Noor
Al-Qur’anHaditsTanya Noor AIBuka Noor
Beranda›Daftar surat›Surat Al-Mujadilah

سورة المجادلة

Surat Al-Mujadilah

Wanita yang Mengajukan Gugatan

Surat ke-5822 ayatMadaniyahJuz 28

Surat Al-Mujadilah (Wanita yang Mengajukan Gugatan) adalah surat ke-58 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 22 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.

Baca di mushafDengarkan murotalTanya tentang surat ini

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

  1. 58:1Baca di mushaf ↗

    قَدۡ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا وَ تَشۡتَكِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَ ٱللَّهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَآ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ﴿١﴾

    Qad samiʿa Allahu qawla allatee tujadiluka fee zawjiha watashtakee ila Allahi waAllahu yasmaʿu tahawurakuma inna Allaha sameeʿun baseerun

    Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

  2. 58:2Baca di mushaf ↗

    ٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَٰتِهِمۡ ۖ إِنۡ أُمَّهَٰتُهُمۡ إِلَّا ٱلَّٰٓـِٔي وَلَدۡنَهُمۡ ۚ وَ إِنَّهُمۡ لَيَقُولُونَ مُنكَرࣰا مِّنَ ٱلۡقَوۡلِ وَ زُورࣰا ۚ وَ إِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورࣱ﴿٢﴾

    Allatheena yuthahiroona minkum min nisaihim ma hunna ommahatihim in ommahatuhum illa allaee waladnahum wainnahum layaqooloona munkaran mina alqawli wazooran wainna Allaha laʿafuwwun ghafoorun

    Orang-orang di antara kamu yang menzihar istrinya, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

  3. 58:3Baca di mushaf ↗

    وَ ٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمۡ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُواْ فَتَحۡرِيرُ رَقَبَةࣲ مِّن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّا ۚ ذَٰلِكُمۡ تُوعَظُونَ بِهِۦ ۚ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣱ﴿٣﴾

    Waallatheena yuthahiroona min nisaihim thumma yaʿoodoona lima qaloo fatahreeru raqabatin min qabli an yatamassa thalikum tooʿathoona bihi waAllahu bima taʿmaloona khabeerun

    Dan mereka yang menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

  4. 58:4Baca di mushaf ↗

    فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ شَهۡرَيۡنِ مُتَتَابِعَيۡنِ مِن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّا ۖ فَمَن لَّمۡ يَسۡتَطِعۡ فَإِطۡعَامُ سِتِّينَ مِسۡكِينࣰا ۚ ذَٰلِكَ لِتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَ رَسُولِهِۦ ۚ وَ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ ۗ وَ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴿٤﴾

    Faman lam yajid fasiyamu shahrayni mutatabiʿayni min qabli an yatamassa faman lam yastatiʿ faitʿamu sitteena miskeenan thalika lituminoo biAllahi warasoolihi watilka hudoodu Allahi walilkafireena ʿathabun aleemun

    Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang sangat pedih.

  5. 58:5Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ ۚ وَ قَدۡ أَنزَلۡنَآ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتࣲ ۚ وَ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابࣱ مُّهِينࣱ﴿٥﴾

    Inna allatheena yuhaddoona Allaha warasoolahu kubitoo kama kubita allatheena min qablihim waqad anzalna ayatin bayyinatin walilkafireena ʿathabun muheenun

    Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, kami telah menurunkan bukti-bukti yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menghinakan.

  6. 58:6Baca di mushaf ↗

    يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعࣰا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْ ۚ أَحۡصَىٰهُ ٱللَّهُ وَ نَسُوهُ ۚ وَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ شَهِيدٌ﴿٦﴾

    Yawma yabʿathuhumu Allahu jameeʿan fayunabbiohum bima ʿamiloo ahsahu Allahu wanasoohu waAllahu ʿala kulli shayin shaheedun

    Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

  7. 58:7Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجۡوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمۡ وَ لَا خَمۡسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمۡ وَ لَآ أَدۡنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَ لَآ أَكۡثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمۡ أَيۡنَ مَا كَانُواْ ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ﴿٧﴾

    Alam tara anna Allaha yaʿlamu ma fee alssamawati wama fee alardi ma yakoonu min najwa thalathatin illa huwa rabiʿuhum wala khamsatin illa huwa sadisuhum wala adna min thalika wala akthara illa huwa maʿahum ayna ma kanoo thumma yunabbiohum bima ʿamiloo yawma alqiyamati inna Allaha bikulli shayin ʿaleemun

    Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  8. 58:8Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجۡوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَ يَتَنَٰجَوۡنَ بِٱلۡإِثۡمِ وَ ٱلۡعُدۡوَٰنِ وَ مَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِ ۖ وَ إِذَا جَآءُوكَ حَيَّوۡكَ بِمَا لَمۡ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَ يَقُولُونَ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ لَوۡلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسۡبُهُمۡ جَهَنَّمُ يَصۡلَوۡنَهَا ۖ فَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ﴿٨﴾

    Alam tara ila allatheena nuhoo ʿani alnnajwa thumma yaʿoodoona lima nuhoo ʿanhu wayatanajawna bialithmi waalʿudwani wamaʿsiyati alrrasooli waitha jaooka hayyawka bima lam yuhayyika bihi Allahu wayaqooloona fee anfusihim lawla yuʿaththibuna Allahu bima naqoolu hasbuhum jahannamu yaslawnaha fabisa almaseeru

    Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.

  9. 58:9Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَنَٰجَيۡتُمۡ فَلَا تَتَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡإِثۡمِ وَ ٱلۡعُدۡوَٰنِ وَ مَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَ تَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡبِرِّ وَ ٱلتَّقۡوَىٰ ۖ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ﴿٩﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo itha tanajaytum fala tatanajaw bialithmi waalʿudwani wamaʿsiyati alrrasooli watanajaw bialbirri waalttaqwa waittaqoo Allaha allathee ilayhi tuhsharoona

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.

  10. 58:10Baca di mushaf ↗

    إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ لَيۡسَ بِضَآرِّهِمۡ شَيۡـًٔا إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِ ۚ وَ عَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ﴿١٠﴾

    Innama alnnajwa mina alshshaytani liyahzuna allatheena amanoo walaysa bidarrihim shayan illa biithni Allahi waʿala Allahi falyatawakkali almuminoona

    Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

  11. 58:11Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡ ۖ وَ إِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتࣲ ۚ وَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرࣱ﴿١١﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo itha qeela lakum tafassahoo fee almajalisi faifsahoo yafsahi Allahu lakum waitha qeela onshuzoo faonshuzoo yarfaʿi Allahu allatheena amanoo minkum waallatheena ootoo alʿilma darajatin waAllahu bima taʿmaloona khabeerun

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

  12. 58:12Baca di mushaf ↗

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَٰجَيۡتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَةࣰ ۚ ذَٰلِكَ خَيۡرࣱ لَّكُمۡ وَ أَطۡهَرُ ۚ فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورࣱ رَّحِيمٌ﴿١٢﴾

    Ya ayyuha allatheena amanoo itha najaytumu alrrasoola faqaddimoo bayna yaday najwakum sadaqatan thalika khayrun lakum waatharu fain lam tajidoo fainna Allaha ghafoorun raheemun

    Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  13. 58:13Baca di mushaf ↗

    ءَأَشۡفَقۡتُمۡ أَن تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَٰتࣲ ۚ فَإِذۡ لَمۡ تَفۡعَلُواْ وَ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَ ءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ ۚ وَ ٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ﴿١٣﴾

    Aashfaqtum an tuqaddimoo bayna yaday najwakum sadaqatin faith lam tafʿaloo wataba Allahu ʿalaykum faaqeemoo alssalata waatoo alzzakata waateeʿoo Allaha warasoolahu waAllahu khabeerun bima taʿmaloona

    Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya! Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

  14. 58:14Baca di mushaf ↗

    أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوۡاْ قَوۡمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مَّا هُم مِّنكُمۡ وَ لَا مِنۡهُمۡ وَ يَحۡلِفُونَ عَلَى ٱلۡكَذِبِ وَ هُمۡ يَعۡلَمُونَ﴿١٤﴾

    Alam tara ila allatheena tawallaw qawman ghadiba Allahu ʿalayhim ma hum minkum wala minhum wayahlifoona ʿala alkathibi wahum yaʿlamoona

    Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.

  15. 58:15Baca di mushaf ↗

    أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ عَذَابࣰا شَدِيدًا ۖ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿١٥﴾

    aʿadda Allahu lahum ʿathaban shadeedan innahum saa ma kanoo yaʿmaloona

    Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.

  16. 58:16Baca di mushaf ↗

    ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةࣰ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَهُمۡ عَذَابࣱ مُّهِينࣱ﴿١٦﴾

    Ittakhathoo aymanahum junnatan fasaddoo ʿan sabeeli Allahi falahum ʿathabun muheenun

    Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi mereka azab yang menghinakan.

  17. 58:17Baca di mushaf ↗

    لَّن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَ لَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ﴿١٧﴾

    Lan tughniya ʿanhum amwaluhum wala awladuhum mina Allahi shayan olaika ashabu alnnari hum feeha khalidoona

    Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

  18. 58:18Baca di mushaf ↗

    يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعࣰا فَيَحۡلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ وَ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍ ۚ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡكَٰذِبُونَ﴿١٨﴾

    Yawma yabʿathuhumu Allahu jameeʿan fayahlifoona lahu kama yahlifoona lakum wayahsaboona annahum ʿala shayin ala innahum humu alkathiboona

    (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta.

  19. 58:19Baca di mushaf ↗

    ٱسۡتَحۡوَذَ عَلَيۡهِمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ فَأَنسَىٰهُمۡ ذِكۡرَ ٱللَّهِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱلشَّيۡطَٰنِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱلشَّيۡطَٰنِ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ﴿١٩﴾

    Istahwatha ʿalayhimu alshshaytanu faansahum thikra Allahi olaika hizbu alshshaytani ala inna hizba alshshaytani humu alkhasiroona

    Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang merugi.

  20. 58:20Baca di mushaf ↗

    إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥٓ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡأَذَلِّينَ﴿٢٠﴾

    Inna allatheena yuhaddoona Allaha warasoolahu olaika fee alathalleena

    Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

  21. 58:21Baca di mushaf ↗

    كَتَبَ ٱللَّهُ لَأَغۡلِبَنَّ أَنَا۠ وَ رُسُلِيٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزࣱ﴿٢١﴾

    Kataba Allahu laaghlibanna ana warusulee inna Allaha qawiyyun ʿazeezun

    Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang." Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

  22. 58:22Baca di mushaf ↗

    لَّا تَجِدُ قَوۡمࣰا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَ ٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ وَ لَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَ أَيَّدَهُم بِرُوحࣲ مِّنۡهُ ۖ وَ يُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَ رَضُواْ عَنۡهُ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿٢٢﴾

    La tajidu qawman yuminoona biAllahi waalyawmi alakhiri yuwaddoona man hadda Allaha warasoolahu walaw kanoo abaahum aw abnaahum aw ikhwanahum aw ʿasheeratahum olaika kataba fee quloobihimu aleemana waayyadahum biroohin minhu wayudkhiluhum jannatin tajree min tahtiha alanharu khalideena feeha radiya Allahu ʿanhum waradoo ʿanhu olaika hizbu Allahi ala inna hizba Allahi humu almuflihoona

    Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin

Tentang surat ini

Surat Al-Mujadalah terdiri dari 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al-Mujadalah" (Perbantahan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut sebuah riwayat, bernama Khaulah binti Tsa'labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya. Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan dia menuntut agar beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan tersebut.

Dinamai juga "Al-Mujadilah" yang berarti "perempuan yang mengajukan gugatan".

**Pokok-Pokok Isi:**

1. **Hukum:**

Hukum zhihar dan sanksi-sanksi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya; larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

2. **Lain-lain:**

Menjaga adab sopan santun dalam suatu majelis dan pertemuan; adab sopan santun terhadap Rasulullah.

Surat ini menerangkan tentang zhihar dan hukumnya, larangan mengambil orang kafir sebagai teman akrab serta beberapa hal yang berhubungan dengan adab dan sopan santun.

**Hubungan Surat Al-Mujadalah Dengan Surat Al-Hasyr:**

1. Pada akhir surat Al-Mujadalah Allah menyatakan bahwa agama Allah akan menang, sedangkan pada permulaan surat Al Hasyr diterangkan salah satu kemenangan itu, yaitu pengusiran Bani Nadhir dari Madinah.

2. Dalam surat Al-Mujadalah Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya akan mendapat kebinasaan, sedangkan pada surat Al-Hasyr Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya akan mendapat azab yang keras.

3. Dalam surat Al-Mujadalah Allah menyebutkan hal orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi yang saling membantu dalam memusuhi kaum muslim, sedangkan dalam surat Al-Hasyr disebutkan kekalahan yang menimpa mereka, dan persatuan mereka tidak dapat menolong mereka sedikit pun.

Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex

← Surat sebelumnyaSurat Al-HadidSurat berikutnya →Surat Al-Hasyr

Surat populer

  • Surat Al-Fatihah
  • Surat Al-Baqarah
  • Surat Al-Kahfi
  • Surat Yasin
  • Surat Ar-Rahman
  • Surat Al-Waqi’ah
  • Surat Al-Mulk
  • Surat Al-Ikhlas
  • Surat Al-Falaq
  • Surat An-Nas
  • Ayat Kursi

Hadits

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Sunan Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah

Platform Noor

  • Jadwal sholat
  • Mushaf
  • Pemutar murotal
  • Perpustakaan hadits
  • Tanya Noor AI
  • Catatan Bayan

Bahasa

  • English
  • Oʻzbekcha
  • العربية
  • Indonesia

© Noor Global 2026