Salat · · 7 menit
Cara Menghitung Waktu Salat: Penjelasan Subuh, Asar dan Isya
Setiap waktu salat terkait dengan posisi matahari. Jika koordinat sebuah kota dan tanggalnya diketahui, waktu salat dapat dihitung dengan tepat — perbedaan antarjadwal berasal dari beberapa pilihan ulama mengenai cahaya senja dan fajar serta panjang bayangan.
Jawaban singkat: Waktu salat dihitung dari posisi matahari di atas kota Anda: Subuh dan Isya dari sudut matahari di bawah ufuk (15°–19,5°, tergantung metode), Zuhur dari tengah hari matahari, Asar dari panjang bayangan (standar atau Hanafi), dan Magrib saat matahari terbenam.
Lima waktu salat dan matahari
- Subuh dimulai saat fajar sadik, ketika cahaya pertama menyebar di ufuk, dan berakhir saat matahari terbit.
- Zuhur dimulai sesaat setelah matahari melewati titik tertingginya (tengah hari matahari).
- Asar dimulai ketika bayangan suatu benda mencapai panjang tertentu (lihat di bawah).
- Magrib dimulai saat matahari terbenam.
- Isya dimulai ketika mega merah telah hilang dari langit.
Matahari terbit bukanlah waktu salat, tetapi menandai berakhirnya waktu Subuh — karena itulah jadwal salat mencantumkannya.
Subuh dan Isya: sudut cahaya fajar dan senja
Fajar dan senja tidak terjadi dalam satu saat: cahaya bertambah dan memudar secara bertahap. Untuk mengubahnya menjadi waktu yang pasti, para ahli astronomi menggunakan sudut matahari di bawah ufuk. Berbagai lembaga menetapkan sudut yang sedikit berbeda:
- Liga Muslim Dunia (Muslim World League): Subuh 18°, Isya 17°.
- ISNA (Amerika Utara): Subuh 15°, Isya 15°.
- Otoritas Umum Survei Mesir: Subuh 19,5°, Isya 17,5°.
- Umm al-Qura (Makkah): Subuh 18,5°, Isya 90 menit setelah Magrib (120 menit pada bulan Ramadan).
- Universitas Ilmu-Ilmu Islam, Karachi: Subuh 18°, Isya 18°.
- Uzbekistan: Noor menggunakan 15,5° untuk Subuh dan 15° untuk Isya, yang sesuai dengan jadwal resmi Tashkent dengan selisih sekitar satu menit.
Semakin besar sudutnya, semakin awal waktu Subuh dan semakin lambat waktu Isya. Selisih antarmetode bisa mencapai 10–20 menit, karena itu Noor secara bawaan menggunakan metode resmi setiap negara.
Asar: standar dan Hanafi
Waktu Asar dimulai ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan benda itu sendiri (ditambah panjang bayangannya pada tengah hari). Ini adalah pendapat mazhab Syafi'i, Maliki dan Hanbali, dan sering disebut Asar standar.
Dalam mazhab Hanafi, Asar dimulai ketika bayangan mencapai dua kali panjang benda, sehingga Asar Hanafi lebih lambat — sering kali 40 menit hingga satu jam. Noor menggunakan waktu Hanafi di Asia Tengah, Turki, Kaukasus, Rusia, Pakistan, India dan tempat-tempat lain yang umumnya mengikuti mazhab ini.
Malam musim panas di wilayah utara
Di kota-kota seperti London, Moskwa atau Stockholm, pada musim panas matahari bisa jadi tidak turun cukup dalam di bawah ufuk sehingga cahaya senja tidak benar-benar hilang. Dalam kondisi ini, waktu Isya dan Subuh tidak dapat dihitung hanya dari sudut, sehingga digunakan “aturan lintang tinggi” — misalnya membagi malam menjadi tujuh bagian. Noor menerapkan aturan yang direkomendasikan secara otomatis.
Mengapa jadwal masjid Anda bisa berbeda satu atau dua menit
- Banyak jadwal menambahkan beberapa menit sebagai kehati-hatian (ihtiyat) pada waktu Magrib, Isya atau Subuh.
- Waktu dihitung untuk pusat kota; di pinggiran kota besar selisihnya bisa satu menit.
- Sebagian masjid membulatkan waktu atau menggunakan waktu Isya yang tetap.
Jika ragu, ikutilah jadwal masjid setempat atau lembaga keagamaan resmi di negara Anda.
Pertanyaan umum
Mengapa waktu Subuh di satu aplikasi lebih awal daripada aplikasi lain?
Aplikasi menggunakan sudut fajar yang berbeda untuk Subuh (dari 15° hingga 19,5°). Sudut yang lebih besar menghasilkan waktu Subuh yang lebih awal. Noor menggunakan metode resmi setiap negara.
Apa perbedaan Asar Hanafi dan Asar standar?
Asar standar dimulai ketika bayangan benda sama panjang dengan bendanya; Asar Hanafi dimulai ketika bayangan dua kali panjang bendanya, sehingga waktunya lebih lambat.
Apakah matahari terbit termasuk waktu salat?
Tidak. Matahari terbit menandai berakhirnya waktu Subuh.




