سورة الفرقان
Surat Al-Furqan
Pembeda
Surat Al-Furqan (Pembeda) adalah surat ke-25 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 77 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Berikut bacaan lengkapnya dalam teks Arab, Latin dan terjemahan bahasa Indonesia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا﴿١﴾
Tabaraka allathee nazzala alfurqana ʿala ʿabdihi liyakoona lilʿalameena natheeran
Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Alquran) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia),
ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ وَ لَمۡ يَتَّخِذۡ وَلَدࣰا وَ لَمۡ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكࣱ فِي ٱلۡمُلۡكِ وَ خَلَقَ كُلَّ شَيۡءࣲ فَقَدَّرَهُۥ تَقۡدِيرࣰا﴿٢﴾
Allathee lahu mulku alssamawati waalardi walam yattakhith waladan walam yakun lahu shareekun fee almulki wakhalaqa kulla shayin faqaddarahu taqdeeran
Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekusaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
وَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةࣰ لَّا يَخۡلُقُونَ شَيۡـࣰٔا وَ هُمۡ يُخۡلَقُونَ وَ لَا يَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ ضَرࣰّا وَ لَا نَفۡعࣰا وَ لَا يَمۡلِكُونَ مَوۡتࣰا وَ لَا حَيَوٰةࣰ وَ لَا نُشُورࣰا﴿٣﴾
Waittakhathoo min doonihi alihatan la yakhluqoona shayan wahum yukhlaqoona wala yamlikoona lianfusihim darran wala nafʿan wala yamlikoona mawtan wala hayatan wala nushooran
Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ إِفۡكٌ ٱفۡتَرَىٰهُ وَ أَعَانَهُۥ عَلَيۡهِ قَوۡمٌ ءَاخَرُونَ ۖ فَقَدۡ جَآءُو ظُلۡمࣰا وَ زُورࣰا﴿٤﴾
Waqala allatheena kafaroo in hatha illa ifkun iftarahu waaʿanahu ʿalayhi qawmun akharoona faqad jaoo thulman wazooran
Dan orang-orang kafir berkata, "(Alquran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain." Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.
وَ قَالُوٓاْ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ٱكۡتَتَبَهَا فَهِيَ تُمۡلَىٰ عَلَيۡهِ بُكۡرَةࣰ وَ أَصِيلࣰا﴿٥﴾
Waqaloo asateeru alawwaleena iktatabaha fahiya tumla ʿalayhi bukratan waaseelan
Dan mereka berkata, "(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."
قُلۡ أَنزَلَهُ ٱلَّذِي يَعۡلَمُ ٱلسِّرَّ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿٦﴾
Qul anzalahu allathee yaʿlamu alssirra fee alssamawati waalardi innahu kana ghafooran raheeman
Katakanlah (Muhammad), "(Alquran) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang."
وَ قَالُواْ مَالِ هَٰذَا ٱلرَّسُولِ يَأۡكُلُ ٱلطَّعَامَ وَ يَمۡشِي فِي ٱلۡأَسۡوَاقِ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكࣱ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا﴿٧﴾
Waqaloo mali hatha alrrasooli yakulu alttaʿama wayamshee fee alaswaqi lawla onzila ilayhi malakun fayakoona maʿahu natheeran
Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,
أَوۡ يُلۡقَىٰٓ إِلَيۡهِ كَنزٌ أَوۡ تَكُونُ لَهُۥ جَنَّةࣱ يَأۡكُلُ مِنۡهَا ۚ وَ قَالَ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلࣰا مَّسۡحُورًا﴿٨﴾
Aw yulqa ilayhi kanzun aw takoonu lahu jannatun yakulu minha waqala alththalimoona in tattabiʿoona illa rajulan mashooran
atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari(hasil)nya?" Dan orang-orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."
ٱنظُرۡ كَيۡفَ ضَرَبُواْ لَكَ ٱلۡأَمۡثَٰلَ فَضَلُّواْ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ سَبِيلࣰا﴿٩﴾
Onthur kayfa daraboo laka alamthala fadalloo fala yastateeʿoona sabeelan
Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau, maka sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
تَبَارَكَ ٱلَّذِيٓ إِن شَآءَ جَعَلَ لَكَ خَيۡرࣰا مِّن ذَٰلِكَ جَنَّٰتࣲ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ وَ يَجۡعَل لَّكَ قُصُورَۢا﴿١٠﴾
Tabaraka allathee in shaa jaʿala laka khayran min thalika jannatin tajree min tahtiha alanharu wayajʿal laka qusooran
Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.
بَلۡ كَذَّبُواْ بِٱلسَّاعَةِ ۖ وَ أَعۡتَدۡنَا لِمَن كَذَّبَ بِٱلسَّاعَةِ سَعِيرًا﴿١١﴾
Bal kaththaboo bialssaʿati waaʿtadna liman kaththaba bialssaʿati saʿeeran
Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat.
إِذَا رَأَتۡهُم مِّن مَّكَانِۭ بَعِيدࣲ سَمِعُواْ لَهَا تَغَيُّظࣰا وَ زَفِيرࣰا﴿١٢﴾
Itha raathum min makanin baʿeedin samiʿoo laha taghayyuthan wazafeeran
Apabila ia (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya.
وَ إِذَآ أُلۡقُواْ مِنۡهَا مَكَانࣰا ضَيِّقࣰا مُّقَرَّنِينَ دَعَوۡاْ هُنَالِكَ ثُبُورࣰا﴿١٣﴾
Waitha olqoo minha makanan dayyiqan muqarraneena daʿaw hunalika thubooran
Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.
لَّا تَدۡعُواْ ٱلۡيَوۡمَ ثُبُورࣰا وَٰحِدࣰا وَ ٱدۡعُواْ ثُبُورࣰا كَثِيرࣰا﴿١٤﴾
La tadʿoo alyawma thubooran wahidan waodʿoo thubooran katheeran
(Akan dikatakan kepada mereka), "Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang."
قُلۡ أَذَٰلِكَ خَيۡرٌ أَمۡ جَنَّةُ ٱلۡخُلۡدِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ ۚ كَانَتۡ لَهُمۡ جَزَآءࣰ وَ مَصِيرࣰا﴿١٥﴾
Qul athalika khayrun am jannatu alkhuldi allatee wuʿida almuttaqoona kanat lahum jazaan wamaseeran
Katakanlah (Muhammad), "Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?"
لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَٰلِدِينَ ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ وَعۡدࣰا مَّسۡـُٔولࣰا﴿١٦﴾
Lahum feeha ma yashaoona khalideena kana ʿala rabbika waʿdan masoolan
Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga), mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).
وَ يَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ وَ مَا يَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَقُولُ ءَأَنتُمۡ أَضۡلَلۡتُمۡ عِبَادِي هَٰٓؤُلَآءِ أَمۡ هُمۡ ضَلُّواْ ٱلسَّبِيلَ﴿١٧﴾
Wayawma yahshuruhum wama yaʿbudoona min dooni Allahi fayaqoolu aantum adlaltum ʿibadee haolai am hum dalloo alssabeela
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ مَا كَانَ يَنۢبَغِي لَنَآ أَن نَّتَّخِذَ مِن دُونِكَ مِنۡ أَوۡلِيَآءَ وَ لَٰكِن مَّتَّعۡتَهُمۡ وَ ءَابَآءَهُمۡ حَتَّىٰ نَسُواْ ٱلذِّكۡرَ وَ كَانُواْ قَوۡمَۢا بُورࣰا﴿١٨﴾
Qaloo subhanaka ma kana yanbaghee lana an nattakhitha min doonika min awliyaa walakin mattaʿtahum waabaahum hatta nasoo alththikra wakanoo qawman booran
Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau, tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa."
فَقَدۡ كَذَّبُوكُم بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسۡتَطِيعُونَ صَرۡفࣰا وَ لَا نَصۡرࣰا ۚ وَ مَن يَظۡلِم مِّنكُمۡ نُذِقۡهُ عَذَابࣰا كَبِيرࣰا﴿١٩﴾
Faqad kaththabookum bima taqooloona fama tastateeʿoona sarfan wala nasran waman yathlim minkum nuthiqhu ʿathaban kabeeran
Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu), dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَا قَبۡلَكَ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ إِلَّآ إِنَّهُمۡ لَيَأۡكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَ يَمۡشُونَ فِي ٱلۡأَسۡوَاقِ ۗ وَ جَعَلۡنَا بَعۡضَكُمۡ لِبَعۡضࣲ فِتۡنَةً أَتَصۡبِرُونَ ۗ وَ كَانَ رَبُّكَ بَصِيرࣰا﴿٢٠﴾
Wama arsalna qablaka mina almursaleena illa innahum layakuloona alttaʿama wayamshoona fee alaswaqi wajaʿalna baʿdakum libaʿdin fitnatan atasbiroona wakana rabbuka baseeran
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَوۡ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ ٱسۡتَكۡبَرُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ وَ عَتَوۡ عُتُوࣰّا كَبِيرࣰا﴿٢١﴾
Waqala allatheena la yarjoona liqaana lawla onzila ʿalayna almalaikatu aw nara rabbana laqadi istakbaroo fee anfusihim waʿataw ʿutuwwan kabeeran
Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).
يَوۡمَ يَرَوۡنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ لَا بُشۡرَىٰ يَوۡمَئِذࣲ لِّلۡمُجۡرِمِينَ وَ يَقُولُونَ حِجۡرࣰا مَّحۡجُورࣰا﴿٢٢﴾
Yawma yarawna almalaikata la bushra yawmaithin lilmujrimeena wayaqooloona hijran mahjooran
(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "ḥijran maḥjūrā."
وَ قَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلࣲ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءࣰ مَّنثُورًا﴿٢٣﴾
Waqadimna ila ma ʿamiloo min ʿamalin fajaʿalnahu habaan manthooran
Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ يَوۡمَئِذٍ خَيۡرࣱ مُّسۡتَقَرࣰّا وَ أَحۡسَنُ مَقِيلࣰا﴿٢٤﴾
Ashabu aljannati yawmaithin khayrun mustaqarran waahsanu maqeelan
Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.
وَ يَوۡمَ تَشَقَّقُ ٱلسَّمَآءُ بِٱلۡغَمَٰمِ وَ نُزِّلَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ تَنزِيلًا﴿٢٥﴾
Wayawma tashaqqaqu alssamao bialghamami wanuzzila almalaikatu tanzeelan
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِ ۚ وَ كَانَ يَوۡمًا عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ عَسِيرࣰا﴿٢٦﴾
Almulku yawmaithin alhaqqu lilrrahmani wakana yawman ʿala alkafireena ʿaseeran
Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir.
وَ يَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلࣰا﴿٢٧﴾
Wayawma yaʿaddu alththalimu ʿala yadayhi yaqoolu ya laytanee ittakhathtu maʿa alrrasooli sabeelan
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلࣰا﴿٢٨﴾
Ya waylata laytanee lam attakhith fulanan khaleelan
Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku),
لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِي ۗ وَ كَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولࣰا﴿٢٩﴾
Laqad adallanee ʿani alththikri baʿda ith jaanee wakana alshshaytanu lilinsani khathoolan
sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Alquran) ketika (Alquran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."
وَ قَالَ ٱلرَّسُولُ يَٰرَبِّ إِنَّ قَوۡمِي ٱتَّخَذُواْ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ مَهۡجُورࣰا﴿٣٠﴾
Waqala alrrasoolu ya rabbi inna qawmee ittakhathoo hatha alqurana mahjooran
Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Alquran ini diabaikan."
وَ كَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوࣰّا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ۗ وَ كَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيࣰا وَ نَصِيرࣰا﴿٣١﴾
Wakathalika jaʿalna likulli nabiyyin ʿaduwwan mina almujrimeena wakafa birabbika hadiyan wanaseeran
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong.
وَ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةࣰ وَٰحِدَةࣰ ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۖ وَ رَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلࣰا﴿٣٢﴾
Waqala allatheena kafaroo lawla nuzzila ʿalayhi alquranu jumlatan wahidatan kathalika linuthabbita bihi fuadaka warattalnahu tarteelan
Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil³ (berangsur-angsur, perlahan dan benar).
وَ لَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَ أَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا﴿٣٣﴾
Wala yatoonaka bimathalin illa jinaka bialhaqqi waahsana tafseeran
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.
ٱلَّذِينَ يُحۡشَرُونَ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ إِلَىٰ جَهَنَّمَ أُوْلَٰٓئِكَ شَرࣱّ مَّكَانࣰا وَ أَضَلُّ سَبِيلࣰا﴿٣٤﴾
Allatheena yuhsharoona ʿala wujoohihim ila jahannama olaika sharrun makanan waadallu sabeelan
Orang-orang yang dikumpulkan di neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya.
وَ لَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَ جَعَلۡنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرࣰا﴿٣٥﴾
Walaqad atayna moosa alkitaba wajaʿalna maʿahu akhahu haroona wazeeran
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu).
فَقُلۡنَا ٱذۡهَبَآ إِلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا فَدَمَّرۡنَٰهُمۡ تَدۡمِيرࣰا﴿٣٦﴾
Faqulna ithhaba ila alqawmi allatheena kaththaboo biayatina fadammarnahum tadmeeran
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami." Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya.
وَ قَوۡمَ نُوحࣲ لَّمَّا كَذَّبُواْ ٱلرُّسُلَ أَغۡرَقۡنَٰهُمۡ وَ جَعَلۡنَٰهُمۡ لِلنَّاسِ ءَايَةࣰ ۖ وَ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ عَذَابًا أَلِيمࣰا﴿٣٧﴾
Waqawma noohin lamma kaththaboo alrrusula aghraqnahum wajaʿalnahum lilnnasi ayatan waaʿtadna lilththalimeena ʿathaban aleeman
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;
وَ عَادࣰا وَ ثَمُودَاْ وَ أَصۡحَٰبَ ٱلرَّسِّ وَ قُرُونَۢا بَيۡنَ ذَٰلِكَ كَثِيرࣰا﴿٣٨﴾
Waʿadan wathamooda waashaba alrrassi waquroonan bayna thalika katheeran
dan (telah Kami binasakan) kaum 'Ād dan Samud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu.
وَ كُلࣰّا ضَرَبۡنَا لَهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ ۖ وَ كُلࣰّا تَبَّرۡنَا تَتۡبِيرࣰا﴿٣٩﴾
Wakullan darabna lahu alamthala wakullan tabbarna tatbeeran
Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.
وَ لَقَدۡ أَتَوۡاْ عَلَى ٱلۡقَرۡيَةِ ٱلَّتِيٓ أُمۡطِرَتۡ مَطَرَ ٱلسَّوۡءِ ۚ أَفَلَمۡ يَكُونُواْ يَرَوۡنَهَا ۚ بَلۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ نُشُورࣰا﴿٤٠﴾
Walaqad ataw ʿala alqaryati allatee omtirat matara alssawi afalam yakoonoo yarawnaha bal kanoo la yarjoona nushooran
Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekkah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.
وَ إِذَا رَأَوۡكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا﴿٤١﴾
Waitha raawka in yattakhithoonaka illa huzuwan ahatha allathee baʿatha Allahu rasoolan
Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?
إِن كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنۡ ءَالِهَتِنَا لَوۡلَآ أَن صَبَرۡنَا عَلَيۡهَا ۚ وَ سَوۡفَ يَعۡلَمُونَ حِينَ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ مَنۡ أَضَلُّ سَبِيلًا﴿٤٢﴾
In kada layudilluna ʿan alihatina lawla an sabarna ʿalayha wasawfa yaʿlamoona heena yarawna alʿathaba man adallu sabeelan
Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
أَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيۡهِ وَكِيلًا﴿٤٣﴾
Araayta mani ittakhatha ilahahu hawahu afaanta takoonu ʿalayhi wakeelan
Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?
أَمۡ تَحۡسَبُ أَنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَسۡمَعُونَ أَوۡ يَعۡقِلُونَ ۚ إِنۡ هُمۡ إِلَّا كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّ سَبِيلًا﴿٤٤﴾
Am tahsabu anna aktharahum yasmaʿoona aw yaʿqiloona in hum illa kaalanʿami bal hum adallu sabeelan
atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya.
أَلَمۡ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيۡفَ مَدَّ ٱلظِّلَّ وَ لَوۡ شَآءَ لَجَعَلَهُۥ سَاكِنࣰا ثُمَّ جَعَلۡنَا ٱلشَّمۡسَ عَلَيۡهِ دَلِيلࣰا﴿٤٥﴾
Alam tara ila rabbika kayfa madda alththilla walaw shaa lajaʿalahu sakinan thumma jaʿalna alshshamsa ʿalayhi daleelan
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
ثُمَّ قَبَضۡنَٰهُ إِلَيۡنَا قَبۡضࣰا يَسِيرࣰا﴿٤٦﴾
Thumma qabadnahu ilayna qabdan yaseeran
kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit.
وَ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِبَاسࣰا وَ ٱلنَّوۡمَ سُبَاتࣰا وَ جَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورࣰا﴿٤٧﴾
Wahuwa allathee jaʿala lakumu allayla libasan waalnnawma subatan wajaʿala alnnahara nushooran
Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
وَ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦ ۚ وَ أَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءࣰ طَهُورࣰا﴿٤٨﴾
Wahuwa allathee arsala alrriyaha bushran bayna yaday rahmatihi waanzalna mina alssamai maan tahooran
Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih,
لِّنُحۡـِۧيَ بِهِۦ بَلۡدَةࣰ مَّيۡتࣰا وَ نُسۡقِيَهُۥ مِمَّا خَلَقۡنَآ أَنۡعَٰمࣰا وَ أَنَاسِيَّ كَثِيرࣰا﴿٤٩﴾
Linuhyiya bihi baldatan maytan wanusqiyahu mimma khalaqna anʿaman waanasiyya katheeran
agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَٰهُ بَيۡنَهُمۡ لِيَذَّكَّرُواْ فَأَبَىٰٓ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورࣰا﴿٥٠﴾
Walaqad sarrafnahu baynahum liyaththakkaroo faaba aktharu alnnasi illa kufooran
Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
وَ لَوۡ شِئۡنَا لَبَعَثۡنَا فِي كُلِّ قَرۡيَةࣲ نَّذِيرࣰا﴿٥١﴾
Walaw shina labaʿathna fee kulli qaryatin natheeran
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami utus seorang pemberi peringatan pada setiap negeri.
فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَ جَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادࣰا كَبِيرࣰا﴿٥٢﴾
Fala tutiʿi alkafireena wajahidhum bihi jihadan kabeeran
Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Alquran) dengan (semangat) perjuangan yang besar.
وَ هُوَ ٱلَّذِي مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ هَٰذَا عَذۡبࣱ فُرَاتࣱ وَ هَٰذَا مِلۡحٌ أُجَاجࣱ وَ جَعَلَ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخࣰا وَ حِجۡرࣰا مَّحۡجُورࣰا﴿٥٣﴾
Wahuwa allathee maraja albahrayni hatha ʿathbun furatun wahatha milhun ojajun wajaʿala baynahuma barzakhan wahijran mahjooran
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.
وَ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ مِنَ ٱلۡمَآءِ بَشَرࣰا فَجَعَلَهُۥ نَسَبࣰا وَ صِهۡرࣰا ۗ وَ كَانَ رَبُّكَ قَدِيرࣰا﴿٥٤﴾
Wahuwa allathee khalaqa mina almai basharan fajaʿalahu nasaban wasihran wakana rabbuka qadeeran
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan muṣāharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa.
وَ يَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُهُمۡ وَ لَا يَضُرُّهُمۡ ۗ وَ كَانَ ٱلۡكَافِرُ عَلَىٰ رَبِّهِۦ ظَهِيرࣰا﴿٥٥﴾
Wayaʿbudoona min dooni Allahi ma la yanfaʿuhum wala yadurruhum wakana alkafiru ʿala rabbihi thaheeran
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan bencana kepada mereka. Orang-orang kafir adalah penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.
وَ مَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرࣰا وَ نَذِيرࣰا﴿٥٦﴾
Wama arsalnaka illa mubashshiran wanatheeran
Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍ إِلَّا مَن شَآءَ أَن يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلࣰا﴿٥٧﴾
Qul ma asalukum ʿalayhi min ajrin illa man shaa an yattakhitha ila rabbihi sabeelan
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya."
وَ تَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡحَيِّ ٱلَّذِي لَا يَمُوتُ وَ سَبِّحۡ بِحَمۡدِهِۦ ۚ وَ كَفَىٰ بِهِۦ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًا﴿٥٨﴾
Watawakkal ʿala alhayyi allathee la yamootu wasabbih bihamdihi wakafa bihi bithunoobi ʿibadihi khabeeran
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَ ٱلۡأَرۡضَ وَ مَا بَيۡنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامࣲ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ۖ ٱلرَّحۡمَٰنُ فَسۡـَٔلۡ بِهِۦ خَبِيرࣰا﴿٥٩﴾
Allathee khalaqa alssamawati waalarda wama baynahuma fee sittati ayyamin thumma istawa ʿala alʿarshi alrrahmanu faisal bihi khabeeran
yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).
وَ إِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱسۡجُدُواْۤ لِلرَّحۡمَٰنِ قَالُواْ وَ مَا ٱلرَّحۡمَٰنُ أَنَسۡجُدُ لِمَا تَأۡمُرُنَا وَ زَادَهُمۡ نُفُورࣰا ۩﴿٦٠﴾
Waitha qeela lahumu osjudoo lilrrahmani qaloo wama alrrahmanu anasjudu lima tamuruna wazadahum nufooran
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).
تَبَارَكَ ٱلَّذِي جَعَلَ فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجࣰا وَ جَعَلَ فِيهَا سِرَٰجࣰا وَ قَمَرࣰا مُّنِيرࣰا﴿٦١﴾
Tabaraka allathee jaʿala fee alssamai buroojan wajaʿala feeha sirajan waqamaran muneeran
Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan bintang-bintang dan Dia juga menjadikan padanya matahari dan bulan yang bersinar.
وَ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ وَ ٱلنَّهَارَ خِلۡفَةࣰ لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ أَوۡ أَرَادَ شُكُورࣰا﴿٦٢﴾
Wahuwa allathee jaʿala allayla waalnnahara khilfatan liman arada an yaththakkara aw arada shukooran
Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur.
وَ عِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنࣰا وَ إِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمࣰا﴿٦٣﴾
Waʿibadu alrrahmani allatheena yamshoona ʿala alardi hawnan waitha khatabahumu aljahiloona qaloo salaman
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, "salām,"
وَ ٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدࣰا وَ قِيَٰمࣰا﴿٦٤﴾
Waallatheena yabeetoona lirabbihim sujjadan waqiyaman
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
وَ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا﴿٦٥﴾
Waallatheena yaqooloona rabbana isrif ʿanna ʿathaba jahannama inna ʿathabaha kana gharaman
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,"
إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرࣰّا وَ مُقَامࣰا﴿٦٦﴾
Innaha saat mustaqarran wamuqaman
Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
وَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَ لَمۡ يَقۡتُرُواْ وَ كَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَامࣰا﴿٦٧﴾
Waallatheena itha anfaqoo lam yusrifoo walam yaqturoo wakana bayna thalika qawaman
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,
وَ ٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَ لَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَ لَا يَزۡنُونَ ۚ وَ مَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامࣰا﴿٦٨﴾
Waallatheena la yadʿoona maʿa Allahi ilahan akhara wala yaqtuloona alnnafsa allatee harrama Allahu illa bialhaqqi wala yaznoona waman yafʿal thalika yalqa athaman
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,
يُضَٰعَفۡ لَهُ ٱلۡعَذَابُ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَ يَخۡلُدۡ فِيهِۦ مُهَانًا﴿٦٩﴾
Yudaʿaf lahu alʿathabu yawma alqiyamati wayakhlud feehi muhanan
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,
إِلَّا مَن تَابَ وَ ءَامَنَ وَ عَمِلَ عَمَلࣰا صَٰلِحࣰا فَأُوْلَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمۡ حَسَنَٰتࣲ ۗ وَ كَانَ ٱللَّهُ غَفُورࣰا رَّحِيمࣰا﴿٧٠﴾
Illa man taba waamana waʿamila ʿamalan salihan faolaika yubaddilu Allahu sayyiatihim hasanatin wakana Allahu ghafooran raheeman
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
وَ مَن تَابَ وَ عَمِلَ صَٰلِحࣰا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابࣰا﴿٧١﴾
Waman taba waʿamila salihan fainnahu yatoobu ila Allahi mataban
Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.
وَ ٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَ إِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ كِرَامࣰا﴿٧٢﴾
Waallatheena la yashhadoona alzzoora waitha marroo biallaghwi marroo kiraman
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya,
وَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ لَمۡ يَخِرُّواْ عَلَيۡهَا صُمࣰّا وَ عُمۡيَانࣰا﴿٧٣﴾
Waallatheena itha thukkiroo biayati rabbihim lam yakhirroo ʿalayha summan waʿumyanan
dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta,
وَ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَ ذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنࣲ وَ ٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا﴿٧٤﴾
Waallatheena yaqooloona rabbana hab lana min azwajina wathurriyyatina qurrata aʿyunin waijʿalna lilmuttaqeena imaman
Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
أُوْلَٰٓئِكَ يُجۡزَوۡنَ ٱلۡغُرۡفَةَ بِمَا صَبَرُواْ وَ يُلَقَّوۡنَ فِيهَا تَحِيَّةࣰ وَ سَلَٰمًا﴿٧٥﴾
Olaika yujzawna alghurfata bima sabaroo wayulaqqawna feeha tahiyyatan wasalaman
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam,
خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتۡ مُسۡتَقَرࣰّا وَ مُقَامࣰا﴿٧٦﴾
Khalideena feeha hasunat mustaqarran wamuqaman
mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.
قُلۡ مَا يَعۡبَؤُاْ بِكُمۡ رَبِّي لَوۡلَا دُعَآؤُكُمۡ ۖ فَقَدۡ كَذَّبۡتُمۡ فَسَوۡفَ يَكُونُ لِزَامَۢا﴿٧٧﴾
Qul ma yaʿbao bikum rabbee lawla duʿaokum faqad kaththabtum fasawfa yakoonu lizaman
Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)."
Terjemahan: Kementerian Agama RI · Latin
Tentang surat ini
Surat ini terdiri dari 77 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Dinamakan "Al-Furqan" yang artinya "pembeda" diambil dari kata "Al-Furqan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Yang dimaksud kata Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Qur'an.
Al-Qur'an dinamakan Al-Furqan karena membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran keesaan Allah dan kebatilan kepercayaan syirik.
**Pokok-Pokok Isi:**
1. **Keimanan:**
Allah Mahabesar berkah dan kebaikan-Nya; hanya Allah yang menguasai langit dan bumi; Allah tidak memiliki anak dan sekutu; Al-Qur'an benar-benar diturunkan dari Allah; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; Allah bersemayam di atas Arsy; Nabi Muhammad adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam; rasul-rasul adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah; pada hari kiamat peristiwa-peristiwa luar biasa akan terjadi, seperti: langit terbelah, malaikat turun ke bumi, orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan menyungkurkan wajah.
2. **Hukum-hukum:**
Haram mengabaikan Al-Qur'an; larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir; larangan membunuh atau berzina; kewajiban memberantas kekafiran dengan menggunakan dalil Al-Qur'an; larangan memberikan kesaksian palsu.
3. **Kisah-kisah:**
Kisah-kisah Nabi Musa, Nabi Nuh, kaum Tsamud, dan kaum Syu'aib.
4. **Lain-lain:**
Celaan orang kafir terhadap Al-Qur'an; kejadian alam sebagai bukti keesaan dan kekuasaan Allah; hikmah Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur; sifat-sifat orang musyrik antara lain: mempertuhankan hawa nafsu dan tidak mempergunakan akal; sifat-sifat hamba Allah yang sejati.
Surat Al-Furqan mengandung penjelasan tentang kebenaran keesaan Allah, kenabian Muhammad serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat dan mengemukakan pula kebatilan kemusyrikan dan kekafiran.
Kejadian alam seperti pergantian siang dan malam, bertiupnya angin, turunnya hujan, dan lain-lain diterangkan Allah dalam surat ini sebagai bukti atas keesaan dan kekuasaan-Nya. Kesudahan umat-umat yang dahulu yang ingkar dan menentang nabi-nabi juga dikisahkan secara ringkas.
Pada bagian akhir, Allah menerangkan sifat-sifat yang terpuji yang dimiliki hamba-Nya yang beriman.
**Hubungan Surat Al-Furqan Dengan Surat Asy Syu'ara':**
1. Beberapa persoalan dalam surat Al-Furqan diuraikan lagi secara luas di dalam surat Asy Syu'ara', antara lain beberapa kisah nabi-nabi.
2. Masing-masing surat itu dimulai dengan keterangan dari Allah bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk bagi alam semesta dan membedakan antara yang benar dengan yang batil, dan ditutup dengan ancaman kepada orang-orang yang mendustakannya.
Sumber: Indonesian Translation - King Fahad Complex