuluthu fain kana lahu ikhwatun faliommihi alssudusu min baʿdi wasiyyatin yoosee biha aw daynin abaokum waabnaokum la tadroona ayyuhum aqrabu lakum nafʿan fareedatan mina Allahi inna Allaha kana ʿaleeman hakeeman

    Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu-bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak mempunyai anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  12. 4:12Baca di mushaf ↗

    وَ لَكُمۡ نِصۡفُ مَا تَرَكَ أَزۡوَٰجُكُمۡ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدࣱ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدࣱ فَلَكُمُ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكۡنَ ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةࣲ يُوصِينَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنࣲ ۚ وَ لَهُنَّ ٱلرُّبُعُ مِمَّا تَرَكۡتُمۡ إِن لَّمۡ يَكُن لَّكُمۡ وَلَدࣱ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمۡ وَلَدࣱ فَلَهُنَّ ٱلثُّمُنُ مِمَّا تَرَكۡتُم ۚ مِّنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةࣲ تُوصُونَ بِهَآ أَوۡ دَيۡنࣲ ۗ وَ إِن كَانَ رَجُلࣱ يُورَثُ كَلَٰلَةً أَوِ ٱمۡرَأَةࣱ وَ لَهُۥٓ أَخٌ أَوۡ أُخۡتࣱ فَلِكُلِّ وَٰحِدࣲ مِّنۡهُمَا ٱلسُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوٓاْ أَكۡثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمۡ شُرَكَآءُ فِي ٱلثُّلُثِ ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةࣲ يُوصَىٰ بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ غَيۡرَ مُضَآرࣲّ ۚ وَصِيَّةࣰ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَ ٱللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمࣱ﴿١٢﴾

    Walakum nisfu ma taraka azwajukum in lam yakun lahunna waladun fain kana lahunna waladun falakumu alrrubuʿu mimma tarakna min baʿdi wasiyyatin yooseena biha aw daynin walahunna alrrubuʿu mimma taraktum in lam yakun lakum waladun fain kana lakum waladun falahunna alththumunu mimma taraktum min baʿdi wasiyyatin toosoona biha aw daynin wain kana rajulun yoorathu kalalatan awi imraatun walahu akhun aw okhtun falikulli wahidin minhuma alssudusu fain kanoo akthara min thalika fahum shurakao fee alththuluthi min baʿdi wasiyyatin yoosa biha aw daynin ghayra mudarrin wasiyyatan mina Allahi waAllahu ʿaleemun haleemun

    Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) hutang-hutangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

  13. 4:13Baca di mushaf ↗

    تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۚ وَ مَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ يُدۡخِلۡهُ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَ ذَٰلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ﴿١٣﴾

    Tilka hudoodu Allahi waman yutiʿi Allaha warasoolahu yudkhilhu jannatin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha wathalika alfawzu alʿatheemu

    Itulah batas-batas (hukum) Allah. Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang agung.

  14. 4:14Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ وَ يَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَٰلِدࣰا فِيهَا وَ لَهُۥ عَذَابࣱ مُّهِينࣱ﴿١٤﴾

    Waman yaʿsi Allaha warasoolahu wayataʿadda hudoodahu yudkhilhu naran khalidan feeha walahu ʿathabun muheenun

    Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.

  15. 4:15Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّٰتِي يَأۡتِينَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مِن نِّسَآئِكُمۡ فَٱسۡتَشۡهِدُواْ عَلَيۡهِنَّ أَرۡبَعَةࣰ مِّنكُمۡ ۖ فَإِن شَهِدُواْ فَأَمۡسِكُوهُنَّ فِي ٱلۡبُيُوتِ حَتَّىٰ يَتَوَفَّىٰهُنَّ ٱلۡمَوۡتُ أَوۡ يَجۡعَلَ ٱللَّهُ لَهُنَّ سَبِيلࣰا﴿١٥﴾

    Waallatee yateena alfahishata min nisaikum faistashhidoo ʿalayhinna arbaʿatan minkum fain shahidoo faamsikoohunna fee albuyooti hatta yatawaffahunna almawtu aw yajʿala Allahu lahunna sabeelan

    Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji di antara perempuan-perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Apabila mereka telah memberi kesaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan (yang lain) kepadanya.

  16. 4:16Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذَانِ يَأۡتِيَٰنِهَا مِنكُمۡ فَـَٔاذُوهُمَا ۖ فَإِن تَابَا وَ أَصۡلَحَا فَأَعۡرِضُواْ عَنۡهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ تَوَّابࣰا رَّحِيمًا﴿١٦﴾

    Waallathani yatiyaniha minkum faathoohuma fain taba waaslaha faaʿridoo ʿanhuma inna Allaha kana tawwaban raheeman

    Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya tobat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

  17. 4:17Baca di mushaf ↗

    إِنَّمَا ٱلتَّوۡبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةࣲ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبࣲ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿١٧﴾

    Innama alttawbatu ʿala Allahi lillatheena yaʿmaloona alssooa bijahalatin thumma yatooboona min qareebin faolaika yatoobu Allahu ʿalayhim wakana Allahu ʿaleeman hakeeman

    Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  18. 4:18Baca di mushaf ↗

    وَ لَيۡسَتِ ٱلتَّوۡبَةُ لِلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ حَتَّىٰٓ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ إِنِّي تُبۡتُ ٱلۡـَٰٔنَ وَ لَا ٱلَّذِينَ يَمُوتُونَ وَ هُمۡ كُفَّارٌ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمࣰا﴿١٨﴾

    Walaysati alttawbatu lillatheena yaʿmaloona alssayyiati hatta itha hadara ahadahumu almawtu qala innee tubtu alana wala allatheena yamootoona wahum kuffarun olaika aʿtadna lahum ʿathaban aleeman

    Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih.

  19. 4:19Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ ٱلنِّسَآءَ كَرۡهࣰا ۖ وَ لَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَٰحِشَةࣲ مُّبَيِّنَةࣲ ۚ وَ عَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـࣰٔا وَ يَجۡعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرࣰا كَثِيرࣰا﴿١٩﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo la yahillu lakum an tarithoo alnnisaa karhan wala taʿduloohunna litathhaboo bibaʿdi ma ataytumoohunna illa an yateena bifahishatin mubayyinatin waʿashiroohunna bialmaʿroofi fain karihtumoohunna faʿasa an takrahoo shayan wayajʿala Allahu feehi khayran katheeran

    Wahai orang-orang yang beriman! Tidak halal bagi kamu mewarisi perempuan dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya.

  20. 4:20Baca di mushaf ↗

    وَ إِنۡ أَرَدتُّمُ ٱسۡتِبۡدَالَ زَوۡجࣲ مَّكَانَ زَوۡجࣲ وَ ءَاتَيۡتُمۡ إِحۡدَىٰهُنَّ قِنطَارࣰا فَلَا تَأۡخُذُواْ مِنۡهُ شَيۡـًٔا ۚ أَتَأۡخُذُونَهُۥ بُهۡتَٰنࣰا وَ إِثۡمࣰا مُّبِينࣰا﴿٢٠﴾

    Wain aradtumu istibdala zawjin makana zawjin waataytum ihdahunna qintaran fala takhuthoo minhu shayan atakhuthoonahu buhtanan waithman mubeenan

    Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

  21. 4:21Baca di mushaf ↗

    وَ كَيۡفَ تَأۡخُذُونَهُۥ وَ قَدۡ أَفۡضَىٰ بَعۡضُكُمۡ إِلَىٰ بَعۡضࣲ وَ أَخَذۡنَ مِنكُم مِّيثَٰقًا غَلِيظࣰا﴿٢١﴾

    Wakayfa takhuthoonahu waqad afda baʿdukum ila baʿdin waakhathna minkum meethaqan ghaleethan

    Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.

  22. 4:22Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تَنكِحُواْ مَا نَكَحَ ءَابَآؤُكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا قَدۡ سَلَفَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةࣰ وَ مَقۡتࣰا وَ سَآءَ سَبِيلًا﴿٢٢﴾

    Wala tankihoo ma nakaha abaokum mina alnnisai illa ma qad salafa innahu kana fahishatan wamaqtan wasaa sabeelan

    Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

  23. 4:23Baca di mushaf ↗

    حُرِّمَتۡ عَلَيۡكُمۡ أُمَّهَٰتُكُمۡ وَ بَنَاتُكُمۡ وَ أَخَوَٰتُكُمۡ وَ عَمَّٰتُكُمۡ وَ خَٰلَٰتُكُمۡ وَ بَنَاتُ ٱلۡأَخِ وَ بَنَاتُ ٱلۡأُخۡتِ وَ أُمَّهَٰتُكُمُ ٱلَّٰتِيٓ أَرۡضَعۡنَكُمۡ وَ أَخَوَٰتُكُم مِّنَ ٱلرَّضَٰعَةِ وَ أُمَّهَٰتُ نِسَآئِكُمۡ وَ رَبَٰٓئِبُكُمُ ٱلَّٰتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَآئِكُمُ ٱلَّٰتِي دَخَلۡتُم بِهِنَّ فَإِن لَّمۡ تَكُونُواْ دَخَلۡتُم بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ وَ حَلَٰٓئِلُ أَبۡنَآئِكُمُ ٱلَّذِينَ مِنۡ أَصۡلَٰبِكُمۡ وَ أَن تَجۡمَعُواْ بَيۡنَ ٱلۡأُخۡتَيۡنِ إِلَّا مَا قَدۡ سَلَفَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿٢٣﴾

    Hurrimat ʿalaykum ommahatukum wabanatukum waakhawatukum waʿammatukum wakhalatukum wabanatu alakhi wabanatu alokhti waommahatukumu allatee ardaʿnakum waakhawatukum mina alrradaʿati waommahatu nisaikum warabaibukumu allatee fee hujoorikum min nisaikumu allatee dakhaltum bihinna fain lam takoonoo dakhaltum bihinna fala junaha ʿalaykum wahalailu abnaikumu allatheena min aslabikum waan tajmaʿoo bayna alokhtayni illa ma qad salafa inna Allaha kana ghafooran raheeman

    Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  24. 4:24Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلۡمُحۡصَنَٰتُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ إِلَّا مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ ۖ كِتَٰبَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ ۚ وَ أُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَآءَ ذَٰلِكُمۡ أَن تَبۡتَغُواْ بِأَمۡوَٰلِكُم مُّحۡصِنِينَ غَيۡرَ مُسَٰفِحِينَ ۚ فَمَا ٱسۡتَمۡتَعۡتُم بِهِۦ مِنۡهُنَّ فَـَٔاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةࣰ ۚ وَ لَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ فِيمَا تَرَٰضَيۡتُم بِهِۦ مِنۢ بَعۡدِ ٱلۡفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿٢٤﴾

    Waalmuhsanatu mina alnnisai illa ma malakat aymanukum kitaba Allahi ʿalaykum waohilla lakum ma waraa thalikum an tabtaghoo biamwalikum muhsineena ghayra musafiheena fama istamtaʿtum bihi minhunna faatoohunna ojoorahunna fareedatan wala junaha ʿalaykum feema taradaytum bihi min baʿdi alfareedati inna Allaha kana ʿaleeman hakeeman

    Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya perempuan (tawanan perang) yang kamu miliki sebagai ketetapan Allah atas kamu. Dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikanlah maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika ternyata di antara kamu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  25. 4:25Baca di mushaf ↗

    وَ مَن لَّمۡ يَسۡتَطِعۡ مِنكُمۡ طَوۡلًا أَن يَنكِحَ ٱلۡمُحۡصَنَٰتِ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ فَمِن مَّا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُم مِّن فَتَيَٰتِكُمُ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ۚ وَ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِإِيمَٰنِكُم ۚ بَعۡضُكُم مِّنۢ بَعۡضࣲ ۚ فَٱنكِحُوهُنَّ بِإِذۡنِ أَهۡلِهِنَّ وَ ءَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ مُحۡصَنَٰتٍ غَيۡرَ مُسَٰفِحَٰتࣲ وَ لَا مُتَّخِذَٰتِ أَخۡدَانࣲ ۚ فَإِذَآ أُحۡصِنَّ فَإِنۡ أَتَيۡنَ بِفَٰحِشَةࣲ فَعَلَيۡهِنَّ نِصۡفُ مَا عَلَى ٱلۡمُحۡصَنَٰتِ مِنَ ٱلۡعَذَابِ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ ٱلۡعَنَتَ مِنكُمۡ ۚ وَ أَن تَصۡبِرُواْ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ ۗ وَ ٱللَّهُ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿٢٥﴾

    Waman lam yastatiʿ minkum tawlan an yankiha almuhsanati almuminati famin ma malakat aymanukum min fatayatikumu almuminati waAllahu aʿlamu bieemanikum baʿdukum min baʿdin fainkihoohunna biithni ahlihinna waatoohunna ojoorahunna bialmaʿroofi muhsanatin ghayra masafihatin wala muttakhithati akhdanin faitha ohsinna fain atayna bifahishatin faʿalayhinna nisfu ma ʿala almuhsanati mina alʿathabi thalika liman khashiya alʿanata minkum waan tasbiroo khayrun lakum waAllahu ghafoorun raheemun

    Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  26. 4:26Baca di mushaf ↗

    يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمۡ وَ يَهۡدِيَكُمۡ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَ يَتُوبَ عَلَيۡكُمۡ ۗ وَ ٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمࣱ﴿٢٦﴾

    Yureedu Allahu liyubayyina lakum wayahdiyakum sunana allatheena min qablikum wayatooba ʿalaykum waAllahu ʿaleemun hakeemun

    Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  27. 4:27Baca di mushaf ↗

    وَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيۡكُمۡ وَ يُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُواْ مَيۡلًا عَظِيمࣰا﴿٢٧﴾

    WaAllahu yureedu an yatooba ʿalaykum wayureedu allatheena yattabiʿoona alshshahawati an tameeloo maylan ʿatheeman

    Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).

  28. 4:28Baca di mushaf ↗

    يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمۡ ۚ وَ خُلِقَ ٱلۡإِنسَٰنُ ضَعِيفࣰا﴿٢٨﴾

    Yureedu Allahu an yukhaffifa ʿankum wakhuliqa alinsanu daʿeefan

    Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.

  29. 4:29Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضࣲ مِّنكُمۡ ۚ وَ لَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمࣰا﴿٢٩﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo la takuloo amwalakum baynakum bialbatili illa an takoona tijaratan ʿan taradin minkum wala taqtuloo anfusakum inna Allaha kana bikum raheeman

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.

  30. 4:30Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنࣰا وَ ظُلۡمࣰا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارࣰا ۚ وَ كَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا﴿٣٠﴾

    Waman yafʿal thalika ʿudwanan wathulman fasawfa nusleehi naran wakana thalika ʿala Allahi yaseeran

    Dan barang siapa berbuat demikian dengan cara melanggar hukum dan zalim, akan Kami masukkan dia ke dalam neraka. Yang demikian itu mudah bagi Allah.

  31. 4:31Baca di mushaf ↗

    إِن تَجۡتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَ نُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلࣰا كَرِيمࣰا﴿٣١﴾

    In tajtaniboo kabaira ma tunhawna ʿanhu nukaffir ʿankum sayyiatikum wanudkhilkum mudkhalan kareeman

    Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).

  32. 4:32Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تَتَمَنَّوۡاْ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲ ۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبࣱ مِّمَّا ٱكۡتَسَبُواْ ۖ وَ لِلنِّسَآءِ نَصِيبࣱ مِّمَّا ٱكۡتَسَبۡنَ ۚ وَ سۡـَٔلُواْ ٱللَّهَ مِن فَضۡلِهِۦٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمࣰا﴿٣٢﴾

    Wala tatamannaw ma faddala Allahu bihi baʿdakum ʿala baʿdin lilrrijali naseebun mimma iktasaboo walilnnisai naseebun mimma iktasabna waisaloo Allaha min fadlihi inna Allaha kana bikulli shayin ʿaleeman

    Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  33. 4:33Baca di mushaf ↗

    وَ لِكُلࣲّ جَعَلۡنَا مَوَٰلِيَ مِمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَ ٱلۡأَقۡرَبُونَ ۚ وَ ٱلَّذِينَ عَقَدَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فَـَٔاتُوهُمۡ نَصِيبَهُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ شَهِيدًا﴿٣٣﴾

    Walikullin jaʿalna mawaliya mimma taraka alwalidani waalaqraboona waallatheena ʿaqadat aymanukum faatoohum naseebahum inna Allaha kana ʿala kulli shayin shaheedan

    Dan untuk masing-masing (laki-laki dan perempuan) Kami telah menetapkan para ahli waris atas apa yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya dan karib kerabatnya. Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berikanlah kepada mereka bagiannya. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

  34. 4:34Baca di mushaf ↗

    ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲ وَ بِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتࣱ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَ ٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَ ٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَ ٱضۡرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيࣰّا كَبِيرࣰا﴿٣٤﴾

    Alrrijalu qawwamoona ʿala alnnisai bima faddala Allahu baʿdahum ʿala baʿdin wabima anfaqoo min amwalihim faalssalihatu qanitatun hafithatun lilghaybi bima hafitha Allahu waallatee takhafoona nushoozahunna faʿithoohunna waohjuroohunna fee almadajiʿi waidriboohunna fain ataʿnakum fala tabghoo ʿalayhinna sabeelan inna Allaha kana ʿaliyyan kabeeran

    Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.

  35. 4:35Baca di mushaf ↗

    وَ إِنۡ خِفۡتُمۡ شِقَاقَ بَيۡنِهِمَا فَٱبۡعَثُواْ حَكَمࣰا مِّنۡ أَهۡلِهِۦ وَ حَكَمࣰا مِّنۡ أَهۡلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصۡلَٰحࣰا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيۡنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرࣰا﴿٣٥﴾

    Wain khiftum shiqaqa baynihima faibʿathoo hakaman min ahlihi wahakaman min ahliha in yureeda islahan yuwaffiqi Allahu baynahuma inna Allaha kana ʿaleeman khabeeran

    Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

  36. 4:36Baca di mushaf ↗

    وَ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَ لَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـࣰٔا ۖ وَ بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنࣰا وَ بِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينِ وَ ٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَ ٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَ ٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالࣰا فَخُورًا﴿٣٦﴾

    Waoʿbudoo Allaha wala tushrikoo bihi shayan wabialwalidayni ihsanan wabithee alqurba waalyatama waalmasakeeni waaljari thee alqurba waaljari aljunubi waalssahibi bialjanbi waibni alssabeeli wama malakat aymanukum inna Allaha la yuhibbu man kana mukhtalan fakhooran

    Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabīl dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

  37. 4:37Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ وَ يَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِ وَ يَكۡتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ ۗ وَ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابࣰا مُّهِينࣰا﴿٣٧﴾

    Allatheena yabkhaloona wayamuroona alnnasa bialbukhli wayaktumoona ma atahumu Allahu min fadlihi waaʿtadna lilkafireena ʿathaban muheenan

    (yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.

  38. 4:38Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَ لَا بِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۗ وَ مَن يَكُنِ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَهُۥ قَرِينࣰا فَسَآءَ قَرِينࣰا﴿٣٨﴾

    Waallatheena yunfiqoona amwalahum riaa alnnasi wala yuminoona biAllahi wala bialyawmi alakhiri waman yakuni alshshaytanu lahu qareenan fasaa qareenan

    Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya` kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.

  39. 4:39Baca di mushaf ↗

    وَ مَاذَا عَلَيۡهِمۡ لَوۡ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَ أَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ بِهِمۡ عَلِيمًا﴿٣٩﴾

    Wamatha ʿalayhim law amanoo biAllahi waalyawmi alakhiri waanfaqoo mimma razaqahumu Allahu wakana Allahu bihim ʿaleeman

    Dan apa (keberatan) bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.

  40. 4:40Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةࣲ ۖ وَ إِن تَكُ حَسَنَةࣰ يُضَٰعِفۡهَا وَ يُؤۡتِ مِن لَّدُنۡهُ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿٤٠﴾

    Inna Allaha la yathlimu mithqala tharratin wain taku hasanatan yudaʿifha wayuti min ladunhu ajran ʿatheeman

    Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.

  41. 4:41Baca di mushaf ↗

    فَكَيۡفَ إِذَا جِئۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةِۭ بِشَهِيدࣲ وَ جِئۡنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدࣰا﴿٤١﴾

    Fakayfa itha jina min kulli ommatin bishaheedin wajina bika ʿala haolai shaheedan

    Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.

  42. 4:42Baca di mushaf ↗

    يَوۡمَئِذࣲ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ عَصَوُاْ ٱلرَّسُولَ لَوۡ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضُ وَ لَا يَكۡتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثࣰا﴿٤٢﴾

    Yawmaithin yawaddu allatheena kafaroo waʿasawoo alrrasoola law tusawwa bihimu alardu wala yaktumoona Allaha hadeethan

    Pada hari itu, orang yang kafir dan orang yang mendurhakai Rasul (Muhammad), berharap sekiranya mereka diratakan dengan tanah (dikubur atau hancur luluh menjadi tanah), padahal mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian apa pun dari Allah.

  43. 4:43Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقۡرَبُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ أَنتُمۡ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعۡلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَ لَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغۡتَسِلُواْ ۚ وَ إِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدࣱ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءࣰ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدࣰا طَيِّبࣰا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَ أَيۡدِيكُمۡ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا﴿٤٣﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo la taqraboo alssalata waantum sukara hatta taʿlamoo ma taqooloona wala junuban illa ʿabiree sabeelin hatta taghtasiloo wain kuntum marda aw ʿala safarin aw jaa ahadun minkum mina alghaiti aw lamastumu alnnisaa falam tajidoo maan fatayammamoo saʿeedan tayyiban faimsahoo biwujoohikum waaydeekum inna Allaha kana ʿafuwwan ghafooran

    Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat, ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  44. 4:44Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبࣰا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ يَشۡتَرُونَ ٱلضَّلَٰلَةَ وَ يُرِيدُونَ أَن تَضِلُّواْ ٱلسَّبِيلَ﴿٤٤﴾

    Alam tara ila allatheena ootoo naseeban mina alkitabi yashtaroona alddalalata wayureedoona an tadilloo alssabeela

    Tidakkah kamu memperhatikan orang yang telah diberi bagian Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan dan mereka menghendaki agar kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).

  45. 4:45Baca di mushaf ↗

    وَ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِأَعۡدَآئِكُمۡ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيࣰّا وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ نَصِيرࣰا﴿٤٥﴾

    WaAllahu aʿlamu biaʿdaikum wakafa biAllahi waliyyan wakafa biAllahi naseeran

    Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu).

  46. 4:46Baca di mushaf ↗

    مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْ يُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَ يَقُولُونَ سَمِعۡنَا وَ عَصَيۡنَا وَ ٱسۡمَعۡ غَيۡرَ مُسۡمَعࣲ وَ رَٰعِنَا لَيَّۢا بِأَلۡسِنَتِهِمۡ وَ طَعۡنࣰا فِي ٱلدِّينِ ۚ وَ لَوۡ أَنَّهُمۡ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَ أَطَعۡنَا وَ ٱسۡمَعۡ وَ ٱنظُرۡنَا لَكَانَ خَيۡرࣰا لَّهُمۡ وَ أَقۡوَمَ وَ لَٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلࣰا﴿٤٦﴾

    Mina allatheena hadoo yuharrifoona alkalima ʿan mawadiʿihi wayaqooloona samiʿna waʿasayna waismaʿ ghayra musmaʿin waraʿina layyan bialsinatihim wataʿnan fee alddeeni walaw annahum qaloo samiʿna waataʿna waismaʿ waonthurna lakana khayran lahum waaqwama walakin laʿanahumu Allahu bikufrihim fala yuminoona illa qaleelan

    (Yaitu) di antara orang Yahudi, yang mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan mereka berkata, "Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya." Dan (mereka mengatakan pula), "Dengarlah," sedang (engkau Muhammad sebenarnya) tidak mendengar apa pun." Dan (mereka mengatakan), "Rā'inā" dengan memutarbalikkan lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami," tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, tetapi Allah melaknat mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali sedikit sekali.

  47. 4:47Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ ءَامِنُواْ بِمَا نَزَّلۡنَا مُصَدِّقࣰا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبۡلِ أَن نَّطۡمِسَ وُجُوهࣰا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدۡبَارِهَآ أَوۡ نَلۡعَنَهُمۡ كَمَا لَعَنَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلسَّبۡتِ ۚ وَ كَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولًا﴿٤٧﴾

    Ya ayyuha allatheena ootoo alkitaba aminoo bima nazzalna musaddiqan lima maʿakum min qabli an natmisa wujoohan fanaruddaha ʿala adbariha aw nalʿanahum kama laʿanna ashaba alssabti wakana amru Allahi mafʿoolan

    Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab! Berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Alquran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu, sebelum Kami mengubah wajah-wajah(mu), lalu Kami putar ke belakang atau Kami laknat mereka sebagaimana Kami melaknat orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabat (sabtu). Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

  48. 4:48Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَ يَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا﴿٤٨﴾

    Inna Allaha la yaghfiru an yushraka bihi wayaghfiru ma doona thalika liman yashao waman yushrik biAllahi faqadi iftara ithman ʿatheeman

    Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

  49. 4:49Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَآءُ وَ لَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلًا﴿٤٩﴾

    Alam tara ila allatheena yuzakkoona anfusahum bali Allahu yuzakkee man yashao wala yuthlamoona fateelan

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci (orang Yahudi dan Nasrani)? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.

  50. 4:50Baca di mushaf ↗

    ٱنظُرۡ كَيۡفَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ ۖ وَ كَفَىٰ بِهِۦٓ إِثۡمࣰا مُّبِينًا﴿٥٠﴾

    Onthur kayfa yaftaroona ʿala Allahi alkathiba wakafa bihi ithman mubeenan

    Perhatikanlah, betapa mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? Dan cukuplah perbuatan itu menjadi dosa yang nyata (bagi mereka).

  51. 4:51Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبࣰا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡجِبۡتِ وَ ٱلطَّٰغُوتِ وَ يَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ هَٰٓؤُلَآءِ أَهۡدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ سَبِيلًا﴿٥١﴾

    Alam tara ila allatheena ootoo naseeban mina alkitabi yuminoona bialjibti waalttaghooti wayaqooloona lillatheena kafaroo haolai ahda mina allatheena amanoo sabeelan

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Ṭāgūt, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

  52. 4:52Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَ مَن يَلۡعَنِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ نَصِيرًا﴿٥٢﴾

    Olaika allatheena laʿanahumu Allahu waman yalʿani Allahu falan tajida lahu naseeran

    Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barang siapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya.

  53. 4:53Baca di mushaf ↗

    أَمۡ لَهُمۡ نَصِيبࣱ مِّنَ ٱلۡمُلۡكِ فَإِذࣰا لَّا يُؤۡتُونَ ٱلنَّاسَ نَقِيرًا﴿٥٣﴾

    Am lahum naseebun mina almulki faithan la yutoona alnnasa naqeeran

    Ataukah mereka mempunyai bagian dari kerajaan (kekuasaan), meskipun mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia,

  54. 4:54Baca di mushaf ↗

    أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ ۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡحِكۡمَةَ وَ ءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمࣰا﴿٥٤﴾

    Am yahsudoona alnnasa ʿala ma atahumu Allahu min fadlihi faqad atayna ala ibraheema alkitaba waalhikmata waataynahum mulkan ʿatheeman

    ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.

  55. 4:55Baca di mushaf ↗

    فَمِنۡهُم مَّنۡ ءَامَنَ بِهِۦ وَ مِنۡهُم مَّن صَدَّ عَنۡهُ ۚ وَ كَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا﴿٥٥﴾

    Faminhum man amana bihi waminhum man sadda ʿanhu wakafa bijahannama saʿeeran

    Maka di antara mereka (yang dengki itu), ada yang beriman kepadanya dan ada pula yang menghalangi (manusia beriman) kepadanya. Cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya.

  56. 4:56Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيهِمۡ نَارࣰا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمࣰا﴿٥٦﴾

    Inna allatheena kafaroo biayatina sawfa nusleehim naran kullama nadijat julooduhum baddalnahum juloodan ghayraha liyathooqoo alʿathaba inna Allaha kana ʿazeezan hakeeman

    Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  57. 4:57Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدࣰا ۖ لَّهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجࣱ مُّطَهَّرَةࣱ ۖ وَ نُدۡخِلُهُمۡ ظِلࣰّا ظَلِيلًا﴿٥٧﴾

    Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati sanudkhiluhum jannatin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha abadan lahum feeha azwajun mutahharatun wanudkhiluhum thillan thaleelan

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

  58. 4:58Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَ إِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرࣰا﴿٥٨﴾

    Inna Allaha yamurukum an tuaddoo alamanati ila ahliha waitha hakamtum bayna alnnasi an tahkumoo bialʿadli inna Allaha niʿimma yaʿithukum bihi inna Allaha kana sameeʿan baseeran

    Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  59. 4:59Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَ أَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَ أُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡ ۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءࣲ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَ ٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيۡرࣱ وَ أَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا﴿٥٩﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo ateeʿoo Allaha waateeʿoo alrrasoola waolee alamri minkum fain tanazaʿtum fee shayin faruddoohu ila Allahi waalrrasooli in kuntum tuminoona biAllahi waalyawmi alakhiri thalika khayrun waahsanu taweelan

    Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

  60. 4:60Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزۡعُمُونَ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَ مَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓاْ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَ قَدۡ أُمِرُوٓاْ أَن يَكۡفُرُواْ بِهِۦ ۖ وَ يُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمۡ ضَلَٰلَۢا بَعِيدࣰا﴿٦٠﴾

    Alam tara ila allatheena yazʿumoona annahum amanoo bima onzila ilayka wama onzila min qablika yureedoona an yatahakamoo ila alttaghooti waqad omiroo an yakfuroo bihi wayureedu alshshaytanu an yudillahum dalalan baʿeedan

    Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.

  61. 4:61Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَ إِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيۡتَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودࣰا﴿٦١﴾

    Waitha qeela lahum taʿalaw ila ma anzala Allahu waila alrrasooli raayta almunafiqeena yasuddoona ʿanka sudoodan

    Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (patuh) kepada apa yang diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul," (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.

  62. 4:62Baca di mushaf ↗

    فَكَيۡفَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّآ إِحۡسَٰنࣰا وَ تَوۡفِيقًا﴿٦٢﴾

    Fakayfa itha asabathum museebatun bima qaddamat aydeehim thumma jaooka yahlifoona biAllahi in aradna illa ihsanan watawfeeqan

    Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) di sebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian."

  63. 4:63Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ وَ عِظۡهُمۡ وَ قُل لَّهُمۡ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَوۡلَۢا بَلِيغࣰا﴿٦٣﴾

    Olaika allatheena yaʿlamu Allahu ma fee quloobihim faaʿrid ʿanhum waʿithhum waqul lahum fee anfusihim qawlan baleeghan

    Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.

  64. 4:64Baca di mushaf ↗

    وَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ۚ وَ لَوۡ أَنَّهُمۡ إِذ ظَّلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ جَآءُوكَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ ٱللَّهَ وَ ٱسۡتَغۡفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُواْ ٱللَّهَ تَوَّابࣰا رَّحِيمࣰا﴿٦٤﴾

    Wama arsalna min rasoolin illa liyutaʿa biithni Allahi walaw annahum ith thalamoo anfusahum jaooka faistaghfaroo Allaha waistaghfara lahumu alrrasoolu lawajadoo Allaha tawwaban raheeman

    Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. Dan sungguh, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

  65. 4:65Baca di mushaf ↗

    فَلَا وَ رَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَرَجࣰا مِّمَّا قَضَيۡتَ وَ يُسَلِّمُواْ تَسۡلِيمࣰا﴿٦٥﴾

    Fala warabbika la yuminoona hatta yuhakkimooka feema shajara baynahum thumma la yajidoo fee anfusihim harajan mimma qadayta wayusallimoo tasleeman

    Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

  66. 4:66Baca di mushaf ↗

    وَ لَوۡ أَنَّا كَتَبۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَنِ ٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ أَوِ ٱخۡرُجُواْ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلࣱ مِّنۡهُمۡ ۖ وَ لَوۡ أَنَّهُمۡ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيۡرࣰا لَّهُمۡ وَ أَشَدَّ تَثۡبِيتࣰا﴿٦٦﴾

    Walaw anna katabna ʿalayhim ani oqtuloo anfusakum awi okhrujoo min diyarikum ma faʿaloohu illa qaleelun minhum walaw annahum faʿaloo ma yooʿathoona bihi lakana khayran lahum waashadda tathbeetan

    Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, niscaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),

  67. 4:67Baca di mushaf ↗

    وَ إِذࣰا لَّأٓتَيۡنَٰهُم مِّن لَّدُنَّآ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿٦٧﴾

    Waithan laataynahum min ladunna ajran ʿatheeman

    dan dengan demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,

  68. 4:68Baca di mushaf ↗

    وَ لَهَدَيۡنَٰهُمۡ صِرَٰطࣰا مُّسۡتَقِيمࣰا﴿٦٨﴾

    Walahadaynahum siratan mustaqeeman

    dan pasti Kami tunjukan kepada mereka jalan yang lurus.

  69. 4:69Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَ ٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ وَ ٱلصِّدِّيقِينَ وَ ٱلشُّهَدَآءِ وَ ٱلصَّٰلِحِينَ ۚ وَ حَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقࣰا﴿٦٩﴾

    Waman yutiʿi Allaha waalrrasoola faolaika maʿa allatheena anʿama Allahu ʿalayhim mina alnnabiyyeena waalssiddeeqeena waalshshuhadai waalssaliheena wahasuna olaika rafeeqan

    Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

  70. 4:70Baca di mushaf ↗

    ذَٰلِكَ ٱلۡفَضۡلُ مِنَ ٱللَّهِ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمࣰا﴿٧٠﴾

    Thalika alfadlu mina Allahi wakafa biAllahi ʿaleeman

    Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui.

  71. 4:71Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ خُذُواْ حِذۡرَكُمۡ فَٱنفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ ٱنفِرُواْ جَمِيعࣰا﴿٧١﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo khuthoo hithrakum fainfiroo thubatin awi infiroo jameeʿan

    Wahai orang-orang yang beriman! Bersiap-siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama (serentak).

  72. 4:72Baca di mushaf ↗

    وَ إِنَّ مِنكُمۡ لَمَن لَّيُبَطِّئَنَّ فَإِنۡ أَصَٰبَتۡكُم مُّصِيبَةࣱ قَالَ قَدۡ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيَّ إِذۡ لَمۡ أَكُن مَّعَهُمۡ شَهِيدࣰا﴿٧٢﴾

    Wainna minkum laman layubattianna fain asabatkum museebatun qala qad anʿama Allahu ʿalayya ith lam akun maʿahum shaheedan

    Dan sesungguhnya di antara kamu pasti ada orang yang sangat enggan (ke medan pertempuran). Lalu jika kamu ditimpa musibah dia berkata, "Sungguh, Allah telah memberikan nikmat kepadaku karena aku tidak ikut berperang bersama mereka."

  73. 4:73Baca di mushaf ↗

    وَ لَئِنۡ أَصَٰبَكُمۡ فَضۡلࣱ مِّنَ ٱللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَن لَّمۡ تَكُنۢ بَيۡنَكُمۡ وَ بَيۡنَهُۥ مَوَدَّةࣱ يَٰلَيۡتَنِي كُنتُ مَعَهُمۡ فَأَفُوزَ فَوۡزًا عَظِيمࣰا﴿٧٣﴾

    Walain asabakum fadlun mina Allahi layaqoolanna kaan lam takun baynakum wabaynahu mawaddatun ya laytanee kuntu maʿahum faafooza fawzan ʿatheeman

    Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, "Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula)."

  74. 4:74Baca di mushaf ↗

    فَلۡيُقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يَشۡرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا بِٱلۡأٓخِرَةِ ۚ وَ مَن يُقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيُقۡتَلۡ أَوۡ يَغۡلِبۡ فَسَوۡفَ نُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿٧٤﴾

    Falyuqatil fee sabeeli Allahi allatheena yashroona alhayata alddunya bialakhirati waman yuqatil fee sabeeli Allahi fayuqtal aw yaghlib fasawfa nuteehi ajran ʿatheeman

    Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barang siapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.

  75. 4:75Baca di mushaf ↗

    وَ مَا لَكُمۡ لَا تُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ ٱلۡمُسۡتَضۡعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَ ٱلنِّسَآءِ وَ ٱلۡوِلۡدَٰنِ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا مِنۡ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلظَّالِمِ أَهۡلُهَا وَ ٱجۡعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ وَلِيࣰّا وَ ٱجۡعَل لَّنَا مِن لَّدُنكَ نَصِيرًا﴿٧٥﴾

    Wama lakum la tuqatiloona fee sabeeli Allahi waalmustadʿafeena mina alrrijali waalnnisai waalwildani allatheena yaqooloona rabbana akhrijna min hathihi alqaryati alththalimi ahluha waijʿal lana min ladunka waliyyan waijʿal lana min ladunka naseeran

    Dan mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu."

  76. 4:76Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱلطَّٰغُوتِ فَقَٰتِلُوٓاْ أَوۡلِيَآءَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ۖ إِنَّ كَيۡدَ ٱلشَّيۡطَٰنِ كَانَ ضَعِيفًا﴿٧٦﴾

    Allatheena amanoo yuqatiloona fee sabeeli Allahi waallatheena kafaroo yuqatiloona fee sabeeli alttaghooti faqatiloo awliyaa alshshaytani inna kayda alshshaytani kana daʿeefan

    Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.

  77. 4:77Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ قِيلَ لَهُمۡ كُفُّوٓاْ أَيۡدِيَكُمۡ وَ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡقِتَالُ إِذَا فَرِيقࣱ مِّنۡهُمۡ يَخۡشَوۡنَ ٱلنَّاسَ كَخَشۡيَةِ ٱللَّهِ أَوۡ أَشَدَّ خَشۡيَةࣰ ۚ وَ قَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبۡتَ عَلَيۡنَا ٱلۡقِتَالَ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنَآ إِلَىٰٓ أَجَلࣲ قَرِيبࣲ ۗ قُلۡ مَتَٰعُ ٱلدُّنۡيَا قَلِيلࣱ وَ ٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرࣱ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَ لَا تُظۡلَمُونَ فَتِيلًا﴿٧٧﴾

    Alam tara ila allatheena qeela lahum kuffoo aydiyakum waaqeemoo alssalata waatoo alzzakata falamma kutiba ʿalayhimu alqitalu itha fareequn minhum yakhshawna alnnasa kakhashyati Allahi aw ashadda khashyatan waqaloo rabbana lima katabta ʿalayna alqitala lawla akhkhartana ila ajalin qareebin qul mataʿu alddunya qaleelun waalakhiratu khayrun limani ittaqa wala tuthlamoona fateelan

    Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, "Tahanlah tanganmu (dari berperang), laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat!" Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tunda (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?" Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun."

  78. 4:78Baca di mushaf ↗

    أَيۡنَمَا تَكُونُواْ يُدۡرِككُّمُ ٱلۡمَوۡتُ وَ لَوۡ كُنتُمۡ فِي بُرُوجࣲ مُّشَيَّدَةࣲ ۗ وَ إِن تُصِبۡهُمۡ حَسَنَةࣱ يَقُولُواْ هَٰذِهِۦ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ۖ وَ إِن تُصِبۡهُمۡ سَيِّئَةࣱ يَقُولُواْ هَٰذِهِۦ مِنۡ عِندِكَ ۚ قُلۡ كُلࣱّ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلۡقَوۡمِ لَا يَكَادُونَ يَفۡقَهُونَ حَدِيثࣰا﴿٧٨﴾

    Aynama takoonoo yudrikkumu almawtu walaw kuntum fee buroojin mushayyadatin wain tusibhum hasanatun yaqooloo hathihi min ʿindi Allahi wain tusibhum sayyiatun yaqooloo hathihi min ʿindika qul kullun min ʿindi Allahi famali haolai alqawmi la yakadoona yafqahoona hadeethan

    Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah", dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?"

  79. 4:79Baca di mushaf ↗

    مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةࣲ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَ مَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةࣲ فَمِن نَّفۡسِكَ ۚ وَ أَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولࣰا ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدࣰا﴿٧٩﴾

    Ma asabaka min hasanatin famina Allahi wama asabaka min sayyiatin famin nafsika waarsalnaka lilnnasi rasoolan wakafa biAllahi shaheedan

    Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.

  80. 4:80Baca di mushaf ↗

    مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدۡ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَ مَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ عَلَيۡهِمۡ حَفِيظࣰا﴿٨٠﴾

    Man yutiʿi alrrasoola faqad ataʿa Allaha waman tawalla fama arsalnaka ʿalayhim hafeethan

    Barang siapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.

  81. 4:81Baca di mushaf ↗

    وَ يَقُولُونَ طَاعَةࣱ فَإِذَا بَرَزُواْ مِنۡ عِندِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةࣱ مِّنۡهُمۡ غَيۡرَ ٱلَّذِي تَقُولُ ۖ وَ ٱللَّهُ يَكۡتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ وَ تَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا﴿٨١﴾

    Wayaqooloona taʿatun faitha barazoo min ʿindika bayyata taifatun minhum ghayra allathee taqoolu waAllahu yaktubu ma yubayyitoona faaʿrid ʿanhum watawakkal ʿala Allahi wakafa biAllahi wakeelan

    Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat." Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.

  82. 4:82Baca di mushaf ↗

    أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ ۚ وَ لَوۡ كَانَ مِنۡ عِندِ غَيۡرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ ٱخۡتِلَٰفࣰا كَثِيرࣰا﴿٨٢﴾

    Afala yatadabbaroona alqurana walaw kana min ʿindi ghayri Allahi lawajadoo feehi ikhtilafan katheeran

    Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Alquran? Sekiranya (Alquran) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.

  83. 4:83Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا جَآءَهُمۡ أَمۡرࣱ مِّنَ ٱلۡأَمۡنِ أَوِ ٱلۡخَوۡفِ أَذَاعُواْ بِهِۦ ۖ وَ لَوۡ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَ إِلَىٰٓ أُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنۡهُمۡ لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسۡتَنۢبِطُونَهُۥ مِنۡهُمۡ ۗ وَ لَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَ رَحۡمَتُهُۥ لَٱتَّبَعۡتُمُ ٱلشَّيۡطَٰنَ إِلَّا قَلِيلࣰا﴿٨٣﴾

    Waitha jaahum amrun mina alamni awi alkhawfi athaʿoo bihi walaw raddoohu ila alrrasooli waila olee alamri minhum laʿalimahu allatheena yastanbitoonahu minhum walawla fadlu Allahi ʿalaykum warahmatuhu laittabaʿtumu alshshaytana illa qaleelan

    Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu).

  84. 4:84Baca di mushaf ↗

    فَقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفۡسَكَ ۚ وَ حَرِّضِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأۡسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۚ وَ ٱللَّهُ أَشَدُّ بَأۡسࣰا وَ أَشَدُّ تَنكِيلࣰا﴿٨٤﴾

    Faqatil fee sabeeli Allahi la tukallafu illa nafsaka waharridi almumineena ʿasa Allahu an yakuffa basa allatheena kafaroo waAllahu ashaddu basan waashaddu tankeelan

    Maka berperanglah engkau (Muhammad) di jalan Allah, engkau tidaklah dibebani melainkan atas dirimu sendiri. Kobarkanlah (semangat) orang-orang beriman (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak (mematahkan) serangan orang-orang yang kafir itu. Allah sangat besar kekuatan(-Nya) dan sangat keras siksa(-Nya).

  85. 4:85Baca di mushaf ↗

    مَّن يَشۡفَعۡ شَفَٰعَةً حَسَنَةࣰ يَكُن لَّهُۥ نَصِيبࣱ مِّنۡهَا ۖ وَ مَن يَشۡفَعۡ شَفَٰعَةࣰ سَيِّئَةࣰ يَكُن لَّهُۥ كِفۡلࣱ مِّنۡهَا ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ مُّقِيتࣰا﴿٨٥﴾

    Man yashfaʿ shafaʿatan hasanatan yakun lahu naseebun minha waman yashfaʿ shafaʿatan sayyiatan yakun lahu kiflun minha wakana Allahu ʿala kulli shayin muqeetan

    Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian (pahala)-nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

  86. 4:86Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةࣲ فَحَيُّواْ بِأَحۡسَنَ مِنۡهَآ أَوۡ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَسِيبًا﴿٨٦﴾

    Waitha huyyeetum bitahiyyatin fahayyoo biahsana minha aw ruddooha inna Allaha kana ʿala kulli shayin haseeban

    Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.

  87. 4:87Baca di mushaf ↗

    ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِ ۗ وَ مَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثࣰا﴿٨٧﴾

    Allahu la ilaha illa huwa layajmaʿannakum ila yawmi alqiyamati la rayba feehi waman asdaqu mina Allahi hadeethan

    Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia pasti akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan kejadiannya. Siapakah yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?

  88. 4:88Baca di mushaf ↗

    فَمَا لَكُمۡ فِي ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِئَتَيۡنِ وَ ٱللَّهُ أَرۡكَسَهُم بِمَا كَسَبُوٓاْ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَهۡدُواْ مَنۡ أَضَلَّ ٱللَّهُ ۖ وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلࣰا﴿٨٨﴾

    Fama lakum fee almunafiqeena fiatayni waAllahu arkasahum bima kasaboo atureedoona an tahdoo man adalla Allahu waman yudlili Allahu falan tajida lahu sabeelan

    Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

  89. 4:89Baca di mushaf ↗

    وَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَآءࣰ ۖ فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَخُذُوهُمۡ وَ ٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ وَجَدتُّمُوهُمۡ ۖ وَ لَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ وَلِيࣰّا وَ لَا نَصِيرًا﴿٨٩﴾

    Waddoo law takfuroona kama kafaroo fatakoonoona sawaan fala tattakhithoo minhum awliyaa hatta yuhajiroo fee sabeeli Allahi fain tawallaw fakhuthoohum waoqtuloohum haythu wajadtumoohum wala tattakhithoo minhum waliyyan wala naseeran

    Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka). Janganlah kamu jadikan dari antara mereka sebagai teman-teman(mu), sebelum mereka berpindah pada jalan Allah. Apabila mereka berpaling, maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimanapun mereka kamu temukan, dan janganlah kamu jadikan seorang pun di antara mereka sebagai teman setia dan penolong,

  90. 4:90Baca di mushaf ↗

    إِلَّا ٱلَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوۡمِۭ بَيۡنَكُمۡ وَ بَيۡنَهُم مِّيثَٰقٌ أَوۡ جَآءُوكُمۡ حَصِرَتۡ صُدُورُهُمۡ أَن يُقَٰتِلُوكُمۡ أَوۡ يُقَٰتِلُواْ قَوۡمَهُمۡ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَسَلَّطَهُمۡ عَلَيۡكُمۡ فَلَقَٰتَلُوكُمۡ ۚ فَإِنِ ٱعۡتَزَلُوكُمۡ فَلَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ وَ أَلۡقَوۡاْ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَمَ فَمَا جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمۡ عَلَيۡهِمۡ سَبِيلࣰا﴿٩٠﴾

    Illa allatheena yasiloona ila qawmin baynakum wabaynahum meethaqun aw jaookum hasirat sudooruhum an yuqatilookum aw yuqatiloo qawmahum walaw shaa Allahu lasallatahum ʿalaykum falaqatalookum faini iʿtazalookum falam yuqatilookum waalqaw ilaykumu alssalama fama jaʿala Allahu lakum ʿalayhim sabeelan

    kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang yang datang kepadamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu atau memerangi kaumnya. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya diberikan-Nya kekuasaan kepada mereka (dalam) menghadapi kamu, maka pastilah mereka memerangimu. Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangimu serta menawarkan perdamaian kepadamu (menyerah) maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

  91. 4:91Baca di mushaf ↗

    سَتَجِدُونَ ءَاخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأۡمَنُوكُمۡ وَ يَأۡمَنُواْ قَوۡمَهُمۡ كُلَّ مَا رُدُّوٓاْ إِلَى ٱلۡفِتۡنَةِ أُرۡكِسُواْ فِيهَا ۚ فَإِن لَّمۡ يَعۡتَزِلُوكُمۡ وَ يُلۡقُوٓاْ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَمَ وَ يَكُفُّوٓاْ أَيۡدِيَهُمۡ فَخُذُوهُمۡ وَ ٱقۡتُلُوهُمۡ حَيۡثُ ثَقِفۡتُمُوهُمۡ ۚ وَ أُوْلَٰٓئِكُمۡ جَعَلۡنَا لَكُمۡ عَلَيۡهِمۡ سُلۡطَٰنࣰا مُّبِينࣰا﴿٩١﴾

    Satajidoona akhareena yureedoona an yamanookum wayamanoo qawmahum kulla ma ruddoo ila alfitnati orkisoo feeha fain lam yaʿtazilookum wayulqoo ilaykumu alssalama wayakuffoo aydiyahum fakhuthoohum waoqtuloohum haythu thaqiftumoohum waolaikum jaʿalna lakum ʿalayhim sultanan mubeenan

    Kelak akan kamu dapati (golongan-golongan) yang lain, yang menginginkan agar mereka hidup aman bersamamu dan aman (pula) bersama kaumnya. Setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), mereka pun terjun ke dalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka.

  92. 4:92Baca di mushaf ↗

    وَ مَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ أَن يَقۡتُلَ مُؤۡمِنًا إِلَّا خَطَـࣰٔا ۚ وَ مَن قَتَلَ مُؤۡمِنًا خَطَـࣰٔا فَتَحۡرِيرُ رَقَبَةࣲ مُّؤۡمِنَةࣲ وَ دِيَةࣱ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَصَّدَّقُواْ ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوۡمٍ عَدُوࣲّ لَّكُمۡ وَ هُوَ مُؤۡمِنࣱ فَتَحۡرِيرُ رَقَبَةࣲ مُّؤۡمِنَةࣲ ۖ وَ إِن كَانَ مِن قَوۡمِۭ بَيۡنَكُمۡ وَ بَيۡنَهُم مِّيثَٰقࣱ فَدِيَةࣱ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ وَ تَحۡرِيرُ رَقَبَةࣲ مُّؤۡمِنَةࣲ ۖ فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ شَهۡرَيۡنِ مُتَتَابِعَيۡنِ تَوۡبَةࣰ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿٩٢﴾

    Wama kana limuminin an yaqtula muminan illa khataan waman qatala muminan khataan fatahreeru raqabatin muminatin wadiyatun musallamatun ila ahlihi illa an yassaddaqoo fain kana min qawmin ʿaduwwin lakum wahuwa muminun fatahreeru raqabatin muminatin wain kana min qawmin baynakum wabaynahum meethaqun fadiyatun musallamatun ila ahlihi watahreeru raqabatin muminatin faman lam yajid fasiyamu shahrayni mutatabiʿayni tawbatan mina Allahi wakana Allahu ʿaleeman hakeeman

    Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena kesalahan (tidak sengaja). Barang siapa membunuh seorang yang beriman karena kesalahan (hendaklah) dia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta (membayar) tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) membebaskan pembayaran. Jika dia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal dia orang beriman, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika dia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar tebusan yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barang siapa tidak mendapatkan (hamba sahaya), maka hendaklah dia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai tobat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  93. 4:93Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَقۡتُلۡ مُؤۡمِنࣰا مُّتَعَمِّدࣰا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَٰلِدࣰا فِيهَا وَ غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَ لَعَنَهُۥ وَ أَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمࣰا﴿٩٣﴾

    Waman yaqtul muminan mutaʿammidan fajazaohu jahannamu khalidan feeha waghadiba Allahu ʿalayhi walaʿanahu waaʿadda lahu ʿathaban ʿatheeman

    Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.

  94. 4:94Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَ لَا تَقُولُواْ لِمَنۡ أَلۡقَىٰٓ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسۡتَ مُؤۡمِنࣰا تَبۡتَغُونَ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةࣱ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبۡلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ فَتَبَيَّنُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣰا﴿٩٤﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo itha darabtum fee sabeeli Allahi fatabayyanoo wala taqooloo liman alqa ilaykumu alssalama lasta muminan tabtaghoona ʿarada alhayati alddunya faʿinda Allahi maghanimu katheeratun kathalika kuntum min qablu famanna Allahu ʿalaykum fatabayyanoo inna Allaha kana bima taʿmaloona khabeeran

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu, "Kamu bukan seorang yang beriman", (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah! Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  95. 4:95Baca di mushaf ↗

    لَّا يَسۡتَوِي ٱلۡقَٰعِدُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ غَيۡرُ أُوْلِي ٱلضَّرَرِ وَ ٱلۡمُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَ أَنفُسِهِمۡ ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَ أَنفُسِهِمۡ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ دَرَجَةࣰ ۚ وَ كُلࣰّا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰ ۚ وَ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿٩٥﴾

    La yastawee alqaʿidoona mina almumineena ghayru olee alddarari waalmujahidoona fee sabeeli Allahi biamwalihim waanfusihim faddala Allahu almujahideena biamwalihim waanfusihim ʿala alqaʿideena darajatan wakullan waʿada Allahu alhusna wafaddala Allahu almujahideena ʿala alqaʿideena ajran ʿatheeman

    Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

  96. 4:96Baca di mushaf ↗

    دَرَجَٰتࣲ مِّنۡهُ وَ مَغۡفِرَةࣰ وَ رَحۡمَةࣰ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِيمًا﴿٩٦﴾

    Darajatin minhu wamaghfiratan warahmatan wakana Allahu ghafooran raheeman

    (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  97. 4:97Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡ ۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةࣰ فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا ۚ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ ۖ وَ سَآءَتۡ مَصِيرًا﴿٩٧﴾

    Inna allatheena tawaffahumu almalaikatu thalimee anfusihim qaloo feema kuntum qaloo kunna mustadʿafeena fee alardi qaloo alam takun ardu Allahi wasiʿatan fatuhajiroo feeha faolaika mawahum jahannamu wasaat maseeran

    Sesungguhnya orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi sendiri, mereka (para malaikat) bertanya, "Bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab, "Kami orang-orang yang tertindas di bumi (Mekkah)." Mereka (para malaikat) bertanya, "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (berpindah-pindah) di bumi itu?" Maka orang-orang itu tempatnya di neraka Jahanam, dan (Jahanam) itu seburuk-buruk tempat kembali,

  98. 4:98Baca di mushaf ↗

    إِلَّا ٱلۡمُسۡتَضۡعَفِينَ مِنَ ٱلرِّجَالِ وَ ٱلنِّسَآءِ وَ ٱلۡوِلۡدَٰنِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ حِيلَةࣰ وَ لَا يَهۡتَدُونَ سَبِيلࣰا﴿٩٨﴾

    Illa almustadʿafeena mina alrrijali waalnnisai waalwildani la yastateeʿoona heelatan wala yahtadoona sabeelan

    Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),

  99. 4:99Baca di mushaf ↗

    فَأُوْلَٰٓئِكَ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَعۡفُوَ عَنۡهُمۡ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَفُوًّا غَفُورࣰا﴿٩٩﴾

    Faolaika ʿasa Allahu an yaʿfuwa ʿanhum wakana Allahu ʿafuwwan ghafooran

    maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  100. 4:100Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يُهَاجِرۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُرَٰغَمࣰا كَثِيرࣰا وَ سَعَةࣰ ۚ وَ مَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَ رَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿١٠٠﴾

    Waman yuhajir fee sabeeli Allahi yajid fee alardi muraghaman katheeran wasaʿatan waman yakhruj min baytihi muhajiran ila Allahi warasoolihi thumma yudrikhu almawtu faqad waqaʿa ajruhu ʿala Allahi wakana Allahu ghafooran raheeman

    Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  101. 4:101Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَقۡصُرُواْ مِنَ ٱلصَّلَوٰةِ إِنۡ خِفۡتُمۡ أَن يَفۡتِنَكُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ كَانُواْ لَكُمۡ عَدُوࣰّا مُّبِينࣰا﴿١٠١﴾

    Waitha darabtum fee alardi falaysa ʿalaykum junahun an taqsuroo mina alssalati in khiftum an yaftinakumu allatheena kafaroo inna alkafireena kanoo lakum ʿaduwwan mubeenan

    Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

  102. 4:102Baca di mushaf ↗

    وَ إِذَا كُنتَ فِيهِمۡ فَأَقَمۡتَ لَهُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَلۡتَقُمۡ طَآئِفَةࣱ مِّنۡهُم مَّعَكَ وَ لۡيَأۡخُذُوٓاْ أَسۡلِحَتَهُمۡ ۖ فَإِذَا سَجَدُواْ فَلۡيَكُونُواْ مِن وَرَآئِكُمۡ وَ لۡتَأۡتِ طَآئِفَةٌ أُخۡرَىٰ لَمۡ يُصَلُّواْ فَلۡيُصَلُّواْ مَعَكَ وَ لۡيَأۡخُذُواْ حِذۡرَهُمۡ وَ أَسۡلِحَتَهُمۡ ۗ وَدَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡ تَغۡفُلُونَ عَنۡ أَسۡلِحَتِكُمۡ وَ أَمۡتِعَتِكُمۡ فَيَمِيلُونَ عَلَيۡكُم مَّيۡلَةࣰ وَٰحِدَةࣰ ۚ وَ لَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ إِن كَانَ بِكُمۡ أَذࣰى مِّن مَّطَرٍ أَوۡ كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَن تَضَعُوٓاْ أَسۡلِحَتَكُمۡ ۖ وَ خُذُواْ حِذۡرَكُمۡ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابࣰا مُّهِينࣰا﴿١٠٢﴾

    Waitha kunta feehim faaqamta lahumu alssalata faltaqum taifatun minhum maʿaka walyakhuthoo aslihatahum faitha sajadoo falyakoonoo min waraikum waltati taifatun okhra lam yusalloo falyusalloo maʿaka walyakhuthoo hithrahum waaslihatahum wadda allatheena kafaroo law taghfuloona ʿan aslihatikum waamtiʿatikum fayameeloona ʿalaykum maylatan wahidatan wala junaha ʿalaykum in kana bikum athan min matarin aw kuntum marda an tadaʿoo aslihatakum wakhuthoo hithrakum inna Allaha aʿadda lilkafireena ʿathaban muheenan

    Dan apabila engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu engkau hendak melaksanakan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) bersamamu dan menyandang senjata mereka, kemudian apabila mereka (yang salat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang lain yang belum salat, lalu mereka salat denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka. Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu sekaligus. Dan tidak mengapa kamu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat suatu kesusahan karena hujan atau karena kamu sakit, dan bersiapsiagalah kamu. Sungguh, Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir.

  103. 4:103Baca di mushaf ↗

    فَإِذَا قَضَيۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ قِيَٰمࣰا وَ قُعُودࣰا وَ عَلَىٰ جُنُوبِكُمۡ ۚ فَإِذَا ٱطۡمَأۡنَنتُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبࣰا مَّوۡقُوتࣰا﴿١٠٣﴾

    Faitha qadaytumu alssalata faothkuroo Allaha qiyaman waquʿoodan waʿala junoobikum faitha itmanantum faaqeemoo alssalata inna alssalata kanat ʿala almumineena kitaban mawqootan

    Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.

  104. 4:104Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تَهِنُواْ فِي ٱبۡتِغَآءِ ٱلۡقَوۡمِ ۖ إِن تَكُونُواْ تَأۡلَمُونَ فَإِنَّهُمۡ يَأۡلَمُونَ كَمَا تَأۡلَمُونَ ۖ وَ تَرۡجُونَ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا يَرۡجُونَ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا﴿١٠٤﴾

    Wala tahinoo fee ibtighai alqawmi in takoonoo talamoona fainnahum yalamoona kama talamoona watarjoona mina Allahi ma la yarjoona wakana Allahu ʿaleeman hakeeman

    Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  105. 4:105Baca di mushaf ↗

    إِنَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِتَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ بِمَآ أَرَىٰكَ ٱللَّهُ ۚ وَ لَا تَكُن لِّلۡخَآئِنِينَ خَصِيمࣰا﴿١٠٥﴾

    Inna anzalna ilayka alkitaba bialhaqqi litahkuma bayna alnnasi bima araka Allahu wala takun lilkhaineena khaseeman

    Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Alquran) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat,

  106. 4:106Baca di mushaf ↗

    وَ ٱسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿١٠٦﴾

    Waistaghfiri Allaha inna Allaha kana ghafooran raheeman

    dan mohonkanlah ampunan kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  107. 4:107Baca di mushaf ↗

    وَ لَا تُجَٰدِلۡ عَنِ ٱلَّذِينَ يَخۡتَانُونَ أَنفُسَهُمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّانًا أَثِيمࣰا﴿١٠٧﴾

    Wala tujadil ʿani allatheena yakhtanoona anfusahum inna Allaha la yuhibbu man kana khawwanan atheeman

    Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,

  108. 4:108Baca di mushaf ↗

    يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَ لَا يَسۡتَخۡفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَ هُوَ مَعَهُمۡ إِذۡ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرۡضَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيطًا﴿١٠٨﴾

    Yastakhfoona mina alnnasi wala yastakhfoona mina Allahi wahuwa maʿahum ith yubayyitoona ma la yarda mina alqawli wakana Allahu bima yaʿmaloona muheetan

    mereka dapat bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak dapat bersembunyi dari Allah, karena Allah bersama mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang tidak diridai-Nya. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan.

  109. 4:109Baca di mushaf ↗

    هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ جَٰدَلۡتُمۡ عَنۡهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا فَمَن يُجَٰدِلُ ٱللَّهَ عَنۡهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَم مَّن يَكُونُ عَلَيۡهِمۡ وَكِيلࣰا﴿١٠٩﴾

    Haantum haolai jadaltum ʿanhum fee alhayati alddunya faman yujadilu Allaha ʿanhum yawma alqiyamati am man yakoonu ʿalayhim wakeelan

    Itulah kamu! Kamu berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi siapa yang akan menentang Allah untuk (membela) mereka pada hari Kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap azab Allah)?

  110. 4:110Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَعۡمَلۡ سُوٓءًا أَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهُۥ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿١١٠﴾

    Waman yaʿmal sooan aw yathlim nafsahu thumma yastaghfiri Allaha yajidi Allaha ghafooran raheeman

    Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  111. 4:111Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَكۡسِبۡ إِثۡمࣰا فَإِنَّمَا يَكۡسِبُهُۥ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿١١١﴾

    Waman yaksib ithman fainnama yaksibuhu ʿala nafsihi wakana Allahu ʿaleeman hakeeman

    Dan barang siapa berbuat dosa, maka sesungguhnya dia mengerjakannya untuk (kesulitan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  112. 4:112Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَكۡسِبۡ خَطِيٓـَٔةً أَوۡ إِثۡمࣰا ثُمَّ يَرۡمِ بِهِۦ بَرِيٓـࣰٔا فَقَدِ ٱحۡتَمَلَ بُهۡتَٰنࣰا وَ إِثۡمࣰا مُّبِينࣰا﴿١١٢﴾

    Waman yaksib khateeatan aw ithman thumma yarmi bihi bareean faqadi ihtamala buhtanan waithman mubeenan

    Dan barang siapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.

  113. 4:113Baca di mushaf ↗

    وَ لَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكَ وَ رَحۡمَتُهُۥ لَهَمَّت طَّآئِفَةࣱ مِّنۡهُمۡ أَن يُضِلُّوكَ وَ مَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ ۖ وَ مَا يَضُرُّونَكَ مِن شَيۡءࣲ ۚ وَ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ وَ ٱلۡحِكۡمَةَ وَ عَلَّمَكَ مَا لَمۡ تَكُن تَعۡلَمُ ۚ وَ كَانَ فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكَ عَظِيمࣰا﴿١١٣﴾

    Walawla fadlu Allahi ʿalayka warahmatuhu lahammat taifatun minhum an yudillooka wama yudilloona illa anfusahum wama yadurroonaka min shayin waanzala Allahu ʿalayka alkitaba waalhikmata waʿallamaka ma lam takun taʿlamu wakana fadlu Allahi ʿalayka ʿatheeman

    Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Alquran) dan Hikmah (Sunah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.

  114. 4:114Baca di mushaf ↗

    لَّا خَيۡرَ فِي كَثِيرࣲ مِّن نَّجۡوَىٰهُمۡ إِلَّا مَنۡ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوۡ مَعۡرُوفٍ أَوۡ إِصۡلَٰحِۭ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَ مَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوۡفَ نُؤۡتِيهِ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿١١٤﴾

    La khayra fee katheerin min najwahum illa man amara bisadaqatin aw maʿroofin aw islahin bayna alnnasi waman yafʿal thalika ibtighaa mardati Allahi fasawfa nuteehi ajran ʿatheeman

    Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.

  115. 4:115Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَ يَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَ نُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَ سَآءَتۡ مَصِيرًا﴿١١٥﴾

    Waman yushaqiqi alrrasoola min baʿdi ma tabayyana lahu alhuda wayattabiʿ ghayra sabeeli almumineena nuwallihi ma tawalla wanuslihi jahannama wasaat maseeran

    Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.

  116. 4:116Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَ يَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا﴿١١٦﴾

    Inna Allaha la yaghfiru an yushraka bihi wayaghfiru ma doona thalika liman yashao waman yushrik biAllahi faqad dalla dalalan baʿeedan

    Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.

  117. 4:117Baca di mushaf ↗

    إِن يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثࣰا وَ إِن يَدۡعُونَ إِلَّا شَيۡطَٰنࣰا مَّرِيدࣰا﴿١١٧﴾

    In yadʿoona min doonihi illa inathan wain yadʿoona illa shaytanan mareedan

    Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah ināṡan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,

  118. 4:118Baca di mushaf ↗

    لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ۘ وَ قَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنۡ عِبَادِكَ نَصِيبࣰا مَّفۡرُوضࣰا﴿١١٨﴾

    Laʿanahu Allahu waqala laattakhithanna min ʿibadika naseeban mafroodan

    yang dilaknati Allah, dan (setan) itu mengatakan, "Aku pasti akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba-Mu,

  119. 4:119Baca di mushaf ↗

    وَ لَأُضِلَّنَّهُمۡ وَ لَأُمَنِّيَنَّهُمۡ وَ لَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ وَ لَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ ٱللَّهِ ۚ وَ مَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيۡطَٰنَ وَلِيࣰّا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانࣰا مُّبِينࣰا﴿١١٩﴾

    Walaodillannahum walaomanniyannahum walaamurannahum falayubattikunna athana alanʿami walaamurannahum falayughayyirunna khalqa Allahi waman yattakhithi alshshaytana waliyyan min dooni Allahi faqad khasira khusranan mubeenan

    dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya)." Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata.

  120. 4:120Baca di mushaf ↗

    يَعِدُهُمۡ وَ يُمَنِّيهِمۡ ۖ وَ مَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا﴿١٢٠﴾

    Yaʿiduhum wayumanneehim wama yaʿiduhumu alshshaytanu illa ghurooran

    (Setan itu) memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.

  121. 4:121Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُ وَ لَا يَجِدُونَ عَنۡهَا مَحِيصࣰا﴿١٢١﴾

    Olaika mawahum jahannamu wala yajidoona ʿanha maheesan

    Mereka (yang tertipu) itu tempatnya di neraka Jahanam dan mereka tidak akan mendapat tempat (lain untuk) lari darinya.

  122. 4:122Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدࣰا ۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقࣰّا ۚ وَ مَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلࣰا﴿١٢٢﴾

    Waallatheena amanoo waʿamiloo alssalihati sanudkhiluhum jannatin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha abadan waʿda Allahi haqqan waman asdaqu mina Allahi qeelan

    Dan orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

  123. 4:123Baca di mushaf ↗

    لَّيۡسَ بِأَمَانِيِّكُمۡ وَ لَآ أَمَانِيِّ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ۗ مَن يَعۡمَلۡ سُوٓءࣰا يُجۡزَ بِهِۦ وَ لَا يَجِدۡ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيࣰّا وَ لَا نَصِيرࣰا﴿١٢٣﴾

    Laysa biamaniyyikum wala amaniyyi ahli alkitabi man yaʿmal sooan yujza bihi wala yajid lahu min dooni Allahi waliyyan wala naseeran

    (Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu, dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

  124. 4:124Baca di mushaf ↗

    وَ مَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَ هُوَ مُؤۡمِنࣱ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ وَ لَا يُظۡلَمُونَ نَقِيرࣰا﴿١٢٤﴾

    Waman yaʿmal mina alssalihati min thakarin aw ontha wahuwa muminun faolaika yadkhuloona aljannata wala yuthlamoona naqeeran

    Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.

  125. 4:125Baca di mushaf ↗

    وَ مَنۡ أَحۡسَنُ دِينࣰا مِّمَّنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ وَ هُوَ مُحۡسِنࣱ وَ ٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفࣰا ۗ وَ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبۡرَٰهِيمَ خَلِيلࣰا﴿١٢٥﴾

    Waman ahsanu deenan mimman aslama wajhahu lillahi wahuwa muhsinun waittabaʿa millata ibraheema haneefan waittakhatha Allahu ibraheema khaleelan

    Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan (-Nya).

  126. 4:126Baca di mushaf ↗

    وَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءࣲ مُّحِيطࣰا﴿١٢٦﴾

    Walillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wakana Allahu bikulli shayin muheetan

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.

  127. 4:127Baca di mushaf ↗

    وَ يَسۡتَفۡتُونَكَ فِي ٱلنِّسَآءِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ يُفۡتِيكُمۡ فِيهِنَّ وَ مَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ فِي يَتَٰمَى ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِي لَا تُؤۡتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَ تَرۡغَبُونَ أَن تَنكِحُوهُنَّ وَ ٱلۡمُسۡتَضۡعَفِينَ مِنَ ٱلۡوِلۡدَٰنِ وَ أَن تَقُومُواْ لِلۡيَتَٰمَىٰ بِٱلۡقِسۡطِ ۚ وَ مَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِهِۦ عَلِيمࣰا﴿١٢٧﴾

    Wayastaftoonaka fee alnnisai quli Allahu yufteekum feehinna wama yutla ʿalaykum fee alkitabi fee yatama alnnisai allatee la tutoonahunna ma kutiba lahunna watarghaboona an tankihoohunna waalmustadʿafeena mina alwildani waan taqoomoo lilyatama bialqisti wama tafʿaloo min khayrin fainna Allaha kana bihi ʿaleeman

    Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang perempuan. Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Alquran (juga memfatwakan) tentang para perempuan yatim yang tidak kamu berikan sesuatu (maskawin) yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin menikahi mereka dan (tentang) anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) agar mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa pun yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."

  128. 4:128Baca di mushaf ↗

    وَ إِنِ ٱمۡرَأَةٌ خَافَتۡ مِنۢ بَعۡلِهَا نُشُوزًا أَوۡ إِعۡرَاضࣰا فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَآ أَن يُصۡلِحَا بَيۡنَهُمَا صُلۡحࣰا ۚ وَ ٱلصُّلۡحُ خَيۡرࣱ ۗ وَ أُحۡضِرَتِ ٱلۡأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَ إِن تُحۡسِنُواْ وَ تَتَّقُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣰا﴿١٢٨﴾

    Waini imraatun khafat min baʿliha nushoozan aw iʿradan fala junaha ʿalayhima an yusliha baynahuma sulhan waalssulhu khayrun waohdirati alanfusu alshshuhha wain tuhsinoo watattaqoo fainna Allaha kana bima taʿmaloona khabeeran

    Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

  129. 4:129Baca di mushaf ↗

    وَ لَن تَسۡتَطِيعُوٓاْ أَن تَعۡدِلُواْ بَيۡنَ ٱلنِّسَآءِ وَ لَوۡ حَرَصۡتُمۡ ۖ فَلَا تَمِيلُواْ كُلَّ ٱلۡمَيۡلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلۡمُعَلَّقَةِ ۚ وَ إِن تُصۡلِحُواْ وَ تَتَّقُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿١٢٩﴾

    Walan tastateeʿoo an taʿdiloo bayna alnnisai walaw harastum fala tameeloo kulla almayli fatatharooha kaalmuʿallaqati wain tuslihoo watattaqoo fainna Allaha kana ghafooran raheeman

    Dan kamu tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  130. 4:130Baca di mushaf ↗

    وَ إِن يَتَفَرَّقَا يُغۡنِ ٱللَّهُ كُلࣰّا مِّن سَعَتِهِۦ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ وَٰسِعًا حَكِيمࣰا﴿١٣٠﴾

    Wain yatafarraqa yughni Allahu kullan min saʿatihi wakana Allahu wasiʿan hakeeman

    Dan jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya), Mahabijaksana.

  131. 4:131Baca di mushaf ↗

    وَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ لَقَدۡ وَصَّيۡنَا ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَ إِيَّاكُمۡ أَنِ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ وَ إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدࣰا﴿١٣١﴾

    Walillahi ma fee alssamawati wama fee alardi walaqad wassayna allatheena ootoo alkitaba min qablikum waiyyakum ani ittaqoo Allaha wain takfuroo fainna lillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wakana Allahu ghaniyyan hameedan

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan sungguh, Kami telah memerintahkan kepada orang yang diberi Kitab suci sebelum kamu dan (juga) kepadamu agar bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah), milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

  132. 4:132Baca di mushaf ↗

    وَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا﴿١٣٢﴾

    Walillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wakafa biAllahi wakeelan

    Dan milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemeliharanya.

  133. 4:133Baca di mushaf ↗

    إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ أَيُّهَا ٱلنَّاسُ وَ يَأۡتِ بِـَٔاخَرِينَ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ قَدِيرࣰا﴿١٣٣﴾

    In yasha yuthhibkum ayyuha alnnasu wayati biakhareena wakana Allahu ʿala thalika qadeeran

    Kalau Allah menghendaki, niscaya dimusnahkan-Nya kamu semua wahai manusia! Kemudian Dia datangkan (umat) yang lain (sebagai penggantimu). Dan Allah Mahakuasa berbuat demikian.

  134. 4:134Baca di mushaf ↗

    مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ ٱلدُّنۡيَا فَعِندَ ٱللَّهِ ثَوَابُ ٱلدُّنۡيَا وَ ٱلۡأٓخِرَةِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ سَمِيعَۢا بَصِيرࣰا﴿١٣٤﴾

    Man kana yureedu thawaba alddunya faʿinda Allahi thawabu alddunya waalakhirati wakana Allahu sameeʿan baseeran

    Barang siapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  135. 4:135Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَ لَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرࣰا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْ ۚ وَ إِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣰا﴿١٣٥﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo koonoo qawwameena bialqisti shuhadaa lillahi walaw ʿala anfusikum awi alwalidayni waalaqrabeena in yakun ghaniyyan aw faqeeran faAllahu awla bihima fala tattabiʿoo alhawa an taʿdiloo wain talwoo aw tuʿridoo fainna Allaha kana bima taʿmaloona khabeeran

    Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

  136. 4:136Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَ رَسُولِهِۦ وَ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُ ۚ وَ مَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَ مَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَ كُتُبِهِۦ وَ رُسُلِهِۦ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا﴿١٣٦﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo aminoo biAllahi warasoolihi waalkitabi allathee nazzala ʿala rasoolihi waalkitabi allathee anzala min qablu waman yakfur biAllahi wamalaikatihi wakutubihi warusulihi waalyawmi alakhiri faqad dalla dalalan baʿeedan

    Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.

  137. 4:137Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ ثُمَّ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ ثُمَّ ٱزۡدَادُواْ كُفۡرࣰا لَّمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَ لَا لِيَهۡدِيَهُمۡ سَبِيلَۢا﴿١٣٧﴾

    Inna allatheena amanoo thumma kafaroo thumma amanoo thumma kafaroo thumma izdadoo kufran lam yakuni Allahu liyaghfira lahum wala liyahdiyahum sabeelan

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).

  138. 4:138Baca di mushaf ↗

    بَشِّرِ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ بِأَنَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمًا﴿١٣٨﴾

    Bashshiri almunafiqeena bianna lahum ʿathaban aleeman

    Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,

  139. 4:139Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ يَتَّخِذُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ۚ أَيَبۡتَغُونَ عِندَهُمُ ٱلۡعِزَّةَ فَإِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعࣰا﴿١٣٩﴾

    Allatheena yattakhithoona alkafireena awliyaa min dooni almumineena ayabtaghoona ʿindahumu alʿizzata fainna alʿizzata lillahi jameeʿan

    (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.

  140. 4:140Baca di mushaf ↗

    وَ قَدۡ نَزَّلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلۡكِتَٰبِ أَنۡ إِذَا سَمِعۡتُمۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ يُكۡفَرُ بِهَا وَ يُسۡتَهۡزَأُ بِهَا فَلَا تَقۡعُدُواْ مَعَهُمۡ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيۡرِهِۦٓ إِنَّكُمۡ إِذࣰا مِّثۡلُهُمۡ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَ ٱلۡكَٰفِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا﴿١٤٠﴾

    Waqad nazzala ʿalaykum fee alkitabi an itha samiʿtum ayati Allahi yukfaru biha wayustahzao biha fala taqʿudoo maʿahum hatta yakhoodoo fee hadeethin ghayrihi innakum ithan mithluhum inna Allaha jamiʿu almunafiqeena waalkafireena fee jahannama jameeʿan

    Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Alquran) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam,

  141. 4:141Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمۡ فَإِن كَانَ لَكُمۡ فَتۡحࣱ مِّنَ ٱللَّهِ قَالُوٓاْ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡ وَ إِن كَانَ لِلۡكَٰفِرِينَ نَصِيبࣱ قَالُوٓاْ أَلَمۡ نَسۡتَحۡوِذۡ عَلَيۡكُمۡ وَ نَمۡنَعۡكُم مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ۚ فَٱللَّهُ يَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۚ وَ لَن يَجۡعَلَ ٱللَّهُ لِلۡكَٰفِرِينَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ سَبِيلًا﴿١٤١﴾

    Allatheena yatarabbasoona bikum fain kana lakum fathun mina Allahi qaloo alam nakun maʿakum wain kana lilkafireena naseebun qaloo alam nastahwith ʿalaykum wanamnaʿkum mina almumineena faAllahu yahkumu baynakum yawma alqiyamati walan yajʿala Allahu lilkafireena ʿala almumineena sabeelan

    (yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?" Dan jika orang kafir mendapat bagian mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.

  142. 4:142Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَ هُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَ إِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَ لَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلࣰا﴿١٤٢﴾

    Inna almunafiqeena yukhadiʿoona Allaha wahuwa khadiʿuhum waitha qamoo ila alssalati qamoo kusala yuraoona alnnasa wala yathkuroona Allaha illa qaleelan

    Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allahlah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya` (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.

  143. 4:143Baca di mushaf ↗

    مُّذَبۡذَبِينَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ وَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَ مَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلࣰا﴿١٤٣﴾

    Muthabthabeena bayna thalika la ila haolai wala ila haolai waman yudlili Allahu falan tajida lahu sabeelan

    Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

  144. 4:144Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنࣰا مُّبِينًا﴿١٤٤﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo la tattakhithoo alkafireena awliyaa min dooni almumineena atureedoona an tajʿaloo lillahi ʿalaykum sultanan mubeenan

    Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu)?

  145. 4:145Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَ لَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا﴿١٤٥﴾

    Inna almunafiqeena fee alddarki alasfali mina alnnari walan tajida lahum naseeran

    Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka,

  146. 4:146Baca di mushaf ↗

    إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَ أَصۡلَحُواْ وَ ٱعۡتَصَمُواْ بِٱللَّهِ وَ أَخۡلَصُواْ دِينَهُمۡ لِلَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ۖ وَ سَوۡفَ يُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَجۡرًا عَظِيمࣰا﴿١٤٦﴾

    Illa allatheena taboo waaslahoo waiʿtasamoo biAllahi waakhlasoo deenahum lillahi faolaika maʿa almumineena wasawfa yuti Allahu almumineena ajran ʿatheeman

    kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman.

  147. 4:147Baca di mushaf ↗

    مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَ ءَامَنتُمۡ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمࣰا﴿١٤٧﴾

    Ma yafʿalu Allahu biʿathabikum in shakartum waamantum wakana Allahu shakiran ʿaleeman

    Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

  148. 4:148Baca di mushaf ↗

    لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلۡجَهۡرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلۡقَوۡلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا﴿١٤٨﴾

    La yuhibbu Allahu aljahra bialssooi mina alqawli illa man thulima wakana Allahu sameeʿan ʿaleeman

    Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

  149. 4:149Baca di mushaf ↗

    إِن تُبۡدُواْ خَيۡرًا أَوۡ تُخۡفُوهُ أَوۡ تَعۡفُواْ عَن سُوٓءࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوࣰّا قَدِيرًا﴿١٤٩﴾

    In tubdoo khayran aw tukhfoohu aw taʿfoo ʿan sooin fainna Allaha kana ʿafuwwan qadeeran

    Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa.

  150. 4:150Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَ رُسُلِهِۦ وَ يُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُواْ بَيۡنَ ٱللَّهِ وَ رُسُلِهِۦ وَ يَقُولُونَ نُؤۡمِنُ بِبَعۡضࣲ وَ نَكۡفُرُ بِبَعۡضࣲ وَ يُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُواْ بَيۡنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا﴿١٥٠﴾

    Inna allatheena yakfuroona biAllahi warusulihi wayureedoona an yufarriqoo bayna Allahi warusulihi wayaqooloona numinu bibaʿdin wanakfuru bibaʿdin wayureedoona an yattakhithoo bayna thalika sabeelan

    Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan Rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, "Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain)," serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),

  151. 4:151Baca di mushaf ↗

    أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ حَقࣰّا ۚ وَ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابࣰا مُّهِينࣰا﴿١٥١﴾

    Olaika humu alkafiroona haqqan waaʿtadna lilkafireena ʿathaban muheenan

    merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.

  152. 4:152Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَ رُسُلِهِۦ وَ لَمۡ يُفَرِّقُواْ بَيۡنَ أَحَدࣲ مِّنۡهُمۡ أُوْلَٰٓئِكَ سَوۡفَ يُؤۡتِيهِمۡ أُجُورَهُمۡ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿١٥٢﴾

    Waallatheena amanoo biAllahi warusulihi walam yufarriqoo bayna ahadin minhum olaika sawfa yuteehim ojoorahum wakana Allahu ghafooran raheeman

    Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para Rasul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  153. 4:153Baca di mushaf ↗

    يَسۡـَٔلُكَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَن تُنَزِّلَ عَلَيۡهِمۡ كِتَٰبࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ فَقَدۡ سَأَلُواْ مُوسَىٰٓ أَكۡبَرَ مِن ذَٰلِكَ فَقَالُوٓاْ أَرِنَا ٱللَّهَ جَهۡرَةࣰ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ بِظُلۡمِهِمۡ ۚ ثُمَّ ٱتَّخَذُواْ ٱلۡعِجۡلَ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَتۡهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُ فَعَفَوۡنَا عَن ذَٰلِكَ ۚ وَ ءَاتَيۡنَا مُوسَىٰ سُلۡطَٰنࣰا مُّبِينࣰا﴿١٥٣﴾

    Yasaluka ahlu alkitabi an tunazzila ʿalayhim kitaban mina alssamai faqad saaloo moosa akbara min thalika faqaloo arina Allaha jahratan faakhathathumu alssaʿiqatu bithulmihim thumma ittakhathoo alʿijla min baʿdi ma jaathumu albayyinatu faʿafawna ʿan thalika waatayna moosa sultanan mubeenan

    (Orang-orang) Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) agar engkau menurunkan suatu Kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata." Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata.

  154. 4:154Baca di mushaf ↗

    وَ رَفَعۡنَا فَوۡقَهُمُ ٱلطُّورَ بِمِيثَٰقِهِمۡ وَ قُلۡنَا لَهُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡبَابَ سُجَّدࣰا وَ قُلۡنَا لَهُمۡ لَا تَعۡدُواْ فِي ٱلسَّبۡتِ وَ أَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظࣰا﴿١٥٤﴾

    Warafaʿna fawqahumu alttoora bimeethaqihim waqulna lahumu odkhuloo albaba sujjadan waqulna lahum la taʿdoo fee alssabti waakhathna minhum meethaqan ghaleethan

    Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, "Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud," dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka, "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.

  155. 4:155Baca di mushaf ↗

    فَبِمَا نَقۡضِهِم مِّيثَٰقَهُمۡ وَ كُفۡرِهِم بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَ قَتۡلِهِمُ ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ حَقࣲّ وَ قَوۡلِهِمۡ قُلُوبُنَا غُلۡفُۢ ۚ بَلۡ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَيۡهَا بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلࣰا﴿١٥٥﴾

    Fabima naqdihim meethaqahum wakufrihim biayati Allahi waqatlihimu alanbiyaa bighayri haqqin waqawlihim quloobuna ghulfun bal tabaʿa Allahu ʿalayha bikufrihim fala yuminoona illa qaleelan

    Maka (Kami hukum mereka), karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh Nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup." Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian kecil dari mereka yang beriman,

  156. 4:156Baca di mushaf ↗

    وَ بِكُفۡرِهِمۡ وَ قَوۡلِهِمۡ عَلَىٰ مَرۡيَمَ بُهۡتَٰنًا عَظِيمࣰا﴿١٥٦﴾

    Wabikufrihim waqawlihim ʿala maryama buhtanan ʿatheeman

    dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang sangat keji terhadap Maryam,

  157. 4:157Baca di mushaf ↗

    وَ قَوۡلِهِمۡ إِنَّا قَتَلۡنَا ٱلۡمَسِيحَ عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ رَسُولَ ٱللَّهِ وَ مَا قَتَلُوهُ وَ مَا صَلَبُوهُ وَ لَٰكِن شُبِّهَ لَهُمۡ ۚ وَ إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكࣲّ مِّنۡهُ ۚ مَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍ إِلَّا ٱتِّبَاعَ ٱلظَّنِّ ۚ وَ مَا قَتَلُوهُ يَقِينَۢا﴿١٥٧﴾

    Waqawlihim inna qatalna almaseeha ʿeesa ibna maryama rasoola Allahi wama qataloohu wama salaboohu walakin shubbiha lahum wainna allatheena ikhtalafoo feehi lafee shakkin minhu ma lahum bihi min ʿilmin illa ittibaʿa alththanni wama qataloohu yaqeenan

    dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang siapa yang dibunuh. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,

  158. 4:158Baca di mushaf ↗

    بَل رَّفَعَهُ ٱللَّهُ إِلَيۡهِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمࣰا﴿١٥٨﴾

    Bal rafaʿahu Allahu ilayhi wakana Allahu ʿazeezan hakeeman

    tetapi Allah telah mengangkat Isa kehadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  159. 4:159Baca di mushaf ↗

    وَ إِن مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤۡمِنَنَّ بِهِۦ قَبۡلَ مَوۡتِهِۦ ۖ وَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيۡهِمۡ شَهِيدࣰا﴿١٥٩﴾

    Wain min ahli alkitabi illa layuminanna bihi qabla mawtihi wayawma alqiyamati yakoonu ʿalayhim shaheedan

    Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka.

  160. 4:160Baca di mushaf ↗

    فَبِظُلۡمࣲ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمۡنَا عَلَيۡهِمۡ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتۡ لَهُمۡ وَ بِصَدِّهِمۡ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرࣰا﴿١٦٠﴾

    Fabithulmin mina allatheena hadoo harramna ʿalayhim tayyibatin ohillat lahum wabisaddihim ʿan sabeeli Allahi katheeran

    Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka makanan yang baik-baik yang (dahulu) pernah dihalalkan; dan karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,

  161. 4:161Baca di mushaf ↗

    وَ أَخۡذِهِمُ ٱلرِّبَوٰاْ وَ قَدۡ نُهُواْ عَنۡهُ وَ أَكۡلِهِمۡ أَمۡوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلۡبَٰطِلِ ۚ وَ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ مِنۡهُمۡ عَذَابًا أَلِيمࣰا﴿١٦١﴾

    Waakhthihimu alrriba waqad nuhoo ʿanhu waaklihim amwala alnnasi bialbatili waaʿtadna lilkafireena minhum ʿathaban aleeman

    dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih.

  162. 4:162Baca di mushaf ↗

    لَّٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ مِنۡهُمۡ وَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَ مَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ ۚ وَ ٱلۡمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَ ٱلۡمُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ أُوْلَٰٓئِكَ سَنُؤۡتِيهِمۡ أَجۡرًا عَظِيمًا﴿١٦٢﴾

    Lakini alrrasikhoona fee alʿilmi minhum waalmuminoona yuminoona bima onzila ilayka wama onzila min qablika waalmuqeemeena alssalata waalmutoona alzzakata waalmuminoona biAllahi waalyawmi alakhiri olaika sanuteehim ajran ʿatheeman

    Tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka, dan orang-orang yang beriman, mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad), dan kepada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu, begitu pula mereka yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat dan beriman kepada Allah dan hari kemudian. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.

  163. 4:163Baca di mushaf ↗

    إِنَّآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ كَمَآ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ نُوحࣲ وَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مِنۢ بَعۡدِهِۦ ۚ وَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَ إِسۡمَٰعِيلَ وَ إِسۡحَٰقَ وَ يَعۡقُوبَ وَ ٱلۡأَسۡبَاطِ وَ عِيسَىٰ وَ أَيُّوبَ وَ يُونُسَ وَ هَٰرُونَ وَ سُلَيۡمَٰنَ ۚ وَ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورࣰا﴿١٦٣﴾

    Inna awhayna ilayka kama awhayna ila noohin waalnnabiyyeena min baʿdihi waawhayna ila ibraheema waismaʿeela waishaqa wayaʿqooba waalasbati waʿeesa waayyooba wayoonusa waharoona wasulaymana waatayna dawooda zabooran

    Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh, dan Nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.

  164. 4:164Baca di mushaf ↗

    وَ رُسُلࣰا قَدۡ قَصَصۡنَٰهُمۡ عَلَيۡكَ مِن قَبۡلُ وَ رُسُلࣰا لَّمۡ نَقۡصُصۡهُمۡ عَلَيۡكَ ۚ وَ كَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكۡلِيمࣰا﴿١٦٤﴾

    Warusulan qad qasasnahum ʿalayka min qablu warusulan lam naqsushum ʿalayka wakallama Allahu moosa takleeman

    Dan ada beberapa Rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa Rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.

  165. 4:165Baca di mushaf ↗

    رُّسُلࣰا مُّبَشِّرِينَ وَ مُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمࣰا﴿١٦٥﴾

    Rusulan mubashshireena wamunthireena lialla yakoona lilnnasi ʿala Allahi hujjatun baʿda alrrusuli wakana Allahu ʿazeezan hakeeman

    Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah Rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

  166. 4:166Baca di mushaf ↗

    لَّٰكِنِ ٱللَّهُ يَشۡهَدُ بِمَآ أَنزَلَ إِلَيۡكَ ۖ أَنزَلَهُۥ بِعِلۡمِهِۦ ۖ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَشۡهَدُونَ ۚ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا﴿١٦٦﴾

    Lakini Allahu yashhadu bima anzala ilayka anzalahu biʿilmihi waalmalaikatu yashhadoona wakafa biAllahi shaheedan

    Tetapi Allah menjadi saksi atas (Alquran) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.

  167. 4:167Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ صَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا﴿١٦٧﴾

    Inna allatheena kafaroo wasaddoo ʿan sabeeli Allahi qad dalloo dalalan baʿeedan

    Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

  168. 4:168Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ ظَلَمُواْ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَ لَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا﴿١٦٨﴾

    Inna allatheena kafaroo wathalamoo lam yakuni Allahu liyaghfira lahum wala liyahdiyahum tareeqan

    Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus),

  169. 4:169Baca di mushaf ↗

    إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدࣰا ۚ وَ كَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرࣰا﴿١٦٩﴾

    Illa tareeqa jahannama khalideena feeha abadan wakana thalika ʿala Allahi yaseeran

    Kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu (sangat) mudah bagi Allah.

  170. 4:170Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلۡحَقِّ مِن رَّبِّكُمۡ فَـَٔامِنُواْ خَيۡرࣰا لَّكُمۡ ۚ وَ إِن تَكۡفُرُواْ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ كَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمࣰا﴿١٧٠﴾

    Ya ayyuha alnnasu qad jaakumu alrrasoolu bialhaqqi min rabbikum faaminoo khayran lakum wain takfuroo fainna lillahi ma fee alssamawati waalardi wakana Allahu ʿaleeman hakeeman

    Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

  171. 4:171Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَ لَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّ ۚ إِنَّمَا ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَ كَلِمَتُهُۥٓ أَلۡقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرۡيَمَ وَ رُوحࣱ مِّنۡهُ ۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَ رُسُلِهِۦ ۖ وَ لَا تَقُولُواْ ثَلَٰثَةٌ ۚ ٱنتَهُواْ خَيۡرࣰا لَّكُمۡ ۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ ۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدࣱ ۘ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۗ وَ كَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلࣰا﴿١٧١﴾

    Ya ahla alkitabi la taghloo fee deenikum wala taqooloo ʿala Allahi illa alhaqqa innama almaseehu ʿeesa ibnu maryama rasoolu Allahi wakalimatuhu alqaha ila maryama waroohun minhu faaminoo biAllahi warusulihi wala taqooloo thalathatun intahoo khayran lakum innama Allahu ilahun wahidun subhanahu an yakoona lahu waladun lahu ma fee alssamawati wama fee alardi wakafa biAllahi wakeelan

    Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga," berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.

  172. 4:172Baca di mushaf ↗

    لَّن يَسۡتَنكِفَ ٱلۡمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبۡدࣰا لِّلَّهِ وَ لَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ٱلۡمُقَرَّبُونَ ۚ وَ مَن يَسۡتَنكِفۡ عَنۡ عِبَادَتِهِۦ وَ يَسۡتَكۡبِرۡ فَسَيَحۡشُرُهُمۡ إِلَيۡهِ جَمِيعࣰا﴿١٧٢﴾

    Lan yastankifa almaseehu an yakoona ʿabdan lillahi wala almalaikatu almuqarraboona waman yastankif ʿan ʿibadatihi wayastakbir fasayahshuruhum ilayhi jameeʿan

    Al-Masīh sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

  173. 4:173Baca di mushaf ↗

    فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡ وَ يَزِيدُهُم مِّن فَضۡلِهِۦ ۖ وَ أَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡتَنكَفُواْ وَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فَيُعَذِّبُهُمۡ عَذَابًا أَلِيمࣰا وَ لَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيࣰّا وَ لَا نَصِيرࣰا﴿١٧٣﴾

    Faamma allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati fayuwaffeehim ojoorahum wayazeeduhum min fadlihi waamma allatheena istankafoo waistakbaroo fayuʿaththibuhum ʿathaban aleeman wala yajidoona lahum min dooni Allahi waliyyan wala naseeran

    Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Allah akan menyempurnakan pahala bagi mereka dan menambah sebagian dari karunia-Nya. Sedangkan orang-orang yang enggan (menyembah Allah) dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih. Dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

  174. 4:174Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُم بُرۡهَٰنࣱ مِّن رَّبِّكُمۡ وَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ نُورࣰا مُّبِينࣰا﴿١٧٤﴾

    Ya ayyuha alnnasu qad jaakum burhanun min rabbikum waanzalna ilaykum nooran mubeenan

    Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Alquran).

  175. 4:175Baca di mushaf ↗

    فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَ ٱعۡتَصَمُواْ بِهِۦ فَسَيُدۡخِلُهُمۡ فِي رَحۡمَةࣲ مِّنۡهُ وَ فَضۡلࣲ وَ يَهۡدِيهِمۡ إِلَيۡهِ صِرَٰطࣰا مُّسۡتَقِيمࣰا﴿١٧٥﴾

    Faamma allatheena amanoo biAllahi waiʿtasamoo bihi fasayudkhiluhum fee rahmatin minhu wafadlin wayahdeehim ilayhi siratan mustaqeeman

    Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan karunia dari-Nya (surga), dan menunjukkan mereka jalan yang lurus kepada-Nya.

  176. 4:176Baca di mushaf ↗

    يَسۡتَفۡتُونَكَ قُلِ ٱللَّهُ يُفۡتِيكُمۡ فِي ٱلۡكَلَٰلَةِ ۚ إِنِ ٱمۡرُؤٌاْ هَلَكَ لَيۡسَ لَهُۥ وَلَدࣱ وَ لَهُۥٓ أُخۡتࣱ فَلَهَا نِصۡفُ مَا تَرَكَ ۚ وَ هُوَ يَرِثُهَآ إِن لَّمۡ يَكُن لَّهَا وَلَدࣱ ۚ فَإِن كَانَتَا ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُمَا ٱلثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ ۚ وَ إِن كَانُوٓاْ إِخۡوَةࣰ رِّجَالࣰا وَ نِسَآءࣰ فَلِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ ۗ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ أَن تَضِلُّواْ ۗ وَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمُۢ﴿١٧٦﴾

    Yastaftoonaka quli Allahu yufteekum fee alkalalati ini imruon halaka laysa lahu waladun walahu okhtun falaha nisfu ma taraka wahuwa yarithuha in lam yakun laha waladun fain kanata ithnatayni falahuma alththuluthani mimma taraka wain kanoo ikhwatan rijalan wanisaan falilththakari mithlu haththi alonthayayni yubayyinu Allahu lakum an tadilloo waAllahu bikulli shayin ʿaleemun

    Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalālah). Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalālah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) separuh dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudari perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat An Nisaa' terdiri dari 176 ayat dan termasuk surat Madaniyyah terpanjang setelah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa' karena di dalamnya banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan perempuan; merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding surat-surat yang lain. Surat lain yang banyak membicarakan perempuan adalah surat Ath Thalaq. Dalam hal ini, surat An Nisaa' biasa disebut "Surat An Nisaa' Al Kubraa" (surat An Nisaa' besar) sedangkan surat Ath Thalaq disebut "Surat An Nisaa' Ash Shughraa" (surat An Nisaa' kecil).

Pokok-Pokok Isi:

1. Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar); akibat kekafiran pada hari akhir.

2. Hukum-hukum:

Kewajiban para washi dan wali; hukum poligami; masnikah; memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus harta; pokok-pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya, perempuan-perempuan yang haram dinikahi; hukum menikahi hamba sahaya perempuan; larangan memakan harta secara batil; hukum syiqaq dan nusyuz; kesucian lahir-batin dalam shalat; hukum suaka; hukum membunuh seorang muslim; shalat khauf; larangan mengucapkan perkataan buruk; dan pusaka kalalah.

3. Kisah-kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. dan pengikutnya.

4. Lain-lain:

Asal muasal manusia adalah satu; keharusan menjauhi adat-adat jahiliyah berkaitan dengan perempuan; norma-norma pergaulan dengan istri; hak seseorang sesuai dengan kewajibannya; perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya; dasar-dasar pemerintahan; cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga terhadap musuh; sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan; berperang di jalan Allah adalah kewajiban setiap mukalaf; norma dan adab dalam peperangan; cara menghadapi orang-orang munafik; dan derajat orang yang berjihad.

Surat An Nisaa' dimulai dengan perintah bertakwa dan menyatakan bahwa asal manusia adalah satu, kemudian menerangkan hukum-hukum yang berhubungan dengan anak yatim, rumah tangga, warisan, perempuan yang haram dinikahi serta hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Juga menyebut tentang hukum-hukum perang serta pelajaran-pelajaran yang harus diambil dari perang Badar dan Uhud. Pengutaraan hukum perang dan hukum keluarga dalam surat ini merupakan hujjah-hujjah yang dikemukakan kepada Ahli Kitab, yang ditegaskan pada bagian terakhir surat ini. Lalu, surat ini ditutup dengan perintah agar kaum mukmin bersabar, memperatkan hubungan sesama manusia, dan bertakwa kepada Allah, agar mendapat keberuntungan dunia akhirat.

Hubungan Surat An Nisaa' Dengan Surat Al Maa-Idah:

1. Surat An Nisaa' menerangkan beberapa macam akad, seperti: pernikahan, perceraian, warisan, perjanjian, wasiat, dan sebagainya. Sementara itu, permulaan surat Al Maa-idah menyatakan supaya hamba-hamba Allah memenuhi segala macam akad-akad yang telah dibuat, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia, di samping menerangkan akad-akad yang lain.

2. Surat An Nisaa' mengemukakan beberapa hukum secara umum, sedangkan surat Al Maa-idah menjelaskan dan menegaskan hukum-hukum tersebut.

3. Sebagaimana halnya surat Al Baqarah dan surat Ali 'Imran mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama, seperti: keesaan Allah dan kenabian, maka surat An Nisaa' dan Al Maaidah menerangkan tentang furu' agama (hukum fikih), seperti: hukum keluarga dan sebagainya.

4. Akhir surat An Nisaa' mengemukakan hujjah-hujjah atas kekeliruan orang-orang Yahudi dan Nasrani serta kekeliruan kaum musyrikin dan munafikin. Hal yang serupa diterangkan secara panjang lebar dalam surat Al Maa-idah.

5. Surat An Nisaa' dimulai dengan "Yaa ayyuhannaas" yang nadanya sama dengan surat Makiah, sedangkan surat Al Maa-idah, sebagai surat Madaniah, dimulai dengan, "Yaa ayyuhal ladziina aamanu". Meskipun nadanya berlainan, tetapi yang dituju oleh kedua surat ini adalah seluruh manusia.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat Ali ImranSurat berikutnya →Surat Al-Maidah

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026