سورة الحشر
Surat Al-Hasyr
Pengusiran
Surat Al-Hasyr (Pengusiran) adalah surat ke-59 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 24 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿١﴾
Sabbaha lillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wahuwa alʿazeezu alhakeemu
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
هُوَ ٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمۡ لِأَوَّلِ ٱلۡحَشۡرِ ۚ مَا ظَنَنتُمۡ أَن يَخۡرُجُواْ ۖ وَ ظَنُّوٓاْ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمۡ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنۡ حَيۡثُ لَمۡ يَحۡتَسِبُواْ ۖ وَ قَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعۡبَ ۚ يُخۡرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيۡدِيهِمۡ وَ أَيۡدِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ فَٱعۡتَبِرُواْ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَبۡصَٰرِ﴿٢﴾
Huwa allathee akhraja allatheena kafaroo min ahli alkitabi min diyarihim liawwali alhashri ma thanantum an yakhrujoo wathannoo annahum maniʿatuhum husoonuhum mina Allahi faatahumu Allahu min haythu lam yahtasiboo waqathafa fee quloobihimu alrruʿba yukhriboona buyootahum biaydeehim waaydee almumineena faiʿtabiroo ya olee alabsari
Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halamannya pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka; sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!
وَ لَوۡلَآ أَن كَتَبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡجَلَآءَ لَعَذَّبَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا ۖ وَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابُ ٱلنَّارِ﴿٣﴾
Walawla an kataba Allahu ʿalayhimu aljalaa laʿaththabahum fee alddunya walahum fee alakhirati ʿathabu alnnari
Dan sekiranya tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥ ۖ وَ مَن يُشَآقِّ ٱللَّهَ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ﴿٤﴾
Thalika biannahum shaqqoo Allaha warasoolahu waman yushaqqi Allaha fainna Allaha shadeedu alʿiqabi
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
مَا قَطَعۡتُم مِّن لِّينَةٍ أَوۡ تَرَكۡتُمُوهَا قَآئِمَةً عَلَىٰٓ أُصُولِهَا فَبِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَ لِيُخۡزِيَ ٱلۡفَٰسِقِينَ﴿٥﴾
Ma qataʿtum min leenatin aw taraktumooha qaimatan ʿala osooliha fabiithni Allahi waliyukhziya alfasiqeena
Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
وَ مَآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡهُمۡ فَمَآ أَوۡجَفۡتُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ خَيۡلࣲ وَ لَا رِكَابࣲ وَ لَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُۥ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۚ وَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ قَدِيرࣱ﴿٦﴾
Wama afaa Allahu ʿala rasoolihi minhum fama awjaftum ʿalayhi min khaylin wala rikabin walakinna Allaha yusallitu rusulahu ʿala man yashao waAllahu ʿala kulli shayin qadeerun
Dan harta rampasan fai` dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَ لِلرَّسُولِ وَ لِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ وَ ٱلۡمَسَٰكِينِ وَ ٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ كَيۡ لَا يَكُونَ دُولَةَۢ بَيۡنَ ٱلۡأَغۡنِيَآءِ مِنكُمۡ ۚ وَ مَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَ مَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْ ۚ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ﴿٧﴾
Ma afaa Allahu ʿala rasoolihi min ahli alqura falillahi walilrrasooli walithee alqurba waalyatama waalmasakeeni waibni alssabeeli kay la yakoona doolatan bayna alaghniyai minkum wama atakumu alrrasoolu fakhuthoohu wama nahakum ʿanhu faintahoo waittaqoo Allaha inna Allaha shadeedu alʿiqabi
Harta rampasan fai` yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَ أَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلࣰا مِّنَ ٱللَّهِ وَ رِضۡوَٰنࣰا وَ يَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَ رَسُولَهُۥٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ﴿٨﴾
Lilfuqarai almuhajireena allatheena okhrijoo min diyarihim waamwalihim yabtaghoona fadlan mina Allahi waridwanan wayansuroona Allaha warasoolahu olaika humu alssadiqoona
(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah yang terusir dari kampung halamannya dan meninggalkan harta bendanya demi mencari karunia dari Allah dan keridaan(-Nya) dan (demi) menolong (agama) Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.
وَ ٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَ ٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَ لَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةࣰ مِّمَّآ أُوتُواْ وَ يُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَ لَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةࣱ ۚ وَ مَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ﴿٩﴾
Waallatheena tabawwaoo alddara waaleemana min qablihim yuhibboona man hajara ilayhim wala yajidoona fee sudoorihim hajatan mimma ootoo wayuthiroona ʿala anfusihim walaw kana bihim khasasatun waman yooqa shuhha nafsihi faolaika humu almuflihoona
Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
وَ ٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَ لِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَ لَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلࣰّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفࣱ رَّحِيمٌ﴿١٠﴾
Waallatheena jaoo min baʿdihim yaqooloona rabbana ighfir lana waliikhwanina allatheena sabaqoona bialeemani wala tajʿal fee quloobina ghillan lillatheena amanoo rabbana innaka raoofun raheemun
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang."
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نَافَقُواْ يَقُولُونَ لِإِخۡوَٰنِهِمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَئِنۡ أُخۡرِجۡتُمۡ لَنَخۡرُجَنَّ مَعَكُمۡ وَ لَا نُطِيعُ فِيكُمۡ أَحَدًا أَبَدࣰا وَ إِن قُوتِلۡتُمۡ لَنَنصُرَنَّكُمۡ وَ ٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ﴿١١﴾
Alam tara ila allatheena nafaqoo yaqooloona liikhwanihimu allatheena kafaroo min ahli alkitabi lain okhrijtum lanakhrujanna maʿakum wala nuteeʿu feekum ahadan abadan wain qootiltum lanansurannakum waAllahu yashhadu innahum lakathiboona
Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir di antara Ahli Kitab, "Sungguh, jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantumu." Dan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta.
لَئِنۡ أُخۡرِجُواْ لَا يَخۡرُجُونَ مَعَهُمۡ وَ لَئِن قُوتِلُواْ لَا يَنصُرُونَهُمۡ وَ لَئِن نَّصَرُوهُمۡ لَيُوَلُّنَّ ٱلۡأَدۡبَٰرَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ﴿١٢﴾
Lain okhrijoo la yakhrujoona maʿahum walain qootiloo la yansuroonahum walain nasaroohum layuwallunna aladbara thumma la yunsaroona
Sungguh, jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi; mereka (juga) tidak akan menolongnya; dan kalau pun mereka menolongnya pastilah mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.
لَأَنتُمۡ أَشَدُّ رَهۡبَةࣰ فِي صُدُورِهِم مِّنَ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمࣱ لَّا يَفۡقَهُونَ﴿١٣﴾
Laantum ashaddu rahbatan fee sudoorihim mina Allahi thalika biannahum qawmun la yafqahoona
Sesungguhnya dalam hati mereka, kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
لَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرࣰى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَآءِ جُدُرِۭ ۚ بَأۡسُهُم بَيۡنَهُمۡ شَدِيدࣱ ۚ تَحۡسَبُهُمۡ جَمِيعࣰا وَ قُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمࣱ لَّا يَعۡقِلُونَ﴿١٤﴾
La yuqatiloonakum jameeʿan illa fee quran muhassanatin aw min warai judurin basuhum baynahum shadeedun tahsabuhum jameeʿan waquloobuhum shatta thalika biannahum qawmun la yaʿqiloona
Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.
كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ قَرِيبࣰا ۖ ذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمࣱ﴿١٥﴾
Kamathali allatheena min qablihim qareeban thaqoo wabala amrihim walahum ʿathabun aleemun
(Mereka) seperti orang-orang yang sebelum mereka (Yahudi) belum lama berselang, telah merasakan akibat buruk (terusir) disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
كَمَثَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِ إِذۡ قَالَ لِلۡإِنسَٰنِ ٱكۡفُرۡ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيٓءࣱ مِّنكَ إِنِّيٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ﴿١٦﴾
Kamathali alshshaytani ith qala lilinsani okfur falamma kafara qala innee bareeon minka innee akhafu Allaha rabba alʿalameena
(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, "Kafirlah kamu!" Kemudian setelah manusia itu menjadi kafir ia berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
فَكَانَ عَٰقِبَتَهُمَآ أَنَّهُمَا فِي ٱلنَّارِ خَٰلِدَيۡنِ فِيهَا ۚ وَ ذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُاْ ٱلظَّٰلِمِينَ﴿١٧﴾
Fakana ʿaqibatahuma annahuma fee alnnari khalidayni feeha wathalika jazao alththalimeena
Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya masuk ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zalim.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَ لۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲ ۖ وَ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ﴿١٨﴾
Ya ayyuha allatheena amanoo ittaqoo Allaha waltanthur nafsun ma qaddamat lighadin waittaqoo Allaha inna Allaha khabeerun bima taʿmaloona
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
وَ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ نَسُواْ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمۡ أَنفُسَهُمۡ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ﴿١٩﴾
Wala takoonoo kaallatheena nasoo Allaha faansahum anfusahum olaika humu alfasiqoona
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.
لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ ۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ﴿٢٠﴾
La yastawee ashabu alnnari waashabu aljannati ashabu aljannati humu alfaizoona
Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
لَوۡ أَنزَلۡنَا هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلࣲ لَّرَأَيۡتَهُۥ خَٰشِعࣰا مُّتَصَدِّعࣰا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَ تِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَٰلُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ﴿٢١﴾
Law anzalna hatha alqurana ʿala jabalin laraaytahu khashiʿan mutasaddiʿan min khashyati Allahi watilka alamthalu nadribuha lilnnasi laʿallahum yatafakkaroona
Sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَ ٱلشَّهَٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ﴿٢٢﴾
Huwa Allahu allathee la ilaha illa huwa ʿalimu alghaybi waalshshahadati huwa alrrahmanu alrraheemu
Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلۡمُؤۡمِنُ ٱلۡمُهَيۡمِنُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡجَبَّارُ ٱلۡمُتَكَبِّرُ ۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ﴿٢٣﴾
Huwa Allahu allathee la ilaha illa huwa almaliku alquddoosu alssalamu almuminu almuhayminu alʿazeezu aljabbaru almutakabbiru subhana Allahi ʿamma yushrikoona
Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡخَٰلِقُ ٱلۡبَارِئُ ٱلۡمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ وَ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٢٤﴾
Huwa Allahu alkhaliqu albario almusawwiru lahu alasmao alhusna yusabbihu lahu ma fee alssamawati waalardi wahuwa alʿazeezu alhakeemu
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Al-Hasyr terdiri dari 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, dan diturunkan setelah surat Al-Bayyinah.
Surat ini dinamai "Al-Hasyr" (pengusiran) diambil dari kata "Al-Hasyr" yang terdapat pada ayat kedua surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suku Yahudi Bani Nadhir yang tinggal di sekitar Madinah.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Apa yang berada di langit dan di bumi bertasbih memuji Allah: Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya; Allah mempunyai Al-Asmaa-ul Husna; keagungan dan ketinggian martabat Al-Qur'an.
2. **Hukum-hukum:**
Cara pembagian harta fai; perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.
3. **Lain-lain:**
Beberapa sifat orang-orang munafik dan Ahli Kitab yang tercela; peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.
Surat ini menerangkan tentang bagaimana seharusnya sikap seorang muslim terhadap nonmuslim yang melakukan tindakan-tindakan yang merugikan umat islam seperti yang dilakukan oleh Bani Nadir. Juga menjelaskan tentang hukum fai dan pembagiannya, kewajiban bertakwa, ketinggian dan keagungan Al-Qur'an. Surat ini ditutup dengan menyebutkan beberapa Al-Asmaul Husna.
**Hubungan Surat Al-Hasyr Dengan Surat Al-Mumtahanah:**
Dalam surat Al-Hasyr disebutkan bagaimana orang-orang munafik saling menolong dengan orang-orang Yahudi dalam memusuhi kaum muslimin, sedangkan dalam surat Al-Mumtahanah Allah melarang kaum muslimin mengangkat orang-orang kafir menjadi pemimpin atau menjadikan mereka sebagai teman setia. Namun, tetap diperbolehkan untuk bekerja sama dan tolong-menolong dengan mereka selama tidak memusuhi kaum muslimin.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex