سورة سبأ
Surat Saba
Kaum Saba
Surat Saba (Kaum Saba) adalah surat ke-34 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 54 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَهُ ٱلۡحَمۡدُ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ ۚ وَ هُوَ ٱلۡحَكِيمُ ٱلۡخَبِيرُ﴿١﴾
Alhamdu lillahi allathee lahu ma fee alssamawati wama fee alardi walahu alhamdu fee alakhirati wahuwa alhakeemu alkhabeeru
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan Dialah Yang Mahabijaksana, Mahateliti.
يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَ مَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَ مَا يَعۡرُجُ فِيهَا ۚ وَ هُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلۡغَفُورُ﴿٢﴾
Yaʿlamu ma yaliju fee alardi wama yakhruju minha wama yanzilu mina alssamai wama yaʿruju feeha wahuwa alrraheemu alghafooru
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang, Maha Pengampun.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَأۡتِينَا ٱلسَّاعَةُ ۖ قُلۡ بَلَىٰ وَ رَبِّي لَتَأۡتِيَنَّكُمۡ عَٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ ۖ لَا يَعۡزُبُ عَنۡهُ مِثۡقَالُ ذَرَّةࣲ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ لَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ لَآ أَصۡغَرُ مِن ذَٰلِكَ وَ لَآ أَكۡبَرُ إِلَّا فِي كِتَٰبࣲ مُّبِينࣲ﴿٣﴾
Waqala allatheena kafaroo la tateena alssaʿatu qul bala warabbee latatiyannakum ʿalimi alghaybi la yaʿzubu ʿanhu mithqalu tharratin fee alssamawati wala fee alardi wala asgharu min thalika wala akbaru illa fee kitabin mubeenin
Dan orang-orang yang kafir berkata, "Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami." Katakanlah, "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, Kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarahbaik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ),"
لِّيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَ عَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةࣱ وَ رِزۡقࣱ كَرِيمࣱ﴿٤﴾
Liyajziya allatheena amanoo waʿamiloo alssalihati olaika lahum maghfiratun warizqun kareemun
agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
وَ ٱلَّذِينَ سَعَوۡ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابࣱ مِّن رِّجۡزٍ أَلِيمࣱ﴿٥﴾
Waallatheena saʿaw fee ayatina muʿajizeena olaika lahum ʿathabun min rijzin aleemin
Dan orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan mereka dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu akan memperoleh azab, yaitu azab yang sangat pedih.
وَ يَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلۡحَقَّ وَ يَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ﴿٦﴾
Wayara allatheena ootoo alʿilma allathee onzila ilayka min rabbika huwa alhaqqa wayahdee ila sirati alʿazeezi alhameedi
Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk (bagi manusia) kepada jalan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هَلۡ نَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ رَجُلࣲ يُنَبِّئُكُمۡ إِذَا مُزِّقۡتُمۡ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمۡ لَفِي خَلۡقࣲ جَدِيدٍ﴿٧﴾
Waqala allatheena kafaroo hal nadullukum ʿala rajulin yunabbiokum itha muzziqtum kulla mumazzaqin innakum lafee khalqin jadeedin
Dan orang-orang kafir berkata (kepada teman-temannya), "Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah hancur sehancur-hancurnya, kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.
أَفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّةُۢ ۗ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ فِي ٱلۡعَذَابِ وَ ٱلضَّلَٰلِ ٱلۡبَعِيدِ﴿٨﴾
Aftara ʿala Allahi kathiban am bihi jinnatun bali allatheena la yuminoona bialakhirati fee alʿathabi waalddalali albaʿeedi
Apakah dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau sakit gila?" (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu berada dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.
أَفَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَىٰ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَ مَا خَلۡفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ إِن نَّشَأۡ نَخۡسِفۡ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضَ أَوۡ نُسۡقِطۡ عَلَيۡهِمۡ كِسَفࣰا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةࣰ لِّكُلِّ عَبۡدࣲ مُّنِيبࣲ﴿٩﴾
Afalam yaraw ila ma bayna aydeehim wama khalfahum mina alssamai waalardi in nasha nakhsif bihimu alarda aw nusqit ʿalayhim kisafan mina alssamai inna fee thalika laayatan likulli ʿabdin muneebin
Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka kepingan-kepingan dari langit. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).
وَ لَقَدۡ ءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ مِنَّا فَضۡلࣰا ۖ يَٰجِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُۥ وَ ٱلطَّيۡرَ ۖ وَ أَلَنَّا لَهُ ٱلۡحَدِيدَ﴿١٠﴾
Walaqad atayna dawooda minna fadlan ya jibalu awwibee maʿahu waalttayra waalanna lahu alhadeeda
Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
أَنِ ٱعۡمَلۡ سَٰبِغَٰتࣲ وَ قَدِّرۡ فِي ٱلسَّرۡدِ ۖ وَ ٱعۡمَلُواْ صَٰلِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرࣱ﴿١١﴾
Ani iʿmal sabighatin waqaddir fee alssardi waiʿmaloo salihan innee bima taʿmaloona baseerun
(yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَ لِسُلَيۡمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهۡرࣱ وَ رَوَاحُهَا شَهۡرࣱ ۖ وَ أَسَلۡنَا لَهُۥ عَيۡنَ ٱلۡقِطۡرِ ۖ وَ مِنَ ٱلۡجِنِّ مَن يَعۡمَلُ بَيۡنَ يَدَيۡهِ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦ ۖ وَ مَن يَزِغۡ مِنۡهُمۡ عَنۡ أَمۡرِنَا نُذِقۡهُ مِنۡ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ﴿١٢﴾
Walisulaymana alrreeha ghuduwwuha shahrun warawahuha shahrun waasalna lahu ʿayna alqitri wamina aljinni man yaʿmalu bayna yadayhi biithni rabbihi waman yazigh minhum ʿan amrina nuthiqhu min ʿathabi alssaʿeeri
Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.
يَعۡمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَ تَمَٰثِيلَ وَ جِفَانࣲ كَٱلۡجَوَابِ وَ قُدُورࣲ رَّاسِيَٰتٍ ۚ ٱعۡمَلُوٓاْ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكۡرࣰا ۚ وَ قَلِيلࣱ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ﴿١٣﴾
Yaʿmaloona lahu ma yashao min mahareeba watamatheela wajifanin kaaljawabi waqudoorin rasiyatin iʿmaloo ala dawooda shukran waqaleelun min ʿibadiya alshshakooru
Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.
فَلَمَّا قَضَيۡنَا عَلَيۡهِ ٱلۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلَىٰ مَوۡتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلۡأَرۡضِ تَأۡكُلُ مِنسَأَتَهُۥ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ ٱلۡجِنُّ أَن لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٱلۡغَيۡبَ مَا لَبِثُواْ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلۡمُهِينِ﴿١٤﴾
Falamma qadayna ʿalayhi almawta ma dallahum ʿala mawtihi illa dabbatu alardi takulu minsaatahu falamma kharra tabayyanati aljinnu an law kanoo yaʿlamoona alghayba ma labithoo fee alʿathabi almuheeni
Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui hal yang gaib tentu mereka tidak menetap dalam siksa yang menghinakan.
لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإࣲ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةࣱ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينࣲ وَ شِمَالࣲ ۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَ ٱشۡكُرُواْ لَهُۥ ۚ بَلۡدَةࣱ طَيِّبَةࣱ وَ رَبٌّ غَفُورࣱ﴿١٥﴾
Laqad kana lisabain fee maskanihim ayatun jannatani ʿan yameenin washimalin kuloo min rizqi rabbikum waoshkuroo lahu baldatun tayyibatun warabbun ghafoorun
Sungguh, bagi kaum Saba` ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebeleh kiri, (kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun."
فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَ بَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ خَمۡطࣲ وَ أَثۡلࣲ وَ شَيۡءࣲ مِّن سِدۡرࣲ قَلِيلࣲ﴿١٦﴾
Faaʿradoo faarsalna ʿalayhim sayla alʿarimi wabaddalnahum bijannatayhim jannatayni thawatay okulin khamtin waathlin washayin min sidrin qaleelin
Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit pohon Sidr.
ذَٰلِكَ جَزَيۡنَٰهُم بِمَا كَفَرُواْ ۖ وَ هَلۡ نُجَٰزِيٓ إِلَّا ٱلۡكَفُورَ﴿١٧﴾
Thalika jazaynahum bima kafaroo wahal nujazee illa alkafoora
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
وَ جَعَلۡنَا بَيۡنَهُمۡ وَ بَيۡنَ ٱلۡقُرَى ٱلَّتِي بَٰرَكۡنَا فِيهَا قُرࣰى ظَٰهِرَةࣰ وَ قَدَّرۡنَا فِيهَا ٱلسَّيۡرَ ۖ سِيرُواْ فِيهَا لَيَالِيَ وَ أَيَّامًا ءَامِنِينَ﴿١٨﴾
Wajaʿalna baynahum wabayna alqura allatee barakna feeha quran thahiratan waqaddarna feeha alssayra seeroo feeha layaliya waayyaman amineena
Dan Kami jadikan antara mereka (penduduk Saba`) dan negeri-negeri yang Kami berkahi (Syam), beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.
فَقَالُواْ رَبَّنَا بَٰعِدۡ بَيۡنَ أَسۡفَارِنَا وَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَجَعَلۡنَٰهُمۡ أَحَادِيثَ وَ مَزَّقۡنَٰهُمۡ كُلَّ مُمَزَّقٍ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتࣲ لِّكُلِّ صَبَّارࣲ شَكُورࣲ﴿١٩﴾
Faqaloo rabbana baʿid bayna asfarina wathalamoo anfusahum fajaʿalnahum ahadeetha wamazzaqnahum kulla mumazzaqin inna fee thalika laayatin likulli sabbarin shakoorin
Maka mereka berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami," dan (berarti mereka) menzalimi diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka bahan pembicaraan dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sabar dan bersyukur.
وَ لَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ إِبۡلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقࣰا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ﴿٢٠﴾
Walaqad saddaqa ʿalayhim ibleesu thannahu faittabaʿoohu illa fareeqan mina almumineena
Dan sungguh, Iblis telah dapat meyakinkan terhadap mereka kebenaran sangkaannya, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian dari orang-orang mukmin.
وَ مَا كَانَ لَهُۥ عَلَيۡهِم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يُؤۡمِنُ بِٱلۡأٓخِرَةِ مِمَّنۡ هُوَ مِنۡهَا فِي شَكࣲّ ۗ وَ رَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظࣱ﴿٢١﴾
Wama kana lahu ʿalayhim min sultanin illa linaʿlama man yuminu bialakhirati mimman huwa minha fee shakkin warabbuka ʿala kulli shayin hafeethun
Dan tidak ada kekuasaan (Iblis) terhadap mereka, melainkan hanya agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya akhirat dan siapa yang ragu-ragu tentang (akhirat) itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَمۡلِكُونَ مِثۡقَالَ ذَرَّةࣲ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ لَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَ مَا لَهُمۡ فِيهِمَا مِن شِرۡكࣲ وَ مَا لَهُۥ مِنۡهُم مِّن ظَهِيرࣲ﴿٢٢﴾
Quli odʿoo allatheena zaʿamtum min dooni Allahi la yamlikoona mithqala tharratin fee alssamawati wala fee alardi wama lahum feehima min shirkin wama lahu minhum min thaheerin
Katakanlah (Muhammad), "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."
وَ لَا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ عِندَهُۥٓ إِلَّا لِمَنۡ أَذِنَ لَهُۥ ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمۡ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمۡ ۖ قَالُواْ ٱلۡحَقَّ ۖ وَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ﴿٢٣﴾
Wala tanfaʿu alshshafaʿatu ʿindahu illa liman athina lahu hatta itha fuzziʿa ʿan quloobihim qaloo matha qala rabbukum qaloo alhaqqa wahuwa alʿaliyyu alkabeeru
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab, "(Perkataan) yang benar," dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar.
قُلۡ مَن يَرۡزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ وَ إِنَّآ أَوۡ إِيَّاكُمۡ لَعَلَىٰ هُدًى أَوۡ فِي ضَلَٰلࣲ مُّبِينࣲ﴿٢٤﴾
Qul man yarzuqukum mina alssamawati waalardi quli Allahu wainna aw iyyakum laʿala hudan aw fee dalalin mubeenin
Katakanlah (Muhammad), "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?" Katakanlah, "Allah," dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.
قُل لَّا تُسۡـَٔلُونَ عَمَّآ أَجۡرَمۡنَا وَ لَا نُسۡـَٔلُ عَمَّا تَعۡمَلُونَ﴿٢٥﴾
Qul la tusaloona ʿamma ajramna wala nusalu ʿamma taʿmaloona
Katakanlah, "Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan."
قُلۡ يَجۡمَعُ بَيۡنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفۡتَحُ بَيۡنَنَا بِٱلۡحَقِّ وَ هُوَ ٱلۡفَتَّاحُ ٱلۡعَلِيمُ﴿٢٦﴾
Qul yajmaʿu baynana rabbuna thumma yaftahu baynana bialhaqqi wahuwa alfattahu alʿaleemu
Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui."
قُلۡ أَرُونِيَ ٱلَّذِينَ أَلۡحَقۡتُم بِهِۦ شُرَكَآءَ ۖ كَلَّا ۚ بَلۡ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ﴿٢٧﴾
Qul arooniya allatheena alhaqtum bihi shurakaa kalla bal huwa Allahu alʿazeezu alhakeemu
Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu(-Nya), tidak mungkin! Sebenarnya Dialah Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا كَآفَّةࣰ لِّلنَّاسِ بَشِيرࣰا وَ نَذِيرࣰا وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٢٨﴾
Wama arsalnaka illa kaffatan lilnnasi basheeran wanatheeran walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
وَ يَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ﴿٢٩﴾
Wayaqooloona mata hatha alwaʿdu in kuntum sadiqeena
Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu orang yang benar?"
قُل لَّكُم مِّيعَادُ يَوۡمࣲ لَّا تَسۡتَـٔۡخِرُونَ عَنۡهُ سَاعَةࣰ وَ لَا تَسۡتَقۡدِمُونَ﴿٣٠﴾
Qul lakum meeʿadu yawmin la tastakhiroona ʿanhu saʿatan wala tastaqdimoona
Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat), kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya sesaat pun."
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن نُّؤۡمِنَ بِهَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ وَ لَا بِٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ ۗ وَ لَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ مَوۡقُوفُونَ عِندَ رَبِّهِمۡ يَرۡجِعُ بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٍ ٱلۡقَوۡلَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ لَوۡلَآ أَنتُمۡ لَكُنَّا مُؤۡمِنِينَ﴿٣١﴾
Waqala allatheena kafaroo lan numina bihatha alqurani wala biallathee bayna yadayhi walaw tara ithi alththalimoona mawqoofoona ʿinda rabbihim yarjiʿu baʿduhum ila baʿdin alqawla yaqoolu allatheena istudʿifoo lillatheena istakbaroo lawla antum lakunna mumineena
Dan orang-orang kafir berkata, "Kami tidak akan beriman kepada Alquran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya." Dan (alangkah mengerikan) kalau kamu melihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang mukmin."
قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُوٓاْ أَنَحۡنُ صَدَدۡنَٰكُمۡ عَنِ ٱلۡهُدَىٰ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَكُم ۖ بَلۡ كُنتُم مُّجۡرِمِينَ﴿٣٢﴾
Qala allatheena istakbaroo lillatheena istudʿifoo anahnu sadadnakum ʿani alhuda baʿda ith jaakum bal kuntum mujrimeena
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, "Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak!) Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa."
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسۡتُضۡعِفُواْ لِلَّذِينَ ٱسۡتَكۡبَرُواْ بَلۡ مَكۡرُ ٱلَّيۡلِ وَ ٱلنَّهَارِ إِذۡ تَأۡمُرُونَنَآ أَن نَّكۡفُرَ بِٱللَّهِ وَ نَجۡعَلَ لَهُۥٓ أَندَادࣰا ۚ وَ أَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ۚ وَ جَعَلۡنَا ٱلۡأَغۡلَٰلَ فِيٓ أَعۡنَاقِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۖ هَلۡ يُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ﴿٣٣﴾
Waqala allatheena istudʿifoo lillatheena istakbaroo bal makru allayli waalnnahari ith tamuroonana an nakfura biAllahi wanajʿala lahu andadan waasarroo alnnadamata lamma raawoo alʿathaba wajaʿalna alaghlala fee aʿnaqi allatheena kafaroo hal yujzawna illa ma kanoo yaʿmaloona
Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, "(Tidak!) Sebenarnya tipu daya(mu) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami agar kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya." Mereka menyatakan penyesalan ketika mereka melihat azab. Dan Kami pasangkan belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَا فِي قَرۡيَةࣲ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ﴿٣٤﴾
Wama arsalna fee qaryatin min natheerin illa qala mutrafooha inna bima orsiltum bihi kafiroona
Dan setiap Kami mengutus seorang pemberi peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, "Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai utusan."
وَ قَالُواْ نَحۡنُ أَكۡثَرُ أَمۡوَٰلࣰا وَ أَوۡلَٰدࣰا وَ مَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ﴿٣٥﴾
Waqaloo nahnu aktharu amwalan waawladan wama nahnu bimuʿaththabeena
Dan mereka berkata, "Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab."
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَ يَقۡدِرُ وَ لَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ﴿٣٦﴾
Qul inna rabbee yabsutu alrrizqa liman yashao wayaqdiru walakinna akthara alnnasi la yaʿlamoona
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
وَ مَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَ لَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَ عَمِلَ صَٰلِحࣰا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَزَآءُ ٱلضِّعۡفِ بِمَا عَمِلُواْ وَ هُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ﴿٣٧﴾
Wama amwalukum wala awladukum biallatee tuqarribukum ʿindana zulfa illa man amana waʿamila salihan faolaika lahum jazao alddiʿfi bima ʿamiloo wahum fee alghurufati aminoona
Dan bukanlah harta dan anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami; melainkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).
وَ ٱلَّذِينَ يَسۡعَوۡنَ فِيٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُوْلَٰٓئِكَ فِي ٱلۡعَذَابِ مُحۡضَرُونَ﴿٣٨﴾
Waallatheena yasʿawna fee ayatina muʿajizeena olaika fee alʿathabi muhdaroona
Dan orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَ يَقۡدِرُ لَهُۥ ۚ وَ مَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءࣲ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥ ۖ وَ هُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ﴿٣٩﴾
Qul inna rabbee yabsutu alrrizqa liman yashao min ʿibadihi wayaqdiru lahu wama anfaqtum min shayin fahuwa yukhlifuhu wahuwa khayru alrraziqeena
Katakanlah, "Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya." Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.
وَ يَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ جَمِيعࣰا ثُمَّ يَقُولُ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَهَٰٓؤُلَآءِ إِيَّاكُمۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ﴿٤٠﴾
Wayawma yahshuruhum jameeʿan thumma yaqoolu lilmalaikati ahaolai iyyakum kanoo yaʿbudoona
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, "Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?"
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ أَنتَ وَلِيُّنَا مِن دُونِهِم ۖ بَلۡ كَانُواْ يَعۡبُدُونَ ٱلۡجِنَّ ۖ أَكۡثَرُهُم بِهِم مُّؤۡمِنُونَ﴿٤١﴾
Qaloo subhanaka anta waliyyuna min doonihim bal kanoo yaʿbudoona aljinna aktharuhum bihim muminoona
Para malaikat itu menjawab, "Mahasuci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin."
فَٱلۡيَوۡمَ لَا يَمۡلِكُ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضࣲ نَّفۡعࣰا وَ لَا ضَرࣰّا وَ نَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلنَّارِ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ﴿٤٢﴾
Faalyawma la yamliku baʿdukum libaʿdin nafʿan wala darran wanaqoolu lillatheena thalamoo thooqoo ʿathaba alnnari allatee kuntum biha tukaththiboona
Maka pada hari ini sebagian kamu tidak kuasa (mendatangkan) manfaat maupun (menolak) mudarat kepada sebagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu dustakan."
وَ إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتࣲ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّا رَجُلࣱ يُرِيدُ أَن يَصُدَّكُمۡ عَمَّا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُكُمۡ وَ قَالُواْ مَا هَٰذَآ إِلَّآ إِفۡكࣱ مُّفۡتَرࣰى ۚ وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرࣱ مُّبِينࣱ﴿٤٣﴾
Waitha tutla ʿalayhim ayatuna bayyinatin qaloo ma hatha illa rajulun yureedu an yasuddakum ʿamma kana yaʿbudu abaokum waqaloo ma hatha illa ifkun muftaran waqala allatheena kafaroo lilhaqqi lamma jaahum in hatha illa sihrun mubeenun
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, "Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu," dan mereka berkata, "(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja." Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Alquran) itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata."
وَ مَآ ءَاتَيۡنَٰهُم مِّن كُتُبࣲ يَدۡرُسُونَهَا ۖ وَ مَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ قَبۡلَكَ مِن نَّذِيرࣲ﴿٤٤﴾
Wama ataynahum min kutubin yadrusoonaha wama arsalna ilayhim qablaka min natheerin
Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan Kami tidak pernah mengutus seorang pemberi peringatan kepada mereka sebelum engkau (Muhammad).
وَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَ مَا بَلَغُواْ مِعۡشَارَ مَآ ءَاتَيۡنَٰهُمۡ فَكَذَّبُواْ رُسُلِي ۖ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ﴿٤٥﴾
Wakaththaba allatheena min qablihim wama balaghoo miʿshara ma ataynahum fakaththaboo rusulee fakayfa kana nakeeri
Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sedang orang-orang (kafir Mekkah) itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang terdahulu, namun mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.
قُلۡ إِنَّمَآ أَعِظُكُم بِوَٰحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُواْ لِلَّهِ مَثۡنَىٰ وَ فُرَٰدَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُواْ ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرࣱ لَّكُم بَيۡنَ يَدَيۡ عَذَابࣲ شَدِيدࣲ﴿٤٦﴾
Qul innama aʿithukum biwahidatin an taqoomoo lillahi mathna wafurada thumma tatafakkaroo ma bisahibikum min jinnatin in huwa illa natheerun lakum bayna yaday ʿathabin shadeedin
Katakanlah, "Aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja, yaitu agar kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian agar kamu pikirkan (tentang Muhammad). Kawanmu itu tidak gila sedikit pun. Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras."
قُلۡ مَا سَأَلۡتُكُم مِّنۡ أَجۡرࣲ فَهُوَ لَكُمۡ ۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَ هُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءࣲ شَهِيدࣱ﴿٤٧﴾
Qul ma saaltukum min ajrin fahuwa lakum in ajriya illa ʿala Allahi wahuwa ʿala kulli shayin shaheedun
Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَّٰمُ ٱلۡغُيُوبِ﴿٤٨﴾
Qul inna rabbee yaqthifu bialhaqqi ʿallamu alghuyoobi
Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib."
قُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَ مَا يُبۡدِئُ ٱلۡبَٰطِلُ وَ مَا يُعِيدُ﴿٤٩﴾
Qul jaa alhaqqu wama yubdio albatilu wama yuʿeedu
Katakanlah, "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi."
قُلۡ إِن ضَلَلۡتُ فَإِنَّمَآ أَضِلُّ عَلَىٰ نَفۡسِي ۖ وَ إِنِ ٱهۡتَدَيۡتُ فَبِمَا يُوحِيٓ إِلَيَّ رَبِّيٓ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعࣱ قَرِيبࣱ﴿٥٠﴾
Qul in dalaltu fainnama adillu ʿala nafsee waini ihtadaytu fabima yoohee ilayya rabbee innahu sameeʿun qareebun
Katakanlah, "Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat untuk diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Mahadekat."
وَ لَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ فَزِعُواْ فَلَا فَوۡتَ وَ أُخِذُواْ مِن مَّكَانࣲ قَرِيبࣲ﴿٥١﴾
Walaw tara ith faziʿoo fala fawta waokhithoo min makanin qareebin
Dan (alangkah mengerikan) sekiranya engkau melihat mereka (orang-orang kafir) ketika terperanjat ketakutan (pada hari Kiamat); lalu mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka),
وَ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦ وَ أَنَّىٰ لَهُمُ ٱلتَّنَاوُشُ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدࣲ﴿٥٢﴾
Waqaloo amanna bihi waanna lahumu alttanawushu min makanin baʿeedin
dan (ketika) mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya." Namun bagaimana mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh?
وَ قَدۡ كَفَرُواْ بِهِۦ مِن قَبۡلُ ۖ وَ يَقۡذِفُونَ بِٱلۡغَيۡبِ مِن مَّكَانِۭ بَعِيدࣲ﴿٥٣﴾
Waqad kafaroo bihi min qablu wayaqthifoona bialghaybi min makanin baʿeedin
Dan sungguh, mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka mendustakan tentang yang gaib dari tempat yang jauh.
وَ حِيلَ بَيۡنَهُمۡ وَ بَيۡنَ مَا يَشۡتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشۡيَاعِهِم مِّن قَبۡلُ ۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ فِي شَكࣲّ مُّرِيبِۭ﴿٥٤﴾
Waheela baynahum wabayna ma yashtahoona kama fuʿila biashyaʿihim min qablu innahum kanoo fee shakkin mureebin
Dan diberi penghalang antara mereka dengan apa yang mereka inginkan sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang sepaham dengan mereka yang terdahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat Saba' terdiri dari 54 ayat, termasuk golongan surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah surat Luqman.
Dinamakan Saba' karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba'. Saba' adalah nama suatu kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah dan ibu kotanya Ma'rib. Mereka dapat membangun bendungan raksasa yang bernama "Bendungan Ma'rib," sehingga negeri mereka subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul. Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpakan azab berupa "sailul 'arim" (banjir yang besar) kepada mereka yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib. Setelah bendungan Ma'rib bobol, maka negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan di bumi; kebenaran adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan; Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan; pada hari kiamat berhala-berhala tidak dapat memberi manfaat sedikit pun; seseorang yang sesat maka akibat kesesatannya akan menimpa dirinya sendiri, dan jika ia menempuh jalan yang benar maka berkat petunjuk Allah.
2. **Kisah-kisah:**
Kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman; kisah kaum Saba'.
3. **Lain-lain:**
Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala; tuduh-menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikutnya pada hari kiamat; sikap orang-orang musyrik ketika mendengar Al-Qur'an; para rasul tidak meminta imbalan dalam melaksanakan dakwah; orang-orang musyrik berdoa kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah; orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi.
Surat Saba' mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan kebangkitan di akhirat, celaan terhadap perbuatan-perbuatan dan kepercayaan orang musyrik serta berhala-berhala yang tidak dapat memberi faedah kepada mereka, lalu diselingi dengan kisah-kisah, seperti: kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman, dan kisah kaum Saba' yang hidup berlebih-lebihan sampai melupakan Tuhan kemudian menemui kehancuran. Semua ini adalah sebagai pelajaran bagi kaum mukmin dan sebagai penawar bagi Nabi Muhammad dalam menghadapi orang-orang kafir.
**Hubungan Surat Saba' Dengan Surat Fathir:**
1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan puji-pujian kepada Allah pemilik dan pencipta semesta alam.
2. Surat Saba' menceritakan kehancuran orang musyrik akibat perbuatan mereka yang selalu memusuhi para nabi dan orang-orang mukmin; sedangkan surat Fathir menyuruh agar orang-orang mukmin bersyukur dan memuji Allah atas nikmat-nikmat yang Dia berikan, di antaranya kehancuran musuh mereka.
3. Dalam surat Saba' Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi adalah milik-Nya dan di bawah pengetahuan-Nya, sedangkan surat Fathir menjelaskan bagaimana Allah menerangkan dan mengatur apa yang dimiliki-Nya itu.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex