سورة النحل
Surat An-Nahl
Lebah
Surat An-Nahl (Lebah) adalah surat ke-16 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 128 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسۡتَعۡجِلُوهُ ۚ سُبۡحَٰنَهُۥ وَ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿١﴾
Ata amru Allahi fala tastaʿjiloohu subhanahu wataʿala ʿamma yushrikoona
Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ﴿٢﴾
Yunazzilu almalaikata bialrroohi min amrihi ʿala man yashao min ʿibadihi an anthiroo annahu la ilaha illa ana faittaqooni
Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, "Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku."
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ ۚ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿٣﴾
Khalaqa alssamawati waalarda bialhaqqi taʿala ʿamma yushrikoona
Dia menciptakan langit dan bumi dengan kebenaran. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةࣲ فَإِذَا هُوَ خَصِيمࣱ مُّبِينࣱ﴿٤﴾
Khalaqa alinsana min nutfatin faitha huwa khaseemun mubeenun
Dia telah menciptakan manusia dari mani, ternyata dia menjadi pembantah yang nyata.
وَ ٱلۡأَنۡعَٰمَ خَلَقَهَا ۖ لَكُمۡ فِيهَا دِفۡءࣱ وَ مَنَٰفِعُ وَ مِنۡهَا تَأۡكُلُونَ﴿٥﴾
Waalanʿama khalaqaha lakum feeha difon wamanafiʿu waminha takuloona
Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.
وَ لَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَ حِينَ تَسۡرَحُونَ﴿٦﴾
Walakum feeha jamalun heena tureehoona waheena tasrahoona
Dan kamu memperoleh keindahan padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya (ke tempat penggembalaan).
وَ تَحۡمِلُ أَثۡقَالَكُمۡ إِلَىٰ بَلَدࣲ لَّمۡ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلۡأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفࣱ رَّحِيمࣱ﴿٧﴾
Watahmilu athqalakum ila baladin lam takoonoo baligheehi illa bishiqqi alanfusi inna rabbakum laraoofun raheemun
Dan ia mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang,
وَ ٱلۡخَيۡلَ وَ ٱلۡبِغَالَ وَ ٱلۡحَمِيرَ لِتَرۡكَبُوهَا وَ زِينَةࣰ ۚ وَ يَخۡلُقُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ﴿٨﴾
Waalkhayla waalbighala waalhameera litarkabooha wazeenatan wayakhluqu ma la taʿlamoona
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.
وَ عَلَى ٱللَّهِ قَصۡدُ ٱلسَّبِيلِ وَ مِنۡهَا جَآئِرࣱ ۚ وَ لَوۡ شَآءَ لَهَدَىٰكُمۡ أَجۡمَعِينَ﴿٩﴾
Waʿala Allahi qasdu alssabeeli waminha jairun walaw shaa lahadakum ajmaʿeena
Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar).
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ ۖ لَّكُم مِّنۡهُ شَرَابࣱ وَ مِنۡهُ شَجَرࣱ فِيهِ تُسِيمُونَ﴿١٠﴾
Huwa allathee anzala mina alssamai maan lakum minhu sharabun waminhu shajarun feehi tuseemoona
Dialah yang telah menurunkan air (hujan) dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternakmu.
يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَ ٱلزَّيۡتُونَ وَ ٱلنَّخِيلَ وَ ٱلۡأَعۡنَٰبَ وَ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَتَفَكَّرُونَ﴿١١﴾
Yunbitu lakum bihi alzzarʿa waalzzaytoona waalnnakheela waalaʿnaba wamin kulli alththamarati inna fee thalika laayatan liqawmin yatafakkaroona
Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
وَ سَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ وَ ٱلنَّهَارَ وَ ٱلشَّمۡسَ وَ ٱلۡقَمَرَ ۖ وَ ٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتُۢ بِأَمۡرِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿١٢﴾
Wasakhkhara lakumu allayla waalnnahara waalshshamsa waalqamara waalnnujoomu musakhkharatun biamrihi inna fee thalika laayatin liqawmin yaʿqiloona
Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti,
وَ مَا ذَرَأَ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥٓ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَذَّكَّرُونَ﴿١٣﴾
Wama tharaa lakum fee alardi mukhtalifan alwanuhu inna fee thalika laayatan liqawmin yaththakkaroona
dan (Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.
وَ هُوَ ٱلَّذِي سَخَّرَ ٱلۡبَحۡرَ لِتَأۡكُلُواْ مِنۡهُ لَحۡمࣰا طَرِيࣰّا وَ تَسۡتَخۡرِجُواْ مِنۡهُ حِلۡيَةࣰ تَلۡبَسُونَهَا ۖ وَ تَرَى ٱلۡفُلۡكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَ لِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿١٤﴾
Wahuwa allathee sakhkhara albahra litakuloo minhu lahman tariyyan watastakhrijoo minhu hilyatan talbasoonaha watara alfulka mawakhira feehi walitabtaghoo min fadlihi walaʿallakum tashkuroona
Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
وَ أَلۡقَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ رَوَٰسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمۡ وَ أَنۡهَٰرࣰا وَ سُبُلࣰا لَّعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ﴿١٥﴾
Waalqa fee alardi rawasiya an tameeda bikum waanharan wasubulan laʿallakum tahtadoona
Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
وَ عَلَٰمَٰتࣲ ۚ وَ بِٱلنَّجۡمِ هُمۡ يَهۡتَدُونَ﴿١٦﴾
Waʿalamatin wabialnnajmi hum yahtadoona
dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk.
أَفَمَن يَخۡلُقُ كَمَن لَّا يَخۡلُقُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ﴿١٧﴾
Afaman yakhluqu kaman la yakhluqu afala tathakkaroona
Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
وَ إِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١٨﴾
Wain taʿuddoo niʿmata Allahi la tuhsooha inna Allaha laghafoorun raheemun
Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَ مَا تُعۡلِنُونَ﴿١٩﴾
WaAllahu yaʿlamu ma tusirroona wama tuʿlinoona
Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan.
وَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخۡلُقُونَ شَيۡـࣰٔا وَ هُمۡ يُخۡلَقُونَ﴿٢٠﴾
Waallatheena yadʿoona min dooni Allahi la yakhluqoona shayan wahum yukhlaqoona
Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang.
أَمۡوَٰتٌ غَيۡرُ أَحۡيَآءࣲ ۖ وَ مَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ﴿٢١﴾
Amwatun ghayru ahyain wama yashʿuroona ayyana yubʿathoona
(Berhala-berhala itu) benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah (penyembahnya) dibangkitkan.
إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةࣱ وَ هُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ﴿٢٢﴾
Ilahukum ilahun wahidun faallatheena la yuminoona bialakhirati quloobuhum munkiratun wahum mustakbiroona
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.
لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَ مَا يُعۡلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ﴿٢٣﴾
La jarama anna Allaha yaʿlamu ma yusirroona wama yuʿlinoona innahu la yuhibbu almustakbireena
Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.
وَ إِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمۡ قَالُوٓاْ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ﴿٢٤﴾
Waitha qeela lahum matha anzala rabbukum qaloo asateeru alawwaleena
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Apa yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Dongeng-dongeng orang dahulu,"
لِيَحۡمِلُوٓاْ أَوۡزَارَهُمۡ كَامِلَةࣰ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَ مِنۡ أَوۡزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ﴿٢٥﴾
Liyahmiloo awzarahum kamilatan yawma alqiyamati wamin awzari allatheena yudilloonahum bighayri ʿilmin ala saa ma yaziroona
(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.
قَدۡ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنۡيَٰنَهُم مِّنَ ٱلۡقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيۡهِمُ ٱلسَّقۡفُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَ أَتَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٢٦﴾
Qad makara allatheena min qablihim faata Allahu bunyanahum mina alqawaʿidi fakharra ʿalayhimu alssaqfu min fawqihim waatahumu alʿathabu min haythu la yashʿuroona
Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari pondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.
ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُخۡزِيهِمۡ وَ يَقُولُ أَيۡنَ شُرَكَآءِيَ ٱلَّذِينَ كُنتُمۡ تُشَٰٓقُّونَ فِيهِمۡ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ إِنَّ ٱلۡخِزۡيَ ٱلۡيَوۡمَ وَ ٱلسُّوٓءَ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿٢٧﴾
Thumma yawma alqiyamati yukhzeehim wayaqoolu ayna shurakaiya allatheena kuntum tushaqqoona feehim qala allatheena ootoo alʿilma inna alkhizya alyawma waalssooa ʿala alkafireena
Kemudian Allah menghinakan mereka pada hari Kiamat, dan berfirman, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu yang (karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang yang beriman)?" Orang-orang yang diberi ilmu berkata; "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir,"
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡ ۖ فَأَلۡقَوُاْ ٱلسَّلَمَ مَا كُنَّا نَعۡمَلُ مِن سُوٓءِۭ ۚ بَلَىٰٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٢٨﴾
Allatheena tatawaffahumu almalaikatu thalimee anfusihim faalqawoo alssalama ma kunna naʿmalu min sooin bala inna Allaha ʿaleemun bima kuntum taʿmaloona
(yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), "Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun." (Malaikat menjawab), "Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan."
فَٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ﴿٢٩﴾
Faodkhuloo abwaba jahannama khalideena feeha falabisa mathwa almutakabbireena
Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.
وَ قِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمۡ ۚ قَالُواْ خَيۡرࣰا ۗ لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣱ ۚ وَ لَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرࣱ ۚ وَ لَنِعۡمَ دَارُ ٱلۡمُتَّقِينَ﴿٣٠﴾
Waqeela lillatheena ittaqaw matha anzala rabbukum qaloo khayran lillatheena ahsanoo fee hathihi alddunya hasanatun waladaru alakhirati khayrun walaniʿma daru almuttaqeena
Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa, "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?"Mereka menjawab, "Kebaikan." Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
جَنَّٰتُ عَدۡنࣲ يَدۡخُلُونَهَا تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ۖ لَهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ ۚ كَذَٰلِكَ يَجۡزِي ٱللَّهُ ٱلۡمُتَّقِينَ﴿٣١﴾
Jannatu ʿadnin yadkhuloonaha tajree min tahtiha alanharu lahum feeha ma yashaoona kathalika yajzee Allahu almuttaqeena
(yaitu) surga-surga 'Ādn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang yang bertakwa,
ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمُ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٣٢﴾
Allatheena tatawaffahumu almalaikatu tayyibeena yaqooloona salamun ʿalaykumu odkhuloo aljannata bima kuntum taʿmaloona
(yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), "Salāmun 'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan."
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ يَأۡتِيَ أَمۡرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۚ وَ مَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿٣٣﴾
Hal yanthuroona illa an tatiyahumu almalaikatu aw yatiya amru rabbika kathalika faʿala allatheena min qablihim wama thalamahumu Allahu walakin kanoo anfusahum yathlimoona
Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.
فَأَصَابَهُمۡ سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُواْ وَ حَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ﴿٣٤﴾
Faasabahum sayyiatu ma ʿamiloo wahaqa bihim ma kanoo bihi yastahzioona
Maka mereka ditimpa azab (akibat) perbuatan mereka dan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا عَبَدۡنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَيۡءࣲ نَّحۡنُ وَ لَآ ءَابَآؤُنَا وَ لَا حَرَّمۡنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَيۡءࣲ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۚ فَهَلۡ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ﴿٣٥﴾
Waqala allatheena ashrakoo law shaa Allahu ma ʿabadna min doonihi min shayin nahnu wala abaona wala harramna min doonihi min shayin kathalika faʿala allatheena min qablihim fahal ʿala alrrusuli illa albalaghu almubeenu
Dan orang musyrik berkata, "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin)-Nya." Demikianlah yang diperbuat oleh orang sebelum mereka. Bukankah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas.
وَ لَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةࣲ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَ ٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَ مِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ﴿٣٦﴾
Walaqad baʿathna fee kulli ommatin rasoolan ani oʿbudoo Allaha waijtaniboo alttaghoota faminhum man hada Allahu waminhum man haqqat ʿalayhi alddalalatu faseeroo fee alardi faonthuroo kayfa kana ʿaqibatu almukaththibeena
Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah tagut," kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
إِن تَحۡرِصۡ عَلَىٰ هُدَىٰهُمۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَن يُضِلُّ ۖ وَ مَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ﴿٣٧﴾
In tahris ʿala hudahum fainna Allaha la yahdee man yudillu wama lahum min nasireena
Jika engkau (Muhammad) sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan mereka tidak mempunyai penolong.
وَ أَقۡسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهۡدَ أَيۡمَٰنِهِمۡ لَا يَبۡعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقࣰّا وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٣٨﴾
Waaqsamoo biAllahi jahda aymanihim la yabʿathu Allahu man yamootu bala waʿdan ʿalayhi haqqan walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona
Dan mereka bersumpah atas (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati." Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي يَخۡتَلِفُونَ فِيهِ وَ لِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰذِبِينَ﴿٣٩﴾
Liyubayyina lahumu allathee yakhtalifoona feehi waliyaʿlama allatheena kafaroo annahum kanoo kathibeena
agar Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang yang berdusta.
إِنَّمَا قَوۡلُنَا لِشَيۡءٍ إِذَآ أَرَدۡنَٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ﴿٤٠﴾
Innama qawluna lishayin itha aradnahu an naqoola lahu kun fayakoonu
Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
وَ ٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِي ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْ لَنُبَوِّئَنَّهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣰ ۖ وَ لَأَجۡرُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ﴿٤١﴾
Waallatheena hajaroo fee Allahi min baʿdi ma thulimoo lanubawwiannahum fee alddunya hasanatan walaajru alakhirati akbaru law kanoo yaʿlamoona
Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui,
ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ﴿٤٢﴾
Allatheena sabaroo waʿala rabbihim yatawakkaloona
(yaitu) orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالࣰا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِمۡ ۖ فَسۡـَٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿٤٣﴾
Wama arsalna min qablika illa rijalan noohee ilayhim faisaloo ahla alththikri in kuntum la taʿlamoona
Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَ ٱلزُّبُرِ ۗ وَ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلذِّكۡرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيۡهِمۡ وَ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ﴿٤٤﴾
Bialbayyinati waalzzuburi waanzalna ilayka alththikra litubayyina lilnnasi ma nuzzila ilayhim walaʿallahum yatafakkaroona
(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Aż-Żikr (Alquran) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan,
أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَخۡسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ يَأۡتِيَهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَشۡعُرُونَ﴿٤٥﴾
Afaamina allatheena makaroo alssayyiati an yakhsifa Allahu bihimu alarda aw yatiyahumu alʿathabu min haythu la yashʿuroona
maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,
أَوۡ يَأۡخُذَهُمۡ فِي تَقَلُّبِهِمۡ فَمَا هُم بِمُعۡجِزِينَ﴿٤٦﴾
Aw yakhuthahum fee taqallubihim fama hum bimuʿjizeena
atau Allah mengazab mereka pada waktu mereka dalam perjalanan; sehingga mereka tidak berdaya menolak (azab itu),
أَوۡ يَأۡخُذَهُمۡ عَلَىٰ تَخَوُّفࣲ فَإِنَّ رَبَّكُمۡ لَرَءُوفࣱ رَّحِيمٌ﴿٤٧﴾
Aw yakhuthahum ʿala takhawwufin fainna rabbakum laraoofun raheemun
atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang.
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءࣲ يَتَفَيَّؤُاْ ظِلَٰلُهُۥ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَ ٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدࣰا لِّلَّهِ وَ هُمۡ دَٰخِرُونَ﴿٤٨﴾
Awa lam yaraw ila ma khalaqa Allahu min shayin yatafayyao thilaluhu ʿani alyameeni waalshshamaili sujjadan lillahi wahum dakhiroona
Dan apakah mereka tidak memperhatikan suatu benda yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, dalam keadaan sujud kepada Allah, dan mereka (bersikap) rendah hati.
وَ لِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ مِن دَآبَّةࣲ وَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَ هُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ﴿٤٩﴾
Walillahi yasjudu ma fee alssamawati wama fee alardi min dabbatin waalmalaikatu wahum la yastakbiroona
Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.
يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ وَ يَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ۩﴿٥٠﴾
Yakhafoona rabbahum min fawqihim wayafʿaloona ma yumaroona
Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).
وَ قَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَٰهَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهࣱ وَٰحِدࣱ فَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ﴿٥١﴾
Waqala Allahu la tattakhithoo ilahayni ithnayni innama huwa ilahun wahidun faiyyaya fairhabooni
Dan Allah berfirman, "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut."
وَ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ لَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًا ۚ أَفَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ﴿٥٢﴾
Walahu ma fee alssamawati waalardi walahu alddeenu wasiban afaghayra Allahi tattaqoona
Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah (ibadah dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?
وَ مَا بِكُم مِّن نِّعۡمَةࣲ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيۡهِ تَجۡـَٔرُونَ﴿٥٣﴾
Wama bikum min niʿmatin famina Allahi thumma itha massakumu alddurru failayhi tajaroona
Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.
ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمۡ إِذَا فَرِيقࣱ مِّنكُم بِرَبِّهِمۡ يُشۡرِكُونَ﴿٥٤﴾
Thumma itha kashafa alddurra ʿankum itha fareequn minkum birabbihim yushrikoona
Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain),
لِيَكۡفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ ۚ فَتَمَتَّعُواْ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ﴿٥٥﴾
Liyakfuroo bima ataynahum fatamattaʿoo fasawfa taʿlamoona
Biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya).
وَ يَجۡعَلُونَ لِمَا لَا يَعۡلَمُونَ نَصِيبࣰا مِّمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ ۗ تَٱللَّهِ لَتُسۡـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمۡ تَفۡتَرُونَ﴿٥٦﴾
Wayajʿaloona lima la yaʿlamoona naseeban mimma razaqnahum taAllahi latusalunna ʿamma kuntum taftaroona
Dan mereka menyediakan sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada mereka, untuk berhala-berhala yang mereka tidak mengetahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang telah kamu ada-adakan.
وَ يَجۡعَلُونَ لِلَّهِ ٱلۡبَنَٰتِ سُبۡحَٰنَهُۥ وَ لَهُم مَّا يَشۡتَهُونَ﴿٥٧﴾
Wayajʿaloona lillahi albanati subhanahu walahum ma yashtahoona
Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki).
وَ إِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدࣰّا وَ هُوَ كَظِيمࣱ﴿٥٨﴾
Waitha bushshira ahaduhum bialontha thalla wajhuhu muswaddan wahuwa katheemun
Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.
يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمۡسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمۡ يَدُسُّهُۥ فِي ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحۡكُمُونَ﴿٥٩﴾
Yatawara mina alqawmi min sooi ma bushshira bihi ayumsikuhu ʿala hoonin am yadussuhu fee altturabi ala saa ma yahkumoona
Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.
لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوۡءِ ۖ وَ لِلَّهِ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ۚ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٦٠﴾
Lillatheena la yuminoona bialakhirati mathalu alssawi walillahi almathalu alaʿla wahuwa alʿazeezu alhakeemu
Bagi orang-orang yang tidak beriman pada (kehidupan) akhirat, (mempunyai) sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat Yang Mahatinggi. Dan Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.
وَ لَوۡ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلۡمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيۡهَا مِن دَآبَّةࣲ وَ لَٰكِن يُؤَخِّرُهُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلࣲ مُّسَمࣰّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةࣰ وَ لَا يَسۡتَقۡدِمُونَ﴿٦١﴾
Walaw yuakhithu Allahu alnnasa bithulmihim ma taraka ʿalayha min dabbatin walakin yuakhkhiruhum ila ajalin musamman faitha jaa ajaluhum la yastakhiroona saʿatan wala yastaqdimoona
Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekali pun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.
وَ يَجۡعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكۡرَهُونَ ۚ وَ تَصِفُ أَلۡسِنَتُهُمُ ٱلۡكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ ٱلۡحُسۡنَىٰ ۚ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ ٱلنَّارَ وَ أَنَّهُم مُّفۡرَطُونَ﴿٦٢﴾
Wayajʿaloona lillahi ma yakrahoona watasifu alsinatuhumu alkathiba anna lahumu alhusna la jarama anna lahumu alnnara waannahum mufratoona
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya, dan lidah mereka mengucapkan kebohongan, bahwa sesungguhnya (segala) yang baik-baik untuk mereka. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan sesungguhnya mereka segera akan dimasukkan (ke dalamnya).
تَٱللَّهِ لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمࣲ مِّن قَبۡلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلۡيَوۡمَ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿٦٣﴾
TaAllahi laqad arsalna ila omamin min qablika fazayyana lahumu alshshaytanu aʿmalahum fahuwa waliyyuhumu alyawma walahum ʿathabun aleemun
Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
وَ مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ وَ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٦٤﴾
Wama anzalna ʿalayka alkitaba illa litubayyina lahumu allathee ikhtalafoo feehi wahudan warahmatan liqawmin yuminoona
Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Alquran) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
وَ ٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَسۡمَعُونَ﴿٦٥﴾
WaAllahu anzala mina alssamai maan faahya bihi alarda baʿda mawtiha inna fee thalika laayatan liqawmin yasmaʿoona
Dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi yang tadinya sudah mati. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
وَ إِنَّ لَكُمۡ فِي ٱلۡأَنۡعَٰمِ لَعِبۡرَةࣰ ۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيۡنِ فَرۡثࣲ وَ دَمࣲ لَّبَنًا خَالِصࣰا سَآئِغࣰا لِّلشَّٰرِبِينَ﴿٦٦﴾
Wainna lakum fee alanʿami laʿibratan nusqeekum mimma fee butoonihi min bayni farthin wadamin labanan khalisan saighan lilshsharibeena
Dan sungguh, pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu murni antara kotoran dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya.
وَ مِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَ ٱلۡأَعۡنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنۡهُ سَكَرࣰا وَ رِزۡقًا حَسَنًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَعۡقِلُونَ﴿٦٧﴾
Wamin thamarati alnnakheeli waalaʿnabi tattakhithoona minhu sakaran warizqan hasanan inna fee thalika laayatan liqawmin yaʿqiloona
Dan dari buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti.
وَ أَوۡحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحۡلِ أَنِ ٱتَّخِذِي مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتࣰا وَ مِنَ ٱلشَّجَرِ وَ مِمَّا يَعۡرِشُونَ﴿٦٨﴾
Waawha rabbuka ila alnnahli ani ittakhithee mina aljibali buyootan wamina alshshajari wamimma yaʿrishoona
Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسۡلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلࣰا ۚ يَخۡرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابࣱ مُّخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءࣱ لِّلنَّاسِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّقَوۡمࣲ يَتَفَكَّرُونَ﴿٦٩﴾
Thumma kulee min kulli alththamarati faoslukee subula rabbiki thululan yakhruju min butooniha sharabun mukhtalifun alwanuhu feehi shifaon lilnnasi inna fee thalika laayatan liqawmin yatafakkaroona
kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
وَ ٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمۡ ۚ وَ مِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡ لَا يَعۡلَمَ بَعۡدَ عِلۡمࣲ شَيۡـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمࣱ قَدِيرࣱ﴿٧٠﴾
WaAllahu khalaqakum thumma yatawaffakum waminkum man yuraddu ila arthali alʿumuri likay la yaʿlama baʿda ʿilmin shayan inna Allaha ʿaleemun qadeerun
Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.
وَ ٱللَّهُ فَضَّلَ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضࣲ فِي ٱلرِّزۡقِ ۚ فَمَا ٱلَّذِينَ فُضِّلُواْ بِرَآدِّي رِزۡقِهِمۡ عَلَىٰ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَهُمۡ فِيهِ سَوَآءٌ ۚ أَفَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَجۡحَدُونَ﴿٧١﴾
WaAllahu faddala baʿdakum ʿala baʿdin fee alrrizqi fama allatheena fuddiloo biraddee rizqihim ʿala ma malakat aymanuhum fahum feehi sawaon afabiniʿmati Allahi yajhadoona
Dan Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki, sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?
وَ ٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجࣰا وَ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُم بَنِينَ وَ حَفَدَةࣰ وَ رَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَ بِنِعۡمَتِ ٱللَّهِ هُمۡ يَكۡفُرُونَ﴿٧٢﴾
WaAllahu jaʿala lakum min anfusikum azwajan wajaʿala lakum min azwajikum baneena wahafadatan warazaqakum mina alttayyibati afabialbatili yuminoona wabiniʿmati Allahi hum yakfuroona
Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?
وَ يَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمۡلِكُ لَهُمۡ رِزۡقࣰا مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ شَيۡـࣰٔا وَ لَا يَسۡتَطِيعُونَ﴿٧٣﴾
Wayaʿbudoona min dooni Allahi ma la yamliku lahum rizqan mina alssamawati waalardi shayan wala yastateeʿoona
dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka, dari langit dan bumi, dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun).
فَلَا تَضۡرِبُواْ لِلَّهِ ٱلۡأَمۡثَالَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ وَ أَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ﴿٧٤﴾
Fala tadriboo lillahi alamthala inna Allaha yaʿlamu waantum la taʿlamoona
Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sungguh, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبۡدࣰا مَّمۡلُوكࣰا لَّا يَقۡدِرُ عَلَىٰ شَيۡءࣲ وَ مَن رَّزَقۡنَٰهُ مِنَّا رِزۡقًا حَسَنࣰا فَهُوَ يُنفِقُ مِنۡهُ سِرࣰّا وَ جَهۡرًا ۖ هَلۡ يَسۡتَوُۥنَ ۚ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٧٥﴾
Daraba Allahu mathalan ʿabdan mamlookan la yaqdiru ʿala shayin waman razaqnahu minna rizqan hasanan fahuwa yunfiqu minhu sirran wajahran hal yastawoona alhamdu lillahi bal aktharuhum la yaʿlamoona
Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tak berdaya untuk berbuat sesuatu dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
وَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلࣰا رَّجُلَيۡنِ أَحَدُهُمَآ أَبۡكَمُ لَا يَقۡدِرُ عَلَىٰ شَيۡءࣲ وَ هُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوۡلَىٰهُ أَيۡنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأۡتِ بِخَيۡرٍ هَلۡ يَسۡتَوِي هُوَ وَ مَن يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَ هُوَ عَلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿٧٦﴾
Wadaraba Allahu mathalan rajulayni ahaduhuma abkamu la yaqdiru ʿala shayin wahuwa kallun ʿala mawlahu aynama yuwajjihhu la yati bikhayrin hal yastawee huwa waman yamuru bialʿadli wahuwa ʿala siratin mustaqeemin
Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia di suruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?
وَ لِلَّهِ غَيۡبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ وَ مَآ أَمۡرُ ٱلسَّاعَةِ إِلَّا كَلَمۡحِ ٱلۡبَصَرِ أَوۡ هُوَ أَقۡرَبُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٧٧﴾
Walillahi ghaybu alssamawati waalardi wama amru alssaʿati illa kalamhi albasari aw huwa aqrabu inna Allaha ʿala kulli shayin qadeerun
Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَ ٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـࣰٔا وَ جَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَ ٱلۡأَبۡصَٰرَ وَ ٱلۡأَفۡـِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ﴿٧٨﴾
WaAllahu akhrajakum min butooni ommahatikum la taʿlamoona shayan wajaʿala lakumu alssamʿa waalabsara waalafidata laʿallakum tashkuroona
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
أَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلطَّيۡرِ مُسَخَّرَٰتࣲ فِي جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمۡسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ يُؤۡمِنُونَ﴿٧٩﴾
Alam yaraw ila alttayri musakhkharatin fee jawwi alssamai ma yumsikuhunna illa Allahu inna fee thalika laayatin liqawmin yuminoona
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
وَ ٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمۡ سَكَنࣰا وَ جَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلۡأَنۡعَٰمِ بُيُوتࣰا تَسۡتَخِفُّونَهَا يَوۡمَ ظَعۡنِكُمۡ وَ يَوۡمَ إِقَامَتِكُمۡ وَ مِنۡ أَصۡوَافِهَا وَ أَوۡبَارِهَا وَ أَشۡعَارِهَآ أَثَٰثࣰا وَ مَتَٰعًا إِلَىٰ حِينࣲ﴿٨٠﴾
WaAllahu jaʿala lakum min buyootikum sakanan wajaʿala lakum min juloodi alanʿami buyootan tastakhiffoonaha yawma thaʿnikum wayawma iqamatikum wamin aswafiha waawbariha waashʿariha athathan wamataʿan ila heenin
Dan Allah menjadikan rumah-rumah bagimu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagimu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit hewan ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya pada waktu kamu bepergian dan pada waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu).
وَ ٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلࣰا وَ جَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلۡجِبَالِ أَكۡنَٰنࣰا وَ جَعَلَ لَكُمۡ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلۡحَرَّ وَ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأۡسَكُمۡ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تُسۡلِمُونَ﴿٨١﴾
WaAllahu jaʿala lakum mimma khalaqa thilalan wajaʿala lakum mina aljibali aknanan wajaʿala lakum sarabeela taqeekumu alharra wasarabeela taqeekum basakum kathalika yutimmu niʿmatahu ʿalaykum laʿallakum tuslimoona
Dan Allah menjadikan tempat bernaung bagimu dari apa yang telah Dia ciptakan, Dia menjadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pakaian bagimu yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikian Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).
فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا عَلَيۡكَ ٱلۡبَلَٰغُ ٱلۡمُبِينُ﴿٨٢﴾
Fain tawallaw fainnama ʿalayka albalaghu almubeenu
Jika mereka berpaling, maka ketahuilah kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
يَعۡرِفُونَ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَ أَكۡثَرُهُمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ﴿٨٣﴾
Yaʿrifoona niʿmata Allahi thumma yunkiroonaha waaktharuhumu alkafiroona
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang yang ingkar kepada Allah.
وَ يَوۡمَ نَبۡعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةࣲ شَهِيدࣰا ثُمَّ لَا يُؤۡذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ لَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ﴿٨٤﴾
Wayawma nabʿathu min kulli ommatin shaheedan thumma la yuthanu lillatheena kafaroo wala hum yustaʿtaboona
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat, kemudian tidak diizinkan kepada orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) dibolehkan memohon ampunan.
وَ إِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلۡعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمۡ وَ لَا هُمۡ يُنظَرُونَ﴿٨٥﴾
Waitha raa allatheena thalamoo alʿathaba fala yukhaffafu ʿanhum wala hum yuntharoona
Dan apabila orang zalim telah menyaksikan azab, maka mereka tidak mendapat keringanan dan tidak (pula) diberi penangguhan.
وَ إِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْ شُرَكَآءَهُمۡ قَالُواْ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ شُرَكَآؤُنَا ٱلَّذِينَ كُنَّا نَدۡعُواْ مِن دُونِكَ ۖ فَأَلۡقَوۡاْ إِلَيۡهِمُ ٱلۡقَوۡلَ إِنَّكُمۡ لَكَٰذِبُونَ﴿٨٦﴾
Waitha raa allatheena ashrakoo shurakaahum qaloo rabbana haolai shurakaona allatheena kunna nadʿoo min doonika faalqaw ilayhimu alqawla innakum lakathiboona
Dan apabila orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau." Lalu sekutu mereka menyatakan kepada mereka, "Kamu benar-benar pendusta."
وَ أَلۡقَوۡاْ إِلَى ٱللَّهِ يَوۡمَئِذٍ ٱلسَّلَمَ ۖ وَ ضَلَّ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ﴿٨٧﴾
Waalqaw ila Allahi yawmaithin alssalama wadalla ʿanhum ma kanoo yaftaroona
Dan pada hari itu mereka menyatakan tunduk kepada Allah dan lenyaplah segala yang mereka ada-adakan.
ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَ صَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدۡنَٰهُمۡ عَذَابࣰا فَوۡقَ ٱلۡعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفۡسِدُونَ﴿٨٨﴾
Allatheena kafaroo wasaddoo ʿan sabeeli Allahi zidnahum ʿathaban fawqa alʿathabi bima kanoo yufsidoona
Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.
وَ يَوۡمَ نَبۡعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةࣲ شَهِيدًا عَلَيۡهِم مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ ۖ وَ جِئۡنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنࣰا لِّكُلِّ شَيۡءࣲ وَ هُدࣰى وَ رَحۡمَةࣰ وَ بُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ﴿٨٩﴾
Wayawma nabʿathu fee kulli ommatin shaheedan ʿalayhim min anfusihim wajina bika shaheedan ʿala haolai wanazzalna ʿalayka alkitaba tibyanan likulli shayin wahudan warahmatan wabushra lilmuslimeena
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Alquran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim).
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَ ٱلۡإِحۡسَٰنِ وَ إِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ يَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَ ٱلۡمُنكَرِ وَ ٱلۡبَغۡيِ ۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ﴿٩٠﴾
Inna Allaha yamuru bialʿadli waalihsani waeetai thee alqurba wayanha ʿani alfahshai waalmunkari waalbaghyi yaʿithukum laʿallakum tathakkaroona
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
وَ أَوۡفُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمۡ وَ لَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا وَ قَدۡ جَعَلۡتُمُ ٱللَّهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيلًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ﴿٩١﴾
Waawfoo biʿahdi Allahi itha ʿahadtum wala tanqudoo alaymana baʿda tawkeediha waqad jaʿaltumu Allaha ʿalaykum kafeelan inna Allaha yaʿlamu ma tafʿaloona
Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
وَ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّتِي نَقَضَتۡ غَزۡلَهَا مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثࣰا تَتَّخِذُونَ أَيۡمَٰنَكُمۡ دَخَلَۢا بَيۡنَكُمۡ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرۡبَىٰ مِنۡ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبۡلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَ لَيُبَيِّنَنَّ لَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ مَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ﴿٩٢﴾
Wala takoonoo kaallatee naqadat ghazlaha min baʿdi quwwatin ankathan tattakhithoona aymanakum dakhalan baynakum an takoona ommatun hiya arba min ommatin innama yablookumu Allahu bihi walayubayyinanna lakum yawma alqiyamati ma kuntum feehi takhtalifoona
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. Kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Allah hanya menguji kamu dengan hal itu, dan pasti pada hari Kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan.
وَ لَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمۡ أُمَّةࣰ وَٰحِدَةࣰ وَ لَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُ ۚ وَ لَتُسۡـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ﴿٩٣﴾
Walaw shaa Allahu lajaʿalakum ommatan wahidatan walakin yudillu man yashao wayahdee man yashao walatusalunna ʿamma kuntum taʿmaloona
Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
وَ لَا تَتَّخِذُوٓاْ أَيۡمَٰنَكُمۡ دَخَلَۢا بَيۡنَكُمۡ فَتَزِلَّ قَدَمُۢ بَعۡدَ ثُبُوتِهَا وَ تَذُوقُواْ ٱلسُّوٓءَ بِمَا صَدَدتُّمۡ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَ لَكُمۡ عَذَابٌ عَظِيمࣱ﴿٩٤﴾
Wala tattakhithoo aymanakum dakhalan baynakum fatazilla qadamun baʿda thubootiha watathooqoo alssooa bima sadadtum ʿan sabeeli Allahi walakum ʿathabun ʿatheemun
Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kokoh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar.
وَ لَا تَشۡتَرُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ ثَمَنࣰا قَلِيلًا ۚ إِنَّمَا عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ﴿٩٥﴾
Wala tashtaroo biʿahdi Allahi thamanan qaleelan innama ʿinda Allahi huwa khayrun lakum in kuntum taʿlamoona
Dan janganlah kamu jual perjanjian (dengan) Allah dengan harga murah, karena sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ وَ مَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقࣲ ۗ وَ لَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٩٦﴾
Ma ʿindakum yanfadu wama ʿinda Allahi baqin walanajziyanna allatheena sabaroo ajrahum biahsani ma kanoo yaʿmaloona
Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحࣰا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَ هُوَ مُؤۡمِنࣱ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةࣰ طَيِّبَةࣰ ۖ وَ لَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٩٧﴾
Man ʿamila salihan min thakarin aw ontha wahuwa muminun falanuhyiyannahu hayatan tayyibatan walanajziyannahum ajrahum biahsani ma kanoo yaʿmaloona
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
فَإِذَا قَرَأۡتَ ٱلۡقُرۡءَانَ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ﴿٩٨﴾
Faitha qarata alqurana faistaʿith biAllahi mina alshshaytani alrrajeemi
Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Alquran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.
إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ﴿٩٩﴾
Innahu laysa lahu sultanun ʿala allatheena amanoo waʿala rabbihim yatawakkaloona
Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.
إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَ ٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ﴿١٠٠﴾
Innama sultanuhu ʿala allatheena yatawallawnahu waallatheena hum bihi mushrikoona
Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
وَ إِذَا بَدَّلۡنَآ ءَايَةࣰ مَّكَانَ ءَايَةࣲ وَ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مُفۡتَرِۭ ۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ﴿١٠١﴾
Waitha baddalna ayatan makana ayatin waAllahu aʿlamu bima yunazzilu qaloo innama anta muftarin bal aktharuhum la yaʿlamoona
Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata, "Sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah mengada-ada saja." Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
قُلۡ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلۡقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلۡحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ هُدࣰى وَ بُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ﴿١٠٢﴾
Qul nazzalahu roohu alqudusi min rabbika bialhaqqi liyuthabbita allatheena amanoo wahudan wabushra lilmuslimeena
Katakanlah, "Rohulkudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah)."
وَ لَقَدۡ نَعۡلَمُ أَنَّهُمۡ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرࣱ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِي يُلۡحِدُونَ إِلَيۡهِ أَعۡجَمِيࣱّ وَ هَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيࣱّ مُّبِينٌ﴿١٠٣﴾
Walaqad naʿlamu annahum yaqooloona innama yuʿallimuhu basharun lisanu allathee yulhidoona ilayhi aʿjamiyyun wahatha lisanun ʿarabiyyun mubeenun
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, "Sesungguhnya Alquran itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa Muhammad belajar) kepadanya adalah bahasa 'Ajam, padahal ini (Alquran) adalah dalam bahasa Arab yang jelas.
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَا يَهۡدِيهِمُ ٱللَّهُ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴿١٠٤﴾
Inna allatheena la yuminoona biayati Allahi la yahdeehimu Allahu walahum ʿathabun aleemun
Sesungguhnya orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Alquran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
إِنَّمَا يَفۡتَرِي ٱلۡكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡكَٰذِبُونَ﴿١٠٥﴾
Innama yaftaree alkathiba allatheena la yuminoona biayati Allahi waolaika humu alkathiboona
Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنۡ أُكۡرِهَ وَ قَلۡبُهُۥ مُطۡمَئِنُّۢ بِٱلۡإِيمَٰنِ وَ لَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلۡكُفۡرِ صَدۡرࣰا فَعَلَيۡهِمۡ غَضَبࣱ مِّنَ ٱللَّهِ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمࣱ﴿١٠٦﴾
Man kafara biAllahi min baʿdi eemanihi illa man okriha waqalbuhu mutmainnun bialeemani walakin man sharaha bialkufri sadran faʿalayhim ghadabun mina Allahi walahum ʿathabun ʿatheemun
Barang siapa kafir kepada Allah setelah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan mereka akan mendapat azab yang besar.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱسۡتَحَبُّواْ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا عَلَى ٱلۡأٓخِرَةِ وَ أَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَٰفِرِينَ﴿١٠٧﴾
Thalika biannahumu istahabboo alhayata alddunya ʿala alakhirati waanna Allaha la yahdee alqawma alkafireena
Yang demikian itu disebabkan karena mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَ سَمۡعِهِمۡ وَ أَبۡصَٰرِهِمۡ ۖ وَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ﴿١٠٨﴾
Olaika allatheena tabaʿa Allahu ʿala quloobihim wasamʿihim waabsarihim waolaika humu alghafiloona
Mereka itulah orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci oleh Allah. Mereka itulah orang yang lalai.
لَا جَرَمَ أَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿١٠٩﴾
La jarama annahum fee alakhirati humu alkhasiroona
Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا فُتِنُواْ ثُمَّ جَٰهَدُواْ وَ صَبَرُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١١٠﴾
Thumma inna rabbaka lillatheena hajaroo min baʿdi ma futinoo thumma jahadoo wasabaroo inna rabbaka min baʿdiha laghafoorun raheemun
Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
يَوۡمَ تَأۡتِي كُلُّ نَفۡسࣲ تُجَٰدِلُ عَن نَّفۡسِهَا وَ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسࣲ مَّا عَمِلَتۡ وَ هُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ﴿١١١﴾
Yawma tatee kullu nafsin tujadilu ʿan nafsiha watuwaffa kullu nafsin ma ʿamilat wahum la yuthlamoona
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
وَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلࣰا قَرۡيَةࣰ كَانَتۡ ءَامِنَةࣰ مُّطۡمَئِنَّةࣰ يَأۡتِيهَا رِزۡقُهَا رَغَدࣰا مِّن كُلِّ مَكَانࣲ فَكَفَرَتۡ بِأَنۡعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلۡجُوعِ وَ ٱلۡخَوۡفِ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ﴿١١٢﴾
Wadaraba Allahu mathalan qaryatan kanat aminatan mutmainnatan yateeha rizquha raghadan min kulli makanin fakafarat bianʿumi Allahi faathaqaha Allahu libasa aljooʿi waalkhawfi bima kanoo yasnaʿoona
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) suatu negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.
وَ لَقَدۡ جَآءَهُمۡ رَسُولࣱ مِّنۡهُمۡ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَ هُمۡ ظَٰلِمُونَ﴿١١٣﴾
Walaqad jaahum rasoolun minhum fakaththaboohu faakhathahumu alʿathabu wahum thalimoona
Dan sungguh, telah datang kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka ditimpa azab dan mereka adalah orang yang zalim.
فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلࣰا طَيِّبࣰا وَ ٱشۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ﴿١١٤﴾
Fakuloo mimma razaqakumu Allahu halalan tayyiban waoshkuroo niʿmata Allahi in kuntum iyyahu taʿbudoona
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَيۡتَةَ وَ ٱلدَّمَ وَ لَحۡمَ ٱلۡخِنزِيرِ وَ مَآ أُهِلَّ لِغَيۡرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۖ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ غَيۡرَ بَاغࣲ وَ لَا عَادࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمࣱ﴿١١٥﴾
Innama harrama ʿalaykumu almaytata waalddama walahma alkhinzeeri wama ohilla lighayri Allahi bihi famani idturra ghayra baghin wala ʿadin fainna Allaha ghafoorun raheemun
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi dan (hewan) yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah, tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ لَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلࣱ وَ هَٰذَا حَرَامࣱ لِّتَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ﴿١١٦﴾
Wala taqooloo lima tasifu alsinatukumu alkathiba hatha halalun wahatha haramun litaftaroo ʿala Allahi alkathiba inna allatheena yaftaroona ʿala Allahi alkathiba la yuflihoona
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram," untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung.
مَتَٰعࣱ قَلِيلࣱ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿١١٧﴾
Mataʿun qaleelun walahum ʿathabun aleemun
(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
وَ عَلَى ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمۡنَا مَا قَصَصۡنَا عَلَيۡكَ مِن قَبۡلُ ۖ وَ مَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَ لَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ﴿١١٨﴾
Waʿala allatheena hadoo harramna ma qasasna ʿalayka min qablu wama thalamnahum walakin kanoo anfusahum yathlimoona
Dan terhadap orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu (Muhammad). Kami tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةࣲ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ وَ أَصۡلَحُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورࣱ رَّحِيمٌ﴿١١٩﴾
Thumma inna rabbaka lillatheena ʿamiloo alssooa bijahalatin thumma taboo min baʿdi thalika waaslahoo inna rabbaka min baʿdiha laghafoorun raheemun
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
إِنَّ إِبۡرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةࣰ قَانِتࣰا لِّلَّهِ حَنِيفࣰا وَ لَمۡ يَكُ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٢٠﴾
Inna ibraheema kana ommatan qanitan lillahi haneefan walam yaku mina almushrikeena
Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan ḥanīf. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah),
شَاكِرࣰا لِّأَنۡعُمِهِ ۚ ٱجۡتَبَىٰهُ وَ هَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطࣲ مُّسۡتَقِيمࣲ﴿١٢١﴾
Shakiran lianʿumihi ijtabahu wahadahu ila siratin mustaqeemin
dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.
وَ ءَاتَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةࣰ ۖ وَ إِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ﴿١٢٢﴾
Waataynahu fee alddunya hasanatan wainnahu fee alakhirati lamina alssaliheena
Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh.
ثُمَّ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ أَنِ ٱتَّبِعۡ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفࣰا ۖ وَ مَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ﴿١٢٣﴾
Thumma awhayna ilayka ani ittabiʿ millata ibraheema haneefan wama kana mina almushrikeena
Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia bukanlah termasuk orang yang musyrik."
إِنَّمَا جُعِلَ ٱلسَّبۡتُ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ ۚ وَ إِنَّ رَبَّكَ لَيَحۡكُمُ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ﴿١٢٤﴾
Innama juʿila alssabtu ʿala allatheena ikhtalafoo feehi wainna rabbaka layahkumu baynahum yawma alqiyamati feema kanoo feehi yakhtalifoona
Sesungguhnya (menghormati) hari Sabtuhanya diwajibkan atas orang (Yahudi) yang memperselisihkannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu pasti akan memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan.
ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَ ٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ ۖ وَ جَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَ هُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ﴿١٢٥﴾
Odʿu ila sabeeli rabbika bialhikmati waalmawʿithati alhasanati wajadilhum biallatee hiya ahsanu inna rabbaka huwa aʿlamu biman dalla ʿan sabeelihi wahuwa aʿlamu bialmuhtadeena
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
وَ إِنۡ عَاقَبۡتُمۡ فَعَاقِبُواْ بِمِثۡلِ مَا عُوقِبۡتُم بِهِۦ ۖ وَ لَئِن صَبَرۡتُمۡ لَهُوَ خَيۡرࣱ لِّلصَّٰبِرِينَ﴿١٢٦﴾
Wain ʿaqabtum faʿaqiboo bimithli ma ʿooqibtum bihi walain sabartum lahuwa khayrun lilssabireena
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
وَ ٱصۡبِرۡ وَ مَا صَبۡرُكَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ وَ لَا تَحۡزَنۡ عَلَيۡهِمۡ وَ لَا تَكُ فِي ضَيۡقࣲ مِّمَّا يَمۡكُرُونَ﴿١٢٧﴾
Waisbir wama sabruka illa biAllahi wala tahzan ʿalayhim wala taku fee dayqin mimma yamkuroona
Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.
إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّ ٱلَّذِينَ هُم مُّحۡسِنُونَ﴿١٢٨﴾
Inna Allaha maʿa allatheena ittaqaw waallatheena hum muhsinoona
Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat ini terdiri dari 128 ayat dan termasuk surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan "An-Nahl" yang berarti "lebah" karena di dalamnya terdapat firman Allah pada ayat 68 yang artinya, "Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah."
Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan pada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan lebah dengan Al-Qur'anul Karim. Madu berasal dari aneka macam sari bunga dan menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit (lihat ayat ke-69). Sementara itu, Al-Qur'an berisi inti sari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi terdahulu ditambah ajaran-ajaran yang dibutuhkan semua manusia sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat (lihat surat Yunus ayat ke-57 dan surat Al-Israa' ayat ke-82). Surat ini juga dinamakan "An Ni'am" yang berarti nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Kepastian adanya hari kiamat; keesaan Allah, kekuasaan-Nya dan kesempurnaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya; pertanggungjawaban manusia kepada Allah terhadap segala yang telah dikerjakannya.
2. **Hukum-hukum:**
Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan; dibolehkan memakai perhiasan yang berasal dari laut, seperti: merjan dan mutiara; dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa; kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan; kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah; larangan membuat-buat hukum yang tak ada dasarnya; perintah membaca isti'aadzah (a'uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk); tantangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.
3. **Kisah-kisah:**
Kisah Nabi Ibrahim.
4. **Lain-lain:**
Asal muasal kejadian manusia; madu adalah untuk kesehatan manusia; nasib pemimpin-pemimpin palsu pada hari kiamat; pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan; ajaran moral di dalam Islam; pedoman dakwah dalam Islam.
Surat An-Nahl mengandung keterangan tentang sifat-sifat dan tingkah laku orang musyrikin, serta tantangan mereka terhadap kebenaran hari kiamat dan kerasulan Nabi Muhammad. Kemudian Allah menyebutkan peringatan-peringatan-Nya kepada mereka dari azab yang mereka alami sebagai akibat atas perbuatan mereka itu. Dalam surat ini, Allah menunjukkan bukti-bukti keesaan-Nya seraya memaparkan nikmat-nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Surat ini juga memuat hukum-hukum dan ajaran-ajaran tentang akhlak.
**Hubungan Surat An-Nahl Dengan Surat Al-Isra':**
1. Dalam surat An-Nahl Allah menyebutkan perselisihan orang-orang Yahudi tentang hari Sabtu, kemudian di surat Al-Isra' dijelaskan sifat-sifat orang Yahudi yang ditetapkan dalam Taurat.
2. Setelah Allah menganjurkan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dan melarang beliau agar tidak berduka cita atau berkecil hati disebabkan tipu daya orang-orang musyrikin, maka di surat Al-Isra' Allah menerangkan kemuliaan Nabi Muhammad serta martabatnya yang tinggi di hadapan Allah.
3. Dalam surat An-Nahl Allah menerangkan bermacam-macam nikmat-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri nikmat itu, kemudian dalam surat Al-Isra' disebut nikmat-nikmat yang lebih besar yang diberikan kepada Bani Israil dan tidak mereka syukuri, justru mereka berbuat kerusakan di bumi.
4. Dalam surat An-Nahl Allah mengatakan, bahwa air madu yang keluar dari lebah merupakan minuman yang mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al-Isra' diterangkan bahwa Al-Qur'an juga mengandung obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex