Zikir · · 5 menit
Tasbih Setelah Salat: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar 33 Kali
Hanya butuh sekitar dua menit, tidak memerlukan apa pun selain jari-jari Anda, dan Nabi ﷺ menjanjikan pahala yang besar untuknya. Tasbih setelah salat adalah salah satu kebiasaan paling mudah yang dapat dijaga seorang Muslim.
Jawaban singkat: Setelah setiap salat fardu, ucapkan Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 33 kali, lalu genapkan menjadi seratus dengan “La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah…”. Dalam Shahih Muslim, Nabi ﷺ bersabda bahwa siapa yang melakukannya akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
Bacaannya
- سُبْحَانَ اللَّهِ — SubḥānAllāh: “Mahasuci Allah” — 33 kali.
- الْحَمْدُ لِلَّهِ — Al-ḥamdu lillāh: “Segala puji bagi Allah” — 33 kali.
- اللَّهُ أَكْبَرُ — Allāhu akbar: “Allah Mahabesar” — 33 kali.
- Kemudian satu kali, untuk menggenapkan seratus — Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā sharīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamd, wa huwa ‘alā kulli shay’in qadīr: “Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Keutamaannya
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bertasbih kepada Allah setiap selesai salat tiga puluh tiga kali, bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir tiga puluh tiga kali, sehingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, lalu untuk menggenapkan seratus ia mengucapkan: ‘Tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya; milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,’ maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”
Dalam Shahih Bukhari, para sahabat yang miskin mengeluh bahwa orang-orang kaya dapat bersedekah dan berhaji, sementara mereka tidak mampu. Nabi ﷺ mengajarkan kepada mereka zikir yang sama ini sebagai amalan yang membuat mereka dapat menyusul orang-orang yang telah mendahului mereka:
“Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang jika kalian amalkan, kalian akan dapat menyusul orang-orang yang telah mendahului kalian? … Ucapkanlah ‘Subhanallah’, ‘Alhamdulillah’ dan ‘Allahu Akbar’ masing-masing tiga puluh tiga kali setiap selesai salat (fardu).”
Sebelum tidur: 33, 33 dan 34
Ketika Fatimah meminta seorang pembantu kepada ayahnya ﷺ untuk membantunya menggiling dengan batu gilingan, beliau mengajarkan kepadanya dan kepada Ali sesuatu yang beliau sebut lebih baik daripada seorang pembantu — zikir serupa menjelang tidur, dengan Allahu Akbar 34 kali:
“Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari itu? Apabila kalian hendak tidur, bacalah ‘Subhanallah’ tiga puluh tiga kali, ‘Alhamdulillah’ tiga puluh tiga kali, dan ‘Allahu Akbar’ tiga puluh empat kali.” Ali menambahkan: “Aku tidak pernah meninggalkannya sejak saat itu.”
Cara menghitung
- Dengan jari — Nabi ﷺ sendiri menghitung dengan cara ini: “Aku melihat Rasulullah ﷺ menghitung tasbih dengan jari-jarinya” (Abu Dawud 1502).
- Dengan biji tasbih — untaian 33 atau 99 butir menjaga hitungan Anda tanpa perlu memikirkan angka.
- Dengan alat penghitung — berguna ketika Anda ingin mencatat jumlah keseluruhan atau target harian.
Sebelum tasbih, disunahkan pula mengucapkan Astaghfirullāh tiga kali dan “Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā dhal-jalāli wal-ikrām” — diriwayatkan oleh Tsauban dalam Shahih Muslim.
Pertanyaan umum
Berapa kali membaca Subhanallah setelah salat?
Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 33 kali, lalu “La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah…” satu kali untuk menggenapkan seratus (Shahih Muslim).
Allahu Akbar 33 atau 34 kali?
Setelah salat, hadis dalam Shahih Muslim menyebutkan masing-masing 33 kali, digenapkan menjadi seratus dengan tahlil. Allahu Akbar 34 kali adalah zikir yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Fatimah dan Ali menjelang tidur (Shahih Bukhari 5362).
Bolehkah menghitung tasbih dengan jari?
Boleh. Abu Dawud (1502) meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ menghitung tasbih dengan jari-jarinya.




